Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah最新文献

筛选
英文 中文
I’jaz Al-Qur’an Ditinjau dari Aspek Ilmu Bahasa 古兰经的内容取材于语言学
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah Pub Date : 2021-07-30 DOI: 10.22373/JIM.V18I2.10696
Sulaiman Sulaiman
{"title":"I’jaz Al-Qur’an Ditinjau dari Aspek Ilmu Bahasa","authors":"Sulaiman Sulaiman","doi":"10.22373/JIM.V18I2.10696","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/JIM.V18I2.10696","url":null,"abstract":"Scholars have used various approaches to understand the Qur'an because of its two main dimensions: the linguistic dimension and its content. Those are a great combination that cannot be matched by anyone, even though all have gathered to match it. One such approach is the stylistic approach. Al-Qur'an has a high uslub/style of language so that it becomes one of its miraculous elements. This study aim to reviewing Surah al-'Ādiyāt using a stylistic approach with library research methods. Surah al-'Ādiyāt, from the point of view of the balaghah holds a myriad of secrets, which can be classified into beautiful uslub. Likewise, from a stylistic point of view, although only in a few lines, the stylistic elements can be obtained beautifully. People who oppose the Qur'an from the polytheists or the People of the Book can slowly be conquered by the beauty of the language of the Qur'an. This is one of the methods of preaching the Prophet Muhammad SAW by prioritizing the elements of beauty.ABSTRAKBerbagai pendekatan telah digunakan oleh para ilmuan untuk memahami al-Qur’an, karena dua dimensi utamanya yaitu dimensi kebahasaan dan kandungannya adalah sebuah perpaduan yang sangat agung yang tak dapat ditandingi oleh siapapun, walaupun semuanya berkumpul untuk menandinginya. Salah satu pendekatan tersebut adalah pendekatan stilistika. al-Qur’an memilki uslub/gaya bahasa yang tinggi sehingga menjadi salah satu unsur kemu’jizatannya. Dalam mengkaji Surah al-‘Ādiyāt dengan menggunakan pendekatan Stilistika, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Surah al-‘Ādiyāt, dari sudut pandang balaghah menyimpan segudang rahasia, yang dapat digolongkan ke dalam uslub yang indah. Demikian juga dari sudut pandang stilistika, walaupun hanya dalam beberapa baris saja, namun elemen-elemen stilistika telah dapat didapatkan dengan indahnya. Orang-orang yang menentang al-Qur’an dari golongan musyrikin atau Ahlil Kitab, secara pelan-pelan dapat ditaklukkan oleh keindahan bahasa al-Qur’an. Inilah salah satu metode dakwah Rasulullah Saw. dengan mengedepankan unsur-unsur keindahan","PeriodicalId":393241,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah","volume":"76 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114556339","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Ri’ayah dalam Pandangan Islam
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah Pub Date : 2021-07-30 DOI: 10.22373/JIM.V18I2.10568
Z. Zainuddin
{"title":"Ri’ayah dalam Pandangan Islam","authors":"Z. Zainuddin","doi":"10.22373/JIM.V18I2.10568","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/JIM.V18I2.10568","url":null,"abstract":"Islam consists of three main components: aqidah, worship and morals. These three components need to be harmonized in order to create harmony in religion. One of the things that need to be done in carrying out the religious component is to maintain it as well as possible. The nature of guarding and nurturing is called ri'ayah. The degrees of ri'ayah consist of ri'ayah al-a'mal (maintaining deeds), ri'ayah al-ahwal (maintaining circumstances) and ri'ayah al-awqat (maintaining time). Ri'ayah is done as proof of the sincerity of human self-servitude to Allah SWT and as a realization of the wisdom of its creation. The ultimate goal and the benefits derived from the maintenance is to get the pleasure of Allah SWT and His mercy in this world and the hereafter. Hadith of the Prophet Muhammad SAW also discusses this ri'ayah which is the reference for the people.ABSTRAKIslam terdiri dari tiga komponen utama, yakni akidah, ibadah dan akhlak. Ketiga komponen tersebut perlu diserasikan agar tercipta keharmonisan dalam beragama. Salah satu hal yang perlu dilakukan dalam  melaksanakan komponen agama tersebut adalah memeliharanya dengan sebaik baiknya. Sifat menjaga dan memelihara tersebut dinamakan ri’ayah. Derajat  ri’ayah terdiri dari ri’ayah al-a’mal (memelihara perbuatan), ri’ayah al-ahwal  (memelihara keadaan) dan ri’ayah al-awqat (memelihara waktu). Ri’ayah dilakukan sebagai bukti kesungguhan penghambaan diri manusia kepada Allah  swt. dan sebagai realisasi dari hikmah penciptaannya. Tujuan akhir dan manfaat  yang didapatkan dari pemeliharaan tersebut adalah mendapat rida Allah swt. dan  rahmat-Nya di dunia dan akhirat. Hadis Rasulullah saw. juga membahas tentang  ri’ayah ini yang menjadi referensi umat dalam melaksanakannya. ","PeriodicalId":393241,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125992800","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Konflik dalam Al-Quran 古兰经》中的冲突
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah Pub Date : 2021-01-30 DOI: 10.22373/JIM.V18I1.10450
Rasyad Rasyad
{"title":"Konflik dalam Al-Quran","authors":"Rasyad Rasyad","doi":"10.22373/JIM.V18I1.10450","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/JIM.V18I1.10450","url":null,"abstract":"Every human life, whenever and wherever there will always be conflicts that surround it. The conflict occurs because it is motivated by differences in attitudes and feelings, cultural differences and differences in interests and social changes. These differences have given rise to various conflicts in various parts of the world, whether political conflicts, racial conflicts, religious conflicts, mental conflicts and so on. In the Qur'an, in general, there are only three types of conflict, namely family conflict, religious conflict and ethnic conflict. Most of these conflicts are the story of the people of the past and their prophets from the prophet Adam to the Prophet Muhammad SAW. Every time there is a conflict that is told in the Qur'an, Allah always hints at how to resolve it differently, and always ends with instructions so that it can be resolved peacefully (ash-shulh), deliberation, negotiation and so on. So that there is no conflict that cannot be resolved if both parties have good intentions and intentions. ABSTRAKSetiap kehidupan manusia, kapan pun dan dimanapun pasti akan selalu ada konflik yang mengitarinya. konflik itu terjadi karena dilatar belakangi oleh perbedaan pendirian dan perasaan, perbedaan kebudayaan dan perbedaan kepentingan dan perubahan sosial. Perbedaan-perbedaan itulah yang melahirkan berbagai konflik di berbagai belahan dunia ini, baik konflik politik, konflik rasial, konflik agama, konflik mental dan sebagainya. Dalam Al-Qur’an, secara garis besar terdapat tiga jenis konflik saja, yaitu konflik keluarga, konflik agama dan konflik etnis. Konflik-konflik tersebut sebagian besarnya adalah  kisah umat masa lalu bersama nabi-nabi mereka sejak nabi Adam sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Setiap ada konflik yang diceritakan dalam Al-Qur’an, Allah selalu mengisyaratkan cara penyelesaiannya secara berbeda-beda pula, dan selalu diakhiri dengan petunjuk agar diselesaikan secara damai (ash-shulh), musyawarah, negosiasi dan lain sebagainya. sehingga tidak ada konflik yang tidak bisa diselesaikan jika kedua belah pihak memiliki niat dan itikad yang baik","PeriodicalId":393241,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134503592","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Tasbihnya Makhluk Tuhan di Muka bumi
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah Pub Date : 2021-01-30 DOI: 10.22373/JIM.V18I1.10538
Emi Suhemi
{"title":"Tasbihnya Makhluk Tuhan di Muka bumi","authors":"Emi Suhemi","doi":"10.22373/JIM.V18I1.10538","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/JIM.V18I1.10538","url":null,"abstract":"The Qur'an tells a lot about the condition of creatures who glorify their Lord, both living things and creatures created as inanimate objects, such as rocks, mountains, and others. Based on the above understanding, the author aims to find out how the verses of the Qur'an describe the exaltation of creatures to His Lord. In this research, the writer uses the descriptive analysis method with the scientific approach of interpretation (hermeneutics). In this study, the authors found 15 verses that tell about beings who are exalted, be they humans, living things, plants (nabataat) or inanimate objects (jamadaa). Linguistically, the word tasbih is a mashdar form of sabbaha yusabbihu-tasbihan, which comes from the word sabh, which is the word to purify Allah SWT. In terminology, at-tasbiih means remembrance by glorifying and purifying accompanied by cleansing God from all shortcomings.AbstrakAl-Quran banyak bercerita tentang keadaan makhluk yang bertasbih terhadap Tuhan-nya, baik itu makhluk hidup maupun makhluk yang tercipta sebagai benda mati, seperti batu, gunung, dan lain-lain. Secara terminologi, at-tasbiih bermakna zikir dengan mengagungkan dan mensucikan disertai dengan pembersihan Tuhan dari segala kekurangan. Berdasarkan pengertian diatas, penulis bertujuan untuk mengetahui bagaimana ayat Al-Quran mendeskripsikan tentang bertasbihnya makhluk kepada Tuhan-Nya. Dalam Penelitian ini penulis menggunakan metode analisis Deskriptif dengan pendekatan ilmu Tafsir (Hermeuneutics). Hasil kajian ini, penulis menemukan 15 ayat yang berceritakan tentang makhluk yang bertaasbih baik itu insan, makhluk hidup tumbuuh-tumbuhan (nabataat) maupun benda mati (jamadaa). Secara bahasa, kata tasbih merupakan bentuk mashdar dari sabbaha yusabbihu-tasbihan, yang berasal dari kata sabh yaitu ucapan menyucikan Allah SWT. ","PeriodicalId":393241,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah","volume":"158 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114651166","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Moderasi Beragama menurut Al-Qur’an dan Hadist 伊斯兰教和圣训的宗教温和派
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah Pub Date : 2021-01-30 DOI: 10.22373/JIM.V18I1.10525
Fauziah Nurdin
{"title":"Moderasi Beragama menurut Al-Qur’an dan Hadist","authors":"Fauziah Nurdin","doi":"10.22373/JIM.V18I1.10525","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/JIM.V18I1.10525","url":null,"abstract":"Religious moderation is a moderate understanding and practice of worship in religion, balanced, not extreme, and excessive. This article aims to know that the Koran and Hadith as the holy book of Muslims have roots and have great potential to invite their people to commit violence and terror, especially against people of other religions.  In this research, the author uses the maudhu'i tafsir method, which is to raise one topic and then select several verses and Hadiths relating to religious moderation and then relate them to the contexts related to the problem being studied. The results of the study show that the Koran and Hadith do not invite Muslims to commit violence, extremes, and excessive religion. The Koran and Hadith offer that understanding and practicing religion must go through the path of balance and be in a middle way so that religion seems friendly, gentle and compassionate. Even balance is a necessity, including the laws of nature as the harmony of life. Otherwise, this world will be destroyed and perish.ABSTRAKModerasi beragama adalah moderatnya pemahaman dan amalan beribadah dalam beragama, seimbang tidak ekstrem dan berlebih-lebihan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah Al-Quran dan Hadis sebagai kitab suci umat Islam mempunyai akar dan berpotensi besar mengajak umatnya untuk melakukan kekerasan dan teror terutama terhadap umat beragama lain. Dalam penelitiannya ini, penulis menggunakan metode tafsir maudhu’i yaitu mengangkat satu topik kemudian memilih beberapa ayat dan Hadis yang berkenaan dengan moderasi beragama kemudian menghubungkan dengan konteks-konteks yang terkait dengan masalah yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Quran dan Hadis tidak mengajak umat Islam untuk melakukan kekerasan, ekstrem dan berlebih-lebihan dalam beragama. Al-Quran dan Hadis menawarkan bahwa memahami dan mengamalkan agama harus melalaui jalur keseimbangan dan berada di jalan tengah sehingga agama terkesan ramah, lembut dan kasih sayang. Bahkan keseimbangan merupakan suatu keniscayaan termasuk pada hukum alam sebagai harmoninya kehidupan. Jika tidak demikian dunia ini akan hancur dan binasa.","PeriodicalId":393241,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah","volume":"48 5","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120891151","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 28
Beragam Pendekatan dalam Memahami Hadis Nabi 理解先知圣训的各种方法
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah Pub Date : 2021-01-30 DOI: 10.22373/JIM.V18I1.10300
Yudhi Prabowo
{"title":"Beragam Pendekatan dalam Memahami Hadis Nabi","authors":"Yudhi Prabowo","doi":"10.22373/JIM.V18I1.10300","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/JIM.V18I1.10300","url":null,"abstract":"Referring to the hadith and understanding it correctly is a must in the life of humankind today. The dimension of Islamic teachings brought by the Prophet Muhammad saw requires getting correct and accurate information. The text of hadith cannot be separated from the impact of the passage of time. The text of the hadith on its journey from the beginning of the Prophet being sent to become an Apostle, from the first teacher, namely the Prophet, to the bookkeeping of hadith and going through several generations, has experienced an impact in the history of its journey with all its consequences. To understand the hadith correctly, the method of understanding it is felt to be very necessary and necessary to understand the true meaning of a hadith text. All of this cannot be separated from the various sequences that an approach must take to obtain a proportional understanding in the present context as a guide to life in the world and the hereafter need to understand well.ABSTRAKBerpedoman kepada hadis dan memahaminya dengan tepat merupakan suatu keharusan dalam kehidupan umat manusia sekarang. Dimensi ajaran agama Islam yang dibawa Rasulullah SAW mengharuskan mendapat informasi yang benar dan akurat. Karena teks hadis tidak terlepas dari dampak perjalanan waktu. teks hadis dalam perjalanannya dari awal Nabi di utus menjadi Rasul, dari guru pertama yaitu Rasulullah sampai kepada pembukuan hadis dan melewati beberapa generasi, telah mengalami imbas dalam sejarah perjalanannya dengan segenap konsekuensinya. Agar dapat memahami hadis dengan benar maka metode dalam memahaminya dirasa sangat perlu dan keharusan untuk memahami maksud sebenarnya sebuah teks hadis, ini semua tidak terlepas dari runtutan beragam yang harus dilakukan sebuah pendekatan untuk mendapatkan pemahaman yang proporsional dalam konteks kekinian sebagai tuntunan hidup dunia dan akhirat yang perlu dipahami dengan baik.    ","PeriodicalId":393241,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah","volume":"128 2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129958248","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pekerjaan Mulia dalam Perspektif Al-Quran 古兰经》视角下的崇高工作
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah Pub Date : 2021-01-30 DOI: 10.22373/JIM.V18I1.10502
Miskahuddin Miskahuddin
{"title":"Pekerjaan Mulia dalam Perspektif Al-Quran","authors":"Miskahuddin Miskahuddin","doi":"10.22373/JIM.V18I1.10502","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/JIM.V18I1.10502","url":null,"abstract":"Work is an obligation for every Muslim who believes in Allah S.W.T. The Qur'an regulates and encourages people to work optimally and correctly in order to get halal and good sustenance to support themselves and their families. The noble work referred to in the Qur'an is a useful job, providing income and profits to meet the external and internal needs of humans so that they are strong in worship to Allah S.W.T in accordance with their abilities. The essence of a noble job in the Qur'an perspective is a pure and lawful job that is legal according to religion when a person gets sustenance and is used sparingly and carefully, not extravagantly and redundantly and adapted to the basic necessities of life as a man who believes and fear Allah SWT.ABSTRAKPekerjaan adalah kewajiban bagi setiap muslim yang beriman kepada Allah S.W.T. Al-Qur’an mengatur dan mendorong manusia untuk bekerja secara maksimal dan benar guna mendapatkan rezeki yang halal dan baik untuk menafkahkan diri maupun keluarganya. Pekerjaan mulia yang dimaksud Al-Quran tentu saja merupakan pekerjaan yang bermanfaat dan berguna memberikan penghasilan dan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan lahiriah dan bathiniah manusia agar kuat melaksanakan ibadah kepada Allah S.W.T sesuai dengan kesanggupan dan kemampuan hamba Allah itu sendiri. Hakikat pengertian pekerjaan yang mulia dalam perspektif Al-Qur’an adalah suatu pekerjaan murni dan halal yang sah menurut agama manakala seseorang mendapatkan rezeki dan dipergunakan secara hemat dan cermat, tidak boros dan mubazir serta disesuaikan dengan pokok-pokok keperluan hidup sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah S.W.T","PeriodicalId":393241,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah","volume":"85 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134219284","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Sumpah dalam Al-Quran 古兰经》中的誓言
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah Pub Date : 2021-01-30 DOI: 10.22373/JIM.V18I1.10530
Suhaimi Suhaimi
{"title":"Sumpah dalam Al-Quran","authors":"Suhaimi Suhaimi","doi":"10.22373/JIM.V18I1.10530","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/JIM.V18I1.10530","url":null,"abstract":"Salah satu gaya bahasa yang ditunjukkan Allah swt dalam menyampaikan pesan-pesan suci-Nya dalam Al-Quran adalah dengan menggunakan qasam atau sumpah. Siapa saja yang membaca dan meneliti Al-Quran tentu saja dia pasti mendapati ungkapan yang mengandung sumpah Allah dalam berbagai variasinya, semua itu tidaklah merupakan suatu kebetulan, melainkan memiliki maksud-maksud atau tujuan tertentu yang seharusnya menjadi perhatian bagi siapapun yang meyakini Al-Quran itu sebagai Kalam Allah yang menjadi petunjuk dalam hidup dan kehidupan ini. Bagaimana dan dengan apa Allah bersumpah? mengapa Allah bersumpah? dan apa rahasia dan manfaat sumpah yang terdapat dalam Al-Quran tersebut?. Tulisan sederhana ini diupayakan untuk dapat menjawab berbagai masalah tersebut dengan menelusuri pandangan para ulama Al-Quran dalam berbagai kitab yang mereka wariskan dengan harapan dapat menjadi pelajaran yang berharga untuk lebih meningkatkan pemahaman kita terhadap Al-Quran itu sendiri. Secara umum dapat dikatakan bahwa sumpah Allah dalam Al-Quran tidak terlepas dari pada isyarat yang jelas agar kita sungguh-sungguh memperhatikan pesan-pesan yang disampaikan, karena pesan yang disampaikan mengandung tujuan untuk kebaikan dan kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat.   ","PeriodicalId":393241,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134076149","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Dinamika Terjemahan Al-Qur’an Bebas Bersajak dalam Bahasa Aceh: Apresiasi Karya Tgk. H. Mahjiddin Jusuf 古兰经的动态翻译用亚齐语自由押韵:Tgk的赞赏工作。H. Mahjiddin Jusuf
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah Pub Date : 2021-01-30 DOI: 10.22373/JIM.V18I1.10453
Hamdiah Latif
{"title":"Dinamika Terjemahan Al-Qur’an Bebas Bersajak dalam Bahasa Aceh: Apresiasi Karya Tgk. H. Mahjiddin Jusuf","authors":"Hamdiah Latif","doi":"10.22373/JIM.V18I1.10453","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/JIM.V18I1.10453","url":null,"abstract":"This article would like to discuss the work of the poetic Al-Qur’an translation in Acehnese, authored by Tgk. H. Mahjiddin Jusuf (1918-1994). This poetic translation firstly began in 1955 when the translator was in jail (due to the political reason), then it was temporarily stopped for some reasons, until it finally was completed in 1988, with the original translated text written using the Arabic Jawoe script (Malay). Regardless of its contoversy or even still be debated about the translation of the Al-Qur'an poetically, as shown through the work of translation of the Qur'an that had existed in Indonesia before, the work of Tgk. H. Mahjiddin Jusuf which written in Acehnese, has helped maintaining the depth of the Acehnese language. Through library studies, this article would like further elaborates on the variety and style of poetic translation of the Al-Qur'an in the Acehnese language, the translation model adopted and its contribution to the translation of the Al-Qur'an in the archipelago. This article concludes that although this translation uses tarjamah tafsīriyyah model with ijmālī pattern, such method is more appropriate, because it is easyly to understand especially for Acehnese readers, because it has adapted to the socio-cultural nature of Acehnese society.ABSTRAKArtikel ini mendiskusikan karya terjemahan Al-Qur’an bebas bersajak dalam bahasa Aceh yang ditulis oleh Tgk. H. Mahjiddin Jusuf (1918-1994). Terjemahan berbentuk sajak ini mulai digarap sejak tahun 1955 ketika penulisnya berada dalam tahanan (akibat politik), kemudian sempat terhenti beberapa lama pengerjaannya, hingga akhirnya berhasil dirampungkan secara lengkap pada tahun 1988, dengan naskah asli penerjemahan yang ditulis menggunakan aksara Arab Jawoe (Melayu) dalam bentuk bait bersajak. Sekalipun penerjemahan Al-Qur’an secara puitis atau bersajak tidak lepas dari silang pendapat dan kontroversi sebagaimana karya terjemahan Al-Qur’an puitis yang pernah ada di Indonesia sebelumnya, namun karya Tgk. H. Mahjiddin Jusuf yang ditulis dalam bahasa Aceh ini telah membantu merawat kedalaman bahasa Aceh. Melalui penelusuran studi kepustakaan, artikel ini mengelaborasi lebih jauh ragam dan langgam penerjemahan Al-Qur’an bersajak dalam bahasa Aceh, model penerjemahan yang ditempuh serta kontribusinya dalam penerjemahan Al-Qur’an di nusantara. Artikel ini berkesimpulan bahwa sekalipun penerjemahan ini memakai pola tarjamah tafsīriyyah secara ijmālī, metode demikian dirasa lebih tepat, karena mudah memahamkannya kepada pembaca berbahasa Aceh, sebab sedikit banyak mengalami penyesuaian dengan sosio-kultural masyarakat Aceh.  ","PeriodicalId":393241,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127823263","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Kaidah Al Hazf dalam Rasm Utsmānī
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah Pub Date : 2021-01-30 DOI: 10.22373/JIM.V18I1.10554
M. Misnawati
{"title":"Kaidah Al Hazf dalam Rasm Utsmānī","authors":"M. Misnawati","doi":"10.22373/JIM.V18I1.10554","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/JIM.V18I1.10554","url":null,"abstract":"Rasm 'Utsmānī is a model for writing the Koran which was agreed during the Khalifah \"Utsmān bin 'Affān by copying the manuscripts that had been collected at the time of Khalifah Abu Bakr al Shiddīq into several manuscripts. Then the manuscripts sent to various Islamic areas along with the qurrā` to be used as guidelines by the Muslims. Scholars have different views regarding the 'Utsmāni rasm as something that must be followed or not. Scholars have three opinions. First, Rasm 'Utsmān is tauqifī (based on guidance from the Prophet SAW) and cannot violate it and must be followed by Muslims. Second, Rasm 'Utsmān is ijtihad but still must be followed by Muslims and must not violate it. Third, Rasm 'Utsmān is just a given term which may be violated if it is agreed by a generation to use another model of rasm. There are several rules contained in this 'Utsmānī rasm, one of them is the al hazf (letter removal) rule. The rules of al-hazf are broadly divided into three, such as: hazf isyārah, hazf ikhtishār, and hazf iqtishār. From these three models, it can be seen that some letters were discarded, namely alif, waw, yā`, lām, and nun. Each of these letters has its own provisions in its writing in the Qur'an and has secrets that can be known through in-depth study.ABSTRAKRasm ‘Utsmānī merupakan model penulisan al-Qur`an yang disepakati pada masa Khalifah “Utsmān bin ‘Affān dengan menyalin mushaf yang telah dikumpulkan pada masa Khalifah Abu Bakar al Shiddīq ke dalam beberapa mushāf. Lalu dikirim ke berbagai wilayah Islam bersama dengan para qurrā` untuk dijadikan pedoman oleh kaum muslimin. Ulama berbeda pandangan dalam melihat rasm ‘Utsmāni sebagai sesuatu yang wajib diikuti atau tidak. Ada tiga pendapat ulama. Pertama, Rasm ‘Utsmānī bersifat tauqīfī (berdasarkan  bimbingan dari Nabi SAW) dan tidak boleh menyalahinya serta wajib  diikuti oleh kaum muslimin. Kedua, Rasm ‘Utsmānī  bersifat ijtihad namun tetap wajib diikuti oleh kaum muslimin serta tidak boleh menyalahinya. Ketiga, Rasm ‘Utsmānī hanyalah sebuah istilah yang diberikan yang boleh saja menyalahinya jika memang disepakati oleh suatu generasi untuk menggunakan model rasm yang lain. Ada beberapa kaidah yang terdapat dalam rasm ‘Utsmānī ini, salah satunya adalah kaidah al hazf (pembuangan huruf). Kaidah al hazf ini secara garis besar terbagi tiga yaitu: hazf isyārah, hazf ikhtishār, dan hazf iqtishār. Dari ketiga model ini terlihat ada beberapa huruf yang dibuang yaitu alif, waw, yā`, lām, dan nūn. Masing- masing huruf tersebut memiliki ketentuan- ketentuan tersendiri dalam penulisannya dalam al-Qur`an dan mempunyai rahasia yang dapat diketahui melalui kajian yang mendalam.   ","PeriodicalId":393241,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah","volume":"195 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132189434","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书