Margareta Retno Priamsari, M. Susanti, Andreas Harya Atmaja
{"title":"Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kualitas Ekstrak dan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanolik Daun Sambung Nyawa (Gynura Procumbens (Lour.) Merr.)","authors":"Margareta Retno Priamsari, M. Susanti, Andreas Harya Atmaja","doi":"10.37013/jf.v5i1.32","DOIUrl":"https://doi.org/10.37013/jf.v5i1.32","url":null,"abstract":" AbstractFlavonoid adalah salah senyawa aktif dalam daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) yang memiliki khasiat sebagai antioksidan, menghambat pertumbuhan sel kanker, dan menjaga fungsi hati. Banyaknya khasiat dari flavonoid membutuhkan penanganan pasca panen yang tepat karena sifat flavonoid yang tidak stabil pada suhu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kualitas ekstrak dan kadar flavonoid total ekstrak etanolik sambung nyawa. Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Metode pengeringan dilakukan dengan diangin-angin di bawah tempat teduh terlindung dari sinar matahari langsung dan pengeringan oven suhu 40o C. Analisis kualitas ekstrak yang dilakukan meliputi organoleptis, rendemen dan susut pengeringan. Analisis kadar flavonoid menggunakan metode kolorimetri dengan senyawa pengkompleks AlCl3 dan baku standar kuersetin. Kurva kalibrasi dibuat 5 seri konsentrasi yaitu 40, 60, 80, 100, dan 120 ppm. Absorbansi pada panjang gelombang 434 nm menggunakan spektrofotometer UV Vis. Data yang diperoleh berupa kadar flavonoid selanjutnya dianalisis statistik dengan independent pair sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengeringan simplisia dapat mempengaruhi kualitas ekstrak dan kadar total flavonoid ekstrak etanolik daun sambung nyawa secara signifikan. Kadar flavonoid total ekstrak etanolik daun sambung nyawa metode pengeringan angin-angin sebesar 2,15 ±0,03% b/b sedangkan kadar flavonoid total ekstrak etanolik daun sambung nyawa metode pengeringan oven 40o C sebesar 1,87 ±0,01% b/b. Total kadar flavonoid dihitung sebagai kuersetin.","PeriodicalId":17954,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)","volume":"51 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76503426","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Efek Kemopreventif Ekstrak Metanol Kulit Kayu Nangka (Artocarpus heterophylla Lmk.) pada Karsinogenesis Kanker Payudara Tikus Betina yang Diinduksi DMBA","authors":"Susilowati Susilowati","doi":"10.37013/JF.V1I1.10","DOIUrl":"https://doi.org/10.37013/JF.V1I1.10","url":null,"abstract":"Upaya penemuan senyawa kemopreventif yang mampu menghambat dan menekan proses karsinogenesis merupakan strategi pencegahan kanker yang perlu dikembangkan. Tanaman nangka (Artocarpus heterophylla Lmk.) telah dilaporkan memiliki banyak kandungan senyawa kimia yang berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antikarsinogenesis ekstrak metanol kulit kayu nangka pada kanker payudara tikus betina yang diinduksi dengan 7,12-Dimethylbenz(α)antrhacene (DMBA) selama fase inisiasi dan post inisiasi kanker. Pada penelitian ini 25 ekor tikus betina galur Sprague-Dawley umur 47 hari dengan berat badan 50-150 g dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I, II dan III merupakan kelompok uji dengan urutan dosis ekstrak 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan 800 mg/kg BB. Kelompok IV (kelompok pembanding) sebagai kontrol positif (Tamoxifen 0,36 mg/200 g BB) dan kelompok V (kelompok sakit) sebagai kontrol negatif (2 ml/200 g BB CMC Na 0,5%). DMBA (20 mg/kg BB) diberikan secara peroral dua kali perminggu selama lima minggu. Sediaan ekstrak dan kontrol diberikan setiap hari selama 7 minggu bersamaan dengan induksi DMBA. Pengamatan dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan belum dapat diketahui potensi penghambatan pertumbuhan tumor mamae oleh ekstrak metanol kulit kayu nangka karena masih perlu adanya optimasi terhadap model induksi karsinogenesis kanker payudara","PeriodicalId":17954,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)","volume":"38 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74752632","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Formulasi dan Evaluasi Tablet Floating furosemida Gastroretentif Menggunakan Kitosan Dari Cangkang Keong Mas (Pomacea canaliculata)","authors":"I. Setiawan","doi":"10.37013/jf.v4i1.30","DOIUrl":"https://doi.org/10.37013/jf.v4i1.30","url":null,"abstract":"Kitosan adalah jenis polimer alam yang merupakan produk deasetilasi kitin yang dapat diperoleh dari cangkang keong mas (Pomacea canaliculata). Sistem penghantaran obat gastroretentif dapat membantu meningkatkan ketersediaan hayati,dapat mempertahankan waktu kontak lebih lama dengan mukosa gastrointestinal sehingga menyebabkan bioavailabilitas obat lebih tinggi, efikasi terapi, mengurangi frekuensi pemberianobat, menurunkan dosis terapi dan akan memperbaiki kepatuhan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengevaluasi tablet floating furosemida gastroretentif menggunakan kitosan dari cangkang keong mas. Kitosan yang diisolasi dari cangkang keong mas diformulasikan sebagai polimer dengan berbagai variasi konsentrasi dalam tablet floating furosemida. Pada penelitian ini dihasilkan kitosan dari cangkang keong mas dengan rendemen 10,8 %. Tablet furosemida dengan kandungan polimer kitosan menghasilkan granul yang baik dan memenuhi persyaratan laju alir, sudut diam, indeks komresibilitas. Begitu pula tablet yang dihasilkan memenuhi keseragaman bobot tablet, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur. Formula 3 yang mengandung konsentrasi kitosan paling tinggi merupakan formula yang terbaik. Hasil evaluasi terutama kekerasan tablet dan uji Buoyancy / floating memberikan hasil yang berbeda signifikan dengan tablet yang tidak terdapat polimer kitosan. Oleh karena itu dapat disimpulkan polimer alam kitosan yang diperoleh dari cangkang keong mas sangat potensial dimanfaatkan untuk membuat tablet dengan sistem penghantaran obat gastroretentif.","PeriodicalId":17954,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)","volume":"2 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87492089","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Kombinasi Ekstrak Etanolik Temulawak (Curcuma canthorrizha Roxb) Rendah Minyak Atsiri dan Ekstrak Etanolik Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr) Terhadap Kadar Trigliserida Tikus Putih Jantan Galur Wistar Serta Gambaran Histopatologinya","authors":"Agil Novianto","doi":"10.37013/jf.v1i1.11","DOIUrl":"https://doi.org/10.37013/jf.v1i1.11","url":null,"abstract":"Hiperlipidemi merupakan faktor pencetus terjadinya jantung korner dengan parameter tingginya kadar kolesterol (hiperkolesterolemia) atau trigliserida (hipertrigliserida). Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak etanolik temulawak (Curcuma xanthorrizha Roxb) rendah minyak atsiri dan ekstrak etanolik sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr) terhadap kadar trigliserida serta manifestasi hiperlipidemi berupa aterosklerosis. Sebanyak 48 hewan uji dibagi dalam 8 kelompok. Kelompok normal, kontrol positif (gemfibrozil), kontrol negatif CMCNa 0,5 %, dan kombinasi temulawak sambung nyawa dengan perbandingan 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100. Penelitian dilakukan dengan pemberian diet lemak dan kuning telur selama 30 hari pada kelompok perlakukan, kelompok normal mendapatkan pakan tanpa diet lemak. dan dilanjutkan dengan pemberian sediaan uji selama 30 hari. Dosis ekstrak temulawak adalah 225 mg/kg BB tikus, dosis ekstrak sambung nyawa 150 mg/kg BB tikus. Kadar trigliserida diukur pada hari ke-0 (baseline), ke-30, dan ke-60 dengan pereaksi Trigliserida FS Diasys®. Aktivitas hipotrigliserida berupa persen perubahan kadar trigliserida dianalisis secara statistik dengan Mann-Whitney taraf kepercayaan 95 %. Analisis histopatologi menggunakan sampel aorta jantung. Aktivitas hipotrigliserida kombinasi ekstrak temulawak rendah minyak atsiri dan ekstrak etanolik sambung nyawa tidak berbeda signifikan antara kelompok kombinasi. Kombinasi temulawak:sambung nyawa (75:25) memberikan aktivitas hipotrigliserida tertinggi dengan penurunan kadar trigliserida sebesar 56,77 %. Kombinasi ekstrak temulawak rendah minyak atsiri dan ekstrak sambung nyawa mampu menghambat terjadinya aterosklerosis","PeriodicalId":17954,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)","volume":"24 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82063974","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Sarang Semut ( Myrmecodia Pendans) dan Daun Sirsak (Annona muricata) dengan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrilhidrazyl)","authors":"Wimpy Wimpy, Suharyanto Suharyanto","doi":"10.37013/jf.v3i1.22","DOIUrl":"https://doi.org/10.37013/jf.v3i1.22","url":null,"abstract":"Radikal bebas adalah suatu senyawa atau molekul yang mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital luarnya sehingga menyebabkan senyawa tersebut sangat reaktif mencari pasangannya dengan cara menyerang dan mengikat elektron molekul yang berada di sekitarnya. Akibat kerja radikal bebas adalah gangguan fungsi sel, kerusakan struktur sel, bahkan mutasi.Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat oksigen reaktif dan radikal bebas dalam tubuh.Senyawa flavonoid di dalam daun sirsak dan sarang semut berperan sebagai anti oksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak sarang semut (Myrmecodia Pendans) dan Daun Sirsak (Annona muricata) dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrilhidrazyl). Penelitian ini dilakukan dengan desain analitik eksperimental.Tempat untuk mendapatkan ekstrak dan uji aktivitas antioksidan dilakukan di laboratorium Kimia Akademi Analis Kesehatan Nasional Surakarta.Penelitian dilakukan pada tahun 2014. Hasil penelitian didapatkan, rendemen hasil ekstraksi teknik maserasi, semua fraksi terdeteksi adanya Alkaloid, flavonoid, saponin dan Tanin, fraksi air sarang semut mempunyai IC50sebesar 76,64 ppm sedang fraksi butanol sebesar 76,82 ppm, kombinasi ekstrak sarang semut dan ekstrak daun sirsak (1:1) mempunyai IC50 sebesar 71,09 ppm, fraksi air daun sirsak mempunyai IC50 73,48 ppm sedang fraksi butanol memiliki IC50 99,70 ppm sehingga fraksi air lebih baik dibandingkan fraksi butanol. Kombinasi ekstrak sarang semut dengan daun sirsak dengan perbandingan 1:1 memiliki aktifitas antioksidan lebih baik dari bentuk tunggalnya.","PeriodicalId":17954,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)","volume":"60 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90956603","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Pengaruh Pelaksanaan Standar Pelayanan Kefarmasian Terhadap Kepuasan Pasien Pada Program Rujuk Balik di Kota Yogyakarta","authors":"Novi Dwi","doi":"10.37013/jf.v4i1.31","DOIUrl":"https://doi.org/10.37013/jf.v4i1.31","url":null,"abstract":"Standar pelayanan kefarmasian sebagai acuan pelaksanaan pelayanan kefarmasian di apotek ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian.Rujuk Balik merupakan salah satu program BPJS kesehatan untuk penderita penyakit kronis. Obat program ini diambil di apotek diluar biaya kapitasi.Karakteristik individu berhubungan dengan kepuasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien di apotek pada program rujuk balik dan hubungan antara karakteristik dengan kepuasan pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan cara survey.Data diperoleh melalui kuesioner yang berisi karakteristik responden, persepsi responden terhadap pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian dan kepuasan Penelitian, dilengkapi data kualitatif hasil wawancara tentang pendapat dan masukan. Lokasi penelitian di apotek Rujuk Balik di Kota Yogkakarta yang berjumlah 4 lokasi dengan sampel yang digunakan sebanyak 101 responden yang terbagi secara proporsional. Terdapat pengaruh pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien di Apotek pada Program Rujuk Balik. Pengaruh signifikan pada aspek pelayanan farmasi klinis (p=0,000) dan sumber daya kefarmasian (p=0,000) sedangkan aspek pengelolaan barang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan (p=0,436). Karakteristik pasien yang berhubungan dengan kepuasan adalah umur dan jarak antara tempat tinggal dengan apotek, sedangkan karakteristik jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penyakit tidak berhubungan dengan kepuasan pasien.","PeriodicalId":17954,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)","volume":"35 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82968233","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Kombinasi Emulgator CMC dan Tween 80 Terhadap Stabilitas Fisik Emulsi Minyak Ikan","authors":"Retnowati Adiningsih","doi":"10.37013/jf.v3i1.24","DOIUrl":"https://doi.org/10.37013/jf.v3i1.24","url":null,"abstract":"Emulsi minyak ikan dalam formula standar menggunakan emulgator gom arab yang mempunyai sifat emulgator sejati. Gom ini mempunyai kerugian yaitu penyimpanan yang lama dapat menyebabkan hilangnya daya mengemulsinya, sehingga berdasarkan hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan emulgator lain yaitu CMC dan Tween 80. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi emulgator CMC dan Tween 80 terhadap stabilitas fisik minyak ikan dan konsentrasi emulgator CMC dan Tween 80 yang optimal untuk membuat emulsi minyak ikan yang stabil, ditunjukkan dengan tidak adanya kerusakan yang berarti dari emulsi selama penelitian. Penelitian ini menggunakan 4 formula dengan kandungan kombinasi emulgator yang bervariasi yaitu CMC 0,25% ; CMC 0,25% : Tween 80 10% ; CMC 0,25% : Tween 80 20% ; Tween 80 20%. Pengamatan stabilitas emulsi meliputi tipe emulsi, persen pemisahan pada suhu kamar, pada suhu 40° - 50°C, pada sentrifugasi 3000 rpm, viskositas dan penentuan ukuran patikel. Hasil yang didapat pada penelitian ini menunjukkan adanya variasi stabilitas emulsi minyak ikan dari tiap-tiap kombinasi emulgator. Hasil statistik menunjukkan bahwa emulgator CMC 0,25% berpengaruh nyata terhadap persen pemisahan pada suhu kamar, suhu 40° - 50°C, sentrifugasi 3000 rpm, viskositas dan ukuran partakel emulsi minyak ikan. Emulsi dengan kombinasi emulgator CMC 0,25% : Tween 80 20% merupakan emulsi yang paling stabil karena pada pemeriksaan persen pemisahan, viskositas dan ukuran partikel mempunyai stabilitas fisik yang lebih baik dibanding formula lain.","PeriodicalId":17954,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)","volume":"32 5 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77540854","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Problem Kompatibilitas dan Stabilitas Pencampuran Sediaan Intravena Pada Pasien Anak di RSUP Dr. Sardjito","authors":"Reza Rahmawati, Fita Rahmawati, Syed Azhar Syed Sulaiman","doi":"10.37013/JF.V7I1.46","DOIUrl":"https://doi.org/10.37013/JF.V7I1.46","url":null,"abstract":"AbstractPenyiapan dan pemberian obat intravena yang tidak tepat dapat membahayakan dan menyebabkan kegagalan terapi pada pasien. Pada pasien anak, pemberian obat intravena sangat kritis karena keterbatasan pembuluh vena terutama ketika dilakukan pemberian obat secara bersamaan dalam satu waktu yang dapat memicu terjadinya inkompatibilitas. Kesalahan dalam pencampuran obat intravena juga dapat mempengaruhi stabilitas obat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi kejadian inkompatibilitas dan stabilitas obat intravena pada pasien rawat inap anak. Pengambilan data dilakukan secara prospektif di RSUP Dr. Sardjito di ruang rawat inap intensif anak (PICU) dan bangsal anak dari November-Desember 2017. Pengambilan data dilakukan pada pasien rawat inap anak yang menggunakan minimal 1 obat intravena dan dilakukan analisis kompatibilitas dan stabilitas obat menggunakan referensi standar Handbook of Injectable Drugs dan referensi lain. Jumlah pasien yang memenuhi kriteria inklusi adalah 75 pasien, dimana 34 pasien dari PICU dan 41 pasien dari bangsal anak. Pemberian obat melalui rute intravena sebanyak 49.1% dengan rata-rata penggunaan obat intravena 3.3 obat/pasien. Pasangan obat yang kompatibel adalah sebanyak 73.7% dan unknown sebanyak 26.3%. Tidak ditemukan adanya pasangan obat yang inkompatibel dalam penelitian ini. Permasalahan stabilitas yang terjadi pada pemberian infus continue pada 3 pasangan obat apabila digunakan lebih dari waktu yang tertera pada literatur.","PeriodicalId":17954,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)","volume":"158 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"73495894","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Problem Kompatibilitas Pemberian Obat secara Intravena pada Pasien di Intensive Care Unit","authors":"Haqoiroh Haqoiroh, Fita Rahmawati, Syed Azhar Syed Sulaiman","doi":"10.37013/JF.V7I1.48","DOIUrl":"https://doi.org/10.37013/JF.V7I1.48","url":null,"abstract":"AbstractPemberian obat secara intravena umumnya digunakan pada pasien di rumah sakit yang membutuhkan efek farmakologis cepat atau bila pasien tidak dapat menerima pemberian secara oral. Persiapan pemberian obat intravena perlu kondisi khusus karena ada beberapa risiko yang dapat terjadi seperti inkompatibilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi inkompatibilitas obat intravena pada pasien Intensive Care Units di RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Sakit Akademik UGM, dan untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi inkompatibilitas obat seperti lama hari perawatan di rumah sakit, jumlah obat-obatan, dan jenis penyakit. Studi ini bersifat cross-sectional, prospektif, dan multisenter di RSUP. Dr. Sardjito dan RS. Akademik UGM, Yogyakarta. Lokasi penelitian ini berada di ICU, ICCU, dan HCU. Prevalensi inkompatibilitas obat dianalisis secara deskripsi dan statistik sedangkan hubungan antara potensi inkompatibilitas dan faktor risiko dianalisis dengan menggunakan uji T-test dan ANOVA dengan interval kepercayaan 95%. Dari 65 pasien yang didapat dari penelitian ini, prevalensi kejadian inkompatibilitas obat ditemukan pada 28 resep dengan rasio inkompatibilitas 2,4 PI/pasien. Jenis inkompatibilitas yang paling banyak terjadi adalah presipitasi 42 (83,35%), pasangan obat yang paling banyak memicu presipitasi adalah fentanil dan fenitoin; midazolam dan fenitoin. Jumlah obat yang digunakan pasien secara signifikan berpengaruh terhadap inkompatibilitas","PeriodicalId":17954,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)","volume":"88 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"73629411","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"COMPARISON COLLAGEN CONTENT OF THE SHELL OF A CLAM BLOOD(ANADARA GRANOSA) ANDSHELL OF CLAM GREENS(MYTILUS VIRIDIS) IN BANDENGAN, KENDAL, CENTRAL JAVA","authors":"A. Ariyanti","doi":"10.37013/jf.v1i1.55","DOIUrl":"https://doi.org/10.37013/jf.v1i1.55","url":null,"abstract":"Collagen is a major component of white connective tissue (white connective tissue) that covers nearly 30% of total protein in vertebrate organs and invertebrates. Collagen is a large molecular protein, a major component of the skin. More than 71% of skin protein is collagen. One source of collagen that can be used and not yet utilized is the shells of shells and shells of clam green. The use of collagen derived from animals that live in the air can be a promising alternative, given the usual commercial collagen of cowhide, pig skin, or chicken skin.The population in this study is the shell of blood clams (Anadaragranosa) and the shells of clam green (Mytilusvaridis) taken from the fish auction site in Bandengan, Kendal. Samples will be treated differently to the concentration of acetic acid dancer fluid and the extraction time which will affect the yield of collagen produced.The research design used was pre experiment. Only one case design/case study is treated/ intervened. The study was analyzed comparatively ie the effectiveness of acetic acid and the immersion time in yield of collagen yield from the shells and shells of clam greens. Data is processed and analyzed using spss with t-test.There is no difference in average levels of collagen shells of clams of blood and shells of green shells. The acetic acid treatment of 0,75 M resulted in the highest yield of 2,03% for the shells of clams and 1,96% for the shells of green shells. Treatment of 2 days extraction time yields the highest yield of 1,74% for the shells of clam and 1,85% for the shells of green shells.","PeriodicalId":17954,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)","volume":"29 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77111122","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}