Suar Betang最新文献

筛选
英文 中文
Jejak Trauma Personal: Rasa Malu dan Bersalah sebagai Refleksi Masa Lalu dalam Cerpen “Ave Maria” 个人创伤的痕迹:在《圣母玛利亚》中反映过去的羞愧和内疚
Suar Betang Pub Date : 2022-12-01 DOI: 10.26499/surbet.v17i2.374
Yuniardi Fadilah
{"title":"Jejak Trauma Personal: Rasa Malu dan Bersalah sebagai Refleksi Masa Lalu dalam Cerpen “Ave Maria”","authors":"Yuniardi Fadilah","doi":"10.26499/surbet.v17i2.374","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/surbet.v17i2.374","url":null,"abstract":"This study aims to find triggers for trauma, responses to trauma, and forms of trauma reconciliation experienced by the subject in the short story entitled “Ave Maria”. Therefore, this study bases its analysis on the short story “Ave Maria” using Cathy Caruth's point of view regarding the concept of trauma. This study found that the trauma experienced by the subject, Zulbahri, was a past event that brought the pain back because it was triggered by the presence of his younger brother, Syamsu, who interrupted the subject's safe space. In addition, the song “Ave Maria” in the short story also becomes a trauma site that reminds the subject of a traumatic event that creates crisis and vulnerability to the subject. The traumatic event that haunts the subjects responded with an unconscious display of shame and guilt. The subject carried out efforts to overcome trauma by staying away from the trauma-triggering site, distracting the mind with books, and sharing stories in a safe space. One last attempt to overcome the trauma chosen by the subject is to join the Jibakutai forces. This effort seems odd because it is prone to presenting another trauma in the form of war trauma to the subject.AbstrakPenelitian ini bertujuan mencari pemicu trauma, respons atas trauma, dan bentuk rekonsiliasi trauma yang dialami subjek dalam cerita pendek “Ave Maria”. Oleh karena itu, penelitian ini mendasarkan analisis terhadap cerpen “Ave Maria” dengan menggunakan sudut pandang Cathy Caruth tentang konsep trauma. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penulis menyimpulkan bahwa trauma yang dialami subjek, Zulbahri, merupakan peristiwa masa lalu yang kembali membawa luka yang dipicu oleh kehadiran sang adik, Syamsu, yang menginterupsi ruang aman subjek. Selain itu, lagu “Ave Maria” dalam cerpen juga menjadi suatu situs trauma yang mengingatkan subjek akan peristiwa traumatis yang menimbulkan krisis dan kerentanan. Peristiwa trauma yang menghantui subjek kemudian direspons dengan tampilan rasa malu dan rasa bersalah tanpa sadar. Upaya mengatasi trauma dilakukan oleh subjek dengan menjauh dari situs pemicu trauma, mengalihkan pikiran dengan buku, dan membagi cerita dalam ruang aman. Satu upaya mengatasi trauma terakhir yang dipilih subjek adalah ikut barisan jibakutai. Upaya itu tampak ganjil sebab rentan menghadirkan trauma perang terhadap diri subjek.","PeriodicalId":34821,"journal":{"name":"Suar Betang","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43142191","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
A Madurese Woman and Early-Matchmaking Tradition: Domination, Resistance, and Commodification in a Short Story “Sortana” by Muna Masyari 一个马杜罗女人和早期的婚介传统:统治、反抗和商品化——在穆娜·马斯亚里的短篇小说《索尔塔娜》中
Suar Betang Pub Date : 2022-06-13 DOI: 10.26499/surbet.v17i1.337
Erika Citra Sari Hartanto
{"title":"A Madurese Woman and Early-Matchmaking Tradition: Domination, Resistance, and Commodification in a Short Story “Sortana” by Muna Masyari","authors":"Erika Citra Sari Hartanto","doi":"10.26499/surbet.v17i1.337","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/surbet.v17i1.337","url":null,"abstract":"Perempuan Madura dan Tradisi Pernikahan Dini: Dominasi, Resistansi, dan Komodifikasi dalam Cerpen \"Shortana\" oleh Muna MasyariAbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis representasi tokoh utama, seorang perempuan Madura yang hidupnya telah ditentukan oleh ayahnya dan masyarakat patriarki, dalam cerpen “Sortana” oleh Muna Masyari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan setelah melakukan pembacaan cermat. Kritik sastra feminis yang didukung oleh teori Marxisme, khususnya teori komodifikasi, diterapkan untuk mengungkap dan menganalisis posisi serta nilai-nilai perempuan Madura dalam cerita tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muna Masyari menggambarkan seorang perempuan Madura yang harus mengalami ketidakadilan gender karena pernikahan dini. Cerpen “Sortana” mengungkapkan tindakan resistansi yang dilakukan oleh tokoh utama terhadap dominasi laki-laki. Selain itu, cerpen tersebut juga menguak adanya tindakan komodifikasi di balik perjodohan dini. Madura is one of amongst patriarchal societies which hold its tradition of arranged marriage in recent days. This study aimed to analyze the main character's representation as a Madurese woman whose life has been determined by her father and patriarchal society in Muna Masyari’s short story entitled “Sortana”. This study used a qualitative design, and data collection used close-reading. Feminist literary criticism, which is supported by Marxism theory, particularly commodification theory, was applied to reveal and analyze the position and values of a Madurese woman in the story. The results of this study showed that Muna Masyari portrays a Madurese woman who has to experience gender injustice related to an arranged marriage. The short story “Sortana” uncovers resistance by the main character toward men’s domination. In addition, the short story also reveals the act of commodification behind arranged marriage.","PeriodicalId":34821,"journal":{"name":"Suar Betang","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48434877","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Konstruksi Pemikiran-Pemikiran Anies Baswedan dalam Menangani Pandemi Covid-19 构建应对新冠肺炎疫情的动画思想
Suar Betang Pub Date : 2022-06-13 DOI: 10.26499/surbet.v17i1.320
Anggik Budi Prasetiyo, nFN Sukarno
{"title":"Konstruksi Pemikiran-Pemikiran Anies Baswedan dalam Menangani Pandemi Covid-19","authors":"Anggik Budi Prasetiyo, nFN Sukarno","doi":"10.26499/surbet.v17i1.320","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/surbet.v17i1.320","url":null,"abstract":"Anies Baswedan' Construction of Thought in Handling The Covid-19 PandemicEveryone can have different thoughts in solving a problem, including Anies Baswedan (AB) when dealing with the Covid-19 pandemic, especially in DKI Jakarta. This study aims to reveal AB's thoughts on dealing with pandemics constructed by several online media. The research data are in the form of words, phrases, and sentence fragments which are indicated to contain AB's thoughts as the Governor of DKI Jakarta. The datawere collected from news about the handling of Covid-19 in several online media published in July–September 2021. The collected data were analyzed using a critical discourse analysis approach of the Fairclough model to reveal the language features used by the media in constructing AB thinking. The results of this study indicate that (1) AB has thoughts that tend to prioritize issues of safety and welfare for the citizens of DKI Jakarta; (2) these thoughts can be interpreted as a reflection that AB is the right person and is skilled in handling the Covid-19 pandemic in DKI Jakarta; (3) apart from that, AB's thoughts constructed by the media can also be interpreted as AB's attempt to build the impression of a 'pro-people governor'.AbstrakSetiap orang dapat memiliki pemikiran yang berbeda dalam menyelesaikan suatu masalah, termasuk Anies Baswedan (AB) ketika menangani pandemi Covid-19 di DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan mengungkap pemikiran-pemikiran AB dalam menangani pandemi yang dikonstruksi oleh beberapa media daring nasional. Data penelitian berupa kata, frasa, dan penggalan kalimat yang diindikasikan mengandung pemikiran AB selaku Gubernur DKI Jakarta dalam menangani pandemi. Data tersebut dikumpulkan dari delapan wacana berita tentang penanganan Covid-19 di beberapa media daring yang terbit pada bulan Juli—September 2021. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Fairclough guna menyingkap fitur-fitur bahasa yang digunakan oleh media dalam mengonstruksi pemikiran AB. Analisis menunjukkan bahwa (1) AB dikonstruksi memiliki pemikiran yang cenderung mengedepankan masalah keselamatan dan kesejahteraan bagi warga DKI Jakarta; (2) konstruksi pemikiran-pemikiran tersebut dapat ditafsirkan sebagai cerminan bahwa AB digambarkan sebagai seseorang yang tepat dan piawai dalam menangani pandemi Covid-19 di DKI Jakarta; dan (3) pemikiran AB yang dikonstruksi oleh media juga dapat ditafsirkan sebagai upaya AB untuk membangun kesan “gubernur yang berpihak kepada rakyat”.","PeriodicalId":34821,"journal":{"name":"Suar Betang","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44804729","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Kuasa Patriarki dalam Kumpulan Cerita Pendek Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi Karya Eka Kurniawan 族长的力量在叙事中讲述了一群心碎的人,他们通过慈善工作的梦想回来寻找爱
Suar Betang Pub Date : 2022-06-13 DOI: 10.26499/surbet.v17i1.312
Hubbi Saufan Hilmi, Nfn Sasmayunita, Asriani Thahir, Rizmada Azzahra
{"title":"Kuasa Patriarki dalam Kumpulan Cerita Pendek Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi Karya Eka Kurniawan","authors":"Hubbi Saufan Hilmi, Nfn Sasmayunita, Asriani Thahir, Rizmada Azzahra","doi":"10.26499/surbet.v17i1.312","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/surbet.v17i1.312","url":null,"abstract":"The Power of Patriarchy in The Short Story Collection of Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi by Eka KurniawanThis study aims to describe and explain the power of patriarchy, as well as the resistance of women in the collection of short stories Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi by Eka Kurniawan. The research method used in this research is descriptive qualitative with feminist literary criticism as the approach used to obtain the desired data. The data source is a collection of short stories Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi by Eka Kurniawan. The data are in the form of a number of quotations that reflect the problems in the research. The results of the study indicate that there are nine short stories in the collection that displays patriarchal power and women's resistance. The patriarchal power displayed is in the form of patriarchal power in the domestic and public spheres which are manifested in the form of gender injustice in the form of subordination, marginalization, stereotypes, and violence against women. As for the resistance to patriarchal power, there are only four short stories in the collection. The resistance to patriarchal power is displayed by the female characters in those short stories.AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kuasa patriarki serta perlawanan perempuan yang ada dalam kumpulan cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi karya Eka Kurniawan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminisme. Sumber data penelitian ini ialah kumpulan cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi karya Eka Kurniawan. Data dalam penelitian ini berupa sejumlah kutipan dalam kumpulan cerpen yang mencerminkan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan cerpen yang menampilkan kuasa patriarki dan perlawanan perempuan. Kuasa patriarki yang ditampilkan berupa kuasa patriarki dalam ranah domestik dan publik yang terejawantahkan dalam bentuk ketidakadilan gender yang berupa subordinasi, marginalisasi, stereotip, dan kekerasan terhadap perempuan. Adapun perlawanan terhadap kuasa patriarki hanya terdapat dalam empat cerpen. Perlawanan terhadap kuasa patriarki ditampilkan oleh para tokoh perempuan yang ada dalam keempat cerpen tersebut.","PeriodicalId":34821,"journal":{"name":"Suar Betang","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46645182","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Metadiscourse Markers in CNN Health News Articles CNN健康新闻文章中的元话语标记
Suar Betang Pub Date : 2022-06-13 DOI: 10.26499/surbet.v17i1.329
Nurul Aini, Rosyida Ekawati
{"title":"Metadiscourse Markers in CNN Health News Articles","authors":"Nurul Aini, Rosyida Ekawati","doi":"10.26499/surbet.v17i1.329","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/surbet.v17i1.329","url":null,"abstract":"Pemarkah Metawacana dalam Artikel Berita Kesehatan di CNNAbstrakPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan fungsi pemarkah metawacana dalam artikel berita kesehatan CNN. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Sumber datanya adalah lima belas artikel berita kesehatan CNN. Data berupa kalimat tentang Coronavirus Disease-2019 yang memiliki pemarkah metawacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 jenis dan 11 fungsi pemarkah metawacana dalam artikel berita kesehatan CNN. Dua jenis pemarkah itu ialah metawacana interaktif dan interaksional. Jenis metawacana interaktif yang ditemukan dalam artikel berita kesehatan CNN adalah transition, frame marker, evidential, dan code gloss. Jenis metawacana interaksional yang ditemukan adalah hedges, booster, attitude marker, dan engagement marker. Endophoric marker dan self-mention tidak ditemukan dalam artikel. Sementara itu, sebelas fungsi yang teridentifikasi adalah menambahkan ide pada artikel, membandingkan dan mengontraskan pernyataan dalam artikel, menarik simpulan atau melawan ide dalam pernyataan penulis, membangun dialog yang jelas bagi pembaca, menyebutkan sumber informasi secara eksplisit, mencontohkan sesuatu dalam wacana, menguraikan apa yang telah ditulis, menunjukkan bahwa pernyataan penulis lebih merupakan pendapat yang masuk akal daripada fakta, menekankan atau memperjelas pernyataan, menunjukkan sikap penulis atau pembicara terhadap proposisi, dan secara eksplisit ditujukan kepada pembaca untuk memusatkan perhatian mereka atau memasukkan mereka ke dalam wacana. AbstractThis study aims to identify the types and functions of metadiscourse markers used in CNN health news articles. This study is conducted by applying a qualitative method. The sources of data are fifteen CNN health news articles, while the data are the sentences about Coronavirus Disease-2019 that have metadiscourse markers categories. The result of the study shows that there are 2 types and 11 functions in CNN health news articles. The types of metadiscourse markers are interactive and interactional metadiscourse. Kinds of interactive metadiscourse found in CNN health news articles are transition, frame marker, evidential, and code gloss. Meanwhile, kinds of interactional metadiscourse found in CNN health news articles are hedges, boosters, attitude markers, and engagement markers. However, endophoric marker and self-mention are not found in the articles. The functions identified are adding an idea to the article, comparing and contrasting statements in the article, drawing a conclusion or countering ideas in the writer’s statement, establishing a clear dialog for readers, explicitly mentioning sources of information, exemplifying something in the discourse, elaborating of what the writer has been written, show that the statement of the writer is more of a reasonable opinion than a fact, emphasizing or clarifying a statement, show the writer's or speaker's attitude towards the proposition, and explicitly ad","PeriodicalId":34821,"journal":{"name":"Suar Betang","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44344715","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Representasi Tekstual terhadap Pemberitaan Festival Hak Asasi Manusia 2021 di Media Elektronik 反对人权节的文本表述2021电子媒体新闻
Suar Betang Pub Date : 2022-06-13 DOI: 10.26499/surbet.v17i1.345
Nfn Rahmawati, Nada Fadhilah, Tiara Vidya Amalia, Khaerudin Kurniawan
{"title":"Representasi Tekstual terhadap Pemberitaan Festival Hak Asasi Manusia 2021 di Media Elektronik","authors":"Nfn Rahmawati, Nada Fadhilah, Tiara Vidya Amalia, Khaerudin Kurniawan","doi":"10.26499/surbet.v17i1.345","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/surbet.v17i1.345","url":null,"abstract":"Textual Representation of the 2021 Human Rights Festival News in Electronic MediaThis study aims to describe the differences in human rights news reporting in the iNews Pagi, Kabar Utama tvOne, and Tribunnews Update programs. This study used a qualitative descriptive method with the help of Norman Fairclough's theory of critical discourse analysis, especially the analysis of textual representation. The data were in the form of the transcription of the news \"Moeldoko Diusir Massa\" in Kabar Utama tvOne,  \"Moeldoko Diusir Aktivis HAM\" in iNews Pagi, and “Detik-Detik Moeldoko Kena Skakmat Diusir” in Tribunnews Update at the period of 18-19 November 2021. The data were collected by listening and note-taking techniques. Based on the results of the analysis, Kabar Utama tvOne and Tribunnews Update programs used the words diusir, penolakan and ditolak . The grammar used showed the situation. Besides, the intra-sentence conjunctions used yang and dan as explanations and additions in sentences, and namun as a conjunction between sentences. Meanwhile, in iNews Pagi reporting, the dominant clause used active transitive sentences with menolak and mengusir. Then, the coherence between one clause and another had a foreground relationship that supports each other. The similarity of the data was the series of clauses and clause combinations, while the difference was in the clauses.AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pemberitaan Festival Hak Asasi Manusia tahun 2021 dalam program iNews Pagi, Kabar Utama tvOne, dan Tribunnews Update. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori analisis wacana kritis Fairclough. Data penelitian ini berupa transkripsi pemberitaan “Moeldoko Diusir Massa” di Kabar Utama tvOne, “Moeldoko Diusir Aktivis HAM” di iNews Pagi, dan “Detik-Detik Moeldoko Kena Skakmat Diusir” di Tribunnews Update periode 18—19 November 2021 yang dikumpulkan dengan teknik simak dan catat. Berdasarkan hasil analisis, Kabar Utama tvOne dan Tribunnews Update menggunakan kata diusir dan penolakan atau ditolak, tajuk berita menunjukkan keadaan, dan penggunaan kata hubung yang dan dan sebagai penjelas dan penambahan dalam kalimat, serta adanya penggunaan kata hubung antarkalimat namun. Dalam pemberitaan iNews Pagi, anak kalimat dominan menggunakan kalimat aktif transitif dengan kata menolak dan mengusir dan antaranak kalimat memiliki hubungan latar depan yang saling mendukung. Persamaan data terletak pada rangkaian anak kalimat dan kombinasi anak kalimat, sedangkan perbedaannya terletak pada anak kalimat.","PeriodicalId":34821,"journal":{"name":"Suar Betang","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44264428","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Hegemoni dalam Naskah Drama 5 Babak Atas Nama Cinta Karya Agus R. Sarjono: Perspektif Antonio Gramsci 以爱的名义出现在第五幕戏剧中的霸权
Suar Betang Pub Date : 2022-06-13 DOI: 10.26499/surbet.v17i1.317
Agik Nur Efendi, Septia Rizqi Nur Abni, Erika Kurniawati
{"title":"Hegemoni dalam Naskah Drama 5 Babak Atas Nama Cinta Karya Agus R. Sarjono: Perspektif Antonio Gramsci","authors":"Agik Nur Efendi, Septia Rizqi Nur Abni, Erika Kurniawati","doi":"10.26499/surbet.v17i1.317","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/surbet.v17i1.317","url":null,"abstract":"Hegemony in Five Act Drama Scripts Atas Nama Cinta by Agus R. Sarjono: Antonio Gramsci' PerspectiveThis research discusses the issue of state issues in the drama script Atas Nama Cinta by Agus R. Sarjono. The phenomenon of sarcasm or criticism of the social problems that occurred in Indonesia has implied output written in the drama script is relevant to be studied using the sociology of literature. The concept of Antonio Gramsci's Hegemony includes culture, hegemony, common sense, intellectuals, and state in accordance with the drama Atas Nama Cinta. This research uses a qualitative approach. The results of this study indicate that the state is the final form and container of the emergence of conflict. But from the conflicts, the demonstrations, the problem is full of a form of content from the state. The drama script that is said to be \"comedy\" is reflected in the problems. So that the drama script can be read by the young as a form of learning and information.AbstrakPenelitian ini membahas isu permasalahan negara pada naskah drama Atas Nama Cinta karya Agus R. Sarjono. Fenomena sindiran atau kritik terhadap permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia yang tersirat atau tersurat dalam naskah drama tersebut relevan untuk dikaji menggunakan pendekatan sosiologi sastra Antonio Gramsci (yang meliputi kebudayaan, hegemoni, pengetahuan umum (common sense), kaum intelektual, dan negara). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis isi. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca naskah drama secara berulang kali, menandai bagian dalam naskah drama sesuai dengan teori Antonio Gramsci, dan mencatatnya. Analisis data melalui pengidentifikasian, pengklasifikasian, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara merupakan bentuk akhir dan wadah dari munculnya konflik. Namun, konflik-konflik demonstrasi sarat akan bentuk isi dari negara. Naskah drama yang dikatakan “komedi” tecermin dari permasalahan-permasalahan tersebut sehingga naskah drama itu dapat dibaca oleh kalangan muda.","PeriodicalId":34821,"journal":{"name":"Suar Betang","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43874900","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Penggunaan Deiksis dalam Kisah Negeri Lain Karya Kahlil Gibran 在卡利·纪伯伦(Kahlil Gibran)的另一个国家故事中使用了Deiksis
Suar Betang Pub Date : 2022-06-13 DOI: 10.26499/surbet.v17i1.313
Dedi Febriyanto, M. Widodo, Eka Putri Rahayu
{"title":"Penggunaan Deiksis dalam Kisah Negeri Lain Karya Kahlil Gibran","authors":"Dedi Febriyanto, M. Widodo, Eka Putri Rahayu","doi":"10.26499/surbet.v17i1.313","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/surbet.v17i1.313","url":null,"abstract":"The Use of Deixis in Kisah Negeri Lain by Kahlil GibranThis study aims to describe the form and function of deixis in Kisah Negeri Lain by Kahlil Gibran. The method used is descriptive qualitative. The study data was collected through a reading-note technique. The data analysis was carried out using an interactive model which included, (1) data reduction (2) data presentation (3) temporary conclusion drawing, and (4)verification. The results showed that in Kisah Negeri Lain by Kahlil Gibran, various forms and functions of deixis were found. The forms of deixis in question include, (1) personal deixis consisting of the first person, second person, and third person, (2) place deixis, (3) time deixis consisting of past, present, and future times, (4) deixis discourse consisting of anaphora and cataphora, (4) social deixis. The deixis functions in question include, (1) expressive functions, (2) conative functions, (3) referential functions, and (4) phatic functions.AbstrakKajian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi deiksis dalam Kisah Negeri Lain karya Kahlil Gibran. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif. Data kajian dikumpulkan melalui teknik baca-catat. Adapun analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang meliputi, (1) pereduksian data (2) penyajian data (3) penarikan simpulan sementara, dan (4) verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Kisah Negeri Lain karya Kahlil Gibran ditemukan bentuk dan fungsi deiksis yang beragam. Bentuk deiksis yang dimaksud meliputi, (1) deiksis persona yang terdiri dari persona pertama, persona kedua, dan persona ketiga, (2) deiksis tempat, (3) deiksis waktu yang terdiri dari waktu lampau, sekarang, dan mendatang, (4) deiksis wacana yang terdiri dari anafora dan katafora, (4) deiksis sosial. Adapun fungsi deiksis yang dimaksud meliputi, (1) fungsi ekspresif, (2) fungsi konatif, (3) fungsi referensial, dan (4) fungsi fatis.","PeriodicalId":34821,"journal":{"name":"Suar Betang","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48027297","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Tindak Tutur Kebencian dalam Status Whatsapp Whatsapp状态中的仇恨言论
Suar Betang Pub Date : 2022-06-13 DOI: 10.26499/surbet.v17i1.330
Yuni Suryani, Rika Istianingrum, Idhoofiyatul Fatin
{"title":"Tindak Tutur Kebencian dalam Status Whatsapp","authors":"Yuni Suryani, Rika Istianingrum, Idhoofiyatul Fatin","doi":"10.26499/surbet.v17i1.330","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/surbet.v17i1.330","url":null,"abstract":"Hate Speech Act in Whatsapp StatusHate speech acts on social media often become criminal law complaints offenses with the aim of obtaining justice. This study uses a qualitative descriptive method that aims to describe hate speech acts on Whatsapp status. The research data comes from the screenshot of the Whatsapp status obtained by the researcher from BAP (News of the Judiciary), the researcher as a linguist witness. The data presented in the BAP according to the chronology or context of the event were analyzed using Searle's speech acts. Based on the analysis, the writer found several kinds of hate speech acts, namely (1) insulting expressive and warning directives; (2) derogatory expressive and directive (giving warning); (3) expressive accusing and assertive (giving statements); (4) assertive accusing, assertive inciting, expressive insulting, and threatening commissive; (5) commissive, challenging, and expressive insulting; (6) expressive contempt and assertive accusing; (7) derogatory expressiveness; (8) assertive accusing, expressive insulting; (9) commissive threats; (10) expressive insulting, assertive admitting, and assertive accusing.AbstrakTindak tutur kebencian dalam media sosial sering menjadi delik aduan hukum pidana dengan tujuan memperoleh keadilan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan bertujuan mendeskripsikan tindak tutur kebencian dalam status Whatsapp. Data penelitian berasal dari tangkapan layar status Whatsapp yang diperoleh peneliti dari BAP (Berita Acara Peradilan) peneliti sebagai ahli bahasa. Data yang disajikan dalam BAP sesuai dengan kronologi atau konteks peristiwa dan dianalisis menggunakan teori tindak tutur Searle (1975). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa tindak tutur kebencian, yaitu (1) ekspresif menghina dan direktif memberi peringatan; (2) ekspresif menghina dan direktif (memberi peringatan); (3) ekspresif menuduh dan asertif (memberikan pernyataan); (4) asertif menuduh, asertif menghasut, ekspresif menghina, dan komisif mengancam; (5) komisif, menantang, dan ekspresif menghina; (6) ekspresif menghina dan asertif menuduh; (7) ekspresif menghina; (8) asertif menuduh, ekspresif menghina; (9) komisif mengancam; (10) ekspresif menghina, asertif mengakui, dan asertif menuduh. ","PeriodicalId":34821,"journal":{"name":"Suar Betang","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47297116","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Prinsip Kerja Sama pada Tindak Tutur dalam Persidangan di Pengadilan 庭审中言语行为的相同工作原则
Suar Betang Pub Date : 2022-06-13 DOI: 10.26499/surbet.v17i1.271
Rahmad Nuthihar, M. Harun, Nfn Ramli, R.N. Herman, Nfn Mursyidin
{"title":"Prinsip Kerja Sama pada Tindak Tutur dalam Persidangan di Pengadilan","authors":"Rahmad Nuthihar, M. Harun, Nfn Ramli, R.N. Herman, Nfn Mursyidin","doi":"10.26499/surbet.v17i1.271","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/surbet.v17i1.271","url":null,"abstract":"Cooperative Principle on Speech Acts in The TrialsThe objective of this study is to examine the cooperative principle contained in the trials at Banda Aceh District Court. The cooperative principle examined in this study consists of the maxim of quality, the maxim of quantity, the maxim of manner, and the maxim of relevance. Data for the study was drawn from nine court cases involving specific and general crimes. Data collection was carried out by recording the trials with a voice recorder. Triangulation of data was carried out by linking the cooperative principle contained in the trial with the cooperative principle theory and comparing them with the findings of other researchers. The writer concluded that the maxims of quality and quantity contained in the trial are confirmation questions. This is because the judge already knows the answer because it is in the minutes. The defendant's answers were informative and did not exceed the judge's expectations. At the same time, the application of the maxim of the manner in the trial can occur because the information provided regarding the judge's questions is answered by the speech partner clearly and regularly. This is equivalent to the maxim of relevance which requires the exchange of information to be in accordance with the topic expected by the questionnaire.AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji prinsip kerja sama yang terdapat dalam persidangan di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Prinsip kerja sama yang diteliti dalam penelitian ini terdiri atas maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim cara, dan maksim relevansi. Data penelitian berupa sembilan perkara persidangan yang meliputi pidana khusus dan pidana umum yang disidangkan. Pengumpulan data dilakukan dengan merekam persidangan dengan alat bantu perekam suara. Triangulasi data dilakukan dengan cara mengaitkan prinsip kerja sama yang terdapat dalam persidangan dengan teori prinsip kerja sama dan membandingkan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti lainnya. Penulis menyimpulkan bahwa maksim kualitas dan kuantitas yang terdapat dalam persidangan merupakan pertanyaan konfirmasi sebab hakim sudah mengetahui jawaban tersebut karena terdapat dalam berita acara. Jawaban yang diberikan oleh terdakwa bersifat informatif dan tidak melebihi ekspektasi hakim. Penerapan maksim cara dalam persidangan terjadi karena informasi yang diberikan dijawab oleh mitra tutur secara jelas dan teratur. Hal itu sejajar dengan maksim relevansi yang mengharuskan pertukaran informasi haruslah sesuai dengan topik yang diharapkan oleh penanya.","PeriodicalId":34821,"journal":{"name":"Suar Betang","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42480613","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书