Profil Pengetahuan tentang Obat Dexamethasone sebagai Terapi Pengobatan Pasien COVID-19 pada Masyarakat di Jawa Timur

Fahrul Rozi Saputro, Anisa Cendekia Muslimah, Natalia Vani Kurniawati, Siti Nur Kholisah, Aulia Hanin Fakhira, Ihsan Muhyidin, Fika Hartanti, Nabila Balqish, Aulya Farah Fahreza, Alvina Violita Mulyanto, Syakirah Yasmin Putri, Retha Aulia Rahmah, Tsabitah Virza Novirianingtyas, Aulia Firda Salsabila, Aviatus Solikhah, Yuni Priyandani
{"title":"Profil Pengetahuan tentang Obat Dexamethasone sebagai Terapi Pengobatan Pasien COVID-19 pada Masyarakat di Jawa Timur","authors":"Fahrul Rozi Saputro, Anisa Cendekia Muslimah, Natalia Vani Kurniawati, Siti Nur Kholisah, Aulia Hanin Fakhira, Ihsan Muhyidin, Fika Hartanti, Nabila Balqish, Aulya Farah Fahreza, Alvina Violita Mulyanto, Syakirah Yasmin Putri, Retha Aulia Rahmah, Tsabitah Virza Novirianingtyas, Aulia Firda Salsabila, Aviatus Solikhah, Yuni Priyandani","doi":"10.20473/jfk.v10i1.41922","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Munculnya isu tentang obat dexamethasone sebagai pencegah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) mengakibatkan masyarakat mencari obat dexamethasone tanpa menggali informasi lebih lanjut. Penggunaan obat dexamethasone tidak sesuai indikasi dapat menyebabkan efek samping obat berupa penurunan daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengetahuan masyarakat di Jawa Timur mengenai fungsi, efek samping, dan penggunaan obat dexamethasone sebagai terapi pengobatan pasien COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pengumpulan data menggunakan teknik non-random sampling (accidental sampling) dan instrumen penelitian berupa kuesioner online. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 237 responden dengan karakteristik jenis kelamin terdiri 78,9% perempuan dan 21,1% laki-laki serta usia 18-23 tahun (88,61%), 24-28 tahun (3,66%), dan >28 tahun (7,79%). Hasil penelitian menunjukkan 1,69% responden dengan pengetahuan rendah, 54,85% responden dengan pengetahuan sedang, dan 43,46% responden dengan pengetahuan tinggi terkait fungsi, efek samping, dan penggunaan obat dexamethasone sebagai terapi pengobatan pasien COVID-19. Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya peningkatan pengetahuan mengenai fungsi, efek samping, dan penggunaan obat dexamethasone sebagai terapi pengobatan pasien Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) kepada masyarakat di Jawa Timur untuk mencegah terjadi mispersepsi penggunaan dexamethasone sebagai pengobatan COVID-19","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"22 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.41922","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Munculnya isu tentang obat dexamethasone sebagai pencegah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) mengakibatkan masyarakat mencari obat dexamethasone tanpa menggali informasi lebih lanjut. Penggunaan obat dexamethasone tidak sesuai indikasi dapat menyebabkan efek samping obat berupa penurunan daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengetahuan masyarakat di Jawa Timur mengenai fungsi, efek samping, dan penggunaan obat dexamethasone sebagai terapi pengobatan pasien COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pengumpulan data menggunakan teknik non-random sampling (accidental sampling) dan instrumen penelitian berupa kuesioner online. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 237 responden dengan karakteristik jenis kelamin terdiri 78,9% perempuan dan 21,1% laki-laki serta usia 18-23 tahun (88,61%), 24-28 tahun (3,66%), dan >28 tahun (7,79%). Hasil penelitian menunjukkan 1,69% responden dengan pengetahuan rendah, 54,85% responden dengan pengetahuan sedang, dan 43,46% responden dengan pengetahuan tinggi terkait fungsi, efek samping, dan penggunaan obat dexamethasone sebagai terapi pengobatan pasien COVID-19. Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya peningkatan pengetahuan mengenai fungsi, efek samping, dan penggunaan obat dexamethasone sebagai terapi pengobatan pasien Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) kepada masyarakat di Jawa Timur untuk mencegah terjadi mispersepsi penggunaan dexamethasone sebagai pengobatan COVID-19
开发地塞米松作为COVID-19患者治疗药物的知识简介
开地塞米松抗病毒疾病2019年(COVID-19)的谣言导致公众在没有进一步研究的情况下寻找地塞米松药物。地塞米松药物的使用没有得到指示,可能会导致药物耐药性的副作用。本研究旨在了解东爪哇的社区对科维德-19患者的治疗功能、副作用和使用地塞米松药物的知识。本研究是通过采用非随机抽样技术和在线问卷研究工具进行的跨部门研究研究研究。根据调查结果,237名受访者的性别特征是78.9%的女性和21.1%的男性,年龄为18-23岁(88.61%)、24-28岁(3.66%)和28岁(7.79%)。研究结果显示,169%的接受调查的受访者拥有较低的知识,54.85%的受访者拥有较强的知识,43.46%的受访者具有高度相关的功能、副作用和黛西哈松药物作为科维-19患者的治疗方法。根据这项研究,我们需要向东爪哇的公众增加对官能、副作用和使用地塞米松作为2019年Coronavirus Disease的治疗方法(COVID-19)的认识,以防止地塞米松将covihasone用作COVID-19的治疗方法
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
8
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书