ALSUNIYATPub Date : 2023-04-09DOI: 10.15642/suluk.2023.5.1.40-62
Zul Fitrah Ramadhan, Juanda Juanda, A. Aj
{"title":"Narasi ekologi bahari dalam Pemanggil Kematian karya Jemmy Piran: Kajian ekokritik Buell","authors":"Zul Fitrah Ramadhan, Juanda Juanda, A. Aj","doi":"10.15642/suluk.2023.5.1.40-62","DOIUrl":"https://doi.org/10.15642/suluk.2023.5.1.40-62","url":null,"abstract":"Penelitian ini mengangkat masalah kesadaran manusia dalam menjaga ekosistem yang semakin memprihatinkan. Tujuan penelitian ini menelusuri pelbagai fenomena ekologis bahari dalam narasi cerpen Pemanggil Kematian karya Jemmy Piran. Data primer penelitian bersumber dari laman Ruang Sastra (ruangsastra.com) dikaji menggunakan pendekatan ekokritik Buell. Ekokritik Buell menelusuri komponen alam nonmanusia, legitimasi kepentingan alam, tanggung jawab manusia pada alam, dan dinamisasi alam. Hasil penelitian menympulkan bahwa terdapat elemen nonmanusia yang ditemukan dalam cerpen karya Jemmy Piran, yaitu fenomena satwa laut, fenomena ekosistem laut, dan fenomena mistik laut. Legitimasi alam menunjukkan laut sebagai ekosistem yang menjadi pusat hukum tatanan dan adat masyarakat pesisir. Tanggung jawab pada alam ditunjukkan oleh sikap peduli kepada laut, beretika dalam menangkap ikan, menjaga kebersihan laut, dan menjaga satwa laut. Sedangkan dinamisasi alam tampak pada laut mengalami perubahan kondisi akibat pengaruh perilaku manusia yang menggunakan cara ilegal dalam menangkap ikan. Kesimpulan penelitian menunjukkan terdapat narasi mistik yang diimajinasikan pengarang melalui karya sastra (cerpen) sebagai model pewacanaan, yakni melalui kepercayaan terhadap sosok penjaga laut Harin Botan. Dengan kata lain, hal tersebut membuktikan jika budaya dan mitos masyarakat merupakan faktor pendukung kelestarian alam karena dengan kepercayaan tersebut masyarakat menjadi takut melakukan tindakan eksploitasi terhadap alam.","PeriodicalId":34521,"journal":{"name":"ALSUNIYAT","volume":"24 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76021759","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ALIH KODE, CAMPUR KODE, DAN VARIASI BAHASA PADA PEMENTASAN WAYANG SASAK","authors":"Fendy Yogha Pratama, Cerianing Putri Pratiwi, Much. Nuril Huda","doi":"10.37729/btr.v10i1.8393","DOIUrl":"https://doi.org/10.37729/btr.v10i1.8393","url":null,"abstract":"The term Wayang Sasak refers to the puppet that developed and was staged in Lombok, West Nusa Tenggara. This study aims to describe the form of code mixing, code switching, and language variations in Sasak puppet performances. The source of the data was taken from the Sasak puppet performance with a play entitled \"Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di NTB\" which was performed by dalang Lalu Nasib. This puppet performance is a form of socialization conducted by the Regional Secretariat of West Nusa Tenggara Province to provide education to the community. The results showed that the code switching and code mixing occurred in the performance. In addition, there are variations on ideolects, dialects and sociolects.","PeriodicalId":34521,"journal":{"name":"ALSUNIYAT","volume":"35 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"73520187","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ALSUNIYATPub Date : 2023-03-31DOI: 10.15642/suluk.2023.5.1.20-39
Safrina Arifiani Felayati, Yuli Mahmudah Sentana, C. Sulistyo
{"title":"Perangkap dan paradoks mitos kecantikan dalam narasi komik One Piece karya Eichiro Oda: Feminisme Naomi Wolf","authors":"Safrina Arifiani Felayati, Yuli Mahmudah Sentana, C. Sulistyo","doi":"10.15642/suluk.2023.5.1.20-39","DOIUrl":"https://doi.org/10.15642/suluk.2023.5.1.20-39","url":null,"abstract":"Mitos tentang kecantikan mengukuhkan perempuan sebagai representasi dari keintiman, seksualitas, dan kehidupan sendiri. Naomi Wolf menyebutkan mitos purba tersebut didengungkan dalam peradaban manusia sejak zaman dahulu. Produk-produk kecantikan yang menjamur menunjukan bagaimana kuatnya hegemoni mitos tersebut memengaruhi kehidupan manusia. Tak hanya produk kecantikan tetapi sampai pada ilmu dan kesenian telah lekat dengan mitos kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan narasi mengenai mitos kecantikan pada tokoh perempuan (Nami) dalam serial komik One Piece karya Eichiro Oda. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatis dengan analisis menggunakan teori mitos kecantikan Naomi Wolf. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih kental terdapat mitos kecantikan dalam komik One Piece (khususnya serial 1). Tokoh perempuan dalam komik selalu digambarkan bertubuh sempurna, khususnya Nami—berwajah cantik, dada besar menonjol, pinggang kecil, kaki jenjang. Namun secara paradoksal, di balik tubuh ideal seorang perempuan tersebut ternyata berdiam sifat iblis, sifat jahat seperti licik, serakah dan kejam. Mitos kecantikan ini kental menjadikan perempuan sebagai objek yang menarik sasaran pembaca komik yang notabene maskulin. Hal ini sangat berbeda dengan gambaran maskulinitas, dalam komik kaum adam seolah diperbolehkan bermuka hiu atau berbadan panda.","PeriodicalId":34521,"journal":{"name":"ALSUNIYAT","volume":"121 3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"91051966","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ALSUNIYATPub Date : 2023-03-30DOI: 10.37729/btr.v10i1.8463
Nur Hamidah, Umi Faizah, S. Santoso
{"title":"FAKTOR KEBAHASAAN CERAMAH GUS MIFTAH ANTARA MAKSIAT DAN IBADAH SERTA RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN CERAMAH DI KELAS XI SMA","authors":"Nur Hamidah, Umi Faizah, S. Santoso","doi":"10.37729/btr.v10i1.8463","DOIUrl":"https://doi.org/10.37729/btr.v10i1.8463","url":null,"abstract":"Berbicara di depan khalayak merupakan kegiatan yang tidak mudah bagi sebagian peserta didik. Salah satu bentuk berbicara di depan khalayak adalah ceramah. Berdasarkan penelitian penulis, pada saat ini masih terdapat peserta didik yang kesulitan dalam berceramah dengan menggunakan faktor kebahasan yang tepat agar ceramah yang disampaikan dapat diterima baik oleh audiens. Oleh karena itu, peserta didik harus mampu memahami penggunaan faktor kebahasaan untuk menunjang keberhasilan berbicara khususnya berceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk faktor kebahasaan ceramah Gus Miftah Antara Maksiat dan Ibadah; (2) relevansi media video ceramah Gus Miftah Antara Maksiat dan Ibadah dengan pembelajaran ceramah di kelas XI SMA. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah tuturan dalam ceramah Gus Miftah Antara Maksiat dan Ibadah. Pengumpulan data menggunakan metode simak, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor kebahasaan meliputi: (a) ketepatan ucapan sudah jelas dan tepat; (b) pilihan kata sangat bervarisi; (c) ketepatan sasaran pembicaraan penggunaan kalimat sesuai tingkat audiens. Selanjutnya, relevansi media video ceramah Gus Miftah Antara Maksiat dan Ibadah dengan pembelajaran ceramah di kelas XI SMA adalah adanya kesesuaian antara kompetensi dasar yaitu: KD. 3.24 Menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah berkaitan dengan bidang pekerjaan, kompetensi dasar tersebut relevan dengan objek penelitian ceramah Gus Miftah Antara Maksiat dan Ibadah. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk bahan pembelajaran berbicara di kelas XI SMA.","PeriodicalId":34521,"journal":{"name":"ALSUNIYAT","volume":"12 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82821279","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ALSUNIYATPub Date : 2023-03-30DOI: 10.15642/suluk.2023.5.1.1-19
Haidar Jaganegara, I. P. Wijana
{"title":"Euphemism roles as a disguise tool in political texts: A case study of Tempo online political articles","authors":"Haidar Jaganegara, I. P. Wijana","doi":"10.15642/suluk.2023.5.1.1-19","DOIUrl":"https://doi.org/10.15642/suluk.2023.5.1.1-19","url":null,"abstract":"The mass media tends to use euphemisms in political news narratives. The euphemistic was chosen by the editor to avoid controversy due to the broadcast of a news material. This research aims to discuss the types of euphemisms in the news narrative on Tempo political articles (December 2022-January 2023). Political euphemism is seen through van Dijk's paradigm which focuses on local semantics and lexicon, especially how political leaders tend to use this style of language as a political linguistic tactic. The data in the form of political texts were then tested again with Allan and Burridge's concept of euphemism who thought that euphemism as an ideal style of language in social communication in order to achieve maximum effect to avoid sensitive topics. The results of the study conclude that there is a tendency to use euphemisms in word and phrase classes by politicians. Their linguistic corpus consists mostly of metaphors, synecdoche, borrowing, hyperbole, abbreviations, and acronyms.","PeriodicalId":34521,"journal":{"name":"ALSUNIYAT","volume":"2 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88760445","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ALSUNIYATPub Date : 2023-03-30DOI: 10.37729/btr.v10i1.8491
E. Santosa
{"title":"STRATEGI BUDAYA DAN PENGEMBANGAN KRITIK KARYA SASTRA JAWA MODERN DI LINGKUNGAN SEKOLAH","authors":"E. Santosa","doi":"10.37729/btr.v10i1.8491","DOIUrl":"https://doi.org/10.37729/btr.v10i1.8491","url":null,"abstract":"ABSTRAKSastra Jawa modern terus dikeluhkan bernasib buruk. Salahsatu indikasi nasib buruk sastra Jawa itu ialah lemahnya sistem kritik.Lemahnya sistem kritik itu terlihat jelas pada minimnya publikasi karya-karya kritik. Minimnya publikasi karya-karya kritik itu terjadi akibat tradisi kritik dalam masyarakat (sastra) Jawa belum berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu,agar kritik karya sastra Jawa modern berperan sekaligus mengembangkan sastra Jawa, kritik karya sastra Jawa itu perlu ditradisikan dan dikembangbiakkan dimasyarakat, termasuk di sekolah (SLTP,SLTA Perguruan tinggi/PT). Budaya dan pengembang ini perlu langkah dan tindakan nyata, tidak hanya sekadar diskusi ataupun temu sastra, seminar sastra maupun kongres satra, tapi juga perlu menampung produksi distribusi dan kontribusi buku-buku karya sasta Jawa modern secara nyata dan proporsional.Kontrbusi budaya kritik sastra di sekolah diharapkan dapat menjadi tradisi tulis sastradisamping secara langsung sebagaipembelajaran sastradi sekolah.Kritik sebagai pembelajaran,kritik sebagai kontrol sosial yang jadi media tulis karya anak-anak muda melelui ruang-ruang sastra seperti buletin sastra,majalah sastra atau majalah dinding yang ada salah satunya di sekolah-sekolah.","PeriodicalId":34521,"journal":{"name":"ALSUNIYAT","volume":"25 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83083218","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Suntingan Teks Bait Nazam Kitab Muhafadhatu Al-Sibyaan: Sebuah Pendekatan Filologis","authors":"Mirwan Akhmad Taufiq, Rimayul Wafa, Durrotul Hasanah, Ahmad Syaikhu, Mukhammad Bakhruddin","doi":"10.15642/suluk.2022.4.2.128-137","DOIUrl":"https://doi.org/10.15642/suluk.2022.4.2.128-137","url":null,"abstract":"Naskah-naskah Arab-Pegon berbahasa Jawa masih digunakan sebagai literatur di pesantren. Beberapa teks kuna berbahasa daerah tersebut merupakan karya kiai pengasuh pondok yang masih menggunakan wazan bahr bahasa Arab, kombinasi nazam unik bahasa Jawa dan bahasa Arab. Penelitian ini mengungkap naskah kitab Muhafadhatu al-Sibyaan karya Muhaimin bin Jamroh dan Zainudin Tamsir pada sisi konten, nilai yang terkandung dalam kitab tersebut. Pola penyajian tema-tema gramatika bahasa Arab dan relevansi penggunaannya dalam pendidikan bahasa Arab di era milenial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian filologi. Konsep dan langkah analisa menggunakan konsep kerja Edward Djamaris terkait penentuan sasaran penelitian, observasi pendahuluan, deskripsi naskah, transliterasi naskah, penyuntingan, penerjemahan teks, dan nilai-nilai kandungan naskah. Hasil penelitian ditemukan kolaborasi indah antara bahasa Jawa dan bahasa Arab; nazam berbahasa Jawa, wazan berpola bahasa Arab, bahar rajaz. Materi nazam bukan hasil terjemahan utuh namun cuplikan beberapa kitab klasik nahwu yang dipadu dengan nasehat-nasehat luhur kehidupan. Nazam ini lebih tepat diajarkan kepada anak-anak berasal dari suku Jawa. Nazam Jawa ini menunjukkan sumbangsih penulis untuk memenuhi pendidikan yang berbasis kearifan lokal dalam mengajarkan kaidah-kaidah bahasa Arab.","PeriodicalId":34521,"journal":{"name":"ALSUNIYAT","volume":"270 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135240434","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ALSUNIYATPub Date : 2023-02-19DOI: 10.15642/suluk.2022.4.2.157-168
Heri Okta Sayekti, Sari Fitria
{"title":"Beauty Standard as a Construction of Woman Objectification in Trisha R. Thomas’s Nappily Ever After","authors":"Heri Okta Sayekti, Sari Fitria","doi":"10.15642/suluk.2022.4.2.157-168","DOIUrl":"https://doi.org/10.15642/suluk.2022.4.2.157-168","url":null,"abstract":"The study aimed to depict how the beauty standards construct female objectification in Nappily Ever After and to analyze how the main character struggled toward beauty standards in the Nappily Ever After novel. This study is sought with qualitative methods to reveal the novel's issue. This study applied the theory of beauty myth from Naomi Wolf. The result of the study found that the beauty ideal is a woman who has straightened hair, brightening skin, a tall, slim body, and a pointed nose. Those highlighted Venus’s physical appearance which made her seem to be a typical woman and objectified her to conform to beauty standards. The study concluded that Venus internalized the beauty ideal which made her feel restricted by her looks and resulted in body image dissatisfaction. Venus struggled after she cut her hair which made her become an outcast in beauty image, being invisible by men, dismissal, and judged by people.","PeriodicalId":34521,"journal":{"name":"ALSUNIYAT","volume":"517 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77134474","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ALSUNIYATPub Date : 2023-02-19DOI: 10.15642/suluk.2022.4.2.116-127
Muammar Kadafi, Shofi Mahmudah Budi Utami
{"title":"Risalah Perang Bone-Makassar: Transformasi Teks Fiksi Populer Gadis Portugis Karya Mappajarungi Manan","authors":"Muammar Kadafi, Shofi Mahmudah Budi Utami","doi":"10.15642/suluk.2022.4.2.116-127","DOIUrl":"https://doi.org/10.15642/suluk.2022.4.2.116-127","url":null,"abstract":"Munculnya sebuah teks dapat menjadi respons terhadap teks lain dalam bentuk yang berbeda yang mana berkontribusi pada teks transformasi. Respon terhadap teks-teks tersebut dapat muncul pada tema, karakter, narasi, atau bahkan wacana, yang dapat dilacak pada teks hipogramnya. Hubungan intertekstualitas ini juga ditemukan dalam novel Gadis Portugis (GP) yang terkait dengan teks tradisional Sinrilikna Kappalak Tallumbatua (SKT). Namun, bentuk keterkaitan kedua teks tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut, dengan demikian, dalam penelitian ini akan melihat lebih jauh sejauh mana hubungan intertekstualitas novel GP dengan teks SKT. Pendekatan masalah ini adalah intertekstualitas yang merupakan konsep dalam respon pembaca oleh Riffaterre. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang cenderung mendeskripsikan suatu fenomena dalam karya sastra; dan juga tergolong sebagai penelitian kualitatif di mana teknik interpretatif digunakan untuk mendekati sebuah fenomena. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya penggambaran perang Makassar-Bugis di kedua teks tetapi terdapat pula modifikasi dalam novel GP yang intertekstualitasnya cenderung subjektif; dengan munculnya cerita cinta antara seorang pria Makassar dan seorang wanita Portugis. Selain itu, wacana kolonial yang tampak jelas dalam SKT terkesan kabur dengan ilustrasi cerita cinta ini. Yang terakhir adalah adanya transformasi karakter bernama Andi Patunru yang muncul sebagai protagonis di SKT justru tampil sebagai antangonis di GP.","PeriodicalId":34521,"journal":{"name":"ALSUNIYAT","volume":"153 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78208667","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ALSUNIYATPub Date : 2023-02-19DOI: 10.15642/suluk.2022.4.2.138-156
Icha Latifa Hanum, Daru Winarti
{"title":"Mengundang Tamu Di Jawa: Struktur Teks, Koteks, dan Konteks Pada Tradisi Lisan Ijeman Di Mertoudan Surakarta","authors":"Icha Latifa Hanum, Daru Winarti","doi":"10.15642/suluk.2022.4.2.138-156","DOIUrl":"https://doi.org/10.15642/suluk.2022.4.2.138-156","url":null,"abstract":"Masyarakat Jawa di Desa Mertoudan, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta memiliki tata cara unik untuk mengundang tamu pada helatan kenduri. Mengundang tamu dilakukan secara lisan (ijeman) dan tulisan (uleman). Hari ini uleman lebih sering dipraktikkan lantaran lebih praktis. Ditambah kalangan muda lebih cenderung bergeser ke tata cara baru yang berbasis digital. Selain lebih efisien, undangan digital dianggap lebih relevan kondisi zaman. Kondisi tersebut membuat tradisi lisan ijeman berpotensi punah. Hubungan antara bahasa dan budaya dalam ijeman ditempatkan sebagai pokok bahasa tulisan ini. Di samping sebagai usaha sistematis dalam pemertahanan bahasa, studi ini akan menunjukkan relevansi tradisi lisan dalam dinamika kehidupan kiwari. Artikel ini berfokus pada struktur dan makna ijeman sebagai representasi tradisi lisan masyarakat Jawa. Subtansi pembahasan mengacu pada paradigma antropolinguistik Sibrani melalui tiga parameter, keterhubungan, kebernilaian, sekaligus keberlanjutan. Data penelitian berupa transkrip percakapan tiga informan saat melakukan kegiatan ijeman yang berlangsung pada Desember 2021 di Mertoudan, Surakarta. Data penelitian didukung data sekunder berupa observasi dan wawancara dengan pakar dan praktisi ijeman di kawasan Jebres, Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan (1) struktur teks ijeman terdiri dari kata sambutan, pembukaan, isi, dan penutup dan (2) mengandung makna spiritual, makna sosial, fungsi filosofis, fungsi pragmatis, dan nilai etika moral.","PeriodicalId":34521,"journal":{"name":"ALSUNIYAT","volume":"45 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72588612","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}