{"title":"Pengaruh Air Kelapa (Cocos nucivera) dan Bokashi Kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.)","authors":"S. Sumardin, Norma Arif, Andi Bahrun","doi":"10.33772/bpa.v9i2.15944","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v9i2.15944","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiraman air kelapa muda (Cocos nucivera)dan bokasi krinyuh (Chromolaenaodorata)terhadap pertumbuhan tanaman sawi(Brassica juncea L.).Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor.Faktor pertama adalah air kelapa muda yang terdiri atas 4 taraf: tanpa air kelapa (A0), air kelapa muda 100 ml polibag-1(A1), 150 ml polibag-1 (A2), 200 ml polibag-1 (A3). Faktor kedua adalah bokasi krinyuh yang terdiri atas 4 taraf yaitu tanpa bokasi krinyuh (K0), bokasi krinyuh 75 gram polibag-1 (K1), bokasi krinyuh 100 gram polibag-1 (K2), bokasi krinyuh 125 gram polibag-1 (K3).Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi antara air kelapa muda dan bokasi krinyuh tidak berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati: mulai dari tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman, berat segar akar, berat kering tanaman, berat kering akar. Perlakuan air kelapa muda secara mandiri berpengaruh sangat nyata terhadap variabel yang diamati yakni tinggi tanaman pada 16 HST dan berpengaruh nyata pada 28 HST, jumlah daun 16 HST dan luas daun 16 HST.Pemberian bokasi krinyuh memberikan pengaruh sangat nyata terhadap semua variabel pertumbuhan tanaman sawi yakni tinggi tanaman 10, 16, 22, 28 HST, jumlah daun 10, 16, 22, 28 HST, luas daun 10, 16, 22, 28 HST, berat segar tanaman, berat segar akar, berat kering tanaman,dan berat kering akar.Kata Kunci: Air kelapa muda, bokasi, krinyuh dan tanaman sawi.","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130173712","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Samharinto Soedijo, M. I. Pramudi, Helda Orbani Rosa, Ikhsan Maulana, Priska Deyana Rima, Gusti Muhammad Ahsin Anggarda Putra
{"title":"PEMANFAATAN ASAP CAIR DARI LIMBAH PADAT KELAPA SAWIT PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI LAHAN BASAH SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI","authors":"Samharinto Soedijo, M. I. Pramudi, Helda Orbani Rosa, Ikhsan Maulana, Priska Deyana Rima, Gusti Muhammad Ahsin Anggarda Putra","doi":"10.33772/bpa.v9i2.20446","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v9i2.20446","url":null,"abstract":"Telah dilakukan penelitian penggunaan asap cair dari limbah padat kelapa sawit berupa tandan kosong serabut dan cangkang. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh asap cair terhadap larva Spodoptera litura di laboratrium dan kemampuan asap cair untuk mengendalikan hama daun tanaman sawi, kedelai, dan hama polong kedelai. Penelitian dilakukan di laboratorium dan di lapangan, di laboratorium dengan menggunakan serangga uji S. litura yang diberi pakan yang dicelupkan (sandwich daun) ke dalam asap cair dan dengan menyemperotkan asap cair langsung ke larva S. litura, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan penyemprotan asap cair pada dua jenis tanaman sayuran, yaitu sawi dan kedelai . Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa perlakuan asap cair metode semprot lebih mampu mematikan larva S. litura dibandingkan dengan metode sandwich daun, sedangkan metode sandwich daun lebih mampu menghambat pembentukan imago. Penelitian lapangan secara statistik antara perlakuan asap cair tidak menunjukkan perbedaan nyata terhadap intensitas kerusakan daun baik pada tanaman sawi maupun kedelai, perbedaan nyata hanya pada berat segar tanaman sawi.","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"133 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133584470","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Wa Rukia, L. O. S. Bande, Gusnawaty HS Gusnawaty HS
{"title":"Analisis Hubungan Ketersediaan Unsur Hara dengan Penyakit Vascular Streak Dieback (VSD) pada Tanaman Kakao","authors":"Wa Rukia, L. O. S. Bande, Gusnawaty HS Gusnawaty HS","doi":"10.33772/bpa.v9i1.16437","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v9i1.16437","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan mengetahui intesitas dan keparahan penyakit vascular streak dieback (VSD) dan menganalisis unsur hara yang berpengaruh terhadap intesitas dan keparahan penyakit vascular streak dieback (VSD) yang disebabkan oleh Oncobasidium theobromae. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai bulan November 2020 di lahan perkebunan kakao di Kabupaten Konawe dan Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggaradan Laboratorium Biomolekuler Fakultas MIPA Universitas Halu Oleo. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan survei pada pertanaman kakao untuk pengamatan intesitas dan keparahan penyakit serta pengambilan sampel tanah.Variabel yang diamati adalah intesitas dan keparahan penyakit di lapang, analisis sifat kimia tanah dan kadar unsur hara. Hasil penelitian menunjukan intesitas penyakit VSD di lapang berkisar 10 – 100%, keparahan penyakit VSD di lapang 2,5 – 95%. Unsur hara yang berpengaruh langsung meningkatkan intesitas penyakit VSD adalah P-tersedia. Unsur hara yang berpengaruh langsung menurunkan intesitas penyakit VSD adalah N-total dan K-tersedia. Unsur hara yang berpengaruh langsung meningkatkan keparahan penyakit VSD adalah P-tersedia dan N-total. Unsur Hara yang berpengaruh langsung menurunkan keparahan penyakit VSD adalah K-tersedia.Kata Kunci: Oncobasidium theobromae, penyakit VSD, unsur hara","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125957641","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"RESPON VARIETAS PADI TERHADAP KEPADATAN POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN WERENG BATANG COKLAT (Nilaparvata lugens Stal.)","authors":"Samrin Samrin, M. Taufik, R. Rahayu M","doi":"10.33772/bpa.v9i1.15883","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v9i1.15883","url":null,"abstract":"Serangan hama WBC dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi petani. Intensitas serangan dapat mencapai lebih dari 90% atau gagal panen (hopperburn). Penanaman padi Varietas Unggul Tahan Wereng (VUTW) merupakansalah satu upaya penanganan hama WBC. Oleh karena itu tujuan penelitian adalah mengevaluasi respon pertumbuhan dan intensitas serangan WBC pada tiga varietas padi yang diinvestasi dengan tingkat kepadatan populasi yang berbeda. Penelitian didesain dalam pola faktorial dengan rancangan dasar Rancangan Petak Terpisah (RPT) yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama Varietas sebagai petak utama (PU) yang terdiri atas tiga taraf yaitu Inpari 33 (V1), Tarabas (V2), dan Mekongga (V3). Faktor kedua tingkat kepadatan populasi WBC sebagai anak petak (AP) yang terdiri atas lima taraf yaitu lima ekor WBC (P1), 10 ekor WBC (P2), 15 ekor WBC (P3), 20 ekor WBC (P4) dan kontrol tanpa populasi WBC (P0). Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga total unit percobaan ada 45 pot. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, dan Intensitas serangan WBC. Hasil penelitian menunjukkan ada interaksi antara semua variabel yang diamati. Semakin tinggi jumlah serangga yang diinvestasi maka semakin rendah tinggi tanaman 86,00 cm pada kombinasi varietas Mekongga dengan jumlah 20 ekor WBC/rumpun, sebaliknya kombinasi varietas Tarabas dengan tanpa investasi WBC memberikan respon tinggi tanaman tertinggi. Sebaliknya pada variabel jumlah anakan varietas Tarabas dengan 20 ekor WBC/rumpun menghasilkan jumlah anakan terendah 5,33 anakan. sedangkan kombinasi inpari-33 tanpa WBC menghasilkan jumlah anakan tertinggi 12,33 anakan. Intensitas serangan WBC yang tertinggi terjadi pada kombinasi varietas Tarabas dengan jumlah WBC 20 ekor/rumpun yang mencapai 45%. Hal yang menarik terjadi pada kombinasi Inpari-33 dengan 10 WBC/rumpun intensitas serangan 0% dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya, sebaliknya dua varietas lainnya yang diuji menunjukkan adanya intensitas serangan WBC meskipun masih sangat rendah. Nampaknya varietas Inpari-33 memberikan respon pertumbuhan yang lebih baik ketika diinvestasi dengan WBC, sedangkan varietas Terabas memberikan respon pertumbuhan yang rendah serta tingkat serangan WBC paling tinggi. Kata Kunci: Padi, Kepadatan populasi, WBC, intensitas serangan,","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115099891","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rusdaling Rusdaling, M. Hemon, Namriah Namriah, Hasbullah Syaf, Darwis Darwis, Z. Zulfikar
{"title":"Karakteristik Inceptisol pada Toposekuen Perkebunan Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) di Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara","authors":"Rusdaling Rusdaling, M. Hemon, Namriah Namriah, Hasbullah Syaf, Darwis Darwis, Z. Zulfikar","doi":"10.33772/bpa.v9i1.19260","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v9i1.19260","url":null,"abstract":"Inceptisol adalah jenis tanah yang tergolong kedalam tanah muda dengan karakteristik profil yang mulai berkembang. Tanah ini mengalami pelapukan sedang dan tercuci karena pengaruh musim basah dan kering sehingga mempengaruhi karakteristik morfologi tanah yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui karakteristik morfologi tanah pada perkebunan cengkeh berdasarkan toposekuen di Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara, (2) untuk mengetahui horizon-horizon apa saja yang terdapat pada profil tanah pada perkebunan cengkeh di Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei berdasarkan toposekuen, analisis laboratorium, dan ditunjang dengan data-data sekunder. Tiga profil yang mewakili toposekuen lokasi penelitian dipilih berdasarkan ketinggian tempat yang berbeda, , profil (PI) sebagai lereng bawah dengan ketinggian 5 m dpl, profil (PII) sebagai lereng tengah dengan ketinggian 15 m dpl dan profil (PIII) sebagai lereng atas dengan ketinggian 46 m dpl. Masing-masing profil dideskripsi karakteristik eksternal dan internal serta diambil sampel tanah untuk dilakukan analisis di laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian mempengaruhi sifat-sifat tanah yang terbentuk. Pada lereng bawahmemiliki epipedon umbrik, endopedon kambik, sehingga tergolong ordo inceptisol, subordo aquept, grup humaquept, sub grub typic humaquept dan family typic humaquept, berdebu kasar, campuran, hipertermik, lereng tengah memiliki epipedon umbrik, endopedon kambik, sehingga tergolong ordo inceptisol, subordo aquept, grup humaquept, sub grub typic humaquept dan family typic humaquept, berdebu kasar, campuran, isohipertermikdan lereng atas memiliki epipedon umbrik, endopedon kambik, sehingga tergolong ordo inceptisol, subordo aquept, grup humaquept, sub grub typic humaquept dan family typic humaquept, berdebu kasar, campuran, hipertermik dengan masing-masing profil berada pada tingkat perkembangan tanah yang seragam yaitu pada tahap belum berkembang lanjut karena belum terdapat horizon diagnostik. Kata Kunci : Karakteristik, Kulisusu Utara, Tanah Inceptisol, Tanaman Cengkeh. ABSTRACT","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128358854","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Awal Mundu, Muhidin Muhidin, Andi Nurmas, S. Suaib, Sarawa Sarawa
{"title":"RESPON BIBIT KAKAO TERHADAP SUNGKUP PLASTIK BERWARNA DAN ENTRES KLON KAKAO PADA METODE SAMBUNG PUCUK","authors":"Awal Mundu, Muhidin Muhidin, Andi Nurmas, S. Suaib, Sarawa Sarawa","doi":"10.33772/bpa.v9i1.16060","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v9i1.16060","url":null,"abstract":"Metode sambung merupakan teknik perbanyakan yang paling sederhana dan singkat produksinya. Tujuan penelitian ini mengkaji pengaruh entres klon kakao dan plastik sungkup terhadap pertumbuhan tanaman kakao. Perlakuan terdiri dari warna pelastik sungkup (sungkup bening, sungkup merah, sungkup kuning, dan sungkup ungu) dan entres klon kakao (MCC-02, Sulawesi 1, dan Sulawesi 2). Perlakuan diulang tiga kali mengikuti prosedur rancangan acak kelompok. Hasil penelitian menunjukan interaksi entres klon kakao dan plastik sungkup pada pengamatan tinggi tunas, jumlah daun, diameter batang, luas daun, berat basah dan berat kering tidak berpengaruh signifikan. Perlakuan entris klon kakao yang berpengaruh signifikan hanya pada kemunculan tunas dan luas daun 15 HSBS. Pengamatan klorofil a menghasilkan perlakuan tertinggi yaitu P3E2, sedangkan klorofil b dan total klorofil menghasilkan perlakuan tertinggi sama yaitu P1E1. Disimpulkan untuk pertumbuhan tanaman, interaksi terbaik dihasilkan oleh perlakuan P2E2 (Sungkup kuning + Entris Klon Sulawesi 1), walaupun pengaruhnya tidak berbeda nyata namun perlakuan ini memiliki potensi menjadi perlakuan terbaik karena merupakan perlakuan dengan nilai tertinggi pada pengukuran luas daun, jumlah daun, dan tinggi tunas. Sedangkan pengaruh interaksi sungkup plastik berwarna dan entres klon kakao untuk klorofil menghasilkan perlakuan terbaik yakni P1E1 (Plastik Sungkup Merah + Entres Klon MCC-02) dengan Klorofil b dan total klorofil tertinggi.","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127787144","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Evaluasi Perkembangan Penyakit Hawar Daun (Helminthosporium maydis) sebagai Penyakit Utama Tanaman Jagung Hibrida pada Tiga Sistim Pemupukan yang Berbeda","authors":"Sri Wahyuni Basoka, Andi Khaeruni, M. Taufik","doi":"10.33772/bpa.v9i1.19259","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v9i1.19259","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan penyakit hawar daun (Helminthosporium maydis) sebagai penyakit utama tanaman jagung hibrida pada tiga sistim pemupukan yang berbeda. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan sistem pemupukan yang berbeda. Variabel yang diamati adalah keparahan penyakit (KP), Luas Daerah di Bawah Kurva Perkembangan Penyakit (LDBKPP) dan laju tumbuh relatif (LTR). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan metode analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan jika perlakuan berpengaruh nyata pada α 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan Sistem pemupukan yang berbeda berpengaruh terhadap perkembangan penyakit hawar daun (Helminthosporium maydis) dan pertumbuhan tanaman jagung hibrida di lapangan. Sistem pemupukan yang mengkombinasikan 75% pupuk organik plus agens hayati Biofresh dengan 25% pupuk anorganik NPK dari dosis anjuran memberi respon terbaik terhadap ketahananan terhadap penyakit hawar daun dan pertumbuhan tanaman jagung hibrida di lapangan.Kata kunci: bahan organik, pupuk biofresh, pupuk kimia, penyakit hawar daun.","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"237 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133030774","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Respon Pertumbuhan Tanaman Seledri terhadap Pemberian Ekstrak daun Kirinyu (Chromolaena odorata)","authors":"Hikma Ellya, Siti Rosidah, Rila Rahma Apriani, Ronny Mulyawan","doi":"10.33772/bpa.v9i1.19182","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v9i1.19182","url":null,"abstract":"Seledri memang memiliki banyak manfaat selain sebagai penambah bumbu masakan dapat dimanfaatkan sebagai obat jika seledri dibudidayakan secara organik tanpa menggunakan pestisida atau bahan kimia dalam pelaksanaan budidaya. Gulma kirinyu dikenal sebagai pengganggu tetapi, terdapat unsur hara yang diperlukan bagi tanaman khususnya seledri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman seledri terhadap pemberian ekstrak daun kirinyu. Percobaan ini menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dan diulang sebanyak 4 kali. Faktor yang akan diteliti adalah konsentrasi pemberian ekstrak daun kirinyu yang terdiri dari d0 = Tanpa pemberian ekstrak kirinyu; d1 = Pemberian ekstrak kirinyu 0,5 ml l-1; d2 = Pemberian ekstrak kirinyu 1 ml l-1; d3 = Pemberian ekstrak kirinyu 1,5 ml l-1; d4 = Pemberian ekstrak kirinyu 2 ml l-1. Hasil menunjukan bahwa tanaman seledri memberikan respon nyata terhadap pemberian ekstrak daun kirinyu. Hasil menunjukkan bahwa belum terdapat konsentrasi ekstrak daun kirinyu optimal yang menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman seledri yang terbaik, tetapi dapat diketahui bahwa pemberian ekstrak daun kirinyu menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan tanpa pemberian ekstrak daun kirinyu.","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":" 3","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-04-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120834266","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Adaptasi Beberapa Varietas Padi Gogo Di Bawah Naungan Kelapa Dalam","authors":"Siti Rahmah Karimuna, D. Raharjo, Cipto Nugroho","doi":"10.33772/bpa.v8i2.9727","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v8i2.9727","url":null,"abstract":"Tanaman pangan khususnya padi, selama ini ditanam lebih dominan pada lahan sawah, sedangkan pada lahankering pemanfaatannya belum optimal. Maka dinilai penting untuk meningkatkan pemanfaatan lahan kering untukusahatani padi gogo (Oryza sativa L.). Pemanfaatan lahan kering untuk padi gogo (Oryza sativa L.) dapat dilakukandengan memanfaatkan lahan perkebunan kelapa dalam (Cocos nucifera L). Tujuan dari penelitian ini yaitu untukmengidentifikasi VUB padi gogo yang adaptif pada lahan dibawah tegakan kelapa dalam. Penelitian ini dilaksanakanpada lahan milik petani seluas 2 ha di Desa Ataku, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan Propinsi SulawesiTenggara dan dilaksanakan pada musim kemarau (MK) bulan Mei sampai dengan Oktober 2018. Kajian menggunakanrancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 ulangan (lahan petani sebagai ulangan) dengan luas masing-masing yaitu 0,5ha dan empat perlakuan varietas padi gogo yang terdiri dari 3 VUB (varietas unggul baru) padi gogo yaitu InpagoUnsoed 1, Inpago 8, Inpago 12 serta varietas Dodokero yang sering ditanam petani setempat yang digunakan sebagaipembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VUB Inpago 12 juga dapat beradaptasi pada lahan yang ternaungikelapa dalam (Cocos nucifera L.) yang ditunjukkan dengan pertumbuhan dan hasil panen lebih tinggi dari varietas padigogo yang lain dengan produktivitasnya mencapai 3,45 ton/ha GKG.Kata kunci : Lahan kering, Inpago 12, Konawe Selatan, Adaptif","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-11-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121102729","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Karakterisasi Morfologi Phytophthora Asal Cabai dan Seleksi Ketahanan Enam Genotipe Cabai Rawit (Capsicum frutescens) terhadap Penyakit Busuk Akar","authors":"W. Wartono, R. Kirana","doi":"10.33772/bpa.v8i2.15175","DOIUrl":"https://doi.org/10.33772/bpa.v8i2.15175","url":null,"abstract":"Penyakit busuk akar yang disebabkan oleh Phytophthora capsici merupakan penyakit yang sering dijumpai padatanaman cabai rawit. Identifikasi patogen penyebab penyakit dan penyediaan varietas tahan merupakan hal penting yangperlu dilakukan untuk menentukan tindakan pengendalian yang tepat. Penelitian bertujuan mengkarakterisasiPhytophthora asal cabai dan mengevaluasi ketahanan enam genotipe cabai rawit terhadap dua isolat Phytophthora.Phytophthora diisolasi dari dua lokasi tanaman cabai di Jawa Barat. Karakter yang diamati adalah bentuk koloni,sporangia, papila, sporangiofor, dan tipe kawin. Genotipe cabai rawit yang dievaluasi terdiri dari 5 kultivar dan 1 galur.Inokulasi dilakukan pada tanaman berumur 5 minggu dengan menyiramkan 5 mL suspensi zoospora dengan kerapatan2000 zoospora/mL di sekitar perakaran. Pengamatan insidensi dan keparahan penyakit mulai dilakukan pada 3 sampaidengan 37 hari setelah inokulasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa isolat Phytophthora yang dikarakterisasimempunyai kemiripan morfologi dengan P. capsici. Isolat B1 menunjukkan tingkat virulensi lebih tinggi dibandingkandengan isolat PCB5.1. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa kultivar Lokal Lembang dan Midun bereaksi tahanterhadap Phytophthora isolat B1 dan PCB5.1. Sementara kultivar Madun dan Tripang hanya tahan terhadap isolatPCB5.1.Kata kunci: busuk akar, cabai, evaluasi ketahanan, Phytophthora","PeriodicalId":321065,"journal":{"name":"Berkala Penelitian Agronomi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129063245","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}