Wahyu Apriliany, Ganet Eko Pramukantoro, Tri Wijayanti
{"title":"Analisis Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Kabupaten “A” Dengan Metode ATC/DDD dan DU 90%","authors":"Wahyu Apriliany, Ganet Eko Pramukantoro, Tri Wijayanti","doi":"10.20473/jfk.v10i1.38159","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.38159","url":null,"abstract":"Hipertensi adalahckondisi dimanactekanancdarah tinggi (sistolik>140cmmHg ataucdiastolik>90 mmHg) yang menetap. Hipertensictermasuk salah satu penyakit kronis yang membutuhkancpengobatan jangkacpanjang. Pasienchipertensi yang mengikuti Program RujukcBalik memerlukancpengobatan jangka panjangcsehingga perlunya dilakukancevaluasi. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsumsi obatcantihipertensi pasien PRB dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Penelitian menggunakan rancangan crosscsectional dan pengambilan data secara retrospektif. Sampel penelitian adalah pasienchipertensi yang mengikuti PRBcpada periode Januari-Desemberc2021. Data yang diambilcberupa data penggunaancobat hipertensi pada Apotek X dan Apotek Y kemudiancdianalisis dengan metode Anatomical TherapeuticcChemical Defined DailycDose (ATC/DDD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa antihipertensi terbanyak adalah golongan CCB yaitu amlodipine dengan 3212,5 DDD/KPRJ di Apotek X dan 1075,833 di Apotek Y. Obat yang masuk dalam segmen DU 90% adalah amlodipine, candesartan, lisinopril, bisoprolol, ramipril, dan furosemide pada Apotek X serta amlodipine, candesartan, ramipril, furosemide, dan hidrochlorothiazid pada Apotek X. Kesesuaian penggunaan obat dengan FORNAS adalah 62,285% di Apotek X dan 68,75% di Apotek Y.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"123 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"91368159","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Hanie Salim, Putu Pradnya Mimba Prameswari, Ananda Permata Fitri, Dewi Kusuma Ningrum, Familian Kusuma Hidayat, Kevin Ksatria Handoko, Khadijah Millah, Linda Rosalina, Manis Nur Rohma, Maulid Tianora Kurnia Tsamara, Ng Chee Xuan, Rizka Nanda Sadiwa, Solomon Seah Putra, Andi Hermansyah
{"title":"Hubungan Pengetahuan dan Kemampuan Memilah Informasi Hoaks dengan Status Vaksinasi COVID-19 di Kalangan Masyarakat Kota Surabaya","authors":"Hanie Salim, Putu Pradnya Mimba Prameswari, Ananda Permata Fitri, Dewi Kusuma Ningrum, Familian Kusuma Hidayat, Kevin Ksatria Handoko, Khadijah Millah, Linda Rosalina, Manis Nur Rohma, Maulid Tianora Kurnia Tsamara, Ng Chee Xuan, Rizka Nanda Sadiwa, Solomon Seah Putra, Andi Hermansyah","doi":"10.20473/jfk.v10i1.32893","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.32893","url":null,"abstract":"COVID-19 telah menjadi pandemi global sejak tahun 2020 dan menyebabkan angka kematian yang signifikan di Indonesia. Program vaksinasi adalah salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk memutus penyebaran virus. Namun, peredaran misinformasi mengenai vaksin di masyarakat menjadi hambatan kesuksesan program vaksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, kemampuan memilah informasi hoax dan status vaksinasi COVID-19 masyarakat Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam survei ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara accidental sampling yaitu masyarakat Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari 3 jenis pertanyaan berupa pengetahuan, kemampuan memilah informasi mitos atau fakta, sikap, dan status vaksinasi. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 297 responden berpartisipasi dalam survei. Mayoritas responden adalah laki-laki dengan rentang usia 17-25 tahun dan berstatus pelajar/mahasiswa. Lebih dari 80% responden menjawab benar pada aspek pengetahuan tentang vaksinasi COVID-19, termasuk kemampuan mengenali mitos dan fakta tentang vaksin COVID-19. Responden juga menyadari bahwa pemberitaan yang salah (hoaks) berpotensi menurunkan angka partisipasi vaksinasi. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kemampuan memilah informasi hoaks, tidak terdapat hubungan antara pengetahuan antara status vaksinasi (p>0,005) dan terdapat hubungan berkebalikan antara kemampuan memilah informasi hoaks dengan status vaksinasi (p<0,005; r=-0,182). Meskipun demikian, sejumlah responden menyatakan kesulitan untuk mengakses informasi yang benar dan dapat dipercaya untuk menjawab hoaks. Hal ini menunjukkan perlunya upaya dalam menyediakan akses informasi yang lebih baik kepada masyarakat.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"29 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72473665","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Alda Khairunnisa, Frenido Aryanto, Bulan Rhea, Martha Ilmi, Nur Milenia, Riska Salfa, Mareta Rindang, Rossa Auli, Sheila Shavira
{"title":"Penerapan Layanan Telefarmasi oleh Apoteker di Apotek Wilayah Surabaya pada Masa Pandemi COVID-19","authors":"Alda Khairunnisa, Frenido Aryanto, Bulan Rhea, Martha Ilmi, Nur Milenia, Riska Salfa, Mareta Rindang, Rossa Auli, Sheila Shavira","doi":"10.20473/jfk.v10i1.32940","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.32940","url":null,"abstract":"Pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia menyebabkan berbagai perubahan, salah satunya yaitu segi pelayanan kefarmasian di apotek. Pada kondisi pandemi COVID-19, apoteker dituntut tetap melakukan pelayanan kefarmasian secara profesional, yaitu melalui pelayanan telefarmasi. Namun, tidak semua apotek, khususnya di Kota Surabaya, melakukan pelayanan telefarmasi dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian. Dengan banyaknya faktor yang kemungkinan mempengaruhi pelaksanaan telefarmasi, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan layanan telefarmasi di apotek kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan metode pengambilan sampel accidental sampling dengan kriteria inklusi yaitu apoteker yang berpraktek kerja di apotek di wilayah Kota Surabaya. Terdapat 58 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik terhadap telefarmasi yang ditunjukkan oleh 97,9% pertanyaan telah terjawab dengan benar. Sebanyak 45 responden (77,6%) telah menerapkan pelayanan telefarmasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan telefarmasi lebih dipengaruhi oleh berbagai hambatan dalam melakukan layanan telefarmasi daripada tingkat pengetahuan telefarmasi yang dimiliki oleh responden. Hambatan terbanyak yang dimiliki oleh responden yang telah menerapkan layanan telefarmasi yaitu kesulitan dalam mengidentifikasi atau menilai kondisi pasien (73,3%). Sedangkan hambatan terbanyak yang menyebabkan responden belum menerapkan layanan telefarmasi yaitu kekhawatiran responden terkait informasi obat yang tidak tersampaikan dengan baik dan benar (53,8%). Apoteker di wilayah Kota Surabaya telah memiliki pengetahuan yang baik terhadap telefarmasi. Sehingga, banyak dari apoteker tersebut telah menerapkan telefarmasi. Hambatan dalam penerapan telefarmasi dialami oleh apoteker yang menerapkan telefarmasi dan yang belum menerapkannya.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"361 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76456420","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Zabrina Izatti Rachman, Nafizah Amalia, Muhammad Hilal Salim, Dhea Ananda Ainurrizma, Feby Hafidah Sari, Evi Wiela Astuti, Dena Septiyani, Zulfa Diana, Husna Rosydah, Alya Fakhirah, Azlin Nuha Nuraliya, Raden Roro Anggita Anggraini, Salsabilla Pangesti, Dinda Cantika Putri Karunia, Yushalluuna Bekti Pasuka Putri, Mufarrihah .
{"title":"Pengetahuan Masyarakat tentang E-Farmasi dalam Memaksimalkan Aturan Physical Distancing","authors":"Zabrina Izatti Rachman, Nafizah Amalia, Muhammad Hilal Salim, Dhea Ananda Ainurrizma, Feby Hafidah Sari, Evi Wiela Astuti, Dena Septiyani, Zulfa Diana, Husna Rosydah, Alya Fakhirah, Azlin Nuha Nuraliya, Raden Roro Anggita Anggraini, Salsabilla Pangesti, Dinda Cantika Putri Karunia, Yushalluuna Bekti Pasuka Putri, Mufarrihah .","doi":"10.20473/jfk.v10i1.42115","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.42115","url":null,"abstract":"Jaga jarak fisik merupakan usaha untuk mengurangi risiko penyebaran virus COVID-19 di Indonesia dengan menghindari kerumunan sebagai salah satu penerapannya. Aktivitas pelayanan publik, seperti apotek, dapat mengundang adanya kerumunan akibat permintaan obat yang terus meningkat di masa pandemi. Terdapat pilihan lain yang lebih aman yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, yaitu pelayanan apotek online untuk memenuhi kebutuhan kesehatan (obat dan alat kesehatan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku masyarakat di Pulau Jawa tentang physical distancing dan E-Farmasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode non-random sampling dengan teknik accidental. Kemudian, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Sejumlah 221 responden telah ikut serta mengisi kuesioner yang telah disebarkan dan didapatkan hasil sebesar 88,7% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang physical distancing tetapi hanya 50% yang sudah atau sering menerapkannya. Selain itu, dapat diketahui bahwa 44,4% responden memiliki pengetahuan baik tentang E-Farmasi dan 49,7% responden pernah menggunakan E-Farmasi. Penggunaan E-Farmasi ini akan mempengaruhi kepatuhan masyarakat dalam menjalankan physical distancing selama pandemi. Maka dari itu, diperlukan pengenalan E-Farmasi terhadap masyarakat yang lebih luas sebagai salah satu upaya untuk memaksimalkan aturan physical distancing.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"146 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76600692","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengetahuan dan Pemanfaatan Telefarmasi dalam Memenuhi Kebutuhan Obat secara Swamedikasi pada Kelompok Usia Produktif selama Pandemi COVID-19","authors":"Hikma Urwatil Wusqo, Retno Iradian, L. Kurniasari, Dwi Abirlina Fitri Aldina, Izzatul Afifah, Chaerini Rizkyah, Felicia Alice Putri, Azzalia Firdanthi, Briline Steffy Laurent, Muhammad Pramudya Pangestu, Clarisa Dian Cahyani, Meiza Orchid Dewani Suhanto, Mia Etika Rahayu, Oudrey Addriana, Sausan Syahira Arsyie","doi":"10.20473/jfk.v10i1.32938","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.32938","url":null,"abstract":"Pada akhir tahun 2019 terjadi pandemi COVID-19. Pandemi ini menyebabkan masyarakat berupaya agar terhindar dari penularan virus COVID-19, salah satunya dengan membeli kebutuhan obat secara swamedikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan telefarmasi dalam memenuhi kebutuhan obat secara swamedikasi pada kelompok usia produktif di era pandemi COVID - 19. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Responden diperoleh secara accidental sampling dengan menggunakan kuesioner online melalui google form yang disebarkan melalui media sosial. Jumlah responden yang berpartisipasi pada penelitian ini sebanyak 172 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan telefarmasi dalam memenuhi kebutuhan obat secara swamedikasi pada kelompok usia produktif di era pandemi COVID - 19 sebesar 24,42%. Alasan terbanyak penggunaan telefarmasi adalah kepraktisan. Sebanyak 56,98% responden tidak mengetahui bahwa terdapat apotek yang menerapkan telefarmasi. Meskipun demikian, sebanyak 86,63% responden menyatakan keberadaan telefarmasi di era pandemi merupakan suatu hal yang sangat penting dan sangat dibutuhkan. Diperlukan media promosi kesehatan yang tepat untuk masyarakat mengenai pemanfaatan telefarmasi dalam memenuhi kebutuhan obat secara swamedikasi pada usia produktif di era pandemi COVID - 19","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"46 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"91346883","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Lailatul Azizah, Airinda G Ningrum, Amartia P Wahyudiandi, Cindi D Rakhmawati, Desak M A Trisnapratiwi, Erlisa A Hanifah, Happy R Rakhmawati, Kartika D Arifianti, Masrur F Wisaninda, Nabilah A Devitri, Sania P Arista, Vita T Wulandari, Vivi F Rahmawati, Violyta A Gunawan, Yunita W Renawati, Ana Yuda
{"title":"Pengetahuan Ibu terkait Kebutuhan Vitamin D untuk Anak Tahun di Era Pandemi COVID-19","authors":"Lailatul Azizah, Airinda G Ningrum, Amartia P Wahyudiandi, Cindi D Rakhmawati, Desak M A Trisnapratiwi, Erlisa A Hanifah, Happy R Rakhmawati, Kartika D Arifianti, Masrur F Wisaninda, Nabilah A Devitri, Sania P Arista, Vita T Wulandari, Vivi F Rahmawati, Violyta A Gunawan, Yunita W Renawati, Ana Yuda","doi":"10.20473/jfk.v10i1.32932","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.32932","url":null,"abstract":"Adanya pandemi COVID-19 mengharuskan masyarakat untuk selalu menjaga sistem imun, khususnya bagi anak-anak yang akan menjalankan sekolah tatap muka. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan mengonsumsi vitamin D yang terbukti dapat menghambat aktivitas mikroba. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu-ibu mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan vitamin D bagi anak-anaknya sebagai langkah pencegahan dan mengurangi tingkat risiko dan keparahan penyakit apabila terpapar virus COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan instrumen online survey dalam bentuk google form serta teknik sampling secara non-random, yaitu purposive sampling. Pada penelitian ini terdapat responden sebanyak 298 ibu yang mempunyai anak dengan usia 6—16 tahun. Berdasar hasil penelitian, 8,05% responden termasuk ke dalam kategori pengetahuan rendah, 67,12% responden termasuk ke dalam kategori pengetahuan sedang, dan 24,83% responden termasuk ke dalam kategori pengetahuan tinggi. Responden pada penelitian ini mendapatkan informasi tentang vitamin D melalui berbagai media, dimana paling banyak adalah media sosial yaitu sebesar 70,5%, media elektronik 33,2%, dan media cetak 20,8%. Sebanyak 75,2% responden memilih tenaga kesehatan sebagai sumber informasi tentang vitamin D. Sementara 5% responden tidak pernah mendapatkan informasi mengenai vitamin D. Tempat mendapatkan vitamin D yang paling banyak dari sarana kesehatanan (81,5%) seperti rumah sakit, puskesmas, apotek, dan toko obat, sedangkan dari swalayan sebanyak 19,5% responden dan online shop sebanyak 15,4% responden.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"10 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81174218","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Profil Pengetahuan tentang Obat Dexamethasone sebagai Terapi Pengobatan Pasien COVID-19 pada Masyarakat di Jawa Timur","authors":"Fahrul Rozi Saputro, Anisa Cendekia Muslimah, Natalia Vani Kurniawati, Siti Nur Kholisah, Aulia Hanin Fakhira, Ihsan Muhyidin, Fika Hartanti, Nabila Balqish, Aulya Farah Fahreza, Alvina Violita Mulyanto, Syakirah Yasmin Putri, Retha Aulia Rahmah, Tsabitah Virza Novirianingtyas, Aulia Firda Salsabila, Aviatus Solikhah, Yuni Priyandani","doi":"10.20473/jfk.v10i1.41922","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.41922","url":null,"abstract":"Munculnya isu tentang obat dexamethasone sebagai pencegah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) mengakibatkan masyarakat mencari obat dexamethasone tanpa menggali informasi lebih lanjut. Penggunaan obat dexamethasone tidak sesuai indikasi dapat menyebabkan efek samping obat berupa penurunan daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengetahuan masyarakat di Jawa Timur mengenai fungsi, efek samping, dan penggunaan obat dexamethasone sebagai terapi pengobatan pasien COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pengumpulan data menggunakan teknik non-random sampling (accidental sampling) dan instrumen penelitian berupa kuesioner online. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 237 responden dengan karakteristik jenis kelamin terdiri 78,9% perempuan dan 21,1% laki-laki serta usia 18-23 tahun (88,61%), 24-28 tahun (3,66%), dan >28 tahun (7,79%). Hasil penelitian menunjukkan 1,69% responden dengan pengetahuan rendah, 54,85% responden dengan pengetahuan sedang, dan 43,46% responden dengan pengetahuan tinggi terkait fungsi, efek samping, dan penggunaan obat dexamethasone sebagai terapi pengobatan pasien COVID-19. Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya peningkatan pengetahuan mengenai fungsi, efek samping, dan penggunaan obat dexamethasone sebagai terapi pengobatan pasien Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) kepada masyarakat di Jawa Timur untuk mencegah terjadi mispersepsi penggunaan dexamethasone sebagai pengobatan COVID-19","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"22 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84518893","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengetahuan tentang Legalitas Obat dan Tindakan Pembelian Obat secara Online untuk COVID-19","authors":"Tarissa Sekar Ayunda, Medyna Prastiwi, Arina Inas Maheswari, Deapriska Tampake, Deya Andriani, Galuh Laksatrisna Pide, Gina Yola Okvitasari, Isna Fauziah, Lubby Razan Fawwaz, Muhammad Fathurrahman, Nafiladiniaulia Jihanwasila, Naufal Abiyyu Tetuko Aji, Tarisya Dinda Saraya, Zannuba Tazkia Azizah, Anila Impian Sukorini","doi":"10.20473/jfk.v10i1.32935","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.32935","url":null,"abstract":"Sejak pandemi COVID-19, sebagian besar masyarakat memiliki atensi lebih besar terhadap permasalahan kesehatan termasuk pembelian obat-obatan yang pada era 4.0 ini banyak dilakukan secara daring dimana dapat menjadi celah bagi peredaran obat ilegal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil pengetahuan tentang legalitas obat, tindakan responden dalam pembelian obat secara online untuk COVID-19 serta korelasi antara tingkat pengetahuan dengan tindakan responden dalam pembelian obat online untuk COVID-19. Pengambilan data dilakukan dengan instrumen kuesioner yang disebarkan secara daring pada bulan Oktober 2021 dengan kriteria inklusi responden berusia 17-55 tahun dan pernah membeli obat untuk COVID-19 secara online . Pemilihan sampel dilakukan secara accidental sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden (73,45%) memiliki tingkat pengetahuan sedang terkait legalitas obat. Sebanyak 85% responden telah melakukan pengecekan legalitas obat sebelum pembelian obat secara online dengan 12,4% diantaranya melakukan pengecekan dengan mengecek merek dan tanggal kadaluarsa. Berdasarkan uji korelasi yang dilakukan, penelitian kami menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara pengetahuan dan tindakan pengecekan legalitas obat. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait legalitas obat.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"2 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88368258","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Faktor yang Berpengaruh terhadap Kesehatan Mental Karyawan Non Kesehatan ketika Kembali Bekerja saat Pandemi COVID-19","authors":"Alfiyah Hasanah, Alvita Raniah Aisyah Putri, Aranza Khoirina Audrey Abbas, Cici Aisyah Putri Rogahang, Cladita Pamungkas Putri, Clarissa Budiman, Desi Ratu Puspita, Erviana, Bambang Subakti Zulkarnain","doi":"10.20473/jfk.v10i1.32895","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.32895","url":null,"abstract":"Pandemi COVID-19 telah menyebabkan sebagian orang merasa khawatir atau takut berlebihan hingga menimbulkan kecemasan dan ketakutan. Kecemasan merupakan hal wajar yang dialami setiap manusia, dimana seseorang merasa ketakutan yang tidak jelas,seperti saat pandemi COVID-19 sebagai wabah yang membawa dampak termasuk korban. Terlebih banyaknya informasi yang belum akurat menambah dampak psikis termasuk stres dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik demografi dengan tingkat stres dan kecemasan pada karyawan non kesehatan yang kembali bekerja di kantor setelah work from home. Studi observasional dilakukan dengan menggunakan kuesioner survei PSS (Perceived Stress Scale) dan GAD-7 (General Anxiety Disorder-7). Sampel diambil menggunakan metode accidental sampling dengan kriteria inklusi karyawan non kesehatan yang bekerja di kantor dan sudah kembali bekerja secara luring dengan intensitas kerja minimal 3 hari dalam seminggu. Terdapat 145 responden yang berpartisipasi pada penelitian ini. Uji korelasi pearson dilakukan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik demografi terhadap stress dan kecemasan. Data demografi mencakup usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, status pernikahan, pekerjaan, jumlah jam kerja, pendapatan, riwayat COVID-19, vaksinasi, dan persepsi terhadap COVID-19. Terdapat hasil yang bermakna antara tingkat stres dengan usia dan pendidikan (p<0,05).. Kesehatan mental berupa stres dan kecemasan pada penelitian ini dipengaruhi oleh usia, dan tingkat pendidikan. Promosi kesehatan yang berfokus pada kesehatan mental perlu untuk dilakukan.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"7 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82311534","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
A. Mutiara, Nandasari Hartono, Dhela Martina, Anisa Salsabila, Zukhruf Amalia, Emy Siauwono, Angkasa Megistra Ulvan, Gladyza Nanda, Mega Silvana, Eunike Amanda Fikriyatul Fadhilah, C. Hartanto, Carolyn Wijaya Salim, Liza Pristianty
{"title":"Tingkat Pengetahuan dan Sikap Mahasiswi tentang Tablet Tambah Darah dalam Upaya Pencegahan Anemia","authors":"A. Mutiara, Nandasari Hartono, Dhela Martina, Anisa Salsabila, Zukhruf Amalia, Emy Siauwono, Angkasa Megistra Ulvan, Gladyza Nanda, Mega Silvana, Eunike Amanda Fikriyatul Fadhilah, C. Hartanto, Carolyn Wijaya Salim, Liza Pristianty","doi":"10.20473/jfk.v10i1.41925","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.41925","url":null,"abstract":"Remaja putri rentan terhadap defisiensi zat besi. Hal ini karena menstruasi yang dialami remaja putri memungkinkan banyaknya kehilangan darah, sehingga kebutuhan gizi, termasuk zat besi akan bertambah seiring dengan menstruasi. Dalam mengatasi potensi anemia, salah satu suplemen yang digunakan adalah tablet tambah darah. Tablet tambah darah bermanfaat untuk menggantikan kehilangan zat besi akibat menstruasi dan dapat memenuhi kebutuhan zat besi yang tidak dapat dipenuhi dari makanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswi Universitas Airlangga terkait tablet tambah darah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non random sampling. Responden dalam penelitian adalah mahasiswi aktif jenjang S1 Universitas Airlangga di Kota Surabaya, berusia 17-23 tahun. Penelitian ini diikuti oleh 103 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4,8% responden mempunyai tingkat pengetahuan rendah, 54,4% mempunyai tingkat pengetahuan sedang, dan 40,8% mempunyai tingkat pengetahuan tinggi. Selain itu, sebagian besar responden yaitu sebesar 94,2% memiliki sikap yang positif, sedangkan 5,8% memiliki sikap negatif terkait tablet tambah darah. Pengetahuan mahasiswi masih perlu ditingkatkan, agar sikap dan kesadaran terkait tablet tambah semakin baik.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"16 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"73755993","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}