Jurnal ArrabonaPub Date : 2022-08-31DOI: 10.57058/juar.v5i1.66
Elvin Paende, Felisya Florensya, Risart Pelamonia
{"title":"Peran Orang Tua Dalam Peningkatan Sosial Emosional Anak Usia 4-6 Tahun Dan Implementasinya Bagi Orang Tua Masa Kini","authors":"Elvin Paende, Felisya Florensya, Risart Pelamonia","doi":"10.57058/juar.v5i1.66","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v5i1.66","url":null,"abstract":"Perkembangan sosial emosioal merupakan aspek perkembangan yang menunjukkan kemampuan anak untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik dan mampu mengerti aturan-aturan yang berlaku dilingkungan sekitar dengan kemampuan dalam mengungkapan perasaan. Perilaku dan sikap sosial emosional anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Pembentukan dan peningkatan sosial emosial anak merupakan tugas dan tanggung jawab orang tua. Namun pada kenyataannya masih ditemukan orang tua yang kurang berperan atau bahkan tidak berperan dalam perkembangan dan peningkatan sosiol emosional pada anak, sehingga berakibat anak menjadi pemurung, agresif, kasar, tidak mampu mengontrol emosi, sulit mengungkapkan keinginan, sulit berinteraksi dan bersosialisasi, dan bertampak terhadap perilaku anak. \u0000Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif, yang ditindaklanjuti dengan penelitian literatur. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran atau pun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang, dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran yang benar dari suatu objek. \u0000Berdasarkan dari pemaparan hasil penelitian yang ditemukan dari berbagai sumber, menjelaskan bahwa: Peran orang tua dalam peningkatan sosial emosional anak usia 4-6 tahun sebagai pendidik pertama dan merupakan cerminan anak dalam segala aspek baik perilaku, emosional dan cara bersosialisasi masih ditemukan orang tua yang kurang atau bahkan yang tidak berperan dalam peningkatan sosial emosional anak.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"74 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133918522","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2022-08-31DOI: 10.57058/juar.v5i1.64
Sherly Mudak, Winda Sulistia Ningsih Mendrofa
{"title":"Signifikansi “Penolong Yang Sepadan” Menurut Kejadian 2:18 Bagi Istri Gembala Jemaat Masa Kini","authors":"Sherly Mudak, Winda Sulistia Ningsih Mendrofa","doi":"10.57058/juar.v5i1.64","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v5i1.64","url":null,"abstract":"Perempuan diciptakan sebagai penolong yang sepadan bagi laki-laki (Kejadian 2:18), dalam arti diciptakan untuk mendukung, melengkapi tugas dan panggilan suaminya. Begitupun halnya ketika menjadi istri dari seorang gembala jemaat. Istri gembala jemaat dalam kehidupannya harus berkenan kepada Tuhan, memiliki karakter yang sesuai dengan firman Tuhan serta menjadi pribadi yang bijaksana, sehingga menjadi kesaksian yang patut diteladani oleh orang lain dan memuliakan Tuhan. Selain memiliki karakter yang baik, harus memiliki kedewasaan rohani yang memadai sehingga dapat mengimbangi pelayanan suami dan kualitas kerohanian suami, keluarga dan pelayanan suami di gereja. \u0000Tujuan dari penulisan ini untuk menjelaskan mengenai makna “Penolong Yang Sepadan” menurut Kejadian 2:18, supaya istri gembala jemaat masa kini memperoleh pemahaman yang benar sebagai seorang penolong dan signifikansi bagi para istri gembala jemaat Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode deskriptif dan ditindaklanjuti dengan mengumpulkan data-data literatur. \u0000Penulis menemukan bahwa ada istri gembala jemaat yang tidak hidup sungguh- sungguh takut Tuhan, membuat dirinya tidak hidup didalam kekudusan Allah, seperti istri selingkuh bahkan membunuh suaminya sendiri. Penulis memberi saran istri gembala jemaat harus memiliki pengenalan yang baik akan Tuhan, sehingga apa yang dilakukan sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Istri gembala jemaat harus terus meng-upgrade diri baik secara pengetahuan, kecakapan dalam hal-hal praktis yang diperlukan dalam pelayanan, dan keterampilan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan pelayanan","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"57 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131779200","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2022-08-31DOI: 10.57058/juar.v5i1.68
Yatmini, Lilis Suryani Hutahaean, Rio Janto Pardede
{"title":"Self Directing Bagi Pertumbuhan Rohani Anggota Komunitas Dalam Menghadapi Covid 19","authors":"Yatmini, Lilis Suryani Hutahaean, Rio Janto Pardede","doi":"10.57058/juar.v5i1.68","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v5i1.68","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana anggota komunitas Yosua Ministry tetap mengalami pertumbuhan rohani walaupun harus melakukan ibadah/persekutuan secara mandiri. Pandemi covid 19 yang melanda dunia membawa dampak besar dan perubahan cara hidup manusia saat ini. Untuk mengatasi penyebaran virus maka pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan sosial/phisical distancing dimana masyarakat diharapkan dapat bekerja di rumah, sekolah di rumah dan beribadah juga di rumah. Bekerja, sekolah dan ibadah dilakukan dengan sistim daring menggunakan berbagai media yang tersedia saat ini. Penelitian dengan judul “self directing bagi pertumbuhan rohani anggota komunitas dalam menghadapi covid 19”, memiliki rumusan masalah pengaruh covid 19 terhadap tata ibadah gereja dan dampak bagi pertumbuhan rohani anggota komunitas Yosua Ministry. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan cara mengumpulkan data dalam bentuk angket/kuisoner. Kuisoner dibagikan kepada anggota komunitas Yosua Ministry dan ada 105 orang yang berpastisipasi dalam mengisi angket melalui googleform. Berdasarkan hasil temuan dari angket yang dibagikan melalui googleform maka dapat simpulkan: 1) self directing seseorang memiliki relasi yang kuat dalam mendorong seseorang memiliki kemampuan menghadapi tantangan dalam masa pandemi, 2) self directing memampukan seseorang untuk tetap bertumbuh dalam hal kerohanian sekalipun kurangnya perhatian dari gereja masing-masing. 3) Yosua Ministry dan pembina rohani, termasuk gereja atau permimpin Kristen harus mulai memikirkan cara bagaimana dapat menjangkau dan menolong jemaat yang tidak memiliki self directing dalam menjaga spiritualitas pribadinya.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130526489","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2022-08-31DOI: 10.57058/juar.v5i1.67
Edu Arto Silalahi, Yaret Nesimnasi
{"title":"Pola Penginjilan Lintas Budaya oleh Tenaga Utusan Gereja (TUG) berdasarkan Kisah Para Rasul 8:26-40 di Gereja POUK Ichtus Bumi Dirgantara Permai Bekasi","authors":"Edu Arto Silalahi, Yaret Nesimnasi","doi":"10.57058/juar.v5i1.67","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v5i1.67","url":null,"abstract":"The church exists because there is a mission. Therefore, the living church should remain focused on the mission of evangelism. Evangelism is a top priority that must be done by the church in a wide dimension, to the ends of the earth. In reality, there are many churches that are not active in the worldwide evangelistic missionary movement. Why? Is it because the church doesn't want to be involved in the mission or because the church doesn't know about missions? Evangelism must be an ongoing movement. Evangelism is carried out cross-culturally both within the country itself and abroad where neglected tribes (STA) are still found. In an effort to maximize cross-cultural evangelism, the church needs to hold congregational member development continuously. Coaching is intended to change and equalize perspectives or perspectives on cross-cultural evangelism missions. Based on observations and interviews conducted with several church missionaries (TUG) of the POUK Ichtus Bumi Dirgantara Permai Bekasi, it was found that the obstacles to cross-cultural evangelism were not primarily the ethnic groups to be served, but the readiness of the envoys who would serve cross-culturally. These obstacles are mainly related to language, culture and life values that should be studied carefully before serving in these neglected tribes. By referring to the Bible, Acts 8:26-40, the principles and patterns of cross-cultural evangelism are found by studying the profile of Philip who preached the gospel across cultures. \u0000 \u0000 \u0000Key Words: Evangelism, Cross-cultural, messenger, church","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126381414","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2022-08-31DOI: 10.57058/juar.v5i1.70
Noh Ruku, Ucok Trosmada
{"title":"Multiplikasi Murid Kristus Berdasarkan 2 Timotius 2:2 Di Gereja POUK Ichthus Bumi Dirgantara Permai Di Bekasi","authors":"Noh Ruku, Ucok Trosmada","doi":"10.57058/juar.v5i1.70","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v5i1.70","url":null,"abstract":"Artikel ini memuat tentang sebuah penelitian yang dilakukan untuk menemukan Multiplikasi Murid Kristus dalam 2 Timotius 2:2 di Gereja POUK Ichthus Bumi Dirgantara Permai, dengan mengunakan paradigma naturalistis atau paradigma alamiah berdasarkan filsafat fenomologis dan metode penelitian kualitatif. \u0000Tema-tema yang ditemukan adalah bahwa: Amanat Agung ditujukan bagi semua murid Yesus yaitu menjadikan semua bangsa murid Tuhan Yesus; Proses ini tidak hanya berhenti ketika seseorang telah menjadi murid, tetapi seorang murid yang bertanggung jawab untuk mempersiapkan murid lain agar dapat memuridkan lagi. Dengan cara ini maka akan terjadi multiplikasi murid Kristus. \u0000Dalam 2 Timotius 2:2, Rasul Paulus menunjukkan suatu model yang ideal agar terjadi multiplikasi, Paulus (generasi pertama) meminta muridnya yaitu Timotius (generasi kedua) agar mempersiapkan orang-orang yang dapat dipercayai (generari ketiga) untuk mengajar orang lain (generasi keempat). \u0000Tesis ini direkomendasikan kepada gembala jemaat, rohaniwan dan pelayan dengan latar belakang teologi, majelis, pengerja, pengurus gereja serta jemaat yang terlibat dalam penjangkauan dan pemuridan.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129429465","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2022-07-20DOI: 10.57058/juar.v2i1.28
Yusmaliani Yusmaliani
{"title":"MEMBEDAKAN PENYAKIT JIWA DAN KERASUKAN SETAN DALAM PELAYANAN","authors":"Yusmaliani Yusmaliani","doi":"10.57058/juar.v2i1.28","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v2i1.28","url":null,"abstract":"Penyakit jiwa dan kerasukan setan adalah dua masalah yang sering ditemui dalam pelayanan. Namun, tidak semua pelayan kompeten dalam melayani mereka yang sedang menderita penyakit tersebut dan mengalami gangguan kerasukan setan. Bahkan cenderung keliru dalam menanganinya. \u0000Hal ini disebabkan kedua masalah ini seringkali menunjukkan gejala yang hampir sama. Akan tetapi kedua malasah ini mempunyai gejala yang berbeda. \u0000 Penyakit jiwa memang diakui sangat beragam. Karena itu tulisan ini, hanya akan membahas salah satu dari sekian banyak penyakit yang tergolong penyakit jiwa yakni Skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah. Keadaan ini pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi pendengaran, paranoid atau waham yang ganjil, atau cara berbicara dan berpikir yang kacau, dan disertai dengan disfungsi sosial dan pekerjaan yang signifikan.[1] \u0000 Sedangkan kerasukan setan berarti seseorang dalam pengendalian/penguasaan secara mutlak oleh setan yang meliputi kehendak dan kekuatan manusia. \u0000Penanganan untuk skizofrenia yang paling sesuai dengan hasil penelitian mutakhir ada di Inggris. Yang ditandai dengan dikeluarkannya keputusan oleh Menteri Kesehatan bahwa penanganan untuk skizofrenia pada dasarnya adalah terapi obat antipsikotik. Pada saat yang sama, pasien skizofrenia selalu diberikan tawaran untuk mendapatkan terapi kognitif perilaku untuk skizofrenia dari psikolog klinis dewasa. \u0000Penanganan untuk orang-orang yang dirasuk setan adalah mengusir setan yang merasukinya dan membimbingnya datang kepada Tuhan Yesus sebagai JuruselamatNya. Sebab orang percaya tidak akan dapat dikuasai setan sebab Roh Kudus yang ada dalam dirinya lebih besar dari kuasa apa pun. Tuhan Yesus tak akan memberikan pencobaan melampaui kekuatannya. \u0000 Karena itu, penting mengenali ciri dari kedua masalah itu agar dapat memberi pelayanan sebagaimana seharusnya. Pelayan tidak melakukan tindakan keliru dengan semua kondisi yang mirip kerasukan setan diusir dengan menengking setan, seperti tindakan gegabah yang dilakukan orang yang tak memahaminya. \u0000 \u0000[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Skizofrenia","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126193759","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2022-07-20DOI: 10.57058/juar.v2i1.27
Edu Arto Silalahi
{"title":"GEREJA MENJADI MITRA PENDIDIKAN KRISTEN","authors":"Edu Arto Silalahi","doi":"10.57058/juar.v2i1.27","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v2i1.27","url":null,"abstract":"Gereja dan Pendidikan Kristen adalah dua lembaga yang saling terkait dan terikat. Terikat dalam tujuan final yang sama, yakni pemberitaan Injil atau amanat agung Kristus. Gereja menjalankan perannya membina umat kepada kedewasaan rohani, demikian juga sekolah atau pendidikan Kristen memerlengkapi murid dalam pengetahuan akan kebenaran. Filosopinya harus didasarkan pada pemahaman yang sama tentang Alkitab sebagai dasar untuk melayani. Alkitab berkonsentrasi pada pemberitaan tentang Allah pencipta tetapi juga penebus yang membawa manusia kepada pemahaman yang benar tentang tujuan hidupnya. Maka dalam rangka mencapai tujuan tersebut, hendaklah gereja dan pendidikan Kristen membangun kemitraan.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"36 8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126802885","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2022-07-20DOI: 10.57058/juar.v2i1.23
Andersius Namsi
{"title":"PAUS FRANSISKUS: TELADAN KEPEMIMPINAN GEREJAWI DI ABAD KE-21","authors":"Andersius Namsi","doi":"10.57058/juar.v2i1.23","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v2i1.23","url":null,"abstract":"In the 21st century it appears that leadership in both the secular and religious world has declined. But in the decline of leadership, we can see and emulate a religious leader as well as a religious leader who set an example of leadership even within the scope of the Church in the 21st century.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"152 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114512380","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2022-07-20DOI: 10.57058/juar.v2i1.20
Noh Ruku
{"title":"ISU KONTEMPORER: GEREJA DAN PEKERJAAN BAIK","authors":"Noh Ruku","doi":"10.57058/juar.v2i1.20","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v2i1.20","url":null,"abstract":"The church as a fellowship of people who believe in Jesus Christ as Lord and Savior in the midst of this world, can be an example of good deeds so that they can have a positive impact in accordance with God's Word.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133090843","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2022-02-27DOI: 10.57058/juar.v2i2.33
Arthur Aritonang
{"title":"KEBANGKITAN WAHABI DAN GERAKAN OIKUMENE DI INDONESIA","authors":"Arthur Aritonang","doi":"10.57058/juar.v2i2.33","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v2i2.33","url":null,"abstract":"“Artikel ini menguraikan fenomena kontemporer di mana umat Islam di Indonesia sejak era reformasi telah terindikasi oleh paham Wahabisme dari Timur Tengah. Sejak semula salah satu tujuan dari kehadiran NU sebagai organisasi Islam moderat terbesar di Indonesia maupun dunia yaitu mengantisipasi masuknya paham Wahabisme yang ketika itu sudah menyebar luas di Timur Tengah. Semasa orde baru organisasi Islam berwatak radikal tidak mendapat tempat di negeri ini, namun setelah tumbangnya rezim orde baru dan kemudian memasuki era reformasi (demokrasi dan kebebasan bereskpresi) umat Islam yang berwatak radikal melihat ini sebagai peluang besar yang dasarnya ialah sebagaimana yang diatur oleh Undang-Undang yaitu hak untuk mendirikan organisasi kemasyarakatan ataupun partai politik. Peluang ini dimanfaatkan untuk membangun organisasi yang mengatasnamakan Islam kemudian menyebarkan doktrin Wahabisme di Indonesia dengan cara membangun masjid, masuk ke beberapa pesantren, bahkan beberapa Universitas di Indonesia sudah terpapar radikalisme. Kegiatan tersebut seluruhnya disponsori oleh Arab Saudi tetapi bukan berasal dari pemerintah Arab Saudi. Oleh karenanya, paham Wahabisme jelas bertentangan dengan Pancasila dan semangat nasionalisme sebab ini justru membahayakan bagi eksistensi sesama Islam, Kekristenan dan agama-agama lainnya di Indonesia”","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126701071","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}