WISRAN HADI, REPRESENTASI PADRI, & SUARA-SUARA MODERASI: TELAAH ATAS EMPAT NASKAH SANDIWARA

Dedi Arsa
{"title":"WISRAN HADI, REPRESENTASI PADRI, & SUARA-SUARA MODERASI: TELAAH ATAS EMPAT NASKAH SANDIWARA","authors":"Dedi Arsa","doi":"10.26499/jentera.v10i1.2613","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Artikel ini menelaah empat lakon sandiwara yang terkumpul dalam Empat Lakon Perang Paderi karya Wisran Hadi . Empat lakon ini berbicara tentang suatu periode penting (lagi krisis) dalam sejarah Islam di Minangkabau. Menggunakan pendekatan neo-historisisme, artikel ini melihat gagasan moderasi Islam yang diusung pengarangnya dalam citra-citra tentang tokoh-tokoh Padri yang ditampilkan pada keempat lakon. Menjawabnya sekaligus akan memperlihatkan wacana keislaman yang diketengahkan Wisran Hadi di dalamnya. Dari hasil pengkajian ditemukan bahwa keempat lakon ini merupakan representasi Wisran atas keempat tokoh Padri (tokoh-tokoh utama Padri: Tuanku nan Tuo, Tuanku nan Renceh, Tuanku Imam Bonjol, & Tuanku Sembahyang). Representasi Wisran atas mereka tampak punya garis yang sewarna: representasi Padri yang korektif dan evaluatif atas keradikalan gerakan yang dicetuskan dari dan oleh kalangan mereka sendiri. Di tengah bangkitnya radikalisme agama dan kekerasan atas nama Tuhan, Wisran tetap memenangkan akal-sehat, kewajaran, dan kepatutan sebagai puncak dari praktik menuju kebenaran. Yang dimenangkannya, dalam konteks ini, adalah suara-suara tokoh-tokohnya yang moderat yang menawarkan jalan-jalan akomodatif untuk mengubah masyarakat, sementara suara-suara yang menginginkan perubahan cepat dengan gerakan kekerasan sebagai pilihan dibuatnya acap tidak berdaya di hadapan suara-suara yang pertama. Tokoh-tokoh radikal mengakui kekeliruan dari kekerasan tindakan mereka dan ‘menyerah’ bersalah di hadapan suara-suara yang lebih moderat. Representasi itu terhubung dengan latar sosial dan politik (semangat zaman) ketika keempat lakon itu ditulis dan terhubung pula dengan latar belakang pengarangnya secara biografis.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26499/jentera.v10i1.2613","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Artikel ini menelaah empat lakon sandiwara yang terkumpul dalam Empat Lakon Perang Paderi karya Wisran Hadi . Empat lakon ini berbicara tentang suatu periode penting (lagi krisis) dalam sejarah Islam di Minangkabau. Menggunakan pendekatan neo-historisisme, artikel ini melihat gagasan moderasi Islam yang diusung pengarangnya dalam citra-citra tentang tokoh-tokoh Padri yang ditampilkan pada keempat lakon. Menjawabnya sekaligus akan memperlihatkan wacana keislaman yang diketengahkan Wisran Hadi di dalamnya. Dari hasil pengkajian ditemukan bahwa keempat lakon ini merupakan representasi Wisran atas keempat tokoh Padri (tokoh-tokoh utama Padri: Tuanku nan Tuo, Tuanku nan Renceh, Tuanku Imam Bonjol, & Tuanku Sembahyang). Representasi Wisran atas mereka tampak punya garis yang sewarna: representasi Padri yang korektif dan evaluatif atas keradikalan gerakan yang dicetuskan dari dan oleh kalangan mereka sendiri. Di tengah bangkitnya radikalisme agama dan kekerasan atas nama Tuhan, Wisran tetap memenangkan akal-sehat, kewajaran, dan kepatutan sebagai puncak dari praktik menuju kebenaran. Yang dimenangkannya, dalam konteks ini, adalah suara-suara tokoh-tokohnya yang moderat yang menawarkan jalan-jalan akomodatif untuk mengubah masyarakat, sementara suara-suara yang menginginkan perubahan cepat dengan gerakan kekerasan sebagai pilihan dibuatnya acap tidak berdaya di hadapan suara-suara yang pertama. Tokoh-tokoh radikal mengakui kekeliruan dari kekerasan tindakan mereka dan ‘menyerah’ bersalah di hadapan suara-suara yang lebih moderat. Representasi itu terhubung dengan latar sosial dan politik (semangat zaman) ketika keempat lakon itu ditulis dan terhubung pula dengan latar belakang pengarangnya secara biografis.
WISRAN HADI, PADRI的代表,和温和的声音:研究四个剧本
这篇文章研究了Wisran Hadi神父的四场战争中的四场戏剧。这四部戏剧讲述了米南卡堡伊斯兰历史上的一个关键时期。利用新历史主义的方法,这篇文章从帕德里人的形象中看到了伊斯兰教的持不同观点。回答它,并展示Hadi Wisran的神圣话语。研究发现,这四幅画代表了Wisran对Padri的四个人物的代表(Padri的主要人物:我的主楠陀,我的主楠言,我的主Bonjol,我的主朝拜)。他们的面部表情似乎有一条共同的线:对自己和社区的行为进行校正和评估的Padri表现。在以上帝的名义激进的宗教和暴力中,visran仍然赢得了正义、公平和正派,是实践到真理的顶峰。在这种背景下,她所赢得的是温和的人民的声音,他们提供了改变社会的可接受的途径,而那些希望通过暴力行动迅速改变的声音,作为第一种选择,在这些声音面前显得无助。激进分子承认他们的暴力行为是错误的,在更温和的声音面前“投降”是错误的。它与写这四幅画的社会和政治背景(时代精神)有关,也与作者的传记背景有关。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
16
审稿时长
6 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书