{"title":"Pengetahuan dan Praktik Terkait Pembelian, Penggunaan, dan Pengelolaan Vitamin, Masker, dan Disinfektan Pada Pekerja Publik Sektor Non-Kesehatan","authors":"Alya Naura Yolanda, Cecilia Yohana Selviana, Fadilla Sukraina, Aniek Setiya Budiatin","doi":"10.20473/jfk.v10i1.32928","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.32928","url":null,"abstract":"COVID-19 dapat ditularkan pada manusia melalui aktivitas sehari-hari yang melibatkan interaksi antar manusia, seperti interaksi yang terjadi di tempat kerja. Kegiatan pada sektor esensial dapat dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi protokol kesehatan yang ketat melalui Work From Office (WFO). Para pekerja masih banyak yang belum melaksanakan protokol kesehatan dengan tepat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pekerja non-kesehatan terkait asupan vitamin, penggunaan masker, dan disinfektan untuk menekan klaster perkantoran COVID-19. Desain survei menggunakan kuisioner online dengan media Google Form dan responden dipilih dengan metode snowball sampling. Responden diberikan beberapa pertanyaan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mengenai penggunaan vitamin, masker, dan disinfektan. Subjek penelitian terdiri dari seluruh pekerja non-kesehatan dalam sektor perkantoran dan industri meliputi para pekerja bank, industri kemasan, industri properti, perusahaan supplier, dan pekerjaan lain yang ada di Pulau Jawa. Responden yang didapat dalam penelitian ini berjumlah 158 orang. Sebagian besar responden belum mengetahui dengan benar mengenai penggunaan vitamin, masker, dan disinfektan yang disebabkan karena kurangnya pemahaman para pekerja non-kesehatan mengenai asupan vitamin, penggunaan masker, dan disinfektan. Maka dari itu, masih diperlukan edukasi terhadap ketiga hal tersebut kepada para pekerja yang akan menjalani Work From Office (WFO).","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"716 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74765224","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Upaya Pencegahan dan Penanganan Low Back Pain Akibat Work From Home pada Pekerja di Surabaya","authors":"Alfira Maulidyah Rahmah, Amelia Ghaisani, Andika Fajar Fortuna Dhonny Kusuma, Andwynanda Bhadra Nareswari, Anita Nur Azizah, Azzalin Devariany Mufidah, Farhan Athallah Rafif, Jessica Febe Prawadi, Noer Aqiel Natsier, Ridka Aulia Santi, Sinta Wahyu Nur Muthi, Sylvia Annisa Mahardiani, Tasya Salsabila, Yuniar Gusrianti Azzahra, Yunita Nita","doi":"10.20473/jfk.v10i1.32919","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.32919","url":null,"abstract":"Penetapan kebijakan Work From Home yang diberlakukan bagi pekerja di Surabaya selama pandemi COVID-19 berpotensi meningkatkan permasalahan terkait Low Back Pain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan serta upaya pencegahan dan penanganan Low Back Pain (LBP) akibat Work From Home (WFH) pada pekerja di Surabaya. Desain penelitian berupa observasional deskriptif dengan metode survei secara online. Teknik pengambilan sampel dengan convenience sampling dan instrumen penelitian berupa kuesioner. Uji validitas instrumen yang dilakukan adalah uji validitas rupa. Kriteria inklusi penelitian adalah pekerja berusia 20-44 tahun, pernah atau sedang WFH di Surabaya, pernah atau sedang mengalami LBP akibat WFH. Sampel penelitian sebesar 141 responden. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan dan pengalaman LBP, upaya pencegahan LBP, serta upaya penanganan LBP. Hasil penelitian didapatkan sebesar 73 (51,8%) responden memiliki tingkat pengetahuan LBP tinggi. Sebesar 108 (76,6%) responden pernah mengalami nyeri pada bahu atau leher selama beberapa hari dan/atau kurang dari 4 minggu. Didapatkan lebih dari 70 (50,0%) responden tidak melakukan upaya pencegahan LBP, baik farmakologis maupun non farmakologis. Responden telah melakukan beberapa upaya penanganan LBP baik farmakologis maupun non farmakologis, namun 112 (79,4%) responden tidak menggunakan kursi kantor dalam upaya penanganan non farmakologis LBP. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan masih rendahnya upaya pencegahan dan penanganan LBP pada pekerja di Surabaya sehingga perlu adanya edukasi mengenai upaya pencegahan dan penanganan LBP.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"44 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76357873","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ahmad Rafii, Ahmad Hisyam Khairuddin, Alfi Husnul, Derestya Nadya, Ayike Kurniasukma, Fa’izah Lailiartika, Firsty Ramadhani, A. Ayu, Hendardi Dwi Berliana, Novanto, Himas Rahmah, Hikmat Mavita Isnain, N. Aini, Diyah Ayu, Diyanti, P. Ajeng, Ramadhannia Pitaloka, Vinka Khair, Novi Yuliana, Windy Widyaningrum, Zulfia Birlanthy, Gesnita Nugraheni
{"title":"Pengetahuan dan Praktik terkait Pembelian, Penggunaan, dan Pengelolaan Masker pada Pekerja Publik Non-Kesehatan","authors":"Ahmad Rafii, Ahmad Hisyam Khairuddin, Alfi Husnul, Derestya Nadya, Ayike Kurniasukma, Fa’izah Lailiartika, Firsty Ramadhani, A. Ayu, Hendardi Dwi Berliana, Novanto, Himas Rahmah, Hikmat Mavita Isnain, N. Aini, Diyah Ayu, Diyanti, P. Ajeng, Ramadhannia Pitaloka, Vinka Khair, Novi Yuliana, Windy Widyaningrum, Zulfia Birlanthy, Gesnita Nugraheni","doi":"10.20473/jfk.v10i1.32936","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v10i1.32936","url":null,"abstract":"Pada masa pandemi COVID-19 ini diperlukan tindakan pencegahan dan pengendalian yang tepat, salah satunya adalah penggunaan masker. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan praktik terkait pembelian, penggunaan dan pengelolaan masker serta perbedaan pada pekerja publik non-kesehatan antara Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1, 2, dan 3. Pengambilan data secara cross-sectional dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara daring dan luring kepada pekerja publik non-kesehatan di daerah PPKM level 1, 2 dan 3. Skor pengetahuan dan praktik dihitung dan dibandingkan dengan karakteristik demografi serta dilakukan analisis hubungan antara skor pengetahuan dan praktik. Sebanyak 182 pekerja publik non-kesehatan berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan median (IQR) skor pengetahuan adalah 15,00 (4). Skor pengetahuan berhubungan signifikan dengan tingkat pendidikan terakhir (p=0,022) dan usia (p=0,036). Skor praktik dengan rata-rata 49,17±8,24 dan dikategorikan baik (skor>43) untuk 76,4% responden. Tingkat pengetahuan dan praktik pada daerah PPKM level 1, 2, dan 3 tidak berbeda secara signifikan. Skor pengetahuan berhubungan secara signifikan dengan skor praktik (p=0,000) dimana semakin tinggi skor pengetahuan maka skor praktik juga semakin tinggi. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan praktik yang baik. Daerah tempat bekerja yang dikategorikan berdasarkan level PPKM tidak menimbulkan perbedaan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan dan praktik dari responden, sehingga tempat bekerja responden tidak mempengaruhi tingkat pengetahuan dan praktik dari responden. Terlepas dari pengetahuan dan praktik responden yang baik, tetap diperlukan penyuluhan mengenai pembelian, penggunaan dan pengelolaan masker yang baik sesuai panduan dari Kemenkes maupun WHO.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"43 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84886021","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nurul Amira Fitriani, Arkanudin, Syarifah Ema Rahmaniah, Annisa Rizqa Alamri
{"title":"PERAN KOMISI PERLINDUNGAN DAN PENGAWASAN ANAK DAERAH (KPPAD) PROVINSI KALBAR DALAM MENANGANI PROSTITUSI ANAK REMAJA DI KOTA PONTIANAK","authors":"Nurul Amira Fitriani, Arkanudin, Syarifah Ema Rahmaniah, Annisa Rizqa Alamri","doi":"10.20414/komunitas.v13i2.5602","DOIUrl":"https://doi.org/10.20414/komunitas.v13i2.5602","url":null,"abstract":"Kasus prostitusi yang terjadi saat ini sudah merambat di kalangan anak remaja, pemerintah membentuk sebuah lembaga khusus menangani kasus anak salah satunya adalah Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat sebagai wadah untuk menekan angka prostitusi anak remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh KPPAD Provinsi kalimantan Barat dalam kasus prostitusi remaja yang sedang meningkat. Penelitian ini menggunakan kualikatif deskriptif ditujukan untuk menjelaskan upaya yang dilakukan oleh KPPAD Provinsi kalimantan Barat dalam menangani kasus prostitusi anak di Kota Pontianak informasi didapat dari wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa, 1) KPPAD Provinsi Kalimantan Barat melakukan upaya pencegahan yang dilakukan oleh KPPAD Provinsi Kalimantan Barat, serta bentuk penanganan yang dilakukan dengan memberikan advokasi perlindungan hukum serta mediasi terhadap anak remaja yang terlibat kasus prostitusi, 2) Efektivitas peran yang dilakukan oleh KPPAD Provinsi Kalimantan Barat dalam menangani kasus prostitusi anak di Kota Pontianak.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"36 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81407389","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"AKTUALISASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SASAK DALAM MENGATASI MASALAH KESEHATAN DI ERA PANDEMI COVID","authors":"S. Aminah","doi":"10.20414/komunitas.v13i2.5771","DOIUrl":"https://doi.org/10.20414/komunitas.v13i2.5771","url":null,"abstract":"Abstrak: Pada masyarakat Sasak, kearifan lokal masih dianggap sebagai suatu kekayaan yang mengandung nilai, pandangan, kebijakan dan kearifan hidup masyarakat dalam berbagai ragam permasalahan. Keterlibatan kearifan lokal dapat dilihat dalam beberapa perannya dalam sistem, pertanian, pernikahan, adat istiadat dan masalah kesehatan. Terutama di era pandemi covid-19 masalah kesehatan menjadi perhatian utama seluruh bangsa di dunia termasuk di indonesia. \u0000Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat sasak di era pandemi. Serta mengungkap peran serta nilai kearifan lokal masyarakat sasak dalam mengatasi masalah kesehatan di era pandemi. \u0000Masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat sasak umumnya sama dengan fenomena yang terjadi di tengah masyarakat serta dengan gejala yang sama. Akan tetapi hambatan penyebaran dan minimnya suspek covid-19 di Desa Sengkerang terjadi karena beberapa faktor diantaranya: 1. sistem matapencaharian, 2. Psiko-Sisial. kearifan lokal masyarakat sasak pada dua faktor di atas mengindikasikan dapat meningkatkan imunitas tubuh di era pandemi. \u0000 ","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"38 3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77269792","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"MEMBANGUN MASYARAKAT MEMBERDAYAKAN LITERASI ANAK DALAM PERSPEKTIF SEKOLAH PERJUMPAAN: STUDI DI DUSUN BANGKET BILONG, DESA KARANG BONGKOT, LABUAPI LOMBOK BARAT","authors":"Muhammad Reza Alvin Alghifari, Ahmad Fatoni","doi":"10.20414/komunitas.v13i2.5957","DOIUrl":"https://doi.org/10.20414/komunitas.v13i2.5957","url":null,"abstract":"Abstrak: Sekolah perjumpaan merupakan alternatif sekaligus cara ampuh dalam mengoptimalkan pembelajaran hati. Kesadaran akan relasi interpersonal atau intersubyektif antara guru dan murid serta lingkungan sekitarnya sangat ditekankan guna mengentaskan masalah pembelajaran yang selama ini disamakan dengan pembelajaran Sains. Metode yang digunakan berupa metode Dialog Perjumpaan di mana semua orang dipandang sama dan setara. Dialog Perjumpaan menuntut penyatuan hati untuk bisa berkolaborasi guna mencapai tujuan bersama. Kaitannya dengan masalah tujuan Pendidikan literasi anak, Sekolah Perjumpaan menginginkan adanya pembenahan terhadap proses pembelajaran sosial bagi anak. Interaksi sosial yang kurang antara guru dan murid disertai dengan pengaruh media yang banyak mendistorsi bahasa komunikasi yang positif menjadikan nilai-nilai yang ingin ditanamkan hanya sebatas pengetahuan guna untuk menyelesaikan tugas sekolah semata. Konsep Sekolah Perjumpaan menekankan pentingnya pembelajaran praksis dengan kesadaran intersubyektivitas. Perjumpaan yang positif serta menumbuhkan kerjasama guna mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan akan dengan sendirinya mengatasi permasalahan Intoleransi kenakalan remaja di sekolah dan lingkungannya. \u0000 \u0000 ","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"17 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72777653","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"OPTIMALISASI DAKWAH DIGITAL PADA KOMUNITAS RENTAN EKSISTENSI YOGYAKARTA","authors":"Zainal Fadri","doi":"10.20414/komunitas.v13i2.5782","DOIUrl":"https://doi.org/10.20414/komunitas.v13i2.5782","url":null,"abstract":"This study aims to explore a social phenomenon with a community approach in spreading goodness content through digital da'wah facilities. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The data were collected in the field by observation and interview methods. Observations were carried out to collect document data and portraits of activities in the field, while interviews were conducted to enrich the repertoire as well as a clarification of the data to be analyzed so as to be able to answer research questions. The results of the study indicate that there are social activities in preaching for vulnerable communities in Yogyakarta. Da'wah activities are carried out with various social media platforms, both photo media and pamphlets as well as online applications, such as YouTube, zoom meetings and so on. Da'wah through social media adds new treasures and can reach all levels of society massively and flexibly.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"106 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76147503","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KAJIAN IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM","authors":"Udas Udas, Aty Nurmala Hamdy, Abdul Karim","doi":"10.20414/komunitas.v13i2.5922","DOIUrl":"https://doi.org/10.20414/komunitas.v13i2.5922","url":null,"abstract":"Salah satu upaya pencegahan anak yang berhadapan dengan hukum melalui proses peradilan formal melalui penerapan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). UU No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak ini telah disahkan oleh Pemerintah Indonesia untuk menggantikan UU No. 3 tahun 2007 tentang Pengadilan Anak. UU SPPA ini memberikan perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum sejak proses awal penanganannya sampai pelaksanaan hukuman. Hasil kajian menunjukkan bahwa menurut UU No. 11 tahun 2012, perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum melalui beragam bentuk. Anak Berhadapan Hukum (ABH) dibagi atas 3 klasifikasi yaitu Anak Pelaku, Anak Korban dan Anak saksi. Selain itu, dalam penanganannya harus dibedakan dari orang dewasa pada setiap tingkatan proses, baik itu dari mulai penyelidikkan, penyidikkan maupun saat litigasi. Anak wajib didampingi oleh pekerja sosial bahkan aturan yang baru mengenalkan dan menekankan diversi, yaitu aspek non litigasi dalam menyelesaikan perkara yaitu diupayakan sebisa mungkin di luar peradilan. \u0000 ","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"17 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88872341","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Swamedikasi Gastritis pada Mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah di Surabaya","authors":"Angelica Kresnamurti, N. Farida, Irvan Jayanto","doi":"10.20473/jfk.v9i2.31958","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v9i2.31958","url":null,"abstract":"Swamedikasi merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk mengobati penyakit ringan dengan pemilihan obat-obatan yang tepat. Jika swamedikasi tidak dilakukan dengan tepat akan membuat penyakit semakin parah. Pengetahuan yang baik dapat membantu masyarakat melakukan swamedikasi dengan baik dan tepat. Gastritis adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa dan submukosa lambung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi pada mahasiswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik observasional, dengan desain penelitian Cross Sectional. Tehnik pengumpulan sampel menggunakan Purposive Sampling, dengan jumlah sampel 96 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian ini adalah kuisioner pengetahuan dan perilaku sebanyak 10 pertanyaan dengan pilihan jawaban berskala Guttman yang telah valid dan skala likert yang telah valid 11 pertanyaan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2021 pada Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah di Surabaya. Analisis data menggunakan SPSS versi 26. Analisis statitik korelasi pada penelitian ini menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan taraf singnifikasi sebesar 0,041 yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi gastritis, Nilai r hitung diperoleh sebesar 0,347 menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan cukup. Dari hasil korelasi dapat menunjukkan angka korelasi positif yang berarti kedua variabel tersebut memiliki jenis hubungan yang searah.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"43 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77199654","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengetahuan dan Perilaku Tenaga Kesehatan di Jawa Timur dalam Menghadapi Pandemi COVID-19","authors":"Hanun Najwa, Risma Dama Yanti, Zahra Sania Avanti, Adelia Febriyan Sugiyanti, Farrah Yulian Listyandi, Friday Shabrina Insani, Nandini Azzahroh Aulia Ahsan, Rr. Andine Cempaka Putri Wardhani, Yasmin Soraya, Anisya Nurmaya Artanti, Arini Imandasari, Rima Hidayatul Qoiriyah, Silvika Dwi Rahmaningtyas, Tsabitah 'Afiy Arsyah, Iqbal Muhammad Iskandar, Arie Sulistyarini","doi":"10.20473/jfk.v9i2.32917","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/jfk.v9i2.32917","url":null,"abstract":"Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam mencegah dan menangani pandemi COVID-19. Pengetahuan dan perilaku tenaga kesehatan yang baik sangat diperlukan agar mereka dapat menjalankan tugas tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku tenaga kesehatan di Jawa Timur dalam menghadapi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan teknik non-random sampling yaitu accidental dan snowball sampling. Survei dilakukan menggunakan media lembar kuesioner dan google form. Kriteria responden yaitu seorang tenaga kesehatan di Jawa Timur dan bersedia menjadi responden. Data diolah secara deskriptif dan disajikan pada tabel distribusi frekuensi. Total responden yang diperoleh sebanyak 204 responden. Tenaga kesehatan yang menjadi responden penelitian ini sebagian besar merupakan perawat (35,3%) dan responden yang bekerja di rumah sakit (40%). Tingkat pengetahuan responden penelitian ini berkategori kurang sebanyak 19%, cukup sebanyak 62% dan baik sebanyak 19%. Pada variable perilaku, didapatkan 0,5% berkategori kurang, 17,6% berkategori cukup , dan 81,9% berkategori baik. Mayoritas responden telah memiliki pengetahuan yang cukup namun perlu ditingkatkan terutama pada aspek waktu isolasi masyarakat yang terinfeksi dan mengenai Alat Pelindung Diri (APD) minimal yang harus dipakai pada saat praktik sehari-hari.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"16 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"79731518","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}