{"title":"Redesain Maskot untuk Meningkatkan Identitas Visual Kabupaten Bojonegoro","authors":"Udin Ahmad Salahudin","doi":"10.17977/um064v3i92023p1321-1338","DOIUrl":"https://doi.org/10.17977/um064v3i92023p1321-1338","url":null,"abstract":"Kabupaten Bojonegoro pernah berupaya membuat maskot di tahun 2017 diperuntukan industri kreatif. Maskot Bojonegoro tahun 2017 memiliki konsep salah satu desa penghasil aksesoris tempat penyimpan uang (celengan) berbentuk harimau. Tetapi maskot tersebut dirasa kurang menggambarkan keberagaman entitas budaya dan tradisi sebagai perwujudan sebuah mascot. Harapan adanya redesain maskot Bojonegoro, dapat mewakili berbagai keragaman di Kabupaten Bojonegoro dan menjadi sebuah simbol yang memberi kesan khas saat pertama melihatnya. Perancangan ini menggunakan metode conducting research, clarifying strategy, designing identity, creating touchpoint, dan managing assets. Pengambilan data menggunakan metode kuesioner dan mengumpulkan berkas terkait maskot di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro. Analisis data menggunakan metode 5W+1H. Hasil perancangan tersebut berupa sebuah desain maskot Bojonegoro, dengan tema lemah lembut dan disegani serta strategi visual berupa bentuk burung Mliwis putih dengan makna yang diambil dari beberapa entitas budaya di Bojonegoro. Pengaplikasianya desain maskot kebeberapa media seperti, media patung, x-banner, stiker, kaos, spanduk, dan Instangram yang berbentuk hewan dan manusia. Kata kunci: redesain; maskot; identitas visual; Kabupaten Bojonegoro Redesigning the Mascot to Improve the Visual Identity of Bojonegoro Regency Bojonegoro Regency attempted to create a mascot in 2017 for the creative industry. The Bojonegoro mascot in 2017 had a concept of a village that produces accessories for saving money (piggy bank) in the form of a tiger. However, the mascot was felt to be lacking in representing the diversity of cultural entities and traditions as a manifestation of a mascot. The hope for the redesign of the Bojonegoro mascot is to represent the various diversities in Bojonegoro Regency and become a symbol that gives a distinctive impression when first seen. This design uses the method of conducting research, clarifying strategy, designing identity, creating touchpoint, and managing assets. Data collection uses a questionnaire method and collects files related to the mascot at the Bojonegoro Tourism and Culture Office. Data analysis uses the 5W+1H method. The result of this design is a Bojonegoro mascot design with a gentle and respected theme and a visual strategy in the form of a white Mliwis bird with meanings taken from several cultural entities in Bojonegoro. The application of the mascot design to several media such as statues, x-banners, stickers, t-shirts, banners, and Instagram is in the form of animals and humans. Keywords: redesign; mascot; visual identity; Bojonegoro Regency","PeriodicalId":337772,"journal":{"name":"JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts","volume":"142 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139333076","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Mirda Alfian Dwi Cahyono, M. A. Rohman, Dhara Alim Cendikia
{"title":"Rebranding Visual Identity Manuva sebagai Upaya Pengenalan Brand Manufaktur","authors":"Mirda Alfian Dwi Cahyono, M. A. Rohman, Dhara Alim Cendikia","doi":"10.17977/um064v3i92023p1295-1320","DOIUrl":"https://doi.org/10.17977/um064v3i92023p1295-1320","url":null,"abstract":"Bermula dari penelitian pemilik usaha mengenai titik sakit para produsen industri manufaktur dalam proses produksi, hasil penelitian ini menyajikan banyak permasalahan, menjadikan semua keresahan ini menjadi peluang untuk menjawab semua permasalahan yang dimiliki para produsen. Pemilik usaha berusaha membantu para produsen ini dengan menciptakan sebuah platform digital untuk menjawab segala permasalahan yang dialami oleh produsen. Platform ini akan menjembatani antara para produsen dengan konsumen akhir dengan nama Tjetak.com. Dengan latar belakang perusahaan yang kuat, Tjetak.com telah berhasil melalui perjalanannya selama empat tahun terakhir dan telah membantu banyak produsen dan juga konsumen akhir terkait kebutuhan mereka. Kini saatnya Tjetak.com mengembangkan lini bisnisnya dan melebarkan sayap perusahaan. Perluasan pangsa pasar dari ruang lingkup industri percetakan menjadi industri manufaktur, menjadi alasan Tjetak.com melakukan rebranding menjadi Manuva. Upaya rebranding dari Tjetak.com ke Manuva ini memerlukan adanya proses perancangan, salah satunya adalah perancangan identitas visual. Dalam prosesnya, perancangan identitas visual Manuva ini mengacu pada metode perancangan dari Alina Wheeler, yang berdasarkan tahapan perencanaannya diawali dengan melakukan penelitian, penjelasan strategi, perancang identitas, penciptaan titik kontak dan pengelolaan aset. Hasil akhir dari proses perancangan ini adalah berupa konsep kreatif, aset visual, warna identitas, typeface identitas, arahan visual, template media sosial, brand collaterals, brand merchandises, dan buku pedoman graphic standard manual (gsm). Kata kunci: identitas visual; rebranding; manufaktur Rebranding Manuva's Visual Identity as an Effort to Recognize Manufacturing Brands Starting from the research of business owners regarding the pain points of manufacturers in the manufacturing industry in the production process, the results of this study present many problems, making all these concerns an opportunity to answer all the problems that producers have. Business owners attempt to assist these producers by developing a digital platform that addresses all of their issues. Tjetak.com will be the name of this platform that will connect producers and end users. Tjetak.com has made its way through the past four years with a strong corporate background, assisting many manufacturers as well as end consumers with their needs. Now is the time for Tjetak.com to expand its business line and expand the company's wings. Tjetak.com rebranded to Manuva due to an increase in market share from the printing industry to the manufacturing industry. The effort required to rebrand from Tjetak.com to Manuva necessitates a design process, one of which is visual identity design. In the process, the design of Manuva's visual identity refers to Alina Wheeler's design method, which begins with conducting research, explaining strategies, designing identity, creating contact points, and managing assets. The final","PeriodicalId":337772,"journal":{"name":"JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts","volume":"380 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139333283","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Perancangan Film Pendek Animasi Cakra–The Growing Hope untuk Mendukung Branding Universitas Negeri Malang","authors":"Achmad Fakhrurrozi, G. Susilo, Y. Hermanto","doi":"10.17977/um064v3i92023p1262-1280","DOIUrl":"https://doi.org/10.17977/um064v3i92023p1262-1280","url":null,"abstract":"Universitas Negeri Malang saat ini sedang berkembang dengan pesat dan berhasil menjadi kampus unggul (Profil Universitas Negeri Malang) sehingga membutuhkan branding untuk lebih memperkuat identitasnya. Karena hal tersebut pada tahun 2019 Universitas Negeri Malang melalui Tim Branding & Promosi mulai memperkuat brandingnya dengan membuat program kerja jangka panjang mulai dari branding internal hingga eksternal. Salah satu program kerja tersebut diwujudkan melalui strategi storytelling & campaign. Media yang akan digunakan untuk strategi storytelling & campaign tersebut adalah short film animasi dengan memanfaatkan element dan aset yang telah dimiliki Universitas Negeri Malang seperti maskot dan strategi & positioning yaitu Excellence in Learning Innovation. Perancangan yang menggunakan prosedur perancangan animasi dua dimensi (pipeline animation) yang terdiri dari empat bagian, yaitu idea & research, pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Hasil perancangan ini berupa berupa short film animasi berjudul Cakra–The Growing Hope. Film ini merupakan lanjutan dari episode pertamanya yang dikemas dalam bentuk film live shot berjudul Cakra–Tiles of Anxiety. Menceritakan tentang tiga remaja yang berusaha melawan ketakutan yang menghalangi mimpinya. Kata Kunci: animasi; short film; branding The Design of Cakra–The Growing Hope Short Animated Film to Support the Branding of Universitas Negeri Malang Universitas Negeri Malang is currently growing rapidly and has become an excellent campus, so it needs branding to strengthen its identity. In 2019, Universitas Negeri Malang through the Branding & Promotion Team began to strengthen its branding by creating a long-term work program starting from internal to external branding. One of the work programs is realized through storytelling & campaign strategies. The media that will be used for storytelling & campaign strategies is an animated short film by utilizing elements and assets that Universitas Negeri Malang has such as mascots and strategies & positioning, namely Excellence in Learning Innovation. The design uses a two-dimensional animation design procedure (animation pipeline) consisting of four parts, namely idea & research, pre-production, production, and post-production. The result of this design is an animated short film entitled Cakra-The Growing Hope. This film is a continuation of its first episode packaged in the form of a live shot film entitled Cakra-Tiles of Anxiety. It tells the story of three teenagers who try to fight the fears that hinder their dreams. Keywords: animation; short film; branding","PeriodicalId":337772,"journal":{"name":"JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts","volume":"186 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139332184","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"E-Modul 顺利写汉字 [Shùnlì xiě hànzì] untuk Melatih Keterampilan Menulis Siswa Kelas X-MIPA","authors":"Bella Aji, Sawitri Retnantiti, Amira Eza Febrian Putri","doi":"10.17977/um064v3i92023p1396-1407","DOIUrl":"https://doi.org/10.17977/um064v3i92023p1396-1407","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-Modul 顺利写汉字 [Shùnlì xiě hànzì] untuk melatih siswa Kelas X-MIPA 2 SMAK Santa Maria Malang dalam menulis Hanzi. E-Modul Shùnlì xiě hànzì disimpan dalam format PDF. Materi dalam E-Modul Shùnlì xiě hànzì bertema kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan model pengembangan 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan yang telah dimodifikasi untuk penelitian ini meliputi tiga fase, yaitu: (1) pendefinisian, (2) desain, dan (3) pengembangan. Penilaian uji validalitas kelayakan produk E-Modul Shùnlì xiě hànzì oleh ahli media dan ahli materi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas X-MIPA 2. Hasil uji validasi media dan materi adalah 84 persen dan 80 persen menunjukan bahwa e-modul layak digunakan untuk melatih keterampilan menulis bahasa Mandarin. Pada ujicoba e-modul menghasilkan simpulan bahwa E-Modul Shùnlì Xiě Hànzì sangat membantu siswa yang mengalami kesulitan menulis Hanzi dalam pembelajaran bahasa Mandarin. Kata kunci: bahan ajar; e-modul; keterampilan menulis; bahasa Mandarin 顺利写汉字 [Shùnlì xiě hànzì] E-Module for Training Writing Skills of Grade X-MIPA Students This research aims to develop a 顺利写汉字 [Shùnlì xiě hànzì] E-Module to train Grade X-MIPA 2 students at SMAK Santa Maria Malang in writing Hanzi. The Shùnlì xiě hànzì E-Module is stored in PDF format. The material in the Shùnlì xiě hànzì E-Module is themed around daily life. Using the 4D development model developed by Thiagarajan, which has been modified for this research, the development process includes three phases: (1) definition, (2) design, and (3) development. The validity of the Shùnlì xiě hànzì E-Module product was assessed by media and material experts. The research subjects were Grade X-MIPA 2 students. The results of the media and material validation tests showed that the e-module is suitable for training Mandarin writing skills, with scores of 84 percent and 80 percent, respectively. The trial of the e-module resulted in the conclusion that the Shùnlì Xiě Hànzì E-Module is very helpful for students who have difficulty writing Hanzi in Mandarin language learning. Keywords: teaching materials; e-module; writing skill; Chinese","PeriodicalId":337772,"journal":{"name":"JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts","volume":"254 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139332178","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pola Soal Soal HOTS Kitab Al-‘Arabiyyah Bayna Yadaik Jilid 1-3","authors":"Fityan Fikrut Tamam, Moh. Ainin","doi":"10.17977/um064v3i92023p1339-1354","DOIUrl":"https://doi.org/10.17977/um064v3i92023p1339-1354","url":null,"abstract":"Kitab Al-‘Arabiyyah Bayna Yadaik (ABY) digunakan pada banyak kampus termasuk di prodi S1 Pendidikan Bahasa Arab, Jurusan Sastra Arab, Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kategorisasi tingkatan soal HOTS ABY Jilid 1-3, relevansi muatan soal-soal HOTS terhadap kemahiran berbahasa, dan komposisi jumlah soal HOTS terhadap kemahiran berbahasa. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini meliputi tiga hal yaitu: (1) Kategorisasi tingkatan soal HOTS yang terdiri atas soal analisis, soal evaluasi, dan soal kreasi yang memiliki karakteristik pola tertentu, (2) Relevansi muatan soal-soal HOTS terhadap kemahiran berbahasa yang menunjukkan tersebarnya soal-soal HOTS secara merata pada semua aspek kemahiran berbahasa, dan (3) Komposisi jumlah soal HOTS terhadap kemahiran berbahasa yang menunjukan ABY 1 dominan soal HOTS keterampilan menyimak, ABY 2 dominan soal HOTS keterampilan menulis, dan ABY 3 dominan soal HOTS keterampilan membaca. Kata Kunci: bahasa Arab; ABY; HOTS The Question Pattern of HOTS Questions in the Al-'Arabiyyah Bayna Yadaik Book Volumes 1-3 The Al-'Arabiyyah Bayna Yadaik (ABY) Book is used on many campuses, including the Arabic Language Education Bachelor's Degree Study Program, Department of Arabic Literature, State University of Malang. This study aims to describe the level categorization of ABY's HOTS questions Volumes 1-3, the relevance of the content of HOTS questions to language proficiency, and the composition of the number of HOTS questions on language proficiency. This research uses a qualitative descriptive approach. The results of this study consist three things: (1) Categorization of levels of HOTS questions consisting of analysis questions, evaluation questions, and creation questions that have characteristics of certain patterns, (2) the relevance of the content of HOTS questions to language proficiency which shows that HOTS questions are evenly distributed in all aspects of language proficiency, and (3) The composition of the number of HOTS questions to language proficiency shows that ABY chapter 1 is dominant in HOTS listening skill questions, ABY chapter 2 is dominant in HOTS writing skill questions, and ABY chapter 3 is dominant in HOTS reading skill questions. Keywords: Arabic language; ABY; HOTS","PeriodicalId":337772,"journal":{"name":"JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts","volume":"90 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139333004","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Gaya Bahasa dalam Kumpulan Puisi Lalu Kau Karya Radhar Panca Dahana","authors":"Izzul Azalina, W. Siswanto","doi":"10.17977/um064v3i92023p1370-1386","DOIUrl":"https://doi.org/10.17977/um064v3i92023p1370-1386","url":null,"abstract":"Gaya bahasa merupakan karakteristik yang digunakan penulis untuk mengungkapkan sudut pandang dalam bentuk tulisan dengan menggunakan bahasa yang indah dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam gaya bahasa retoris dan kiasan yang terdapat dalam kumpulan puisi Lalu Kau karya Radhar Panca Dahana. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif kajian teks. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan 24 gaya bahasa yang digunakan dalam kumpulan puisi Lalu Kau Karya Radhar Panca Dahana, terdiri atas: (1) 17 gaya bahasa retoris yang terdiri dari: aliterasi, asonansi, anastrof, asidenton, polisidenton, kiamus, elipsis, eufimismus, litotes, hiteron proteron, pleonasme, perifrasis, prolepsis, erotesis, selepsis, dan zeugma, hiperbola, paradoks. Selanjutnya, (2) 7 gaya bahasa kiasan yang terdiri atas: persamaan atau simile, metafora, personifikasi, sinekdok, metonimia, antonomasia, hipalase. Gaya bahasa yang paling sering digunakan dalam kumpulan puisi Lalu Kau Karya Radhar Panca Dahana adalah gaya bahasa aliterasi yang termasuk gaya bahasa retoris. Kumpulan puisi Lalu Kau Karya Radhar Panca Dahana merupakan puisi yang dominan berisi tentang keagamaan dengan menggunakan bahasa yang sederhana. Kata kunci: gaya bahasa; gaya bahasa retoris; gaya bahasa kiasan; kumpulan puisi Figurative Language in the Poetry Collection Lalu Kau by Radhar Panca Dahana The use of figurative language is a characteristic that writers use to express their point of view in writing by using beautiful and meaningful language. This study aims to describe the variety of rhetorical and figurative language styles found in the poetry collection \"Lalu Kau\" by Radhar Panca Dahana. This study uses a qualitative approach to text analysis. The data collection technique used in this study is documentation study. Data analysis uses the Miles and Huberman model which includes three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the results of the study, there are 24 styles of language used in the poetry collection \"Lalu Kau\" by Radhar Panca Dahana, consisting of: (1) 17 rhetorical language styles consisting of: alliteration, assonance, anastrophe, asyndeton, polysyndeton, chiasmus, ellipsis, euphemism, litotes, hysteron proteron, pleonasm, periphrasis, prolepsis, erotesis, syllepsis, and zeugma, hyperbole, paradox; and (2) 7 figurative language styles consisting of: simile, metaphor, personification, synecdoche, metonymy, antonomasia, hyperbole. The most frequently used language style in the poetry collection \"Lalu Kau\" by Radhar Panca Dahana is the alliteration style, which is included in the rhetorical language style. The poetry collection \"Lalu Kau\" by Radhar Panca Dahana is predominantly about religion and uses simple language. ","PeriodicalId":337772,"journal":{"name":"JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts","volume":"13 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139332763","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Majas Bahasa Arab dalam Kumpulan Cerita Pendek Al Hubbul Maktum Karya Muhaiban","authors":"Choirotun Nisa', Nurhidayati Nurhidayati","doi":"10.17977/um064v3i92023p1387-1395","DOIUrl":"https://doi.org/10.17977/um064v3i92023p1387-1395","url":null,"abstract":"Penelitian ini berfungsi untuk menemukan bentuk-bentuk majas dalam kumpulan cerita pendek Al-Hubbul Maktum karya Muhaiban, menentukan makna yang terkandung dalam majas dan fungsi dari penggunaan majas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan membaca kumpulan cerpen tersebut, mencatat, dan dokumentasi tertulis. Kumpulan cerita tersebut terdiri dari lima cerita, yaitu الحب المكتوم, دورات الحب, زهرة ذابلة, بيني وبينه, رسالة ضائعة. peneliti menemukan lima jenis majas, yaitu isti’arah tasrihiyah, isti’arah makniyah, isti’arah sababiyah, majas mursal juziyah, majas mursal sabaiyah. Masing-masing majas memiliki fungsi yang berbeda-beda, yaitu berfungsi sebagai memperjelas yang masih samar (idzhar al-khafy), personifikasi (ja’lu ma laisa bi mar’iyyin mar’iyyan), kesan sangat (mubalaghah), untuk meringkas makna, dan untuk memperluas makna. Pemaknaan majas-majas tersebut dapat dimaknai secara langsung. Kata Kunci: majas; Uslub; kumpulan cerpen Arabic Figures of Speech in the Collection of Short Stories Al Hubbul Maktum by Muhaiban This research aims to discover the forms of figurative language in the collection of short stories Al-Hubbul Maktum by Muhaiban, determine the meaning contained in the figurative language, and the function of using such language. This research uses a descriptive qualitative approach, by reading the collection of short stories, taking notes, and written documentation. The collection consists of five stories, namely الحب المكتوم, دورات الحب, زهرة ذابلة, بيني وبينه, رسالة ضائعة. The researcher found five types of figurative language, namely isti'arah tasrihiyah, isti'arah makniyah, isti'arah sababiyah, mursal juziyah, and mursal sabaiyah. Each figurative language has a different function, namely to clarify what is still vague (idzhar al-khafy), personification (ja'lu ma laisa bi mar'iyyin mar'iyyan), exaggeration (mubalaghah), to summarize meaning, and to expand meaning. The interpretation of these figurative languages can be interpreted directly. Keywords: figures of speech; Uslub; short story","PeriodicalId":337772,"journal":{"name":"JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts","volume":"11 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139333624","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Fara Dwiyanti, Rosyidah Rosyidah, Amira Eza Febrian Putri
{"title":"Pengembangan Media 中印节日 [zhōng yìn jiérì] Berbasis Powtoon untuk Mata Kuliah Pemahaman Lintas Budaya Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UM","authors":"Fara Dwiyanti, Rosyidah Rosyidah, Amira Eza Febrian Putri","doi":"10.17977/um064v3i92023p1281-1294","DOIUrl":"https://doi.org/10.17977/um064v3i92023p1281-1294","url":null,"abstract":"Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan berupa media pembelajaran中印节日 [zhōng yìn jiérì] berbasis PowToon. Media pembelajaran中印节日 [zhōng yìn jiérì] merupakan media pembelajaran untuk mempelajari hari raya di Tiongkok dan Indonesia melalui bantuan audio visual. Pada penelitian dan pengembangan ini, diterapkan model ADDIE sebagai prosedur penelitian. Penelitian ini menggunakan lembar angket sebagai instrumen untuk mengumpulkan data kualitatif dari ahli materi, ahli media, dan subjek penelitian. Sebelum diimplementasikan, media pembelajaran中印节日 [zhōng yìn jiérì] sebagai produk pengembangan divalidasi terlebih dahulu oleh ahli materi dan ahli media. Hasil validasi menunjukkan bahwa produk pengembangan ini sudah layak digunakan sebagai media pembelajaran selanjutnya, media 中印节日 [zhōng yìn jiérì] diujicobakan kepada 56 mahasiswa yang memprogram Mata Kuliah Pemahaman Lintas Budaya. Berdasarkan hasil uji coba, media pembelajaran 中印节日 [zhōng yìn jiérì] menarik, dapat membantu mahasiswa dalam mempelajari materi, dan dapat digunakan sebagai sarana belajar mandiri. Kata kunci: pengembangan; media中印节日 [zhōng yìn jiérì] berbasis PowToon; mata kuliah pemahaman lintas budaya The Development of PowToon-Based Media 中印节日 [zhōng yìn jiérì] for Cross Cultural Understanding Course Chinese Language Teaching UM This development aimed to produce a development product in the form of中印节日 [zhōng yìn jiérì] learning media based on PowToon. 中印节日 [zhōng yìn jiérì] learning media is a learning media for learning feast day in China and Indonesia through audio visual assistance. In this research and development, ADDIE model was applied as the research procedure. This research employed questionnaire sheet as the research instrument for collecting the qualitative data from material expert, media expert, and research subject. Before being implemented, 中印节日 [zhōng yìn jiérì] learning media as the development product was validated first by material expert and media expert. The validation result showed that this development product was feasible to be used as a learning media, then, 中印节日 [zhōng yìn jiérì] learning media was tested on 56 students. Based on the test results, 中印节日 [zhōng yìn jiérì] learning media was attractive and could help students learn the material, and could be used as the facility of independent learning. Keywords: developing; PowToon-Based Media 中印节日 [zhōng yìn jiérì]; cross cultural understanding course","PeriodicalId":337772,"journal":{"name":"JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts","volume":"69 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139332301","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Meningkatkan Hasil Belajar Menggambar Komik Berdasarkan Fabel dengan Metode Examples Non Examples di Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri","authors":"N. Putri, Hariyanto Hariyanto, Denik Ristya Rini","doi":"10.17977/um064v3i72023p947-963","DOIUrl":"https://doi.org/10.17977/um064v3i72023p947-963","url":null,"abstract":"Menggambar komik merupakan pembelajaran Seni Budaya kelas VIII. Pembelajaran menggambar komik terhadap peserta didik di kelas VIII-H MTs Negeri Batu, guru sebagai fokus pembelajaran, peserta didik pasif, dan peserta didik kurang motivasi berkarya menggambar komik. Hasil belajar belum memenuhi KKM yang sudah ditetapkan, sehingga peneliti bersama dengan guru berkolaborasi dalam mengatasi permasalahan tersebut dengan menerapkan metode Examples Non Examples se-bagai alternatif untuk pembelajaran menggambar komik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkat-kan capaian hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran menggambar komik dengan bantuan fabel dan penerapan metode Examples Non Examples. Metode yang digunakan dalam Penelitian Tin-dakan Kelas (PTK) menggunakan model Kemmis dan McTaggart dengan dua siklus, di mana setiap siklusnya terdapat empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, posttes, dan dokumentasi. Hasil penelitian berupa hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Evaluasi pembelajaran menggambar komik dilakukan dengan menggunakan posttes dan produk akhir.\u0000Kata kunci: menggambar komik; hasil belajar; metode Examples Non Examples\u0000Improving Learning Outcomes in Drawing Comics Based on Fables Using the Examples Non-Examples Method in Class VIII at Public Islamic Junior High School\u0000This study aims to improve the learning outcomes in drawing comics among students of Class VIII-H at MTs Negeri Batu through the implementation of the Examples Non-Examples method, focusing on fable-based content. The research addresses the challenges of passive student engagement and a lack of motivation in artistic creation. The current learning outcomes fall short of the established KKM (Minimum Completion Criteria). To address these issues, a collaborative effort between researchers and teachers was undertaken. The Examples Non-Examples method was employed as an alternative approach to teaching comic drawing. The study follows the Classroom Action Research (PTK) frame-work developed by Kemmis and McTaggart, encompassing two cycles consisting of four stages: planning, action, observation, and reflection. The data collection techniques employed include obser-vation, interviews, post-tests, and documentation. The study evaluates the learning outcomes in the cognitive, affective, and psychomotor domains. The post-tests and final comic products are utilized to assess the effectiveness of the learning process. By implementing the Examples Non-Examples method, this study aims to enhance students' achievement in learning to draw comics, using fable-inspired content.\u0000Keywords: drawing comics; learning outcomes; Examples Non Examples method","PeriodicalId":337772,"journal":{"name":"JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts","volume":"74 ","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114339405","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Students’ Grammatical Errors in Writing Descriptive Texts","authors":"Elfa Novelia, Faisal Faisal","doi":"10.17977/um064v3i72023p1022-1031","DOIUrl":"https://doi.org/10.17977/um064v3i72023p1022-1031","url":null,"abstract":"The primary objective of this study was to investigate and describe the various types of grammatical errors observed in written descriptive texts of seventh-grade students. A quantitative research design was employed, aligned with the recommended research project design proposed by Creswell and Plano Clark (2011). The data collection process involved analyzing students' written descriptive texts. A total of 82 errors were identified and categorized according to their frequency, namely omission, misformation, addition, and misordering. The study argued that the nature of the formative assessment and the national examination, with an emphasis on grammatical dimensions, were significant factors influencing these errors. These findings provide valuable insights into comprehending specific grammatical error patterns, thus facilitating the development of targeted instructional strategies to address these issues effectively.\u0000Keywords: descriptive texts; formative assessment; grammatical errors\u0000Kesalahan Tata Bahasa Siswa dalam Menulis Teks Deskriptif\u0000Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menggambarkan jenis-jenis kesalahan gramatikal yang ditemukan dalam teks deskriptif tulisan siswa kelas tujuh. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif sesuai dengan desain proyek penelitian yang direkomendasikan oleh Creswell dan Plano Clark (2011). Data dikumpulkan menggunakan dokumen - teks deskriptif tulisan siswa. Ditemukan 82 kesalahan yang diklasifikasikan berdasarkan urutan kesalahan paling sering hingga paling jarang terjadi, yaitu penghilangan, pembentukan salah, penambahan, dan pengurutan yang salah. Penelitian ini berargumen bahwa faktor yang diyakini mempengaruhi kesalahan tersebut adalah sifat penilaian formatif dan ujian nasional, dengan penekanan pada dimensi gramatikal. Temuan ini memberikan wawasan berharga dalam memahami pola kesalahan gramatikal tertentu, sehingga memudahkan pengembangan strategi pembelajaran yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut dengan efektif.\u0000Kata kunci, teks deskriptif, asesmen formatif, kesalahan tata bahasa,","PeriodicalId":337772,"journal":{"name":"JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124691418","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}