{"title":"MAKANAN PEMBERIAN AHLI KITAB","authors":"Luluk Khusnul Wahidah, Nina Nurrohmah, Wahdah Farhati","doi":"10.57163/almuhafidz.v3i2.80","DOIUrl":"https://doi.org/10.57163/almuhafidz.v3i2.80","url":null,"abstract":"Kehidupan sosial manusia terjadi karena faktor alamiah, saling memenuhi kebutuhan, dan saling ketergantungan. Salah satu contoh kegiatan saling memenuhi kebutuhan adalah terkait dengan kegiatan saling memb eri baik sesama umat muslim ataupun non muslim. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah menerangkan halalnya makanan pemeberian dari ahli kitab, tetapi tidak disebutkan secara rinci terkait dengan makanan apa saja yang dihalalkan, dan siapakah yang disebut dengan ahli kitab itu sendiri. Maka, pada penelitian ini Penulis akan menggali makna makanan apa saja yang dihalalkan, dan siapakah kategori ahli kitab yang dimaksut dalam ayat tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan atau library research, yaitu dengan cara mendeskripsikan dan menelaah teori limit yang digunakan Syahrur dalam menafsirkan Al-Qur’an, kemudian menganalisis permasalah yang diangkat dengan metode yang digunakannya. Teori limit hadir dengan sebuah pendekatan ijtihad yang di rasa stagnan dan kurang selaras dengan perkembangan zaman. Pada penelitian ini juga mengemukakan pendapat ‘ulama salaf ataupun kontemporer, sebagai sebuah rujukan sekaligus perbandingan terhadap tawaran baru yang digunakan Syahrur dalam menyelesaikan permasalahan yang diangkat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa halal mengonsumsi makanan pemberian ahli kitab, tentunya dengan beberapa syarat terntentu. Adapun yang disebut dengan ahli kitab pada zaman sekarang adalah orang di luar Islam yang tetap meyakini Allah sebagai satu-satunya Tuhan, dan tetap berpegang teguh pada kitab yang telah Allah turunkan. Namun dalam proses penentuan hukum ini, Muhammad Syahrur banyak mengesampingkan pendapat-pendapat ‘ulama salaf, sahabat dan bahkan sunnah Nabi sekalipun. Anggapan yang diungkapkannya bahwa sunnah Nabi merupakan sebuah ijtihad yang bersifat lokal-temporal, menjadikan penafsiran ini tidak merujuk kepada satupun hadits sebagai metode penafsiran. Bahkan, perkataan Nabi hanya dijadikan sebagai sebuah perbandingan yang layak untuk dikomentari.","PeriodicalId":33144,"journal":{"name":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135491436","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS SEMIOLOGI ROLAND BARTHES PADA TERM ZAHRAH DALAM AL-QUR'AN","authors":"Haiva Satriana Zahrah","doi":"10.57163/almuhafidz.v3i2.76","DOIUrl":"https://doi.org/10.57163/almuhafidz.v3i2.76","url":null,"abstract":"This article contains an explanation regarding the meaning of the za?rah through interpretation from classical to contemporary times. Recently, a quite ambiguous understanding has appeared regarding women who are identified with flowers because they have a beautiful face, with a match in the pronunciation in the Al-Qur'an that mentions this. By using Roland Barthes' semiological theory in reading myths, one identifies a sign that is interpreted to give birth to various meanings. Therefore, the purpose of this study is to analyze the pronunciation of za?rah in the Qur'an by looking at its diachronic meaning through various interpretations of mufassir from classical to contemporary times based on Barthes' semilogy theory. This research is a literature study (library research) with a qualitative research type. The result of this research is that Barthes develops de Saussure's theory at the level/system II stage (second order signifying system), which is called connotation, with the ERC (expression, relation, content) pattern. Diachronically, the muafassir (Al-Thabarî, Al-Farrâ, Al-Zamakhsyarî, Al-Qurthubî, Al-Zuhaylî, and Qurasih Shihab) interpret za?rah with almost the same understanding in terms of the interpretations of the term za?rah over time, agreeing to understand the meaning of za?rah as jewelry plus other meanings. Meanwhile, Ibn Katsîr understands this meaning textually as a flower. Understanding the Qur'an both textually and contextually has something in common, namely za?rah as beauty","PeriodicalId":33144,"journal":{"name":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135498854","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Maulida Fatihatusshofwa, Muhammad Haekal Fatahillah Akbar, Muhammad Hamzah Nashrullah, Asep Abdul Muhyi
{"title":"PERSPEKTIF ISLAM TENTANG MODERASI BERAGAMA: ANALISIS TAFSIR MAUDHU’I","authors":"Maulida Fatihatusshofwa, Muhammad Haekal Fatahillah Akbar, Muhammad Hamzah Nashrullah, Asep Abdul Muhyi","doi":"10.57163/almuhafidz.v3i2.78","DOIUrl":"https://doi.org/10.57163/almuhafidz.v3i2.78","url":null,"abstract":"Diskursus kebebasan dan kemajemukan beragama di Indonesia telah lama disorot oleh para elemen negara dan para cendekiawan Tanah Air. Pada akhirnya jalan keluar satu-satunya yang ditemukan hingga saat ini adalah dengan menerapkan konsep moderasi dalam beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan akan esensi moderasi beragama ditinjau dari sudut pandang Islam, dan menjadi bahan referensi juga kajian yang patut dibaca kemudian ditelaah tentang masalah klasik yang menjadi sorotan tentang umat dan pegangannya. Penelitian ini menggunakan metode maudu’i (tematik) yang sepenuhnya merupakan penelitian kualitatif. Sumber referensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen cetak dan digital, baik berupa kitab, buku, jurnal, essay, dan referensi lain yang relavan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sudut pandang Islam, moderasi dalam beragama berarti mendahulukan sikap toleran dalam perbedaan, keterbukaan dalam menerima keberagaman (inklusivisme), baik beragam dalam aliran atau madzhab ataupun beragam dalam beragama. Di Indonesia, eksistensi pemikiran moderat dalam beragama telah ada sejak lama. Hal ini dapat dibuktikan dengan mengidentifikasi beberapa hal, yaitu, pertama, kesejahteraan masuknya Islam ke bumi Nusantara; kedua, selama sepanjang sejarah para ulama terkenal telah memberikan respon pada dinamika laju pemikiran yang terus berkembang hingga saat ini; ketiga, para tokoh Islam kian menghadapi konstruk sosial yang semakin dinamis yang mengharuskan mereka agar lebih berupaya membangun masyarakat dengan merespon berbagai modernitas yang selalu berkembang.","PeriodicalId":33144,"journal":{"name":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","volume":"245 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135491437","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Niha Barrah Mumtazah, Ali Zaenal Arifin, Suwarno Suwarno
{"title":"ANALISIS SEMANTIK TOSHIHIKO IZUTSU PADA LAFADZ AL-HUBB DALAM AL-QUR’AN","authors":"Niha Barrah Mumtazah, Ali Zaenal Arifin, Suwarno Suwarno","doi":"10.57163/almuhafidz.v3i2.81","DOIUrl":"https://doi.org/10.57163/almuhafidz.v3i2.81","url":null,"abstract":"Artikel ini berisi mengenai analisis semantik pada lafaz hubb dalam Al-Qur’an. Cinta merupakan fitrah hidup manusia, setiap manusia dilahirkan dengan mempunyai perasaan cinta. Baik itu berupa cinta dari aspek biologis, sosial maupun teologis. Di dalam Al-Quran banyak ayat yang menyebutkan tentang cinta tetapi setiap perkataan cinta yang disebutkan di dalam sesuatu ayat tidak membawa konsep makna yang sama. Hal ini karena, setiap perkataan cinta tersebut membawa makna yang berbeda mengikut zaman atau masa yang berlaku dalam sebuah ayat Al-Quran itu. Kajian ini dilakukan untuk menjawab persoalan mengenai konsep cinta pada lafaz al-hubb yang terkandung di dalam Al-Quran. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yaitu menghimpunkan data, memperoleh makna serta pemahaman sesuatu topik dengan sumber primer. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Dalam pendekatan ini ada tiga fokus utama yang akan diteliti, pertama yaitu makna dasar dan makna relasional yang meliputi sintagmatik dan paradigmatik, pra-Qur’anik, Qur’anik dan pasca Qur’anik dan ketiga yaitu weltanschauung.","PeriodicalId":33144,"journal":{"name":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135491432","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENDEKATAN TEKSTUAL; KONTEKSTUAL DAN HERMENUETIKA DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN","authors":"Mkhai hanif yuli edi z Hanif","doi":"10.57163/almuhafidz.v3i2.69","DOIUrl":"https://doi.org/10.57163/almuhafidz.v3i2.69","url":null,"abstract":"Diperlukan berbagai pendekatan untuk merefleksikan nilai-nilai universal Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan pendekatan tekstual, kontekstual, dan hermeneutika dalam pemahaman Al-Qur’an, sebagai upaya untuk memahami teks dengan konteks yang sesuai dengan kehidupan masyarakat. Pendekatan tekstual lebih berfokus pada analisis gramatikal dan pemahaman harfiah, sedangkan pendekatan kontekstual melibatkan pemahaman ekstra-teks dan keterkaitan dengan situasi dan kondisi saat teks Al-Qur’an diturunkan. Pendekatan hermeneutika berfokus pada pemahaman teks dan interpretasi maknanya, dengan mengakui pentingnya konteks sosial, politik, budaya, dan sejarah dalam pemahaman fenomena budaya. Hermeneutika kontekstual menekankan hubungan antara teks dan dunia di sekitarnya.","PeriodicalId":33144,"journal":{"name":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","volume":"42 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135491434","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"QAIDAH USUL FI QIRA'AT IMAM NAFI’","authors":"Ali Abdur Rohman","doi":"10.57163/almuhafidz.v3i2.68","DOIUrl":"https://doi.org/10.57163/almuhafidz.v3i2.68","url":null,"abstract":"Salah satu pembahasan penting dalam kajian al-Qur’an adalah tentang qir?at al-Qur’an yang didalamnya membahas mazhab cara baca al-Qur’an dan yang melingkupinya. Ragam qir?at al-Qur’an muncul sejak zaman Nabi sebagai kemurahan dari Allah SWT agar masyarakat pada waktu itu lebih mudah dalam membaca dan menghafal al-Qur’an. Ragam qir?at al-Qur’an yang telah dianggap mutawatir secara ijma’ ulama terdapat tujuh Im?m qir?at yang dikenal dengan qir?at sab’ah. Qir?at tersebut memiliki ciri khas dan cara baca masing-masing sehingga umat Islam hanya diwajibkan untuk memilih salah satu untuk pelaksanaan ibadahnya. Salah satu ragam qir?at yang terkenal di dunia Islam adalah qir?at Im?m N?fi’ yang diriwayatkan oleh dua muridnya yang terkenal yaitu Q?l?n dan Warsy. Meskipun sama-sama meriwayatkan qir?at dari Im?m N?fi, ada ketentuan baca yang berbeda di antara keduanya. Melalui kajian literatur, artikel ini berusaha mendiskripsikan kaidah baca dari masing-masing r?wi qir?at Im?m N?fi’ yaitu Q?l?n dan Warsy tersebut. Dari penelitian ini penulis menemukan beberapa titik perbedaan cara baca antara Q?l?n dan Warsy, yaitu pada bab madd, cara baca lafadz ??? yang bertemu dengan hamzah qa?a’, ?ilah, mim, jama’, bacaan l?m, dan im?lah-taql?l.","PeriodicalId":33144,"journal":{"name":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","volume":"81 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135491433","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Islamic Parenting: Ditinjau dari Perspektif Q.S As-Shaffat Ayat 102","authors":"Nisa Afrinauly Nabila","doi":"10.58363/alfahmu.v2i2.37","DOIUrl":"https://doi.org/10.58363/alfahmu.v2i2.37","url":null,"abstract":"The rise of events experienced in parenting suggests the importance of knowing parenting styles in caring for and educating children. This study aims to find out how the concept of parenting in Q.S As-Shaffat: 102 can be used as a basis for parenting. The approach in this study uses a qualitative approach, the authors use this approach because they want to explain in detail about Islamic Parenting in Q.S As-Shaffat: 102. This research uses a type of library research. The data in this study came from secondary data sources. Secondary data was collected from various sources such as books and articles on Islamic Parenting in Q.S As-Shaffat: 102. The method of collecting data in this study is by means of documentation, namely research that uses data by analyzing document data, especially in the form of data sources from a number of literature relevant to the research focus. The method of data analysis in this study is the analysis of the listed references. This analysis is carried out to solve the problem being studied. The results of the research are in Q.S As-Shaffat: 102 there is a story of Islamic Parenting from Prophet Ibrahim and his son who can be used as ibrah. There are three important concepts contained in Q.S Ash-Shaffat: 102 in Islamic parenting, namely proper parenting, communication between parents and children, and being open. Recommendations for future research are to look at the implementation of the three Islamic parenting concepts contained in Q.S As-Shaffat: 102 and whether they are still in accordance with today's digital era.","PeriodicalId":33144,"journal":{"name":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134968393","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Konsep Kata الْماء Dalam Al-Quran Pendekatan Semantik Thosihiko Izutsu","authors":"Tri Tami Gunarti, Mubarok Ahmadi","doi":"10.58518/alfurqon.v6i1.1824","DOIUrl":"https://doi.org/10.58518/alfurqon.v6i1.1824","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep kata \"الْماء\" (air) dalam Al-Quran melalui pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Konsep ini dianalisis dengan menggunakan teori semantik Izutsu yang mendalam untuk memahami makna yang terkandung dalam kata الْماء (al-ma'). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research (penelitian kepustakaan) dan analisis isi Al-Quran. الْماء (al-ma’) secara harfiah berarti \"air\" dalam bahasa Arab, namun melalui pendekatan semantik ini, makna kata tersebut diperluas untuk mencakup dimensi simbolis, spiritual, dan filosofis yang mendalam. Kata الماء disebut 17 kali dalam 13 surah. Penelititan ini menggunakan pendekatan semantic Toshihiko Izutsu, penelitian ini memperlihatkan bahwa الْماء tidak hanya menjadi unsur vital bagi kehidupan fisik tetapi juga menjadi lambang kesucian, rahmat Allah, dan kekuatan Ilahi dalam menciptakan dan mengatur alam semesta. Air juga digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan ujian dan cobaan dalam kehidupan, serta mengajarkan nilai-nilai seperti ketabahan, rasa syukur, dan tawakal kepada Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep kata \"الْماء\" (air) dalam Al-Quran sangat kompleks dan mencakup berbagai makna, baik secara fisik maupun metafisik. Pendekatan semantik Toshihiko Izutsu membantu dalam memahami kedalaman makna kata tersebut, memperkaya pemahaman tentang signifikansi air dalam perspektif agama Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam bagi pembaca tentang makna penting air dalam konteks agama, kehidupan, dan spiritualitas dalam Al-Quran.","PeriodicalId":33144,"journal":{"name":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","volume":"78 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74837875","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Hillary Fitri Olganova, Raminah, Oktaviano Afrizal, Umar Al-Faruq
{"title":"KONSEP MAKIYAH DAN MADANIYAH DALAM AYAT-AYAT SIYASAH PERSPEKTIF TEORI INTERPRETASI AL-QURAN","authors":"Hillary Fitri Olganova, Raminah, Oktaviano Afrizal, Umar Al-Faruq","doi":"10.47435/al-mubarak.v8i1.1967","DOIUrl":"https://doi.org/10.47435/al-mubarak.v8i1.1967","url":null,"abstract":"Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Metode ini melibatkan penelitian dan pengumpulan data yang berasal dari literatur atau karya sastra, seperti buku-buku, jurnal artikel yang mengandung teori-teori yang relevan dengan masalah penelitian yang sedang dibahas.belum ada satu pun dari penelitian terdahulu yang membahas mengenai konsep Makiyah dan Madaniyah dalam ayat-ayat siyasah yang kemudian ditinjau dari teori interpretasi Al-Quran yang sampai saat ini menjadi keresahan bagi peneliti. Dalam perspektif teori interpretasi Al-Qur''an sendiri kita lihat, perbandingan konsep Makiyah dan Madaniyah dalam ayat-ayat siyasah dapat memberikan wawasan mendalam tentang panduan-panduan kepemimpinan yang terkandung dalam Al-Qur''an. Adapun hasil Penemuan yang didapat dari pembahasan penelitian ini adalah bahwasanya ayat-ayat tentang siyasah atau prinsip-prinsipnya terdapat pada golongan ayat Madaniyah. Sedangkan pada konsep makiyah hanya sedikit sekali. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwasanya Konsep Makiyah dan Madaniyah memiliki peran penting dalam memahami ayat-ayat al-quran dalam hal ini adalah ayat-ayat tentang siyasah dalam Al-Quran. Tujuanya adalah mencerminkan pesan-pesan keimanan dan moral yang berlaku secara universal. Rekomendasi yang peneliti tawarkan berdasarkan penelitian ini adalah Mendorong pengembangan penelitian dan pemikiran Islam yang berfokus pada ayat-ayat siyasah dalam Al-Quran dengan mempertimbangkan konsep Makiyah dan Madaniyah yang lebih luas lagi dan dalam berbagai aspek indikator.","PeriodicalId":33144,"journal":{"name":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87222415","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"DOA DALAM AL-QUR’AN","authors":"Firdaus Firdaus, Amir Hamzah, Siar Ni'mah","doi":"10.47435/al-mubarak.v8i1.2109","DOIUrl":"https://doi.org/10.47435/al-mubarak.v8i1.2109","url":null,"abstract":"Prayer is a daily practice that is intended as a form of solemn communication to the Lord. In praying, a Muslim has been given guidance in the Qur'an. This study discusses the intended prayer and how the actual meaning is related. This research was conducted to reveal what kinds of actions are contained in the Al-Qur'an and how the interpretation of mufasir interprets them. The research method used is literature with a thematic interpretation approach. The results found several explanations related to the meaning of the prayer itself, such as the importance of praying, the conditions that must be met for the prayer to be granted, and what the types of prayer are like in the Qur'an. This is so that it becomes a common reference in the process of human closeness to the Almighty, the answerer of prayer.","PeriodicalId":33144,"journal":{"name":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","volume":"126 4 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84001898","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}