TarbawiPub Date : 2018-09-27DOI: 10.36781/tarbawi.v7i1.2976
Iksan Kamil Sahri
{"title":"Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Masa Reformasi","authors":"Iksan Kamil Sahri","doi":"10.36781/tarbawi.v7i1.2976","DOIUrl":"https://doi.org/10.36781/tarbawi.v7i1.2976","url":null,"abstract":"Polemik pendidikan agama dan keagamaan di Indonesia mengalami perdebatan yang panjang. Perdebatan terkait hal tersebut pada awal kemerdekaan lebih mengarah pada perdebatan perlu tidaknya pelajaran agama masuk dalam ranah sekolah umum. Namun, belakangan, melalui UU Sistem Pendidikan Nasional tahun 1989, masyarakat politik Indonesia bersepakat bahwa pendidikan agama adalah sesuatu yang urgen dan perlu untuk masuk dalam kurikulum sekolah-sekolah negara. Akan tetapi saat itu, belum ada kesatuan sikap terkait pendidikan keagamaan. Pengakuan-pengakuan terhadap pendidikan keagaman baru pada sebatas kementerian dan tidak masuk dalam undang-undang. Pada masa reformasi, perdebatan tak lagi pada perlunya pendidikan agama di sekolah umum tapi lebih pada upaya pengakuan terhadap lembaga pendidikan-pendidikan keagamaan yang ada selama ini. Naiknya, para politikus Muslim yang berangkat dari moral agama Islam disebut-sebut menjadi faktor atas perubahan kecenderungan ini. Artikel ini menyatakan bahwa pendidikan agama dan keagamaan Islam mendapat tempat bersamaan dengan makin naiknya Islam politik di negeri ini di era reformasi. Artikel ini ditulis dengan menggunakan kajian literatur atas regulasi terhadap pendidikan agama dan keagamaan Islam di Indonesia.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"25 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87208460","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-09-27DOI: 10.36781/tarbawi.v7i1.2973
Onik Zakiyyah
{"title":"Pengembangan Potensi Keberagamaan Anak di Playgroup","authors":"Onik Zakiyyah","doi":"10.36781/tarbawi.v7i1.2973","DOIUrl":"https://doi.org/10.36781/tarbawi.v7i1.2973","url":null,"abstract":"Perkembangan teknologi memberikan dampak Positif dan Negatif terhadap perkembangan Spritual Anak. Maka dari itu, para praktisi pendidikan merasa perlu membentengi anak sejak dini dengan nilai moral dan nilai agama melalui keluarga ataupun sekolah. Salah satu lembaga yang bisa membantu dalam mengembangkan potensi keberagamaan pada anak adalah Playgroup, yang merupakan lembaga pendidikan yang pertamaDari persoalan tersebut, terdapat dua rumusan masalah yang dipilih dalam artiel ini yaitu: 1) bagaimana eksistensi playgroup dalam mengembangkan potensi keberagamaan pada anak?; 2) bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan potensi keberagamaan pada anak di Playgroup?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut penulis memilih Playgroup Roudlotus Shibyan Dsn. Buden Deket Lamongan. Pendekatan dan metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitiannya termasuk studi kasus yaitu merupakan penelitian yang dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail dan komprehensip. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa 1) eksistensi playgroup Roudlotus Shibyan bisa diketahui dari upaya-upaya yang dilakukan dalam mengembangkan potensi keberagamaan pada anak, diantaranya yaitu: Memberikan materi agama dan menyisipkan pesan-pesan keagamaan dalam setiap kali kegiatan belajar mengajar berlangsung, Memberikan jadwal materi yang bervariasi, Mengadakan Istighosah dan tahlilan setiap satu bulan sekali dan ziarah wali setiap satu semester. Membiasakan anak untuk membaca doa ketika akan melakukan kegiatan, belajar doa-doa sehari-hari dan juga belajar surat-surat pendek, Mengadakan peringatan PHBN dan PHBI, Melakukan evaluasi atau penilaian untuk mengetahui perkembangan yang terjadi pada anak. Menggunakan metode yang fleksibel, Guru pengajar harus lulusan pondok pesantren dan S1 PAUD atau Pendidikan Agama Islam serta memilki kepribadian yang baik dan menyenangkan. 2) faktor yang mempengaruhinya adalah adanya faktor internal dan eksternal.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"80 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84149613","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-09-27DOI: 10.36781/tarbawi.v7i1.2975
M. Taufiq
{"title":"Revitalisasi Pendidikan Karakter di Era Global; Penanaman Nilai dan Pendekatan Instruksional","authors":"M. Taufiq","doi":"10.36781/tarbawi.v7i1.2975","DOIUrl":"https://doi.org/10.36781/tarbawi.v7i1.2975","url":null,"abstract":"Kompleksnya permasalahan bangsa Indonesia membuat pendidikan menjadi garda terdepan untuk menjadi solusi jangka panjang. Korupsi, anarkisme, isu primordialisme, penyalahgunaan narkotika hingga degradasi moral menjadi kenyataan demikian tentu saja sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, upaya perbaikan perlu segera dilakukan. Salah satu upayanya adalah melalui revitalisasi pendidikan karakter. Upaya ini selain menjadi bagian dari proses pembentukan karakter anak bangsa, juga diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam mensukseskan Indonesia di masa mendatang. Melalui artikel ini, penulis memandang terdapat beberapa nilai-nilai yang harus ditanamkan dalam proses pendidikan. Nilai-nilai tersebut adalah religius, toleransi, mandiri, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air, bersahabat/komunikatif, gemar membaca. Adapun tujuan penanaman nilai-nilai tersebut adalah membangun kehidupan kebangsaan yang multikultural; membangun peradaban bangsa yang cerdas, berbudaya luhur, dan mampu berkontribusi terhadap pengembangan kehidupan ummat manusia, mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik serta keteladanan yang baik; membangun sikap warga negara yang mencintai damai, kreatif, mandiri, dan mampu hidup berdampingan dengan bangsa lain dalam suatu harmoni. Sementara, pendekatan instruksional yang melengkapi nilai-nilai tersebut di antaranya: pendekatan penanaman nilai (inculcation approach), pendekatan perkembangan moral kognitif (cognitive moral development approach), pendekatan analisis nilai (values analysis approach), pendekatan pembelajaran berbuat (action learning approach), dan pendekatan klarifikasi nilai (values clarification approach).","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"40 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87198715","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-09-27DOI: 10.36781/tarbawi.v7i1.2977
Ali Mastur
{"title":"Nilai-Nilai Luhur Pesantren Sebagai Ruh Penyelesaian Konflik Secara Damai Menurut Islam","authors":"Ali Mastur","doi":"10.36781/tarbawi.v7i1.2977","DOIUrl":"https://doi.org/10.36781/tarbawi.v7i1.2977","url":null,"abstract":"Dalam desain pendidikan pesantren ada satu hal yang sering dilupakan oleh para peneliti dalam melihat bagaimana orang-orang pesantren menyelesaikan konflik di antara mereka yaitu sebuah self-concept (konsep pribadi) dan conflict resolution (resolusi konflik) yang dikenal secara umum sebagai niat. Niat sendiri dalam dalam pandanga komunitas pesantren memegang peranan penting dalam segala tindakan seorang Muslim, baik sebagai makhluk pribadi (individu) ataupun makhluk sosial.Tulisan ini bermaksud membahas dua nilai luhur yang dijadikan self-concept dan sebagai conflict resolution antar sesama anggota santri yang diajarkan di pesantren. Dua nilai tersebut adalah niat dan paradigma rahmat li al-ala>min. Konsep niat mengetengahkan bahwa semua yang dilakukan hendaklah karena Tuhan dan untuk Tuhan, sedangkan paradigma rahmat li al-alamin diejawantahkan dengan perbuatan ihsan dan husn al-khuluq kepada sesama.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"54 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87650189","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-09-14DOI: 10.32939/TARBAWI.V14I1.250
Isnaria Rizki Hayati, Eko Sujadi
{"title":"PERBEDAAN KETERAMPILAN BELAJAR ANTARA SISWA IPA DAN IPS","authors":"Isnaria Rizki Hayati, Eko Sujadi","doi":"10.32939/TARBAWI.V14I1.250","DOIUrl":"https://doi.org/10.32939/TARBAWI.V14I1.250","url":null,"abstract":"Keterampilan belajar adalah suatu keterampilan yang sudah dikuasai oleh siswa untuk dapat sukses dalam menjalani pembelajaran di kampus (sukses akademik) dengan menguasai materi yang dipelajari. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mendeskripsikan: 1) keterampilan belajar siswa kelas X IPA di MAN 1 Pekanbaru?; 2) keterampilan belajar siswa kelas X IPS di MAN 1 Pekanbaru; dan 3) perbedaan keterampilan belajar antara siswa kelas X IPA dan keterampilan belajar siswa kelas X IPS di MAN 1 Pekanbaru?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Instrumen yang digunakan yakni angket keterampilan belajar. Angket keterampilan belajar diadaptasi dari item pernyataan AUM PTSDL Format- 2 SLTA berkaitan dengan keterampilan belajar yang kemudian item pernyataan tersebut diperbaiki kalimatnya. Data dianalisa dengan menggunakan teknik deskriptif dan t-test. Temuan penelitian ini antara lain: 1) keterampilan belajar siswa jurusan IPA berada dalam kategori sedang yakni sebesar 71,58%; 2) keterampilan belajar siswa jurusan IPS berada dalam kategori sedang yakni sebesar 69,12%; dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan belajar antara siswa jurusan IPA dan IPS di MAN 1 Pekanbaru.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"41 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"75891030","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-09-14DOI: 10.32939/tarbawi.v14i1.256
Sojuangon Rambe
{"title":"STRATEGIES USED BY GIFTED STUDENTS FOR MEMORIZING ENGLISH VOCABULARY AT ENGLISH DEPARTMENT OF IAIN PADANGSIDIMPUAN","authors":"Sojuangon Rambe","doi":"10.32939/tarbawi.v14i1.256","DOIUrl":"https://doi.org/10.32939/tarbawi.v14i1.256","url":null,"abstract":"Penelitian dilatarbelakangi oleh sedikitnya penelitian di bidang strategi belajar kosa kata terutama yang mengeksplorasi strategi menghafal kosa kata yang digunakan oleh pelajar bahasa yang paling berhasil, padahal banyak ahli dan peneliti mengisyaratkan dan menemukan bahwa strategi menghafal kosa kata berpengaruh terhadap penguasaan kosa kata. Kemudian seterusnya diakui pula bahwa penguasaan kosa kata merupakan salah satu aspek paling menentukan terhadap kemampuan berbahasa. Oleh karena itu penelitian dilaksanakan dengan desain deskriptif kuantitatif, dengan melibatkan seluruh mahasiswa yang unggul dalam berbahasa Inggris di Jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN Padangsidimpuan sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian kuesioner dan wawancara, sedangkan penjaminan keabsahan data dilakukan dengan teknik cek dan ricek. Analisis dilaksanakan dengan menguraikan sejumlah pola-pola logis dan bermakna yang muncul pada jawaban kuesioner dan hasil wawancara secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan jawaban responden terhadap item-item kuesioner sangat bervariasi, meskipun demikian urutan 27 item strategi menghafal kosa kata dalam paket Scmitt dan Mc Charty (1997) berdasarkan frekuensi pemakaiannya oleh siswa ditemukan sebagai berikut: Strategi 14> 16> 20> 10= 1> 2> 23= 17= 3> 15> 12> 4> 22=11> 21= 5> 24> 25= 13> 26> 9> 6> 7> 27= 18> 8. Selain itu terdapat 8 item strategi lain yang digunakan responden untuk menghafal kosa kata Bahasa Inggris, tetapi tidak terdapat di dalam paket tersebut.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"49 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87068571","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-09-14DOI: 10.32939/TARBAWI.V14I1.255
A. Zuhdi
{"title":"AKHLAK YANG BURUK DALAM PERSPEKTIF ISLAM SERTA UPAYA PENGANGGULANGANNYA","authors":"A. Zuhdi","doi":"10.32939/TARBAWI.V14I1.255","DOIUrl":"https://doi.org/10.32939/TARBAWI.V14I1.255","url":null,"abstract":"Akhlak yang senantiasa melekat pada prilaku seseorang menurut norma-norma atau penilaian yang diberikan sesuai perbuatan yang dilakukan tersebut. Perbuatan itu ditentukan pula dengan kriteria-kriteria yang jelas apakah baik atau buruk. Akhlak secara umum merupakan segala bentuk perbuatan yang memiliki ciri-ciri sebagaimana disebutkan di atas, yaitu perbuatan yang dilakukan atas kehendak dan kemauan. Kehendak dan kemauan yang dilakukan seseorang bila bertentangan dengan asas-asas ajaran Islam, yakni al-Quran dan Hadis Rasulullah SAW, maka tentu prilaku tersebut tergolong pada akhlak yang buruk. Prilaku yang buruk yang dilakukan oleh seseorang sebenarnya adalah karena ketidaksanggupan dirinya mengontrol nafsunya, karena nafsunya sudah menguasai dirinya, disamping pemehaman dan pengertian baik baginya tidak jelas, sehingga perbuatan buruklah yang dianggapnya baik. Padahal prilaku buruk sebenarnya sangat membahayakan bagi dirinya dan juga masyarakat. Lemahnya kesadaran bagi seseorang yang melakukan perbuatan keji tentu akan memberikan danpak yang lebih buruk lagi. Semakin lama manusia itu membiarkan dirinya dikuasai syaitan, maka semakin jauhlah ia ddengan Allah SWT, maka semakin tebal pula hijab-hijab nafsu dihatinya, seterusnya menghilangkan harapan manusia itu untuk mema’rifatkan dirinya dengan Allah SWT","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"67 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83578718","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-09-14DOI: 10.32939/TARBAWI.V14I1.252
R. Lestari
{"title":"KONSELING DENGAN PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENGATASI KEBIASAAN MEROKOK","authors":"R. Lestari","doi":"10.32939/TARBAWI.V14I1.252","DOIUrl":"https://doi.org/10.32939/TARBAWI.V14I1.252","url":null,"abstract":"Smoking is an act of waste and waste on property. The purpose of this study were to described: 1) smoking habits of students before giving Rational Emotive therapy? ; 2) student smoking habits after giving Rational Emotive therapy ?; and 3) the effectiveness of Rational Emotive counseling therapy in reducing students' smoking habits. This research was used pre test & post test design. The population in this research were all class X students of SMAN 3 Pekanbaru who had smoking habits with totaling 32 students. To determine the sample of this study, the researcher used purposive sampling. Then, through this technique, 5 students were used as the research sample. Besides, the data was analysed by using \"t\" test. Moreover, the result of this research showed that: 1) before given emotive rational counseling therapy, students smoking habits are in the high category with an average score of 92.6 and an average percentage of 77.167%; 2) after given emotive rational counseling therapy have decreased, students smoking habit are in the medium category with an average score of 66.8 and an average percentage of 55.667%; and 3) there is a significant difference between students' smoking habits before and have been given emotive rational counseling therapy that is equal to 4,691. This means that rational emotive counseling therapy is effective to reduce student smoking habits.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"115 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"75463193","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-09-14DOI: 10.32939/TARBAWI.V14I1.254
Nuzmi Sasferi
{"title":"PENERAPAN LANGUAGE SKILLS MELALUI COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRD) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DI MA NEGERI 1 KERINCI","authors":"Nuzmi Sasferi","doi":"10.32939/TARBAWI.V14I1.254","DOIUrl":"https://doi.org/10.32939/TARBAWI.V14I1.254","url":null,"abstract":"Language skills can be improved through the application of CIRC learning models, and the procedure of CIRC includes: teacher presentation, team practice, individual practice, peer preassessment, additional practice and testing. Then the last one is various activities which they elements in the CIRC learning model such as (1) reading each other's stories with group friends, (2) conclude stories, (3) listen to stories, (4) retell stories that have been read and heard in oral and written forms, (5) play drama, (6) write, edit, revise, and publish poetry with group friends.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"90 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81510141","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TarbawiPub Date : 2018-09-14DOI: 10.32939/TARBAWI.V14I1.258
M. Alam
{"title":"PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN PAI DI MAN 1 SUNGAI PENUH","authors":"M. Alam","doi":"10.32939/TARBAWI.V14I1.258","DOIUrl":"https://doi.org/10.32939/TARBAWI.V14I1.258","url":null,"abstract":"The aims of this research are to describe: (1) the advantages of Contextual Teaching and Learning (CTL) learning models; (2) Environmental material and efforts to preserve it; (3) Application of Contextual Teaching and Learning learning models in Islamic Education. This research is a field research study, with qualitative methods. The main instruments are observation, in-depth interview, and documentation. Research findings are: (1) The Contextual Teaching and Learning learning model can increase activity, creativity, independence to find material that is learned, as well as being able to explore, discuss, understand, and apply in daily life. (2) Environmental material consisting of biotic and nonbiotic which is very beneficial for living things, the effort to preserve it is by replanting, not exploiting, cutting, burning, penetrating, use must be in accordance with environmental ethics. (3) The application of the CTL model is in accordance with the existing steps, and has succeeded in activating students to seek, understand their own environmental theories, and be motivated to actualize in everyday life and be able to correlate with real life. The Islamic Educational teacher has been able to demonstrate one of the CTL principles namely making himself a model, role model, uswatun hasanah or a good example of preserving the environment.","PeriodicalId":33712,"journal":{"name":"Tarbawi","volume":"214 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88066802","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}