Jurnal ArrabonaPub Date : 2021-02-27DOI: 10.57058/juar.v3i2.41
Noh Ruku
{"title":"MEMPERTAHANKAN DAN MEMPERTANGGUNGJAWABKAN DOKTRIN TRINITAS DALAM KONTEKS ASIA","authors":"Noh Ruku","doi":"10.57058/juar.v3i2.41","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v3i2.41","url":null,"abstract":"Penulisan yang memaparkan pandangan beberapa agama yang ada di Asia tentang Trinitas dan bagaimana gereja mempertahankan dan mempertanggungjawabkan doktrin tersebut dalam konteks Asia. \u0000Allah adalah “Satu dalam hakekat,dibedakan dalam tiga persona” (Mia ousia, tres hypostates). Doktrin Tritunggal sangat vital bagi teologi dan juga bagi pengalaman dan hidup Kristen. Allah Tritunggal adalah keutuhan dan kepenuhan hidup, berada dalam hubungan yg kekal, dan dalam persekutuan yg tak pernah putus atau berhenti. Hal ini membuat penyataan dan pengungkapan diri Allah dapat dimengerti. Persekutuan yang mengikat Trinitas, menjadi dasar bagi persekutuan lingkungan umat manusia, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan secara istimewa dalam lingkungan gereja, karena di situ Roh Kudus menjadi Pengantara persekutuan itu. \u0000Rekomendasi dari penulis adalah untuk gereja dan jemaatnya agar mempertahankan dan mempertanggungjawabkan doktrin Trinitas dalam konteks Asia, khususnya dalam konteks masyarakat yang ada di sekitarnya.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"210 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114191904","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2021-02-27DOI: 10.57058/juar.v3i2.44
Uli Saut Nainggolan
{"title":"PENGEMBANGAN STAF KEPEMIMPINAN GEMBALA","authors":"Uli Saut Nainggolan","doi":"10.57058/juar.v3i2.44","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v3i2.44","url":null,"abstract":"Pengembangan staff kepemimpinan adalah hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena maju mundurnya sebuah organisasi terletak pada bagaimana pemimpin mengembangkan potensi yang ada untuk mencapai tujuan organisasi.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"54 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116814187","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2021-02-27DOI: 10.57058/juar.v3i2.42
A. Situmorang
{"title":"Pendidikan “Kaum Tertindas” Paulo Freire - Suatu Tinjauan terhadap Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Kristen di Indonesia","authors":"A. Situmorang","doi":"10.57058/juar.v3i2.42","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v3i2.42","url":null,"abstract":"Penulisan ini mengungkapkan latar belakang pikiran Freire tentang pendidikan “kaum tertindas” dan bagaimana relevansi pemikiran Freire bagi pendidikan pada masa kini. \u0000Pendidikan terhadap masyarakat sangat penting untuk menyadarkan manusia atas persoalan penindasan yang menimpanya sehingga memiliki masa depan yang lebih baik. Orang yang berkesadaran kritis akan mampu melihat akar persoalan penindasan dengan objektif, yakni sistem dan struktur politik, ekonomi, sosial dan kultural masyarakat. Pokok pikiran Freire adalah seperti sebuah ’mata air’ yang muncul di tengah ’padang gurun’ dunia pendidikan di Indonesia. Gereja dan juga pemerintah harus memiliki kepekaan terhadap situasi ’carut marut’ dunia pendidikan di Indonesia berusaha memperbaikinya.. \u0000Penulis memberi rekomendasi kepada para pendidik untuk menyadari bahaya bentuk pendidikan “kaum tertindas” dan mengambil langkah membenahi pendidikan, khususnya di Indonesia.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"2005 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128046474","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2020-08-30DOI: 10.57058/juar.v3i1.39
Mukhlis Manao
{"title":"MISI SEBAGAI PENGINJILAN","authors":"Mukhlis Manao","doi":"10.57058/juar.v3i1.39","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v3i1.39","url":null,"abstract":"Abad dua puluh dapat dikatakan sebagai abad kepedulian misi. Hal ini ditandai dengan diadakanya pertemuan-pertemuan misi Internasional di berbagai negara. Setiap konferensi misi selalu diawali oleh keprihatinan atas apa yang terjadi di lapangan. Sebelum munculnya pelayanan misi holisitik, sebelumnya muncul kubu misi Oikumenikal (di Indonesia dikenal dengan keesaan gereja) yang menekankan pelayanan pada keprihatinan sosial dan kemanusiaan. Kubu kedua di kenal dengan nama kaum Injili, yang menekankan pelayanan misi pada pemberitaan Injil agar manusia mengalami pertobatan dan keluar dari kegelapan. Karya tulis ini lebih menekankan pada pemahaman kaum Injili bahwa misi adalah sebagai penginjilan yang tidak mengabaikan kepedulian atas mereka yang ada dalam kondisi sosial yang memprihatinkan. Tantangan atas pelayanan misi sebagai penginjilan juga perlu diwaspadai, seperti pemahaman dari kelompok Universalisme dan Pluralisme agama.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-08-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131894323","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2020-08-30DOI: 10.57058/juar.v3i1.37
Galuh Pandandari
{"title":"IMPLEMENTASI TEOLOGI MULTIKULTURAL BAGI MISIONARIS","authors":"Galuh Pandandari","doi":"10.57058/juar.v3i1.37","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v3i1.37","url":null,"abstract":"Artikel ini menguraikan berkenaan dengan teologi multicultural, secara khusus bagi para misionaris dalam ladang pelayanan misi sehingga dapat memampukan para misionaris agar dapat mengimplementasikannya dalam pelayanan.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-08-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129903270","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2020-08-30DOI: 10.57058/juar.v3i1.36
Eliazer Nuban, Yeheskiel Obehetan
{"title":"INTEGRASI ANTARA MISIOLOGI DAN PELAYANAN PASTORAL","authors":"Eliazer Nuban, Yeheskiel Obehetan","doi":"10.57058/juar.v3i1.36","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v3i1.36","url":null,"abstract":"Upaya untuk mengintegrasikan Misiologi dan Pastoral yang digagas dalam tulisan ini, dibangun atas fondasi kebenaran Alkitab, karena pelayanan itu didasari di atas premis bahwa misiologi dan pastoral dianggap benar untuk diintegrasikan. Memahami bahwa misiologi dan pastoral dikonstruksi ulang untuk memenuhi semua konteks dan lokus kehidupan manusia dengan dinamika yang sama kepada tujuan ultima, yaitu membangun umat yang mengenal Kristus secara pribadi melalui misi, dan menjadikan umat Tuhan semakin kuat dan bertumbuh ke arah kedewasaan Kristus melalui pelayanan pastoral, (Ef 4:11-16). Landasan terpenting bagi hakikat kebenaran ini adalah bahwa dinamika Misi yang membawa shalom Allah dalam segala bidang kehidupan menyentuh serta membawa transformasi kehidupan individu serta gereja dan masyarakat, dan pastoral menunjuk kepada seorang gembala yang mempunyai tugas memelihara dan menjaga jemaat yang dilayani secara holistik, (terutama dalam aspek kerohaniannya).[1] Oleh karena etika pelayanan antara Misiologi dan Pastoral tidak dapat dipisahkan, namun perlu diintegrasikan untuk memenuhi tujan Allah secara “Lokus dan Ultima” bagi kehidupan umat secara holistik. \u0000 \u0000 [1]Daniel Ronda, Pengantar Konseling Pastoral, (Bandung: Kalam Hidup, 2015), 23.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"59 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-08-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122616895","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2020-08-30DOI: 10.57058/juar.v3i1.40
Edu Arto Silalahi
{"title":"GEREJA YANG MEMURIDKAN","authors":"Edu Arto Silalahi","doi":"10.57058/juar.v3i1.40","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v3i1.40","url":null,"abstract":"Artikel ini berjudul “Gereja yang memuridkan”. Gereja sebagai lembaga maupun gereja secara personal memiliki peran yang signifikan di dunia ini. Pertanyaannya, apakah gereja pada saat ini masih konsisten menjalankan amanat agung Tuhan Yesus. Ada ungkapan yang berbunyi, “Gereja ada karena misi (pengutusan) dan gereja ada untuk misi”. Gereja harus diperlengkapi untuk misi pemberitaan Injil. Matius 24:14 menyatakan bahwa kesudahan segala sesuatu akan tiba, jika Injil Kerajaan Allah sudah diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa. Lalu Matius 28:19 memberi penegasan “jadikanlah semua bangsa muridKu”. Berdasarkan ayat tersebut, bahwa sasaran misi adalah menjadikan murid, yakni murid Kristus. Proses menjadikan murid disebut sebagai pemuridan. Pemuridan adalah tugas utama gereja. Gereja seharusnya fokus pada hal yang utama, bukan hanya sibuk tanpa fokus utama.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"111 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-08-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133329210","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2020-08-30DOI: 10.57058/juar.v3i1.38
Noh Ruku, Anre Rasi
{"title":"MODEL EVALUASI RESPONSIF: PROGRAM PEMBINAAN JEMAAT DI GEREJA POUK ICHTHUS BUMI DIRGANTARA PERMAI","authors":"Noh Ruku, Anre Rasi","doi":"10.57058/juar.v3i1.38","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v3i1.38","url":null,"abstract":"Artikel ini memaparkan hasil riset melalui evaluasi responsif dalam program pembinaan jemaat di Gereja POUK Ichthus Bumi Dirgantara Permai sebagai tanggung jawab gereja membina iman Jemaat.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-08-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122723938","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2020-02-27DOI: 10.57058/juar.v2i2.32
Taufik Hidayat
{"title":"SEJARAH PENYALIBAN YESUS DALAM ISLAM DAN KRISTEN","authors":"Taufik Hidayat","doi":"10.57058/juar.v2i2.32","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v2i2.32","url":null,"abstract":"Penyaliban Yesus sejak dahulu menjadi sebuah polemik yang tak kunjung usai diperdebatkan dalam dialog agama-agama, khususnya Islam dan Kristen. Dalam teologi Islam, Yesus dipercayai bahwa dia tidak disalibkan, melainkan langsung diangkat ke surga dan digantikan oleh salah satu muridnya. Di sisi lain, Kristen menyakini bahwa Yesus disalibkan. Dua perbedaan padangan kedua agama Semit ini kemudian memunculkan berbagai tafsir, khususnya di kalangan Islam sendiri. Dari berbagai perbedaan ini, kita akan melihat sejauh mana penafsiran ayat-ayat kitab suci dan bukti sejarah berbicara mengenai penyaliban Yesus. Dengan melihat latarbelakang perbedaan yang terjadi ini, diharapkan nantinya bisa merajut sebuah dialog teologis yang baik untuk saling mengerti antara Islam dan Kristen dalam menarasikan sejarah penyaliban Yesus tersebut.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129239676","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2020-02-27DOI: 10.57058/juar.v2i2.31
Yusmaliani Yusmaliani
{"title":"HAMBA TUHAN YANG SIAP MENANTANG JAMAN Uraian Eksegesis 1 Raja-Raja 17:1-6","authors":"Yusmaliani Yusmaliani","doi":"10.57058/juar.v2i2.31","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v2i2.31","url":null,"abstract":"Gereja tengah membutuhkan hamba Tuhan yang siap menantang dan menghadapi jaman. Hamba Tuhan yang tidak hanya berpengetahuan teologi dan lulus dari seminari, melainkan yang siap melayani di tengan kondisi jaman.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115263699","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}