{"title":"Memori Kolektif dalam Novel Secangkir Teh Melati","authors":"Mohamad Akbar Pangestu","doi":"10.26499/jentera.v10i2.2010","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/jentera.v10i2.2010","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48721929","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pandangan Dunia William Faulkner dalam Cerpen A Rose For Emily (Kajian Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann)","authors":"Kahar Dwi Prihantono","doi":"10.26499/jentera.v10i2.957","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/jentera.v10i2.957","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43317939","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pradicta Nurhuda, Novi Anoegrajekti, Siti Gomo Attas
{"title":"Nilai Moral dan Budaya dalam Cerita Rakyat Sakera dari Pasuruan","authors":"Pradicta Nurhuda, Novi Anoegrajekti, Siti Gomo Attas","doi":"10.26499/jentera.v10i2.4364","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/jentera.v10i2.4364","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44354520","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"NASIONALISME CHAIRIL ANWAR","authors":"Radea Hafidh Rakata Iskandar, B. I. Pratama","doi":"10.26499/jentera.v10i2.926","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/jentera.v10i2.926","url":null,"abstract":"Chairil Anwar adalah sastrawan besar yang hidup pada masa perjuangan bangsaIndonesia. Hal ini memungkinkan baginya untuk menulis pesan-pesan nasionalis dalam puisi- puisinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk membongkar nasionalisme Chairil Anwar yang tertuang dalam puisi-puisinya. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan metode Hermeneutika Filosofis Hans-Georg Gadamer yang didukung dengan Analisis Wacana Kritis Teeun A. Van Dijk untuk menyingkap bagaimana Chairil Anwar memahami praktik ideologi nasionalisme pada masa tersebut dan kemudian menuangkannya dalam puisi-puisinya. Unit data yang dianalisis adalah puisi-puisinya yang bertema nasionalis yang ditulis dalam rentang waktu 1942-1949 sebanyak 13 puisi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa puisi-puisi tersebut merepresentasikan pemikiran nasionalisme Chairil Anwar. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari kognisi individu dan konteks sosial terhadap proses penciptaan puisi.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46555085","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"THE PRESS HISTORY REPRESENTATION BEFORE AND AFTER INDONESIA'S INDEPENDECE IN MENCARI SARANG ANGIN NOVEL","authors":"Khoirul Mttaqin","doi":"10.26499/jentera.v10i1.2903","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/jentera.v10i1.2903","url":null,"abstract":"Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi sejarah pers di masa sebelum kemerdekaan dan pascakemerdekaan Indonesia dalam novel Mencari Sarang Angin karya Suparto Brata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah. Dalam penelitian ini dimanfaatan teori new historicism . Hasil penelitan ini adalah paparan analisis representasi sejarah pers di masa Hindia-Belanda, Jepang, masa kemerdekaan, dan sampai masa pemberotakan PKI. Representasi sejarah tersebut berkaitan dengan peran penting pers. Pers digambarkan mempunyai posisi strategis dalam kemerdekaan dan kesatuan Indonesia. Hal itu mencerminan bahwa representasi sejarah ini merupakan wujud perlawanan terhadap pemerintah Orde Baru yang sangat membatasi pers. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dala novel Mencari Sarang Angin disusun sebuah sejarah baru yang memposisikan pers sebagai lembaga utama yang berjasa dalam kemerdekaan dan kesatuan Indonesia. Abstra ct: This study aims to analyze the the press history representation before and after Indonesia's independece in Mencari Sarang Angin novel by Suparto Brata. This study is a qualitative study with a historical approach. In this study, the theory of new historicism is utilized. The result of this study is an analysis of press history representation of Hindia Belanda, Japan, the Independence Period, until the PKI rebellion. This historical representation is related to the important role of the press. The press is depicted to have a strategic position in Indonesia's independence and unity. This reflects that historical representation is a form of resistance against Orde Baru government which severely restricted the press. Therefore, it can be concluded that in the novel Mencari Sarang Angin a new history was compiled that positioned the press as the main institution that contributed to Indonesia's independence and unity.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49312436","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"REPRESENTASI IDENTITAS dan DEMOKRASI DALAM TRADISI LISAN DI WILAYAH 3T (MENTAWAI dan NIAS)","authors":"S. Sunarti","doi":"10.26499/jentera.v10i1.3605","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/jentera.v10i1.3605","url":null,"abstract":"Penelitian ini fokus pada persoalan identitas dan demokrasi di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal dengan asumsi bahwa masyarakat 3T merupakan masyarakat yang masih hidup dengan nilai-nilai tradisional dan tertinggal secara ekonomi seperti hak ekosob (ekonomi, sosial, dan budaya). Ketertinggalan pada hak ekosob akan berujung pada ketiadaaan kesetaraan hak sebagai warga negara Indonesia. Untuk mengetahui identitas pada masyarakat di wilayah 3T adalah melalui penggalian cerita asal-usul nenek moyang dan suku bangsa yang biasanya masih tersimpan dalam ingatan para penutur dan pemilik cerita tersebut seperti pada masyarakat Mentawai dan Nias. Melalui cerita asal-usul tersebut juga akan digali bagaimana nenek moyang pada kedua masyarakat di Mentawai dan Nias mewariskan cara menyelesaikan konflik dan perbedaan yang terjadi di tengah mereka. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melaluI kerja lapangan (field research). Data yang tersimpan dalam ingatan masyarakat akan dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam dan perekaman, baik secara auditif maupun visual. Hasil dari penelitian diharapkan diperoleh gambaran identitas dan demokrasi yang tersimpan dalam tradisi lisan yang dimiliki oleh masyarakat di wilayah 3T seperti di Mentawa dan Nias. Nilai-nilai lokal yang merepresentasikan identitas dan demokrasi tersebut biasanya dilegalkan dalam sebuah lembaga adat milik masyarakat tersebut. Satu cara bermusyawarah dan mufakat yang disebut dengan Orahu milik masyarakat dari desa Hilinawalo Batusalawa, Nias Selatan adalah model demokrasi lokal yang berhasil ditemukan dalam penelitian ini. Orahu membuktikan bahwa praktik bermusyawarah mufakat dalam penyelesaian konflik masih digunakan oleh masyarakat tradisi di wilayah 3T. Hasil dari penelitian ini juga bertujuan mendukung komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran, memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan pendidikan demokrasi berbasis tradisi lisan di wilayah 3T.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49483723","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUKUM TARIK-MENARIK DALAM NOVEL KLASIK UNDER THE GREENWOOD TREE KARYA THOMAS HARDY","authors":"Ayu Fitri Kusumaningrum","doi":"10.26499/jentera.v10i1.3492","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/jentera.v10i1.3492","url":null,"abstract":"Paulo Coelho dalam buku The Alchemist pernah berkata bahwa, “ketika kamu menginginkan sesuatu, alam semesta berkonspirasi untuk membantumu mencapainya.” Mendapatkan apa yang diinginkan pada praktiknya tidak sesederhana itu. Dalam Under The Greenwood Tree , Dick Dewy tidak hanya menginginkan Fancy Day sebatas keinginan saja. Dick harus melakukan beberapa hal guna memastikan Fancy jatuh ke dalam pelukannya. Hukum tarik-menarik ( the law of attraction ) yang menjadi dasar rujukan penelitian ini bekerja secara universal menarik ke dalam kehidupan seseorang, apa pun (baik positif maupun negatif) yang orang itu berikan perhatian, energi, dan fokus. Menggunakan novel romance klasik karya Thomas Hardy, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan upaya-upaya Dick dalam mendapatkan Fancy. Penggunaan metode kualitatif dan teori the law of attraction yang dikembangkan Michael J. Losier membuat penelitian ini menemukan bahwa Dick menerapkan tiga proses dalam the law of attraction dalam mendapatkan Fancy. Tiga proses tersebut adalah law of attraction , law of creating , dan law of allowing . Kata-kata kunci: Hukum Tarik-Menarik, Thomas Hardy, Era Victoria, Sastra Banding, Michael J. Losier.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45449497","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"WISRAN HADI, REPRESENTASI PADRI, & SUARA-SUARA MODERASI: TELAAH ATAS EMPAT NASKAH SANDIWARA","authors":"Dedi Arsa","doi":"10.26499/jentera.v10i1.2613","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/jentera.v10i1.2613","url":null,"abstract":"Artikel ini menelaah empat lakon sandiwara yang terkumpul dalam Empat Lakon Perang Paderi karya Wisran Hadi . Empat lakon ini berbicara tentang suatu periode penting (lagi krisis) dalam sejarah Islam di Minangkabau. Menggunakan pendekatan neo-historisisme, artikel ini melihat gagasan moderasi Islam yang diusung pengarangnya dalam citra-citra tentang tokoh-tokoh Padri yang ditampilkan pada keempat lakon. Menjawabnya sekaligus akan memperlihatkan wacana keislaman yang diketengahkan Wisran Hadi di dalamnya. Dari hasil pengkajian ditemukan bahwa keempat lakon ini merupakan representasi Wisran atas keempat tokoh Padri (tokoh-tokoh utama Padri: Tuanku nan Tuo, Tuanku nan Renceh, Tuanku Imam Bonjol, & Tuanku Sembahyang). Representasi Wisran atas mereka tampak punya garis yang sewarna: representasi Padri yang korektif dan evaluatif atas keradikalan gerakan yang dicetuskan dari dan oleh kalangan mereka sendiri. Di tengah bangkitnya radikalisme agama dan kekerasan atas nama Tuhan, Wisran tetap memenangkan akal-sehat, kewajaran, dan kepatutan sebagai puncak dari praktik menuju kebenaran. Yang dimenangkannya, dalam konteks ini, adalah suara-suara tokoh-tokohnya yang moderat yang menawarkan jalan-jalan akomodatif untuk mengubah masyarakat, sementara suara-suara yang menginginkan perubahan cepat dengan gerakan kekerasan sebagai pilihan dibuatnya acap tidak berdaya di hadapan suara-suara yang pertama. Tokoh-tokoh radikal mengakui kekeliruan dari kekerasan tindakan mereka dan ‘menyerah’ bersalah di hadapan suara-suara yang lebih moderat. Representasi itu terhubung dengan latar sosial dan politik (semangat zaman) ketika keempat lakon itu ditulis dan terhubung pula dengan latar belakang pengarangnya secara biografis.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45774014","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"REPRESENTASI BUDAYA DALAM NOVEL BOENGA ROOS DARI TJIKEMBANG","authors":"Syihaabul Hudaa","doi":"10.26499/jentera.v10i1.3316","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/jentera.v10i1.3316","url":null,"abstract":"Novel bukan hanya menyajikan unsur seni, melainkan unsur budaya, sejarah, dan nilai estetik lainnya melalui bahasa. Akan tetapi, tidak semua pembaca menemukan nilai tersebut dan sekadar menikmati cerita yang dituliskan oleh penulisnya. Tujuan penulisan artikel ini untuk menemukan nilai budaya apa saja yang terdapat di dalam novel Boenga Roos dari Tjikembang karya Kwee Tek Hoay yang merupakan keturunan Tionghoa. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis kualitatif deskriptif di mana peneliti memaparkan hasil penelitiannya menggunakan teks secara deskriptif. Kemudian, peneliti menggunakan pendekatan di dalam penelitian berupa analisis isi dengan memfokuskan pada novel dengan melakukan kajian objektif. Kajian objektif dipilih karena peneliti dapat menelaah secara mendalam nilai-nilai yang terdapat di dalam novel tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan unsur kebudayaan Sunda, Jawa, dan Tionghoa dalam novel Boenga Roos dari Tjikembang .","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49238294","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Citra Ibu dalam Karya Sastra Anak Indonesia: Kajian Feminisme","authors":"Ema Apriyani, Yenni Hayati","doi":"10.26499/jentera.v10i1.3110","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/jentera.v10i1.3110","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan sebagai ibu yang digambarkan oleh pengarang anak-anak dalam kumpulan cerpen Surga di Tangan Ibu. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan kata-kata dan kemudian diinterpretasikan dalam pembahasan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan. Objek penelitian adalah citra ibu dalam kumpulan cerpen Surga di Tangan Ibu seri Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kritik sastra feminisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengarang anak-anak menggambarkan sosok ibu sebagai ibu super sabar, ibu rumah tangga, ibu yang pekerja keras, ibu sebagai ibu tiri,dan ibu yang rela berkorban demi anaknya. Pengarang anak dalam menciptakan karya sastra cenderung menampilkan citra ibu berdasarkan pengamatan dan pengalaman yang pernah dialami bersama ibu.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42352102","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}