KapalPub Date : 2014-06-01DOI: 10.14710/KPL.V11I2.7267
Imam Pujo Mulyatno, Andi Trimulyono, Samuel Febriary Khristyson
{"title":"ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI INTERNAL RAMP SISTEM STEEL WIRE ROPE PADA KM. DHARMA KENCANA VIII DENGAN METODE ELEMEN HINGGA","authors":"Imam Pujo Mulyatno, Andi Trimulyono, Samuel Febriary Khristyson","doi":"10.14710/KPL.V11I2.7267","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/KPL.V11I2.7267","url":null,"abstract":"KM. DHARMA KENCANA VIII adalah kapal tipe Ro - Ro (Passanger Ship ) yang memiliki rute pelayaran Merak - Bakauheni yang mampu mengangkut penumpang dan kendaraan dalam jumlah yang relatif banyak. Penelitian tentang kekuatan konstruksi internal ramp perlu diperhatikan dan dilakukan dimana tegangan yang diakibatkan oleh beban yang mengenainya tidak boleh melebihi batas maksimum σ ijin bahan berdasarkan rules dari klas, adapun acuan rules yang dipakai dalam penelitian ini adalah berdasarkan rules Biro Klasifikasi Indonesia. Analisa dan permodelan dalam penelitian kekuatan konstruksi internal ramp dilakukan dengan menggunakan program analisa kekuatan berbasis Metode Elemen Hingga . Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis untuk mengetahui karakteristik dan letak tegangan terbesar pada konstruksi internal ramp berdasarkan empat variasi pembebanan.Hasil analisa menggunakan program berbasis Metode Elemen Hingga didapatkan hasil stress terbesar internal ramp terjadi dengan beban kendaraan mobil box pada kondisi loadstep midle yaitu sebesar 55,40 N/mm 2 ,dimana daerah paling kritis terjadi pada node 2949 yang terletak pada penegar profil L paling kiri bagian memanjang dan penegar profil T nomor 5 bagian melintang. Tegangan ini masih dalam kondisi aman ,karena setelah dibandingan dengan σ ijin sebesar 400 N/mm 2 berdasarkan rules BKI menghasilkan nilai safety factor sebesar 7,22 .","PeriodicalId":34627,"journal":{"name":"Kapal","volume":"26 1","pages":"85-92"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2014-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"https://sci-hub-pdf.com/10.14710/KPL.V11I2.7267","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67028607","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"STUDI PERANCANGAN KAPAL WISATA TRIMARAN HYBRID UNTUK PERAIRAN KEPULAUAN KARIMUNJAWA","authors":"Untung Budiarto, Eko sasmito Hadi, Natanael Martian Dwi Sunarto","doi":"10.14710/KPL.V11I2.7238","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/KPL.V11I2.7238","url":null,"abstract":"Kegiatan pariwisata di Karimunjawa yang mulai meningkat harus didukung dengan fasilitas transportasi laut yang memadai. Sedangkan ketersediaan energi fosil yang kian menipis, membuat harga bahan bakar fosil terus merangkak naik. Karena itu muncul ide untuk merancang kapal yang dapat menggabungkan dua sumber energi yang berbeda, yaitu mesin diesel dan solar cell . Kapal yang seperti ini disebut dengan kapal hybrid. Dalam penilitian ini, fungsi utama kapal yang akan dirancang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal, serta pemilihan peralatan yang sesuai dengan mode hybrid yang akan dirancang. Setelah ukuran utama didapatkan maka analisa kelayakan lambung bisa didapatkan dari software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah LOA =14 m, B= 7,94 m, H= 1,64 m, T= 0,75 m. Kapal ini menggunakan motor listrik 75 kW, dengan sumber generator 55 kW, solar cell 2 kW, dan baterai 12,6 kW. Dalam sistem hybrid , ada tujuh mode yaitu mode solar cell, baterai, generator, solar cell + baterai, solar cell + generator, baterai + generator, dan gabungan solar cell + baterai + generator. Dalam proses analisa, mode hybrid dapat menggerakan kapal dengan kecepatan maksimal 10,86 knot dengan hambatan 6,24 kN dan membutuhkan daya sebesar 69,6 kW.","PeriodicalId":34627,"journal":{"name":"Kapal","volume":"11 1","pages":"69-76"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2014-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67028603","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KapalPub Date : 2014-06-01DOI: 10.14710/KPL.V11I2.7237
Kiryanto Kiryanto, S. Samuel
{"title":"ANALISA HIDROSTATIS DAN STABILITAS PADA KAPAL MOTOR CAKALANG DENGAN MODIFIKASI PENAMBAHAN KAPAL PANCING","authors":"Kiryanto Kiryanto, S. Samuel","doi":"10.14710/KPL.V11I2.7237","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/KPL.V11I2.7237","url":null,"abstract":"Salah satu syarat kapal bisa dikatakan baik jika mempunyai stabilitas yang baik. Kapal CAKALANG merupakan salah satu jenis kapal ikan pamboat nelayan. Untuk mendapatkan kemudahan dalam operasional penangkapan ikan, maka dapat dilakukan dengan penambahan kapal pancing pada kedua sisi kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendaptkan stabilitas kapal motor CAKALANG dengan adanya modifikasi penambahan kapal pancing pada kedua sisi kapal utama. Tahapan untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan gambar 3D dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa stabilitas pada software perkapalan lainnya dengan tools import dan melakukan pemodelan yang sesuai dengan rencana garis kapal motor SIRIP KUNING. Berdasarkan hasil perhitungan hidrostatis dan analisa stabilitas yang mengacu pada aturan IMO (international maritime Organization) dengan Code A.749(18), maka hasil perhitungan kapal pancing, kapal CAKALANG dengan 2 (dua) kapal pancing dan dengan 4 (empat) kapal pancing, secara keseluruhan menunjukan bahwa karakteristaik kapal baik dan stabilitas memenuhi standart kriteria yang ditetapkan oleh IMO.","PeriodicalId":34627,"journal":{"name":"Kapal","volume":"11 1","pages":"62-68"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2014-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67028392","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KapalPub Date : 2014-03-03DOI: 10.14710/KPL.V11I1.6613
Deddy Chrismianto, Andi Trimulyono, M. Hidayat
{"title":"ANALISA PENGARUH MODIFIKASI BENTUK HALUAN KAPAL TERHADAP HAMBATAN TOTAL DENGAN MENGGUNAKAN CFD","authors":"Deddy Chrismianto, Andi Trimulyono, M. Hidayat","doi":"10.14710/KPL.V11I1.6613","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/KPL.V11I1.6613","url":null,"abstract":"Hambatan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi dalam perancangan sebuah kapal. Kapal dengan bentuk haluan yang baik akan memberikan efisiensi hambatan yang dihasilkan sehingga operasional kapal dan pergerakan kapal lebih baik dan efisien pula. Pada penelitian ini diselidiki bentuk haluan yang menghasilkan hambatan total paling kecil dengan menggunakan program Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan menggunakan program komputer berbasis CFD. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan menggunakan CFD didapatkan nilai hambatan yang lebih kecil dibandingkan nilai hambatan pada model asli kapal. Nilai hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan menggunakan fn 0,26 dari model 5 adalah 208,534 KN. Selisihnya 2,127 KN lebih kecil 1,01 % hambatan totalnya dibandingkan model originalnya yaitu 210,661 KN. Kemudian Nilai hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan menggunakan fn 0,22 didapatkan nilai hambatan total 184,804 KN pada simulasi model 5 dan hasil hambatan total dari model original adalah 190.243 KN. Selisihnya 5,439 KN lebih kecil 2,86 % hambatan totalnya dibandingkan model original. Lalu nilai hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan menggunakan fn 0,30 didapatkan nilai hambatan total 271,903 KN pada simulasi model 3 dan hasil hambatan total dari model original adalah 331.665 KN. Selisihnya 59,762 KN lebih kecil 18,02 % hambatan totalnya dibandingkan model original.","PeriodicalId":34627,"journal":{"name":"Kapal","volume":"11 1","pages":"40-48"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2014-03-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67028391","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KapalPub Date : 2014-02-27DOI: 10.14710/KPL.V11I1.6321
F. Diana, Anita Hidayati
{"title":"ANALISA PERHITUNGAN KEBUTUHAN PENERANGAN PADA BANGUNAN RIG RAISIS (OFFSHORE) BERDASARKAN CLASS ABS DAN BKI BERBASIS VISUAL BASIC","authors":"F. Diana, Anita Hidayati","doi":"10.14710/KPL.V11I1.6321","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/KPL.V11I1.6321","url":null,"abstract":"Rig RAISIS adalah salah satu pengeboran milik P.T Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) yang disewa oleh P.T TOTAL untuk memperpanjang kontraknya selama beberapa tahun. Rig RAISIS ini adalah bangunan offshore yang sudah lama berdiri namun perlu direnovasi. Untuk merenovasi diperlukan konsultan bangunan maritim yang salah satunya ditangani oleh P.T Terafulk Megantara Design. Dalam hal ini mereka masih menggunakan perhitungan secara manual. Maka untuk merencanakan penerangan dengan mudah dibuatlah program perhitungan lampu menggunakan program Visual Basic. Program ini dirancang menggunakan beberapa menu perhitungan berdasarkan dua formula, yaitu formula yang sudah lama diterapkan di PT Terafulk Megantara Design dan formula secara teoritis. Langkah menggunakan program ini adalah dengan memasukkan dimensi ruangan, iluminasi, dan luminasi maka akan muncul hasil luas ruangan dan jumlah lampu berdasarkan tipe lampu yang sudah dipilih. Program ini bisa digunakan untuk menghitung jumlah lampu berdasarkan 2 class yaitu ABS dan BKI. Berdasarkan 2 class yang sudah dihitung maka class ABS mempunyai jumlah lampu lebih banyak dibandingkan ruangan yang menggunakan class BKI. Program ini juga lebih cepat digunakan oleh perancang dengan waktu 45 menit dibandingkan menggunakan perhitungan manual yang memakan waktu 1,5 jam saat menghitung Deck Level 31.","PeriodicalId":34627,"journal":{"name":"Kapal","volume":"11 1","pages":"5-12"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2014-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67028329","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KapalPub Date : 2014-02-27DOI: 10.14710/KPL.V11I1.6375
Andi Trimulyono, Ari Wibawa Budi Santosa
{"title":"PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DI KABUPATEN BATANG JAWA TENGAH MELALUI PENGEMBANGAN INDUSTRI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL","authors":"Andi Trimulyono, Ari Wibawa Budi Santosa","doi":"10.14710/KPL.V11I1.6375","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/KPL.V11I1.6375","url":null,"abstract":"Batang which is located on the north coast of Central Java with an area of 788.642 km 2 area of the position of the district of Batang put the economy on a path north of the island of Java. Coastal region of this district, make there is a potential that can be developed into a valuable asset to the nation i.e the traditional shipbuilders. Karangasem is one of the districts that have the potential for ship production In terms of productivity shipyard,one of traditional shipbuilder is CV. Laksana Abadi as traditional shipyard in year 2000 capable of producing ships totaling 18 units within a period of 12 months. In Batang district not only CV. Laksana Abadi but also CV. Rizki Maulana Bahari engaged in the manufacture of wooden ships that have smaller productivity due to the still relatively new in Karangasem. Because of the traditional manufacturing process, so it can be said to be still very traditional methods that shipbuilder built they ship and also their belief in technology still low it’s can seen from the construction of the ship is still in traditional way. So KKN-PPM is intended to bridge between the use of the latest technology by using of fishipro or Delftship software. Based on the mapping problem then formed five clusters, namely cluster Ship Design With Software, Cluster of Shipyard Production, Cluster Marketing Information System, Cluster of Coastal Community Empowerment around Shipbuilding, Cluster of Ship Repair and Maintenance. Results of KKN-PPM students carry out major programs related to the theme of the traditional shipyards and other ancillary programs that have been successfully implemented and exhibited in the “Expo KKN-PPM” in North Karangasem, Batang district .","PeriodicalId":34627,"journal":{"name":"Kapal","volume":"11 1","pages":"33-39"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2014-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"https://sci-hub-pdf.com/10.14710/KPL.V11I1.6375","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67028386","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KapalPub Date : 2014-02-27DOI: 10.14710/KPL.V11I1.6320
A. Zakki, Aulia Windyandari, B. A. Adietya
{"title":"ANALISIS PENJADWALAN ULANG UNTUK MENEKAN BIAYA AKIBAT KETERLAMBATAN PROYEK PEMBANGUNAN KAPAL PATROLI","authors":"A. Zakki, Aulia Windyandari, B. A. Adietya","doi":"10.14710/KPL.V11I1.6320","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/KPL.V11I1.6320","url":null,"abstract":"Keterlambatan proyek pembangunan Patroli boat 15 meter 2 (unit) di PT. Mahayala Utama Jakarta dapat meningkatkan biaya produksi kapal yang berakhir pada meruginya perusahaan. Keterlambatan ini disebabkan karena terjadinya perbedaan metode pembangunan sehingga terjadi penyimpangan dari jadwal yang telah direncanakan. Critical Path Method digunakan untuk mengkaji ulang tentang penjadwalan untuk mengatasi keterlambatan proyek dengan menggunakan microsoft project. Hasil dari penjadwalan ulang dapat mengurangi biaya pembangunan kapal. Jalur kritis dapat diketahui dengan penjadwalan ini, sehingga dapat dilakukan pengambilan keputusan dalam menyelesaikan permasalahan proyek untuk mempertahankan kulitas dan mutu dari kapal yang dibangun.","PeriodicalId":34627,"journal":{"name":"Kapal","volume":"11 1","pages":"1-4"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2014-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67028327","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KapalPub Date : 2014-02-27DOI: 10.14710/KPL.V11I1.6340
S. Samuel, Eko sasmito Hadi, Ario Restu Sratudaku
{"title":"KARAKTERISTIK KM. ZAISAN STAR AKIBAT PERUBAHAN MUATAN","authors":"S. Samuel, Eko sasmito Hadi, Ario Restu Sratudaku","doi":"10.14710/KPL.V11I1.6340","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/KPL.V11I1.6340","url":null,"abstract":"KM. Zaisan Star yang semula merupakan kapal general cargo dimodifikasi menjadi kapal pengangkut kendaraan ( vehicle carrier ) dengan penambahan geladak pada ruang muat dan diatas geladak utama. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai stabilitas dan kekuatan memanjang kapal dari 32 simulasi kondisi karena pengaruh pengisian geladak muat dan kondisi pelayaran kapal. Perhitungan dan analisa pada penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan rumus stabilitas dan kekuatan memanjang kapal yang terintegrasi pada perangkat lunak pekapalan yang mengacu standar IMO dan Rules BKI. Hasil analisa stabilitas menunjukkan nilai GZ terendah pada kondisi XXXI dengan 1,103 m sedangkan kriteria minimumnya 0,200 m. Nilai GM terendah pada kondisi XXXII dengan 1,160 m, sedangkan nilai minimumnya 0,150 m. Pada analisa kekuatan memanjang diperoleh nilai tegangan geladak kondisi air tenang 0,009 N/mm 2 , sagging 0,013 N/mm 2 dan hogging 3,40 N/mm 2 serta tegangan alas kondisi air tenang 0,020 N/mm 2 , sagging 0,029 N/mm 2 dan hogging 7,825 N/mm 2 , nilai tersebut tidak melebihi nilai tegangan ijin kapal 188,815 N/mm 2 . Perhitungan modulus penampang menunjukkan nilai modulus penampang geladak 831,990 m 3 dan alas 1913,974 m 3 , nilai tersebut memenuhi nilai modulus minimum kapal 0,1824 m 3 . Perhitungan momen inersia menunjukkan nilai momen inersia sebesar 2899,540 m 4 , nilai ini memenuhi nilai minimum momen inersia kapal 0,4103 m 4 .","PeriodicalId":34627,"journal":{"name":"Kapal","volume":"11 1","pages":"26-32"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2014-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67028383","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KapalPub Date : 2014-02-01DOI: 10.14710/KPL.V11I1.6338
W. DimasEndro
{"title":"HIGH SPEED SHIP TOTAL RESISTANCE CALCULATION (AN EMPIRICAL STUDY)","authors":"W. DimasEndro","doi":"10.14710/KPL.V11I1.6338","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/KPL.V11I1.6338","url":null,"abstract":"High speed design studies became very intense studies. One of the subject that can be explore is obtaining total resistace. A high speed ship has four stages of condition when she operates. Starting from low speed condition until developent of dinamics lift force. These four states that happened on high speed ship when she cuise on her operational speed, make a specific consideration on predicting her total resistance. As high speed ship become more widely built and operate in Indonesia, the study of the state of art of high speed vessel especially for obtaining total resistance has became more challenging In this paper is foccused on proposing an applicative methods for high speed resistance calculation based on savitsky method. Result which obtained form empirical study is compared to numerical software. Result of this study shows that there are no significant differences between empirical method and result form software application. Considering of sea margin would be effective to made the empirical method would be applicable. There is a 128,0812 KN of total resistance using empirical method, by considering sea margine factor, and a 128,512 KN of total resistance resulted form software calculation","PeriodicalId":34627,"journal":{"name":"Kapal","volume":"11 1","pages":"13-20"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2014-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67028333","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KapalPub Date : 2013-10-16DOI: 10.14710/KPL.V10I3.5595
W. DimasEndro, Wiediartini Wiediartini, J. AndaIviana
{"title":"RISK ANALYSIS FOR SHIP CONVERTING PROJECT ACCOMPLISHMENT (Case study of KRI KP Converting Project)","authors":"W. DimasEndro, Wiediartini Wiediartini, J. AndaIviana","doi":"10.14710/KPL.V10I3.5595","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/KPL.V10I3.5595","url":null,"abstract":"Ship converting has become as prospective activity in ship building area. Operational and economical aspect are the most dominant rationale. Baseon a new fuction of converted ship, a task list which contain several jobs that must be done is listed. This accomplishment schedule not only contain a task list, but also duration for certain job title. In practical apllication job duration is maintained based on experience of project manager. Further more, total accomplish duration is setted as time accomplishment for the project. This setted time has become reference for the project bid. Occasionaly, if accomplishment time which offered is strict, than schedule slip become as potencial nightmare. For this situation, project manager has had a cristal clearconsideration to select a proper decision wheter he will take the tender offer or not. practically, project mananger has layed on his experience to handle previous project and face penalty if the project delayed. This paper focussed on how to measure tender offer based on risk analysis, specially for converted ship tender which has a strike time accomplishment.A new application method to analysis proposed tender based on time and penalty parameter has become a topic of this paper.","PeriodicalId":34627,"journal":{"name":"Kapal","volume":"10 1","pages":"116-123"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2013-10-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67028267","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}