Studi Eksegesis Amanat Agung dalam Matius 28:19-20

Victorius Wau
{"title":"Studi Eksegesis Amanat Agung dalam Matius 28:19-20","authors":"Victorius Wau","doi":"10.38189/jtk.v2i2.157","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Amanat Agung merupakan pesan terakhir yang Yesus berikan kepada para murid sebelum kenaikan-Nya ke sorga. Amanat Agung adalah perintah yang bersifat mutlak harus dikerjakan oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus. Amanat Agung (The Great Commission) menjadi landasan untuk kegiatan pekabaran Injil. Tujuan dari kegiatan Amanat Agung adalah mengabarkan bahwa keselamatan telah disediakan di dalam Yesus sehingga keselamatan yang merupakan anugerah kasih Bapa dapat dirasakan oleh semua orang yang memberi respon dan menjadi percaya.  Penelitian ini menggunakan metode eksegesis untuk menemukan arti teks berdasarkan pengggalian bahasa asli sehingga dapat dimengerti dengan benar dan mampu menarik kesimpulkan berdasarkan kebenaran. Tujuan utama dari Amanat Agung adalah “menjadikan semua bangsa murid Kristus”. Proses menjadikan murid dimulai dengan pengutusan, diikuti dengan baptisan dan pengajaran. Frasa “menjadikan semua bangsa murid” memiliki arti menjadikan semua orang non-Yahudi atau orang-orang yang belum mengenal Allah, orang kafir atau orang di luar Israel, menjadi pengikut Kristus. Tuhan Allah menghendaki supaya semua bangsa menjadi murid-Nya. Pemuridan membutuhkan suatu ketaatan sehingga menghasilkan pelipatgandaan atau terjadi multiplikasi murid-murid yang taat pula. Gereja atau setiap orang percaya harus menyadari tugas ini (marturia) sebagai tugas utama yang harus dikerjakan. Gereja tidak boleh menjadikan penginjilan hanya sebatas tema khotbah atau retorika belaka, bukan hanya sekedar ditulis di kotak persembahan atau bahkan hanya sekedar dipelajari melalui seminar atau bahan diskusi.  Penginjilan harus dilakukan segera dan menjadi gaya hidup orang percaya. Artinya, penginjilan harus dikerjakan setiap saat, dimana pun dan kapan pun. Ketika orang percaya tidak menginjil, maka itu membuktikan bahwa orang percaya tidak peduli akan keselamatan orang lain.  Ketika tidak peduli dengan keselamatan orang lain maka dalam hal ini gereja berdosa, berdosa karena tidak taat terhadap perintah Tuhan.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"76 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.38189/jtk.v2i2.157","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Amanat Agung merupakan pesan terakhir yang Yesus berikan kepada para murid sebelum kenaikan-Nya ke sorga. Amanat Agung adalah perintah yang bersifat mutlak harus dikerjakan oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus. Amanat Agung (The Great Commission) menjadi landasan untuk kegiatan pekabaran Injil. Tujuan dari kegiatan Amanat Agung adalah mengabarkan bahwa keselamatan telah disediakan di dalam Yesus sehingga keselamatan yang merupakan anugerah kasih Bapa dapat dirasakan oleh semua orang yang memberi respon dan menjadi percaya.  Penelitian ini menggunakan metode eksegesis untuk menemukan arti teks berdasarkan pengggalian bahasa asli sehingga dapat dimengerti dengan benar dan mampu menarik kesimpulkan berdasarkan kebenaran. Tujuan utama dari Amanat Agung adalah “menjadikan semua bangsa murid Kristus”. Proses menjadikan murid dimulai dengan pengutusan, diikuti dengan baptisan dan pengajaran. Frasa “menjadikan semua bangsa murid” memiliki arti menjadikan semua orang non-Yahudi atau orang-orang yang belum mengenal Allah, orang kafir atau orang di luar Israel, menjadi pengikut Kristus. Tuhan Allah menghendaki supaya semua bangsa menjadi murid-Nya. Pemuridan membutuhkan suatu ketaatan sehingga menghasilkan pelipatgandaan atau terjadi multiplikasi murid-murid yang taat pula. Gereja atau setiap orang percaya harus menyadari tugas ini (marturia) sebagai tugas utama yang harus dikerjakan. Gereja tidak boleh menjadikan penginjilan hanya sebatas tema khotbah atau retorika belaka, bukan hanya sekedar ditulis di kotak persembahan atau bahkan hanya sekedar dipelajari melalui seminar atau bahan diskusi.  Penginjilan harus dilakukan segera dan menjadi gaya hidup orang percaya. Artinya, penginjilan harus dikerjakan setiap saat, dimana pun dan kapan pun. Ketika orang percaya tidak menginjil, maka itu membuktikan bahwa orang percaya tidak peduli akan keselamatan orang lain.  Ketika tidak peduli dengan keselamatan orang lain maka dalam hal ini gereja berdosa, berdosa karena tidak taat terhadap perintah Tuhan.
研究马太福音28:19-20中伟大使命的注释
这一崇高的使命是耶稣在升天之前给门徒的最后的信息。大使命是绝对的命令,每一个相信基督的人都必须执行。大委员会成为福音扩展活动的基础。这项光荣使命的目的是要宣告,耶稣已经在他里面预备了救恩,使所有响应并相信的人都能感受到父的爱的救恩。本研究采用注释方法,根据原文的学习方法,找出原文的意思,使其能够正确理解,并能够在真理的基础上得出结论。这一重大使命的最终目的是“使所有国家成为基督的门徒”。使门徒的过程从任务开始,然后是洗礼和教导。“使万民作门徒”一词的意思是使所有不认识神、外邦人或外邦人成为基督的信徒。主耶和华的旨意是叫万民作他的门徒。门徒必须服从命令,才能使服从的门徒多结果倍或多结果倍。教会或每一个信徒都必须意识到这个任务(marturia)是一个主要的任务。教会不应将传福音仅仅局限于讲道或修辞的主题,而不仅仅是写在供品框上,甚至仅仅是通过研讨会或讨论材料来学习。传福音必须迅速成为信徒的生活方式。这意味着传福音必须在任何时候、任何地点、任何时间进行。当信徒不传福音的时候,这就证明信徒不关心别人的救恩。教会若不顾别人的救恩,就犯了罪,就是违背耶和华诫命的罪。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
7
审稿时长
16 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书