{"title":"Penerapan “Rute Emas” Sebagai Salah Satu Desain Math Trail Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika","authors":"T. Edi, Akhmad Nayazik","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.842","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi banyak siswa yang kurang memiliki kemampuan dan kemauan belajar, sehingga belajar merupakan sesuatu yang sulit dan membosankan terutama pelajaran matematika, serta menganggap matematika adalah pelajaran yang kurang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penyebab adalah rasa kebosanan, kesulitan dan ketakutan siswa terhadap pelajaran matematika serta anggapan ketidakgunaan pelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari khususnya materi geometri dan pengukuran. Pada akhirnya melemahkan daya kreatifitas dan kemandirian siswa dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika materi keliling dan luas bangun segiempat pada siswa kelas VII A di SMP Negeri 33 Semarang dengan penerapan “Rute Emas” sebagai salah satu desain Math Trail suatu pembelajaran di luar kelas. Pada peta “Math Trail” atau setiap titik petunjuk penjelajahan siswa dapat merumuskan, mendiskusikan, dan memecahkan masalah matematika yang menarik. Kegiatan Math Trail dapat dilakukan sendirian atau berkelompok untuk saling bekerja sama untuk memecahkan permasalahan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas meliputi 4 langkah: planning, actuating, observation, dan reflecting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil tes rata-rata kelas pada siklus pertama dan kedua mengalami peningkatan dari 73,66 menjadi 75,05 serta prosentase banyaknya siswa yang mendapat nilai minimal 67 adalah 23 siswa (74,19)% menjadi 27 siswa (87,10%). Hasil tersebut menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah materi menggunakan rumus keliling dan luas segiempat dalam menyelesaikan masalah melalui penerapan “Rute EMAS” sebagai salah satu desain Math Trail suatu pembelajaran matematika. \nKata kunci: kemampuan pemecahan masalah, desain Math Trail. \n \nABSTRACT \nThis research is motivated by many students who lack the ability and willingness to learn, so learning is something difficult and boring, especially mathematics, and considers mathematics to be a lesson that is less useful in everyday life. One of the causes is a sense of boredom, difficulties and fears of students towards mathematics and the presumption of the uselessness of mathematics in everyday life, especially geometry and measurement material. In the end it weakens the creativity and independence of students in learning. The purpose of this study was to improve the mathematical problem solving abilities of the surrounding and wide-area quadrilateral in students of class VII A in 33 State Junior High School Semarang by applying \"Golden Route\" as one of the Math Trail designs for learning outside the classroom. On the \"Math Trail\" map or each exploration point of instruction students can form, discuss, and solve interesting mathematical problems. Math Trail activities can be done alone or in groups to work together to solve problems. This research is a classroom action research covering 4 steps: planning, actuating, observation, and reflecting. The results showed that the results of the class average tests in the first and second cycles had increased from 73.66 to 75.05 and the percentage of students who received a minimum score of 67 was 23 students (74.19)% to 27 students (87.10 %). These results indicate an increase in the ability of material problem solving using the circumference formula and square area in solving problems through the application of \"EMAS Routes\" as one of the Math Trail designs in a mathematics learning. \nKeywords: problem solving, math trail design.","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"43 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-07-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.842","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi banyak siswa yang kurang memiliki kemampuan dan kemauan belajar, sehingga belajar merupakan sesuatu yang sulit dan membosankan terutama pelajaran matematika, serta menganggap matematika adalah pelajaran yang kurang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penyebab adalah rasa kebosanan, kesulitan dan ketakutan siswa terhadap pelajaran matematika serta anggapan ketidakgunaan pelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari khususnya materi geometri dan pengukuran. Pada akhirnya melemahkan daya kreatifitas dan kemandirian siswa dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika materi keliling dan luas bangun segiempat pada siswa kelas VII A di SMP Negeri 33 Semarang dengan penerapan “Rute Emas” sebagai salah satu desain Math Trail suatu pembelajaran di luar kelas. Pada peta “Math Trail” atau setiap titik petunjuk penjelajahan siswa dapat merumuskan, mendiskusikan, dan memecahkan masalah matematika yang menarik. Kegiatan Math Trail dapat dilakukan sendirian atau berkelompok untuk saling bekerja sama untuk memecahkan permasalahan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas meliputi 4 langkah: planning, actuating, observation, dan reflecting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil tes rata-rata kelas pada siklus pertama dan kedua mengalami peningkatan dari 73,66 menjadi 75,05 serta prosentase banyaknya siswa yang mendapat nilai minimal 67 adalah 23 siswa (74,19)% menjadi 27 siswa (87,10%). Hasil tersebut menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah materi menggunakan rumus keliling dan luas segiempat dalam menyelesaikan masalah melalui penerapan “Rute EMAS” sebagai salah satu desain Math Trail suatu pembelajaran matematika.
Kata kunci: kemampuan pemecahan masalah, desain Math Trail.
ABSTRACT
This research is motivated by many students who lack the ability and willingness to learn, so learning is something difficult and boring, especially mathematics, and considers mathematics to be a lesson that is less useful in everyday life. One of the causes is a sense of boredom, difficulties and fears of students towards mathematics and the presumption of the uselessness of mathematics in everyday life, especially geometry and measurement material. In the end it weakens the creativity and independence of students in learning. The purpose of this study was to improve the mathematical problem solving abilities of the surrounding and wide-area quadrilateral in students of class VII A in 33 State Junior High School Semarang by applying "Golden Route" as one of the Math Trail designs for learning outside the classroom. On the "Math Trail" map or each exploration point of instruction students can form, discuss, and solve interesting mathematical problems. Math Trail activities can be done alone or in groups to work together to solve problems. This research is a classroom action research covering 4 steps: planning, actuating, observation, and reflecting. The results showed that the results of the class average tests in the first and second cycles had increased from 73.66 to 75.05 and the percentage of students who received a minimum score of 67 was 23 students (74.19)% to 27 students (87.10 %). These results indicate an increase in the ability of material problem solving using the circumference formula and square area in solving problems through the application of "EMAS Routes" as one of the Math Trail designs in a mathematics learning.
Keywords: problem solving, math trail design.
这项研究为许多缺乏学习能力和毅力的学生提供了背景,因此学习主要是困难和乏味的数学课程,认为数学在日常生活中没有什么用处。原因之一是学生对数学课的无聊、困难和恐惧,以及学生在日常生活中对几何和测量材料的误用的看法。最终削弱学生的创造力和学习能力。这项研究的目的是提高旅行材料数学问题的解决能力,并在SMP Negeri 33 Semarang七年级四年级的学生中培养四年级的七年级学生,将“黄金路线”应用为一种室外学习的数学步道设计。在“数学路径”地图或任何探索线索上,学生可以制定、讨论和解决有趣的数学问题。可以单独进行,也可以作为团队一起解决问题。本研究包括四步课程的课堂行动研究:计划、活动、观察和反思。研究表明,在第一个和第二个周期中,平均班级测试结果从73.66人增加到75.05人,至少67分的学生中有23人(74.19人)升至27名学生(87.10%)。这一结果表明,物质问题解决能力的提高是通过将“黄金路线”应用于数学路径的设计来解决问题的。关键词:问题解决能力,数学步态设计。这个研究是由许多缺乏学习能力和意志的学生推动的,所以学习是困难和无聊的,特别是数学,并认为数学是一个缺乏用处的教训。原因之一是无聊、困难和恐惧学生倾向于数学和数学在日常生活中的作用,特别是几何和测量材料。最后,它经受住了创造力和学习学生的独立性。这项研究的目的是让mathematical问题解决33年初中三年级学生三宝莱的四轴上边地区将“黄金路线”作为数学步道的一种设计,在教室外学习。在“Math Trail”地图或辅助研究点上的探索可能是形式上的、discuss和解决mathematical问题。道路行动可以单独完成,也可以在团队中解决问题。这一研究是一个教室动作研究,覆盖四步:计划,实现,观察和反思。结果显示,第一次和第二轮周期中平均测试的结果从76.66分增加到75.05分,而获得67分最低得分的学生的比率是23名学生(74.19分)至27名学生(87.10分)。这些建议在物质问题解决能力上的增加,使用圆形公式和方形来解决问题,通过应用“黄金路由”的应用,作为数学教学中的一种工具来解决问题。解决问题,数学路径设计。