Andi Nurmas, R. Adawiyah, Laode Muh. Harjoni KW, T. C. Rakian, Sitti Leomo, Sitti Nurhalimah
{"title":"Aplikasi Mulsa Daun Pisang dan Pupuk Organik Cair (POC) Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai (Capsicum annum L.)","authors":"Andi Nurmas, R. Adawiyah, Laode Muh. Harjoni KW, T. C. Rakian, Sitti Leomo, Sitti Nurhalimah","doi":"10.33772/bpa.v8i2.15176","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v8i2.15176","url":null,"abstract":"Rendahnya produktivitas tanaman cabai di Sulawesi Tenggara disebabkan kesuburan tanah yang rendah danketersediaan air yang terbatas akibat perubahan iklim terutama pada musim kemarau. Tanah-tanah di Sulawesi Tenggaradidominasi tanah marginal sehingga menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan dan produksi tanaman. Salahsatu upaya yang dapat dilakukan dengan teknologi pemulsaan dan pemberian pupuk organik cair. Tujuan penelitianuntuk mengetahui pengaruh mulsa daun pisang dan POC bonggol pisang dalam meningkatkan pertumbuhan tanamancabai. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Kebun Percobaan II Fakultas Pertanian UHO. yangberlangsung bulan Mei-Agustus 2019. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) polafaktorial. Faktor I adalah mulsa daun pisang (M) terdiri atas 3 taraf yaitu kontrol (M0), Mulsa daun pisang 2 kg perpetak(M1) dan Mulsa daun pisang 4 kg perpetak (M2). Faktor II adalah POC bonggol pisang yang terdiri atas 3 taraf yaitukontrol (P0), POC 10 ml Lˉ1 air (P1) dan POC 20 ml Lˉ1 air (P1). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dan masing-masingdiulang 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlahcabang primer, jumlah cabang sekunder dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mulsadaun pisang dan pupuk organik cair (POC) bonggol pisang memberikan respon berbeda terhadap variabel pertumbuhantanaman cabai, baik secara mandiri maupun interaksi antar perlakuan.Kata Kunci: Mulsa Daun Pisang, Pupuk Organik Cair (POC) bonggol pisang, Tanaman Cabai","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129477012","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
E. P. Ramdan, Inti Mulyo Arti, Risnawati Risnawati
{"title":"Evaluasi Viabilitas dan Patogen Terbawa Benih Jagung pada Perlakuan Fisik dan Kimia","authors":"E. P. Ramdan, Inti Mulyo Arti, Risnawati Risnawati","doi":"10.33772/bpa.v8i2.14900","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v8i2.14900","url":null,"abstract":"Benih merupakan salah satu bahan tanam penting dalam teknologi produksi pertanian.Oleh karena itu kualitas benih secara genetik, fisiologik, dan fisik perlu diperhatikan secara seksama. Kualitas benih dapat dilihat dari viabilitas benih untuk tumbuh normal menjadi individu tanaman baru. Penelitian bertujuan mengevaluasi viabilitas dan patogen yang menginfeksi benih jagung dengan perlakuan fisik dan kimia. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial yang terdiri dari 10 perlakuan meliputi 1) perlakuan fisik dengan cara dipanaskan dengan pada suhu 40 oC microwave selama 10, 20, 30, 40 detik dan tanpa pemanasan sebagai kontrol, 2) perlakuan kimia dengan cara perendaman benih pada fungisida berbahan aktif difenokonazol selama 15 menit pada konsentrasi 0,5%, 1%, 2%, 3%, dan perendaman dengan aquades sebagai kontrol. Benih yang telah diberi perlakuan ditanam menggunakan teknik growing on test. Kemudian diinkubasi selama satu minggu. Daya kecambah dan pertumbuhan patogen diamati pada akhir inkubasi. Patogen yang menginfeksi kemudian diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fisik menunjukkan viabilitas benih paling baik (100%) dibandingkan perlakuan kimia. Pengaruh perlakuan kimia difenokonazol dengan konsentrasi 3% menurunkan daya infeksi patogen tular benih sebesar 82% dibandingkan dengan kontrol. Patogen yang teridentifikasi terbawa benih jagung yaitu Aspergillus sp., Fusarium sp. dan Rhizofus sp. Kata Kunci : Aspergillus, Fusarium, mutu benih, perlakuan benih, Rhizofus sp.","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"142 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116105192","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Pupuk Organik Hayati dan Kultivar terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi Gogo (Oryza sativa L.) Lokal Buton Utara","authors":"Arman Arman, Laode safuan, Hamirul Hadini","doi":"10.33772/bpa.v8i2.14941","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v8i2.14941","url":null,"abstract":"Tanaman dapat tumbuh dan berproduksi tinggi sesuai potensi genetiknya jika kondisi lingkungan tumbuhnya sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi pupuk organik hayati dan kultivar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo lokal. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok dalam pola rancangan petak terbagi. Petak utama yaitu pupuk organik hayati terdiri dari tanpa pupuk organik hayati (P0), pupuk organik hayati dosis 5 t.ha-1 (P1), 10 t.ha-1 (P2), 15 t.ha-1 (P3), d a n 20 t.ha-1 (P4). Anak petak yaitu kultivar terdiri dari Kultivar Wakawondu (K1), Wangkariri (K2), dan Wakombe (K3). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk organik hayati dan kultivar yang berbeda menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo lokal Buton Utara yang berbeda. Kultivar Wakawondu menunjukkan pertumbuhan dan produksi tanaman terbaik dibandingkan dengan Kultivar Wangkariri dan Wakombe dan pupuk organik hayati dosis 15 t.ha-1 dan 20 ton ha-1 memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo lokal Buton Utara dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kata Kunci: Kultivar wakawondu, padi gogo lokal, pupuk organik hayati","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132207049","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Respon Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq.) terhadap Solum Dangkal (Studi Kasus: Kabupaten Kutai Timur)","authors":"Githa Noviana, Fani Ardiani","doi":"10.33772/bpa.v8i2.13196","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v8i2.13196","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman solum terhadap produksi tandan buah segar kelapa sawit (TBS). Penelitian dilakukan di PT. SSG pada blok tanaman menghasilkan tahun tanam 2014 yang terletak di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Data penelitian adalah data produksi TBS mulai dari bulan Januari 2018 hingga Desember 2019 pada kedalaman solum 30 cm, 60 cm, dan 80 cm. Analisis data menggunakan metode regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kedalaman solum terhadap produksi TBS. Nilai R Square menunjukkan angka 0,632, yang artinya pengaruh kedalaman solum sebesar 63,2% terhadap produksi TBS. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa produksi TBS kelapa sawit tertinggi per hektar ditemukan pada kedalaman solum lebih dari 80 cm, sedangkan pada solum dangkal menunjukkan penurunan produksi TBS. Dengan demikian, kedalaman solum yang baik untuk tanaman kelapa sawit lebih dari 80 cm, di mana perkembangan akar dan penyerapan nutrisi lebih efektif yang berdampak pada produksi tanaman.","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"227 2","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133847864","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ahmad Fatsan, S. Sudarsono, D. Dinarti, Ismail Maskromo
{"title":"Potensi Hasil dan Keragaman Fenotipik Aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) Sulawesi Tenggara","authors":"Ahmad Fatsan, S. Sudarsono, D. Dinarti, Ismail Maskromo","doi":"10.33772/bpa.v8i2.14544","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v8i2.14544","url":null,"abstract":"Aren adalah salah satu jenis palma yang penyebarannya sangat luas di Indonesia, termasuk di provinsi SulawesiTenggara. Pohon aren memiliki banyak manfaat mulai dari akar sampai daun. Bunga aren berbentuk mayang denganuntaian yang berlapis-lapis. Pengamatan fenotipik dan potensi nira aren dilakukan di tiga Kabupaten yaitu Muna, KolakaTimur dan Bombana.Pengamatan potensi aren Sulawesi Tenggara dilakukan dengan cara mengambil sampel 5 pohonaren di Kabupaten Muna, Kolaka Timur dan Bombana. Parameter karakter fenotipik meliputi lingkar batang dankomponen buah serta potensi poduksi. Hasil uji t-test pengamatan fenotipik aren Sulawesi Tenggara menunjukkanperbedaan yang signifikan pada karakter-karakter fase generatif, terutama aren Muna. Aren Bombana memiliki %brix20.6% lebih baik bila dibandingkan dengan aren Muna dan Kolaka Timur. Produksi rata-rata nira Muna lebih tinggidibandingkan kabupaten lainnya dengan rata-rata produksi23.64 l/mayang/hari sedangkan produksi rata-rata arenSulawesi Tenggara 20.65-23.64 l/mayang/hari.Kata kunci : Aren, Brix, Fenotipik, Generatif,Mayang, Nira","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130794609","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sitti Putri Fitriah Madjidir Adam, Andi Bahrun, La Ode Alwi
{"title":"Respon Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Pada Pemberian Biochar dan MOL.","authors":"Sitti Putri Fitriah Madjidir Adam, Andi Bahrun, La Ode Alwi","doi":"10.33772/bpa.v8i1.13314","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v8i1.13314","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan pemberian biochar dan larutan MOL terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao. Penelitian di laksanakan di rumah kaca pada Laboratorium Lapangan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, pada bulan Juni sampai bulan November tahun 2019. Dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial. Faktor pertama adalah Biochar Kulit Buah Kakao (B) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf, yaitu tanpa biochar kulit buah kakao (B0), biochar kulit buah kakao 30 g/polybag (B1), biochar kulit buah kakao 60 g/polybag (B2). Sedangkan faktor kedua adalah Mikro Organisme Lokal (MOL) (M) dari bonggol pisang, rebung bambu dan sabut kelapa yang terdiri dari 3 (tiga) taraf, yaitu tanpa MOL (M0), MOL 40 ml/polybag(M1), MOL 80 ml/polybag(M2). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Data hasil pengamatan di alanalisis dengan analisis ragam, di lanjutkan dengan uji UJBD jika terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan biochar dan larutan MOL berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao yang ditunjukkan dengan peningkatan tinggi tanaman, dan berpengaruh sangat nyata terhadap berat basah akar, berat kering tajuk dan akar serta panjang akar. Interaksi Pemberian perlakuan biochar 30 g/polybag dan larutan MOL 80 ml/polybag mampu meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman kakao dibandingkan dengan kontrol.","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116050810","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengendalian Hama Plutella xylostella L. pada Tanaman Kubis yang Ditumpangsarikan dengan Tanaman Tomat","authors":"Andi Nurmas, Rahayu Mallarangeng, Andi Kristianto","doi":"10.33772/bpa.v8i1.12087","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v8i1.12087","url":null,"abstract":"Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pola tanam terhadap keberadaan hama dan musuh alami, intensitas kerusakan tanaman kubis dan produktivitas lahan tumpangsari kubis dan tomat. Penelitiandilakukan di Laboratorium Lapangan Kebun Percobaan IIdan Laboratorium Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari, pada bulan April hingga Juni 2018.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 kali ulangan sebagai kelompok sehingga diperoleh 24 unit percobaan, yang terdiri dari monokultur kubis (MK), monokultur tomat (MT), tumpangsari kubis + tomat berjalur (TB) dan tumpangsari kubis + tomat selang-seling (TS). Variabel yang diamati yaitu: (1) intensitas kerusakan daun kubis (%), (2) jenis hama yang ditemukan selama penelitian, (3) produksi kubis (g), (4) produksi tomat, dan (5) Land Equivalent Ratio (LER).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tanam tumpangsari kubis + tomat berjalur dan tumpangsari kubis + tomat berselang-seling mampu menekan intensitas serangan hama Plutella xylostella L. danSpodoptera litura. Tumpangsari kubis + tomat berjalur merupakan perlakuan pola tanam terbaik dengan nilai Land Equivalent Ratio (LER) > 1,50. Kata kunci : Jenis hama, Land Equivalent Ratio (LER), Tumpangsari kubis+tomat","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129704331","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pertumbuhan dan hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering Marginal dengan aplikasi Mikoriza Arbuskula dan Pupuk Kotoran sapi","authors":"Rachmawati Hasid, Makmur Jaya Arma, Andi Nurmas, Sadar Sadar","doi":"10.33772/bpa.v8i1.9082","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v8i1.9082","url":null,"abstract":"Budidaya tanaman pada lahan marginal mengalami berbagai tantangan terkait tingkat kesuburan yang rendah dan seringkali memiliki sifat fisik dan biologi tanah yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman. Dalam hal ini, input teknologi berupa pemanfaatan bahan organik dan pupuk hayati sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mempelajari sejauhmana pengaruh mikoriza arbuskula indigenous dan pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut lokal Ereke di Lahan kering marginal. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kendari. Rancangan yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam pola faktorial. Faktor pertama adalah inokulasi mikoriza arbuskula (MA) yang terdiri dari 2 (dua) taraf yaitu tanpa inokulasi (M0) dan inokulasi MA 50 g per lubang tanam (M1). Faktor kedua adalah pemberian pupuk kotoran sapi yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu tanpa pupuk (K0), menggunakan pupuk kotoran sapi 2,5 t. ha-1 (K1), 5 t. ha-1 (K2), 7,5 t. ha-1 (K3), 10 t. ha-1 (K4), dan 12,5 t. ha-1 (K5). Dari dua faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan yang ditempatkan dalam tiga kelompok sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi inokulasi mikoriza arbuskula dengan pupuk kandang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pada lahan marginal. Perlakuan terbaik diperoleh pada inokulasi MA 50 g per tanaman dengan takaran pupuk kandang 12,5 t. ha-1 .Kata kunci : Indigenous, jagung pulut, lokal Ereke.","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121917052","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Pupuk Organik MOF terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Gogo (Oryza zativa L.) Kultivar Rantepera pada Sistem Tanam yang Berbeda","authors":"Gabriel Kule, Yulius B. Pasolon, Laode Afa","doi":"10.33772/bpa.v8i1.12537","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v8i1.12537","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik MOF terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo kultivar rantepera pada sistem tanam yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pombulaa Jaya kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan yang terletak pada kordinat 04000’4.59”S-122031’40.9”E dengan ketinggian tempat ± 13,33 m dpl. dan di Laboratorium Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo yang dilaksanakan dari bulan Desember 2018 sampai Mei 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dalam pola racangan acak kelompok (RAK). Sistem tanam (T) sebagai petak utama yaitu sistem tanam langsung (T1) dan sistem tanam pindah (T2). Pupuk organik MOF (M) sebagai anak petak yaitu tanpa pupuk MOF (M0), pupuk MOF 5 t.ha-1 (M1) dan pupuk MOF 7 t.ha-1 (M2). Perlakuan ini terdiri dari 6 kombinasi yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm-2), umur berbunga, umur panen, panjang malai (cm) per rumpun, total gabah per malai (butir), jumlah gabah isi per malai (butir), jumlah gabah hampa per malai (butir), bobot 1000 butir gabah (g), bobot gabah perumpun (g) dan produksi per hektar (t.ha-1). Data pengamatan dianalisis ragam, jika terdapat pengaruh nyata dan pengaruh sangat nyata dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sistem tanam dan pupuk organik MOF 821 berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil dua kultivar tanaman padi gogo. Mandiri sistem tanam langsung dapat meningkatkan produksi tanaman dibandingkan dengan sistem tanam pindah dan pupuk MOF dosis 7 t.ha-1 lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kata kunci: pupuk MOF 831, kultivar rantepera, sistem tanam pindah.","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132363656","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Suhu Tanah dan Salinitas pada Lahan Cabai Rawit yang Diamandemen Biochar","authors":"La Ode Nasir","doi":"10.33772/bpa.v8i1.13078","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v8i1.13078","url":null,"abstract":"Suhu dan salinitas tanah sebagai salah satu faktor lingkungan mikro tanah yang berperan penting dalam mengendalikan proses-proses biologis dalam ekosistem tanah tropika. Biochar dapat mengubah lingkungan mikro tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh biochar yang sebagai bahan pembenah tanah terhadap suhu tanah dan salinitas tanah. Perlakuan percobaan terdiri atas tanpa biochar (B0) dan dengan diamandemen 3 kg biochar (B1). Tiap perlakuan diulangi sebanyak lima kali, mengikuti prosedur rancangan acak kelompok, sehingga terdapat 10 unit/petak perlakuan. Suhu dan salinitas tanah diukur sebanyak empat kali dalam sehari, yakni pada pukul 10.00, 13.00, 17.00, dan 24.00 menggunakan Hanna Soil Test. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh suhu dan salinitas tanah yang diberi biochar dengan dosis 5 ton/ha dibandingkan tanpa biochar, namun perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan, biochar sebagai agen pembenah tanah dengan dosis 5 ton/ha memiliki pengaruh terhadap suhu dan salinitas tanah dibanding tanah yang tidak diberi biochar, namun tidak signifikan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui bahan baku, metode pembuatan dan dosis yang tepat untuk memberikan perbaikan tanah secara signifikan.","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"68 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126333540","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}