{"title":"ANALISIS STRUKTURALISME TEKS DRAMA JAKA TARUB DAN 7 BIDADARI KARYA AKHUDIAT","authors":"Nurul Utami","doi":"10.30651/lf.v5i2.5475","DOIUrl":"https://doi.org/10.30651/lf.v5i2.5475","url":null,"abstract":"ANALISIS STRUKTURALISME TEKS DRAMA JAKA TARUB DAN 7 BIDADARI KARYA AKHUDIAT","PeriodicalId":32656,"journal":{"name":"Lingua Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya","volume":"10 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81767684","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"CITRA PEREMPUAN PADA CERPEN SEPASANG MATA YANG TERPENJARA DAN PEREMPUAN ITU PERNAH CANTIK","authors":"Harum Ika Praningrum","doi":"10.30651/lf.v5i2.7075","DOIUrl":"https://doi.org/10.30651/lf.v5i2.7075","url":null,"abstract":"Penelitian ini berusaha membandingkan dua cerpen yang berjudul Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara (SMDYT) karya Ni Komang Ariani dan Perempuan Itu Pernah Cantik (PIPC) karya Mashdar Zainal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sastra bandingan dan kritik sastra feminis. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan-tahapan yaitu (1) penetapan objek penelitian, (2) pengumpulan data yang akan dianalisis, (3) analisis data, (4) penyajian hasil analisis data. Setelah dibandingkan kedua cerpen ini memiliki kesamaan dalam hal bentuk ketidakadilan gender yang dialami oleh masing-masing tokoh utama dari dua cerpen tersebut. Bentuk-bentuk ketidakadilan gender tersebut adalah marginalisasi, stereotip, dan beban kerja ganda. Adapun perbedaan dua cerpen tersebut adalah kehadiran tokoh ibu dalam SMDYT dan tidak hadirnya sosok ibu dalam PIPC, perbedaan penggambaran watak tokoh suami, dan perbedaan sikap dalam menerima peran sebagai seorang istri dalam konteks tradisional. Kata Kunci: sastra bandingan, citra perempuan, cerpen This research attempts to compare two short stories entitled Sepasang Mata Dinaya Yang Terpenjara (SMDYT) by Ni Komang Ariani and Perempuan Itu Pernah Cantik (PIPC) by Mashdar Zainal. The approach used is the comparative literature and feminist literary criticism. This research is conducted in several stages, namely (1) determining the object of research, (2) collecting data to be analyzed, (3) analyzing the data, (4) presenting the results of the data analysis. After comparing the two short stories, they have similarities in terms of the form of gender injustice experienced by each of the main characters of the two short stories. The forms of gender injustice are marginalization, stereotypes, and double workloads. The differences between the two short stories are the presence of a mother figure in SMDYT and the absence of a mother figure in PIPC, the differences in the representation of the husband's character, and differences of attitudes in accepting the role of a wife in a traditional context. Keywords: comparative literature, image of woman, short story","PeriodicalId":32656,"journal":{"name":"Lingua Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya","volume":"29 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80279550","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PEMANFAATAN AKUN YOUTUBE BERKONTEN PEMBELAJARAN BAHASA MANDARIN DALAM LITERASI DIGITAL PADA ERA PANDEMI","authors":"Primardiana Hermilia Wijayati, Wafda Nabila Haqqie, Aiga Ventivani","doi":"10.30651/lf.v5i2.6956","DOIUrl":"https://doi.org/10.30651/lf.v5i2.6956","url":null,"abstract":"Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang pemanfaatan akun YouTube berkonten pembelajaran bahasa Mandarin dalam literasi digital siswa kelas X. Pada era pandemi ini, pembelajaran daring menjadi pilihan utama, demikian juga dalam pembelajaran bahasa Mandarin di SMA dan membuat literasi digital tetap sangat diandalkan.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan akun YouTube berkonten pembelajaran bahasa Mandarin dalam literasi digital siswa kelas X SMA. Data penelitian ini dikumpulkan melalui kuisioner dengan responden sebanyak 25 siswa yang dilakukan secara daring dan dianalisis menggunakan metode kuantitatif deskriptifHasil dari penelitian menunjukkan bahwa akun YouTube berkonten pembelajaran bahasa Mandarin secara keseluruhan dapat membantu proses literasi digital siswa kelas X dalam pembelajaran bahasa Mandarin, hal tersebut terbukti dengan menguasai enam elemen literasi digital meliputi: a) information literacy, b) digital scholarship, c) ICT literacy, d) career and identity management, e) communication and collaboration dan f) media literacy, hal tersebut terlihat dari penilaian siswa yang meningkat. Adapun elemen literasi digital yang belum sepenuhnya atau masih rendah dikuasai siswa yakni learning skills.","PeriodicalId":32656,"journal":{"name":"Lingua Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya","volume":"50 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84518867","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"EKSISTENSI SASTRA LISAN LANGGAM SUKOHARJO MAKMUR DALAM PERPEKTIF MAHASISWA: TEORI RESEPSI RIEN T. SEGERS","authors":"Nurlaily Khoirun Ni'mah","doi":"10.30651/lf.v5i2.6876","DOIUrl":"https://doi.org/10.30651/lf.v5i2.6876","url":null,"abstract":"Penelitian ini fokus pada kajian respons mahasiswa terhadap eksistensi sastra lisan Langgam Sukoharjo Makmur, yaitu terdiri dari: (a) kebermaknaan Langgam Sukoharjo Makmur, (b) relevansi Langgam Sukoharjo Makmur dengan perkembangan zaman, (c) manfaat Langgam Sukoharjo Makmur untuk pendengar, serta (d) pelestarian Langgam Sukoharjo Makmur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori resensi eksperimental oleh Rien T. Segers. Data diperoleh berdasarkan angket berisi pertanyaan-pertanyaan yang disebarkan kepada para responden melalui laman pada google formulir. Adapun responden dalam penelitian ini merupakan para mahasiswa yang berdomisili di Kabupaten Sukoharjo. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif disajikan dengan menggunakan rumus, sedangkan data kualitatif disajikan dengan cara mendeskripsikan angket yang telah diisi oleh para responden. Dari hal tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa langgam Sukoharjo Makmur sudah jarang ditemukan dalam acara-acara kemasyarakatan. Namun, walaupun sudah jarang ditampilkan dalam acara-acara kemasyarakatan, mahasiswa yang merupakan generasi muda masih menanggapi secara positif adanya langgam Sukoharjo Makmur karena mereka masih menganggap langgam Sukoharjo Makmur bermakna, relevan dengan keadaan sekarang dan perkembangan zaman, mempunyai manfaat untuk para pendengarnya, dan masih memiliki kesempatan untuk melestarikannya.","PeriodicalId":32656,"journal":{"name":"Lingua Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya","volume":"43 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82823434","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Firdauzi Nur Sita, Hana Septiana Jamal, Dian Hartati
{"title":"KAJIAN SASTRA BANDINGAN NOVEL SALAH ASUHAN DENGAN NOVEL LAYLA MAJNUN: Pendekatan Psikologi Sastra","authors":"Firdauzi Nur Sita, Hana Septiana Jamal, Dian Hartati","doi":"10.30651/lf.v5i2.8663","DOIUrl":"https://doi.org/10.30651/lf.v5i2.8663","url":null,"abstract":"Sastra lahir dari masyarakat, kemudian besar, dan berkembang di masyarakat. Sastra bukan hanya dinikmati dari keindahannya saja, bentuknya, isinya, pentasnya, alunan-alunan yang mengirinya. Melainkan sastra dapat meninjau seberapa jauh manusia berekspresi, melihat dan merasakan kesamaan dan perbedaan sudut pandang, dan makna sastra itu sendiri tiada berbatas zaman, serta melibatkan segala macam ilmu. Sastra Bandingan merupakan cabang ilmu sastra yang mengkaji karya sastra dalam beragam bentuk, fungsi, dan makna. Artikel ini mencoba meninjau dari aspek Psikologi Sastra akan dua karya sastra yang dibandingkan yakni novel yang berjudul \"Salah Asuhan\" karya Abdul Moeis dengan novel yang berjudul \"Layla Majnun\" karya Syaikh Nizami. Teori psikologi yang digunakan ialah teori Sigmund Freud (1923), ada tiga unsur kepribadian dalam teori psikoanalisis yaitu Id, Ego, dan Superego. Id merupakan sistem kepribadian yang asli, dibawa sejak lahir. Saat dilahirkan, id berisi semua aspek psikologi yang diturunkan seperti insting, impuls, dan drives. Dari id ini kemudian muncul ego dan superego. Ego beroperasi mengikuti prinsip realita. Sedangkan, superego berkaitan dengan kekuatan moral dan etika dari kepribadian yang beroperasi, memakai prinsip idealistik, sebagai lawan dari id dan ego. Tinjauan ini dimaksudkan guna meneliti kejiwaan atau psikologis tokoh utama dari kedua novel tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah dua novel di di atas. Sampel di sini adalah ujaran narasi ataupun ujaran dari tokoh kedua novel tersebut. Hasil penelitian ini berupa ujaran narasi atau ujaran tokoh utama yang berkenaan dengan id, ego, dan superego pada kedua novel tersebut yang kemudian dideskripsikan dengan interpretasi. Kata Kunci: kajian bandingan, psikologi sastra, salah asuhan, layla majnun","PeriodicalId":32656,"journal":{"name":"Lingua Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya","volume":"51 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72453555","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH BAHASA BAKU TERHADAP PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 7-8 TAHUN","authors":"Khusnul Khotimah","doi":"10.30651/lf.v5i2.4051","DOIUrl":"https://doi.org/10.30651/lf.v5i2.4051","url":null,"abstract":"Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis atau mengkaji bagaimana bahasa baku dapat berpengaruh terhadap pemerolehan bahasa anak usia 7-8 tahun. Berfokus pada analisis pemerolehan dalam bidang sintaksis. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan secara sistematis untuk menghasilkan data-data faktual berupa kata-kata atau tulisan. Hasil dalam penelitian ini ialah penggunaan bahasa baku pada Ramadhan Abdullah Syafi’i yang merupakan objek dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa pandangan kaum behavioristik berlaku pada pengaruh penggunaan bahasa baku tehadap pemerolehan bahasanya. Pandangan tersebut menyebutkan bahwa keterampilan bahasa seseorang didapatkan melalui pengalamannya dengan cara melakukan peniruan. Dalam hal ini, Rafi melakukan peniruan terhadap bahasa baku yang digunakan oleh gurunya di sekolah serta film animasi kesukaannya yang telah di dabbing menjadi bahasa Indonesia. Sehingga dirinya sering menggunakan bahasa baku dalam berkomunikasi sehari-hari.","PeriodicalId":32656,"journal":{"name":"Lingua Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya","volume":"52 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87610408","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS PENDEKATAN SEMIOTIKA DALAM PUISI-PUISI JOKO PINURBO DENGAN TEMA “KEMATIAN”","authors":"Wida Nurul Rachma","doi":"10.30651/lf.v5i2.8873","DOIUrl":"https://doi.org/10.30651/lf.v5i2.8873","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adaalah untuk menganalis kebermaknaan yang terkandung pada teks-teks puisi karya Joko Pinurbo dalam batasan untuk mendeskripsikan analisis semiotik dan mendeskripsikan hasil analisis semiotik pada puisi-puisi karya Joko Pinurno. Puisi-puisi yang digunakan hanya lima puisi dengan judul, yaitu Pulang Malam, Ranjang Putih, Aku Tidur Di Remang Tubuhmu, Calon Jenazah, dan Prosesi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menjelaskan hasil analisis dari unsur pembangun puisi, hasil analisis semiotika pada puisi-puisi yang dipilih, dan hasil analisis semiotika yang dijadikan sebagai rekomendasi ide dan konsep pembelajaran bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil analisis, dalam puisi-puisi Joko Pinurbo memiliki tiga tema kematian, yaitu tema kematian bukan sebenarnya (keromantisan), tema kematian (kehilangan semangat), dan tema kematian sebenarnya; dua jenis kalimat, yaitu kalimat tunggal, dan kalimat majemuk; dua majas yang digunakan, yaitu majas metafora, dan majas personifikasi tipografi yang berbeda, dan tujuh macam isotopi, yaitu isotopi pronomina, isotopi perbuatan, isotopi alam, isotopi waktu, isotopi penghubung, isotopi manusia, dan isotopi tempat. Analisis semiotik ini bisa digunakan atau direkomendasikan sebagai ide, dan konsep pembelajaran yang disesuaikan pada tingkatan pendidikan Sekolah Menengah Atas kelas X sesuai dengan materi pada buku Bahasa Indonesia mengenai Puisi","PeriodicalId":32656,"journal":{"name":"Lingua Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya","volume":"60 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86224379","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"AL-TAKWĪL AL- BAṬINĪ LI MUSṬALAHĀT AN-NAHWI (TAKAMUL AL-TASAWWUF WA AL-NAHWI)","authors":"Zamzam Afandi, Arief Rahman Hakim","doi":"10.18860/ling.v16i1.12242","DOIUrl":"https://doi.org/10.18860/ling.v16i1.12242","url":null,"abstract":"This article intends to describe the perspective and how to interpret the Sufi perspective nahwu through the irfani epistemology which is the basis of the Sufistic knowledge system. This paper finds that the Sufis, although they accept the concepts, theories and terminologies of nahwu formulated by the experts, they provide and add a different value content than before. Nahwu which is cognitive in nature, becomes spiritual spirituality by using the takwil irfani approach which emphasizes the esoteric dimension of each reality","PeriodicalId":32656,"journal":{"name":"Lingua Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya","volume":"11 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89192751","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"GENDER INEQUALITY WITHIN A FAMILY: THE REPRESENTATION OF WOMEN’S NOVEL IN SOCIAL MEDIA","authors":"Laily Fitriani, Muassomah Muassomah","doi":"10.18860/ling.v16i1.10681","DOIUrl":"https://doi.org/10.18860/ling.v16i1.10681","url":null,"abstract":"A topic about women is always interesting to discuss, including their works, such as a novel. Her life journey has been portrayed in a novel in detail. This paper aims to describe the representation of a women's novel in social media, the factors leading to it, and the values within. It employed a qualitative descriptive method with a feminist literary approach that examined the text from the women's side as a reader. Data were taken from a novel published online in social media and then printed. It was Elena. This study showed that women's novels in social media tend to experience marginalization/discrimination, stereotype/negative labeling, subordination, and excessive burden for women. The dominating cultural construction, patriarchy ideology, and familial ideology are the influencing factors. Women's novel also contains messages about religious values, education values, and the values of patience and endurance. It suggested that further research compared it with other novels published in social media or other media to provide a more comprehensive and varied description.","PeriodicalId":32656,"journal":{"name":"Lingua Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85270087","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"A DIRECTIVE SPEECH ACT OF HATE SPEECH ON INDONESIAN SOCIAL MEDIA","authors":"U. Ubaidillah, I. P. Wijana","doi":"10.18860/ling.v16i1.10190","DOIUrl":"https://doi.org/10.18860/ling.v16i1.10190","url":null,"abstract":"Hate speech is not only about shared knowledge but also desires and hatred. The purpose of hate speeches is to give the addressee the knowledge unknown before and make them want something never thought of and feel something. This paper describes the type of illocutionary force of hate speech on social media in Indonesia. The utterances used as data have been stipulated by the Indonesian court violating Article 28 and 45a Information and Electronic Transactions Law or article 156a Criminal Code. This article found that the illocutionary forces of hate speeches on Indonesian social media are to express incitement, invitation, order, prohibition, criticism, and warning. The illocutionary functions of these acts are at (1) addressee's compliance upon the will of the speaker; (2) dismantlement of the identity that is the source of the speaker's hatred; or (3) elimination of hatred targets.","PeriodicalId":32656,"journal":{"name":"Lingua Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya","volume":"18 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81806458","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}