REPRESENTASI IDENTITAS dan DEMOKRASI DALAM TRADISI LISAN DI WILAYAH 3T (MENTAWAI dan NIAS)

S. Sunarti
{"title":"REPRESENTASI IDENTITAS dan DEMOKRASI DALAM TRADISI LISAN DI WILAYAH 3T (MENTAWAI dan NIAS)","authors":"S. Sunarti","doi":"10.26499/jentera.v10i1.3605","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini fokus pada persoalan identitas dan demokrasi di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal dengan asumsi bahwa masyarakat 3T merupakan masyarakat yang masih hidup dengan nilai-nilai tradisional dan tertinggal secara ekonomi seperti hak ekosob (ekonomi, sosial, dan budaya). Ketertinggalan pada hak ekosob akan berujung pada ketiadaaan kesetaraan hak sebagai warga negara Indonesia. Untuk mengetahui identitas pada masyarakat di wilayah 3T adalah melalui penggalian cerita asal-usul nenek moyang dan suku bangsa yang biasanya masih tersimpan dalam ingatan para penutur dan pemilik cerita tersebut seperti pada masyarakat Mentawai dan Nias. Melalui cerita asal-usul tersebut juga akan digali bagaimana nenek moyang pada kedua masyarakat di Mentawai dan Nias mewariskan cara menyelesaikan konflik dan perbedaan yang terjadi di tengah mereka. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melaluI kerja lapangan (field research). Data yang tersimpan dalam ingatan masyarakat akan dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam dan perekaman, baik secara auditif maupun visual. Hasil dari penelitian diharapkan diperoleh gambaran identitas dan demokrasi yang tersimpan dalam tradisi lisan yang dimiliki oleh masyarakat di wilayah 3T seperti di Mentawa dan Nias. Nilai-nilai lokal yang merepresentasikan identitas dan demokrasi tersebut biasanya dilegalkan dalam sebuah lembaga adat milik masyarakat tersebut. Satu cara bermusyawarah dan mufakat yang disebut dengan Orahu milik masyarakat dari desa Hilinawalo Batusalawa, Nias Selatan adalah model demokrasi lokal yang berhasil ditemukan dalam penelitian ini. Orahu membuktikan bahwa praktik bermusyawarah mufakat dalam penyelesaian konflik masih digunakan oleh masyarakat tradisi di wilayah 3T. Hasil dari penelitian ini juga bertujuan mendukung komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran, memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan pendidikan demokrasi berbasis tradisi lisan di wilayah 3T.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26499/jentera.v10i1.3605","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Penelitian ini fokus pada persoalan identitas dan demokrasi di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal dengan asumsi bahwa masyarakat 3T merupakan masyarakat yang masih hidup dengan nilai-nilai tradisional dan tertinggal secara ekonomi seperti hak ekosob (ekonomi, sosial, dan budaya). Ketertinggalan pada hak ekosob akan berujung pada ketiadaaan kesetaraan hak sebagai warga negara Indonesia. Untuk mengetahui identitas pada masyarakat di wilayah 3T adalah melalui penggalian cerita asal-usul nenek moyang dan suku bangsa yang biasanya masih tersimpan dalam ingatan para penutur dan pemilik cerita tersebut seperti pada masyarakat Mentawai dan Nias. Melalui cerita asal-usul tersebut juga akan digali bagaimana nenek moyang pada kedua masyarakat di Mentawai dan Nias mewariskan cara menyelesaikan konflik dan perbedaan yang terjadi di tengah mereka. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melaluI kerja lapangan (field research). Data yang tersimpan dalam ingatan masyarakat akan dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam dan perekaman, baik secara auditif maupun visual. Hasil dari penelitian diharapkan diperoleh gambaran identitas dan demokrasi yang tersimpan dalam tradisi lisan yang dimiliki oleh masyarakat di wilayah 3T seperti di Mentawa dan Nias. Nilai-nilai lokal yang merepresentasikan identitas dan demokrasi tersebut biasanya dilegalkan dalam sebuah lembaga adat milik masyarakat tersebut. Satu cara bermusyawarah dan mufakat yang disebut dengan Orahu milik masyarakat dari desa Hilinawalo Batusalawa, Nias Selatan adalah model demokrasi lokal yang berhasil ditemukan dalam penelitian ini. Orahu membuktikan bahwa praktik bermusyawarah mufakat dalam penyelesaian konflik masih digunakan oleh masyarakat tradisi di wilayah 3T. Hasil dari penelitian ini juga bertujuan mendukung komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran, memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan pendidikan demokrasi berbasis tradisi lisan di wilayah 3T.
《威拉雅3T》中利桑传统中的身份与民主表征(信息与NIAS)
本研究关注3T中的身份和民主问题(前景、前景和左派),假设3T是一个仍然生活在传统价值观中的社会,在经济上被视为生态权利(经济、社会和文化)。生态权利的遗产将取决于印尼公民权利的不平等。要找出3T中人们的身份,需要挖掘祖先和部落的起源,这些起源通常仍存储在演讲者和讲故事者的记忆中,就像在笑声和尼亚斯社会中一样。还将探讨笑和尼亚斯两个社区的祖先是如何继承解决他们之间冲突和分歧的方法的。至于本研究所采用的方法是描述性的定性方法。数据是通过实地调查收集的。存储在公众记忆中的数据将通过深度采访和录音技术收集,包括听觉和视觉。研究结果有望获得存储在笑和尼亚斯等3T地区人民语言传统中的身份和民主形象。代表这些身份和民主的地方价值观通常在法律上被允许进入社区的海关。在这项研究中发现的一种向南尼亚斯Hilinawalo Batusalawa村的人们提供和补偿的方式是一种成功的地方民主模式。人们证明,3T地区的传统社会仍在使用在解决冲突中提供多方面投标的做法。这项研究的结果还旨在支持政府致力于从郊区建设印度尼西亚,通过基于3T地区语言传统的民主教育政策加强印度尼西亚的社会恢复。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
16
审稿时长
6 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书