GLASS CEILING IN THE WORLD OF WORK (Burhani Epistemology Perspective)

Alif Nur Fitriyani, Achmad Khudori Soleh
{"title":"GLASS CEILING IN THE WORLD OF WORK (Burhani Epistemology Perspective)","authors":"Alif Nur Fitriyani, Achmad Khudori Soleh","doi":"10.19105/islamuna.v9i2.7001","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"In addition to discrimination, the lack of respect for women's skills and the difficulty of women to get and achieve positions equal to or even higher than men in the world of work make many women tend to stay at home and refuse to enter the labor market. The purpose of this research is that women avoid the glass ceiling from a rational Burhani perspective in the contemporary era and not be studied only by textual studies. The research method used is descriptive analysis with Burhani epistemological syllogism, which is reviewed by literature from books, journals, and literature so that it uses a qualitative approach in the results. The results of the study state that the Glass ceiling phenomenon for women in the world of work is the influence of factors that still uphold patriarchy and only see it from the perspective of the text. In contrast to Burhani who uses reason (ratio). He views that women also have the same rights and share in the work and position of women in the world of work according to their abilities. The implication of this research is leadership, a taboo subject, and even other positive things that are not found in the leadership or performance of men. So that there will be other women who become leaders in the era of modernization in various fields of work. \n  \nABSTRAK \nSelain diskriminasi, kurangnya penghargaan terhadap keterampilan perempuan dan sulitnya perempuan untuk mendapatkan dan mencapai posisi yang sama atau bahkan lebih tinggi dari laki-laki di dunia kerja membuat banyak perempuan cenderung tinggal di rumah dan menolak memasuki pasar kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah agar perempuan terhindar dari glass ceiling dipahami dari perspektif burhani secara rasional di era kontemporer dan tidak hanya dikaji dengan kajian tekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan silogisme epistimologi burhani, yang dikaji secara kepustakaan dari buku, jurnal, dan literatur sehingga menggunakan pendekatan kualitatif dalam hasilnya. Hasil penelitian menyatakan bahwa fenomena Glass ceiling bagi perempuan di dunia kerja merupakan pengaruh dari faktor-faktor yang masih menjunjung tinggi patriarki dan hanya melihatnya dari perspektif teks. Berbeda dengan Burhani yang menggunakan akal (rasio). Ia memandang bahwa perempuan juga memiliki hak dan andil yang sama dalam pekerjaan dan kedudukan perempuan di dunia kerja sesuai dengan kemampuannya. Implikasi dari penelitian ini adalah Kepemimpinan perempuan bukanlah hal yang tabu, bahkan ada hal positif lain yang tidak ditemukan dalam kepemimpinan atau kinerja laki-laki. Sehingga akan ada perempuan-perempuan lain yang menjadi pemimpin di era modernisasi ini dalam berbagai bidang kerja.","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"208 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Islamuna Jurnal Studi Islam","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v9i2.7001","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

In addition to discrimination, the lack of respect for women's skills and the difficulty of women to get and achieve positions equal to or even higher than men in the world of work make many women tend to stay at home and refuse to enter the labor market. The purpose of this research is that women avoid the glass ceiling from a rational Burhani perspective in the contemporary era and not be studied only by textual studies. The research method used is descriptive analysis with Burhani epistemological syllogism, which is reviewed by literature from books, journals, and literature so that it uses a qualitative approach in the results. The results of the study state that the Glass ceiling phenomenon for women in the world of work is the influence of factors that still uphold patriarchy and only see it from the perspective of the text. In contrast to Burhani who uses reason (ratio). He views that women also have the same rights and share in the work and position of women in the world of work according to their abilities. The implication of this research is leadership, a taboo subject, and even other positive things that are not found in the leadership or performance of men. So that there will be other women who become leaders in the era of modernization in various fields of work.   ABSTRAK Selain diskriminasi, kurangnya penghargaan terhadap keterampilan perempuan dan sulitnya perempuan untuk mendapatkan dan mencapai posisi yang sama atau bahkan lebih tinggi dari laki-laki di dunia kerja membuat banyak perempuan cenderung tinggal di rumah dan menolak memasuki pasar kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah agar perempuan terhindar dari glass ceiling dipahami dari perspektif burhani secara rasional di era kontemporer dan tidak hanya dikaji dengan kajian tekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan silogisme epistimologi burhani, yang dikaji secara kepustakaan dari buku, jurnal, dan literatur sehingga menggunakan pendekatan kualitatif dalam hasilnya. Hasil penelitian menyatakan bahwa fenomena Glass ceiling bagi perempuan di dunia kerja merupakan pengaruh dari faktor-faktor yang masih menjunjung tinggi patriarki dan hanya melihatnya dari perspektif teks. Berbeda dengan Burhani yang menggunakan akal (rasio). Ia memandang bahwa perempuan juga memiliki hak dan andil yang sama dalam pekerjaan dan kedudukan perempuan di dunia kerja sesuai dengan kemampuannya. Implikasi dari penelitian ini adalah Kepemimpinan perempuan bukanlah hal yang tabu, bahkan ada hal positif lain yang tidak ditemukan dalam kepemimpinan atau kinerja laki-laki. Sehingga akan ada perempuan-perempuan lain yang menjadi pemimpin di era modernisasi ini dalam berbagai bidang kerja.
工作世界中的玻璃天花板(布尔哈尼认识论视角)
除了歧视之外,由于缺乏对女性技能的尊重,以及女性很难在职场中获得与男性相当甚至更高的职位,使得许多女性倾向于呆在家里,拒绝进入劳动力市场。本研究的目的在于从理性的布尔哈尼视角出发,在当代回避女性的玻璃天花板,而不是仅仅通过文本研究。使用的研究方法是用Burhani认识论三段论进行描述性分析,该方法通过书籍,期刊和文献中的文献进行审查,因此它在结果中使用定性方法。研究结果表明,女性在工作领域的玻璃天花板现象是仍然坚持父权制的因素的影响,只从文本的角度来看。与使用理性(比率)的布尔哈尼相反。他认为,妇女也有同样的权利,并根据她们的能力参与工作和在工作领域中的地位。这项研究的含义是领导力,一个禁忌话题,甚至是其他积极的东西,在男性的领导或表现中找不到。这样就会有其他女性成为现代化时代各个工作领域的领导者。ABSTRAK Selain diskriminasi, kurangnya penghargaan terhadap keterampilan perempuan丹sulitnya perempuan为她mendapatkan丹mencapai posisi杨央行atau bahkan lebih丁宜受困达里语laki-laki di杜尼娅kerja membuat banyak perempuan cenderung tinggal di名叫丹menolak memasuki白沙kerja。图juan dari penelitian ini adalah agar perempuan terhindar dari玻璃天花板dipahami dari透视图burhani secara理性di era kontemporer dan tidak hanya dikaji dengan kajian tekstual。[2]方法分析,杨迪库纳坎的数据特征分析,哲学认识论的分析,杨迪库纳坎的数据特征分析和数据特征分析,学术期刊,文献分析,孟家库纳坎的数据特征分析。玻璃天花板,玻璃天花板,玻璃天花板,玻璃天花板,玻璃天花板,玻璃天花板,玻璃天花板,玻璃天花板,玻璃天花板,玻璃天花板,玻璃天花板Berbeda dengan Burhani yang menggunakan akal (rasio)。我爱你,我爱你,我爱你,我爱你,我爱你,我爱你。这句话的意思是说:“我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说。”sehinga akan ada perempuan-perempuan lain yang menjadi pemimpin di era modernisasi ini dalam berbagai bidang kerja。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
6
审稿时长
16 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书