Satya WidyaPub Date : 2021-04-12DOI: 10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p133-143
T. Yunianta, Dina Selan
{"title":"ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS 8 UNTUK MATERI SPLDV BENTUK TIDAK RUTIN","authors":"T. Yunianta, Dina Selan","doi":"10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p133-143","DOIUrl":"https://doi.org/10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p133-143","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas 8 dalam menyelesaikan soal SPLDV bentuk tidak rutin berdasarkan tahapan IDEAL. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan subjek berdasarkan teknik purposive sampling, diperoleh 3 orang peserta didik yang dijadikan subjek sesuai dengan hasil pekerjaan. Peserta didik dikelompokan kedalam kategori tinggi, sedang dan rendah.Kategori tinggi adalah subjek 1, kategori sedang adalah subjek 2, dan kategori rendah adalah subjek 2.Instrument dari penelitian ini berupa soal uraian berjumlah 3 dan wawancara semi terstruktur. Teknik pengambilan data untuk penelitian ini adalah tes, wawancara dan dokumpentasi. Analisis data pada penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data.Hasil penelitian menunjukan subjek kategori tinggi dapat melewati semua tahap, namun subjek masih terkendalah pada menentukan strategi pada saat membuat model matematika untuk 1 soal saja dan melaksanakan strategi subjek melakukan kesalahn pada operasi. Subjek kategori sedang masih terkendalah pada menentukan strategi yang mungkin pada saat membuat model matematika untuk 2 soal dan melakukan kesalahan operasi pada saat melaksanakan strategi. Subjek kategori rendah dapat memahami masalah dan menentukan tujuan namun tidak dapat melaksanakan strategi dengan baik.","PeriodicalId":55772,"journal":{"name":"Satya Widya","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-04-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43676002","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Satya WidyaPub Date : 2021-04-12DOI: 10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p125-132
A. L. Ngaba, Elsy Senides Hana Taunu
{"title":"PERANAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SMA NEGERI","authors":"A. L. Ngaba, Elsy Senides Hana Taunu","doi":"10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p125-132","DOIUrl":"https://doi.org/10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p125-132","url":null,"abstract":"Pendidikan karakter meupakan pendidikan yang dilakukan untuk membentuk watak, moral, serta budi pekerti sehingga menjadi landasan bagi peserta didik dalam berpikir dan bertindak yang pada akhirnya menimbulkan ciri khas pada siswa tersebut. OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) merupakan seuatu organisasi di tingkat sekolah di Indonesia dan salah satu fungsinya yaitu menjadi sarana bagi pelaksanan pembinaan kesiswaan melalui 10 pokok kegiatan pembinaan kesiswaan di sekolah. Berdasarkan hasil studi awal ditemukan bahwa masih terdapat siswa yang kurang disiplin terhadap waktu, membuat keributan, menurunnya rasa hormat terhadap guru maupun orang yang lebih tua dan tindakan yang menyimpang lainnya, sehingga mendorong peneliti untuk mengkaji peranan OSIS dalam pembinaan karakter siswa dengan pemikiran bahwa penguatan pendidikan karakter tidak saja bertumpu kepada guru melalui pelaksanan pembelajaran dikelas tetapi dapat juga dibina melalui kegiatan organisasi kesiswaan. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan peranan OSIS dalam membentuk karakter siswa di SMA Negeri 1 Kambera. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, dilakasanakan mulai Januari sampai Desember 2020. Subjek penelitian yaitu Pembina dan Pengurus OSIS serta siswa. Fokus penelitian adalah program kerja OSIS berdasarkan 10 pokok kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh setiap seksi. Sehingga melalui studi dokumen, wawancara, dan kuesioner diperoleh data pelaksanaan kegiatan OSIS dalam pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 1 Kambera. Hasil penelitian menunjukkan peran OSIS dalam membentuk karakter siswa sangat baik. Terdapat 10 nilai karakter yang dibentuk yaitu nilai religius, toleransi, disiplin dan kerja keras, keatif, rasa ingin tahu, mandiri, cinta tanah air dan semangat kebangsaan, cinta damai dan menghagai prestasi, peduli sosial dan bertanggungjawab.","PeriodicalId":55772,"journal":{"name":"Satya Widya","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-04-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43454345","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Satya WidyaPub Date : 2021-04-12DOI: 10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p144-151
Angela Nirmala Nariswari, L. Listyani
{"title":"STUDENTS’ PROBLEMS IN SPEAKING FOR SOCIAL PURPOSES CLASS","authors":"Angela Nirmala Nariswari, L. Listyani","doi":"10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p144-151","DOIUrl":"https://doi.org/10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p144-151","url":null,"abstract":"This study presents a quantitative study conducted in a private university in Central Java, Indonesia. The main aim of this study is to find problems and solutions in Speaking for Social Purposes class. A survey was done on seventy-four (74) students from an English Department (ED) about the difficulties and solutions they experienced in the speaking class. Hopefully, this study will be beneficial for both teachers and students of speaking classes.","PeriodicalId":55772,"journal":{"name":"Satya Widya","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-04-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48502568","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Satya WidyaPub Date : 2021-02-03DOI: 10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p97-104
Mayun Erawati Nggaba
{"title":"KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KECAMATAN KAMBERA, KABUPATEN SUMBA TIMUR","authors":"Mayun Erawati Nggaba","doi":"10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p97-104","DOIUrl":"https://doi.org/10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p97-104","url":null,"abstract":"Penguasaan konsep dan keterampilan aljabar menjadi salah satu tuntutan kurikulum Indonesia sejak beberapa dekade belakangan. Siswa pada tingkat sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas diharapkan sudah mampu menguasai bahkan lancar menggunakan konsep aljabar. Sebagai pendidik, kita harus mengetahui kemampuan berpikir aljabar siswa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan kemampuan berpikir aljabar siswa dalam menyelesaikan masalah berbasis kearifan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan pada siswa usia 12-17 tahun di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) komponen berpikir aljabar yang sering digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah adalah kemampuan pemecahan masalah, kemampuan representasi matematis, dan kemampuan penalaran kuantitatif dan (2) level berpikir aljabar siswa adalah level 2. Berdasarkan hasil penelitian, terlihat bahwa meskipun ketiga jenis komponen berpikir aljabar digunakan dalam menyelesaikan masalah, ternyata level berpikir aljabar siswa masih rendah.","PeriodicalId":55772,"journal":{"name":"Satya Widya","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-02-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44334230","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Satya WidyaPub Date : 2021-02-03DOI: 10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p116-124
Anis Supriyati, T. Yunianta
{"title":"PROFIL PENALARAN ADAPTIF SISWA SMP DENGAN TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA","authors":"Anis Supriyati, T. Yunianta","doi":"10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p116-124","DOIUrl":"https://doi.org/10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p116-124","url":null,"abstract":"Penalaran merupakan salah satu komponen penting yang harus dikuasai oleh siswa dan kepribadian siswa juga mempengaruhi penalaran siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penalaran adaptif siswa SMP dengan kepribadian introvert dalam memecahkan masalah matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualiatif. Subjek penelitian ini dipilih dari 30 siswa dengan teknik pemilihan subjek, purposive sampling. Subjek yang terpilih adalah dua orang siswa SMP yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik dan memiliki tipe kepribadian introvert. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa metode angket, tes dan wawancara. Instrumen tes juga divalidasi oleh validator terlebih dahulu sebelum dipakai. Siswa diberi tes soal pemecahan masalah dan kemudian diwawancara untuk mengetahui penalaran adaptifnya dalam memecahkan masalah matematika. Kredibilitas data dijamin dengan menggunakan triangulasi metode. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh deskripsi penalaran adaptif siswa introvert yaitu siswa dapat menemukan informasi yang ada pada soal, kemudian dapat memperkirakan strategi atau rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah, siswa mampu melakukan penghitungan ulang untuk memastikan jawaban yang diperoleh benar, siswa dapat menyelesaikan masalah dengan runtutan yang sesuai menggunakan informasi yang diperoleh serta dapat menarik kesimpulan pada semua masalah yang diberikan.","PeriodicalId":55772,"journal":{"name":"Satya Widya","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-02-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47939153","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Satya WidyaPub Date : 2021-02-03DOI: 10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p88-96
Sapto Irawan Irawan, Herwina Meylani
{"title":"PERSEPSI PERSEPSI GURU TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING","authors":"Sapto Irawan Irawan, Herwina Meylani","doi":"10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p88-96","DOIUrl":"https://doi.org/10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p88-96","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru mata pelajaran terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMK Al-Mustaqim Susukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 di SMK Al-Mustaqim Susukan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru mata pelajaran dengan jumlah 8 guru sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan semua jumlah populasi yaitu 8 guru. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan cukup baik mengenai persepsi guru teradap layanan bimbingan dan konseling, tetapi pada indikator pertama dan kedua yaitu indikator proses pengamatan terhadap BK dan proses pengolahan informasi tentang BK tentang pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling hasilnya menujukan sebagian besar guru mata pelajaran berada pada kategori buruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru mata pelajaran terhadap pelaksanaan BK di sekolah pada indikator proses pengamatan terhadap BK sebesar 50% mengatakan sesuai, pada proses pengolahan informasi sebesar 25% mengatakan cukup sesuai, dan 37,5% mengatakan sesuai.","PeriodicalId":55772,"journal":{"name":"Satya Widya","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-02-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43876601","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Satya WidyaPub Date : 2021-02-03DOI: 10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p105-115
Mega Retno Wulandari
{"title":"EKSPLORASI TENUN IKAT SUMBA TIMUR DITINJAU DARI ETNOMATEMATIKA","authors":"Mega Retno Wulandari","doi":"10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p105-115","DOIUrl":"https://doi.org/10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p105-115","url":null,"abstract":"Peran guru didalam pembelajaran saat ini bukan lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa, melainkan berperan sebagai fasilitator. Masih ditemukan proses pembelajaran matematika yang hanya terfokus dalam menghafalkan rumus yang terdapat dalam materi matematika. Kesulitan siswa dalam memahami beberapa materi matematika masih menjadi kendala dalam proses pembelajaran matematika di sekolah. Pengajaran matematika sebaiknya disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari atau budaya yang ada di daerahnya. Budaya dan matematika dapat dikombinasikan dalam pembelajaran matematika, yang biasa dikenal dengan sebutan etnomatematika. Tenun ikat merupakan salah satu hasil kerajinan tangan masyarakat di Sumba Timur. Tenun ikat Sumba Timur terkandung beberapa konsep matematika contohnya konsep geometri, simetri lipat dan transformasi geometri yang dapat diaplikasikan dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mengkaji unsur matematis yang terdapat pada motif tenun ikat Sumba Timur. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari 40 orang pengrajin tenun ikat di 5 centra tenun. Penelitian ini berlangsung dari bulan Maret-September 2020. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, angket dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh (1) eksplorasi tenun ikat Sumba Timur ditemukan beberapa motif yang sering ditenun yaitu motif kuda, manusia, patola kamba, patola ratu, ayam, kupu-kupu, bunga, udang, mamuli dan singa, (2) beberapa unsur matematis dalam tenun ikat Sumba Timur yang dapat diidentifikasi berdasarkan motif yang ditemui yaitu titik, garis, sudut, bangun datar seperti segitiga, jajargenjang, persegi panjang dan belah ketupat, serta transformasi geometri diantaranya ada rotasi, refleksi, dilatasi dan translasi.","PeriodicalId":55772,"journal":{"name":"Satya Widya","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-02-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42621213","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Satya WidyaPub Date : 2021-01-20DOI: 10.24246/j.sw.2020.v36.i1.p35-44
Listyani Fbs, Gifta Felicia Soegianto
{"title":"INTERMEDIATE GRAMMAR STUDENTS’ MOTIVATIONS IN LEARNING ENGLISH","authors":"Listyani Fbs, Gifta Felicia Soegianto","doi":"10.24246/j.sw.2020.v36.i1.p35-44","DOIUrl":"https://doi.org/10.24246/j.sw.2020.v36.i1.p35-44","url":null,"abstract":"Abstract \u0000This study was intended to the grammar students and hopefully the lecturers might create new ways in teaching grammar. Since, many students failed the Intermediate Grammar Course and had to repeat the course. Open-ended questionnaires were used in the study which involved around 68% of the whole Intermediate Grammar students 2020. There were 46 out of 67 students who became the respondents of this study. Qualitative method was used in the study, and one student was interviewed. The study was conducted at the English Language Education Program (ELEP) of Faculty of Language and Arts (FLA), in a private university in Central Java, Indonesia. The participants were taken from students of Intermediate Grammar Course in Semester II, 2019-2020 aAcademic Year.. The results of the interview showed that Intermediate Grammar students had various motivations in learning English. The motivations which the students had were intrinsic, extrinsic, and instrumental motivations.","PeriodicalId":55772,"journal":{"name":"Satya Widya","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45521267","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Satya WidyaPub Date : 2021-01-20DOI: 10.24246/j.sw.2020.v36.i1.p64-76
Eleonora Esther Debora Sopacua, Maria Melita Rahardjo
{"title":"ANALISA PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI","authors":"Eleonora Esther Debora Sopacua, Maria Melita Rahardjo","doi":"10.24246/j.sw.2020.v36.i1.p64-76","DOIUrl":"https://doi.org/10.24246/j.sw.2020.v36.i1.p64-76","url":null,"abstract":"Pembelajaran tematik adalah karakteristik dalam pendidikan anak usia dini. Prinsip dari pembelajaran tematik adalah berpusat pada anak dan sesuai dengan kebutuhan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa beberapa RPPH salah satu lembaga PAUD di Salatiga yang menggunakan pembelajaran tematik dan menggunakan sentra dalam sistem pembelajaran nya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik analisa konten. Konten yang dianalisa diambil dari data RPPH yang disampling dari Lembaga PAUD dalam kurun waktu 3 bulan. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran tematik yang dilaksanakan belum dilakukan secara mendalam dan berpusat pada anak yang sesuai dengan kurikulum 2013.","PeriodicalId":55772,"journal":{"name":"Satya Widya","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47130110","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Satya WidyaPub Date : 2021-01-20DOI: 10.24246/j.sw.2020.v36.i1.p45-55
T. Yunianta, Lusiyati Lusiyati
{"title":"IDENTIFIKASI KETERAMPILAN GEOMETRI SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SMP BERDASARKAN TINGKATAN VAN HIELE DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN DATAR","authors":"T. Yunianta, Lusiyati Lusiyati","doi":"10.24246/j.sw.2020.v36.i1.p45-55","DOIUrl":"https://doi.org/10.24246/j.sw.2020.v36.i1.p45-55","url":null,"abstract":"This qualitative descriptive study aims to identify the geometry skills of both male and female secondary school (SMP) students based on Van Hiele level in solving a flat wake up problem. The selection of the subject using purposive sampling technique consisting of 2 students (1 male and 1 female) of 35 students in class VIII A SMP Negeri 2 Sumowono who have been working on a test adapted from the project CDASSG Usiskin ie VHGT test and the result has a level of geometry thinking van Hiele. This study will identify differences in geometry skills that exist in female and male students who have geometric thought levels of van Hiele. Data collection techniques using test methods, interviews and documentation. The results showed that both subjects had a level of geometric thinking van Hiele and both had visual, verbal, drawing, logic and applied skills differentiating in solving the problem.","PeriodicalId":55772,"journal":{"name":"Satya Widya","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45749866","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}