Qolby Nuuran Sholeh, R. Syarief, Ruddy Suwandi, Taufik Hidayat
{"title":"Strategi Pengembangan Bisnis Olahan Ikan Beku di PT XYZ","authors":"Qolby Nuuran Sholeh, R. Syarief, Ruddy Suwandi, Taufik Hidayat","doi":"10.17844/jphpi.v25i2.38833","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i2.38833","url":null,"abstract":"Perkembangan makanan beku Indonesia mengalami peningkatan permintaan yang cukup signifikan pada saat situasi pandemic COVID-19. Perkembangan tersebut sejalan dengan kenaikan permintaan makanan olahan ikan beku Indonesia, yang kini mendapatkan nilai lebih dari masyarakat. Pengembangan bisnis olahan ikan memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan, mengingat kemudahan dalam mendapatkan, menyimpan serta menyajikan untuk dihidangkan sebagai tambahan lauk dalam konsumsi keseharian. Tujuan penelitian adalah Menganalisis faktor internal dan eksternal olahan ikan PT XYZ, Merumuskan alternatif strategi pengembangan usaha PT XYZ, menentukan prioritas strategi kebijakan untuk pengembangan usaha PT XYZ. Pengambilan data dilakukan di PT XYZ yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur pada Juli hingga September 2021. Metode penelitian secara deskriptif, diolah dan dianalisis menggunakan matriks IFE, EFE, IE, SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan terdapat bahan baku ikan beku yaitu ikan swangi. Ada 7 alternatif strategi diantaranya yaitu menjual produk kepada distributor tunggal, produksi ikan segar beku, menambah jaringan distributor luar Jawa Timur, meningkatkan branding, mengolah ikan menjadi bubur ikan, dan kampanye ikan sebagai sumber protein. Prioritas yang dihasilkan dari penelitian adalah memproduksi ikan beku kualitas ekspor sebagai produk baru menjadi alternatif yang paling prioritas yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Hingga saat ini komoditas ikan yang digunakan adalah ikan swanggi menjadi bahan baku utama perusahaan yang kemudian diolah menjadi aneka olahan ikan beku. Sehingga harapannya PT XYZ tidak hanya menjual produk di pasar domestik, akan tetapi pasar internasional menjadi sebuah peluang bagi perusahaan","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43765297","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penilaian Risiko Semikuantitatif Logam Berat pada Ikan Salmon di Jabodetabek","authors":"Nindya Hambar Wasisto, Wini Trilaksani, Iriani Setyaningsih","doi":"10.17844/jphpi.v25i2.40550","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i2.40550","url":null,"abstract":"Impor ikan salmon terus meningkat, sedangkan di beberapa perairan negara asal ikan salmon terdapat indikasi potensi bahaya pencemaran logam berat. Fenomena ini meningkatkan kesadaran tentang keamanan pangan konsumsi ikan salmon, oleh karena itu penilaian risiko sangat penting untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan Hg, Pb, dan Cd pada daging ikan salmon serta mengkaji risiko logam berat pada konsumsi ikan salmon di wilayah Jabodetabek. Ikan salmon sebanyak 132 ekor diambil secara acak dari Pelabuhan Tanjung Priok, analisis logam berat menggunakan instrumen Flameless Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry, penilaian resiko berdasarkan metode United States Environmental Protection Agency dan risk ranger berdasarkan Ross dan Sumner, didukung oleh literature study dan kuesioner. Kandungan logam berat Hg, Pb, dan Cd pada ikan salmon yang terdeteksi masing-masing sebesar 0,0646±0,0056, 0,00505±0,0446, dan 0,0119±0,0006 ppm menunjukkan masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (0,5; 0,2; dan 0,1 ppm). Hasil penilaian risiko semi-kuantitatif untuk Hg, Pb, dan Cd adalah 0,0567; 0,0013; dan 0,0010 (kurang dari 1) yang menyiratkan bahwa konsumsi ikan salmon tidak memiliki potensi risiko bahaya. Bagaimanapun logam berat terakumulasi dalam tubuh manusia, oleh karena itu analisis konsumsi makanan perlu dilakukan. Risk ranger menunjukkan bahwa estimasi peringkat risiko logam berat berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa salmon yang diimpor dan dikonsumsi oleh warga Jabodetabek masih relatif aman.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44151796","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kandungan Senyawa Polifenol dan Aktivitas Antioksidan Daun Tumbuhan Apu-apu (Pistia stratiotes) dengan Metode Pengeringan yang Berbeda","authors":"S.Hut Sudirman, Erina Aprilia, Miftahul Janna","doi":"10.17844/jphpi.v25i2.41523","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i2.41523","url":null,"abstract":"Radikal bebas yang meningkat dapat menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan di dalam tubuh. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan antioksidan dalam meredam paparan radikal bebas sehingga membutuhkan antioksidan di luar tubuh. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai sumber antioksidan yaitu tumbuhan apu-apu (Pistia stratiotes) karena memiliki golongan senyawa polifenol, namun senyawa polifenol bersifat termolabil sehingga proses pengeringan merupakan hal penting dalam proses preparasi dan ekstraksi. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi senyawa polifenol dari daun tumbuhan apu-apu dengan metode pengeringan yang berbeda dan menguji aktivitas antioksidan senyawa tersebut. Pengeringan dilakukan dengan tiga metode yang berbeda, yaitu pengeringan matahari, oven pada suhu 40ºC, dan pengeringan beku (freeze drying) dengan tiga pengulangan. Data dianalisis menggunakan one-way analysis of variance (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan dan disajikan dalam bentuk grafik. Ekstraksi menghasilkan nilai rendemen tertinggi pada pengeringan beku (15,64±1,19%) dan terendah pada pengeringan matahari (8,48±3,34%). Pengujian total polifenol dan flavonoid menghasilkan nilai tertinggi pada pengeringan beku, yaitu masing-masing sebesar 32,94±1,34 mg GAE/g sampel kering dan 146,80±5,29 mg QE/g sampel kering, sedangkan terendah pada pengeringan matahari. Adapun tingkat aktivitas antioksidan pada pengeringan beku dengan IC50 sebesar 266,33±5,77 mg/mL dan pengeringan oven sebesar 305,67±22,85 mg/mL yang memiliki aktivitas yang lebih efektif dalam menghambat radikal bebas jika dibandingkan dengan metode pengeringan matahari dengan IC50 sebesar 462,67±56,52 mg/mL). Pada peneilitian ini disimpulkan bahwa metode pengeringan beku dan oven dapat menjadi pilihan sebagai metode pengeringan yang tepat dalam mengekstrak senyawa polifenol dan flavonoid yang digunakan sebagai bahan antioksidan.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44260837","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kinerja Pembangkit Biolistrik Salt Bridge Mirrobial Fuel Cell Variasi Rasio Karagenan-Karboksimetil Selulosa","authors":"Bustami Ibrahim, S. D. Hardiningtyas, Steffen","doi":"10.17844/jphpi.v25i2.39872","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i2.39872","url":null,"abstract":"Sistem microbial fuel cell (MFC) adalah teknologi terbarukan yang dapat mengubah materi organik menjadi energi berupa listrik. Tujuan penelitian ini menentukan rasio karagenan (K) : karboksimetil selulosa (KMS) yang optimal pada jembatan garam untuk menghasilkan energi listrik dalam sistem MFC dan menentukan hasil listrik tertinggi dari limbah cair pindang ikan melalui teknologi MFC salt bridge. Jembatan garam K:KMS dibuat dengan perlakuan rasio K:KMS 1:1, 0,5:1, 0,6:1 (b/b). Perlakuan terbaik adalah K:KMS dengan perbandingan 1:1 menghasilkan tegangan listrik tertinggi sebesar 0,88 V. Jembatan garam K:KMS dengan perbandingan 0,5:1 menghasilkan kuat arus tertinggi sebesar 1,22 mA, serta daya listrik tertinggi sebesar 0,85 mW. Nilai efisiensi penurunan BOD, dan TAN mengalami penurunan sebesar 90,36%, dan 60,45% pada perlakuan rasio K:KMS 1:1. Sistem salt bridge MFC ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dan berpotensi untuk dikembangkan di masa depan.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41606107","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ragil Tirta Mandiri, Lukita Purnamayati, A. S. Fahmi
{"title":"Karakteristik Cone Es Krim Berbasis Tepung Cangkang Udang dengan Konsentrasi Karagenan yang Berbeda","authors":"Ragil Tirta Mandiri, Lukita Purnamayati, A. S. Fahmi","doi":"10.17844/jphpi.v25i2.40364","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i2.40364","url":null,"abstract":"Cone es krim merupakan kue kering berbentuk corong yang digunakan sebagai wadah untuk konsumsi es krim. Penambahan karagenan dapat memperbaiki karakteristik cone karena sifatnya sebagai hidrokoloid mampu mengikat air dan menghasilkan gel yang kokoh sehingga dapat menghasilkan cone yang lebih renyah dan lebih tahan lama. Konsumsi cone dapat diperkaya dengan kalsium yang berasal dari penambahan tepung cangkang udang yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi karagenan terbaik dengan penambahan tepung cangkang udang 5% dalam menghasilkan formulasi cone es krim. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan 4 perlakuan konsentrasi yaitu penambahan tepung cangkang udang 5% dengan karagenan 0; 0,75; 1,50 dan 2,25% serta dilakukan tiga kali ulangan. Data parametrik dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur apabila berbeda nyata. Data non parametrik dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan konsentrasi karagenan berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisikokimia cone terutama perlakuan terbaik dengan penambahan karagenan 0,75% yang memiliki warna kecokelatan, aroma spesifik cone, rasa yang manis, bertekstur renyah serta memiliki nilai kadar air 2,44%; nilai tekstur 528,12 gf; ketahanan 27,82 menit serta mikrostruktur yang lebih rapat dan nilai hedonik rata-rata yang agak disukai panelis dengan selang kepercayaan 6,69","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46445582","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nusaibah Nusaibah, Cahya Mirawati Putri, Widya Pangestika, Novi Luthfiyana
{"title":"Pemanfaatan Buah Bakau Rhizophora sp. dan Sonneratia sp. sebagai Bahan Baku Kopi Analog","authors":"Nusaibah Nusaibah, Cahya Mirawati Putri, Widya Pangestika, Novi Luthfiyana","doi":"10.17844/jphpi.v25i2.39852","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i2.39852","url":null,"abstract":"Bakau merupakan tanaman yang banyak ditemukan di pesisir Indonesia, namun demikian belum banyak dimanfaatkan sebagai produk konsumsi, padahal bakau memiliki kandungan nutrisi dan antioksidan yang cukup tinggi. Pengembangan produk dari bahan baku buah bakau perlu dilakukan, salah satunya kopi analog dari buah bakau Rhizophora sp. dan Sonneratia sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan proksimat, antioksidan, tingkat kesukaan konsumen melalui uji hedonik dari masing-masing produksi kopi analog. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan bahan baku yang berbeda yaitu kopi bubuk komersial murni jenis arabika (K0) sebagai kontrol, kopi analog dari buah bakau Rhizophora sp. (K1), dan Sonneratia sp. (K2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kadar air berkisar antara 3,33-7,31% dan kadar abu berkisar antara 2,57-3,16%, dari dua parameter tersebut, kedua sampel (K1 dan K2) telah memenuhi standar SNI Kopi 01-3542-2004. Sedangkan persentase kadar lemak berkisar antara 9,06-12,6% dan kadar protein 7,09-11,59% dari dua parameter tersebut nilai tertinggi diraih oleh perlakuan K3. Berdasarkan pengujian aktivitas antioksidan dalam satuan % inhibisi diperoleh hasil persentase antara 61,63-77,15% dengan nilai tertinggi diraih oleh K2. Berdasarkan uji hedonik diperoleh tingkat kesukaan warna (netral-suka), aroma (suka), rasa (suka), tekstur (suka). Perbedaan jenis bahan baku yang digunakan memberi pengaruh nyata pada aroma dan warna, sedangkan pada rasa dan tekstur tidak berpengaruh pada tingkat kesukaan.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42021701","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Identifikasi Spesies Ikan Hiu dan Pari pada Produk Olahan Ikan Asap dengan Metode DNA Barcoding","authors":"Misla Alfitri, Asadatun Abdullah, Roni Nugraha","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.38518","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.38518","url":null,"abstract":"Ikan hiu dan pari adalah kelompok ikan yang diatur perdagangannya di tingkat lokal dan internasional. Tingginya permintaan produk hiu di pasaran dapat berakibat pada kelangkaan spesies-spesies hiu tertentu di alam. Autentikasi pada produk-produk olahan hiu diperlukan untuk mendeteksi jenis spesies hiu yang digunakan pada suatu produk. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi spesies ikan hiu dan pari asap yang berasal dari Perairan Utara Pulau Jawa, Tegal, Jawa Tengah dengan metode DNA barcoding. Metode penelitian terdiri dari pengumpulan sampel, isolasi DNA, Ekstraksi DNA, Konsentrasi dan Kemurnian DNA, amplifikasi dan pengurutan PCR, Elektroforesis, Sanger Sequencing, Pengujian PCR dengan marka molekuler COI, dan analisis data bioinformatika. Hasil identifikasi spesies dari produk olahan ikan pari dan hiu asap adalah terdeteksi menggunakan hiu di antaranya spesies Carcharhinus brevipinna, Telatrygon zugei, Rhizoprionodon oligolinx, Himantura uarnacoides, Maculabatis macrura, Hydrolagus novaezealandiae, dan Rhynchobatus australiae. Rhynchobatus australiae dan Carcharhinus brevipinna adalah spesies yang terdaftar sebagai hiu dilindungi dalam CITES II. Sekuen yang didapatkan memiliki persentase kemiripan antara 99,84-100% dengan sekuen yang terdapat pada GenBank.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43423627","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Karakterisasi Pepsin Lambung Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) yang Dikeringkan dengan Metode Berbeda","authors":"Tati Nurhayati, Uju Uju, Jessica Shinta Uli Simangunsong","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.38427","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.38427","url":null,"abstract":"Pepsin merupakan enzim proteolitik yang aktif dalam kondisi asam. Selama ini pepsin dihasilkan dari lambung babi dan sapi. Bahan baku alternatif penghasil pepsin adalah lambung ikan tuna sirip kuning. Enzim dalam bentuk kering (powder) akan lebih mudah dalam penyimpanan dan bersifat stabil. Tujuan penelitian ini menganalisis karakteristik pepsin dari lambung tuna sirip kuning dan pengaruh metode pengeringan terhadap karakteristik pepsin tersebut. pepsinpepsin. Metode pengeringan yang digunakan yaitu spray drying dan freeze drying. Aktivitas spesifik ekstrak kasar pepsin 19.982,52 U/mg, dengan Vmaks 50.000 mmol/s dan Km 0,5 mM. Pepsin optimum pada suhu 50°C dan pH 2, serta memiliki bobot molekul 32 kDa. Pepsin hasil spray dryer memiliki aktivitas spesifik 7.693,5 U/mg, serta nilai Vmaks 833,33 mmol/s dan Km 0,5 mM, sedangkan hasil freeze dryer memiliki aktivitas spesifik 8.606,75 U/mg, serta nilai Vmaks dan Km berturut-turut 1.666,67 mmol/s dan 0,833 mM. Bobot molekul pepsin hasil pengeringan spray dryer 33 kDa dan freeze dryer 33 kDa. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas spesifik pepsin menurun setelah proses pengeringan.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43901321","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dewi Fortuna Ayu, Allecya Tri Elisabeth Sihombing, Andarini Diharmi
{"title":"Pemurnian Minyak Ikan Patin menggunakan Magnesol dalam Pembuatan Mayones","authors":"Dewi Fortuna Ayu, Allecya Tri Elisabeth Sihombing, Andarini Diharmi","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.37998","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.37998","url":null,"abstract":"Ikan patin (Pangasius hypophthalmus) adalah salah satu ikan air tawar dengan nilai ekonomi tinggi. Pengasapan ikan patin di Kecamatan XIII Koto Kampar menghasilkan lemak isi perut. Mayoritas minyak dari limbah ikan patin merupakan lemak perut. Tingginya rendemen minyak mendorong pemanfaatan sebagai produk pangan, seperti mayones. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari minyak ikan patin dan uji sensori mayones. Minyak diekstraksi dari pemanasan lemak perut ikan patin di suhu 65°C selama 7 jam dengan pemurnian magnesium silikat (magnesol) konsentrasi (1, 2, 3, 4, dan 5%) dalam mengadsorpsi warna dan aroma dari minyak ikan patin. Hasil sidik ragam memperlihatkan bahwa konsentrasi magnesol 3% berpengaruh nyata dalam menurunkan karakteristik minyak antara lain viskositas, kadar ALB, bilangan peroksida, dan bilangan TBA dari 61,83 menjadi 37,00 cP; 0,70 menjadi 0,15%, 3,03 menjadi 1,94 meq.O2.kg-1, dan 9,58 menjadi 6,79 mg.mal.kg-1. Mayones dengan minyak murni konsentrasi magnesol 3% berwarna kuning cerah, tidak beraroma amis, bertekstur agak kental, dan berasa minyak ikan patin. Secara keseluruhan, mayones agak disukai oleh panelis berdasarkan penilaian hedonik.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46932313","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Meilany Dewi, Nisa Rachmania Mubarik, Desniar Desniar, S. Budiarti
{"title":"Aplikasi Bakteri Asam Laktat dari Inasua sebagai Biopreservatif Ikan Patin (Pangasius sp.)","authors":"Meilany Dewi, Nisa Rachmania Mubarik, Desniar Desniar, S. Budiarti","doi":"10.17844/jphpi.v25i1.39206","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i1.39206","url":null,"abstract":"Bakteri Asam Laktat atau BAL merupakan bakteri yang dikategorikan sebagai generally recognized as safe (GRAS) karena bersifat aman bagi kesehatan manusia dan non patogen sehingga berpotensi sebagai biopreservatif. Beberapa produk metabolisme yang dihasilkan oleh BAL memiliki kemampuan sebagai antibakteri, diantaranya ialah bakteriosin, diasetil, hidrogen peroksida dann asam organik. Isolat L. plantarum IN05 dan L. rhamnosus IN13 yang diisolasi dari makanan fermentasi inasua dikaji potensinya sebagai biopreservatif karena kemampuannya memiliki sebagai antibakteri. Kandungan protein hewani dalam ikan sangat diminati oleh masyarakat, salah satunya adalah ikan patin yang banyak diminati masyarakat, namun ikan patin mudah mengalami kerusakan dan penurunan mutu. Hal ini disebabkan oleh hadirnya bakteri patogen Listeria monocytogenes yang memiliki kemampuan tumbuh pada suhu penyimpanan dingin (refrigerasi) hingga beku. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan supernatan bebas sel netral, supernatan bebas sel, dan biomassa sel bakteri dari isolat L. rhamnosus IN13 dan L. plantarum IN05 serta formalin dalam penyimpanan ikan patin fillet yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Metode yang digunakan mencakup produksi senyawa antibakteri, penentuan sensitivitas senyawa antibakteri terhadap bakteri uji, uji konfirmasi senyawa antibakteri dengan penambahan proteinase K, aplikasi senyawa antibakteri pada ikan patin fillet, perhitungan total koloni bakteri, koloni bakteri L. monocytogenes, dan bakteri asam laktat, serta pengukuran nilai pH ikan patin fillet. Senyawa antibakteri SBSN dari L. rhamnosus IN13 memiliki kemampuan mempertahankan ikan patin fillet sampai lama penyimpanan 14 hari sesuai dengan syarat ikan segar yang layak untuk dikonsumsi sesuai standar SNI tahun 2017 tentang Persyaratan umum dan pedoman untuk pengujian mikrobiologi. Nilai total mikrob 5,65 log CFU/g, nilai pH daging ikan patin fillet 6,37, dan nilai total bakteri L. monocytogenes yang menurun selama waktu penyimpanan.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43004475","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}