{"title":"Analisis Norma Sosiomatematik Ditinjau Dari Minat Belajar Matematika Siswa","authors":"S. Anisa, Nanang Supriadi, Dona Dinda Pratiwi","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.748","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.748","url":null,"abstract":"Norma sosiomatematik merupakan sebuah norma sosial yang bernuansa matematika. Dengan norma sosiomatematika, kecerdasan yang dimiliki siswa dapat dikembangkan karena norma ini sangat terkait dengan negosiasi dan interaksi antar siswa dan interaksi siswa dengan guru. Namun norma sosiomatematik dapat dinyatakan baik dalam proses pembelajaran di dalam kelas jika minat belajar terhadap matematika yang dimiliki siswa juga baik, karena minat merupakan dorongan dari dalam diri seseorang tanpa ada yang memaksa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah analisis norma sosiomatematik ditinjau dari minat belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif dengan metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa data norma sosiomatematik dan minat belajar matematika yang didapatkan dari hasil lembar obsevasi norma sosiomatematik, angket minat belajar matematika dan wawancara terhadap siswa kelas VIII-F. Penelitian ini menggunakan triangulasi teknik, yaitu mencocokkan data norma sosiomatematik dan minat belajar matematika melalui beberapa teknik yang berbeda, yaitu lembar observasi, angket dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, 30 subjek penelitian memiliki rata-rata norma sosiomatematik diatas persentase 50% atau dapat dikatakan subjek penelitian tersebut memiliki norma sosiomatematik dalam kategori baik dan untuk minat belajar matematika juga menunjukan kategori baik dengan hasil rata-rata 62 %. Maka dapat disimpulkan bahwa norma sosiomatematik dapat dikatakan baik jika minat belajar terhadap pelajaran matematika juga baik. \u0000Kata kunci: norma sosiomatematik, minat belajar matematika. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000Sociomatematic norms are a social norm that has mathematical nuances. With sociomatematic norms, intelligence possessed by students can be developed because this norm is closely related to negotiation and interaction between students and the interaction of students and teachers. But sociomatematic norms can be expressed both in the learning process in the classroom if the interest in learning about mathematics that is owned by students is also good, because interest is an encouragement from someone without being forced. The purpose of this study was to find out how the analysis of sociomatematic norms in terms of interest in learning mathematics. This research is a qualitative type of research with the method used is descriptive qualitative. The data in this study are sociomatematic normative data and mathematics learning interest obtained from the results of sociomatematic norms observation sheet, mathematics learning interest questionnaire and interviews with students of class VIII-F. This study uses triangulation techniques, which match the sociomatematic norm data and interest in learning mathematics through several different techniques, namely observation sheets, questionnaires and interviews. Based on the results of the study, 30 research subjects had the above average sociom","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"15 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86964307","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Implementasi Self Regulated Flipped Classroom pada Mata Kuliah Kalkulus","authors":"Fariz Setyawan, A. Istiandaru","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.699","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.699","url":null,"abstract":"Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan sejauh mana pendekatan SRFC mampu membuat mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) belajar mandiri. Paradigma baru yang berkembang di perguruan tinggi menuntut pembelajaran harus mampu memandirikan mahasiswa dalam belajar (self regulated learning). Pendekatan pembelajaran yang secara teori berpotensi mampu memfasilitasi belajar mandiri adalah pendekatan SRFC. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Bedasarkan hasil penelitian, penulis berharap pendekatan Self Regulated Flipped Classroom (SRFC) tidak hanya diterapkan pada mata kuliah Kalkulus diferensial saja melainkan dapat menjadi rujukan pada mata kuliah lain. Adapun pelaksanaan SRFC dari sisi kognitif masih memiliki kekurangan dimana mahasiswa belum terlibat aktif dalam melakukan refleksi berpikir selama pembelajaran, namun mahasiswa lebih terlibat aktif dalam sisi intepretasi. Selain itu, motivasi dan perilaku mahasiswa cenderung positif selama menggunakan pendekatan pembelajaran SRFC. Hal ini dikarenakan adanya dukungan dari pengajar dan teman sejawat serta interaksi selama pembelajaran berlangsung. \u0000Kata kunci: kalkulus, SRFC, kemandirian belajar. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000This research aims to describe the SRFC approach through self regulated indicators and the result of the study of college students in Universitas Ahmad Dahlan. The new paradigm related to Higher Level Education strive for students whom can independently get their own knowledge. SRFC has a potential method to make the students study independently. This research is using qualitative descriptive approach. Based on the result, the author recommend to used SRFC approach not only implemented in Calculus Diferential course but also the other subject. As far as the SRFC activities, cognitive domain hasn’t actively contributed in teaching and learning process because the students havent involve their reflection in learning the subject. However, their intepretation of the subject is actively involved better. In addition, the motivation and the attitude of the students is positive in using SRFC approach. It is because there are support from the teacher and their collegaues and their interaction while they were studying. \u0000Keywords: calculus, self-regulated learning, mastery learning.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"2 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72563487","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
R. A. Sholikhakh, Heru Pujiarto, Suwandono Suwandono
{"title":"Keefektifan Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Minat dan Prestasi Belajar Matematika","authors":"R. A. Sholikhakh, Heru Pujiarto, Suwandono Suwandono","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.561","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.561","url":null,"abstract":"Rendahnya minat peserta didik terhadap pelajaran matematika dikarenakan peserta didik kurang mengetahui bagaimana cara memecahkan masalah atau persoalan matematika sehingga malas mengerjakan tugas yang diberikan guru dan prestasi belajarnya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran problem based learning terhadap minat dan prestasi belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII semester 2 SMP Negeri 2 Songgom Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah sampel peserta didik 180 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sample. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan uji proporsi, uji-t satu pihak kanan, uji analisis ragam multivariat satu arah, dan uji -Hotelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL mencapai nilai KKM ? 65 sebesar 75%, minat belajar peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL lebih baik dari pada menggunakan model pembelajaran ekspositori, prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL lebih baik dari pada menggunakan model pembelajaran ekspositori, ada perbedaan antara minat dan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori, serta minat dan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL lebih baik dibandingkan menggunakan model pembelajaran ekspositori. \u0000Kata kunci: keefektifan, Problem Based Learning, minat belajar, prestasi belajar matematika. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000The low interest of students towards mathematics lessons is because students do not know how to solve problems or mathematical problems so they are lazy to do the assignments given by the teacher and their learning achievement is low. This research is to describe the effectiveness of problem based learning models on interest and learning achievement in mathematics. The population in this study were students of class VIII second semester at Junior High School Songgom 2 Brebes 2016/2017 with a sample of 180 students. Sampling using purposive sample technique. Data collection methods used are documentation, tests and questionnaires. Data analysis techniques used a proportion test, one-sided t-test, one-way multivariate analysis, and -Hotelling test. The results showed that the learning achievement of students who were taught using PBL learning models achieved KKM values ??of ?65 by 75%, Learning interest of students who are taught using PBL learning models is better than using expository learning models, mathematics learning achievement of students taught using PBL learning models is better than using expository learning models, there is a difference between the interest and achievement of mathematics learning students who are taught ","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"15 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78008899","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengembangan Buku Ajar Kompilasi Teori Graf dengan Model Addie","authors":"Ratih Puspasari","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.702","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.702","url":null,"abstract":"Latar belakang penelitian ini adalah selama proses perkuliahan Teori Graf berlangsung buku yang digunakan oleh mahasiswa mengacu pada berbagai buku teks yang beredar di pasaran namun urutan penyampaiannya tidak seragam dan terstruktur. Buku teks khusus teori graf sangat jarang sekali ada. Kalaupun ada, seringkali masuk pada sub bab matematika diskrit, sehingga dosen sering mengalami kesulitan untuk meramu materi yang sesuai dengan silabus dan RPS. Ketidaktersediaan buku Teori Graf yang dijadikan acuan sebagai sumber belajar menyebabkan mahasiswa sulit memahami konsep. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan buku ajar kompilasi Teori Graf yang berkualifikasi baik dan layak diterapkan dalam perkuliahan teori graf oleh dosen dan mahasiswa di STKIP PGRI Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian dengan model ADDIE yang terdiri dari analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil validasi buku ajar teori graf menunjukkan bahwa ahli isi/materi menilai buku ajar berkualifikasi baik, ahli desain pembelajaran menilai buku ajar berkualifikasi baik, dan ahli media pembelajaran menilai buku ajar berkualifikasi baik. Rerata hasil uji pada kelompok kecil baik dosen maupun mahasiswa menunjukkan bahwa buku ajar yang dihasilkan berada pada kualifikasi baik. Hasil penelitian pengembangan adalah buku ajar kompilasi teori graf berkualifikasi baik, layak, dan siap digunakan oleh dosen dan mahasiswa di STKIP PGRI Tulungagung. \u0000Kata kunci: buku ajar kompilasi, teori graf, model ADDIE. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000The background of this research is, during the Graph Theory lecture, the books used by students are textbooks on the market which have an unstructured contents and order. Special textbooks on graph theory are very rare, even if they are often included in the sub-chapter of discrete mathematics, so that lecturers often have difficulty compiling material that is in accordance with the syllabus and lesson plans. The unavailability of the graph theory book as learning sources has made the lack of students’ understanding the concept. The purpose of this study is to produce good quality and feasible text theory compilation textbooks in lectures on graph theory by lecturers and students at STKIP PGRI Tulungagung. This research is a development research. The development model used in this study is the ADDIE model, which includes five steps: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data is collected using questionnaire. The results of the validation of graph theory textbooks are content/material experts assess textbooks as well qualified, learning design experts assess textbooks as well qualified, and learning media experts assess textbooks as well qualified. The average test results in small groups both lecturers and students indicate that the textbook is in good qualification. Thus the development research stated that the textbook compilation of qualified graph theory is good, f","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82419168","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Validitas Perangkat Realistic Mathematics Berbasis Kearifan Budaya Lokal Gayo","authors":"Bettri Yustinaningrum, Nurmalina Nurmalina, Nurliana Nurliana","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.685","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.685","url":null,"abstract":"Realistic Mathematics berbasis kearifan budaya lokal menekankan pada pembelajaran matematika yang dikaitkan dengan realita dan aktivitas kebudayaan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran Realistic Mathematic s berbasis kearifan budaya lokal suku Gayo pada materi geometri. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4-D yang terdiri atas tahap menefinisikan (define), mendesain (design), mengembangkan (development), dan menyebarkan (dissemination). Perangkat pembelajaran yang dibuat adalah silabus, RPP, LKS, dan buku siswa. Melalui hasil pengembangan perangkat pembelajaran diperoleh bahwa perangkat pembelajaran valid berdasarkan hasil validitas pakar. \u0000Kata Kunci : kearifan budaya lokal, Realistic Mathematic s, suku Gayo. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000Realistic Mathematics based on local wisdom emphasizes the mathematics learning which is associated with students’ reality and cultural activities. The purpose of this research is to develop Realistic Mathematic s learning kit based on the local wisdom of Gayo on geometry. The learning kits are developed by using the 4-D model (define, design, develop, and dissemination). The learning kits consist of syllabus, lesson plans, student worksheets, and student books. The learning kits are valid based on the face validity. \u0000Keywords: local wisdom, Realistic Mathematic s, Gayonese.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"27 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83366207","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Identifikasi Kemampuan Metakognisi Siswa SD dalam Pemecahan Masalah Berdasarkan Disposisi Matematis","authors":"Qurrotul Aini","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.688","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.688","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kemampuan metakognisi siswa SD dalam pemecahan masalah berdasarkan disposisi matematis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 siswa kelas V yang masing-masing memiliki disposisi matematis rendah, disposisi matematis sedang, dan disposisi matematis tinggi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket/kuisioner, Tes Kemampuan Metakognisi (TKM), pedoman wawancara, dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan model Milles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik yaitu dengan cara mengambil data yang sama dengan teknik yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan disposisi matematis rendah kurang mampu merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi. Subjek dengan disposisi matematis sedang mampu merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi. Subjek dengan disposisi matematis tinggi sangat mampu merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkan disposisi matematis siswa mempengaruhi kemampuan metakognisi siswa SD dalam pemecahan masalah. \u0000Kata kunci: metakognisi, pemecahan masalah, disposisi matematis. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000The objective of this study is to identify the metacognition abilities of elementary school students in problem solving based on mathematical dispositions. This research is a qualitative research with an explorative approach. The subjects in this study were 3 students from 5th grade with a low, medium, and high mathematical disposition. Questionnaire, Metacognition Ability Test (MAT), interview guidelines, and observation sheets are used in this study to get the data. Data analysis techniques used is the Milles and Huberman models, which are data reduction, data presentation, and conclusions. The data validity is checkec by using technical transcription by taking the same data with different techniques. The results are subject with low mathematical dispositions is not able to plan, monitor, and evaluate. Subject with mathematical dispositions is able to plan, monitor, and evaluate. Subject with high mathematical dispositions is very capable in planning, monitoring, and evaluating. The conclusion of this study is student’s mathematical disposition affects the ability of elementary school students in problem solving. \u0000Keywords: metacognition, problem solving, mathematical dispositions.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"20 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83723145","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning pada Materi Sudut untuk Siswa Kelas XII MIPA","authors":"M. Ikhwan","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.705","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.705","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil Ujian Nasional mata pelajaran Matematika di SMA Negeri 3 Semarang tahun 2018. Terdapat 22,72% siswa yang menjawab salah dalam menentukan sudut pada ruang dimensi tiga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas, keaktifan, keterampilan proses, dan meminimalkan kesalahan siswa. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII. Variabel penelitian meliputi keaktifan, kreativitas, keterampilan proses, dan prestasi hasil belajar. Penelitian ini memberikan hasil bahwa dengan model pembelajaran Cooperative Learning yang memanfaatkan media animasi powerpoint mampu meminimalkan kesalahan siswa yang semula 26,3% hingga tinggal 5%. Model pembelajaran Cooperative Learning dapat meningkatkan kreatifitas siswa sebesar 24,5%, keaktifan siswa 38,4%, keterampilan proses 26,8%, dan prestasi hasil belajar 22,3%. Dengan demikian model pembelajaran Cooperative Learning dapat digunakan sebagai referensi para guru maupun pengembang kurikulum matematika dalam pemilihan model pembelajaran matematika materi geometri maupun pengembangan penyusunan silabus pembelajaran. \u0000Kata kunci: kreatifitas, Cooperative Learning, animasi. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000This research is motivated by the results of the National Examination of Mathematics in SMAN 3 Semarang in 2018. There were 22.72% students who answered incorrectly in determining angles in the three-dimensional space. This study aims to increase creativity, activity, process skills, and to minimize student errors. The research subjects were 12th grade students. Research variables are activity, creativity, process skills, and learning outcomes. The result is Cooperative Learning model by using power point animation media is able to minimize student errors from 26.3% to 5%. This method is also able to increase student creativity up to 24.5% more creative than before, the activity of students 38.4%, process skills 26.8%, and learning outcomes 22.3%. Thus the Cooperative Learning model can be used as a reference for teachers and mathematical curriculum developers to select mathematics’ learning models for geometry material and to develop learning syllabus. \u0000Keywords: creativity, cooperative learning, animation.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"19 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78786769","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Soal Penilaian Akhir Semester Mata Pelajaran Matematika Berdasarkan Level Berpikir","authors":"Wulan Izzatul Himmah","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.698","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.698","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan soal berdasarkan level berpikir, yakni dengan mengelompokkan soal berdasarkan level Lower Order Thinking Skills (LOTS), Middle Order Thinking Skills (MOTS), atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta mengelompokkan soal berdasarkan jenis stimulus yang digunakan sebagai dasar pertanyaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif jenis analisis dokumen. Dokumen yang dianalisis pada penelitian ini adalah dokumen soal Penilaian Akhir Semester Genap pada mata pelajaran matematika kelas VIII di tingkat SMP salah satu sekolah di Kota Semarang tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari tiga perempat dari keseluruhan soal berada pada kategori Middle Order Thinking Skills (MOTS), kurang dari seperempat dari keseluruhan soal merupakan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS), dan terdapat satu soal yang merupakan soal Lower Order Thinking Skills (LOTS). Soal kategori Higher Order Thinking Skills (HOTS) paling banyak ditemukan pada materi bangun ruang sisi datar, sedangkan pada materi peluang belum ada soal yang memenuhi kriteria Higher Order Thinking Skills (HOTS). Jenis stimulus yang terdapat pada soal adalah gambar, daftar kata, penggalan kasus, tabel, dan diagram dimana penggalan kasus merupakan stimulus yang paling banyak ditemukan, yakni hampir sepertiga dari keseluruhan soal. \u0000Kata kunci: penilaian akhir semester, level berpikir, stimulus. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000This research aims to describe the question based on the level of thinking, namely by grouping questions based on the level of Lower Order Thinking Skills (LOTS), Middle Order Thinking Skills (MOTS), or Higher Order Thinking Skills (HOTS) and grouping questions based on the type of stimulus used as a basis question. This research is a descriptive study of the type of document analysis. The documents analyzed in this study are documents about the Final Semester Evaluation on the eighth grade mathematics subjects in one of the Semarang Junior High School in school year 2017/2018. The results showed that more than three-quarters of all questions were in the Middle Order Thinking Skills (MOTS) category, less than a quarter of all questions were Higher Order Thinking Skills (HOTS), and there was one problem which was a matter of Lower Order Thinking Skills (LOTS). The problem with the category of Higher Order Thinking Skills (HOTS) is found mostly on 3-D shape with flat faces materials, while in the probalility materials, there is no problem that meets the criteria of Higher Order Thinking Skills (HOTS). The types of stimulus found in the problem are pictures, word lists, fragments of cases, tables, and diagrams where the fragment of the case is the most common stimulus, that is, almost one third of the questions. \u0000Keywords: final semester assessment, thinking level, stimulus.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"90 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90999884","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Performance Assesment dalam Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematik Siswa SMP","authors":"Erik Santoso, Aep Sunendar","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.689","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.689","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan performance assesment dalam pembelajaran matematika pada model pembelajaran berbasis masalah dan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematik siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Desain penelitian menggunakan the non-equivalent control group design, dengan populasi kelas VII yang berada di SMPN 1, 2, dan 3 Majalengka. Sampel diambil dua kelas untuk dipilih menjadi kelas yang melaksanakan PBM dan kelas yang melaksanakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data tes kemampuan pemahaman matematik dan instrumen untuk mengukur kinerja siswa. Pelaksanaan performance assesment dilakukan pada proses pembelajaran berlangsung. Guru mengobservasi siswa sehingga terlihat kinerja siswa dalam belajar matematika. Hasil menunjukan bahwa kinerja siswa meningkat selama pembelajaran dilaksanakan dari mulai pertemuan pertama sampai dengan pertemuan kedelapan. Selain itu, terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematik siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. \u0000Kata kunci: performance assesment, pembelajaran berbasis masalah, kemampuan pemahaman matematik. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000The objective of this study is to know the increase of performance assessment in mathematics learning on Problem Based Learning (PBL) models and to find out the improvement of student’s mathematical understanding skills between problem based learning class and conventional learning class. The research design uses the non-equivalent control group design. The population is 7th grade students in SMP N 1, 2, and 3 Majalengka. The Samples are two classes which are being selected as PBL and conventional learning. The study uses a quasi-experimental method. The data has been collected using mathematical understanding abilities test and students’ performance instruments. The implementation of performance assessment is carried out in the learning process. The teacher observes students so that students’ performance in learning mathematics can be analyzed. The study shows that student performance assessment increased from the first meeting to the eighth meeting. Furthermore, the improvement of students mathematical understanding ability between problem based learning class and conventional learning class is significantly different. \u0000Keywords: performance assessment, problem based learning, mathematical understanding ability.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"7 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82561269","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kemampuan Pembuktian Matematis Mahasiswa Menggunakan Induksi Matematika","authors":"Siska Firmasari, Herri Sulaiman","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.642","DOIUrl":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.642","url":null,"abstract":"Kemampuan mahasiswa dalam melakukan pembuktian matematis tidak sama bergantung dari kategori kognitifnya. Salah satu metode pembuktian matematika adalah induksi matematika yang memerlukan pemahaman konsep secara sistematis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan pembuktian matematis mahasiswa yang memiliki kategori kognitif tinggi dan rendah menggunakan induksi matematika. Subjek penelitian ini adalah empat orang mahasiswa tingkat tiga Program Studi Pendidikan Matematika dengan klasifikasi dua orang mahasiswa memiliki kemampuan kognitif tinggi dan dua mahasiswa berkemampuan rendah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar tes materi induksi matematika dan pedoman wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang mendeskripsikan kemampuan pembuktian matematis mahasiswa dalam menyelesaikan soal terkait induksi matematika disesuaikan dengan kemampuan kognitif tinggi dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kategori kognitif tinggi mampu menyelesaikan setiap langkah pembuktian secara benar namun belum sistematis, sedangkan yang berkemampuan kognitif rendah tidak memahami alur pembuktian pada langkah induksi, kekeliruan memahami sifat distributif, dan ketidakteraturan menghubungkan setiap langkah pembuktian. Melalui artikel ini, peneliti berharap dapat menganalisis perlakuan yang tepat pada mahasiswa saat mengajar berbagai materi matematika yang menggunakan prasyarat induksi matematika. \u0000Kata kunci: pembuktian matematis, induksi matematika, kemampuan kognitif. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000The students’ ability to perform mathematical proof is different depending on their cognitive category. One of mathematical proofing is mathematical induction which requires concepts understanding systematically. The purpose of this research is to know the ability of mathematical proof using mathematical induction of high and low cognitive category students. The subjects of this study are four third graders of Mathematics Education Study Program. Two students have high cognitive ability and the others have low cognitive ability. The mathematical induction material test sheet and interview guideline are used as research instruments. This is a descriptive research which describes the mathematical proof ability of students in solving problems related to mathematical induction adjusted with high and low cognitive ability. The results show that students with high cognitive category are able to complete each step of proof correctly but not systematically. At the same time, the students with low cognitive ability are not understand the proof steps at the induction step, the misunderstood the distributive property, and the irregularity connect the proof steps. The researcher expects to analyze the appropriate treatment to the students while teaching mathematical materials using mathematical induction prerequisites. \u0000Keywords: mathematical proof, mathematical induction, cognitive ability.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"66 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90940320","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}