Nia Saputri Utami, Syamsyarief Baqaruzi, M. Robbani, Dani Rahmadana, George Ray Banurea
{"title":"Sistem Pemantauan Suhu dan Intensitas Cahaya pada Ruang Kerja (Studi Kasus: Ruang Tugas Akhir Institut Teknologi Sumatera)","authors":"Nia Saputri Utami, Syamsyarief Baqaruzi, M. Robbani, Dani Rahmadana, George Ray Banurea","doi":"10.22146/juliet.v4i2.87238","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/juliet.v4i2.87238","url":null,"abstract":"Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyaknya disrupsi diberbagai sektor seperti pendidikan, perekonomian, kesehatan, teknologi, dan lainnya. Pemerintah Indonesia pun mengeluarkan beberapa kebijakan nasional selama pandemi Covid-19 terjadi antara lain work from home (WFH), social distancing, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Selama PPKM berlangsung, banyak kantor-kantor yang menerapkan sistem kerja bergantian dimana sebagian pekerja melaksanakan WFH dan sebagian lainnya melaksanakan WFO. Institut Teknologi Sumatera pun menerapkan WFH sebagian selama PPKM. Selama PPKM ini muncul kesadaran mengenai hemat listrik karena sebagian besar perangkat elektronik aktif meskipun jumlah orang di dalam ruangan hanya sedikit. Program studi teknik elektro Institut Teknologi Sumatera memiliki ruangan tugas akhir yang sampai saat ini masih dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mengerjakan tugas akhirnya. Pada ruangan ini terdapat perangkat elektronik seperti lampu dan pendingin ruangan yang berpotensi digunakan secara tidak bijaksana yaitu dengan diaktifkan terus-menerus meskipun tidak ada orang di dalam ruangan tersebut, lupa untuk menonaktifkan perangkat elektronik tersebut ketika meninggalkan ruangan, atau jumlah orang di dalam ruangan hanya sedikit namun perangkat elektronik semuanya aktif sehingga berpotensi terjadinya pemborosan listrik. Maka untuk mengatasi permasalahan tersebut dikembangkan sistem pemantauan suhu dan intensitas cahaya berbasis internet of things agar lampu dan pendingin ruangan digunakan sesuai kebutuhan dan terhindar dari pemborosan listrik. Pada artikel ini, sistem yang dikembangkan dapat memantau suhu, intensitas cahaya, jumlah orang di dalam ruangan serta daya listrik. Lampu dan pendingin ruangan akan aktif sesuai dengan kebutuhan yaitu sesuai dengan jumlah orang yang ada di dalam ruangan tersebut. Sistem ini juga dapat memantau daya konsumsi listrik lampu dan pendingin ruangan. Hardware pada sistem ini menggunakan sensor suhu, sensor cahaya, sensor arus, sensor tegangan, dan mikrokontroler yang dilengkapi dengan modul Wi-Fi. Data hasil pendeteksian sensor-sensor tersebut dikirimkan ke aplikasi Android smartphone melalui koneksi internet agar dapat diakses oleh pengguna. Hasil pengujian hardware sistem menunjukkan bahwa masing-masing sensor dapat mendeteksi sesuai fungsinya dan data hasil pendeteksian pun dapat dikirim serta ditampilkan pada aplikasi Android smartphone. Maka dari itu, sistem pemantauan yang dikembangkan berhasil memantau kondisi ruangan sehingga dapat menghindari pemborosan listrik.","PeriodicalId":142215,"journal":{"name":"Jurnal Listrik, Instrumentasi, dan Elektronika Terapan","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139308949","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"A Picofarad Capacitance Meter Based on Phase-Sensitive Demodulation for Tomography Application","authors":"R. Alfanz, Hamzah Hamzah, Teguh Firmansyah, Irma Saraswati, Ceri Ahendyarti, Rohmadi Rohmadi, Imamul Muttakin","doi":"10.22146/juliet.v4i2.89134","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/juliet.v4i2.89134","url":null,"abstract":"Electrical capacitance volume tomography (ECVT) is an imaging technique based on the object’s capacitance value. To provide a representative image of the object under study, the ECVT system requires a method that can measure the capacitance value in the order of picofarads (pF). This level of resolution poses a difficulty for typical commercial capacitance measuring devices, hence raising the need for a specialized method with dedicated signal conditioning circuitry. The capacitance meter based on phase-sensitive demodulation (PSD) is made to solve the aforementioned issue and it is then compared with the characteristics of a capacitance meter-based commercial Arduino setup. The designed PSD-based capacitance measuring device has 97.894% accuracy, precision of 0.704 pF, sensitivity of 0.1197 V/pF, linearity with a coefficient of determination 0.9983, and stability of 0.028 pF/min. In comparison, the capacitance meter based on Arduino has 97.943% accuracy, precision of 0.027 pF, linearity with a coefficient of determination 0.9999, and stability of 0.04 pF/min. Testing is done on an 8-electrode ECVT sensor using dielectric materials of air and water. The nearest electrode pair on the condition of air as the dielectric medium has a capacitance value of 2.62218 pF for PSD-based measuring devices and 3.4027 pF for Arduino-based measuring devices, while the pair of electrodes on the condition of water as a dielectric medium has a capacitance value 9.8229 pF for measuring device based on PSD and 9.1069 pF for Arduino-based measuring devices. The opposite and farthest electrode pair on the condition of air as a dielectric medium has a capacitance value of 0 pF for PSD-based measuring devices and 0,0798pF for Arduino-based measuring devices, while the pair of electrodes on the condition of water as a dielectric medium has a capacitance value of 4.652 pF for PSD-based measuring devices and 0.1224 pF for Arduino-based measuring devices.","PeriodicalId":142215,"journal":{"name":"Jurnal Listrik, Instrumentasi, dan Elektronika Terapan","volume":"38 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139309642","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Identifikasi Parameter Adaptif Motor Arus Searah Penguat Terpisah Menggunakan Algoritma LMS","authors":"Nia Saputri Utami, Imroatul Hudati","doi":"10.22146/juliet.v4i2.86801","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/juliet.v4i2.86801","url":null,"abstract":"Sistem kendali adaptif merupakan suatu sistem yang mampu menyesuaikan dirinya terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya (beradaptasi). Salah satu pemanfaatan sistem kendali adaptif adalah untuk identifikasi parameter sistem. Motor arus searah penguat terpisah merupakan jenis motor searah yang sumber tegangan jangkar dan tegangan medannya dipasang terpisah. Parameter motor searah penguat terpisah digunakan dalam pemodelan untuk mendapatkan fungsi alih. Dari fungsi alih kontinu kemudian diubah ke dalam bentuk fungsi alih diskrit untuk memperoleh persamaan diferensial diskritnya. Selanjutnya koefisien dari persamaan diferensial tersebut dijadikan sebagai target yang ingin dicapai selama proses iterasi berlangsung pada simulasi algoritma least mean square dengan input xk=rand(1,n), jumlah sampel sebanyak 1000 dan laju konvergensi sebesar 0,05. Pada artikel ini, simulasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bobot terbaik, jumlah iterasi dan laju konvergensi yang sesuai untuk pemodelan. Parameter Adaptif yang akan diidentifikasi berupa bobot dari pemodelan adaptif yang dibuat dan hasilnya dibandingkan dengan perhitungan fungsi alih diskrit sebenarnya. Bobot w1 yang ingin dicapai dalam proses iterasi yaitu 0,01566 dan bobot w2=0,0003107. Hasil terbaik yang dapat dicapai dalam proses iterasi yaitu w1=0,015659 dan w2=0,00031161 dengan eror sebesar 0,00000042928 serta nilai MSE (mean square error) sebesar 0,0000000000016.","PeriodicalId":142215,"journal":{"name":"Jurnal Listrik, Instrumentasi, dan Elektronika Terapan","volume":"6 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139314265","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Burhanuddin Wafiq, Muhammad Hanif Setyo Sahidanto, Hanif Alauddin Zain, Fivta Abidha Nurulita, Tika Erna Putri
{"title":"Analisis Susut Daya Jaringan sebagai Skema Opsi Penentuan Jalur Manuver Jaringan Distribusi 20 kV Penyulang PWO2 PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Purworejo","authors":"Burhanuddin Wafiq, Muhammad Hanif Setyo Sahidanto, Hanif Alauddin Zain, Fivta Abidha Nurulita, Tika Erna Putri","doi":"10.22146/juliet.v4i2.84941","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/juliet.v4i2.84941","url":null,"abstract":"Manuver jaringan merupakan serangkaian kegiatan manipulasi jaringan tegangan menengah yang melibatkan dua penyulang atau lebih dengan tujuan meminimalisasi terjadinya padam akibat gangguan dengan memperhatikan susut daya pada jaringan. Dalam melakukan manuver jaringan, pemilihan susut daya terendah bertujuan meminimalisasi kerugian dan mendapatkan penyaluran maksimal. Susut daya terjadi akibat adanya resistansi pada kawat penghantar jaringan tegangan menengah yang teraliri arus sehingga menimbulkan suhu tinggi. Manuver jaringan pada penyulang PWO2 Purworejo dapat dilakukan pada penyulang PWO5 atau penyulang PWO11 karena memiliki konfigurasi loop. Penyulang PWO2 memerlukan pelimpahan beban sebesar 144,3 A dengan opsi manuver jaringan pada penyulang PWO5 memiliki arus beban total 148,97 A dan penyulang PWO 11 memiliki arus beban total 204 A. Berdasarkan perhitungan susut daya resistansi dari kedua opsi manuver jaringan memiliki perbedaan dimana, PWO5 sebesar 2,7% dan PWO11 sebesar 6,7% dari total daya penyulang. Menimbang dari total beban dan susut daya aktif jaringan, PWO5 menjadi opsi utama dalam manuver jaringan pelimpahan beban dari penyulang PWO2. Persentase susut daya pasca manuver jaringan mengalami kenaikan menjadi 6,3% dari total daya penyulang penerima beban (PWO5). Dalam manuver jaringan, tingkat Energy Not Supplied (ENS) pada saat pemadaman turun dari 13.493,67 kWh menjadi 77,64 kWh. Kerugian yang dialami dari ENS dan kenaikan susut daya pasca manuver jaringan, saat terjadinya pemadaman tanpa manuver jaringan kerugian total sebesar 20,1 juta rupiah. Namun, dengan manuver jaringan saat terjadi pemandaman, kerugian total 2,8 juta rupiah atau turun hingga 85,9%.","PeriodicalId":142215,"journal":{"name":"Jurnal Listrik, Instrumentasi, dan Elektronika Terapan","volume":"65 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139322326","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Perbandingan Uprating dan Sisip Transformator Tiga Fase untuk Mengantisipasi Terjadinya Overload pada Transformator Distribusi Penyulang GJN-12 Nomor Tiang U3-89/1 PT PLN (Persero) ULP Yogyakarta Kota","authors":"Nurwijayanti Kusuma Ningrum, Nina Loenca Br Ginting, Haidar Nabil Muflih, Muhammad Dwi Cahyo Ramadhan, Candra Febri Nugraha","doi":"10.22146/juliet.v4i2.87124","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/juliet.v4i2.87124","url":null,"abstract":"Seiring bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan listrik juga mengalami peningkatan tiap tahun. Pesatnya pertumbuhan penduduk dan ekonomi di area PLN (Persero) ULP Yogyakarta Kota berpengaruh pada bertambahnya permohonan tambah daya listrik oleh pelanggan yang mengakibatkan terjadinya overload (beban lebih) pada transformator distribusi. Berdasarkan ketetapan SPLN No. 17 Tahun 1979 menyatakan bahwa terdapat tiga macam kondisi transformator yaitu normal, waspada dan darurat. Menurut persentase pembebanan transformator, kondisi waspada dan darurat terjadi saat pembebanan lebih dari 80%. Oleh karena itu, dilakukan simulasi dilakukan untuk mengetahui kondisi transformator ketika dilakukan penambahan daya. Pada metode penelitan ini membandingkan pengaruh uprating dan sisip transformator untuk mengantisipasi terjadinya overload. Metode perbandingan tersebut berdasarkan tiga aspek yaitu persentase pembebanan, persentase drop voltage dan biaya pengerjaan. Berdasarkan hasil simulasi pada penelitian ini, kedua metode tersebut menunjukkan hasil efektivitas yang sama, dengan persentase pembebanan mengalami penurunan 75,9% dan penurunan persentase drop voltage 1,81%. Sedangkan biaya pengerjaan untuk uprating sebesar Rp44.417.670, sedangkan untuk sisip transformator sebesar Rp48.843.740. Biaya pengerjaan uprating transformator lebih murah karena tidak memerlukan biaya pemasangan tiang serta konstruksi CC7. Maka dari itu, metode upratinglebih efisien dari metode sisip transformator dalam hal biaya pengerjaan.","PeriodicalId":142215,"journal":{"name":"Jurnal Listrik, Instrumentasi, dan Elektronika Terapan","volume":"54 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139322534","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhammad Hanif Setyo Sahidanto, Burhanuddin Wafiq, Hanif Alauddin Zain, Fivta Abidha Nurulita, Tika Erna Putri
{"title":"Analisis Metode Sisip Trafo Satu Fasa dan Rekonfigurasi Jaringan dalam Mengatasi Trafo Overload pada Gardu SCG08-0066 PT PLN (Persero) ULP Magelang Kota","authors":"Muhammad Hanif Setyo Sahidanto, Burhanuddin Wafiq, Hanif Alauddin Zain, Fivta Abidha Nurulita, Tika Erna Putri","doi":"10.22146/juliet.v4i2.84940","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/juliet.v4i2.84940","url":null,"abstract":"Pada kondisi di lapangan, tidak jarang terjadi adanya trafo yang kelebihan beban. Hal ini dapat memengaruhi kinerja sistem seperti, drop tegangan, ketidakseimbangan beban, dan kerugian daya. Pada wilayah kerja PT PLN (Persero) ULP Magelang Kota terdapat trafo satu fasa dengan nomor gardu SCG08-0066 yang mengalami overload dengan persentase pembebanan sebesar 92,72%. Untuk mengatasi masalah tersebut, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perbaikan pada jaringan distribusi listrik, sebagai contoh dengan menambahkan trafo satu fase sebagai penyisipan pada bagian jaringan tertentu dan melakukan rekonfigurasi jaringan. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan dan menggunakan simulasi perangkat lunak. Simulasi ini diperlukan untuk mendapatkan hasil yang akurat mengenai nilai persentase pembebanan dan jatuh tegangan pada trafo sebelum dan setelah dilakukan sisip trafo maupun rekonfigurasi jaringan. Hasil dari simulasi penyisipan trafo satu fasa pada gardu SCG08-0066 mengalami penurunan dari pembebanan awal, yaitu 200,7 A turun menjadi 158,9 A dengan penurunan sebesar 19,3%. Sedangkan pada rekonfigurasi jaringan dihasilkan penurunan sebesar 19,82% dari pembebanan awal, yang mulanya 200,7 A turun menjadi 158,1. Hasil dari kedua metode tersebut dapat menurunkan persentase pembebanan trafo sehingga tidak mengalami overload. Selain itu, kedua metode tersebut dapat memperbaiki jatuh tegangan di ujung jaringan, yang mulanya 195 Volt menjadi 212 Volt. Namun apabila kedua metode tersebut dilakukan perbandingan, maka metode sisip trafo merupakan metode paling efektif untuk mengatasi trafo overload karena beban yang ada disuplai oleh trafo sisipan baru, sehingga lebih terjamin untuk kontinuitas jangka panjang.","PeriodicalId":142215,"journal":{"name":"Jurnal Listrik, Instrumentasi, dan Elektronika Terapan","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139322250","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kontrol Motor DC dengan Kendali Linear Quadratic Regulator dan Filter Kalman Menggunakan GUI MATLAB","authors":"Imroatul Hudati, Nurul Izzah Wijayakusuma, Adi Ismail, Alfonzo Aruga Paripurna Barus, Hendi Budianto","doi":"10.22146/juliet.v4i1.83605","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/juliet.v4i1.83605","url":null,"abstract":"Abstract – DC motor is one of the electronic devices that is used in the robotic, industry and sometime can be found in daily life. DC motors usage is quite a lot, where the user is expected to be able monitor the speed or the position of the DC motor and be able to make adjustments. Noise is a part that cannot be ignored in controlling the motor DC speed. Numerous studies have been conducted. Previous research monitored the system response without considering the noise. The aims of this study are to implement the linear quadratic regulator (LQR) control and provide noise in the form of random number which will be filtered using a Kalman filter to reduce the noise and achieve a more stable system response. The provision of control and filter methods will be monitored by the user through an easy-to-understand display. The LQR control method will be given to DC motors in order to reduce the error between the output and input. LQR control use six variations of the Q index weighting will be given with an R value of 1. The most optimal Q result is [0.1 0 0; 0 0.1 0; 0 0 0.1] with a rise time is 2.20 seconds and a peak overshoot is 0.09 and the system response results are displayed. in the MATLAB GUI with the addition results after being given a Kalman filter.Keywords – DC motor, LQR, Kalman Filter, MATLAB GUIIntisari – Penggunaan Motor DC menjadi salah satu perangkat elektronik yang digunakan pada bidang robotika, industri bahkan banyak ditemui dalam kehidupan sehari – hari. Penggunaan motor DC yang cukup banyak, di mana user diharapkan dapat memantau kecepatan atau posisi motor DC dan dapat melakukan pemantauan terhadap noise yang terjadi pada sistem. Terdapat banyak penelitian yang telah dilakukan. Penelitian sebelumnya hanya memantau respons sistem tanpa memperhatikan noise yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan kendali linear quadratic regulator (LQR) dan memberikan noise berupa random number yang kemudian diberi filter Kalman sehingga noise tersebut dapat dikurangi dan respon sistem menjadi lebih stabil. Pemberian metode kendali dan filter diharapkan dapat dipantau oleh user melalui sebuah tampilan yang mudah dipahami. Metode kendali LQR akan diberikan kepada motor DC untuk mengurangi besarnya kesalahan antara output terhadap input. Pada kendali LQR akan diberikan enam variasi pembobotan indeks Q dengan R bernilai 1 didapatkan hasil Q yang paling optimal ialah [0,1 0 0;0 0,1 0;0 0 0,1] dengan rise time sebesar 2,20 detik dan peak overshoot sebesar 0,09 dan hasil respons sistem ditampilkan pada GUI MATLAB dengan adanya penambahan hasil sistem setelah diberikan filter Kalman.Kata kunci – kecepatan motor DC, LQR, filter Kalman, GUI MATLAB","PeriodicalId":142215,"journal":{"name":"Jurnal Listrik, Instrumentasi, dan Elektronika Terapan","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122949364","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Salima Nurrahma, Tegar Arif Berbudi, Muhammad Rakha Firdaus, Galang Izzaulhaq, Imroatul Hudati
{"title":"Implementasi Kontrol PID pada Kopel Motor DC dengan Menggunakan Filter Kalman","authors":"Salima Nurrahma, Tegar Arif Berbudi, Muhammad Rakha Firdaus, Galang Izzaulhaq, Imroatul Hudati","doi":"10.22146/juliet.v4i1.82150","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/juliet.v4i1.82150","url":null,"abstract":"This paper describes a DC motor clutch system that uses control methods PID and uses a Kalman filter. The methods used aim to obtain stable results from the DC motor coupling system used. To get the appropriate results, several stages were carried out such as hardware design where this process was carried out by pairing all the components used including the power supply, DC motor driver, Arduino Uno, potentiometer and the two coupled DC motors. This system uses an input voltage of 12 V and will then be processed by the motor driver to drive the DC motor. Based on the results that have been obtained and the system response after being given control. It can be observed that when the system uses the Kalman filter and uses the PI control the system response results have a small steady state error.","PeriodicalId":142215,"journal":{"name":"Jurnal Listrik, Instrumentasi, dan Elektronika Terapan","volume":"97 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121897829","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhammad Rakha Firdaus, Tegar Arif Berbudi, Salima Nurrahma, Galang Izzaulhaq, Imroatul Hudati
{"title":"Identifikasi Sistem Motor DC dan Penerapan Kendali PID, LQR, dan Servo Tipe 1 Berbasis Arduino-MATLAB","authors":"Muhammad Rakha Firdaus, Tegar Arif Berbudi, Salima Nurrahma, Galang Izzaulhaq, Imroatul Hudati","doi":"10.22146/juliet.v4i1.81918","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/juliet.v4i1.81918","url":null,"abstract":"Abstract – There has been a lot of research on the application of control to DC motors. However, there are often obstacles regarding the selection of controllers that are not appropriate, resulting in the control of DC motors becoming unstable. So to overcome this, a system identification process is needed on the DC motor. This paper will explain the process of identifying the DC motor coupling system using the System Identification Toolbox in MATLAB. After obtaining the modeling, several types of control will be applied, namely PID, LQR, and type-1 servo to be compared to determine effective control for the DC motor system. From the results of the system identification process, it is obtained that the system model closest to the reference model is the ARX model with a best-fit value of 63.2%. Furthermore, this ARX model will be used as a mathematical model of the system to which PID, LQR, and type-1 servo controls will be added. From the experimental results, it is found that the best type of control in this system is to use type-1 servo control which produces the smallest MSE value of 4.9897.Keywords – identification system, LQR, PID, type-1 servoIntisari – Penelitian mengenai penerapan kendali pada motor DC telah banyak dilakukan. Namun sering terjadi kendala mengenai pemilihan pengontrol yang tidak tepat sehingga mengakibatkan pengendalian motor DC menjadi tidak stabil. Sehingga untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu proses identifikasi sistem pada motor DC. Pada makalah ini menjelaskan proses identifikasi sistem kopling motor DC dengan menggunakan System Identification Toolbox pada MATLAB. Setelah mendapatkan pemodelan tersebut maka akan diterapkan beberapa macam kendali yaitu PID, LQR, dan servo tipe 1 untuk dibandingkan untuk menentukan kendali yang efektif untuk sistem motor DC tersebut. Dari hasil proses identifikasi sistem diperoleh bahwa model sistem yang paling mendekati dengan model referensi adalah model ARX dengan nilai best-fit sebesar 63,2%. Selanjutnya model ARX ini akan digunakan sebagai model matematis sistem yang akan ditambahkan kendali PID, LQR, dan servo tipe 1. Dari hasil percobaan didapatkan bahwa jenis kendali paling baik pada sistem ini adalah dengan menggunakan kendali servo tipe 1 yang menghasilkan nilai MSE paling kecil yaitu sebesar 4,9897.","PeriodicalId":142215,"journal":{"name":"Jurnal Listrik, Instrumentasi, dan Elektronika Terapan","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125811094","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Linierisasi Model Sistem Ball and Beam dan Metode Kendali LQG Berbasis MATLAB-Simulink","authors":"Hanifah Suwardi, Anisa Choir, Salima Nurrahma, Imroatul Hudati","doi":"10.22146/juliet.v4i1.81744","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/juliet.v4i1.81744","url":null,"abstract":"Abstract – There are some unstable control systems, it can be an important problem in control, like systems in aerospace and flight. This can be studied simply in the ball and beam system. The ball and beam system uses an LQG (Linear Quadratic Gaussian) controller to determine the effect of stability and optimal system to reach the set point and the results of the slope angle on the beam at the set point. There is a combination of LQR with the element matrix parameters Q and R which can be searched using a trial and error technique with the condition that the Q matrix is a positive semidefinite while the R matrix is a positive definite matrix. As well as the use of gain Kalman filter as an estimator. Two experiments are given on the Q and R matrix elements which will be used in three distance/position displacement tests. The design of LQG on ball and beam systems is carried out in the MATLAB-Simulink software. Then the results of the angle of inclination of the beam (beam) obtained 14° to make the ball reach a set point of 10 cm, 17° for a set point of 20 cm, and 28° for a set point of 30 cm. Keywords – ball and beam, angle, LQG, LQR, linearizationIntisari –Sistem kontrol yang tidak stabil menjadi sebuah masalah yang penting dalam pengontrolan, seperti sistem dalam aerospace dan penerbangan. Hal ini dapat dipelajari secara sederhana pada sistem ball and beam. Pada sistem ball and beam digunakan pengontrol LQG (linear quadratic gaussian) untuk mengetahui pengaruh stabilitas maupun optimalnya sistem mencapai set point serta hasil kemiringan sudut pada balok (beam) pada titik set point. Terdapat kombinasi LQR dengan parameter matriks elemen Q dan R yang dapat dicari menggunakan teknik trial and error dengan syarat matriks Q ialah semidefinite positive sedangkan matriks R ialah matrik definit positif Serta penggunaan gain filter Kalman sebagai estimator. Dilakukan dua eksperimen pada elemen matriks Q dan R yang akan digunakan pada tiga pengujian perpindahan jarak/posisi. Rancangan LQG pada sistem ball dan beam dilakukan di software MATLAB-Simulink. Diperoleh hasil sudut kemiringan beam sebesar 14° untuk membuat ball mencapai di posisi set point 10 cm, 17° untuk set point 20 cm, dan 28° untuk set point 30 cm.Kata kunci – ball and beam, sudut, LQG, LQR, linierisasi","PeriodicalId":142215,"journal":{"name":"Jurnal Listrik, Instrumentasi, dan Elektronika Terapan","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126336043","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}