Rizfi Fariz Pari, Dewi Mayangsari, S. D. Hardiningtyas
{"title":"Depolimerisasi Kitosan dari Cangkang Udang dengan Enzim Papain dan Iradiasi Sinar Ultraviolet","authors":"Rizfi Fariz Pari, Dewi Mayangsari, S. D. Hardiningtyas","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.40311","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.40311","url":null,"abstract":"Kitosan merupakan polimer alami bermuatan positif yang dapat diaplikasikan bidang farmasi sebagai penghantar obat. Akan tetapi, kitosan komersil memiliki berat molekul besar dan derajat deasetilasi yang rendah, sehingga aplikasinya terbatas akibat kelarutannya yang rendah pada air. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh metode depolimerisasi dua kelas kitosan yang beredar dipasaran terhadap karakteristiknya. Jenis kitosan yang digunakan yaitu pharmaceutical grade dan food grade untuk menghasilkan oligokitosan. Metode depolimerisasi kitosan yang digunakan adalah iradiasi sinar UV-C (75 menit), hidrolisis enzim papain (15 g/L selama 16 jam, 40oC dan pH 5) serta kombinasi UV dan enzim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grade kitosan dan metode depolimerisasi mempengaruhi karakteristik kitosan depolimerisasi yang dihasilkan. Ketiga metode yang digunakan pada kitosan pharmaceutical grade menghasilkan oligokitosan yang dapat larut langsung pada air dengan pH netral dengan rendemen >62%, derajat putih 99,33%, berat molekul <5,5 KDa, dan derajat deasetilasi >85%. Kitosan food grade yang melalui depolimerisasi dengan metode berbeda belum dapat larut dalam air dengan pH netral. Kitosan food grade yang melalui depolimerisasi kombinasi UV+enzim memiliki kualitas derajat deasetilasi yang identik dengan kitosan pharmaceutical grade.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47438102","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Kemasan terhadap Mutu Choux Pastry Kering yang Disubstitusi Konsentrat Protein Ikan Gabus","authors":"Esthy Rahman Asih, Yuliana Arsil","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.37970","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.37970","url":null,"abstract":"Choux pastry kering substitusi konsentrat protein ikan gabus mempunyai kandungan protein dan lemak yang cukup tinggi sehingga mendorong penurunan mutu fisik dan kimiawi selama penyimpanan. Pengemasan yang tepat pada choux pastry ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penurunan mutu produk. Tujuan penelitian ini untuk mengukur pengaruh kemasan yang digunakan terhadap mutu choux pastry kering dengan susbtitusi konsentrat protein ikan gabus yang disimpan pada suhu 26-29oC selama 56 hari. Penelitian berupa eksperimen dengan desain rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor perlakuan yaitu jenis kemasan (aluminium foil dan plastik polipropilena) serta waktu penyimpanan (14, 28, 42, dan 56 hari). Penyimpanan dilakukan menggunakan metode ESS (Extended Storage Studies). Data dianalisis menggunakan uji statistik oneway anova dengan derajat kepercayaan 95%. Apabila ada perbedaan nyata dilanjutkan pengujian dengan DMRT pada taraf α 5%. Choux pastry kering dengan pengemasan aluminium foil dan plastik polipropilena selama penyimpanan 56 hari tidak berbeda nyata dari atribut rasa, warna, dan aroma akan tetapi berbeda nyata dari segi tekstur. Terjadi peningkatan nilai asam lemak bebas, angka peroksida, dan kadar air pada choux pastry kering seiring semakin lama waktu penyimpanan. Kemasan aluminium foil lebih baik digunakan sebagai pengemas choux pastry kering dibandingkan dengan kemasan plastik polipropilena dilihat dari tekstur, asam lemak bebas, kadar air, dan angka peroksida choux pastry kering selama penyimpanan","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48042542","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Mala Nurilmala, A. M. Jacoeb, Y. Sinaga, Agus Sudrajat, T. Budiardi, R. I. Wahju, M. M. Kamal, Ridwan Affandi, Rizsa Mustika Pertiwi
{"title":"Karakteristik Protein dan Struktur Jaringan serta Steroid Ikan Sidat (Anguilla bicolor bicolor) Berdasarkan Lokasi Daging Berbeda","authors":"Mala Nurilmala, A. M. Jacoeb, Y. Sinaga, Agus Sudrajat, T. Budiardi, R. I. Wahju, M. M. Kamal, Ridwan Affandi, Rizsa Mustika Pertiwi","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.39089","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.39089","url":null,"abstract":"Sidat merupakan salah satu ikan konsumsi yang memiliki rasa yang unik serta kaya akan vitamin A, B1, B2, B6, C, D, protein albumin, DHA (Docosapentaenoic acid) dan EPA (Eicosapentaenoic acid) lebih dikenal dengan omega-3, serta kandungan mineralnya. Penelitian bertujuan menentukan kandungan protein dan steroid serta struktur jaringan di berbagai bagian tubuh yang berbeda pada ikan sidat (Anguilla bicolor bicolor). Ikan sidat dianalisis pada tiga bagian tubuh meliputi bagian depan, tengah, dan belakang. Profil protein diidentifikasi dengan metode SDS-PAGE dan Bradford, steroid dengan metode ekstraksi, struktur jarigan dengan metode mikroskopis. Analisis SDS-PAGE pada daging ikan sidat memiliki bobot molekul protein berkisar 9–199 kDa. Kadar protein terlarut pada daging bagian depan, tengah, belakang secara berturut-turut sebanyak 0,307±0,02 mg/mL, 0,298±0,00 mg/mL, dan 0,349±0,05 mg/mL. Protein larut air dan garam pada bagian depan, tengah, belakang secara berturut-turut 0,469±0,01 mg/mL, 0,336±0,03 mg/mL, 0,437±0,00 mg/mL dan 1,571±0,16 mg/mL, 1,312±0,11 mg/mL, 1,242±0,11 mg/mL. ikan sidat mengandung steroid pada pelarut etil asetat. Struktur jaringan daging dan kulit ikan sidat memiliki muscle fiber dan lapisan stratum compactum.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46930494","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Wahyu Ramadhan, Uju Uju, S. D. Hardiningtyas, Rizfi Fariz Pari, N. Nurhayati, Devani Sevica
{"title":"Ekstraksi Polisakarida Ulvan dari Rumput Laut Ulva lactuca Berbantu Gelombang Ultrasonik pada Suhu Rendah","authors":"Wahyu Ramadhan, Uju Uju, S. D. Hardiningtyas, Rizfi Fariz Pari, N. Nurhayati, Devani Sevica","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.40407","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.40407","url":null,"abstract":"Ulvan merupakan polisakarida bersulfat utama dari rumput laut Ulva yang memiliki aktivitas biologis penting. Umumnya ulvan diekstrak menggunakan suhu tinggi dan dengan rentang waktu yang lama, oleh karena itu diperlukan metode ekstraksi alternatif yang dapat menghasilkan ulvan yang memiliki kualitas yang baik namun tetap mendukung konsep efisiensi energi. Salah satu metode green extraction yang dapat mengurangi penggunaan pelarut organik dan energi yang tinggi selama ekstraksi adalah dengan bantuan gelombang ultrasonik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan waktu, suhu dan jenis pelarut dengan bantuan ultrasonik yang paling baik dalam menghasilkan rendemen dan karakteristik ulvan yang sesuai dibandingkan dengan ulvan yang diekstraksi dengan metode konvensional atau tanpa bantuan ultrasonikasi. Pada penelitian tahap awal digunakan kombinasi antara jenis pelarut (akuades, HCl dan NaOH) dengan kondisi ekstraksi suhu rendah (50, 60, dan 70℃) selama 45 dan 90 menit dengan bantuan ultrasonik. Rendemen tertinggi ulvan diperoleh dari ekstraksi menggunakan NaOH pada suhu 70℃ selama 90 menit dengan bantuan ultrasonik sebesar 16,90±0,45%. molekul dan viskositas ulvan yang dihasilkan dengan berbantu ultrasonik menunjukkan penurunan nilai dibandingkan dengan tanpa ultrasonikasi. Hasil Fourier-transform infrared spectroscopy mengkonfirmasi pita serapan grup sulfat yang merupakan residu gula rhamnose pada panjang gelombang 1125 cm-1 dan C-O-S pada 983 cm-1. Ulvan yang diekstrak dengan sonikasi menunjukkan kandungan sulfat 39, 58 dan 53% untuk masing- masing pelarut akuades, HCl dan NaOH. Perlakuan ultrasonikasi memberikan pengaruh pada kandungan sulfat 2-14% lebih tinggi dibandingkan dengan sulfat yang dihasilkan dari metode konvensional.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47793505","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Aktivitas Antioksidan Kolagen dari Kulit Ikan Patin (Pangasius sp.) dengan Enzim Bromelin Kasar Kulit Nanas (Ananas comosus L.)","authors":"Fitri Yanti, N. Dharmayanti, S. Suryanti","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.36731","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.36731","url":null,"abstract":"Kulit patin merupakan salah satu hasil samping industri perikanan memiliki kandungan senyawa yang berpotensi sebagai sumber alternatif kolagen mengandung aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan aktivitas antioksidan yang terkandung dalam kolagen dari kulit ikan patin diekstraksi dengan enzim bromelin kasar dari kulit buah nanas. Kolagen dibuat dengan menggunakan enzim bromelin kasar dari kulit nanas dengan aktifitas 1.0 U/g dengan beberapa tahapan yaitu praperlakuan, deproteinase, degrasing dan ekstraksi, data perlakuan dengan kombinasi waktu perendaman dan kosentrasi enzim bromelin kasar, dengan waktu perendaman 3 jam, 3,5 jam dan 4 jam dan kosentrasi enzim bromelin kasar 0; 1,5; 2%, dianalisis dengan statistik menggunakan RAL faktorial. Hasil dari pengamatan menunjukkan bahwa kelarutan terbaik didapat pada perlakuan T3.E2 yaitu 98,96%, Viskositas terbaik yaitu 22,67 cP , derajat keasaman (pH) terbaik pada T1.E2 yaitu 6,73, berat molekul α1, α2, β dan γ adalah : 131,51 kda, 110,48 kda, 202,48 kda dan 243,93 kda, aktivitas antioksidan terbaik pada perlakuan T1.E3 yaitu 20,45 ferrous sulfate/g.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44827637","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rahmatia Garwan, H. Kusumaningrum, Tati Nurhayati, Hanifah Nuryani Lioe
{"title":"Karakterisasi Jeroan Ikan Cakalang sebagai Skrining Awal Bahan Baku Perangkap Lalat Rumah Musca domestica dan Antibakteri","authors":"Rahmatia Garwan, H. Kusumaningrum, Tati Nurhayati, Hanifah Nuryani Lioe","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.38555","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.38555","url":null,"abstract":"Jeroan ikan cakalang yang kaya protein berpotensi sebagai sumber senyawa perangkap lalat rumah Musca domestica maupun sumber antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi jeroan ikan cakalang berupa lambung, usus, hati dan campuran sebagai sumber komponen perangkap lalat rumah dan antibakteri. Jeroan ikan cakalang disimpan selama dua hari pada suhu ruang. Kadar air, protein, TVB, komposisi asam amino, aktivitas perangkap lalat, dan aktivitas antibakteri kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, lemak, dan TVB dari semua bagian jeroan ikan cakalang meningkat, sedangkan kadar proteinnya menurun selama penyimpanan dua hari. Kadar air berkisar dari 73,90% bb sampai 85,19% bb. Kadar protein berkisar dari 14,46% bb sampai 18,07% bb. Kadar lemak berkisar dari 0,95% bb sampai 2,71% bb, sedangkan kadar TVB berkisar dari 64,74 mg N/100 g sampai 133,92 mg N/100 g. Komposisi asam amino utama jeroan ikan cakalang adalah asam glutamat, arginina, glisina, fenilalanina, tirosina, lisina, serina, valina, dan histidina. Peningkatan kadar TVB selama penyimpanan dua hari berkaitan dengan aktivitas jeroan lambung dalam menjerap lalat yang paling tinggi dengan rataan 13,50 ekor. Penghambatan bakteri terbesar dihasilkan oleh jeroan campuran hari ke-0 pada konsentrasi 75%, baik terhadap Staphylococcus aureus maupun Escherichia coli, dengan zona hambat masing-masing sebesar 9,30 mm dan 8,78 mm. Aktivitas antibakteri pada kedua bakteri uji tergolong berdaya sedang. Senyawa pemerangkap dan antimikroba diduga berkaitan erat dengan komposisi asam amino jeroan ikan cakalang. Penelitian lebih mendalam terhadap peran asam amino sebagai komponen utama pemerangkap lalat maupun antimikroba dari jeroan cakalang menjadi subyek penelitian selanjutnya.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46638091","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Iradiasi Gamma dan Penyimpanan Dingin terhadap Kandungan Proksimat, pH, dan ALT Filet Ikan Jenaha","authors":"Widya Pangestika, Satriya Abrian, Deden Yusman Maulid, Kusuma Arumsari, Sugili Putra, Farakh Fadila Windiarti, Vipi Herawati","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.38521","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.38521","url":null,"abstract":"Ikan dan produk perikanan merupakan bahan pangan yang mudah rusak. Salah satu teknologi untuk memperlama daya simpan ikan adalah iradiasi gamma. Iradiasi mampu memutus ikatan rantai DNA bakteri, sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Aplikasi teknologi iradiasi tentunya akan jauh lebih efektif apabila dikombinasikan dengan teknologi pengawetan lainnya, seperti penyimpanan pada suhu dingin. Pada penelitian ini, fillet ikan jenaha (Lutjanus sp.) skinless diiradiasi pada dosis 0 kGy, 3 kGy, 5 kGy, dan 8 kGy. Setelah diiradiasi pada dosis tertentu, fillet ikan disimpan selama 6 hari pada suhu dingin 5oC. Berdasarkan hasil analisis proksimat, diketahui bahwa teknologi iradiasi tidak menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap kadar air, kadar abu, dan lemak namun sedikit menurunkan kadar protein pada fillet ikan. Selanjutnya diketahui bahwa dari segi pH, fillet ikan yang tidak diiradiasi dan fillet ikan yang diiradiasi masih dikategorikan sebagai fillet yang segar hingga penyimpanan pada hari ke-6. Walaupun jumlah cemaran bakteri pada fillet ikan tidak diiradiasi jauh lebih besar daripada fillet ikan yang diiradiasi, namun jumlah bakteri kontaminan pada semua perlakuan fillet ikan masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh SNI 7388: 2009. Nilai pH dan jumlah cemaran bakteri pada semua perlakuan fillet ikan cenderung meningkat seiring dengan lamanya proses penyimpanan.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44412215","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Evaluasi Primer Gen COI sebagai Biomarker Ketertelusuran Ikan menggunakan Bioinformatika","authors":"Roni Nugraha, P. Dewi, Mala Nurilmala","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.36501","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.36501","url":null,"abstract":"Gen cytochrome oxidase I (COI) merupakan bagian dari bahan genetik mitokondria yang sering digunakan sebagai penanda spesies pada system ketertelusuran produk perikanan. Gen COI ini diperbanyak dari jaringan ikan menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan primer universal. Akan tetapi, ikan merupakan spesies yang memiliki keragaman yang tinggi, sehingga primer universal ini tidak sepenuhnya cocok dengan gen COI ikan. Oleh karena itu, penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi kecocokan primer universal di berbagai gen COI ikan perlu untuk dilakukan. Pada penelitian ini, primer universal dicocokkan dengan 33 sekuen spesies ikan dari GenBank NCBI. Sekuen dianalisis dengan membuat Percent Identity Matrix (PIM) dan pohon filogenetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua primer memiliki kualitas yang baik. Primer CO1shark25 dan CO1shark315 sejajar dengan 31-32 sekuen, namun belum memenuhi parameter ideal sebuah primer. Oleh karena itu, didesain beberapa primer universal baru yang sesuai dengan kriteria primer ideal. Desain primer baru dibuat dan dievaluasi menggunakan program PerlPrimer dan OligoEvaluator. Primer mini-barcode universal ikan dari sekuen Lagocephalus lagocephalus, Takifugu vermicularis, Arothron hispidus, Hypanus americanus, Isurus oxyrhyncus, dan Katsuwonus pelamis telah dirancang dan dievaluasi untuk alternatif biomarker.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43111294","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Maria Ivan Budju Niga, Pipih Suptijah, Wini Trilaksani
{"title":"Isolasi dan Karakterisasi Ekstrak dan Tepung Ikan Gabus dan Potensinya sebagai Imunodulator","authors":"Maria Ivan Budju Niga, Pipih Suptijah, Wini Trilaksani","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.37831","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.37831","url":null,"abstract":"Ikan gabus (Channa striata) mengandung fraksi protein albumin yang besar dan potensial digunakan sebagai biofarmasi serta bahan substitusi albumin manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lama waktu pengukusan dan profil tepung ikan serta ekstrak daging dan ekstrak daging ikan dengan penyaringan dari ikan gabus sebagai sediaan imunomodulator. Ekstraksi albumin menggunakan metode pengukusan dengam lama pengukusan berbeda (10, 15, 20, dan 25 menit) dan albumin dianalisis menggunakan metode Bromocresol Green (BCG). Penelitian ini meliputi analisis proksimat dan logam berat ikan gabus, ekstraksi, analisis mineral, kadar albumin, berat molekul menggunakan SDS-PAGE, gugus fungsi menggunakan FTIR, ukuran partikel dan asam amino. Hasil penelitian menunjukan bahwa daging ikan gabus mengandung air 80,93%, lemak 1,37%, protein 16,76%, abu 0,65% dan karbohidrat 1,28%. Kandungan logam berat daging ikan gabus yaitu Hg 0,013-0,28 ppm dan Pb 0-0,637 ppm. Ekstraksi menghasilkan albumin daging segar 4,8 g/100 mL, ektrak daging 3,76 g/100mL, ekstrak daging dengan penyaringan 4,6g/100 mL dan tepung ikan 3,8 g/100 mL. Tepung ikan mengandung kadar protein 85,80%, air 9,26%, abu 2,67%, lemak 2,06% dan energi total 362,58 kkal/ 100 g. Ekstrak daging dengan penyaringan mengandung asam amino serina, lisina, asam aspartat, alanina, dan asam glutamat, serapan gelombang albumin 1.644,96 dengan berat molekul 63 hingga 70 kDa dan terdapat molekul IgG sebagai sediaan imunomodulator.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44706646","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhammad Hauzan Arifin, N. E. Suyatma, Dias Indrasti
{"title":"Karakterisasi Kitooligosakarida yang Didepolimerisasi dengan Metode Berbeda dan Kajiannya sebagai Active Film","authors":"Muhammad Hauzan Arifin, N. E. Suyatma, Dias Indrasti","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.39632","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.39632","url":null,"abstract":"Active film adalah salah satu tren dunia untuk kemasan makanan. Active film seringkali mengandung bahan aktif antimikroba, antioksidan, penangkap oksigen, dan sawar UV untuk membantu menjaga kesegaran makanan. Kitosan merupakan salah satu bahan aktif yang dapat dimanfaatkan sebagai active film. Kitosan memiliki aktivitas antimikroba yang baik tetapi hanya dapat digunakan pada pH rendah. Oleh karena itu, kitooligosakarida/chito-oligosaccharide (COS) yang merupakan oligomer kitosan dengan kelarutan lebih baik berpotensi sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter COS yang dihasilkan dengan metode depolimerisasi mikrogelombang, ultrasuara, dan kombinasi mikrogelombang-ultrasuara serta menentukan sifat mekanis active film terbaik dari COS yang diproduksi dengan kosentrasi 1,5% dan 2%. COS yang diperoleh berwarna kekuningan dengan nilai viskositas 12-17 cP dan bobot molekul berkisar dari 22,1-29,3 kDa yang nilainya lebih kecil daripada kitosan (>50 kDa). COS yang diproduksi menunjukkan aktivitas antimikroba pada bakteri B. subtilis, S. aureus, dan E. coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berat molekul COS yang optimal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan film. COS dengan berat molekul rendah cenderung memiliki sifat mekanis film yang buruk karena ikatan antar-molekulnya lemah. Secara keseluruhan, sifat mekanis terbaik film dicapai pada film COS ultrasuara konsentrasi 2%. Film tersebut memiliki ketebalan 0,25 mm nilai WVTR terendah pada 5,25 g/m2/hari, kekuatan tarik, dan elongasi berturut-turut 5,43 N/mm2 dan 76,7%. Warna film COS yang kekuningan cenderung menyerap sinar UV lebih baik dibandingkan dengan film kitosan.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42468927","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}