{"title":"Kualitas Fisik dan Kimia Jerami Jagung yang Difermentasi dengan Trichoderma Harzianum","authors":"S. Anisah, Ipu Ir. Siti Chuzaemi","doi":"10.21776/UB.JNT.2021.004.02.4","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/UB.JNT.2021.004.02.4","url":null,"abstract":"Riset dilakukan untuk mengetahui dan mengevaluasi pengaruh fermentasi jerami jagung dengan Trichoderma harzianum pada inkubasi tertentu terhadap kualitas fisik (aroma, warna, tekstur) dan kualitas kimia (analisis proksimat). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (jerami jagung tanpa fermentasi), P1 (jerami jagung + 6% Trichoderma harzianum inkubasi 24 jam), P2 (jerami jagung + 6% Trichoderma harzianum inkubasi 48 jam), P3 (jerami jagung + 6% Trichoderma harzianum inkubasi 72 jam), P4 (jerami jagung + 6% Trichoderma harzianum inkubasi 96 jam), P5 (jerami jagung + 6% Trichoderma harzianum inkubasi 120 jam). Data dianalisis dengan menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil analisis statistik terhadap nilai kandungan bahan kering, bahan organik, protein kasar dan serat kasar menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi jerami jagung dengan Trichoderma harzianum pada lama inkubasi yang berbeda mempengaruhi kualitas fisik dan meningkatkan kandungan nutrisi.","PeriodicalId":236849,"journal":{"name":"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis","volume":"72 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116003791","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Using Red Oncom (Neurospora Sitophila spp) and Black Oncom (Rhizopus Oligosporus) in feed formulation on Performance and Intestinal Properties of Broiler","authors":"D. Adli, O. Sjofjan","doi":"10.21776/UB.JNT.2021.004.02.1","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/UB.JNT.2021.004.02.1","url":null,"abstract":"The purpose of this research was to determine the dietary effect of red oncom (Neurospora sitophila spp) and black oncom (Rhizopus oligosporus) on performance and intestinal properties of broiler in different levels. The materials used for this research were 100 unsex broiler (20 days old) with Lohmann strain. Method was used in this experiment was Completely Randomize Design with 5 treatments and 4 replications. The treatment were as follows, T0: basal diet without additive, T1: basal diet + (0.25% red oncom (Neurospora sitophila spp) and 0.25% black oncom (Rhizopus oligosporus), P2: basal diet + (0.5% red oncom (Neurospora sitophila spp) and 0.5% black oncom (Rhizopus oligosporus), T3: basal diet + (0.5% red oncom (Neurospora sitophila spp) and 0.25% black oncom (Rhizopus oligosporus), and T4: basal diet + (0.75% red oncom (Neurospora sitophila spp) and 0.5% black oncom (Rhizopus oligosporus). The result showed that red oncom (Neurospora sitophila spp) and black oncom (Rhizopus oligosporus) has significantly enhanced (p<0.05) on intestinal properties. It can be concluded that red oncom (Neurospora sitophila spp) and black oncom (Rhizopus oligosporus) in feed gives a positive result on the broiler intestinal properties.","PeriodicalId":236849,"journal":{"name":"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121080047","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Performa Ayam Kub Fase Starter yang Diberi Pakan Tambahan Tepung Daun Kesum (polygonum minus huds)","authors":"Wahid Febriyanto, R. B. Lestari, Y. A. Tribudi","doi":"10.21776/UB.JNT.2021.004.02.8","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/UB.JNT.2021.004.02.8","url":null,"abstract":"Penambahan tepung daun Kesum (Polygonum minus Huds) dalam pakan bertujuan sebagai pakan tambahan yang diharapkan mampu meningkatkan performan ayam KUB fase stater. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor ayam KUB dan dibagi untuk 5 perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Penelitian terdiri dari 5 macam perlakuan pakan yaitu pakan komersial (P0), pakan komersial + 1% tepung daun kesum (P1), pakan komersial + 2% tepung daun kesum (P2), pakan komersial + 3% tepung daun kesum (P3), dan pakan komersial + 4% tepung daun kesum (P4). Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, bobot badan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan tepung daun kesum memberikan pengaruh terhadap performa ayam KUB fase starter. Pemberian tepung daun kesum sebesar 2% pada pakan memberikan hasil terbaik terhadap konsumsi pakan, bobot badan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan pada ayam KUB fase starter dengan rataan sebesar 850,40±77,13 g/ekor; 426,97±17,54 g/ekor; 395,62±17,82 g/ekor; 426,97±17,54 g/ekor and 1,99±0,22. Disarankan pemberian tepung serai kesum pada pakan ayam KUB sebanyak 1 % dari jumlah pakan.","PeriodicalId":236849,"journal":{"name":"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis","volume":"190 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114855306","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Penambahan Herbafit Dalam Pakan Terhadap Kualitas Fisik Telur Ayam Ras Petelur","authors":"Nurina Rahmawati, Andri Irawan","doi":"10.21776/UB.JNT.2021.004.01.1","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/UB.JNT.2021.004.01.1","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk memahami efek herbafit yang ditambahkan dalam pakan tentang kualitas fisik telur ayam ras petelur yang meliputi berat telur, tebal kerabang telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, warna kuning telur dan haugh unit telur. Materi penelitian ini berupa ayam ras petelur fase layer dengan strain Isa-Brown umur 28 minggu sebanyak 100 ekor, Fitobiotik (campuran antara tepung kunyit dan jahe dengan rasio masing - masing 5 : 5 : 1), konsentrat ayam petelur, kandang baterai sebanyak 20 kandang. penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 Ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu P0 : Pakan Basal (kontrol), P1 : Pakan Basal ditambah Herbafit 1% , P2 : Pakan Basal ditambah Herbafit 2%,, P3 : Pakan Basal ditambah Herbafit 3%. Hasil penelitian menyatakan penambahan herbafit sebanyak 3% memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap tebal kerabang telur, indeks kuning telur, warna kuning telur dan haugh unit telur. Namun penambahan herbafit dengan level 1 – 3% tidak memiliki pengaruh (P>0,05) terhadap berat telur dan indeks putih telur. kesimpulannya adalah penambahan herbafit sebanyak 3% dalam pakan dapat meningkatkan kualitas fisik telur ayam petelur meliputi kerabang telur, indeks kuning telur, warna kuning telur dan haugh unit.","PeriodicalId":236849,"journal":{"name":"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116442330","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Variasi Genotip Lokal Tanaman Centro (Centrosema Pubescens) Sebagai Pakan Ternak","authors":"H. Sulistyo, Imam Mustofa","doi":"10.21776/UB.JNT.2021.004.01.4","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/UB.JNT.2021.004.01.4","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini untuk memberikan informasi keragaman karakter kuantitatif produksi hijauan pakan ternak pada genotip lokal Centro (Centrosema pubescens) sebagai materi seleksi perbaikan genetik tanaman. Materi yang digunakan adalah biji tanaman Centro yang didapat dari Sragen, Kebumen, Bogor, Probolinggo, Malang 1 dan Malang 2. Metode penelitian menggunakan perlakuan biji tanaman Centro yang kemudian ditanam dalam satu petakan. Parameter yang diukur adalah Panjang batang, jumlah daun dan berat hijaun pada umur 80 hari. Analisis data yang digunakan yaitu nilai ragam yang dibandingkan dengan nilai standar devisiasi sehingga dapat menentukan luas dan sempitnya nilai keragaman. Hasil studi menunjukkan keragaman genotip Malang 1, Probolinggo, Sragen, Bogor dan Kebumen termasuk dalam kategori keragaman luas, sedangkan genotip Malang 2 termasuk dalam keragaman sempit pada karakter hijauan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu genotip pada Centrosema pubescens dapat dijadikan materi seleksi untuk pemuliaan hijauan pakan ternak. Pada karakter jumlah daun dan Panjang batang dapat dilakukan seleksi dari biji tanmaan yang didapat di Kebumen, sedangkan pada Panjang batang dari Bogor.","PeriodicalId":236849,"journal":{"name":"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131076738","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Ketersediaan Pakan Kambing pada Musim Hujan dan Kering di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Indonesia","authors":"D. Daning, Anjum Martiningsih","doi":"10.21776/UB.JNT.2021.004.01.5","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/UB.JNT.2021.004.01.5","url":null,"abstract":"Dua survei dilakukan selama musim hujan dan kemarau di Pulau Lombok, Indonesia untuk mempelajari aplikasi pemberian pakan dan pengelolaan kambing yang dipelihara dengan sistem produksi skala kecil. Ditemukan bahwa sejumlah besar hijauan diberikan kepada kambing dengan jenis yang berbeda yang digunakan masing-masing selama musim hujan dan kemarau. Rumput lapang adalah pakan yang paling tersedia dan diberikan kepada kambing sebagai pakan campuran dan satu-satunya. Beberapa hasil samping pertanian seperti padi dan jerami jagung, juga diberikan kepada kambing tetapi dalam jumlah yang lebih kecil. Selanjutnya produksi kambing dijelaskan dengan standar produksi yang baik untuk pengelolaan peternak rakyat","PeriodicalId":236849,"journal":{"name":"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114150942","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Estimasi dan Validasi Asam Amino Metionin, Lysin, dan Threonin dari Pakan Bijian Sebagai Sumber Protein Nabati","authors":"A. Andri, Rahmad Perkasa Harahap, Y. A. Tribudi","doi":"10.21776/ub.jnt.2020.003.01.4","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2020.003.01.4","url":null,"abstract":"Kandungan asam amino dalam pakan biji-bijian menjadi titik kritis yang harus diperhatikan dalam kebutuhan nutrisi terutama unggas. Metionin, lisin, dan treonin harus tersedia dalam pakan untuk mendukung produksi unggas. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan dan memvalidasi asam amino metionin, lisin, dan treonin dalam pakan sebagai sumber protein berbasis bahan kimia komposisi. Data komposisi nutrisi diperoleh dari basis data Feedipedia, terdiri dari 46 bahan pakan biji-bijian. Data termasuk konten Moisture, Crude Protein (CP), Crude Fiber (CF), Ekstrak Eter (EE), dan abu. Analisis korelasi dilakukan di antara komposisi nutrisi sebagai parameter untuk data bahan baku biji-bijian. Data kemudian secara acak dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama (empat puluh enam data) digunakan untuk memperkirakan metionin, lisin, dan treonin sedangkan bagian kedua adalah data yang telah diamati untuk memvalidasi estimasi metionin, lisin, dan treonin. Hasil mengungkapkan bahwa persamaan prediksi metionin, lisin, dan treonin dalam biji-bijian adalah (1) Met = 1,104- 0,010 Kelembaban - 0,005 CP - 0,027 CF + 0,012 EE + 0,091 ASH, (2) Lys = 6,299 + 0,183 Kelembaban -0,053 CP - 0,094 CF + 0,024 EE - 0,002 ASH, (3) Thr = 4,410 + 0,013 Kelembaban - 0,004 CP - 0,029CF + 0,023 EE - 0,137 ASH, masing-masing. Nilai taksiran dan asam amino yang diamati dalam biji-bijian bahan pakan sangat mirip. Disimpulkan bahwa metionin, lisin, dan treonin dapat akurat Diperkirakan dari data komponutrisi.","PeriodicalId":236849,"journal":{"name":"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis","volume":"78 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126738091","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
B. Agustono, M. Yunita, Sunaryo Hadi Warsito, Widya Paramita Lokapirnasari, M. A. A. Arif, R. Prastiya, Amung Logam Saputro
{"title":"Pengaruh Subtitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Bernacle Terhadap Berat Organ Pencernaan dan Lemak Abdominal Kelinci Pedaging Jantan (Orytolagus cuniculus)","authors":"B. Agustono, M. Yunita, Sunaryo Hadi Warsito, Widya Paramita Lokapirnasari, M. A. A. Arif, R. Prastiya, Amung Logam Saputro","doi":"10.21776/ub.jnt.2020.003.01.8","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2020.003.01.8","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tepung teritip (Cirripedia sp.) Sebagai pengganti pakan dari tepung ikan pada pakan kelinci, seperti yang diamati dari lemak abdominal dan berat organ pencernaan kelinci jantan rex . Kelinci sebanyak 100 ekor ditempatkan pada kandang individu dengan pakan standart yang sesuai kebutuhan mereka secara ad libitum. Persentase feed substitusi dengan tepung teritip dengan empat perlakuan dan lima replikasi dalam pakan P0 ( TI 15% dan TT 0%), P1 ( TI 12,5% dan TT 2,5%) , P2 ( TI 10% dan TT 5%) , P3 ( TI 7,5% dan TT 7,5%). Perlakuan dilakukan selama 4 minggu, data dikumpulkan setelah pengorbanan akhir perlakuan . Usus kecil kelinci dikumpulkan dan menimbang organ pencernaan termasuk lambung, usus kecil dan usus besar. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis varians dengan tingkat signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan (p> 0,05) pada lemak perut. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p> 0,05) dalam berat organ pencernaan (lambung, usus kecil, dan usus besar). Tepung teritip dapat digunakan sebagai pakan pengganti tepung ikan dalam pakan lengkap untuk kelinci jenis rex hingga 7,5%.","PeriodicalId":236849,"journal":{"name":"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis","volume":"54 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124777163","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Gambaran Histologi Lebar Vili Jejunum Kelinci Jenis Rex dengan Subtitusi Bahan Penyusun Tepung Ikan dengan Tepung Teritip (Cirripedia sp.)","authors":"M. Yunita, B. Agustono, Amung Logam Saputro","doi":"10.21776/ub.jnt.2020.003.01.6","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2020.003.01.6","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tepung teritip (Cirripedia sp.) Sebagai pakan pengganti dari tepung ikan pada pakan kelinci, seperti yang diamati dari lebar jejunum villi. Kelinci sebanyak 100 ekor ditempatkan pada kandang individu dengan pakan standart yang sesuai kebutuhan mereka secara ad libitum. Persentase feed substitusi dengan tepung teritip dengan empat perlakuan dan lima replikasi dalam pakan sebesar 0%, 2,5%, 5%, 7,5% pada masing-masing kelompok. Perlakuan dilakukan selama 4 minggu, data dikumpulkan setelah pengorbanan akhir perlakuan. Data akhir penelitian ini dianalisis menggunakan analisis variance dengan angka tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada signifikansi (p> 0,05) pada lebar vili jejunum. Penggunaan tepung teritip sebagai pengganti pakan untuk tepung ikan pada kelinci. Pakan lengkap berpengaruh signifikan terhadap lebar vili jejunum.","PeriodicalId":236849,"journal":{"name":"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131626195","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Peningkatan Kualitas dan Persentase Karkas Ayam Pedaging dengan Subtitusi Bungkil Kedelai Menggunakan Tepung Biji Asam (Tamarindus indica L) Fermentasi","authors":"Ika Widiyawati, O. Sjofjan, Danung Nur Adli","doi":"10.21776/ub.jnt.2020.003.01.7","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2020.003.01.7","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung biji asam (Tamarindus indica L) fermentasi sebagai subtitusi bungkil kedelai dalam pakan terhadap kualitas karkas ayam pada pedaging. Pengukuran variabel yang digunakan adalah bobot karkas, persentase karkas, bobot daging dada, persentase deposisi daging dada, bobot paha bawah dan persentase paha bawah ayam pada pedaging . Data dianalisis dengan analisis variansi (anova), apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0: Pakan basal tanpa penggantian bungkil kedelai, P1 pakan dengan pengganti bungkil kedelai dengan biji asam fermentasi 25% , P2: pakan dengan pengganti bungkil kedelai dengan biji asam fermentasi 50% , P3: pakan dengan pengganti bungkil kedelai dengan biji asam fermentasi 75% , P4: pakan dengan pengganti bungkil kedelai dengan biji asam fermentasi 100% . Hasil penelitian menunjukkan penggunaan tepung biji asam fermentasi sebagai pengganti bungkil kedelai memberikan pengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap bobot karkas, persentase karkas, bobot dada, persentase deposisi daging dada, bobot paha bawah dan persentase paha. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung biji asam (Tamarindus indica L) fermentasi dalam pakan dapat dijadikan sebagai subtitusi bungkil kedelai dan memberikan hasil yang sama sampai dengan level penggunaan 50% terhadap kualitas karkas yaitu bobot karkas, persentase karkas, bobot dada, persentase deposisi daging dada, bobot paha bawah dan persentase paha bawah ayam pedaging.","PeriodicalId":236849,"journal":{"name":"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis","volume":"418 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124253852","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}