{"title":"CERITA RAKYAT ”AJI BATARA AGUNG DEWA SAKTI” DAN ”PUTRI KARANG MELENU” DARI KUTAI KARTANEGARA (KAJIAN MOTIF INDEKS THOMPSON)","authors":"Y. Herawati","doi":"10.26499/JENTERA.V8I1.928","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/JENTERA.V8I1.928","url":null,"abstract":"This paper aims to describe motifs of “Aji Batara Agung Dewa Sakti” and “Putri Karang Melenu” folklores from Kutai Kartanegara Kingdom with the Thompson’s motif index approach. This research uses descriptive-qualitative method,i t discusses (1) the historical background, (2) the division of motifs, and (3) the similarities and differences in those two folklores. The result shows that they apply eight Thompson’s motifs index revealing similarities and differences of the folklores. Abstrak: Tujuan penelitian ini mendeskripsikan motif cerita rakyat ”Aji Batara Agung Dewa Sakti” dan “Putri Karang Melenu” yang berasal dari Kerajaan Kutai Kartanegara dengan pendekatan teori motif indeks Thompson. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, sedangkan rumusan masalahnya meliputi (1) bagaimana peristiwa sejarah yang melatar belakangi cerita rakyat; (2) bagaimanakah klasifikasi motif dalam cerita; dan (3) bagaimana pula persamaan dan perbedaan cerita rakyat “Aji Batara Agung Dewa Sakti” dan “Putri Karang Melenu”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif cerita “Aji Batara Agung Dewa Sakti” dan “Putri Karang Melenu” menerapkan motif indeks yang disusun oleh Thompson sehingga kedua cerita rakyat itu memiliki delapan motif cerita. Kedelapan motif tersebut memperlihatkan persamaan dan perbedaan.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43391862","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"DEKONSTRUKSI DALAM CERPEN MONOLOG \"AKU, PEMBUNUH MUNIR\" KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA","authors":"Ephrilia Noor Fitriana","doi":"10.26499/JENTERA.V8I1.719","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/JENTERA.V8I1.719","url":null,"abstract":"Abstract : This papper is a study of identifying the explicit meaning of monologue short story entitled \"Aku, Pembunuh Munir\" by Seno Gumira Ajidarma. The pronlem of the study is denoted through words, phrases and sentences used by the author tend to imply contradictive meanings. The method uses literatute study and deep meaning towards the text applying deconstruction theory by Derrida in order to help elaborate the meaning in wide point of view. The result of the study says that the meaning of text contains contradictive, irony and paradox meanings, consisting: the confession of character \"Aku\" does not reveal the murderer of Munir. The study concludes that those contradictive, irony and pa radox meanings represent the impression of a satire of Indonesian law which tends to be loose delivered by the author. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna eksplisit dari cerpen monolog yang berjudul \"Aku, Pembunuh Munir\" karya Seno Gumira Ajidarma. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah makna-makna kontradiktif yang tersirat pada kata-kata, frase, dan kalimat yang digunakan oleh pengarang. Dalam penelitian ini digunakan metode studi literatur serta pemaknaan yang mendalam terhadap teks dengan menerapkan teori dekonstruksi Derrida untuk membantu menguraikan makna secara luas. Hasil penelitian ini adalah makna-makna kontradiktif, ironi, dan paradoks dalam kata-kata yang digunakan oleh pengarang, yaitu pengakuan tokoh \"Aku\" yang sebenarnya ti dak menjawab siapa pembunuh Munir yang sesungguhnya. Simpulan penelitian ini adalah pengarang ingin menyampaikan makna-makna kontradiktif, ironi, dan paradoks yang merupakan sindiran terhadap hukum di Indonesia yang dirasa kurang tegas terkait dengan kasus Munir.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43393335","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"REPRESENTASI HEGEMONI DALAM NOVEL MÉMOIRES D’HADRIEN KARYA MARGUERITE YOURCENAR","authors":"Laila Fariha Zein, Dadang Sunendar, T. Hardini","doi":"10.26499/JENTERA.V8I1.1063","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/JENTERA.V8I1.1063","url":null,"abstract":"This writing aims to analyze and describe the elements of hegemony based on Gramsci's perspective in novel Memoires d’Hadrien of Marguerite Yourcenar. Gramsci's hegemony is a mastery concept or strategy based on intellectual leadership, moral awareness, and agreement. The method used in this research is the descriptive-qualitative. The instrument used in this research is the bibliographic study and documentation. The population of the research is novel Memoires d’Hadrien, and the sample of the research is hegemony based on Gramsci's perspective that contained in those work. The result of this research is the types of hegemony, including a) ideological hegemony; b) power hegemony; c) cultural hegemony; d) moral hegemony; and e) economic hegemony. Furthermore, the worldview of the author seems to integrate with the story of the characters in the novel. Abstrak: Penelitian ini difokuskan pada unsur-unsur hegemoni Gramsci pada novel Memoires d’Hadrien karya Marguerite Yourcenar. Hegemoni Gramsci adalah suatu konsep dan strategi penguasaan berbasis kepemimpinan intelektual dan kesadaran moral yang dilandasi persetujuan. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif. Teknik penelitian ini menggunakan Studi Pustaka dan Studi Dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah novel Memoires d’Hadrien, sedangkan sampel penelitiannya adalah unsur hegemoni yang terdapat pada karya tersebut. Berdasarkan hasil kajian, hegemoni yang muncul meliputi: a) hegemoni ideologi; b) hegemoni kekuasaan; c) hegemoni budaya; d) hegemoni moral; dan e) hegemoni ekonomi. Adapun selanjutnya, pandangan dunia pengarang terlihat berintegrasi dengan cerita tokoh pada novel.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47475104","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"REPRESENTASI PEWAYANGAN MODERN: KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA DALAM NOVEL RAHVAYANA AKU LALA PADAMU KARYA SUJIWO TEJO","authors":"Diki Febrianto","doi":"10.26499/JENTERA.V8I1.1192","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/JENTERA.V8I1.1192","url":null,"abstract":"This research paper is entitled \"Modern Puppet Representation: Anthropological Studies of Literature in Sujiwo Tejo's Rahvayana Aku Lala Novel\". The discussion in this article paper is limited to two aspects, namely the representation of world views and representations of elements of culture in general. This study aims to uncover both aspects, which are found in Sujiwo Tejo's novel Rahvayana Aku Lala Padamu. The dDiscussion uses a descriptive- analytical methods by describing a reality followed by analysis. The theory used is representation theory with a literary anthropology approach. The source of this research data is the novel Rahvayana Aku Lala Padamu by Sujiwo Tejo. The form of research data is in the form of a collection of stories that contain cultural elements that experience change. The results of this study are 1) World view: representation of modern wayang (dialogical structure) and social groups in the novel Rahvayana Aku Lala Padamu by Sujiwo Tejo. 2) elements of culture in general: social systems, language and literary systems, and knowledge systems. Abstrak : Penelitian ini berjudul “Representasi Pewayangan Modern: Kajian Antropologi Sastra dalam Novel Rahvayana Aku Lala Padamu karya Sujiwo Tejo”. Pembahasan di dalam artikel ini dibatasi pada dua aspek, yaitu representasi pandangan dunia dan representasi unsur kebudayaan secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kedua aspek, yang terdapat dalam novel Rahvayana Aku Lala Padamu karya Sujiwo Tejo. Pembahasan menggunakan metode deskriptif analitik dengan cara memaparkan suatu kenyataan disusul dengan analisis. Teori yang digunakan adalah teori representasi dengan pendekatan antropologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah novel Rahvayana Aku Lala Padamu karya Sujiwo Tejo. Wujud data penelitian berupa kumpulan cerita yang mengandung unsur budaya yang mengalami perubahan. Hasil dari penelitian ini terdapat 1) Pandangan dunia: representasi pewayangan modern (struktur dialogis) dan kelompok sosial dalam novel Rahvayana Aku Lala Padamu karya Sujiwo Tejo. 2) unsur kebudayaan secara umum: sistem kemasyarakatan, sistem bahasa dan sastra, dan system pengetahuan.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49641805","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Konflik Agama dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari","authors":"Ahmad Bahtiar","doi":"10.26499/JENTERA.V7I2.683","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/JENTERA.V7I2.683","url":null,"abstract":"Abstrak: Karya sastra dapat dijadikan sumber informasi tentang kebudayaan masyarakat tertentu. Melalui berbagai peristiwa yang diciptakan tokoh, kita dapat merasakan dan meresapi pikiran tokoh-tokoh tentang berbagai persoalan manusia. Gambaran yang ditampilkan dalam novel Indonesia salah satunya ialah pemahaman keberagamaan yang menimbulkan potensi konflik dengan kekerasan. Novel yang menampilkan hal itu ialah Maryam karya Okky Madasari. Novel ini menampilkan konflik agama terkait kedatangan rasul yang baru. Tokoh Maryam pada novel Maryam terlahir sebagai jemaah Ahmadiyah yang selama ini dianggap menyimpang dan sesat oleh masyarakat karena, mengakui rasul lain setelah Muhammad SAW. Selain itu, kelompoknya dianggap ekslusif oleh orang-orang kampung serta masyarakat lainnya. Akibatnya, ia dan keluarganya mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan sehingga, terusir dari kampungnya. Penelitian ini menggunakan teori Sosiologi Sastra ini untuk mengetahui pola-pola, proses atau tahapan, dan resolusi konflik keberagamaan. Selain itu, penggunaan teks sastra dalam penelitian ini merupakan alternatif dalam penelitian dalam konflik keagamaan. Untuk itu penelitian ini juga untuk mengetahui makna secara menyeluruh terhadap novel yang mendapat hadiah Khatulistiwa Award pada 2012. Kata Kunci : konflik keagamaan, novel Maryam , Okky Madasari, Ahmadiyah Abstract : Literary works can be a source of information about the culture of a particular society. Through the various events created by the characters, we can feel and perceive the minds of the characters about human problems. The picture presented in the Indonesian novel is one of them is a religious understanding that raises the potential for conflict with violence. The novel featuring it is Maryam by Okky Madasari. This novel presents a religious conflict related to the coming of the new apostle. Maryam's character in the novel Maryam was born as an Ahmadiyah congregation that has been considered deviant and perverted by society because, recognize other apostles after Muhammad SAW. In addition, the group is considered exclusive by the villagers as well as other communities. As a result, he and his family suffered unpleasant treatment so, evicted from his village. This research uses Sociology Literature theory to know the patterns, processes or stages, and resolution of religious conflict. In addition, the use of literary texts in this study is an alternative in research in religious conflicts. For this study also to know the overall meaning of the novel awarded the Equator Award in 2012. Keywords : religious conflict, novel Maryam, Okky Madasari, Ahmadiyah","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46773139","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KEARIFAN LOKAL BUDAYA MINANGKABAU DALAM SENI PERTUNJUKKAN TRADISIONAL RANDAI","authors":"Iswadi Bahardur","doi":"10.26499/jentera.v7i2.932","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/jentera.v7i2.932","url":null,"abstract":"Randai merupakan seni pertunjukkan tradisional yang memuat beragam kearifan lokal budaya Minangkabau. B erpedoman pada hal tersebut dipandang penting untuk mengkaji dan meempertahankan kelestarian randai di tengah kehidupan masyarakat Minangkabau modern. P ertimbangan lainnya adalah pesatnya budaya modern yang berorientasi liberalistik-kapitalistik memasuki berbagai lapisan kehidupan masyarakat Minangkabau menyebabkan seni tradisi beserta nilai-nilai tradisional mengalami kegamangan. D ilatarbelakangi fakta-fakta tersebut penelitian terhadap kearifan lokal budaya Minangkabau dalam seni pertunjukkan tradisional randai ini dilakukan. D engan menggunakan metode library research, tujuan yang hendak dicapai adalah menganalisis unsur kearifan lokal budaya Minangabau dalam seni pertunjukkan tradisional randai. P roses penelusuran literatur dan penelaahan kembali berbagai hasil kajian randai, baik dari aspek estetika gerak dan tari, musik, gerak silat, lakon, dan naskah cerita menghasilkan simpulan bahwa Randai Minangkabau memuat ragam unsur kearifan lokal yang bersumber dari ajaran agama, adat, serta falsafah alam. Temuan ini membuktikan bahwa masyarakat Minangkabau adalah masyarakat yang kaya akan seni tradisi dan berkehidupan dilandasi oleh ajaran agama, adat, serta kepedulian terhadap alam semesta.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45710497","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
lynda susana widya ayu fatmawaty, Nila Mega Marahayu, Shofi Mahmudah Budi Utami, Imam Suhardi
{"title":"PERSPEKTIF BOURDIEU PADA POLA INTERRELASI PADA EKSISTENSI LENGGER LANANG LANGGENG SARI DALAM PERTUNJUKAN SENI DI BANYUMAS","authors":"lynda susana widya ayu fatmawaty, Nila Mega Marahayu, Shofi Mahmudah Budi Utami, Imam Suhardi","doi":"10.26499/JENTERA.V7I2.916","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/JENTERA.V7I2.916","url":null,"abstract":"Penelitian ini berjudul Perspektif Bourdieu pada Pola Interrelasi pada eksistensi Lengger Lanang Langgeng Sari dalam Pertunjukan Seni di Banyumas bertujuan untuk mengungkap pola interrelasi mendukung eksistensi Lengger Lanang di Banyumas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan teori Bourdieu untuk menganalisis fenomena ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa arena, modal, habitus, dan lintasan adalah unsur-unsur yang saling terkait yang mendukung eksistensi lengger lanang hingga saat ini. Namun, bidang ini menunjukkan sebagai pemantik munculnya kembali Komunitas Lengger Lanang Langgeng Sari dalam seni pertunjukan Banyumas. Lebih jauh, modal diakui sebagai modal budaya dan simbolik di mana mereka dikelilingi oleh seniman tradisional dan pemerintah yang mendukung mereka. Modal simbolis juga mengarah pada penerimaan masyarakat untuk keunikan. Sementara, habitus adalah keterampilan lengkap setiap anggota di masyarakat yang mengikat mereka dalam harmoni. Akhirnya, lintasan ini didefinisikan sebagai penerimaan lengger sepenuhnya karena Lengger dikaitkan dengan Banyumas pada pekerja seni lainnya di Banyumas ini. Penelitian ini berjudul Perspektif Bourdieu pada Pola Interrelasi pada eksistensi Lengger Lanang Langgeng Sari dalam Pertunjukan Seni di Banyumas bertujuan untuk mengungkap pola interrelasi mendukung eksistensi Lengger Lanang di Banyumas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan teori Bourdieu untuk menganalisis fenomena ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa arena, modal, habitus, dan lintasan adalah unsur-unsur yang saling terkait yang mendukung eksistensi lengger lanang hingga saat ini. Namun, bidang ini menunjukkan sebagai pemantik munculnya kembali Komunitas Lengger Lanang Langgeng Sari dalam seni pertunjukan Banyumas. Lebih jauh, modal diakui sebagai modal budaya dan simbolik di mana mereka dikelilingi oleh seniman tradisional dan pemerintah yang mendukung mereka. Modal simbolis juga mengarah pada penerimaan masyarakat untuk keunikan. Sementara, habitus adalah keterampilan lengkap setiap anggota di masyarakat yang mengikat mereka dalam harmoni. Akhirnya, lintasan ini didefinisikan sebagai penerimaan lengger sepenuhnya karena Lengger dikaitkan dengan Banyumas pada pekerja seni lainnya di Banyumas ini.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44872662","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BABAD TANAH JAWA","authors":"H. B. Qur’ani","doi":"10.26499/JENTERA.V7I2.918","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/JENTERA.V7I2.918","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam teks Babad Tanah Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif . Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik noninteraktif. Teknik pengumpulan data noninteraktif dengan melakukan pembacaan secara intensif dari babad dan melakukan pencatatan secara aktif dengan metode content analysis . Content analysis atau analisis isi dipergunakan untuk menganalisis dokumen sehingga diketahui isi dan makna yang terdapat dalam dokumen tersebut. Dalam teks Babad Tanah Jawa terdapat tiga nilai pendidikan karakter yang dominan. Nilai-nilai pendidikan karakter tersebut diantaranya (1) Nilai Karakter Religius yang digambarkan melalui sikap yang sesuai dengan agama yang dianut, (2) Nilai Karakter Semangat Kebangsaan yang digambarkan melalui semangat mengusir penjajah di tanah Mataram, dan (3) Nilai Karakter Cinta Tanah Air yang digambarkan melalui kegigihan menjaga tanah kerajaan agar tidak diambil oleh kerajaan lain.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47114838","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"EKSTASI GAYA HIDUP URBAN DALAM HANACO","authors":"Resti Nurfaidah","doi":"10.26499/jentera.v7i2.892","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/jentera.v7i2.892","url":null,"abstract":"Makalah ini berjudul “Ekstasi Gaya Hidup Urban dalam Hanaco”. Makalah ini memaparkan kondisi manusia urban yang terjebak dalam kungkungan budaya massa. Pembahasan dalam makalah ini dibatasi pada tiga hal berikut, yaitu perkawinan dan parenting , masalah dan penyelesaian masalah, serta hubungan antarmanusia. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mendapati jawaban atas ketiga masalah tadi, yaitu bagaimana manusia urban memandang dan menghadapi perkawinan serta parenting , masalah dan penyelesaian masalah, serta hubungan antarmanusia. Pembahasan tersebut menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan cultural studies pada pengaruh budaya massa, terutama di kalangan manusia urban yang terdapat pada data penelitian berupa novel-novel karya Indah Hanaco, yaitu (1) Black Angel, (2) The Curse of Beauty: Metrolifestyle Sales Promotion Girl, (3) Le Masques, (4) My Better Half, (5) You Had Me at “Hello”, (6) Heartling, (7) Out of the Blue, (8) Delicious Married, (9) The Passionate Married, (10) Fixing A Broken Heart, dan (11) Millionaire’s Heart. Hasil amatan sementara yang dapat terungkap dalam abstrak, antara lain, tampaknya terjadi pergeseran pandangan manusia urban terhadap perkawinan, konsep parenting , masalah dan penanganan masalah, serta hubungan antarmanusia.","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41472914","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGANTIN-PENGANTIN BOCAH DALAM SASTRA BERLATAR DI INDONESIA, AFGHANISTAN, DAN BANGLADESH","authors":"Novita Dewi","doi":"10.26499/JENTERA.V7I2.876","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/JENTERA.V7I2.876","url":null,"abstract":"Artikel ini membahas tokoh-tokoh perempuan yang menikah di usia muda pada tiga karya sastra terpilih yang berlatar tempat di Indonesia, Afghanistan, dan Bangladesh, yaitu “Inem” karya Pramoedya Ananta Toer, novel A Thousand Splendid Suns oleh Khaled Hosseini, dan cerpen Razia Sultana Khan “Seduction”. Metode content analysis dan pendekatan feminisme, multikulturalisme, dan poskolonialisme digunakan untuk menelisik penggambaran pengantin-pengantin bocah dalam ketiga karya. Terdapat tiga temuan yaitu, pertama , perekonomian keluarga menjadi pertimbangan perkawinan anak dan dianggap kewajaran pada tradisi dan waktu tertentu. Kedua , pengantin-pengantin bocah menjadi korban demi menjaga kehormatan keluarga. Ketiga , terjadi normalisasi kekerasan ketika pengantin-pengantin belia yang dikorbankan itu dianggap sebagai kelumrahan saja. Kata-kata kunci: pengentasan kemiskinan, kehormatan keluarga, normalisasi kekerasan","PeriodicalId":32593,"journal":{"name":"Jentera Jurnal Kajian Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45465853","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}