Jurnal ArrabonaPub Date : 2024-02-29DOI: 10.57058/juar.v6i2.110
Andri Vincent Sinaga, Roby Hendra Tumangger
{"title":"Misi Yesus Melampaui Batas-Batas: Memaknai Misi Yesus dalam Konteks Lintas Budaya berdasarkan Markus 7:24-30 dan Implikasinya bagi Misi Kristen","authors":"Andri Vincent Sinaga, Roby Hendra Tumangger","doi":"10.57058/juar.v6i2.110","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.110","url":null,"abstract":"Misi Kristen seringkali ditafsirkan secara sempit dan eksklusif, tanpa mempertimbangkan konteks lintas budaya. Padahal Yesus sendiri memperlihatkan sikap terbuka dan inklusif dalam perjumpaan-Nya dengan perempuan Siro Fenisia di Markus 7:24-30. Penelitian ini bertujuan menggali makna teologis misi Kristen dalam konteks lintas budaya berdasarkan kisah Yesus dan perempuan Siro Fenisia dalam Markus 7:24-30. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis terhadap Markus 7:24-30. Data-data dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus memperlihatkan sikap terbuka dan ramah terhadap perempuan Siro Fenisia yang berbeda budaya dan agama. Yesus berani melintasi batas-batas tradisi dan prasangka untuk menunjukkan kasih Allah bagi semua orang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa misi Kristen sesungguhnya bersifat inklusif dan melampaui batas-batas budaya. Misi Kristen pada intinya adalah panggilan untuk membagikan kasih Kristus kepada semua orang tanpa memandang latar belakang budaya pun agama.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"14 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140415289","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2024-02-29DOI: 10.57058/juar.v6i2.80
Wardi Wardi
{"title":"Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Menunjang Pengajaran Guru Agama Kristen","authors":"Wardi Wardi","doi":"10.57058/juar.v6i2.80","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.80","url":null,"abstract":"The use of artificial intelligence in the context of Christian religious teaching is an important innovation that has the potential to increase the effectiveness and efficiency of learning. The background to the problem reflects the need to update Christian religious teaching methods to face the demands of technological developments. The research method used involves collecting qualitative data through observation, and implementing AI technology in the teaching process. The aim of this research is to evaluate the impact of using AI in supporting teachers' teaching of Christianity, analyze student responses, and investigate changes in their understanding and participation in Christian religion learning. The research results show that the application of AI can increase student engagement, personalize learning, and provide faster feedback to teachers. The implications of this research detail the concrete benefits of using AI in enhancing Christian religious learning experiences, while highlighting the challenges that may be faced in its application in religious education settings. This study contributes to further understanding of the potential of AI technology in improving Christian religious teaching methods in the digital era.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"2007 16","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140416277","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2024-02-29DOI: 10.57058/juar.v6i2.113
Refamati Gulo
{"title":"Analisa Yesaya 53: Nubuatan tentang Mesias atau Penggambaran tentang Israel","authors":"Refamati Gulo","doi":"10.57058/juar.v6i2.113","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.113","url":null,"abstract":"Rabi-rabi Yahudi setelah kejatuhan Yerusalem lebih condong menafsirkan hamba yang menderita pada Yesaya 53 tersebut sebagai bangsa Israel. Sedangkan bagi rabi-rabi Yahudi yang menyatakan bahwa Yesaya 53 menubuatkan bahwa bangsa Israel sebagai hamba yang menderita dan menyatakan nubuatan tersebut sudah tergenapi, dimana bangsa Israel mengalami penderitaan dibawah bangsa lain dikarenakan mereka menolak Yesus sebagai Mesias. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis Yesaya 53, fokus pada pertanyaan apakah nubuat tersebut lebih tepat diinterpretasikan sebagai penggambaran tentang Mesias atau sebagai gambaran tentang Israel dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nubuat ini secara konsisten menggambarkan karakteristik Mesias, dengan mengidentifikasi elemen-elemen khusus yang mendukung interpretasi ini. Meskipun ada pandangan alternatif yang memandang Yesaya 53 sebagai gambaran tentang nasib Israel, tetapi argumentasi ini tampaknya kurang konsisten dengan aspek-aspek teks dan konteks. Penelitian ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang makna dan interpretasi Yesaya 53, sehingga menghasilkan kontribusi signifikan terhadap kajian Alkitab, sekaligus menggali implikasi teologis dan spiritual yang dapat memperkaya pemahaman kita tentang pesan nubuat ini.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"4 24","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140410160","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2024-02-29DOI: 10.57058/juar.v6i2.107
Sherly Mudak, Anre Rasi, S. Sumarno, Yusmaliani Yusmaliani, Agyamiyarsi Agyamiyarsi
{"title":"Substansi Pendidikan Karakter dalam Kitab Amsal: Implementasi dalam Pengasuhan Anak","authors":"Sherly Mudak, Anre Rasi, S. Sumarno, Yusmaliani Yusmaliani, Agyamiyarsi Agyamiyarsi","doi":"10.57058/juar.v6i2.107","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.107","url":null,"abstract":"Artikel ini akan membahas bagaimana orang tua Kristen dapat mengintegrasikan substansi pendidikan karakter yang terdapat dalam Kitab Amsal ke dalam pengasuhan anak di masa kini. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif konten analisis, artikel ini akan menganalisis berbagai ayat yang relevan dari Kitab Amsal serta menerapkan konsep-konsep tersebut dalam konteks pendidikan karakter anak. Tujuan penelitian ini untuk membantu orang tua Kristen memahami cara membimbing anak-anak mereka untuk mengembangkan kepribadian yang kokoh dan berakar pada prinsip-prinsip Alkitab.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"29 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140414832","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2024-02-29DOI: 10.57058/juar.v6i2.108
Victor Baitanu
{"title":"Pemuridan dalam Perjanjian Baru: Sebuah Eksplorasi Teologi Biblika tentang Pemuridan Wanita dalam Injil Markus","authors":"Victor Baitanu","doi":"10.57058/juar.v6i2.108","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.108","url":null,"abstract":"Tidak begitu banyak orang yang berbicara tentang pemuridan Wanita, bahkan para teolog Indonesia yang menulis tentang Pemuridan tidak satupun yang membahas tentang pemuridan Wanita dalam Perjanjian Baru, dalam kaitan dengan Injil Markus. Sebab latar belakang Perjanjian Baru juga tidak memposisikan Wanita sebagaimana lazimnya laki-laki, dan dengan demikian mengabaikan para murid wanita dalam konteks pelayanan Yesus, bahkan ada yang mengatakan bahwa karena Yesus tidak pernah menahbiskan seorang perempuan menjadi Rasul, namun disisi lain Wanita juga dianggap tidak layak karena tugas dan tanggungjawabnya adalah untuk mengandung anak, mengurus rumah tangga dan sebagainya. Untuk membahas tema ini penulis menggunakan pendekataan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengedukasi para hamba Tuhan terkait cara pandang teologi dalam hal kedudukan Wanita dalam pelayanan. Melalui penelitian ini penulis menemukan bahwa meskipun Pemuridan Wanita dalam Perjanjian Baru tidak begitu banyak orang yang mengamati hal tersebut, akan tetapi hal ini diajarkan oleh kitab Suci bahwa para murid Wanita mengikuti Yesus mulai dari awal pelayanannya sampai pada penderitaan, kematian (mereka mengetahui tempat pemakaman), menyaksikan bahwa Yesus bangkit dari kematian. Perjanjian Lama meskipun tidak begitu banyak Wanita yang menjadi pemimpin dalam hal keagamaan tetapi bukan berarti tidak ada. Sebab ada Wanita yang kepadanya Tuhan berbicara; misalnya seorang nabiah bernama Debora, Hulda. Dengan demikian terlihat bahwa Tuhan tidak hanya berbicara kepada nabi laki-laki tetapi juga kepada nabiah, demikian juga Perjanjian Baru, bahkan sejarah mencatat bahwa para Wanita juga terlibat dalam penyalinan kitab Suci.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"15 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140415761","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2024-02-29DOI: 10.57058/juar.v6i2.115
Beny Christison Bantara, N. Natalia
{"title":"Studi Historika terhadap Dwi Natur Kristus: Yesus Allah Sejati dan Manusia Sejati","authors":"Beny Christison Bantara, N. Natalia","doi":"10.57058/juar.v6i2.115","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.115","url":null,"abstract":"Dua Natur Kristus adalah sesuatu yang melampaui logika manusia karena bagaimana mungkin bisa memiliki dua natur dalam pribadi dan dalam waktu yang sama yakni Yesus menjadi Allah sejati dan Manusia sejati tanpa ada percampuran? Tujuan penulisan artikel ini memberikan pemahaman dengan pendekatan secara historis terhadap natur Kristus yang menjadi bahan perdebatan oleh para sarjana teologi selama ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui penelitian sejarah perkembangan gereja dengan menjelaskan pandangan para bidat yang menolak natur Kristus sebagai Allah Sejati dan Manusia Sejati dan juga menjelaskan alasan Yesus menggunakan dua natur ketika turun ke dunia. Artikel ini diakhir dengan kesimpulan bahwa kelompok anti Kristus tidak akan berkahir sebelum akhir zaman, kelompok ini akan terus menerus menyesatkan umat pilihan Allah karena itu gereja terus berperan aktif dalam memberikan pengajaran-pengajaran yang benar berdasarkan Alkitab yang adalah Firman Allah sebagai kebenaran yang mutlak sebagai dasar yang kuat dalam pertumbuhan iman yang kuat dalamdunia yang penuh dengan penyesatan ini.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"25 21","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140408828","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Tujuan Bahasa Roh Pada Gereja Mula-Mula Berdasarkan Kisah Para Rasul","authors":"Iwan Setiawan, Hilda Naomi, Meny Sulastry, Asmi Wori, Yufen Samgar Feo","doi":"10.57058/juar.v6i2.105","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.105","url":null,"abstract":"Bahasa roh adalah karunia yang diberikan Allah melalui kuasa Roh Kudus. Bahasa roh berasal dari Allah yang diberikan kepada mereka yang benar-benar percaya kepada Tuhan. Karunia adalah perlengkapan yang diberikan Tuhan dengan cuma- cuma bagi orang yang percaya sungguh-sungguh agar dapat melayani orang lain bagi kemuliaan Tuhan, karunia untuk melayani dengan tujuan agar orang lain diselamatkan. Bahasa roh yang benar memang berasal dari Roh Kudus bukan karena hafalan. Semua karunia yang baik berasal dari Tuhan, ketika dipenuhi Roh Kudus harus hidup sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur atau kajian kepustakaan yaitu penelusuran pustaka, memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data yang dibutuhkan oleh penulis dalam penelitian. Riset pustaka berfokus pada bahan koleksi perpustakaan tanpa menggunakan riset lapangan. Tujuan penelitian untuk ingin memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan alkitabiah mengenai tujuan bahasa roh menurut Kisah Para Rasul. Hasil penelitian yang didapat mengenai tujuan bahasa roh berdasarkan Kisah Para Rasul adalah bahasa roh digunakan untuk pekabaran Injil dengan cara memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar, bahasa roh dipergunakan untuk memuliakan Allah, bahasa roh merupakan tanda baptisan dan bahasa roh menghasilkan hidup dalam kesehatian.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"8 10","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140410795","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Reaktualisasi Kepemimpinan Gembala Sidang Bagi Pertumbuhan Jemaat","authors":"Daud Alfons Pandie, Deny Fery Supit, Sonny Langingi, Jafar Jack Ishak","doi":"10.57058/juar.v6i1.83","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i1.83","url":null,"abstract":"This article examines the relationship between pastoral leadership and church growth. This research uses a qualitative method which involves exploring various literature reviews such as books, articles, and writings related to the topics discussed in this article. The results and discussion of this study indicate that an effective pastor must have leadership qualities that support the growth of the congregation. Some of these qualities include high self-discipline, perseverance in facing challenges and obstacles, missionary spirit, and having a vision for the growth of the quality of life for God's congregation. High self-discipline is an important quality for a pastor because effective leadership requires strong commitment and dedication. A disciplined pastor will be able to manage his time, energy and resources well to lead the congregation. Apart from that, a pastor must also be tenacious and stand the test in facing various challenges and obstacles that may arise in church ministry. This perseverance and resilience allows them to stay focused on the goals of church growth and not give up easily in the face of difficulties. Missionary zeal is also an important quality in pastoral leadership. A pastor who has a missionary spirit will see the congregation not only as a member to be served, but also as a mission to reach and influence others outside the church. This missionary vision will encourage church growth by inspiring church members to be active in spreading the gospel and inviting others to join the faith community. The strong leadership of a pastor will result in a growth in the quantity of congregations, namely an increase in the number of souls being saved in the church.\u0000 \u0000Artikel ini membahas mengenai hubungan antara kepemimpinan gembala sidang dan pertumbuhan jemaat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan eksplorasi berbagai kajian pustaka seperti buku, artikel, dan tulisan terkait dengan topik yang dibahas dalam artikel ini. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini menunjukkan bahwa seorang gembala sidang yang efektif harus memiliki kualitas kepemimpinan yang mendukung pertumbuhan jemaat. Beberapa kualitas tersebut antara lain adalah disiplin diri yang tinggi, ketekunan dalam menghadapi tantangan dan hambatan, semangat misioner, dan memiliki visi pertumbuhan kualitas kehidupan jemaat Tuhan. Disiplin diri yang tinggi menjadi kualitas penting bagi seorang gembala sidang karena kepemimpinan yang efektif memerlukan komitmen dan dedikasi yang kuat. Gembala sidang yang disiplin akan mampu mengatur waktu, energi, dan sumber daya dengan baik untuk memimpin jemaat. Selain itu, seorang gembala sidang juga harus ulet dan tahan uji dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang mungkin muncul dalam pelayanan gereja. Ketekunan dan ketahanan ini memungkinkan mereka untuk tetap fokus pada tujuan pertumbuhan jemaat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan. Semangat misioner juga menjadi kualitas penting dalam","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131052518","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2023-08-31DOI: 10.57058/juar.v6i1.94
Alfri Tandi, Julianti Upak, Lolan Lewi Pongdatu
{"title":"Problem Fre-Talk sebagai Instrumen Mediasi dalam Tongkonan di Lembang Parandangan","authors":"Alfri Tandi, Julianti Upak, Lolan Lewi Pongdatu","doi":"10.57058/juar.v6i1.94","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i1.94","url":null,"abstract":"The Parandangan community is synonymous with conflict resolution through tongkonan. The mechanism adopted is to bring together the two conflicting parties to dialogue about the causes of the dispute. The mediation process in tongkonan is played by the priest, traditional leaders, to mina, and the government as unifiers in the family group. The technique that the mediator uses is the problem free-talk technique that exists in pastorals so that through this research, we will see how the problem of free-talk as a mediation instrument in the tongkonan in Lembang Parandangan, Tana Toraja. The method used in this research is a qualitative research method through literature review, observation and interviews. The research results found that tongkonan is not only a place to live, but also a place to solve problems. The way to resolve problems in tongkonan is by bringing together the conflicting parties for mediation. In the process, mediators use problem free-talk. This technique is a technique that has been used for generations and is considered the most effective for reconciling warring parties, because it is done casually. Of course, both parties openly and openly poured out their hearts because it is based on the essence of tongkonan, namely unity within the family.\u0000 \u0000Masyarakat Parandangan identik dengan penyelesaian konflik lewat tongkonan. Mekanisme yang ditempuh melalui mempertemukan ke dua belah pihak yang bertikai untuk mendialogkan penyebab pertikaian. Proses mediasi di tongkonan diperankan oleh pendeta, pemangku adat, to mina, dan pemerintah selaku pemersatu dalam rumpun keluarga. Tehnik yang mediator gunakan adalah tehnik problem free-talk yang ada dalam pastoral sehingga lewat penelitian ini, akan melihat bagaimana problem free-talk sebagai instrumen mediasi dalam tongkonan di lembang parandangan, Tana Toraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif melalui kajian pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ditemukan bahwa tongkonan selain tempat tinggal, juga tempat untuk memecahkan masalah. Cara menyelesaikan masalah di tongkonan adalah dengan cara mempertemukan pihak-pihak yang bertikai untuk dimediasi. Dalam prosesnya, para mediator menggunakan problem free-talk. Tehnik ini merupakan tehnik yang digunakan secara turun temurun dan dianggap paling efektif untuk mendamaikan pihak yang bertikai, sebab dilakukan dengan santai. Tentunya kedua pihak dengan lapang dada dan terbuka mencurahkan isi hati karena didasari dengan hakikat tongkonan yakni persatuan dalam kekelargaan.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116565376","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal ArrabonaPub Date : 2023-08-31DOI: 10.57058/juar.v6i1.84
Heni Maria Heni, Jondri Josua, Darmi Tampang, Deril Randa Sosang
{"title":"Teologi Sosial dan Lingkungan Hidup: Membangun Kesadaran Ekologis dalam Masyarakat Toraja Masa Kini","authors":"Heni Maria Heni, Jondri Josua, Darmi Tampang, Deril Randa Sosang","doi":"10.57058/juar.v6i1.84","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i1.84","url":null,"abstract":"This journal discusses the importance of building ecological awareness in contemporary Toraja society through a social theology approach. Toraja is a community in South Sulawesi, Indonesia, which is rich in unique traditions and culture. However, with economic growth and rapid social change, Toraja people are also facing challenges in maintaining the sustainability of their environment. This article presents a theological study of the relationship between humans and nature in the context of Toraja society. Through understanding social theology, we can gain insight into how religious beliefs and values can influence attitudes and actions towards the environment. Furthermore, this journal describes the current environmental situation in Toraja, including the threats and challenges faced by the community in maintaining the sustainability of their ecosystem. The research methods used in this journal are literature studies, field research, and interviews with religious leaders and members of the Toraja community. The results of the research show that understanding social theology and fostering ecological awareness through religious education can influence people's behavior and actions in maintaining environmental sustainability.\u0000 \u0000Penelitian ini membahas mengenai pentingnya membangun kesadaran ekologis dalam masyarakat Toraja di masa kini melalui pendekatan teologi sosial. Toraja adalah sebuah komunitas di Sulawesi Selatan, Indonesia, yang kaya akan tradisi dan budaya yang unik. Namun, dengan adanya pertumbuhan ekonomi dan perubahan sosial yang pesat, masyarakat Toraja juga menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup mereka. Artikel ini menyajikan kajian teologis tentang hubungan antara manusia dan alam dalam konteks masyarakat Toraja. Melalui pemahaman teologi sosial, kita dapat memperoleh wawasan tentang bagaimana keyakinan dan nilai-nilai agama dapat mempengaruhi sikap dan tindakan terhadap lingkungan hidup. Selanjutnya, penelitian ini menggambarkan situasi lingkungan hidup di Toraja saat ini, termasuk ancaman dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mereka. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah studi literatur, penelitian lapangan, dan wawancara dengan pemimpin agama dan anggota masyarakat Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman teologi sosial dan pembinaan kesadaran ekologis melalui pendidikan agama dapat mempengaruhi perilaku dan tindakan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"34 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125086903","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}