Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta didik Berdasarkan Strategi Polya pada Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Hands On Activity
{"title":"Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta didik Berdasarkan Strategi Polya pada Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Hands On Activity","authors":"S. Pramesti, Juwita Rini","doi":"10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.768","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran kurang membangun kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik sehingga menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam pemecahan masalah matematika. Proses pembelajaran dapat diperbaiki dengan menerapkan model Problem Based Learning. Kegiatan peserta didik dalam model pembelajaran tersebut diharapkan dapat berlangsung optimal manakala dilengkapi dengan hands on activity. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mana yang lebih baik antara kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada kelas dengan model pembelajaran problem based learning berbasis hands on activity atau pada kelas pembelajaran konvensional. Selain itu, juga untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah peserta didik menggunakan strategi Polya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods. Metode penelitian yang mengkombinasikan atau menggabungkan antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan menggunakan langkah polya pada pembelajaran Problem Based Learning berbasis hands on activity lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran ekspositori. (2) Penyebab kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah (TKPM) ditinjau dari langkah-langkah Polya yaitu antara lain: (a) peserta didik tidak terbiasa dengan bahasa soal yang rumit (memahami masalah); (b) peserta didik kurang cermat sehingga ketika mengerjakan soal sering terjadi salah menggunakan rumus (menyusun rencana penyelesaian); (c) peserta didik kurang teliti sehingga ketika mengerjakan soal sering terjadi salah perhitungan (melaksanakan rencana penyelesaian); (d) peserta didik kurang bisa memanfaatkan waktu pengerjaan dengan baik (melihat kembali). \nKata kunci: Pemecahan Masalah Polya; PBL; Hands On Activity \nAbstract \nLearning strategies used in the learning process are not enough to develop problem solving for students. It causes students get difficulties in solving mathematical problems The learning process can be improved by applying learning models that can improve problem solving skill for students, one of which is the Problem Based Learning learning model. The activities of students in the learning model are expected to be optimal when equipped with activities. The purpose of this study is to find out which is better between students' problem solving abilities in the class with a problem-based learning model that is hand-based on activities or in conventional learning classes. The type of research used in this study is a mixed method. Research method that combines or researches between quantitative and qualitative research methods. The results of this study are as follows: (1) The problem solving ability of students by using the Polya steps in Problem Based Learning learning based on hands on activity is better than students' problem solving abilities in expository learning (2) The cause of the students' mistakes in completing the problem solving ability based on Polya's steps are: (a) students cannot use complex language (problem solving); (B) students do not accurately solve problems often occur using the formula (c) students are not thorough so working on the problem often occurs miscalculation (d) students can not take the time to work properly (looking back). \nKata kunci: Polya’s Problem Solving; PBL; Hands On Activity","PeriodicalId":31909,"journal":{"name":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","volume":"25 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-07-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"7","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.768","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 7
Abstract
Strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran kurang membangun kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik sehingga menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam pemecahan masalah matematika. Proses pembelajaran dapat diperbaiki dengan menerapkan model Problem Based Learning. Kegiatan peserta didik dalam model pembelajaran tersebut diharapkan dapat berlangsung optimal manakala dilengkapi dengan hands on activity. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mana yang lebih baik antara kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada kelas dengan model pembelajaran problem based learning berbasis hands on activity atau pada kelas pembelajaran konvensional. Selain itu, juga untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah peserta didik menggunakan strategi Polya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods. Metode penelitian yang mengkombinasikan atau menggabungkan antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan menggunakan langkah polya pada pembelajaran Problem Based Learning berbasis hands on activity lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran ekspositori. (2) Penyebab kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah (TKPM) ditinjau dari langkah-langkah Polya yaitu antara lain: (a) peserta didik tidak terbiasa dengan bahasa soal yang rumit (memahami masalah); (b) peserta didik kurang cermat sehingga ketika mengerjakan soal sering terjadi salah menggunakan rumus (menyusun rencana penyelesaian); (c) peserta didik kurang teliti sehingga ketika mengerjakan soal sering terjadi salah perhitungan (melaksanakan rencana penyelesaian); (d) peserta didik kurang bisa memanfaatkan waktu pengerjaan dengan baik (melihat kembali).
Kata kunci: Pemecahan Masalah Polya; PBL; Hands On Activity
Abstract
Learning strategies used in the learning process are not enough to develop problem solving for students. It causes students get difficulties in solving mathematical problems The learning process can be improved by applying learning models that can improve problem solving skill for students, one of which is the Problem Based Learning learning model. The activities of students in the learning model are expected to be optimal when equipped with activities. The purpose of this study is to find out which is better between students' problem solving abilities in the class with a problem-based learning model that is hand-based on activities or in conventional learning classes. The type of research used in this study is a mixed method. Research method that combines or researches between quantitative and qualitative research methods. The results of this study are as follows: (1) The problem solving ability of students by using the Polya steps in Problem Based Learning learning based on hands on activity is better than students' problem solving abilities in expository learning (2) The cause of the students' mistakes in completing the problem solving ability based on Polya's steps are: (a) students cannot use complex language (problem solving); (B) students do not accurately solve problems often occur using the formula (c) students are not thorough so working on the problem often occurs miscalculation (d) students can not take the time to work properly (looking back).
Kata kunci: Polya’s Problem Solving; PBL; Hands On Activity
在学习过程中使用的学习策略缺乏培养学习者解决问题的能力,从而使学习者在解决数学问题方面遇到困难。学习过程可以通过基于学习的问题模型来改进。在这种学习模式下,学习者的活动被期望是最优的,因为他们得到了主动的参与。本研究的目的是找出学习者在课堂上解决问题的能力和基于实践的学习者问题模式之间的更好的区别。同时,描述学习者使用Polya策略的能力。本研究采用的研究方法是混合的。一种结合定量研究方法和定性研究方法的研究方法。本研究的结果如下:(1)学习者通过使用多边步来解决问题的能力,以手为基础的学习者解决问题的能力,比学习者解决问题的能力强。(2)完成问题解决测验(TKPM)的原因包括:(a)学习者不熟悉复杂问题的语言(理解问题);(b)学习者在处理问题时经常使用错误的公式(制定解决方案);(c)学习者在处理问题时往往会产生计算错误(执行解决计划);(d)学习者不能很好地利用工作时间(回头看)。关键词:Polya问题解决;PBL;主动学习策略在学习过程中使用的解决问题对学生来说是不够的。这是因为学生们在解决问题方面变得困难学生在学习模式中的行为期望在与主动性结合时是最理想的。这项研究的目的是找出学生们在课堂上解决问题的方法,这些问题是基于主动学习或集中学习的模式。这种研究的类型是一种混合的方法。量化和对数研究方法之间的相互关联或研究方法。results of this study是as follows:(1)学生对问题解决不在乎》用《Polya台阶的基于问题的学习学习》改编自手活动上是比学生在问题解决能力的学习(2)《学生因为“错误在completing问题解决不在乎改编自Polya的步骤是:(a)学生不能用情结language(解决问题);(B)学生们用公式(c)解决10个问题并不是解决问题的办法,学生们不能抽出10个错误的时间来解决问题。关键词:Polya的问题解决了;PBL;主动出击