Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan最新文献

筛选
英文 中文
Towards an Intergenerational Worship-Based Integrative Church: The Embodiment of Reconciliative Community as the Epiphany of the Church 迈向以跨代敬拜为基础的合一教会:作为教会主显的和解社区的体现
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.582
Budianto Lim
{"title":"Towards an Intergenerational Worship-Based Integrative Church: The Embodiment of Reconciliative Community as the Epiphany of the Church","authors":"Budianto Lim","doi":"10.36421/veritas.v21i2.582","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.582","url":null,"abstract":"This article presents reasons for manifesting the church as a community of reconciliation as her core identity through an intergenerational worship setting that integrates the whole body of Christ. This research is vital because chur­ches generally show internal disintegration through weekly frag­mentation in worship. Separation of generations who are sup­posedly one big family of God continues to happen based on social and psychological reasons to the extent of forgetting the universal sinfulness of humanity and their basic needs. The author elaborates on two fundamental reasons through bibli­cal-theological methods. He analyses the liturgical ecclesiology of Jean-Jacques von Allmen in the context of war and the post-war era, which influences his theological formulation about the substance of reconciliation as the epiphany of the church. Such conviction is substantiated by another biblical analysis con­cerning four terminologies used in Revelation (tribe, people, language, and nation) and literary analysis of 2 Corinthians that set reconciliation as its center. Both theological and biblical analyses provide a strong foun­da­tion for churches to integrate all of God’s people as a recon­ci­l­i­a­­tory community in the world. The author views the discussion of theological and biblical basis have not being tied to the wor­ship life of a church that needs to embrace all people through intergenerational worship. This notion would be a contribution to the Christian community in Indonesia.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41862498","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Transformasi Injil Dalam Ritus Ma’ dulang di Nosu Sebagai Keyakinan Bahwa Tuhan Ada dan Diresapi dalam Ciptaan-Nya 在Nosu的祈祷仪式中,福音的转变是相信上帝存在并注入了他的创造
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.38189/jtk.v2i2.331
Jumreni Tina
{"title":"Transformasi Injil Dalam Ritus Ma’ dulang di Nosu Sebagai Keyakinan Bahwa Tuhan Ada dan Diresapi dalam Ciptaan-Nya","authors":"Jumreni Tina","doi":"10.38189/jtk.v2i2.331","DOIUrl":"https://doi.org/10.38189/jtk.v2i2.331","url":null,"abstract":"Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa Injil telah hadir mengubah banyak hal dalam berbagai aspek, khususnya dalam hal ritus agama. Kehadiran Injil mengubah dunia secara perlahan. Dalam beberapa kasus penginjil tiba-tiba mengubah suatu keyakinan dan ritus agama yang telah melekat dalam jiwa umat, dan menganggap bahwa ritus yang mereka lakukan sebelumnya bertentangan dengan Injil dan tidak akan memberi keselamatan bagi penganutnya, meskipun dalam perjalanannya keyakinan dan ritus tersebut sudah terbilang cukup lama. Salah satu keyakinan yang melekat dalam diri masyarakat ialah keyakinan akan Aluk to Dolo di kalangan masyarakat Nosu yang hingga saat ini masih dipegang teguh dan diwujudkan melalu sebuah ritus Ma’dulang. Penulis menggunakan metode pendekatan model sintesis yang mengkaji transformasi Injil ke dalam ritus budaya Ma’dulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ritus Ma’dulang adalah konsep keliru dalam perspektif teologis, karena seharusnya manusia sadar dengan penuh bahwa Tuhan akan memberi jaminan hidup kekal dalam kerajaan surga. Injil tidak diragukan lagi kebenarannya, tidak perlu didampingi oleh ritus-ritus budaya.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"31 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87908128","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Kajian Pandangan Martin Luther tentang Sinergi antara Gereja, Sekolah dan Keluarga dalam Pendidikan iman Anak di masa Pascapandemi 回顾马丁·路德关于教会、学校和家庭在后期儿童信仰教育方面的协同作用的观点
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.638
Y. Setia
{"title":"Kajian Pandangan Martin Luther tentang Sinergi antara Gereja, Sekolah dan Keluarga dalam Pendidikan iman Anak di masa Pascapandemi","authors":"Y. Setia","doi":"10.36421/veritas.v21i2.638","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.638","url":null,"abstract":"Pendidikan iman bagi anak sangat penting. Berbagai upaya telah dilakukan oleh gereja, sekolah Kristen, dan rumah atau keluarga untuk memberikan pendidikan iman kepada anak. Namun, di masa pandemi banyak hal yang berubah, termasuk bagaimana pendidikan iman bagi anak dilakukan oleh setiap lembaga tersebut. Dalam artikel ini, penulis ingin mengkaji pandangan Martin Luther, khusunya mengenai sinergi antara gereja, sekolah dan keluarga dalam menyelenggarakan pendidikan iman. Semasa hidupnya, Luther juga mengalami pandemi yang sering dikenal dengan Black Death, yang menyebar di Eropa pada abad ke-14 hingga ke-17. Luther melihat kondisi pendidikan iman bagi anak-anak sangat jauh dari ideal. Kondisi gereja, sekolah dan keluarga ternyata sangat memprihatinkan terlihat dari rendahnya kualitas iman jemaat. Pada akhirnya, Luther banyak memberikan pandangannya melalui khotbah, surat, dan tulisan lainnya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang akan memaparkan dan menelaah pandangan Luther mengenai peran gereja, sekolah dan keluarga, serta sinergi yang harus dilakukan. Setelah itu penulis akan mengkontekstualisasikan hasil penelitian ini pada konteks pascapandemi dan memberikan saran konstruktif apa yang bisa dilakukan oleh ketiga lembaga tersebut dalam mendidik iman anak. Kesimpulannya, sinergi antara gereja, sekolah dan keluarga untuk mendidik iman anak sangatlah penting. Anak mendapatkan pendidikan iman yang holistik jika ketiga lembaga pendidikan tersebut bekerja sama dalam menjalankan perannya.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46616868","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Gereja Cyber-Net: Sebuah Usulan Gagasan terhadap Natur Gereja pada Revolusi Industri 4.0 dan Pascapandemi COVID-19 Cyber-Net Church:对教会性质对工业革命4.0和Passcapandemi新冠肺炎的影响
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.628
Adrianus Yosia
{"title":"Gereja Cyber-Net: Sebuah Usulan Gagasan terhadap Natur Gereja pada Revolusi Industri 4.0 dan Pascapandemi COVID-19","authors":"Adrianus Yosia","doi":"10.36421/veritas.v21i2.628","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.628","url":null,"abstract":"Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama dua tahun belakangan ini membawa perubahan signifikan di dalam masyarakat. Perubahan besar ini adalah pembiasaan digi­talisasi dan penggunaan teknologi daring di dalam kehidupan. Dengan demikian, peng­gunaan gawai ataupun teknologi lainnya menjadi semakin meningkat. Gereja, sebagai kum­pulan umat Allah, tentu tidak lepas dari konteks tersebut, sebab Ia sudah berkomunitas dalam jaringan sekaligus terbiasa dalam penggunaan gawai di dalam kesehariannya. Maka, penelitian ini mengusulkan gagasan Gereja Cyber-Net sebagai sebuah realitas ontologis dari komunitas umat Allah yang bergumul terkhusus dalam konteks Indonesia. Melalui pendekatan teologi kons­truktif, penelitian ini menggabungkan ide-ide dari teologi jaringan (ala Heidi Campbell dan Stephen Garner) dan teologi cyborg (ala Ilia Delio) sebagai partner dialog guna men­jelaskan realitas tersebut. Ada tiga gagasan utama dari tulisan ini: (1) gereja Cyber-Net sebagai suatu ruang ketiga yang dapat melampaui natur gereja analog-digital; (2) gereja Cyber-Net sebagai bagian dari konteks­tualisasi gereja pada masa kini; dan (3) gereja Cyber-Net sebagai suatu ruang perantara untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menyambut realitas virtual yang diantisipasi berikutnya.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47508611","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
The Aging Church: An Ecclesiological Construction Based on the Theology of Aging 老龄化教会:基于老龄化神学的教会建构
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.570
Eunike Alvonciani
{"title":"The Aging Church: An Ecclesiological Construction Based on the Theology of Aging","authors":"Eunike Alvonciani","doi":"10.36421/veritas.v21i2.570","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.570","url":null,"abstract":"This article proposes the concept of an aging church as an ecclesiological construction that is based on the theology of aging. It begins with a concern about the tendency of the church to measure its “success” through its productivity, hence forgetting to reflect upon its dependence on God. Using lit­er­ature analysis and constructive methods, this article combines the aging theology from Autumn Ridenour, Kevin Barnard, and several other theologians with the ecclesiology of John Zizioulas and Michael Jinkins. Analysis of aging theology and ecclesiology are used as the basis for constructing the “aging church”. The thesis of this article is that the church that is aware of its aging also realizes its relational identity in God which can be lived through appreciation of its passive agency in balance with its active agency, as it should be in an aging individual person. The aging church does not specifically refer to the age of the church, but to the relationship with God which invites the church to embrace the past through re­pen­tance, realize its relational identity in the present, and renew itself with an eschatological orientation toward the future. Finally, eschatological hope in the passive role of the church of this kind helps the church to see its movements during a pandemic, even a post-pandemic stage so that they are not trapped in non-essential productivity.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43710712","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Studi Eksegesis Amanat Agung dalam Matius 28:19-20 研究马太福音28:19-20中伟大使命的注释
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.38189/jtk.v2i2.157
Victorius Wau
{"title":"Studi Eksegesis Amanat Agung dalam Matius 28:19-20","authors":"Victorius Wau","doi":"10.38189/jtk.v2i2.157","DOIUrl":"https://doi.org/10.38189/jtk.v2i2.157","url":null,"abstract":"Amanat Agung merupakan pesan terakhir yang Yesus berikan kepada para murid sebelum kenaikan-Nya ke sorga. Amanat Agung adalah perintah yang bersifat mutlak harus dikerjakan oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus. Amanat Agung (The Great Commission) menjadi landasan untuk kegiatan pekabaran Injil. Tujuan dari kegiatan Amanat Agung adalah mengabarkan bahwa keselamatan telah disediakan di dalam Yesus sehingga keselamatan yang merupakan anugerah kasih Bapa dapat dirasakan oleh semua orang yang memberi respon dan menjadi percaya.  Penelitian ini menggunakan metode eksegesis untuk menemukan arti teks berdasarkan pengggalian bahasa asli sehingga dapat dimengerti dengan benar dan mampu menarik kesimpulkan berdasarkan kebenaran. Tujuan utama dari Amanat Agung adalah “menjadikan semua bangsa murid Kristus”. Proses menjadikan murid dimulai dengan pengutusan, diikuti dengan baptisan dan pengajaran. Frasa “menjadikan semua bangsa murid” memiliki arti menjadikan semua orang non-Yahudi atau orang-orang yang belum mengenal Allah, orang kafir atau orang di luar Israel, menjadi pengikut Kristus. Tuhan Allah menghendaki supaya semua bangsa menjadi murid-Nya. Pemuridan membutuhkan suatu ketaatan sehingga menghasilkan pelipatgandaan atau terjadi multiplikasi murid-murid yang taat pula. Gereja atau setiap orang percaya harus menyadari tugas ini (marturia) sebagai tugas utama yang harus dikerjakan. Gereja tidak boleh menjadikan penginjilan hanya sebatas tema khotbah atau retorika belaka, bukan hanya sekedar ditulis di kotak persembahan atau bahkan hanya sekedar dipelajari melalui seminar atau bahan diskusi.  Penginjilan harus dilakukan segera dan menjadi gaya hidup orang percaya. Artinya, penginjilan harus dikerjakan setiap saat, dimana pun dan kapan pun. Ketika orang percaya tidak menginjil, maka itu membuktikan bahwa orang percaya tidak peduli akan keselamatan orang lain.  Ketika tidak peduli dengan keselamatan orang lain maka dalam hal ini gereja berdosa, berdosa karena tidak taat terhadap perintah Tuhan.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"76 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76037166","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
(Re) imagining the Problem of Racism: An Evangelical Response to Racism 《想象种族主义问题:福音派对种族主义的回应
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.600
Hendra Winarjo
{"title":"(Re) imagining the Problem of Racism: An Evangelical Response to Racism","authors":"Hendra Winarjo","doi":"10.36421/veritas.v21i2.600","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.600","url":null,"abstract":"This article aims to re-imagine and offer an evan­ge­lical response to the problem of racism that is not di­choto­mous, but holistic, where racism is understood both as an individual and structural sin, leading to a balance between racial reconciliation and racial justice that needs to be con­sistent­ly practiced. This research indicates that evangelicals generally do not yet have a holistic imagination to understand racism. Hence efforts to fight this persisting problem are still one-sidedly inclined toward racial reconciliation. For this purpose, this article begins by analyzing the common yet problematic understanding and response by some evangelicals who emphasize racism as only an individual sin and racial reconciliation as a solution. The next step is to describe the importance of imagination, namely the capacity to con­cept­u­al­ize the problem of racism in its entirety by involving sensitivity to racist situations, interpretation of Scripture with virtues, and introspection of our position toward racism—all of which are used to understand the dual nature of racism and response against it. In the end, as I demonstrate that racism is both an individual and structural sin, evangelical churches thus need to strike a balance between racial reconciliation and racial justice if they want to handle the problem of racism well.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41996244","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Implementasi Doktrin Sola Gratia dalam Menuntaskan Amanat Agung 索拉·格拉蒂亚学说的实施完成了光荣的使命
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.47543/efata.v9i1.94
Andreas Sese Sunarko
{"title":"Implementasi Doktrin Sola Gratia dalam Menuntaskan Amanat Agung","authors":"Andreas Sese Sunarko","doi":"10.47543/efata.v9i1.94","DOIUrl":"https://doi.org/10.47543/efata.v9i1.94","url":null,"abstract":"Amanat Agung adalah perintah yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada para murid-muridNya sebelum DIA naik ke sorga dan sekarang menjadi tugas orang- orang percaya. Amanat Agung ini merupakan hal yang urgent untuk dilakukan karena menyangkut keselamatan manusia.  Essensi dari Amanat Agung adalah menyampaikan berita keselamatan yang bersumber pada Anugerah Allah (Sola Gratia), hal inilah yang menjadi pembeda dari sumber keselamatan lainnya.  Melalui artikel ini penulis ingin menyampaikan implementasi doktrin Sola Gratia dalam menuntaskan Amanat Agung. Metode yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan library riset  yang menggunakan berbagai sumber -sumber diantaranya  buku-buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan artikel ini.  Penulis akhirnya menemukan kesimpulan bahwa cara yang efektif untuk menuntaskan Amanat Agung itu adalah menyampaikan Injil yang merupakan anugerah Allah (Sola Grattia)  bagi  manusia yang di berikan lewat korban penebusan Tuhan Yesus Kristus, bukan karena usaha manusia semata.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"16 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86545616","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
The Surviving Church: Kairos and Eschatology in Paul Tillich and Raimon Panikkar and Postpandemic Ecclesiology 幸存的教会:保罗·蒂利希和雷蒙·帕尼克卡尔的凯洛斯和末世论以及大流行后的教会学
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.609
Nindyo Sasongko
{"title":"The Surviving Church: Kairos and Eschatology in Paul Tillich and Raimon Panikkar and Postpandemic Ecclesiology","authors":"Nindyo Sasongko","doi":"10.36421/veritas.v21i2.609","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.609","url":null,"abstract":"This research investigates the relationship between the biblical notion of kairos, eschatology, and ecclesiology amid the struggle for survival in the postpandemic life. Drawing upon Paul Tillich and Raimon Panikkar, this article sketches a postpandemic ecclesiology called “kairotic ecclesiology.” The church must understand that it exists as a community that participates in, loves, and transforms life. Because of its indissoluble relation to history and reality, a kairotic community loves and defends life. This kairotic ecclesiology is an ontological search for the church to say “Yes” to life and “No” to death. Firstly, this article sketches kairos in Tillich and Panikkar. Then, this article sketches what I call the ecclesiology of survival, an ecclesiology characterized by resilience, interrelation, and irruption. Finally, I shall draw ethical implications for postpandemic churches.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46721620","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Analytic Ecclesiology: The Paradox of the Unity of the Church 分析教会学:教会合一的悖论
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.575
Devina Benlin Oswan
{"title":"Analytic Ecclesiology: The Paradox of the Unity of the Church","authors":"Devina Benlin Oswan","doi":"10.36421/veritas.v21i2.575","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.575","url":null,"abstract":"Analytic Ecclesiology is a new branch within the enter­prise of Analytic Theology. The “analytic” part of the name refers to the analytic method employed to explicate the core claims of Christian theology using the tools of analytic philosophy. In the case of Eccle­siology, the concept of ecclesiastical unity demands cla­rification. The question is not why or how a collection of indi­viduals is united but in what sense they are one. The Scriptural answer to the former is that Christ is the head of the Church. It is the latter that Analytic Ecclesiology is committed to answering. Joshua Cockayne’s work, which focuses on the social ontology and group agency of the Church, has shed some light on the issue. He invites philosophers and theologians in the analytic tradition to think about Ecclesiology analytically. That is my aim in this paper. I hope to expand the discussion on Analytic Ecclesiology, not by building on Cockayne’s work, but rather by taking a step back and arguing that the issue of the unity of the Church must be discussed from the perspective of identity rather than, contra Cockayne, from the perspective of group agency. To achieve this, I shall first assess Cockayne’s account and offer my criticism. Then, drawing insights from Peter Unger’s article “Problem of the Many,” I dis­cuss the paradox of the unity of the Church and conclude that relative identity theory best solves the paradox of the unity of the Church.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42825872","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书