{"title":"FRAMING IN THE NEWS HEADLINES OF THE SHIA SAMPANG CONFLICT IN THE NATIONAL AND LOCAL MASS MEDIA: A Critical Discourse Analysis","authors":"Millatuz Zakiyah, Siti Rohmah, Yulianto","doi":"10.19105/islamuna.v9i1.6533","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"ABSTRACT \nThis study focuses on the news frame on the news title with the theme of the Shia conflict in Sampang. This qualitative descriptive research uses a critical paradigm. Data were obtained from Tempo.co, Kompas.com, Kabar Madura and Madura Indepth in 2011-2021. The media framed the Shia Sampang conflict in the government's frame, the Shia community's frame, and the case of intolerance. Tempo and Kompas frame the government as passive in dealing with conflicts and there is forced conversion of faith, but Kabar Madura and Madura Indepth frame the opposite. Furthermore, Tempo framed the government as being involved in intimidating Shia Sampang residents into converting their beliefs; Shia residents are framed as victims who suffer and are oppressed and peace initiators, and this conflict is a Sunni-Shia conflict. Meanwhile, Kompas framed that the government threw the responsibility for resolving the Shia Sampang conflict on other government institutions and did not anticipate the conflict; the Shia people of Sampang still empowered enough to resist; and this conflict is an internal family conflict. Kabar Madura and Madura Indepth framed that the Sampang Shia conflict had been completed, facilitated by the Sampang Regional Government and the Sampang Shia residents as citizens who were not persecuted and forced to convert. \n \nABSTRAK \nPenelitian ini fokus mengkaji bingkai berita pada judul berita bertemakan konflik Syiah di Sampang. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan paradigma kritis. Data diperoleh dari media massa nasional, Tempo.co dan Kompas.com dan media massa lokal Kabar Madura dan Madura Indepth pada tahun 2011—2021. Dengan memanfaatkan pendekatan wacana kritis, ditemukan bahwa media membingkai konflik Syiah Sampang dalam bingkai pemerintah, bingkai warga Syiah, dan bingkai kasus intoleransi. Tempo dan Kompas membingkai pemerintah pasif dalam menangani konflik dan terdapat pemaksaan perpindahan keyakinan, dan Kabar Madura dan Madura Indepth membingkai sebaliknya. Selanjutnya, Tempo membingkai pemerintah terlibat dalam intimidasi warga Syiah Sampang agar berpindah keyakinan; warga Syiah dibingkai sebagai korban yang menderita dan terdzolimi dan inisiator perdamaian, dan konflik ini adalah konflik Sunni-Syiah. Sementara itu, Kompas membingkai pemerintah melemparkan tanggung jawab penyelesaian konflik Syiah Sampang pada lembaga pemerintahan yang lain dan tidak mengantisipasi konflik dan warga Syiah Sampang merupakan korban yang masih cukup berdaya untuk melakukan penolakan. Konflik ini merupakan konflik internal keluarga. Kabar Madura dan Madura Indepth membingkai konflik Syiah Sampang sudah selesai difasilitasi Pemerintah Daerah Sampang dan warga Syiah Sampang sebagai warga negara yang tidak didzholimi dan dipaksa berpindah keyakinan.","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"59 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Islamuna Jurnal Studi Islam","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v9i1.6533","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
ABSTRACT
This study focuses on the news frame on the news title with the theme of the Shia conflict in Sampang. This qualitative descriptive research uses a critical paradigm. Data were obtained from Tempo.co, Kompas.com, Kabar Madura and Madura Indepth in 2011-2021. The media framed the Shia Sampang conflict in the government's frame, the Shia community's frame, and the case of intolerance. Tempo and Kompas frame the government as passive in dealing with conflicts and there is forced conversion of faith, but Kabar Madura and Madura Indepth frame the opposite. Furthermore, Tempo framed the government as being involved in intimidating Shia Sampang residents into converting their beliefs; Shia residents are framed as victims who suffer and are oppressed and peace initiators, and this conflict is a Sunni-Shia conflict. Meanwhile, Kompas framed that the government threw the responsibility for resolving the Shia Sampang conflict on other government institutions and did not anticipate the conflict; the Shia people of Sampang still empowered enough to resist; and this conflict is an internal family conflict. Kabar Madura and Madura Indepth framed that the Sampang Shia conflict had been completed, facilitated by the Sampang Regional Government and the Sampang Shia residents as citizens who were not persecuted and forced to convert.
ABSTRAK
Penelitian ini fokus mengkaji bingkai berita pada judul berita bertemakan konflik Syiah di Sampang. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan paradigma kritis. Data diperoleh dari media massa nasional, Tempo.co dan Kompas.com dan media massa lokal Kabar Madura dan Madura Indepth pada tahun 2011—2021. Dengan memanfaatkan pendekatan wacana kritis, ditemukan bahwa media membingkai konflik Syiah Sampang dalam bingkai pemerintah, bingkai warga Syiah, dan bingkai kasus intoleransi. Tempo dan Kompas membingkai pemerintah pasif dalam menangani konflik dan terdapat pemaksaan perpindahan keyakinan, dan Kabar Madura dan Madura Indepth membingkai sebaliknya. Selanjutnya, Tempo membingkai pemerintah terlibat dalam intimidasi warga Syiah Sampang agar berpindah keyakinan; warga Syiah dibingkai sebagai korban yang menderita dan terdzolimi dan inisiator perdamaian, dan konflik ini adalah konflik Sunni-Syiah. Sementara itu, Kompas membingkai pemerintah melemparkan tanggung jawab penyelesaian konflik Syiah Sampang pada lembaga pemerintahan yang lain dan tidak mengantisipasi konflik dan warga Syiah Sampang merupakan korban yang masih cukup berdaya untuk melakukan penolakan. Konflik ini merupakan konflik internal keluarga. Kabar Madura dan Madura Indepth membingkai konflik Syiah Sampang sudah selesai difasilitasi Pemerintah Daerah Sampang dan warga Syiah Sampang sebagai warga negara yang tidak didzholimi dan dipaksa berpindah keyakinan.
摘要本研究主要研究以三邦什叶派冲突为主题的新闻标题的新闻框架。这种定性描述性研究使用了一种批判范式。数据来自Tempo。co, Kompas.com, Kabar Madura和Madura depth在2011-2021年。媒体用政府的框架、什叶派社区的框架和不宽容的案例来框定什叶派桑邦冲突。Tempo和Kompas认为政府在处理冲突时是被动的,并且存在强迫信仰的转变,但Kabar Madura和Madura depth则相反。此外,Tempo还诬陷政府参与恐吓什叶派Sampang居民,迫使他们改变信仰;什叶派居民被诬陷为遭受苦难和被压迫的受害者和和平倡议者,这场冲突是逊尼派与什叶派的冲突。与此同时,孔帕斯指责政府将解决什叶派三邦冲突的责任推给了其他政府机构,没有预料到冲突的发生;萨姆邦的什叶派人民仍然有足够的力量进行抵抗;这种冲突是家庭内部的冲突。Kabar Madura和Madura depth认为,在Sampang地区政府和Sampang什叶派居民的推动下,Sampang什叶派冲突已经结束,因为他们没有受到迫害和被迫改变信仰。【摘要】海南海南海南海南海南海南海南海南海南海南海南海南海南海南海南。Penelitian描写的质量论与范式批判。数据传输,海量媒体,海量国家,节奏。dan Kompas.com dan media massa local Kabar Madura dan Madura深度pada tahun 2011-2021。Dengan memanfaatkan pendekatan wacana kritis, ditemukan bahwa媒体成员bingkai konflik Syiah Sampang dalam bingkai pemerintah, bingkai warga Syiah, dan bingkai kasus intoleris。Tempo dan Kompas membingkai pemerintah pasif dalam menangani konflik dan terdapat pemaksaan perpindahan keyakinan, dan Kabar Madura dan Madura深度membingkai sebaliknya。Selanjutnya, Tempo membingkai pemerintah terlibat dalam intimidasi warga Syiah Sampang agar berpindah keyakinan;叙利亚反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派反对派。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,Konflik ini merupakan Konflik internal keluarga。Kabar Madura dan Madura深度成员,kai konflik syya Sampang sudah selesai difasiliti Pemerintah Daerah Sampang danwarga syya Sampang sebagai warga negara yang tidak didzhholimi dan dipaksa berpindah keyakinan。