{"title":"Karakteristik Karakteristik Fisikokimia Papain Soluble Collagen dari Gelembung Renang Ikan Tuna (Thunnus sp.)","authors":"Hari Cahyono, Wini Trilaksani, Uju","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.38213","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.38213","url":null,"abstract":"Kolagen merupakan protein jaringan ikat yang tersusun oleh asam amino glisina, prolina, alanina dan hidroksiprolina, yang terdapat pada jaringan kulit, tulang, sisik, dan gelembung renang ikan. Gelembung renang ikan sebagai hasil samping industri perikanan potensial dikonversi menjadi kolagen halal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas proses praekstraksi kombinasi NaOH dan ultrasonikasi serta penggunaan enzim papain pada proses ekstraksi terhadap karakteristik fisikokimia kolagen gelembung renang ikan tuna. Metode penelitian ini adalah praekstraksi kombinasi NaOH dan ultrasonikasi 150 menit serta perendaman selama 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, dan 24 jam, ekstraksi menggunakan enzim papain dengan konsentrasi 0, 3.500, dan 5.000 U/g dan waktu ekstraksi selama 36 dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses praekstraksi menggunakan ultrasonikasi 150 menit dengan perendaman selama 22 jam merupakan waktu terbaik dalam mengeliminasi protein non kolagen, dan ekstraksi menggunakan enzim papain konsentrasi 5.000 U/g dan perendaman 36 jam merupakan perlakuan terpilih terhadap derajat pengembangan kolagen. Rendemen kolagen yang diperoleh sebesar 7,01±0,4%, asam amino yang mendominasi ialah glisina, arginina dan prolina, kolagen gelembung renang ikan tuna memiliki pita protein rantai α1 sebesar 117 kDa, rantai α2 sebesar 107 kDa dan rantai β sebesar 244 kDa serta nilai zeta potensial sebesar 0,496 mV.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45144850","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"DNA Barcoding untuk Autentikasi Produk Hiu Segar dari Perairan Nusa Tenggara Barat","authors":"Muh. Alsere Bardian Sahaba, Asadatun Abdullah, Roni Nugraha","doi":"10.17844/jphpi.v24i3.38318","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v24i3.38318","url":null,"abstract":"Perikanan hiu dan pari di Indonesia, termasuk Tanjung Luar di NTB, menghadapi tantangan besar karena populasi hiu dan pari yang terus menurun. Hiu sangat rentan terhadap penangkapan berlebih dan kepunahan karena faktor seperti kematangan seksual yang lambat dan fekunditas yang rendah. Daging dan sirip hiu umunya diminati konsumen; namun, produk hiu lainnya tidak dicatat secara terpisah dalam statistik perdagangan, sehingga sulit untuk diidentifikasi berdasarkan indikator morfologi. Sebagai alternatifnya dapat menggunakan metode DNA barcoding. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies hiu langka yang terdaftar di CITES yang telah mendarat di pelabuhan NTB menggunakan metode DNA barcoding. Penelitian yang dilakukan meliputi tahap isolasi DNA, amplifikasi DNA, sekuensing dan analisis bioinformatika. Hasil sekuensing DNA dan analisis bioinformatika menunjukkan spesies Sphyrna lewini dan Carcharhinus falciformis teridentifikasi pada sampel dengan tingkat kemiripan 99-100%. Hasil ini menunjukkan ikan hiu yang termasuk dalam daftar CITES masih kerap ditangkap dan dimanfaatkan, sehingga perlu dilakukan regulasi yang lebih tegas dan transfer pengetahuan kepada masyarakat agar spesies hiu yang tergolong terancam punah dapat dilestarikan.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48395327","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Karakteristik Fisik dan Aktivitas Antioksidan Sediaan Masker Gel Peel Off Ekstrak Metanol Daun Eceng Gondok","authors":"Nabila Ukhty, Ikhsanul Khairi, Tika Wulan Dari","doi":"10.17844/jphpi.v24i3.37634","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v24i3.37634","url":null,"abstract":"Gel peel off face mask is one type of facial mask that can increase the comfort of use and is expected to increase antioxidant activity on the skin. The mask is shaped like a paste, with a thick texture. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) is an aquatic plant that lives wildly in the waters of West Aceh. The purpose of this study was to determine the yield of methanolic crude extract of eceng gondok’s leaves and to find out the best formulation of gel peel off face mask from methanol crude extract of eceng gondok’s leaf based on the physical characteristics of the mask. The extraction method used was maceration using methanol as a solvent. The differences in the composition of the extracts used were concentrations of 0%, 2%, 4% and 6%. Exploration of bioactive compounds in crude extract using phytochemical test. Assessment of the physical characteristics of the mask preparation included organoleptic tests, homogeneity, adhesion, dispersibility, pH, and drying time. The crude extract contains flavonoid compounds, tannins, steroids, terpenoids, and saponins. Formulation 3 for making gel peel off masks was the best mask with an assessment of its homogeneity being stable and no change, adhesion for 5.30 seconds, dispersion of 5.9 cm, pH 6.4, and drying in 27.48 minutes. The formula has DPPH inhibition (% inhibition) of 76.54%..","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42148141","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
W. Trilaksani, Bambang Riyanto, Tati Nurhayati, Joko Santoso, Ikram Abi Hamzah Kurniawan
{"title":"Integrasi Sentrifugasi Suhu Rendah dengan Optimasi Ekstraksi Enzimatis Minyak Mata Tuna menggunakan Response Surface Methodology","authors":"W. Trilaksani, Bambang Riyanto, Tati Nurhayati, Joko Santoso, Ikram Abi Hamzah Kurniawan","doi":"10.17844/jphpi.v24i3.36652","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v24i3.36652","url":null,"abstract":"Mata tuna yang kaya akan asam lemak omega-3 eicosapentaenoic acid dan docosahexaenoic acid dapat diperoleh dengan ekstraksi suhu rendah tetapi rendemen yang diperoleh belum maksimal. Nilai rendemen minyak mata tuna dapat ditingkatkan dengan hidrolisis enzimatis. Response surface methodology (RSM) dapat membantu menganalisis pengaruh faktor-faktor terhadap respon untuk mengoptimalkan kondisi hidrolisis enzimatis. Tujuan penelitian ini adalah maksimalisasi rendemen minyak, menentukan kondisi optimum ekstraksi enzimatis minyak mata tuna dengan faktor konsentrasi papain dan waktu hidrolisis yang berbeda menggunakan permodelan central composite design-face centered (CCDFC) pada RSM, dan determinasi karakteristik minyak. Kondisi hasil validasi optimum hidrolisis enzimatis minyak mata tuna menghasilkan nilai rendemen 11,24±0,09% pada konsentrasi 1,02% enzim papain selama 3 jam. Kandungan EPA dan DHA minyak mata tuna pada kondisi optimum tergolong sangat tinggi yaitu 6,02% EPA dan 30,30% DHA dari 99,90% total asam lemak yang teridentifikasi.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44948677","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Efektivitas Karbon Aktif dalam Pembuatan Garam Rumput Laut Cokelat (Sargassum polycystum dan Padina minor)","authors":"Shindy Hamidah Manteu, N. Nurjanah, Asadatun Abdullah, Tati Nurhayati, Anggrei Viona Seulalae","doi":"10.17844/jphpi.v24i3.26692","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v24i3.26692","url":null,"abstract":"Rumput laut cokelat memiliki potensi menjadi bahan baku garam diet untuk hipertensi, namun terdapat permasalahan dari produk akhir garam rumput laut yaitu aroma khas rumput laut (amis) yang masih kuat. namun Bahan alami yang dapat mencegah aroma ini salah satunya adalah karbon aktif. Tujuan penelitian adalah menentukan konsentrasi karbon aktif dalam proses pembuatan garam S. polycystum dan P. minor untuk menghasilkan garam yang bisa diterima oleh masyarakat. Metode yang digunakan dengan perlakuan konsentrasi karbon aktif berbeda (0%, 0,50%, 0,75%, 1%, 1,25%, 1,50% (b/v)) pada proses pembuatan garam, uji sensori aroma dan karakterisasi garam rumput laut. Karakteristik garam meliputi kadar mineral (Mg, Fe, Ca, Na, K), rasio Na:K, kadar NaCl dan aktivitas antioksidan. Konsentrasi karbon aktif optimum garam S. polycystum 1,50% dengan karakteristik Mg 29,24 mg/g; Fe 0,15 mg/g; Ca 27,66 mg/g; rasio Na:K 0.87 mg/g; NaCl 33.87%; aktivitas antioksidan 201,0 mg/L. Konsentrasi karbon aktif optimum garam P. minor yaitu 1% dengan karakteristik Mg 39,05 mg/g; Fe 0,03 mg/g; Ca 32,28 mg/g; rasio Na:K 1,97 mg/g; NaCl 28.34% dan aktivitas antioksidan111,39 mg/L.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47638999","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Perbedaan Mutu Permen Jeli Kappaphycus alvarezii yang Dikemas Edible Film Berbasis Gelatin-CMC-Lilin Lebah dan Gelatin-Kitosan-Nanokitin","authors":"Asri Silvana Naiu, Nikmawatisusanti Yusuf, Srirahayu Cahyani Yusuf, Yusnina S Hudongi","doi":"10.17844/jphpi.v24i3.36911","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v24i3.36911","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan mutu permen jeli rumput laut yang dikemas edible film berbasis gelatin-karboksimetilselulosa (CMC)-lilin lebah dan gelatin-kitosan-nanokitin. Interaksi senyawa-senyawa berbeda dalam edible film diduga dapat memengaruhi mutu permen jeli selama penyimpanan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu waktu penyimpanan permen dipercepat menggunakan chamber selama 15 hari pada suhu lebih tinggi (40oC) dengan kelembapan 75% yang setara dengan waktu 60 hari pada suhu ruang. Data yang diperoleh dianalisis dengan Independent T-Test (uji-t) untuk mengetahui laju transmisi uap air (WVTR) edible film, perbedaan mutu kimia dan mikrobiologi permen, serta uji-u Mann-Whitney untuk menguji perbedaan nilai hedonik selama penyimpanan. Parameter uji, yaitu WVTR dan mutu permen jeli meliputi kadar air, gula reduksi, angka lempeng total (ALT), dan nilai hedonik yang semuanya diuji pada taraf kepercayaan 95%. Hasil uji-t menunjukkan bahwa WVTR kedua edible film gelatin berbeda tidak nyata (p>0,05). Kadar air permen berbeda nyata pada hari ke-60, sedangkan gula reduksi dan TPC berbeda nyata sejak awal pengamatan. Hasil uji-u Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata pada nilai kenampakan permen antar perlakuan yang dimulai dari hari ke-24, nilai aroma sejak hari ke-12, sedangkan nilai rasa dan tekstur permen berbeda tidak nyata. Mutu permen terbaik diperoleh pada perlakuan edible film gelatin kitosan-nanokitin.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45557058","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
R. M. S. Putri, Azwin Apriandi, Tri Yulianto, Facrini Anggianti
{"title":"Teknik Pemingsanan Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) menggunakan Ekstrak Daun Senduduk Ungu (Melastoma malabathricum L.)","authors":"R. M. S. Putri, Azwin Apriandi, Tri Yulianto, Facrini Anggianti","doi":"10.17844/jphpi.v24i3.37738","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v24i3.37738","url":null,"abstract":"Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) merupakan salah satu komoditas budi daya unggulan di Provinsi Kepulauan Riau. Ikan ini memiliki harga jual yang tinggi sehingga diperlukan teknologi transportasi yang inovatif untuk mempertahankan nilai jual dari komoditas ini. Daun senduduk ungu (Melastoma malabahtricum L.) merupakan salah satu yang berpotensi untuk digunakan sebagai bahan anastesi (pemingsanan) ikan hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi ekstrak daun senduduk ungu yang sesuai untuk pemingsanan ikan bawal bintang dan tingkat kelulusan hidupnya. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun senduduk ungu terbaik adalah kosentrasi 25% dengan waktu onset (pingsan) 40,69 menit dan waktu pulih (sadar) terlama yaitu 12,34 menit dengan tingkat kelulusan hidup 100%. Kualitas air setelah pemingsanan masih dalam ambang batas wajar yaitu pH sebesar 6,67; DO 4,5, suhu 28,19oC dan TAN 1,59 mg/L. \u0000 \u0000 ","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43740273","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Marni Kaimudin, Sumarsana Sumarsana, Mozes Sukur Yodida Radiena, Sugeng Hadi Noto
{"title":"Karakteristik Pangan Fungsional Nuget dan Stik dari Tepung Ikan Layang Ekor Merah (Decapterus kuroides) dan Ampas Tahu","authors":"Marni Kaimudin, Sumarsana Sumarsana, Mozes Sukur Yodida Radiena, Sugeng Hadi Noto","doi":"10.17844/jphpi.v24i3.36967","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v24i3.36967","url":null,"abstract":"Potensi sumber daya ikan layang ekor merah (Decapterus kuroides) dan ampas tahu yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal merupakan aset untuk ekonomi kerakyatan dengan membuat tepung alternatif sebagai bahan substituen pangan olahan fungsional berbahan dasar tepung terigu misalnya nuget dan stik. Upaya eksternal yang bernilai guna terhadap olahan pangan fungsional, dilakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik nuget dan stik berbahan dasar tepung ikan layang ekor merah dan ampas tahu. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif . Perlakuan penelitian adalah perbandingan antara tepung ikan, tepung ampas tahu dan tepung terigu dengan rasio 1:1:1, 1:2:3, 1:3:2, 2:1:3 2:3:1, 3:1:2, 3:2:1. Parameter uji produk nuget meliputi sensori (aroma, rasa, tekstur), kadar air, abu, lemak, protein, timbel, coliform, E.coli, Salmonella, Staphylococcus aureus dan produk stik meliputi sensori (bau, warna, rasa, kenampakan), kadar air, abu, lemak, protein, kalsium, timbel dan kapang, Hasil penelitian menunjukkan pada rasio bahan 3:1:2 menghasilkan nuget dan stik dengan karakteristik terbaik. Karkteristik nuget dengan nilai sensori aroma 5,96, rasa 6,13 dan tekstur 5,96, kadar air 41,59%, abu 2,32%, protein 21,67%, lemak 14,08%, timbel <0,073 mg/kg, coliform <3 MPN/g, E.coli <3 MPN/g, Salmonella negatif/25 g, Staphylococcus aureus negatif. Karakteristik stik dengan nilai sensori bau 4,70, tekstur 4,57, rasa 4,52 dan kenampakan 4,57, serta kadar air 22,87%, abu 5,22%, protein 15,11%, lemak 17,36%, kalsium 25,7 mg/kg, timbel <0,073 mg/kg, kapang 5 koloni/g. Hasil karakteristik nuget dan stik sesuai SNI 01-6682-2000, SNI 7587:2013 dan Peraturan BPOM No.16 tahun 2016.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44419819","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Azwin Apriandi, Zubaidah Anjar Rezeki, Kiki Fatmawati, Sri Novalina Amrizal, R. M. Sari Putri
{"title":"Aktivitas Antioksidan dari Air Buah Beruwas Laut (Scaevola taccada)","authors":"Azwin Apriandi, Zubaidah Anjar Rezeki, Kiki Fatmawati, Sri Novalina Amrizal, R. M. Sari Putri","doi":"10.17844/jphpi.v24i3.36874","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v24i3.36874","url":null,"abstract":"Scaevola taccada adalah salah satu tanaman yang banyak dijumpai di pesisir pantai yang berpasir di daerah tropis. Tanaman ini secara empiris banyak memiliki manfaat kesehatan oleh masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan dan vitamin C yang terdapat pada air buah beruwas laut. Metode penelitan berupa pengujian karakterisasi dan pengukuran morfometrik, serta aktivitas antioksidan ekstrak menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian data rendemen yaitu 2,84% air buah muda, 97,16% ampas buah muda, 40,37% air buah tua, dan 59,63% ampas buah tua. Aktivitas antioksidan IC50 adalah air buah tua 113,47 ppm, air buah muda 130,71 ppm, air buah campuran 164,58 ppm. Pengujian kadar vitamin C air buah tua 7,04 mg, air buah muda 36,96 mg, air buah campuran 30,8 mg.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42649191","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sujuliyani Sujuliyani, Puspa Pebriyanti, Yuliati H. Sipahutar
{"title":"Formulasi Kapa dan Iota Karagenan dalam Pembuatan Produk Kosmetik Pelembap Bibir","authors":"Sujuliyani Sujuliyani, Puspa Pebriyanti, Yuliati H. Sipahutar","doi":"10.17844/jphpi.v24i3.32925","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v24i3.32925","url":null,"abstract":"Kapa dan iota karagenan memiliki sifat fungsional sebagai humektan yang dapat mempertahankan kelembapan bibir pada produk kosmetik pelembap bibir (lip balm). Karagenan digunakan sebagai bahan alami yang lebih aman dan mengurangi komposisi bahan kimia dalam formulasi pelembap bibir. Tujuan penelitian ini untuk menentukan formulasi yang terbaik dari kombinasi kapa dan iota karagenan dalam menghasilkan pelembap bibir yang sesuai standar. Perlakuan penambahan kapa dan iota karagenan pada produk pelembap bibir terdiri dari produk tanpa penambahan kapa dan iota karagenan, 1:1, 1:2, 2:1 dan 1:3. Data sensori menggunakan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan pembandingan ganda. Parameter mutu yang diuji yaitu pH dan LoD. Hasil penelitian menunjukkan pH produk pelembap bibir dengan perlakuan 1:1, 1:2, 2:1 dan 1:3 secara berurutan sebesar 5,70; 5,65; 5,55; 5,75 dan pengujian LoD (%) dengan perlakuan 1:1, 1:2, 2:1 dan 1:3 secara berurutan sebesar 2,09; 1,05; 0,98: 1,01; 0,96. Perbandingan kapa dan iota karagenan terbaik adalah 1:3. Berdasarkan hasil data sensori dan karakteristik mutu, pelembap bibir 1:3 memiliki kenampakan, warna, dan tekstur yang menarik bagi panelis, serta memiliki berat penyusutan yang paling rendah dan mampu menahan kelembapan dalam jangka waktu yang paling lama.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43298353","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}