Allifah Novi Septiani, Akhmad Nayazik, Prihadi Kurniawan
{"title":"Hubungan Goal Orientation dengan Perilaku Menyontek Siswa Sekolah Menengah Pertama","authors":"Allifah Novi Septiani, Akhmad Nayazik, Prihadi Kurniawan","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.840","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.840","url":null,"abstract":"Perilaku menyontek dianggap menjadi hal yang biasa dikalangan siswa maupun mahasiswa, sehingga perlu untuk dicarikan solusi dan langkah pemecahan masalah dalam hal ini. Banyak faktor yang menyebabkan masalah ini, diantaranya adalah orientasi akademik siswa. Perilaku menyontek dalam penelitian ini dikategorikan menjadi nilai kepribadian menyontek dan kuantitas praktik menyontek siswa. Penelitian ini bertujuan : 1) untuk mengetahui hubungan antara goal orientation dengan nilai kepribadian menyontek siswa Sekolah Menengah Pertama pada pelajaran matematika. 2) untuk mengetahui hubungan antara nilai kepribadian menyontek dengan kuantitas praktik menyontek siswa Sekolah Menengah Pertama pada pelajaran matematika. 3) untuk mengetahui hubungan antara goal orientation dengan kuantitas praktik menyontek siswa Sekolah Menengah Pertama pada pelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Demak yang diambil 26 siswa dengan random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket, soal tes matematika, observasi, dan wawancara. Data penelitian ini dikumpulkan dengan mencari nilai dari masing-masing variabel, yaitu 1) nilai goal orientation, 2) nilai kepribadian menyontek, dan 3) nilai kuantitas praktik menyontek. Analisis data menunjukkan bahwa bahwa ada hubungan yang signifikan antara goal orientation perilaku menyontek siswa. Hal ini dapat dilihat dari ketiga hasil uji hipotesisnya yaitu: (1). Ada hubungan yang signifikan antara goal orientation dengan nilai kepribadian menyontek. (2). Ada hubungan yang signifikan antara nilai kepribadian menyontek dengan kuantitas praktik menyontek siswa. serta (3). Ada hubungan yang signifikan antara goal orientation dengan kuantitas praktik menyontek siswa. \u0000Kata kunci: goal orientation, kepribadian menyontek, kuantitas praktik menyontek. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000 \u0000Cheating behavior is considered to be common among students, so it is necessary to find solutions and problem solving steps in this matter. Many factors cause this problem, including the student's academic orientation. Cheating behavior in this study was categorized as cheating personality values ??and the quantity of practice in cheating students. This study aims: 1) to determine the relationship between goal orientation and personality values ??cheating junior high school students on mathematics. 2) to find out the relationship between personality values ??cheat with the quantity of practice in cheating junior high school students on mathematics. 3) to find out the relationship between goal orientation and the quantity of practice in cheating junior high school students on mathematics. This type of research is quantitative descriptive research. The research subjects were grade VII students of Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Demak which were taken by 26 students by random sampling. Data collection methods used were questionnaires, math test questions, obse","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"16 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72857922","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Struktur Kognitif Siswa Kelas IV Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Masalah Pembagian Bilangan Bulat","authors":"Rida Fironika Kusumadewi, Imam Kusmaryono, Ibnu Jamalul Lail, Bagus Ardi Saputro","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.875","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.875","url":null,"abstract":"Pembelajaran yang lebih ditekankan pada prosedur dan hasil dalam penyelesaian masalah tidak akan mengaktifkan strukur kognitif (berpikir) siswa dan tidak meningkatkan kemampuan berpikir matematis. Siswa hanya akan meniru prosedur yang dilakukan guru. Penelitian ini merupakan studi kasus pembelajaran matematika di kelas IV sekolah dasar pada materi pembagian bilangan bulat. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan struktur kognitif siswa dalam menyelesaikan masalah. Penelitian menggunakan metode kombinasi (kualitatif-kuantitatif) dengan desain concurrent embedded. Teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi yaitu observasi partisipan, wawancara yang mendalam, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kognitif Siswa A memiliki struktur kognitif komparatif dan siswa B memiliki struktur kognitif penalaran logis. Siswa menggunakan struktur kognitif untuk memproses informasi dan menciptakan makna dengan cara (1) membuat koneksi, (2) menemukan pola, (3) mengidentifikasi aturan, dan (4) mengabstraksikan prinsip-prinsip. \u0000Kata kunci: struktur kognitif, berpikir matematis, bilangan bulat. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000 \u0000Learning that is more emphasized on procedures and results in solving problems will not activate the cognitive structure (thinking) of students and does not improve the ability to mathematical thinking. Students will only imitate the procedures performed by the teacher. This research is a case study of mathematics learning in the fourth grade of elementary school in integer division material. The research objective is to describe the cognitive structure of students in solving problems. The study uses a combination method (qualitative - quantitative) with concurrent embedded design. The data collection technique is done in triangulation, namely participant observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results showed that the cognitive structure of class IV students reached the level of comparative cognitive structure (group A) and cognitive structure of logical reasoning (group B). Students use cognitive structures to process information and create meaning by (1) making connections, (2) finding patterns, (3) identifying rules, and (4) abstracting principles \u0000Keywords: cognitive structure, mathematical thinking, integers.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"83 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85501829","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penerapan “Rute Emas” Sebagai Salah Satu Desain Math Trail Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika","authors":"T. Edi, Akhmad Nayazik","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.842","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.842","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi banyak siswa yang kurang memiliki kemampuan dan kemauan belajar, sehingga belajar merupakan sesuatu yang sulit dan membosankan terutama pelajaran matematika, serta menganggap matematika adalah pelajaran yang kurang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penyebab adalah rasa kebosanan, kesulitan dan ketakutan siswa terhadap pelajaran matematika serta anggapan ketidakgunaan pelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari khususnya materi geometri dan pengukuran. Pada akhirnya melemahkan daya kreatifitas dan kemandirian siswa dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika materi keliling dan luas bangun segiempat pada siswa kelas VII A di SMP Negeri 33 Semarang dengan penerapan “Rute Emas” sebagai salah satu desain Math Trail suatu pembelajaran di luar kelas. Pada peta “Math Trail” atau setiap titik petunjuk penjelajahan siswa dapat merumuskan, mendiskusikan, dan memecahkan masalah matematika yang menarik. Kegiatan Math Trail dapat dilakukan sendirian atau berkelompok untuk saling bekerja sama untuk memecahkan permasalahan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas meliputi 4 langkah: planning, actuating, observation, dan reflecting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil tes rata-rata kelas pada siklus pertama dan kedua mengalami peningkatan dari 73,66 menjadi 75,05 serta prosentase banyaknya siswa yang mendapat nilai minimal 67 adalah 23 siswa (74,19)% menjadi 27 siswa (87,10%). Hasil tersebut menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah materi menggunakan rumus keliling dan luas segiempat dalam menyelesaikan masalah melalui penerapan “Rute EMAS” sebagai salah satu desain Math Trail suatu pembelajaran matematika. \u0000Kata kunci: kemampuan pemecahan masalah, desain Math Trail. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000This research is motivated by many students who lack the ability and willingness to learn, so learning is something difficult and boring, especially mathematics, and considers mathematics to be a lesson that is less useful in everyday life. One of the causes is a sense of boredom, difficulties and fears of students towards mathematics and the presumption of the uselessness of mathematics in everyday life, especially geometry and measurement material. In the end it weakens the creativity and independence of students in learning. The purpose of this study was to improve the mathematical problem solving abilities of the surrounding and wide-area quadrilateral in students of class VII A in 33 State Junior High School Semarang by applying \"Golden Route\" as one of the Math Trail designs for learning outside the classroom. On the \"Math Trail\" map or each exploration point of instruction students can form, discuss, and solve interesting mathematical problems. Math Trail activities can be done alone or in groups to work together to solve problems. This research is a classroom action research covering 4 steps: planning, actuating, observation, and reflecting.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"43 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80225665","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta didik Berdasarkan Strategi Polya pada Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Hands On Activity","authors":"S. Pramesti, Juwita Rini","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.768","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.768","url":null,"abstract":"Strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran kurang membangun kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik sehingga menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam pemecahan masalah matematika. Proses pembelajaran dapat diperbaiki dengan menerapkan model Problem Based Learning. Kegiatan peserta didik dalam model pembelajaran tersebut diharapkan dapat berlangsung optimal manakala dilengkapi dengan hands on activity. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mana yang lebih baik antara kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada kelas dengan model pembelajaran problem based learning berbasis hands on activity atau pada kelas pembelajaran konvensional. Selain itu, juga untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah peserta didik menggunakan strategi Polya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods. Metode penelitian yang mengkombinasikan atau menggabungkan antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan menggunakan langkah polya pada pembelajaran Problem Based Learning berbasis hands on activity lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran ekspositori. (2) Penyebab kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah (TKPM) ditinjau dari langkah-langkah Polya yaitu antara lain: (a) peserta didik tidak terbiasa dengan bahasa soal yang rumit (memahami masalah); (b) peserta didik kurang cermat sehingga ketika mengerjakan soal sering terjadi salah menggunakan rumus (menyusun rencana penyelesaian); (c) peserta didik kurang teliti sehingga ketika mengerjakan soal sering terjadi salah perhitungan (melaksanakan rencana penyelesaian); (d) peserta didik kurang bisa memanfaatkan waktu pengerjaan dengan baik (melihat kembali). \u0000Kata kunci: Pemecahan Masalah Polya; PBL; Hands On Activity \u0000Abstract \u0000Learning strategies used in the learning process are not enough to develop problem solving for students. It causes students get difficulties in solving mathematical problems The learning process can be improved by applying learning models that can improve problem solving skill for students, one of which is the Problem Based Learning learning model. The activities of students in the learning model are expected to be optimal when equipped with activities. The purpose of this study is to find out which is better between students' problem solving abilities in the class with a problem-based learning model that is hand-based on activities or in conventional learning classes. The type of research used in this study is a mixed method. Research method that combines or researches between quantitative and qualitative research methods. The results of this study are as follows: (1) The problem solving ability of students by using the Polya steps in Problem Based Learning learning based on hands on activity is better than students' problem solving abili","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"25 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89073301","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Efektivitas Think Pair Share dengan Komik Ditinjau dari Kemampuan Memecahkan Masalah Matematis","authors":"R. Aziza, S. Widodo, Denik Agustito","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.858","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.858","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran Think Pair Share dengan komik matematika ditinjau dari kemampuan memecahkan masalah matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Posttest-Only Control Design. Ukuran sampel adalah 68 siswa yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tes Pemecahan Masalah Matematika. Teknik analisis data digunakan dengan menggunakan uji statistik parametrik yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kemampuan memecahkan masalah matematis, model pembelajaran model Think Pair Share dengan menggunakan komik matematika lebih efektif daripada pembelajaran Think Pair Share tanpa menggunakan komik. Berkaitan dengan ini komik dapat digunakan sebagai alternatrif dalam pemilihan media pada pembelajaran matematika. \u0000 \u0000Kata kunci: Think Pair Share, komik, kemampuan memecahkan masalah matematis. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000The purpose of this study was to study the learning model of Paired Thinking Sharing with mathematical comics in terms of mathematical problem-solving skills. The research method used is an experiment with the design of Posttest-Only Control Design. The sample size was 68 students taken using cluster random sampling technique. The instrument used in this study is the mathematical problem-solving test. Data analysis technique used by using parametric statistical test is t-test. The results of the study show that , Think Pair Share learning model by using mathematical comics is more effective to solve mathematical problems than Think Pair Share learning without using comics. It is recommended to use comics as an alternative in selecting media in mathematics learning. \u0000Keywords: Think Pair Share, comic, mathematical problem solving skill.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"4 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74524000","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Efektivitas Model Pembelajaran Savi dan React Berbantuan LKS terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP","authors":"Widya Kusumaningsih, S. Sutrisno, Fiki Hidayah","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.763","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.763","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah kemampuan komunikasi matematis yang lebih baik antara siswa yang memperoleh model pembelajaran SAVI berbantuan LKS, model pembelajaran REACT berbantuan LKS, atau model pembelajaran konvensional, (2) apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran SAVI berbantuan LKS dan model pembelajaran REACT berbantuan LKS mencapai ketuntasan klasikal dan individual, dan (3) apakah terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa pada model pembelajaran SAVI berbantuan LKS dan model pembelajaran REACT berbantuan LKS terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain posttest only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Subah kelas VIII tahun pelajaran 2018/2019. Sampel yang diambil dengan menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi satu jalan sel tak sama. Hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) model pembelajaran SAVI berbantuan LKS dan model pembelajaran REACT berbantuan LKS menghasilkan kemampuan komunikasi matematis yang sama, dan kedua model pembelajaran tersebut menghasilkan kemampuan komunikasi matematis siswa yang lebih baik daripada model pembelajaran konvensional, (2) kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran SAVI berbantuan LKS dan model pembelajaran REACT berbantuan LKS mencapai ketuntasan klasikal dan individual, dan (3) terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa pada model pembelajaran SAVI berbantuan LKS dan model pembelajaran REACT berbantuan LKS terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Model pembelajaran SAVI dan REACT berbantuan LKS dapat digunakan guru untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. \u0000Kata kunci: kemampuan komunikasi matematis, LKS, REACT, SAVI. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000This study aims to determine: (1) which mathematical communication skills are better between students who obtain SAVI learning models assisted by LKS, REACT learning models assisted by LKS, or conventional learning models, (2) whether mathematical communication skills of students who get SAVI learning models assisted by LKS and REACT learning models assisted by LKS to achieve classical and individual completeness, and (3) whether there is an influence of student learning activeness on SAVI learning models assisted by LKS and REACT learning models assisted by LKS on students' mathematical communication skills. This type of research is quantitative research with a posttest only control design. The population in this study were students of SMP Negeri 1 Subah class VIII in the academic year 2018/2019. Samples taken using cluster random sampling. Data collection techniques used are tests and observations. The data analysis technique used is the analysis of one-way cell variance is not the same. The results showed that: (1) SAVI learning models assis","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"90 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81507893","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP pada Materi SPLDV Ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika","authors":"Irma Purnamasari, Wahyu Setiawan","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.771","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.771","url":null,"abstract":"Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa agar mampu secara matematis memecahkan masalah sering dijumpai di kehidupan nyata. Indikator kemampuan pemecahan masalah matematis meliputi mampu memahami masalah, merencanakan strategi pemecahan masalah, melakukan strategi atau prosedur pemecahan masalah, dan memeriksa kebenaran jawaban atau hasil yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP ditinjau dari Kemampuan Awal Matematik (KAM). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deksriptif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII F SMP Angkasa Lanud Sulaiman yang berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes soal uraian kemampuan pemecahan masalah matematis sebanyak 5 soal. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengelompokkan siswa berdasarkan hasil Penilaian Tengah Semester (PTS) sebagai kemampuan awal siswa. Siswa dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok KAM atas, kelompok KAM menengah dan kelompok KAM bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kesulitan mengerjakan soal nomor 5 dan baik siswa kelompok KAM atas, KAM menengah maupun KAM bawah, siswa kurang menguasai indikator ke-4 yaitu memeriksa kebenaran jawaban. \u0000Kata kunci: kemampuan awal matematika, kemampuan pemecahan masalah matematis. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000Mathematical problem solving ability is one of the abilities that must be mastered by students in order to be able to mathematically solve problems often found in real life. Indicators of mathematical problem solving capabilities include being able to understand problems, plan problem solving strategies, perform strategies or procedures for problem solving, and check the truth of answers or results obtained. This study aims to determine the mathematical problem solving abilities of junior high school students in terms of Early Mathematical Ability (KAM). The method used in this study is descriptive. The research subjects were class VIII F Space Junior High School Sulaiman Air Base which numbered 30 people. The instrument used in the study was a test of the questions about the mathematical problem solving abilities of 5 questions. Analysis of the data used in this study is to classify students based on the results of the Middle Semester Assessment (PTS) as students' initial abilities. Students are divided into three groups, namely the upper KAM group, the middle KAM group and the lower KAM group. The results showed that students had difficulty working on the number 5 questions and both the upper KAM group students, the middle KAM and the lower KAM students, students did not master the 4th indicator, namely checking the correctness of the answers. \u0000Keywords: initial mathematical abilities, mathematical problem solving abilities.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"28 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80245211","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Maulani Rizky Gumilang, W. Wahyudi, Endang Indarini
{"title":"Pengembangan Media Komik dengan Model Problem Posing untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika","authors":"Maulani Rizky Gumilang, W. Wahyudi, Endang Indarini","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.860","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.860","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media komik dengan model problem posing pada mata pelajaran matematika di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D dengan model pengembangan ADDIE. Kevalidan produk diperoleh melalui uji pakar dengan instrumen validasi pakar. Kepraktisan produk diperoleh melalui uji coba terbatas dengan instrumen angket. Keefektifan diperoleh melalui uji coba satu kelas dengan one grup pretest-posttest design kemudian hasilnya diuji menggunakan Paired Samples T Test. Hasil dari penelitian ini adalah media komik dengan model problem posing untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Media pembelajaran dinyatakan valid berdasarkan hasil uji pakar media menunjukkan bahwa media komik termasuk kategori tinggi, pakar materi menilai media komik termasuk kategori tinggi, dan pakar pembelajaran menilai media komik termasuk kategori tinggi. Media pembelajaran dinyatakan praktis berdasarkan hasil angket respon siswa menunjukkan bahwa siswa dapat menggunakan media komik. Media pembelajaran juga dinyatakan efektif berdasarkan hasil Paired Samples T Test pretest-posttest menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pada pretest dan posttest siswa. \u0000Kata kunci: pengembangan, komik, problem posing, kemampuan pemecahann masalah. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000This study aims to develop and test the validity, practicality, and effectiveness of comic media with a problem-posing model on the subject of mathematics in elementary schools. The research method used was R&D with the ADDIE development model. The validity of the product was obtained through expert testing with expert validation instruments. The practicality of the product was obtained through limited trials using questionnaire instruments. Effectiveness was obtained through a one class trial with one group pretest-posttest design then the results were tested using the Paired Samples T Test. The results of this study are that comic media with problem-posing model improve mathematical problem-solving abilities. The learning media is declared valid based on the test results of media experts test showing that comic media is in the high category, material experts rate comic media as a high category, and learning experts rate comic media as a high category. Learning media are stated practical based on the results of the students’ response questionnaires indicating that students can use comic media. Learning media are also declared effective based on the results of the Paired Samples T Test pretest-posttest which shows that there are significant differences between the learning outcomes at the pretest and posttest of student. \u0000Keywords: development, comic, problem posing, problem solving ability","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87114152","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Zumrotun Aini, Nur Afifah, Irhamdi Muslim, S. Hasanah
{"title":"Etnomatematika: Eksplorasi Budaya Kerabhen Sape Madura","authors":"Zumrotun Aini, Nur Afifah, Irhamdi Muslim, S. Hasanah","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.856","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.856","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara matematika dengan budaya masyarakat Madura yakni pada Kerabhen Sape. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif-etnomatematika. Etnomatematika digunakan untuk mendeskripsikan budaya yang bernuansa dengan tujuan untuk mendapatkan deskripsi dan analisis mendalam tentang sebuah budaya berdasarkan observasi, data pustaka, wawancara dan dokumentasi yang telah diperoleh dari hasil pengumpulan data. Fokus dalam penelitian ini yaitu eksplorasi etnomatematika dalam budaya Kerabhen Sape Madura, yang bagi kebanyakan masyarakat Madura tidak hanya sebuah pesta rakyat atau acara yang diselenggarakan tiap tahun yang diwarisi secara turun temurun, tetapi Kerabhen Sape adalah bentuk simbol prestise yang dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Madura. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai konsep matematika, seperti bangun datar, kesebangunan, kekongruenan, dan operasi bilangan. Selain itu, budaya Kerabhen Sape ini sangat terkenal di Indonesia bahkan hingga tingkat internasional. \u0000Kata kunci: etnomatematika, ekplorasi, kerabhen sape, konsep matematika. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000The purpose of this study was to explore the relationship between mathematics and the culture of Madurese community, namely Kerabhen Sape. In this study, researchers used qualitative-ethnomathematics research. Ethnomathematics is used to describe nuanced culture with the aim of getting a description and in-depth analysis of a culture based on observations, library data, interviews and documentation that has been obtained from the results of data collection. The focus of this research is ethnomatematics exploration in the Madura Kerabhen Sape culture, which for most Madurese is not just a people's party or an annual event inherited from generation to generation, but Kerabhen Sape is also a form of prestige symbol that can lift dignity and the dignity of the Madurese community. The results of this study indicate that there are various mathematical concepts, such as flat wake, congruence, kekongruenan, and number operations. In addition, the Kerabhen Sape culture is very well known in Indonesia and even internationally. \u0000Keywords: ethnomatematics, exploration, kerabhen sape, mathematical concepts.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"36 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87189873","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengembangan Perangkat Pembelajaran Melalui Model Problem Based Learning Berorientasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis pada Materi Fungsi Kelas X SMA","authors":"Ferry Ferdianto, Frisca Shella Fadiyah, Mohamad Dadan Sunawan","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.799","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.799","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS berbasis Problem Based Learning pada materi fungsi untuk siswa SMA yang berorientasi pada kemampuan pemecahan masalah. Kualitas produk yang dikembangkan dinilai berdasarkan aspek kevalidan, keefektifan, dan respons siswa terhadap LKS. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4-D, yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Penulis memiliki keterbatasan waktu dan tenaga, sehingga penulisan dilakukan hingga tahap develop. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 1 sebanyak 36 siswa di SMA Negeri 1 Karangwareng. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah lembar penilaian RPP dan LKS untuk mengukur kevalidan, tes kemampuan pemecahan masalah untuk mengukur keefektifan, dan angket respon siswa terhadap LKS. Kualitas kevalidan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid berdasarkan skor rata-rata RPP dari lima validator yaitu 91% dengan kriteria sangat baik dan skor rata-rata LKS dari lima validator yaitu 92% dengan kriteria sangat baik. Kualitas keefektifan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria efektif berdasarkan hasil pretest dan post-test dengan peningkatan persentase ketuntasan dari 2,8% menjadi 72%. Respons siswa sebesar 76% menunjukkan respons yang positif terhadap perangkat pembelajaran berupa LKS. \u0000Kata kunci: model Problem Based Learning, kemampuan pemecahan masalah matematis. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000This study aims to develop learning tools in the form of RPP and LKS based on Problem Based Learning in the function material for high school students which is oriented to problem solving abilities. The quality of the product being developed is assessed based on the validity, effectiveness, and response of students to the LKS. The learning tool development procedure refers to the 4-D development model, namely Define, Design, Develop, and Disseminate (Distribution). Because of the limitations of the author, the writing is done up to the develop stage. The subjects of this study were 36 students of class X MIPA 1 as many as 36 students in SMAN 1 Karangwareng. The instruments used to measure the quality of learning tools developed are lesson plan assessment sheets and student worksheets to measure validity, test problem solving abilities to measure effectiveness, and questionnaires to students' responses to worksheets. Validity quality of learning devices meets valid criteria based on average RPP scores from five validators, namely 91% with very good criteria and an average score of LKS from five validators, namely 92% with very good criteria. The quality of the effectiveness of learning devices meets the effective criteria based on the results of pretest and post-test with an increase in completeness percentage from 2.8% to 72%. Student responses of 76% showed a positive response to learning equipment in the for","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"13 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86238387","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}