Pengetahuan tentang Legalitas Obat dan Tindakan Pembelian Obat secara Online untuk COVID-19

Tarissa Sekar Ayunda, Medyna Prastiwi, Arina Inas Maheswari, Deapriska Tampake, Deya Andriani, Galuh Laksatrisna Pide, Gina Yola Okvitasari, Isna Fauziah, Lubby Razan Fawwaz, Muhammad Fathurrahman, Nafiladiniaulia Jihanwasila, Naufal Abiyyu Tetuko Aji, Tarisya Dinda Saraya, Zannuba Tazkia Azizah, Anila Impian Sukorini
{"title":"Pengetahuan tentang Legalitas Obat dan Tindakan Pembelian Obat secara Online untuk COVID-19","authors":"Tarissa Sekar Ayunda, Medyna Prastiwi, Arina Inas Maheswari, Deapriska Tampake, Deya Andriani, Galuh Laksatrisna Pide, Gina Yola Okvitasari, Isna Fauziah, Lubby Razan Fawwaz, Muhammad Fathurrahman, Nafiladiniaulia Jihanwasila, Naufal Abiyyu Tetuko Aji, Tarisya Dinda Saraya, Zannuba Tazkia Azizah, Anila Impian Sukorini","doi":"10.20473/jfk.v10i1.32935","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Sejak pandemi COVID-19, sebagian besar masyarakat memiliki atensi lebih besar terhadap permasalahan kesehatan termasuk pembelian  obat-obatan yang pada era 4.0 ini banyak dilakukan secara daring dimana dapat menjadi celah bagi peredaran obat ilegal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil pengetahuan tentang legalitas obat, tindakan responden dalam pembelian obat secara online untuk  COVID-19 serta korelasi antara tingkat pengetahuan dengan tindakan responden dalam pembelian obat online untuk COVID-19. Pengambilan data dilakukan dengan instrumen kuesioner yang disebarkan secara daring pada bulan Oktober 2021 dengan kriteria inklusi responden  berusia 17-55 tahun dan pernah membeli obat untuk COVID-19 secara online . Pemilihan sampel dilakukan secara accidental sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden (73,45%) memiliki tingkat pengetahuan sedang terkait legalitas obat. Sebanyak 85% responden telah melakukan pengecekan legalitas obat sebelum pembelian obat secara online dengan 12,4% diantaranya melakukan pengecekan dengan mengecek merek dan tanggal kadaluarsa. Berdasarkan uji korelasi yang dilakukan, penelitian kami menunjukkan  bahwa tidak ada korelasi antara pengetahuan dan tindakan pengecekan legalitas obat. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait legalitas obat.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"2 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.32935","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Sejak pandemi COVID-19, sebagian besar masyarakat memiliki atensi lebih besar terhadap permasalahan kesehatan termasuk pembelian  obat-obatan yang pada era 4.0 ini banyak dilakukan secara daring dimana dapat menjadi celah bagi peredaran obat ilegal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil pengetahuan tentang legalitas obat, tindakan responden dalam pembelian obat secara online untuk  COVID-19 serta korelasi antara tingkat pengetahuan dengan tindakan responden dalam pembelian obat online untuk COVID-19. Pengambilan data dilakukan dengan instrumen kuesioner yang disebarkan secara daring pada bulan Oktober 2021 dengan kriteria inklusi responden  berusia 17-55 tahun dan pernah membeli obat untuk COVID-19 secara online . Pemilihan sampel dilakukan secara accidental sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden (73,45%) memiliki tingkat pengetahuan sedang terkait legalitas obat. Sebanyak 85% responden telah melakukan pengecekan legalitas obat sebelum pembelian obat secara online dengan 12,4% diantaranya melakukan pengecekan dengan mengecek merek dan tanggal kadaluarsa. Berdasarkan uji korelasi yang dilakukan, penelitian kami menunjukkan  bahwa tidak ada korelasi antara pengetahuan dan tindakan pengecekan legalitas obat. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait legalitas obat.
了解药品的合法性和药品在COVID-19的在线购买行为
自COVID-19大流行以来,大多数公众对健康问题的关注更大,包括在第4.0时代购买药品,在网上广泛开展,这可能是非法药物传播的一个关键因素。研究的目的是了解药物非法购买的情况、在网上购买药物的反应者行为以及COVID-19的知识水平与在线药物购买过程中的参与者行为之间的相关性。数据提取是通过2021年10月在网上发布的调查工具进行的,该工具为17-55岁的受访者,并曾在网上购买COVID-19药物。样本选择是随机抽样的。这项研究的结果表明,大多数受访者(73,45%)对药物合法化有一定的认识。85%的受访者在网上购买药物之前,对药物的合法性进行了检查,其中12.4%的人检查药物的品牌和有效期。根据所进行的相关测试,我们的研究表明,药物的合法性检测知识和检验行为之间没有关联。因此,需要努力提高公众对毒品合法化的认识和认识。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
8
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书