TarbawiPub Date : 2018-09-14DOI: 10.32939/TARBAWI.V14I1.253
Wisnarni Wisnarni
{"title":"IMPLIKASI GURU PROFESIONAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA","authors":"Wisnarni Wisnarni","doi":"10.32939/TARBAWI.V14I1.253","DOIUrl":"https://doi.org/10.32939/TARBAWI.V14I1.253","url":null,"abstract":"Teachers as professional educators must have knowledge and abilities who suitable with their profession. The professionalism criteria educators have academic qualifications and competencies who includes; (1) Pedagogic Competence, (2) Personality Competence, (3) Professional Competence, and (4) Social Competence. All of these four competencies cannot stand alone, but are mutually integrated in learning; it means that they are based on one another components which underlie other components. Besides, to establish the children with character can be carried out by direct or indirect fostering of faith, worship, and character which is carried out gradually and continuously, as early as possible in accordance to the childrens’ habit and psychology development using various approaches. Meanwhile, among the right approaches is through a habitual approach, exemplary, educative and persuasive, advice and stories that can deep the heart. As exemplified by Allah and His Messenger in educating and teaching humans. The teacher professionalism will establish synergies between the implementation of knowledge transfer activities that continue to prioritize quality with the realization of moral students who uphold religious values. Building student character by instilling habits about good things so that students become understood (cognitive domain), instill values and instill what is permissible and what is not (affective domain), able to do (psychomotor domain) and set an example of life ( living model)","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76246159","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-09-14DOI: 10.32939/tarbawi.v14i1.2493
Saaduddin Saaduddin
{"title":"KONTRIBUSI PENDIDIKAN KARAKTER DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP SPRITUAL QUESTION MAHASISWA","authors":"Saaduddin Saaduddin","doi":"10.32939/tarbawi.v14i1.2493","DOIUrl":"https://doi.org/10.32939/tarbawi.v14i1.2493","url":null,"abstract":"Sistem pendidikan pada saat ini lebih mengutamakan pada pengembangan sikap Spiritual yang ada hubungannya dengan kecerdasan spiritual (SQ). Kecerdasan spiritual (SQ) sangat penting dibentuk dalam diri mahasiswa. Kenyataan di lapangan, proses pendidikan yang selama ini dilakukan dinilai belum sepenuhnya berhasil dalam membangun manusia Indonesia yang berkarakter. Di samping itu, dilihat dari perkembangan zaman saat sekarang ini, kebutuhan masyarakat sangat dipengaruhi oleh budaya barat. Oleh sebab itu, individu jika dinilai dari kecerdasan spiritualnya sangat memprihatinkan. Jika dihadapkan dalam permasalahan individu akan mengambil jalan yang tidak baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan kajian deskriptif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kerinci angkatan 2015, 2016, 2017, dan 2018 dengan jumlah mahasiswa sebanyak 118 orang. Jumlah sampel diambil dengan menggunakan teknik Propotional Stratified Random Sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 91 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala likers. Analisis dilakukan dengan bantuan program SPSS Versi 20.00 dan data yang telah terkumpul dianalisis dengan cara (1) deskriptif data; (2) Pengujian Persyaratan Analisis; dan (3) Pengujian Hipotesis. Hasil Penelitian dijelaskan bahwa Pendidikan karakter dan lingkungan keluarga secara bersama-sama berkontribusi signifikan terhadap kecerdasan spiritual mahasiswa. Artinya, semakin tinggi pendidikan karakter dan hubungan lingkungan keluarga maka maka semakin tinggi kecerdasan spiritual mahasiswa.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"81 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74958991","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-09-14DOI: 10.32939/TARBAWI.V14I1.251
Lusi Gustiana
{"title":"PERSEPSI SISWA TENTANG KEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA","authors":"Lusi Gustiana","doi":"10.32939/TARBAWI.V14I1.251","DOIUrl":"https://doi.org/10.32939/TARBAWI.V14I1.251","url":null,"abstract":"Teachers are required to be able to manage the class with good way. If the class has good managed, it is expected that students' learning motivation will be increased. The purpose of this study are to describes: 1) students' perceptions of the teacher's ability in class management at MTs Nurul Falah Airmolek, Subdistrict of Pasir Penyu, Indragiri Hulu Regency ?; 2) learning motivation of eighth grade students at MTs Nurul Falah Airmolek, Subdistrict of Pasir Penyu, Indragiri Hulu Regency ?; and 3) the relationship between students' perceptions of the teacher's ability in class management and learning motivation of eighth grade students of MTs Nurul Falah Airmolek, Subdistrict of Pasir Penyu, Indragiri Hulu Regency? This research was a correlation study, which connected the students' perceptions of the teacher's ability in class management and learning motivation of eighth grade students at MTs Nurul Falah Airmolek. The population in this study were all students of class VIII MTs Nurul Falah, there were 95 as the sample. Meanwhile, the population is not more than 100 people. Thus, the instrument used to collect data in this study is a questionnaire. The questionnaire has been tried out first to find the validity and reliability test. To determine the relationship between students' perceptions of the teacher's ability in class management and student learning motivation, the data was analyzed through contingency coefficient correlation techniques because the data produced are not normally distributed and not linear. The findings of this study showed that: 1) students' perceptions of the teacher's ability in class management at MTs Nurul Falah Airmolek, Pasir Penyu Subdistrict, Indragiri Hulu District, are mostly classified as medium; 2) learning motivation of eighth grade students at MTs Nurul Falah Airmolek, Pasir Penyu Subdistrict, Indragiri Hulu Regency, is mostly classified as medium; and 3) there is a relationship between students' perceptions of the teacher's ability to manage classes and learning motivation of eighth grade students at MTs Nurul Falah Airmolek, Pasir Penyu District, Indragiri Hulu Regency.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"15 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81971009","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-07-02DOI: 10.36781/tarbawi.v2i1.2953
Abdussyukur Abdussyukur
{"title":"PENDIDIKAN DINIYAH PASCA PP NOMOR 55 TAHUN 2007 (STUDI ANALISIS PP NO.55 TAHUN 2007 TENTANG PENDIDIKAN AGAMA DAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN)","authors":"Abdussyukur Abdussyukur","doi":"10.36781/tarbawi.v2i1.2953","DOIUrl":"https://doi.org/10.36781/tarbawi.v2i1.2953","url":null,"abstract":"Munculnya PP nomor 55 tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan yang mengharuskan lembaga pendidikan diniyah yang dalam sejarahnya senantiasa independen dan telah banyak berkontribusi terhadap bangsa dan negara untuk memasukkan kontens mata pelajaran umum dalam sistem pendidikannya. Kekhawatiran bahwa madrasah diniyah akan kehilangan kekhasan dan jati dirinya setelah berlakunya peraturan pemerintah tersebut hendaknya dijawab dengan menyambut baik niat pemerintah tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah yang masih terkesan statis dan apa adanya. PP tersebut hendaknya dijadikan sebagai pemicu untuk meningkatkan daya saing pendidikan pesantren dan pendidikan diniyah, setara dengan pendidikan lainnya dalam membina putra-putri bangsa, tentu pembacaan terhadap peraturan pemerintah tersebut tidak lantas menghilangkan kekhasan dari kedua lembaga pendidikan tersebut. Dengan terbitnya PP No. 55, setidaknya ada tiga keuntungan yang akan diperoleh madrasah diniyah di pesantren jika sudah terstandar. Pertama, dengan adanya pendidikan diniyah yang terakreditasi, energy pesantren yang mengelola pendidikan formal lebih terfokus sehingga outputnya pun diharapkan bisa lebih berkualitas dari sebelumnya yang lebih menguras energi dan bahkan mungkin dana. Kedua, dalam rangka juga untuk mengakomodasi kepentingan santri pada masa mendatang, suatu saat para santri membutuhkan ijazah formal. Sehingga standarisasi madrasah diniyah menjadi sebuah keniscayaan, sehingga nanti alumninya bisa diterima di dunia kerja. Ketiga, sebagai upaya untuk mengembalikan pesantren ke fungsi semula, di masa lalu pesantren lebih banyak mengajarkan ilmu pengetahuan agama dibandingkan pengetahuan umum.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"22 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78180385","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-07-02DOI: 10.36781/tarbawi.v6i1.2971
Azhar Azhar
{"title":"Pemanfaatan Information and Communications Technology (ICT) untuk Meningkatkan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam di Era Globalisasi","authors":"Azhar Azhar","doi":"10.36781/tarbawi.v6i1.2971","DOIUrl":"https://doi.org/10.36781/tarbawi.v6i1.2971","url":null,"abstract":"Globalisasi pendidikan adalah suatu keharusan yang tidak bisa di tawar lagi oleh sebab itu pengelola lembaga pendidikan harus bersikap proaktif dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Berbagai kebijakan pendidikan nasional membawa pengaruh yang signifikan terhadap lembaga pendidikan Islam, sebelum lahirnya undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan nasional dunia pendidikan Islam berkali-kali mengalami diskriminasi dalam hal kebijakan pendidikan. pesantren harus menjadi agent of change (agen perubahan) bagi masyarakat Islam yang majemuk. Berbagai kebijakan yang di ambil oleh seorang kiai sebagai pimpinan pesantren sangat berpengaruh terhadap kemajuan pesantren yang di pimpinnya. Berdasarkan penelitian diungkapkan bahwa setiap tawaran inovasi yang datang selalu di respons secara dilematis, yakni antara melestarikan nilai-nilai lama atau mengembangkan nilai yang sama sekali baru atau bahkan memadukan keduanya. Dalam menjawab tantangan perubahan dan berbagai kebutuhan masyarakat, beberapa pesantren secara historis telah melakukan beberapa inovasi pada sistem pendidikanya. Proses transformasi itu semata-mata menghasilkan inovasi karena faktor internal ataukah eksternal, atau interaksi keduanya. Pada kenyataanya kekuatan-kekuatan eksternal seperti pemerintah dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), turut andil dalam proses tersebut. Pemerintah berperan sebagai pengelola pembangunan sedangkan LSM yang memfasilitasi pelatihan-pelatihan yang melibatkan sumber daya pesantren.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"10 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88152275","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-07-02DOI: 10.36781/tarbawi.v1i1.2947
Roni M
{"title":"INTERNALISASI NILAI-NILAI SUFISME DI DALAM PENDIDIKAN PESANTREN","authors":"Roni M","doi":"10.36781/tarbawi.v1i1.2947","DOIUrl":"https://doi.org/10.36781/tarbawi.v1i1.2947","url":null,"abstract":"Pesantren dari sudut paedagogis dikenal sebagai lembaga pendidikan agama Islam, lembaga yang terdapat di dalamnya proses belajar mengajar. Fungsi pesantren dengan demikian lebih banyak berbuat untuk mendidik santri. Sebagai lembaga pendidikan, maka pesantren adalah tempat yang tepat dalam menginternalisasikan nilai-nilai sufistik pada anak didiknya. Apalagi dalam sejarahnya, pesantren dan sufisme tidak dapat dipisahkan. Baik dalam bentuk nilai-nilai maupun dalam bentuk tariqat.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"16 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89432498","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-07-02DOI: 10.36781/tarbawi.v2i2.2956
A. Haris
{"title":"PENDIDIKAN KARAKTER: DARI GAGASAN KE TINDAKAN","authors":"A. Haris","doi":"10.36781/tarbawi.v2i2.2956","DOIUrl":"https://doi.org/10.36781/tarbawi.v2i2.2956","url":null,"abstract":"Pembahasan masalah karakter dan pendidikan karakter telah banyak membuahkan konsep, baik yang terkait dengan konsep karakter bangsa maupun pendidikan karakter bagi pengembangan karakter bangsa itu sendiri. Kita lihat sudah banyak buku-buku yang dihasilkan oleh para penulis terkait dengan pendidikan karakter ini. Persoalan yang mungkin lebih penting lagi adalah bagaimana dari pemikiran-pemikiran yang kemudian menjadi konsep itu menjadi sebuah rentetan rencana-rencana tindakan (action plan). Nabi Muhammad SAW telah mengabtraksikan sendiri, bahwa tugas beliau yang sangat penting adalah mendidik manusia agar memiliki karakter yang baik. Doktrin Nabi kita sangat penting untuk menjadi pedoman bangsa ini dalam rangka membangun kembali karakternya. “innaa buistu liutammima makarima al-akhlaq”. Dengan adanya pendidikan karakter diharapkan menjadikan peserta didik lebih mempunyai harapan yang baik dalam hidup ini, kebiasaan-kebiasaan yang baik dalam bertutur kata, berperilaku, bersikap, dan berpandangan dalam hidup dengan baik. Implementasinya kemudian adalah memasukkan instrument pendidikan karakter dalam semua ranah sektor pendidikan yang ada di Indonesia, mulai dari pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan non-formal. Dengan demikian diharapkan terjadi pengkondisian pada sebuah karakter bangsa yang dituju secara bersama-sama.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"105 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77627032","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-07-02DOI: 10.36781/tarbawi.v6i1.2970
Muchammad Afifuddin
{"title":"Pengembangan Media Pembelajaran PAI Berbasis ICT","authors":"Muchammad Afifuddin","doi":"10.36781/tarbawi.v6i1.2970","DOIUrl":"https://doi.org/10.36781/tarbawi.v6i1.2970","url":null,"abstract":"Makalah ini menyatakan bahwasannya persoalan media pembelajaran dapat membantu dalam meningkatan mutu dan relevansi pendidikan di Indonesia, hal ini mengingat pengaruhnya yang begitu besar dari Pembelajaran yang berbasis ICT terhadap hasil (Outputnya). Oleh karenanya, Lembaga-lembaga Pendidikan Islam berlomba-lomba dalam mengimplementasikan sistem pembelajaran yang berbasis ICT dalam rangka untuk memperhatikan dan meningkatkan urusan mutu dan relevansi pendidikan. Sehingga beragam cara dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan tersebut. Sehingga harapan besarnya adalah mampu menjawab segala tantangan dan kebutuhan individu seiring dengan kemajuan zaman. Pemanfaatan ICT merupakan salah satu solusi alternatif untuk menyikapi problematika terkait mutu dan relevansi pendidikan, yang menurut beberapa hasil penelitian dapat memberikan keuntungan-keuntungan bagi dunia pendidikan. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri pada tataran praktisnya banyak sekali persoalan yang terjadi terkait pemanfaatan ICT dalam pendidikan, khususnya di Lembaga Pendidikan Islam baik yang berkaitan dengan finansial, infrastruktur, bahkan sumber daya manusianya itu sendiri. Kemudian dari pada itu, Pendidikan berbasis ICT hanya akan berhasil apabila dikelola dan ditanganidengan terencana, sistematis dan terintegrasi.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"22 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81856595","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-07-02DOI: 10.36781/tarbawi.v2i1.2951
Iksan Kamil Sahri
{"title":"KETELADANAN SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM","authors":"Iksan Kamil Sahri","doi":"10.36781/tarbawi.v2i1.2951","DOIUrl":"https://doi.org/10.36781/tarbawi.v2i1.2951","url":null,"abstract":"Mendidik dengan keteladanan adalah salah satu metode dalam pendidikan Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadith. Dari itu keteladanan menjadi sesuatu yang penting dalam Islam lebih khususnya dalam dunia pendidikan karena ia adalah contoh hidup dari ajaran yang diajarkan. Guru sebagai salah satu sumber belajar dalam dunia pendidikan bagi para siswa dituntut untuk memberikan contoh yang baik bagi para siswanya (uswah hasanah). Hal ini karena apa yang dikerjakan oleh guru dapat dilihat dan diperhatikan oleh para peserta didik. Dan berkenaan dengan keteladanan sebagai strategi pembelajaran pendidikan Islam, guru sangat berpean penting dalam terbentuknya mental sikap pada anak didik. Untuk menjadikan keteladanan sebagai strategi pembelajaran agama Islam, maka diperlukan sebuah bentuk pembelajaran yang terintegrasi antara nilai dengan materi dan dalam hal ini bentuknya dapat berupa pengaplikasian akan nilai-nilai yang diajarkan berdasar pembelajaran kontektual (Contextual Learning and Teaching) yang diatur dalam perangkat pembelajaran dan diimplementasikan dalam KBM. Selain itu, diperlukan secara sungguh-sungguh untuk melakukan evaluasi secara kontinou untuk menindak lanjuti hasil pembelajaran.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"31 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85282783","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-07-02DOI: 10.36781/tarbawi.v6i1.2967
Iksan Kamil Sahri
{"title":"ICT dan Perubahan Budaya di Indonesia: Kajian atas Penggunaan ICT Kecenderungan Perubahan Budaya Masyarakat Indonesia","authors":"Iksan Kamil Sahri","doi":"10.36781/tarbawi.v6i1.2967","DOIUrl":"https://doi.org/10.36781/tarbawi.v6i1.2967","url":null,"abstract":"Pertumbuhan Information and Communication Technology (ICT) dalam berbagai bidang telah ikut merubah wajah budaya orang Indonesia. Budaya tersebut berkenaan dengan dua hal. Pertama, perubahan budaya dalam kaitannya dengan teknologi informasi yang menjadi instrument atas modernisasi informasi. Kedua, perkembangan tekonologi komunikasi telah membawa perubahan budaya di masyarakat menjadi budaya siber (cyberculture). Pertumbuhan telepon pintar (smartphone) dan penggunaan sosial media serta mesin pencari (search engine) menjadi fenomena tak terelakkan dalam konteks budaya kekinian. Semua hal di atas didasari atas kecenderungan manusia atas kebutuhan informasi dan komunikasi yang berkesinambungan yang telah membawa manusia pada satu sistem budaya desa global (global village). Fenomena ini dalam perkembagannya tidak saja berada dalam koridor positif seperti dikehendaki semula tap telah membawa efek bawaan dari budaya siber yang terus berlangsung. Dari itu perlu upaya sadar untuk tetap menggunakan dan menempatkan kesemuanya dalam tujuan-tujuan positif dan menghindari sebisa mungkin dari kemungkinan-kemungkinan destruktif yang bisa terjadi serta penyimpangan sosial yang dihasilkan dari defusi sosial yang dihasilkan. Upaya-upaya tersebut dilakukan dengan membuat regulasi di tingkatan pengambil kebijakan serta upaya preventif yang dilakukan secara bersama oleh masyarakat dan pemerintah.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"88 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86962467","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}