Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan最新文献

筛选
英文 中文
Deskriptif Kesalehan Daniel dalam Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi dan Refleksi Logis bagi Orang Percaya Masa Kini 但以理书6:1-29中但以理公义的描述性描述,以及今天信徒的实现和逻辑思考
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-02-19 DOI: 10.59177/veritas.v5i1.205
Paulus Kunto Baskoro, P. Chia
{"title":"Deskriptif Kesalehan Daniel dalam Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi dan Refleksi Logis bagi Orang Percaya Masa Kini","authors":"Paulus Kunto Baskoro, P. Chia","doi":"10.59177/veritas.v5i1.205","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.205","url":null,"abstract":"Daniel is a real, not fictional, Bible character. Daniel is known as a loyal person and there is no cheating in him. Daniel became God declaring His sovereignty. Close relationship with God, total surrender of life, pious character, commitment to live truth, commitment to diligent worship, integrity, and strong faith are principles that should be applied in the life of every believer. The method used is descriptive literature method. Then the writer will use a dictionary or lexicon, special word study books, and other literature. This research will discuss Daniel’s Piety according to The Book of Daniel 6 : 1 – 29 and the Logical Implementation of Contemporary Believers in an effort to find the meaning of godliness. The purpose of this writing is First, the writer tries to find the true meaning of piety. Second, finding the meaning contained in Daniel’s piety according to the book of Daniel. Third, implementing a godly life for today’s believers.AbstrakDaniel adalah tokoh Alkitab yang nyata dan bukan fiksi. Daniel dikenal sebagai orang yang setia dan tidak ada kecurangan terdapat dalam dirinya. Daniel menjadi Allah menyatakan kedaulatan-Nya. Hubungan yang dekat dengan Tuhan, penyerahan hidup secara total, karakternya yang saleh, memiliki komitmen untuk hidup dalam kebenaran, komitmen untuk tekun beribadah, memiliki integritas, dan memiliki iman yang teguh merupakan prinsip-prinsip yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan setiap orang percaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif literatur. Maka penulis akan menggunakan kamus atau leksikon, buku-buku khusus studi kata, dan literatur yang lainnya. Penelitian ini akan membahas tentang Kesalehan Daniel Menurut Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi Logis Terhadap Orang Percaya Masa Kini dalam upaya menemukan arti kesalehan. Tujuan dalam penulisan ini adalah: Pertama, penulis berusaha menemukan arti sesungguhnya tentang kesalehan. Kedua, menemukan makna-makna yang terkandung dalam kesalehan Daniel menurut kitab Daniel. Ketiga, mengimplementasikan kehidupan yang saleh bagi orang percaya masa kini.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"15 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"91171544","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Inkarnasi Sebagai Dasar Pengembangan Kepemimpinan Gembala Sidang Berdasarkan Yohanes 1:14 Dan Filipi 2:5-11 在约翰福音1:14和腓立比书2:5-11的基础上,转世为会众牧羊人领导的发展的基础
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-02-19 DOI: 10.59177/veritas.v5i1.203
Stefanus Yulli Sapto Ajie
{"title":"Inkarnasi Sebagai Dasar Pengembangan Kepemimpinan Gembala Sidang Berdasarkan Yohanes 1:14 Dan Filipi 2:5-11","authors":"Stefanus Yulli Sapto Ajie","doi":"10.59177/veritas.v5i1.203","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.203","url":null,"abstract":"Incarnation in writing this journal refers to the figure of the existence of Jesus Christ either personally the Lord Jesus or the work of the Lord Jesus. The essence of incarnation in the Lord Jesus Christ is understood according to John 1:14, the Lord Jesus as God the Son descended into the world to become human and then became the human savior, serving, training and forming human beings who have lost the image and likeness of God, to become similar and likeness to God again. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it is found that the incarnation as the basis for the development of pastoral leadership based on John 1:14 and Philippians 2:5-11 has the highest motive, commitment, behavior and actions of Jesus, who was incarnated into a human context. Jesus did not become an authoritarian leader, but led with love, humility, integrity and a servant's heart. Jesus' leadership is ministry-based, so nothing is personal gain.AbstrakInkarnasi dalam penulisan jurnal ini menunjuk kepada sosok kepada keberadaan Yesus Kristus baik secara pribadi Tuhan Yesus atau karya Tuhan Yesus. Hakekat inkarnasi dalam diri Tuhan Yesus Kristus dipahami menurut Yohanes 1:14, Tuhan Yesus sebagai Allah Anak turun kedunia menjadi manusia kemudian menjadi juru selamat manusia, melayani, melatih dan membentuk manusia yang kehilangan gambar dan rupa Allah, menjadi kembali serupa dan segambar dengan Allah. Mengunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature  didapatka bahwa  inkarnasi sebagai dasar pengembangan kepemimpinan gembala sidang berdasarkan Yohanes 1:14 dan Filipi 2:5-11 memiliki Motif tertinggi, komitmen, perilaku dan tindakan Yesus, yang berinkarnasi ke dalam konteks manusia. Yesus tidak menjadi seseorang pemimpin yang otoriter, melainkan memimpin dengan kasih, kerendahan hati, integritas serta berhati hamba. Kepemimpinan Yesus berbasis pelayanan, sehingga tidak ada hal yang bersifat menguntungkan pribadi.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81545441","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Persepsi Mengucap Syukur Atas Kasih Karunia Allah Berdasarkan Teks 1 Korintus 1:4-9 根据哥林多前书1:4-9,知觉感谢神的恩典
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-02-15 DOI: 10.59177/veritas.v5i1.197
Ayub Rusmanto, Kerin Rajagukguk, S. Sriwahyuni
{"title":"Persepsi Mengucap Syukur Atas Kasih Karunia Allah Berdasarkan Teks 1 Korintus 1:4-9","authors":"Ayub Rusmanto, Kerin Rajagukguk, S. Sriwahyuni","doi":"10.59177/veritas.v5i1.197","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.197","url":null,"abstract":"Giving thanks is a positive attitude of believers who have received God's grace. This study explores the perception of giving thanks for God's grace based on the text of 1 Corinthians 1:4-9. In Paul's letter this helps strengthen, and evaluate the way of life of Christians in Corinth. Paul gave thanks based on the fact that he knew salvation came entirely from God. It is God who calls His people from spiritual death into His salvation. The method used in this research is descriptive qualitative method to explain how the text of 1 Corinthians 1:4-9 is aimed at helping to strengthen and evaluate the way of life of Corinthian Christians and Christians today. The result of the research is that Corinthian Christians have been called by God and can have confidence and know that it is God who calls for the grace that He has bestowed in Christ Jesus. Besides that, giving thanks for God's grace The congregation in Corinth is still relevant in the lives of today's believers.AbstrakMengucap syukur adalah sikap positif orang percaya yang telah menerima kasih karunia Tuhan. Penelitian ini menelusuri persepsi mengucap syukur atas kasih karunia Allah berdasarkan teks 1 Korintus 1:4-9.Dalam surat Paulus ini membantu menguatkan, dan mengevaluasi cara hidup orang Kristen di Korintus.  Paulus mengucap syukur didasarkan pada fakta bahwa dia tahu keselamatan sepenuhnya berasal dari Allah. Allahlah yang memanggil umat-Nya dari kematian rohani kedalam keselamatan-Nya. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif deskreptif untuk memaparkan bagaimana teks 1 Korintus 1:4-9 di tujukan membantu menguatkan dan mengevaluasi cara hidup orang Kristen Korintus dan orang Kristen masa kini. Hasil penelitian bahwa orang Kristen Korintus telah dipanggil oleh Allah dan dapat memiliki keyakinan dan mengetahui bahwa Allahlah yang memanggil atas kasih karunia yang telah dianugerahkan-Nya dalam Kristus Yesus. Selain itu, mengucap syukur atas kasih karunia Allah Jemaat di Korintus masih relevan dalam kehidupan orang percaya masa kini.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"47 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80599634","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Deskriptif Jalan Sempit Dalam Matius 7:13-14: Suatu Refleksi Teologi Bagi Kekristenan 马太福音7:13-14中狭窄街道的描述性描述:基督教的神学反映
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-02-15 DOI: 10.59177/veritas.v5i1.195
Eko Nugroho, Vendyah Trisnaningtyas, Steven Tommy Dalekes Umboh
{"title":"Deskriptif Jalan Sempit Dalam Matius 7:13-14: Suatu Refleksi Teologi Bagi Kekristenan","authors":"Eko Nugroho, Vendyah Trisnaningtyas, Steven Tommy Dalekes Umboh","doi":"10.59177/veritas.v5i1.195","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.195","url":null,"abstract":"This article aims to explore the meaning of Refection which means “Mirror/Reflection”, provide an analysis of it and provide a description of the function of Reflection in Christian life. In writing this scientific paper, the researcher uses a qualitative descriptive method by collecting data from books, journal articles, and from the author's observations while serving the family and work community. The description in this article shows that there is power in doing Reflection on the Christian life in a real way by being doers of God's Word. The conclusion is found that it is biblically stated that reflection is exemplified by the Lord Jesus Christ himself in parables in each of his sermons and is also carried out by biblical figures in determining the choice of a way of life that is in accordance with God's Word. Reflection proves that the power of God's Word is able to bring people to introspect themselves by understanding God's will in every journey of life, so that they get results or fruit that are beyond human expectations, because it is written that what is sown is what is reaped. In other words, reflection is a part of life's reflection in doing according to the will of God's Word and living it, the Holy Spirit who enables understanding and faith that makes miracles happen when reflection is done with high self-awareness.AbstrakArtikel ini bertujuan mendalami makna dari reflection yang berarti “cermin/pantulan”, memberikan analisis terhadapnya dan memberikan deskripsi fungsi dari Reflection dalam kehidupan Kekristenan. Dalam penulisan karya ilmiah ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pegumpulan data dari buku, artikel jurnal, dan dari pengamatan penulis selama melayani komunitas keluarga dan pekerjaan. Uraian pada artikel ini menunjukkan ada kekuatan dalam melakukan reflection (cermin/pantulan) pada kehidupan Kekristenan secara nyata dengan menjadi pelaku Firman Tuhan. Hasil simpulan ditemukan bahwa secara Alkitabiah menyatakan bahwa reflection dicontohkan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri dalam perumpamaan dalam setiap kotbah-Nya dan dilakukan pula oleh para tokoh Alkitab dalam menetapkan pilihan jalan hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan. Reflection membuktikan bahwa kekuatan Firman Allah mampu membawa manusia menginstrospeksi diri dengan cara memahami kehendak Tuhan dalam setiap perjalanan hidup, sehingga memperoleh hasil atau buah yang diluar ekspektasi manusia itu sendiri, karena ada tertulis apa yang di tabur itulah yang dituai. Dengan kata lain reflection merupakan bagian cerminan hidup dalam melakukan sesuai kehendak Firman Allah dan menghidupinya, Roh Kudus yang memampukan untuk memahami dan iman yang membuat mujizat terjadi saat reflection dilakukan dengan kesadaran diri yang tinggi.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"37 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88008772","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Deskripsi Mazmur 127:1-5 dan Implementasinya pada Kehidupan Keluarga Masa Kini 诗篇127:1-5的描述和应用到今天的家庭生活
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-02-15 DOI: 10.59177/veritas.v5i1.202
H. Subagyo
{"title":"Deskripsi Mazmur 127:1-5 dan Implementasinya pada Kehidupan Keluarga Masa Kini","authors":"H. Subagyo","doi":"10.59177/veritas.v5i1.202","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.202","url":null,"abstract":"There are still many Christian families today who are unhappy because they do not understand how to manage a Biblical family. Psalm 127 gives guidance to today's families on how to manage a happy family life according to God's will. Family life without involving God in it will not experience happiness. The method used in this study is a qualitative descriptive method. In conclusion, everything that does not involve God will end in vain. God is the ultimate authority in the lives of His people. A family that involves God's authority is a happy family because God is also working in it and He will act to bring joy to the family.AbstrakMasih banyak dijumpai kehidupan keluarga kristen masa kini yang tidak bahagia karena mereka belum paham bagaimana mengelola sebuah keluarga yang Alkitabiah.Mazmur 127 memberi petujuk pada keluarga masa kini bagaimana cara mengelola kehidupan keluarga bahagia menurut kehendak Tuhan. Kehidupan keluarga tanpa melibatkan Tuhan didalamnya tidak akan mengalami kebahagiaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kualitatif. Kesimpulan, segala sesuatu yang tidak melibatkan Tuhan akan berakhir dengan sia-sia. Tuhan adalah otoritas tertinggi dalam kehidupan umat-Nya. Keluarga yang melibatkan otoritas  Allah adalah keluarga bahagia karena Allah turut bekerja di dalamnya dan Dia akan bertindak untuk  mendatangkan sukacita dalam keluarga.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74749998","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pandangan Gereja Tentang Perceraian Hidup dan Poligami di Tengah Berbagai Pandangan Etika Kristen 教会对生活离婚和一夫多妻制的看法存在于各种基督教伦理观点中
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-02-15 DOI: 10.59177/veritas.v5i1.193
Zakaria Zakaria, Urbanus Urbanus
{"title":"Pandangan Gereja Tentang Perceraian Hidup dan Poligami di Tengah Berbagai Pandangan Etika Kristen","authors":"Zakaria Zakaria, Urbanus Urbanus","doi":"10.59177/veritas.v5i1.193","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.193","url":null,"abstract":"The Church's View on Divorce and Polygamy Amidst Various Views of Christian Ethics must be a serious concern so that Divorce and Polygamy can be understood properly and no problems occur in the future. The emergence of various Christian ethical views on divorce and polygamy has advanced Christians to be able to make wise decisions regarding divorce and polygamy that often occur among Christians. The method used in this study is a qualitative method, which means the author analyzes data from books or other literature. The results or conclusions of this research are First, Christian marriage is once for a lifetime, second, the Church's Teachings Should be Realistic and Biblical, specifically on Divorce and Polygamy, third, the longevity of marriage is a big and new challenge for all couples, and fourth, Marriage in Christian teachings is a Christian ceremony that must be respected because God has united and blessed them.AbstrakPadangan Gereja tentang perceraian hidup dan Poligami ditengah berbagai pandangan Etika Kristen harus menjadi perhatian yang serius supaya Perceraian hidup dan Poligami dapat dipahami dengan baik serta tidak terjadi masalah dikemudian hari. Munculnya berbagai pandangan etika Kristen tentang perceraian dan poligami memaju orang Kristen untuk dapat mengambil keputusan yang bijak terhadap perceraian hidup dan Poligami yang sering terjadi di kalangan orang Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yang artinya penulis menganalisis data dari buku atau kepustakaan lainya. Sebagai hasil atau kesimpulan dari Penelitian ini adalah pertama, Perkawinan Kristen adalah sekali untuk seumur hidup, kedua, Ajaran Gereja Semestinya Realistis dan Alkitabiah secara khusus terhadap Perceraian dan Poligami, ketiga, lama keberlangsungan penikahan merupakan tantangan besar dan baru untuk semua pasangan, dan keempat, Pernikahan dalam ajaran Kristen merupakan upacara Masehi yang harus dihormati karena Allah yang telah mempersatukan serta memberkatinya.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"44 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83082382","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Makna kata “sepadan” dalam Kejadian 2:18 sebagai Pedoman bagi Relasi Suami-Istri dalam Keluarga Kristen 《创世纪》第2章18节中“对应”一词的意思是在基督教家庭中为夫妻关系提供指导
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-01-02 DOI: 10.47543/efata.v9i1.81
Agustina Pasang
{"title":"Makna kata “sepadan” dalam Kejadian 2:18 sebagai Pedoman bagi Relasi Suami-Istri dalam Keluarga Kristen","authors":"Agustina Pasang","doi":"10.47543/efata.v9i1.81","DOIUrl":"https://doi.org/10.47543/efata.v9i1.81","url":null,"abstract":"Penting untuk memahami arti kata sepadan karena persoalan di seputar laki-laki dan perempuan, suami dan isteri bukanlah sesuatu yang baru karena telah terjadi sejak kejatuhan manusia dalam dosa sebagaimana dijelaskan dalam Kejadian 3. tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan makna kata \"sepadan\" dalam Kejadian 2:18 sebagai pedoman bagi relasi suami-isteri dalam keluarga kristen. Dalam mengkaji topik ini metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan eksegese teks Kejadian 2:18. Kesimpulan: menjadi \"sepadan\" tidak hanya bergantung pada satu pribadi tertentu saja melainkan memerlukan peranan dari semua aspek yang ada di dalamnya baik sebagai seorang suami (laki-laki), perempuan (isteri), dan anak-anak sehingga menjadi satu keluarga yang utuh secara khusus dalam konteks sebagai keluarga kristen.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"94 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"75957961","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Ekopedagogi sebagai Fungsi Praksis Imago Dei dalam Menjaga dan Merawat Lingkungan 生态教育学作为Imago Dei在维护和维护环境方面的实践功能
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-01-02 DOI: 10.47543/efata.v9i1.82
Agustin Soewitomo Putri
{"title":"Ekopedagogi sebagai Fungsi Praksis Imago Dei dalam Menjaga dan Merawat Lingkungan","authors":"Agustin Soewitomo Putri","doi":"10.47543/efata.v9i1.82","DOIUrl":"https://doi.org/10.47543/efata.v9i1.82","url":null,"abstract":"Dunia ada dalam kondisi krisis lingkungan, bencana dan berbagai problematika yang menyentuh kepada kepentingan hidup orang banyak. Dalam hal ini Alkitab menguak tentang keserupaan dengan Allah menjadi wujud tanggungjawab untuk persoalan tersebut. Di dalam keserupaan dengan Allah, dijumpai sebuah mandate tanggungjawab pemeliharaan alam kepada keturunan berikutnya dan salah satu pelaksanaan yang dapat dilaksanakan adalah melalui ecopedagogy. Era society menarik maju manusia dalam sebuah perkembangan tehnologi yang tidak dapat dihindarkan, dan pelestarian terhadap lingkungan menjadi tugas pendidikan generasi yang mempengaruhi kenyamanan “rumah”dimana kita tinggal. Dengan metode penelitian kepustakaan, artikel ini memaparkan ecopedagogy sebagai pelaksanaan tugas keserupaan dengan Allah yang mampu menjadi sebagian jawaban terhadap permasalah ekologi masa kini.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"75 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90653169","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Resistant Apocalyptic: Comparing Moltmann and Žižek and Its Relevance during the Pandemic 抵抗启示录:比较Moltmann和žižek及其在大流行病期间的相关性
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.577
J. Simon
{"title":"Resistant Apocalyptic: Comparing Moltmann and Žižek and Its Relevance during the Pandemic","authors":"J. Simon","doi":"10.36421/veritas.v21i2.577","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.577","url":null,"abstract":"How to understand apocalyptic in the current COVID-19 pandemic? This is the question as well as the sig­ni­ficance of the problem to be answered. Is it based on Jürgen Moltmann’s theological opinion through his “adventus” and emphasizes divine transcendence, or based on Slavoj Žižek’s opinion, which is “Christian materialism,” which rejects divine trans­cendence? By using a comparative-analytical me­thod and qualitative research, this paper aims to find meaning that is found through the encounter between Moltmann’s idea of adventus and Zižek’s suggestion to build a new community through “resistance.” The result is that the COVID-19 pan­de­mic is a resistant apocalyptic narrative about “What is to Come” as an adventus that exceeds the normal and surprising, as well as resistance to finding a new cosmic community model in an effort to live a new life in the new normal era. The order of discussion is as follows. First, Moltmann's apocalyptic thinking will be presented. Second, Žižek’s apocalyptic thinking will be presented. Third, the meeting points and relevance for apo­ca­lyptic resistance will be presented in the context of the current pandemic.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48740471","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
The Blue Sapphire of the Mind: Notes for a Contemplative Ecology 心灵的蓝宝石:沉思生态学笔记
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.654
H. Thoreau, Aldo Leopold, Czeslaw Milosz, Denise Levertov, Gary Snyder, N. S. Momaday, Mary Oliver, Robert Hass, Louise Glück, Leslie Marmon
{"title":"The Blue Sapphire of the Mind: Notes for a Contemplative Ecology","authors":"H. Thoreau, Aldo Leopold, Czeslaw Milosz, Denise Levertov, Gary Snyder, N. S. Momaday, Mary Oliver, Robert Hass, Louise Glück, Leslie Marmon","doi":"10.36421/veritas.v21i2.654","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.654","url":null,"abstract":"Douglas Christie is among many scholars who attempt to make the “ecological turn” to the recent growing interest in ecology. While acknowledging contemporary conversations across various disciplines, Christie approaches this issue differently through a contemplative lens. More specifically, as indicated in the title of the book, Christie draws from the well of early Christian monasticism—something which he is already worked through in his book, The Word in the Desert: Scripture and the Quest for Holiness In Early Christian Monasticism (1993). In this book, Christie aims to reimagine the nexus of the self and the natural world through a retrieval of the spiritual sense of wholeness amidst a fragmented world (4). Christie’s method and style in writing this book are worth noting. He was inspired by David Tracy’s “critical correlation” method, that is, a “meaningful religious reflection ... [that] involves an effort to correlate classic spiritual texts and common human experience” (16). He does this by arranging his book chapters based on classic themes that include tears (penthos), place (topos), attention (prosoche), word (logos), desire (eros), self-emptying (kenosis), and paradise (telos) in the early monastic tradition and reinterprets them in conversation with various sources such as his personal testimonies, classic poet and writings, and even Charles Darwin.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47577859","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书