Jurnal ArrabonaPub Date : 2019-02-27DOI: 10.57058/juar.v1i2.54
Galuh Pandandari
{"title":"KEPEMIMPINAN GEMBALA MISIONER","authors":"Galuh Pandandari","doi":"10.57058/juar.v1i2.54","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v1i2.54","url":null,"abstract":"Kepemimpinan seseorang bukan hanya dilihat dari keunggulan kecerdasan atau keberanian dalam karakter, melainkan Alkitab menjadi tolak ukur yakni kepemimpinan yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Salah satu model kepemimpinan yang lahir dari Alkitab adalah kepemimpinan gembala. Kepemimpinan gembala adalah kepemimpinan orang yang mengasuh dan membina manusia, yaitu gembala yang bersifat ilahi maupun fana. Barnabas dapat dijadikan model kepemimpinan gembala dalam Kitab Kisah para Rasul, meskipun ada bagian-bagian tertentu dalam hidupnya yang menjadi konflik bagi beberapa orang yang hidup dalam zamannya. \u0000Model Kepemimpinan Gembala dari kepemimpinan Barnabas dalam Kitab Kisah Para Rasul adalah memiliki kepedulian, memiliki hasrat rasuli, sedia berkorban, melihat potensi berdasarkan visi, memberi dorongan positif, rendah hati, menjadi mentor untuk hamba Tuhan yang masih muda dan ia penuh dengan Roh Kudus. Kedelapan hal di atas dapat diimplikasikan bagi para pemimpin gereja pada masa kini. \u0000Dalam penelitian sederhana ini, penulis memberikan rekomendasi tentang model kepemimpinan gembala kepada para pemimpin Kristen dalam membangun model kepemimpinan gembala dalam sebuah institusi pelayanan atau gereja atau pun pera pemimpin rohani di ladang misi. Kepemimpinan gembala menjadi kunci efektivitas para pemimpin rohani dalam membangun gereja misioner. \u0000Penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya tentang Kepemimpinan Gembala.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"33 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128163402","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2019-02-27DOI: 10.57058/juar.v1i2.51
Noh Ruku
{"title":"KREDIBILITAS UTUSAN LINTAS BUDAYA","authors":"Noh Ruku","doi":"10.57058/juar.v1i2.51","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v1i2.51","url":null,"abstract":"Kredibilitas Utusan Lintas Budaya merupakan sebuah studi biblika dan praktika (misiologi), dengan pendekatan induktif yang akan mempelajari ketahanan seorang utusan lintas budaya dalam menghadapi berbagai situasi di ladang misi, memahami dan menegaskan tentang pentingnya unsur pengetahuan (teologi) dan pengalaman (pelayanan) untuk mempersiapkan dan mengutus utusan lintas budaya yang memiliki kredibilitas tinggi. \u0000Rasul Paulus menjadi role model seorang utusan lintas budaya yang memiliki kredibilitas tinggi. Prinsip-prinsip Alkitabiah diletakan sebagai dasar kredibilitas utusan lintas budaya dan bagaimana menerapkannya masa kini. Para utusan lintas budaya memiliki kredibilitas karena mengalami pertobatan yang sejati, menangkap panggilan Tuhan secara jelas, bersedia diperlengkapi dengan belajar Firman Tuhan dan diutus untuk memenuhi panggilan misi di ladang lintas budaya. \u0000Kredibilitas Utusan Lintas Budaya menjadi teruji ketika berada di ladang, karena ia mampu mengidentifikasikan masalah baik dari segi pengajaran maupun pelayanan, memikirkan solusi alkitabiah dan bahkan menjadi efektif karena kehadirannya berdampak, melalui orang-orang lokal yang bertobat dan bertumbuh melalui pemuridan, melayani dan mengambil bagian dalam pelayanan misi. Kesuksesan utusan lintas budaya dalam pelayanan di ladang dapat dinilai melalui kredibilitasnya sampai akhir hidup/masa tugasnya. \u0000Rekomendasi dari peneliti adalah untuk gereja atau lembaga pengutus dalam mepersiapkan tenaga utusannya di ladang pelayanan lintas budaya, untuk para utusan agar mempersiapkan diri menjadi tenaga utusan yang kredibel, serta para mitra pendukung agar menjadi mitra yang baik demi efektivitas pelayanan misi lintas budaya.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"48 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125722846","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2019-02-27DOI: 10.57058/juar.v1i2.52
Edu Arto Silalahi
{"title":"SOLA SCRIPTURA DAN NILAI PEDAGOGISNYA BAGI GEREJA","authors":"Edu Arto Silalahi","doi":"10.57058/juar.v1i2.52","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v1i2.52","url":null,"abstract":"Alkitab adalah Firman Allah yang berotoritas. Otoritas Alkitab tidak bergantung pada pengakuan manusia, oleh karena Alkitab bersifat self authoritative. Keberadaan Alkitab tidak bisa disejajarkan dengan gereja, apalagi direndahkan. Sebaliknya, bahwa semua pengajaran gereja harus bersumber dan berpusat pada Alkitab. Alkitab menjadi dasar iman dan pertumbuhan gereja.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"111 3S 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127043533","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2019-02-27DOI: 10.57058/juar.v1i2.55
Roce Marsaulina
{"title":"MEMBANGUN BENTENG ANTI-RADIKALISME","authors":"Roce Marsaulina","doi":"10.57058/juar.v1i2.55","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v1i2.55","url":null,"abstract":"Situasi keagamaan di Indonesia belakangan ini mempertontonkan intoleransi. Ketika agama yang sakral dicampur adukan dengan politik yang profan akan memunculkan sisi pseudomis yang diejawantahkan dalam tindakan umat yang menyebut dirinya beragama. Kesakralan dan nilai-nilai regulitas agama menjadi ternoda dan mekanisme demokrasi politik menjadi tak sehat. Fenomena meluasnya semangat intoleransi yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia yang digaungkan oleh sekelompok ormas intoleran berhilir pada pertanyaan masihkan ideologi Pancasila dan gerakan antiradikalisme menjadi solusi.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"219 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117105877","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2019-02-27DOI: 10.57058/juar.v1i2.53
Wasis Suseno
{"title":"MODEL RANCANG BANGUN TEOLOGI MISI DALAM MASYARAKAT PLURALIS","authors":"Wasis Suseno","doi":"10.57058/juar.v1i2.53","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v1i2.53","url":null,"abstract":"Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menentukan Komunitas Indentifikasi Pluralisme, dan Bagaimana Kita Dapat Membangun Model Teologi untuk misi mencapai Komunitas pluralisme dalam Konteks Indonesia. \u0000 Dalam Periode waktu Walter dan Douglas mengatakan: pengakuan akan hak berbagai kelompok agama mis. Yahudi, Muslim, dan Kristen diizinkan untuk berfungsi secara sah dalam suatu masyarakat, konstruksi Misi adalah upaya untuk mengkontekstualisasikan misi yang relevan. Pertemuan dengan dan dalam konteks Indonesia untuk masyarakat majemuk, \u0000 Apa itu Misi? Misi, dalam penggunaan saya, merujuk pada penugasan alkitabiah total dari gereja Yesus Kristus. Ini adalah istilah yang komprehensif termasuk pelayanan Gereja ke atas, ke dalam dan ke luar. Ini adalah pembelian seperti yang 'dikirim' di dunia ini ... Misi adalah istilah khusus. Maksud saya adalah pengiriman orang yang berwenang di luar perbatasan gereja Perjanjian Baru dan pengaruh Injilnya yang segera untuk memberitakan Injil Yesus Kristus di daerah-daerah yang miskin Injil, untuk memenangkan orang-orang yang bertobat dari agama lain yang bukan agama kepada Yesus Kristus, dan kepada membangun jemaat lokal yang berfungsi dan berlipat ganda yang akan menghasilkan buah Kekristenan di komunitas itu dan ke negara itu. ”","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"136 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122747668","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2018-08-27DOI: 10.57058/juar.v1i1.2
Noh Ruku
{"title":"PRINSIP PENGUTUSAN GEREJA ANTIOKHIA MENURUT KISAH PARA RASUL","authors":"Noh Ruku","doi":"10.57058/juar.v1i1.2","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v1i1.2","url":null,"abstract":"This research describes the principles of sending done by the church of Antioch in Acts and their relevance to the church nowadays \u0000The principles of sending executed by the church of Antioch in Acts can be traced in eight principles as follow: (1) HS as the Initiator, (2) solid leadership, (3) dynamic spirituality, (4) awareness of the guidance of the HS, (5) giving the best workers, (6) sending by regeneration of spiritual leaders, (7) partnership, (8) responsibility \u0000As writer, I recommend sending-church, missionaries and the support partners to use these principles for the continuity of sending missionaries until parousia. \u0000","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-08-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122550787","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}