KAJIAN SASTRA BANDINGAN NOVEL SALAH ASUHAN DENGAN NOVEL LAYLA MAJNUN: Pendekatan Psikologi Sastra

Firdauzi Nur Sita, Hana Septiana Jamal, Dian Hartati
{"title":"KAJIAN SASTRA BANDINGAN NOVEL SALAH ASUHAN DENGAN NOVEL LAYLA MAJNUN: Pendekatan Psikologi Sastra","authors":"Firdauzi Nur Sita, Hana Septiana Jamal, Dian Hartati","doi":"10.30651/lf.v5i2.8663","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Sastra lahir dari masyarakat, kemudian besar, dan berkembang di masyarakat. Sastra bukan hanya dinikmati dari keindahannya saja, bentuknya, isinya, pentasnya, alunan-alunan yang mengirinya. Melainkan sastra dapat meninjau seberapa jauh manusia berekspresi, melihat dan merasakan kesamaan dan perbedaan sudut pandang, dan makna sastra itu sendiri tiada berbatas zaman, serta melibatkan segala macam ilmu. Sastra Bandingan merupakan cabang ilmu sastra yang mengkaji karya sastra dalam beragam bentuk, fungsi, dan makna. Artikel ini mencoba meninjau dari aspek Psikologi Sastra akan dua karya sastra yang dibandingkan yakni novel yang berjudul \"Salah Asuhan\" karya Abdul Moeis dengan novel yang berjudul \"Layla Majnun\" karya Syaikh Nizami. Teori psikologi yang digunakan ialah teori Sigmund Freud (1923), ada tiga unsur kepribadian dalam teori psikoanalisis yaitu Id, Ego, dan Superego. Id merupakan sistem kepribadian yang asli, dibawa sejak lahir. Saat dilahirkan, id berisi semua aspek psikologi yang diturunkan seperti insting, impuls, dan drives. Dari id ini kemudian muncul ego dan superego. Ego beroperasi mengikuti prinsip realita. Sedangkan, superego berkaitan dengan kekuatan moral dan etika dari kepribadian yang beroperasi, memakai prinsip idealistik, sebagai lawan dari id dan ego. Tinjauan ini dimaksudkan guna meneliti kejiwaan atau psikologis tokoh utama dari kedua novel tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah dua novel di di atas. Sampel di sini adalah ujaran narasi ataupun ujaran dari tokoh kedua novel tersebut. Hasil penelitian ini berupa ujaran narasi atau ujaran tokoh utama yang berkenaan dengan id, ego, dan superego pada kedua novel tersebut yang kemudian dideskripsikan dengan interpretasi. Kata Kunci: kajian bandingan, psikologi sastra, salah asuhan, layla majnun","PeriodicalId":32656,"journal":{"name":"Lingua Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya","volume":"51 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-09-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"3","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Lingua Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30651/lf.v5i2.8663","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 3

Abstract

Sastra lahir dari masyarakat, kemudian besar, dan berkembang di masyarakat. Sastra bukan hanya dinikmati dari keindahannya saja, bentuknya, isinya, pentasnya, alunan-alunan yang mengirinya. Melainkan sastra dapat meninjau seberapa jauh manusia berekspresi, melihat dan merasakan kesamaan dan perbedaan sudut pandang, dan makna sastra itu sendiri tiada berbatas zaman, serta melibatkan segala macam ilmu. Sastra Bandingan merupakan cabang ilmu sastra yang mengkaji karya sastra dalam beragam bentuk, fungsi, dan makna. Artikel ini mencoba meninjau dari aspek Psikologi Sastra akan dua karya sastra yang dibandingkan yakni novel yang berjudul "Salah Asuhan" karya Abdul Moeis dengan novel yang berjudul "Layla Majnun" karya Syaikh Nizami. Teori psikologi yang digunakan ialah teori Sigmund Freud (1923), ada tiga unsur kepribadian dalam teori psikoanalisis yaitu Id, Ego, dan Superego. Id merupakan sistem kepribadian yang asli, dibawa sejak lahir. Saat dilahirkan, id berisi semua aspek psikologi yang diturunkan seperti insting, impuls, dan drives. Dari id ini kemudian muncul ego dan superego. Ego beroperasi mengikuti prinsip realita. Sedangkan, superego berkaitan dengan kekuatan moral dan etika dari kepribadian yang beroperasi, memakai prinsip idealistik, sebagai lawan dari id dan ego. Tinjauan ini dimaksudkan guna meneliti kejiwaan atau psikologis tokoh utama dari kedua novel tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah dua novel di di atas. Sampel di sini adalah ujaran narasi ataupun ujaran dari tokoh kedua novel tersebut. Hasil penelitian ini berupa ujaran narasi atau ujaran tokoh utama yang berkenaan dengan id, ego, dan superego pada kedua novel tersebut yang kemudian dideskripsikan dengan interpretasi. Kata Kunci: kajian bandingan, psikologi sastra, salah asuhan, layla majnun
文学研究将教养错误的小说与蕾拉·马吉嫩的小说相比:文学心理学的方法
文学诞生于社会,然后在社会中蓬勃发展。文学不只是欣赏它的美丽,它的形式,它的内容,它的作品,它的喧闹。相反,文学可以回顾人类表达的距离,看到和感觉到相似和观点的不同,文学的意义本身是永恒的,涉及各种各样的科学。文学比较是文学研究的一个分支,它以各种形式、功能和意义来研究文学作品。这篇文章试图从文学心理学的角度来审视阿卜杜勒·莫伊斯(Abdul Moeis)的两部文学作品与谢赫·尼扎米(shaikh Nizami)的小说《莱拉·马吉嫩》(Layla maj修女)的对比。人们使用的心理学理论是西格蒙德·弗洛伊德(1923)理论,他的精神分析理论中有三种人格特征,即Id、自我和超自我。身份证是一种与生俱来的人格体系。出生时,身份证包含了心理学的所有方面,如本能、冲动和开车。从这些id开始是自我和超自我。自我的运作遵循现实的原则。另一方面,超自我是指人格的道德和伦理力量,这些力量利用意识形态原则,而不是id和自我。它的目的是评估这两本书主要人物的心理或心理。本研究采用的方法是描述性分析。本研究的总体是两本小说。这里的样本是这两位小说人物的叙述或话语。本研究包括对《id》、《自我》和《超我》的主要人物的叙述或演讲,然后对这两种小说进行解释。关键词:文学心理学错误教养
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
5 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书