{"title":"THE UTILIZATION OF IT IN SALAF ISLAMIC BOARDING SCHOOL EDUCATION SYSTEM AT ERA 4.0","authors":"Rudhad Ilaina, Anis Humaidi","doi":"10.19105/islamuna.v9i2.6610","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v9i2.6610","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Perubahan adaptive dan responsive zaman era 4.0 pada pondok pesantren salaf diperlukan untuk menjaga kelestarian ponpes salaf dengan menyiapkan santri untuk mampu beradaptasi dan bersaing di kedepannya. Tulisan ini bertujuan untuk membuka sudut pandang dari para pengasuh, pewaris, santri pondok pesantren dan juga masyarakat atas perlunya pemanfaatan TI di ponpes salaf. Tulisan ini menggunakan pendekatan descriptive kualitatif dengan pendekatan studi naskah dan studi lapangan. Ditemukan bahwa Ponpes Lirboyo dan Ploso saat ini sudah adaptive dan responsif terhadap TI yakni dengan adanya bukti penggunaan medsos untuk memperkenalkan lembaga pendidikan Lirboyo dan Ploso, penggunaan media sosial untuk dakwah Islam, publikasi kegiatan belajar, kegiatan ikatan alumni dan kegiatan bisnis. Media sosial yang digunakan untuk dakwah agama Islam yakni Youtube, Facebook dan Instagram yakni berupa rekaman ceramah agama dari “Kyai”, “Ning” dan “Gus”. Namun demikian, penggunaan handphone santri Lirboyo maupun Ploso untuk semua jenjang masih terbatas pada pengurus untuk kebutuhan komunikasi, kecuali pondok pesantren Darussalam Lirboyo, segmen santri khusus pendidikan tinggi, telah memperbolehkan penggunaan HP dan Laptop pada jam-jam tertentu.","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"14 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83647176","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ali Mursyid Azisi Ali Mursyid Azisi, Agoes Moh. Moefad
{"title":"NU AND NATIONALISM: A Study of KH. Achmad Shiddiq's Trilogy of Ukhuwah as an Effort to Nurture Nationalism Spirit of Indonesian Muslims","authors":"Ali Mursyid Azisi Ali Mursyid Azisi, Agoes Moh. Moefad","doi":"10.19105/islamuna.v9i2.7373","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v9i2.7373","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000This article examines how the principles of Nahdlatul Ulama are related to the spirit of nationalism by analyzing the concept of the ukhuwah trilogy that was initiated by KH. Ahmad Siddiq, Jember. The ukhuwah trilogy consists of ukhuwah islamiyyah (to establish brotherhood with fellow Muslims), ukhuwah wathaniyyah (to establish brotherhood with fellow citizens), and ukhuwah basyariyyah (to establish brotherhood on the basis of fellow humans). The research method used in this research was qualitative descriptive analysis by utilizing primary and secondary literature sources. The analytical knife in this article borrowed Alvin L. Bertrand’s role theory, where the role of Kiai Achmad Shiddiq was so great in instilling brotherhood, nationalism or the spirit of nationalism in Indonesia without discriminating against culture, ethnicity, race, language, and even religion. The results of this study shows that the trilogy concept of ukhuwah is in accordance with Islamic principles, but is also important to be presented to the public in order to improve the quality of harmonious religion while instilling nationalism towards Indonesian Muslims. The prime goal is the common good. The benefit of this research is that it serves as an additional sub-material for academia (lecturers, students), religious leaders, and even the general public to further explore the excellent thoughts of an NU figure named KH. Ahmad Siddiq. \u0000 \u0000ABSTRAK \u0000Artikel ini mengkaji tentang bagaimana prinsip Nahdlatul Ulama terkait semangat nasionalisme dengan menganalisis konsep trilogi ukhuwah yang dicetuskan oleh KH. Achmad Shiddiq, Jember. Trilogi ukhuwah terdiri dari ukhuwah islamiyyah (menjalin persaudaraan dengan sesama pemeluk Islam), ukhuwah wathaniyyah (menjalin persaudaraan dengan sesama anak bangsa), serta ukhuwah basyariyyah (menjalin persaudaraan atas dasar sesama manusia). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif analisis deskriptif dengan memanfaatkan sumber literatur primer dan sekunder. Pisau analisis dalam artikel ini meminjam teori peran Alvin L. Bertrand, di mana peran Kiai Achmad Shiddiq begitu besar dalam menanamkan sikap persaudaraan, nasionalisme atau spirit kebangsaan di Indonesia tanpa membeda-bedakan budaya, suku, ras, bahasa, bahkan agama. Hasil penelitian ini yaitu konsep trilogi ukhuwah selain sesuai dengan prinsip Islam, namun juga penting untuk dimunculkan ke muka publik dalam rangka meningkatkan kualitas beragama yang harmonis sekaligus menanamkan sikap nasionalisme terhadap muslim Indonesia. Tujuan besarnya bermuara pada kemaslahatan bersama. Manfaat penelitian ini adalah sebagai tambahan sub materi bahan ajar dan belajar bagi para akademisi (dosen, mahasiswa), agamawan, bahkan masyarakat umum, untuk lebih lanjut menggali pemikiran KH. Achmad Shiddiq.","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"30 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81502206","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"GLASS CEILING IN THE WORLD OF WORK (Burhani Epistemology Perspective)","authors":"Alif Nur Fitriyani, Achmad Khudori Soleh","doi":"10.19105/islamuna.v9i2.7001","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v9i2.7001","url":null,"abstract":"In addition to discrimination, the lack of respect for women's skills and the difficulty of women to get and achieve positions equal to or even higher than men in the world of work make many women tend to stay at home and refuse to enter the labor market. The purpose of this research is that women avoid the glass ceiling from a rational Burhani perspective in the contemporary era and not be studied only by textual studies. The research method used is descriptive analysis with Burhani epistemological syllogism, which is reviewed by literature from books, journals, and literature so that it uses a qualitative approach in the results. The results of the study state that the Glass ceiling phenomenon for women in the world of work is the influence of factors that still uphold patriarchy and only see it from the perspective of the text. In contrast to Burhani who uses reason (ratio). He views that women also have the same rights and share in the work and position of women in the world of work according to their abilities. The implication of this research is leadership, a taboo subject, and even other positive things that are not found in the leadership or performance of men. So that there will be other women who become leaders in the era of modernization in various fields of work. \u0000 \u0000ABSTRAK \u0000Selain diskriminasi, kurangnya penghargaan terhadap keterampilan perempuan dan sulitnya perempuan untuk mendapatkan dan mencapai posisi yang sama atau bahkan lebih tinggi dari laki-laki di dunia kerja membuat banyak perempuan cenderung tinggal di rumah dan menolak memasuki pasar kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah agar perempuan terhindar dari glass ceiling dipahami dari perspektif burhani secara rasional di era kontemporer dan tidak hanya dikaji dengan kajian tekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan silogisme epistimologi burhani, yang dikaji secara kepustakaan dari buku, jurnal, dan literatur sehingga menggunakan pendekatan kualitatif dalam hasilnya. Hasil penelitian menyatakan bahwa fenomena Glass ceiling bagi perempuan di dunia kerja merupakan pengaruh dari faktor-faktor yang masih menjunjung tinggi patriarki dan hanya melihatnya dari perspektif teks. Berbeda dengan Burhani yang menggunakan akal (rasio). Ia memandang bahwa perempuan juga memiliki hak dan andil yang sama dalam pekerjaan dan kedudukan perempuan di dunia kerja sesuai dengan kemampuannya. Implikasi dari penelitian ini adalah Kepemimpinan perempuan bukanlah hal yang tabu, bahkan ada hal positif lain yang tidak ditemukan dalam kepemimpinan atau kinerja laki-laki. Sehingga akan ada perempuan-perempuan lain yang menjadi pemimpin di era modernisasi ini dalam berbagai bidang kerja.","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"208 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"75654051","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"THE ROLE OF KIAI IN THE ISLAMIZATION OF “RUWAT DESA” TRADITION IN KALANGANYAR SEDATI, SIDOARJO","authors":"Mad Sa'i, Ainun Yatin","doi":"10.19105/islamuna.v9i2.6229","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v9i2.6229","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Tradisi ruwat desa adalah cara yang diyakini masyarakat Jawa dalam meminta keselamatan dari arwah leluhur dengan menyajikan sesaji dan menggelar kesenian wayang kulit. Namun, berbeda dengan kegiatan tradisi ruwat desa di Desa Kalanganyar Sedati Sidoarjo, adanya islamisasi yang dilakukan oleh kiai sehingga ritual ini lebih sesuai dengan ajaran agama Islam. Tujuan penelitian ialah menjelaskan kegiatan islamisasi tradisi ruwat desa di Desa Kalanganyar Sedati Sidoarjo, menjelaskan peran kiai dalam Islamisasi kegiatan tradisi ruwat ini, dan dampaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan islamisasi tradisi ruwat desa di Desa Kalanganyar Sedati Sidoarjo berupa gotong royong, membersihkan makam, istighosah kubro, dan melaksanakan istighosah keliling. Sedangkan peran Kiai dalam hal ini adalah sebagai pemimpin non-formal, agen perubahan dan sebagai sumber rujukan. Adapun dampak dari peran kiai dalam islamisasi kegiatan tradisi ini adalah prosesi kegiatan tradisi ruwat desa lebih islami, peningkatan emosi keagamaan masyarakat, serta mengeratkan ukhuwah islamiyah. \u0000ABSTRACT \u0000Ruwat Desa tradition is a way that Javanese people believe in asking for salvation from the spirits of ancestors by presenting offerings and performing the art of shadow puppetry. However, unlike the traditional activities of ruwat desa in Kalanganyar Sedati Sidoarjo, there is Islamization carried out by kiai so that this ritual is more in accordance with the teachings of Islam. The purpose of this research is to explain the Islamization of ruwat desa tradition in Kalanganyar Sedati Sidoarjo, explain the role of kiai in Islamization of ruwat desa tradition, and its impact. This study uses a qualitative approach to the type of phenomenology. The results showed the activities of Islamization tradition ruwat desa in Kalanganyar Sedati Sidoarjo in the form of mutual cooperation, cleaning the Tomb, istighosah kubro, and carry out istighosah around. While the role of Kiai in this case is as a non-formal leader, agent of change and as a source of reference. The impact of the role of kiai in Islamization of this tradition is the procession of traditional activities ruwat desa more Islamic, increased religious emotion of the community, and strengthen ukhuwah islamiyah.","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"13 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72467068","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Albaburrahim, Mochamad Arifin Alatas, Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto
{"title":"RESILIENCE OF SALAF ISLAMIC BOARDING SCHOOLS EDUCATION DURING A PANDEMIC: A Case Study of the Live Ngaos Kitab Kuning Program","authors":"Albaburrahim, Mochamad Arifin Alatas, Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto","doi":"10.19105/islamuna.v9i2.7290","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v9i2.7290","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000This research is motivated by the demands of Salaf Islamic boarding school education to survive in the face of covid-19. The purpose of this study is to describe the educational resilience of Salaf Islamic Boarding Schools during the pandemic through the live Ngaos Kitab kuning program. The method in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques by observation, interviews, and documentation. The results of this study include the stages of preparation, implementation, and benefits of the live ngaos Kitab kuning program at the Salaf Islamic Boarding School in PPAH. 1) The stages of preparation include: Formation of the technical team of students, live facilities and infrastructure and live program. 2) The implementation stages include: setting the place, setting the sound, setting the picture, and the live recording process. 3) The benefits of the program include: students can complete the lack of meaning, students are accustomed to ngaos wherever and whenever, show that the existence of salaf pesantren can transform in technological progress, and Islamic da'wah media in distance learning. Thus, education in salaf Islamic boarding schools is able to survive during the pandemic through the live ngaos kuning program. \u0000 \u0000ABSTRAK \u0000Penelitian ini dilatarbelakangi adanya tuntutan pendidikan pondok pesantren salaf bertahan dalam menghadapi covid-19. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan resiliensi pendidikan pondok pesantren salaf pada masa pandemi melalui program live ngaos kitab kuning. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan, dan manfaat program live ngaos kitab kuning pondok pesantren salaf di PPAH. 1) Tahapan persiapan meliputi: Pembentukan tim teknis santri, sarana dan prasarana live dan program live. 2) Tahapan pelaksanaan meliputi: setting tempat, setting suara, setting gambar, dan proses rekaman live. 3) Manfaat program meliputi: santri dapat melengkapi kekurangan pemaknaan, santri terbiasa ngaos di manapun dan kapanpun, menunjukkan eksistensi pesantren salaf bisa bertranformasi dalam kemajuan teknologi, dan sebagai media dakwah Islam dalam pembelajaran jarak jauh. Dengan demikian, pendidikan dalam pondok pesantren salaf mampu bertahan pada masa pandemi melalui program live ngaos kitab kuning.","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74409491","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"INDONESIAN ISLAMIC CENTRE LONDON","authors":"Reny Wulandari, Sujadi","doi":"10.19105/islamuna.v9i1.5832","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v9i1.5832","url":null,"abstract":"The efforts of Indonesian Muslims to exist among other Muslim ethnics in London from 1960s up today have not given impacts yet. Their existence has not played an important role in spreading Indonesian Islam and not lead to establish a big mosque there. Therefore, this article discusses about how was their history prior to its Indonesian Islamic Centre (IIC)?; and how far did the IIC make efforts to develop Indonesian Muslims in London? Therefore, this article aims to explore its contributions for Indonesian Muslims there, leading to contribute to the Embassy of Republic of Indonesia in the Great Britain and local ruling government there in social-cultural field. Dealing with this, historical method: heuristic, verification, interpretation, and historiography and social history approach on the great efforts of ordinary people are used. In conclusion, the efforts for an Indonesian mosque need more time in spite of having a house serving as a charity foundation and holding bold solidarity and unity for them regularly. This is inseparable from its mission as a uniting spot. Subsequently, ICC’s board members have been able to provide legal marriage service under Indonesian and British laws. All the results show that they should make more significant efforts. \u0000 \u0000ABSTRAK \u0000Keberadaan Indonesian Islamic Centre (IIC) bagi komunitas muslim Indonesia di London hingga kini belum berdampak besar dalam mensyiarkan model Islam Indonesia di tengah-tengah etnis muslim lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini mendiskusikan tentang bagaimana sejarah muslim Indonesia sebelum adanya IIC?; dan sejauhmana kiprah IIC untuk mengembangkan eksistensi muslim Indonesia di London? Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kontribusi organisasi tersebut dalam memenuhi kebutuhan keagamaan dan sosial umat Islam Indonesia sehingga diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran terutama kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Inggris dan pemerintah lokal. Dalam mengkaji subyek-subyek tersebut digunakan metode sejarah yaitu metode yang menggunakan tahapan-tahapan: heuristik, verifikasi, interpretasi hingga historiografi dan pendekatan sejarah sosial – pendekatan yang memfokuskan pada usaha-usaha rakyat dalam perjuangannya. Setelah melakukan analisa historis, ada beberapa kesimpulan: pertama, perjuangan untuk menghadirkan masjid yang memadai untuk umat Islam Indonesia di London masih memerlukan waktu panjang walau organisasi itu sudah membeli sebuah rumah yang dijadikan yayasan amal. Kedua, IIC sudah bersaha mewadahi berbagai kegiatan keagamaan dan sosial-budaya anggotanya komunitas muslim Indonesia di Inggris secara regular. Ketiga, penyelenggaraan pernikahan juga menjadi perhatian serius IIC dengan mempertimbangkan hukum-hukum pernikahan yang berlaku di Indonesia dan di Inggris. Semua hasil ini menunjukkan bahwa mereka masih perlu melakukan hal-hal yang lebih berdampak.","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"40 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90176842","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"THE RELEVANCE OF IBNU TAIMIYAH’S WAGE CONCEPT FOR CONSTRUCTION WORKERS IN PANGEREMAN VILLAGE","authors":"Lailatul Maufiroh, Fadllan","doi":"10.19105/islamuna.v9i1.6470","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v9i1.6470","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000The concept of wages according to Ibn Taimiyah is the level of wages that must be given to workers. So that, they can live properly in the midst of society. Equivalent wages are remuneration in the form of money and so on which are paid to repay services. The aimed of this research is to identify the relevance of Ibnu Taimiyah’s wage concept for construction workers in Pangereman Village, Sampang Madura. This research is conducted using qualitative research method, which the data are from the literatures related with the wage concept of Ibnu Taimiyah perspective, then it is completed by interview. The obtained data becomes the relevant material with the concept offered by Ibn Taimiyah. The results of this research describe that the head of construction workers implements the concept of wages from Ibn Taimiyah's perspective, namely the concept of fair and honest wages. Employment agreements are made at the beginning and remuneration is carried out at the end. The head construction workers adjusts the quality and quantity of the performance of the workers. The better their performance quality, the higher the wages level they will get, and the more days they work, the more wages they will get. \u0000ABSTRAK \u0000Konsep upah menurut Ibnu Taimiyah adalah tingkat upah yang harus diberikan kepada pekerja agar dapat hidup layak di tengah-tengah masyarakat. Upah yang setara adalah balas jasa dalam bentuk uang dan sebagainya yang dibayarkan untuk membayar kinerjanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi relevansi konsep upah yang ditawarkan oleh Ibn Taimiyah dengan implementasi pengupahan buruh bangunan di Desa Pangereman, Sampang Madura . Penelitian ini mengadopsi jenis penelitian kualitatif, dimana datanya diperoleh dari kajian-kajian terkait pengupahan perspektif Ibnu Taimiyah, kemudian dilengkapi dengan hasil interview. Data yang diperoleh dijadikan bahan yang direlevansikan dengan pemikiran Ibn Taimiyah. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kepala buruh bangunan menerapkan konsep pengupahan dari sudut pandang Ibnu Taimiyah, yaitu konsep pengupahan yang adil dan jujur. Perjanjian kerja dibuat di awal dan remunerasi dilakukan di akhir. Kepala pekerja konstruksi menyesuaikan kualitas dan kuantitas kinerja pekerja. Semakin baik kualitas kinerja mereka, semakin tinggi tingkat upah yang akan mereka dapatkan, dan semakin banyak hari mereka bekerja, semakin banyak upah yang akan mereka dapatkan. \u0000 ","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"31 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89682658","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nur Rizqi Febriandika, Nabila Putri Tsany, Tipmanee Sriplod
{"title":"MARKETING STRATEGY OF GHARAR BUSINESS SCHEMES: Mystery Box on E-Commerce Shopee Platform","authors":"Nur Rizqi Febriandika, Nabila Putri Tsany, Tipmanee Sriplod","doi":"10.19105/islamuna.v9i1.6028","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v9i1.6028","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000Mystery box sale and purchase have developed into a fraudulent area, the prices and goods obtained are not appropriate, so consumers feel at a loss. This study aims to determine the marketing strategy and sales mechanism of the mystery box. The research method used in this research is descriptive qualitative with the type of research used in this study being observation by examining mystery box products in Shopee. Based on the results of the analysis carried out on the Shopee application, two types of keywords were found. The first keyword is the Mystery Box and the second keyword is the \"Misteri Box\" both have different product categories. There are ±27,000 products entitled mystery box and ±14,678 products with the name mystery box. So, it can be concluded that most of the sellers use titles with the keyword \"mystery box\". Mystery box on the Shopee site can be categorized as a marketing strategy that uses marketing segmentation without differentiating the market (Undifferentiated Marketing) and targeting in the form of full market coverage/mass market targeting. \u0000 \u0000ABSTRAK \u0000Jual beli mystery box berkembang menjadi sebuah lahan penipuan, harga dan barang yang didapat tidak sesuai sehingga konsumen merasa rugi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi marketing dan mekanisme penjualan dari mystery box. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif melalui pendekatan observasi pada produk mystery box yang ada di Shopee. Bedasarkan dari hasil analisis yang dilakukan pada aplikasi Shopee ditemukan dua jenis kata kunci, pertama adalah “Mystery box” dan kata kunci kedua adalah “Misteri Box”. Keduanya memiliki kategori produk berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 27.000 produk yang muncul jika menggunakan kata kunci “mystery box” dan terdapat terdapat 7.000 produk jika menggunakan kata kunci “misteri Box”. Sehingga, dapat disimpulkan jika kebanyakan dari penjual lebih banyak menggunakan judul dengan kata kunci “mystery box”. Strategi pemasaran produk mystery box di Shopee dapat dikategorikan sebagai strategi marketing yang menggunakan segmentasi pemasaran tanpa membedakan pasar (Undifferentiated Marketing) dan targeting berupa cakupan pasar penuh (full market coverage/mass market targeting).","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74129096","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Emilsyah Nur, Hidayatuz Zuhroh, Ahmad Nurcholis, Tulungagung RegencyEmi, Nur Hidayatuz
{"title":"FEMINISM ANALYSIS OF THE TRADITION OF THE JAMASAN PUSAKA TOMBAK KANJENG KYAI UPAS IN TULUNGAGUNG REGENCY","authors":"Emilsyah Nur, Hidayatuz Zuhroh, Ahmad Nurcholis, Tulungagung RegencyEmi, Nur Hidayatuz","doi":"10.19105/islamuna.v9i1.6181","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v9i1.6181","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000The Jamasan Heirloom tradition is an activity that is inherent in the community, namely an activity of purifying heirlooms or relics of previous ancestors. This study will review the Jamasan Heirloom tradition in Tulungagung district starting from how this tradition runs, how the procedure is carried out, and discusses why this procession can only be done and seen by men only. The role of patriarchy is very visible in this Jamasan Heirloom tradition compared to the role of women or feminists. Feminist theology will also be involved in research discussions and supported by several feminist warrior figures. A phenomenological approach is used in this work to examine social phenomena using critical analysis. Based on field observations, interviews with informants (including people who adhere to the Jamasan tradition and local community leaders), and documentation, this research uses a qualitative descriptive technique. The results of this study indicate that in the Jamasan Heirloom tradition there is injustice or inequality between the roles and status of men and women where women are placed as a second class under men. \u0000ABSTRAK \u0000Tradisi Jamasan Pusaka merupakan suatu kegiatan yang melekat pada masyarakat yaitu suatu kegiatan penyucian benda-benda pusaka atau peninggalan nenek moyang terdahulu. Penelitian ini akan mengulas tradisi Jamasan Pusaka yang ada di kabupaten tulungagung mulai dari bagaimana tradisi Jamasan Pusaka ini berjalan dan bagaimana tata cara prosesinya serta membahas mengapa prosesi ini hanya boleh dilakukan dan dilihat oleh laki-laki saja. Peran patriarki sangat terlihat dalam tradisi Jamasan Pusaka ini dibandingkan peran perempuan atau kaum feminis. Teologi Feminis juga akan disangkut pautkan dalam pembahasan yang didukung oleh beberapa tokoh-tokoh pejuang feminis. Pendekatan fenomenologis digunakan dalam karya ini untuk mengkaji fenomena-fenomena sosial dengan menggunakan analisis secara kritis. Berdasarkan observasi lapangan, wawancara dengan informan (termasuk masyarakat yang menganut tradisi jamasan dan tokoh masyarakat setempat), serta dokumentasi, penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam tradisi Jamasan Pusaka terdapat ketidak adilan atau ketidak setaraan antara peran dan status laki-laki dengan kaum perempuan di mana perempuan diletakkan sebagai second class di bawah laki-laki.","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"64 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90653873","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FRAMING IN THE NEWS HEADLINES OF THE SHIA SAMPANG CONFLICT IN THE NATIONAL AND LOCAL MASS MEDIA: A Critical Discourse Analysis","authors":"Millatuz Zakiyah, Siti Rohmah, Yulianto","doi":"10.19105/islamuna.v9i1.6533","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v9i1.6533","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000This study focuses on the news frame on the news title with the theme of the Shia conflict in Sampang. This qualitative descriptive research uses a critical paradigm. Data were obtained from Tempo.co, Kompas.com, Kabar Madura and Madura Indepth in 2011-2021. The media framed the Shia Sampang conflict in the government's frame, the Shia community's frame, and the case of intolerance. Tempo and Kompas frame the government as passive in dealing with conflicts and there is forced conversion of faith, but Kabar Madura and Madura Indepth frame the opposite. Furthermore, Tempo framed the government as being involved in intimidating Shia Sampang residents into converting their beliefs; Shia residents are framed as victims who suffer and are oppressed and peace initiators, and this conflict is a Sunni-Shia conflict. Meanwhile, Kompas framed that the government threw the responsibility for resolving the Shia Sampang conflict on other government institutions and did not anticipate the conflict; the Shia people of Sampang still empowered enough to resist; and this conflict is an internal family conflict. Kabar Madura and Madura Indepth framed that the Sampang Shia conflict had been completed, facilitated by the Sampang Regional Government and the Sampang Shia residents as citizens who were not persecuted and forced to convert. \u0000 \u0000ABSTRAK \u0000Penelitian ini fokus mengkaji bingkai berita pada judul berita bertemakan konflik Syiah di Sampang. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan paradigma kritis. Data diperoleh dari media massa nasional, Tempo.co dan Kompas.com dan media massa lokal Kabar Madura dan Madura Indepth pada tahun 2011—2021. Dengan memanfaatkan pendekatan wacana kritis, ditemukan bahwa media membingkai konflik Syiah Sampang dalam bingkai pemerintah, bingkai warga Syiah, dan bingkai kasus intoleransi. Tempo dan Kompas membingkai pemerintah pasif dalam menangani konflik dan terdapat pemaksaan perpindahan keyakinan, dan Kabar Madura dan Madura Indepth membingkai sebaliknya. Selanjutnya, Tempo membingkai pemerintah terlibat dalam intimidasi warga Syiah Sampang agar berpindah keyakinan; warga Syiah dibingkai sebagai korban yang menderita dan terdzolimi dan inisiator perdamaian, dan konflik ini adalah konflik Sunni-Syiah. Sementara itu, Kompas membingkai pemerintah melemparkan tanggung jawab penyelesaian konflik Syiah Sampang pada lembaga pemerintahan yang lain dan tidak mengantisipasi konflik dan warga Syiah Sampang merupakan korban yang masih cukup berdaya untuk melakukan penolakan. Konflik ini merupakan konflik internal keluarga. Kabar Madura dan Madura Indepth membingkai konflik Syiah Sampang sudah selesai difasilitasi Pemerintah Daerah Sampang dan warga Syiah Sampang sebagai warga negara yang tidak didzholimi dan dipaksa berpindah keyakinan.","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"59 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89348514","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}