{"title":"Performance Assesment dalam Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematik Siswa SMP","authors":"Erik Santoso, Aep Sunendar","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.689","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan performance assesment dalam pembelajaran matematika pada model pembelajaran berbasis masalah dan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematik siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Desain penelitian menggunakan the non-equivalent control group design, dengan populasi kelas VII yang berada di SMPN 1, 2, dan 3 Majalengka. Sampel diambil dua kelas untuk dipilih menjadi kelas yang melaksanakan PBM dan kelas yang melaksanakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data tes kemampuan pemahaman matematik dan instrumen untuk mengukur kinerja siswa. Pelaksanaan performance assesment dilakukan pada proses pembelajaran berlangsung. Guru mengobservasi siswa sehingga terlihat kinerja siswa dalam belajar matematika. Hasil menunjukan bahwa kinerja siswa meningkat selama pembelajaran dilaksanakan dari mulai pertemuan pertama sampai dengan pertemuan kedelapan. Selain itu, terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematik siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. \nKata kunci: performance assesment, pembelajaran berbasis masalah, kemampuan pemahaman matematik. \n \nABSTRACT \nThe objective of this study is to know the increase of performance assessment in mathematics learning on Problem Based Learning (PBL) models and to find out the improvement of student’s mathematical understanding skills between problem based learning class and conventional learning class. The research design uses the non-equivalent control group design. The population is 7th grade students in SMP N 1, 2, and 3 Majalengka. The Samples are two classes which are being selected as PBL and conventional learning. The study uses a quasi-experimental method. The data has been collected using mathematical understanding abilities test and students’ performance instruments. The implementation of performance assessment is carried out in the learning process. The teacher observes students so that students’ performance in learning mathematics can be analyzed. The study shows that student performance assessment increased from the first meeting to the eighth meeting. Furthermore, the improvement of students mathematical understanding ability between problem based learning class and conventional learning class is significantly different. \nKeywords: performance assessment, problem based learning, mathematical understanding ability.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"7 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I1.689","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan performance assesment dalam pembelajaran matematika pada model pembelajaran berbasis masalah dan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematik siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Desain penelitian menggunakan the non-equivalent control group design, dengan populasi kelas VII yang berada di SMPN 1, 2, dan 3 Majalengka. Sampel diambil dua kelas untuk dipilih menjadi kelas yang melaksanakan PBM dan kelas yang melaksanakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data tes kemampuan pemahaman matematik dan instrumen untuk mengukur kinerja siswa. Pelaksanaan performance assesment dilakukan pada proses pembelajaran berlangsung. Guru mengobservasi siswa sehingga terlihat kinerja siswa dalam belajar matematika. Hasil menunjukan bahwa kinerja siswa meningkat selama pembelajaran dilaksanakan dari mulai pertemuan pertama sampai dengan pertemuan kedelapan. Selain itu, terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematik siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional.
Kata kunci: performance assesment, pembelajaran berbasis masalah, kemampuan pemahaman matematik.
ABSTRACT
The objective of this study is to know the increase of performance assessment in mathematics learning on Problem Based Learning (PBL) models and to find out the improvement of student’s mathematical understanding skills between problem based learning class and conventional learning class. The research design uses the non-equivalent control group design. The population is 7th grade students in SMP N 1, 2, and 3 Majalengka. The Samples are two classes which are being selected as PBL and conventional learning. The study uses a quasi-experimental method. The data has been collected using mathematical understanding abilities test and students’ performance instruments. The implementation of performance assessment is carried out in the learning process. The teacher observes students so that students’ performance in learning mathematics can be analyzed. The study shows that student performance assessment increased from the first meeting to the eighth meeting. Furthermore, the improvement of students mathematical understanding ability between problem based learning class and conventional learning class is significantly different.
Keywords: performance assessment, problem based learning, mathematical understanding ability.
本研究的目的是了解以问题为基础的学习模式的数学学习成绩的提高,并了解学生与学习以问题为基础的学习模式的学生学习以问题为基础的学习模式的数学理解能力的提高。研究设计使用非equivalent control group设计,在SMPN 1、2和3杂志中拥有七年级人口。样本取下两个类,选择执行PBM的类和执行传统学习的类。本研究采用了一种实验quasi方法,采用了一种收集数据测试技术,测试数学理解能力和仪器来衡量学生的表现。在课程中进行表演评估。老师观察学生,使他们看起来像学生在数学学习中的表现。结果表明,学生在学习过程中表现更好,从第一次会议到第八次会议。此外,学习以问题为基础的学习模式的学生的数学理解能力也在增加。关键词:性能评估,问题基础学习,数学理解能力。学生学习的目的是了解学生在学习基础问题上的表现评估的增加,并找出学生在学习成绩和学习成绩之间的潜在缺陷。研究设计uses非进化控制小组设计。《人口》是smpn1、2和3杂志的七年级学生。样本是由PBL和convention委托的两类学习。研究采用了准实验方法。数据已经通过mathematical理解能力测试和学生表现工具收集。在学习过程中,表现评估的实施令人担忧。教师观察学生,这样学生在学习数学方面的表现就可以进行分析。学生表现成绩的学习从第一届会议增加到第八届会议。在更远的地方,mathematical学生对潜在学习和学习类问题的理解是完全不同的。基调:表现评估,基于学习的问题,数学理解能力。