{"title":"KONSEP BRANDING WISATA BERBASIS PEMASARAN DIGITAL DI DESA SIRNAJAYA, KABUPATEN BOGOR","authors":"Januarani Razak, Evie Novianti","doi":"10.31294/par.v9i1.11803","DOIUrl":"https://doi.org/10.31294/par.v9i1.11803","url":null,"abstract":"ABSTRAKDesa Sirnajaya merupakan salah satu desa wisata berbasis alam dengan branding utama bertajuk “Agrowisata Situ Rawa Gede”. Permasalahan promosi dan konsep branding yang masih belum matang menyebabkan proses pemasaran destinasi wisata menjadi berjalan lambat. Artikel ini menyajikan tentang perumusan strategi branding pemasaran berbasis digital yang tepat sebagai langkah awal meningkatkan citra wisata di Desa Sirnajaya. Data-data berupa hasil wawancara tentang kondisi pemasaran wisata, data observasi kondisi lapangan, dan data survei review pengunjung dari Google Maps diolah menggunakan metode analisis isi, gap analisis, dan analisis deskriptif kualitatif. Hasilnya didapatkan startegi umum untuk memperkuat branding “Agrowisata Situ Rawa Gede” salah satunya dengan meningkatkan strukturisasi konsep promosi dan konsep branding serta meningkatkan kualitas jaringan ke berbagai platform digital untuk membangun citra kawasan. Kata Kunci : Agrowisata Situ Rawa Gede, Branding, Desa Sirnajaya, Pemasaran. ABSTRACTSirnajaya Village is one of the nature-based tourism villages with the main branding entitled \"Agrotourism Situ Rawa Gede\". Promotional problems and immature branding concepts cause the tourism destination marketing process to run slowly. This article presents the formulation of the right digital-based marketing branding strategy as the first step to improve the image of tourism in Sirnajaya Village. The data in the form of interviews about tourism marketing conditions, observation data on field conditions, and visitor review survey data from Google Maps were processed using content analysis, gap analysis, and qualitative descriptive analysis methods. The result is a general strategy to strengthen the branding of “Agrowisata Situ Rawa Gede”, one of which is by increasing the structuring of the promotion concept and branding concept as well as improving the quality of the network to various digital platforms to build the regional image. Keywords : Agrowisata Situ Rawa Gede, Branding, Sirnajaya Village, Marketing.","PeriodicalId":31809,"journal":{"name":"Jurnal Pariwisata","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45331047","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ivo Novitaningtyas, Axel Giovanni, Clarisa Alfa Lionora
{"title":"FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN DI KAWASAN BALKONDES BOROBUDUR","authors":"Ivo Novitaningtyas, Axel Giovanni, Clarisa Alfa Lionora","doi":"10.31294/par.v9i1.12048","DOIUrl":"https://doi.org/10.31294/par.v9i1.12048","url":null,"abstract":"ABSTRAK Di masa pandemi Covid-19 destinasi wisata mengalami penurunan kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut juga terjadi di kawasan Balkondes Borobudur. Dengan adanya kebijakan CHSE dari Pemerintah dan kecenderungan perubahan perilaku wisatawan di masa pandemi Covid-19, maka perlu diketahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat berkunjung wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya tarik wisata, kualitas pelayanan dan kepercayaan terhadap minat berkunjung wisatawan di kawasan Balkondes Borobudur. Penelitian ini menggunakan data primer dari 100 responden berdasarkan metode convenience sampling. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik wisata justru tidak mempengaruhi minat berkunjung wisatawan, sedangkan kualitas pelayanan dan kepercayaan dapat meningkatkan minat berkunjung wisatawan. Hasil tersebut memberikan implikasi manajerial bagi pengelola destinasi wisata di kawasan Balkondes Borobudur untuk menerapkan layanan berbasis protokol kesehatan dan meningkatkan kepercayaan wisatawan melalui sertifikasi CHSE. Kata kunci: daya tarik wisata, kualitas pelayanan, kepercayaan wisatawan, minat berkunjung wisatawan ABSTRACT During the Covid-19 pandemic, the number of tourist visits to tourism destinations declined. This condition also occurs in the Balkondes Borobudur area. Based on these, it is necessary to know what factors influence tourist interest in visiting because the Government also create CHSE policy and the trend of changing tourist behavior during the Covid-19 pandemic. This study aims to determine the effect of tourist attraction, service quality, and trust on the interest of visiting tourists in the Balkondes Borobudur area. This study uses primary data from 100 respondents based on the convenience sampling method. Data were analyzed using multiple linear regression analysis. The results showed that tourist attractions did not affect the interest of visiting tourists, while the quality of service and trust could increase the interest of visiting tourists. These results provide managerial implications for tourism destination managers in the Balkondes Borobudur area to implement health protocol-based services and increase tourist trust through CHSE certification. Keywords: tourist attraction, service quality, trust, tourist interest to visit ","PeriodicalId":31809,"journal":{"name":"Jurnal Pariwisata","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41835203","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PEMBUATAN VIRGIN MARGARITA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE SEBAGAI INOVASI PRODUK MINUMAN PADA CAFÉ & RESTO HOTEL POLIWANGI JINGGO","authors":"Kanom Kanom, Mohamad Firman Effendi","doi":"10.31294/par.v9i1.10910","DOIUrl":"https://doi.org/10.31294/par.v9i1.10910","url":null,"abstract":"ABSTRAK Banyuwangi memiliki banyak Café & Resto yang merupakan salah satu jenis usaha pariwisata yang sering menjadi tempat bersantai bagi wisatawan sambil menikmati minuman baik cocktail maupun mocktail. Margarita merupakan minuman tradisional yang mengandung alkohol (cocktail) dari Mexico. Adapun jenis non alcohol (mocktail) dari minuman ini adalah virgin margarita yang dapat menjadi alternatif minuman bagi wisatawan yang ingin menikmati minuman ini tanpa alcohol. Meski demikian, minuman ini masih jarang ditemui dikalangan masyarakat karena hanya memiliki rasa asam. Sehingga perlu dilakukan inovasi dengan penambahan ekstrak jahe sesuai dengan potensi Banyuwangi. Di Banyuwangi sendiri jahe sangat mudah didapatkan baik di pasar tradisional dan pasar modern namun, masih jarang dimanfaatkan sebagai inovasi dalam pembuatan minuman khususnya di Banyuwangi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat organoleptik antara virgin margarita original dan virgin margarita dengan penambahan ekstrak jahe mulai dari 10%, 15%, 20% dari aspek rasa, aroma, tekstur dan warna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, uji organoleptik mutu hedonik dan hedonic. Hasil temuan pada penelitian menunjukkan: (1) Uji hedonik pada parameter rasa, warna, tekstur, dan aroma berpengaruh nyata (P<0,05)., (2) Uji mutu hedonik pada parameter rasa, warna, tekstur, dan aroma berpengaruh nyata (P<0,05)., (3) Perlakuan terbaik untuk uji mutu hedonik yaitu K3 (20%) dengan skor 2,97 sedangkan perlakuan terbaik untuk uji hedonik yaitu K3 (20%) dengan skor 3,51. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu acuan bagi penelitian berikutnya. Kata Kunci: café & resto, virgin margarita, ekstrak jahe ABSTRACT Banyuwangi has many Café & Resto which is one type of tourism business which is often a relaxing place for tourists while enjoying drinks, both cocktails and mocktails. Margarita is a traditional drink containing alcohol (cocktail) from Mexico. The non-alcoholic type (mocktail) of this drink is the virgin margarita which can be an alternative drink for tourists who want to enjoy this drink without alcohol. However, this drink is still rarely found among the public because it only has a sour taste. Therefore it’s necessary to innovate with the addition of ginger extract in accordance with the potential of Banyuwangi. In Banyuwangi, ginger is very easy to find in both traditional and supermarkets however, its still rarely used as beverage innovation especially in Banyuwangi. The purpose of this study is to determine of the organoleptic properties between the original virgin margarita and the virgin margarita with the addition of ginger extract ranging from 10%, 15%, 20% from the aspect of taste, aroma, texture and color. Methods used in this study are Non-factorial randomized block design (RBD), hedonic and hedonic quality organoleptic tests. The findings in the study showed: (1) Hedonic test on the parameters of taste, color, tex","PeriodicalId":31809,"journal":{"name":"Jurnal Pariwisata","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48662605","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"IMPROVING THE ECO-TOURISM EXPERIENCE WITH GUIDING SERVICES AND CHSE","authors":"H. Hermawan","doi":"10.31294/par.v9i1.12180","DOIUrl":"https://doi.org/10.31294/par.v9i1.12180","url":null,"abstract":"ABSTRACTour guides are other people who most often interact with tourists while travelling in an ecotourism destination. Therefore, the service activities provided by the guide are considered entirely instrumental in shaping the tourist experience. In this Covid-19 pandemic condition, the implementation of the CHSE Health protocol is also considered very important in supporting the creation of a quality tourist experience. This article presents a discussion regarding the influence of CHSE guidance services and protocols on the tourist experience in the Nglanggeran Ancient Volcano Ecotourism Area. The method used is a quantitative inferential method using the Partial Least Square (PLS) approach. The results show that the guidance service has a positive effect on creating the tourist experience. However, the CHSE health protocol implementation has not been proven to affect the tourist experience.Keyword: Tourist experience, tour guide service, chse, new normal ABSTRAKPemandu wisata adalah orang lain yang paling sering berinteraksi dengan wisatawan selama berwisata di suatu destinasi ekowisata. Oleh karena itu, kegiatan pelayanan yang diberikan oleh pemandu dianggap sepenuhnya berperan dalam membentuk pengalaman wisatawan. Dalam kondisi pandemi Covid-19 penerapan protokol kesehatan CHSE juga dinilai sangat penting dalam mendukung terciptanya pengalaman wisata yang berkualitas. Artikel ini menyajikan pembahasan mengenai pengaruh layanan pemandu wisata dan protokol kesehatan CHSE terhadap pengalaman wisatawan di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif inferensial dengan menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan pemandu wisata berpengaruh positif dalam menciptakan pengalaman wisatawan. Namun, penerapan protokol kesehatan CHSE belum terbukti mempengaruhi pengalaman wisatawan.Kata Kunci: Pengalaman wisatawan, pelayanan pemandu wisata, CHSE, new normal","PeriodicalId":31809,"journal":{"name":"Jurnal Pariwisata","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49551043","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"DIVERSIVIKASI PRODUK DAN EFISIENSI BISNIS DALAM KEBERLANJUTAN GREEN HOTEL PADA ERA NEW NORMAL DI HYATT REGENCY YOGYAKARTA","authors":"Heni Widyaningsih, Hery Krestanto, T. P. Atmoko","doi":"10.31294/par.v8i2.11505","DOIUrl":"https://doi.org/10.31294/par.v8i2.11505","url":null,"abstract":"ABSTRAKDampak Covid 19 yang dirasakan dibidang perhotelan memaksa pihak hotel untuk melakukan hemat energi dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversivikasi produk dan efisiensi bisnis dalam keberlanjutan green hotel pada era new normal di Hyatt Regency Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan study Pustaka. Keberlanjutan green hotel di hyatt Regency dilakukan dengan diversivikasi produk dan efisiensi bisnis. Diversivikasi produk di Hyatt Regency yaitu Merancang working space (Work From Hyatt), Summer camp untuk anak anak, walk the dog, menjual swimming poll untuk tamu di luar Hyatt. Diversivikasi produk tersebut dijalankan dengan ketentuan wajib mengkonsumsi food atau beverage di Hyatt Hotel minimal Rp. 100.000,- per peserta, Bekerjasma dengan grab wheels, konsep angkringan yang higienis, sehat, murah dan enak, serta melakukan efisiensi bisnis dengan menghemat energi listrik tanpa mengurangi pelayanan ke tamu dengan cara mengarahkan listrik kamar dengan gantungan kunci, sehingga jika tamu mengambil kartu kunci sebagian besar listrik peralatan akan mati secara otomatis, mengarahkan dispenser semua area, ke sakelar lampu, sehingga ketika mematikan lampu kantor akan otomatis mematikan dispenser, meminimalkan penggunaan kertas dan menggunakan kertas daur ulang, membangun kesadaran untuk program menabung energi melalui poster dan juga kampanye, menggunakan ecowasher untuk toilet, menggunakan lampu LED, menggunakan digital Thermostat, memasang pengatur waktu untuk penerangan area publik, memasang tab air otomatis di ruang makan karyawan, memasang pengatur waktu untuk instalasi pengolahan air limbah, menggunakan topside gas LPG Bulk, memasang arduino untuk mengatur pompa air portabel berjalan, dan pengaturan sauna. Kata kunci: Diversivikasi produk, Efisiensi Bisnis, Green Hotel ABSTRACTAbstract- The impact of Covid 19 felt in the hospitality sector forced the hotel to save energy and costs. This study aims to determine product diversification and business efficiency in the sustainability of green hotels in the new normal era at Hyatt Regency Yogyakarta. This study uses qualitative methods with data collection techniques of observation, interviews, documentation and literature study. The sustainability of the green hotel at Hyatt Regency is carried out by product diversification and business efficiency. Product diversification at Hyatt Regency is Designing a working space (Work From Hyatt), Summer camp for children, walk the dog, selling swimming polls for guests outside the Hyatt. The product diversification is carried out with the condition that it is mandatory to consume food or beverage at the Hyatt Hotel at least Rp. 100,000 per participant, Collaborating with grab wheels, the concept of angkringan that is hygienic, healthy, cheap and delicious, and conducts business efficiency by saving electrical energy without reducing service to guests ","PeriodicalId":31809,"journal":{"name":"Jurnal Pariwisata","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46659482","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN JUMLAH OBJEK WISATA, HOTEL DAN BIRO PERJALANAN DENGAN JUMLAH WISATAWAN KE D.I.Y.","authors":"Atun Yulianto, C. Mayasari","doi":"10.31294/par.v8i2.11454","DOIUrl":"https://doi.org/10.31294/par.v8i2.11454","url":null,"abstract":"ABSTRAK Banyaknya jumlah kunjungan wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi peluang besar bagi pelaku industry pariwisata untuk mengembangkan bisnisnya. Namun demikian dibutuhkan konsistensi dalam pengembangan pengelolaan yang berkesinambungan untuk dapat bertahan dalam persaingan. Hal ini terkait dengan kreativitas pengelola untuk berinovasi dalam industry wisata agar usaha pariwisatanya diminati masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jumlah objek wisata, hotel dan biro perjalanan dengan jumlah kunjungan wisatawan ke tujuan wisata di D.I. Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan diskriptif kualitatif yang didukung analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah hotel dan biro perjalanan dengan jumlah kunjungan wisatawan. Nilai signifikansi mendekati 0,000 pada tingkat probabilitas 5%. Sementara jumlah objek wisata tidak memiliki hubungan erat dengan jumlah kunjungan, namun jenis objek wisata memiliki potensi hubungan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Kata Kunci: Objek Wisata, Hotel, Biro Perjalanan, Kunjungan Wisatawan ABSTRACT The large number of tourist visits in the Special Region of Yogyakarta is a great opportunity for the tourism industry players to develop their business. However, consistency in the development of sustainable management is needed to survive in the competition. This is related to the creativity of managers to innovate in the tourism industry so that their tourism business is in demand by the community. The purpose of this study was to determine the relationship between the number of tourist objects, hotels and travel agencies with the number of tourist visits to tourist destinations in D.I. Yogyakarta. The research method used is a qualitative descriptive approach supported by quantitative data analysis. The results showed a significant relationship between the number of hotels and travel agencies with the number of tourist visits. The significance value is close to 0.000 at the 5% probability level. While the number of tourist objects does not have a close relationship with the number of visits, the types of attractions have a potential relationship to the number of tourist visits. Keywords: Tourism Object, Hotel, Travel Agency, Tourist Visit","PeriodicalId":31809,"journal":{"name":"Jurnal Pariwisata","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45376782","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KEIGO DAN MUDHA KRAMA : RAGAM HORMAT PADA MASYARAKAT JEPANG DAN JAWA","authors":"D. Yogyanti, M. Kharismawati","doi":"10.31294/par.v8i2.11504","DOIUrl":"https://doi.org/10.31294/par.v8i2.11504","url":null,"abstract":"ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian kualitiatif mengenai perbandingan budaya. Dalam hal ini, bentuk budaya yang dibandingkan adalah ragam bahasa hormat dalam Bahasa Jawa dan Jepang. Penelitian bertujuan untuk membandingkan dan mengetahui peranan ragam hormat dalam generasi muda di Jawa dan Jepang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ragam hormat dalam bahasa Jawa dan Jepang terdiri dari beberapa tingkatan bahasa. Tingkatan ragam hormat dalam bahasa Jepang adalah Sonkeigo, Kenjoogo dan Teineigo sedangkan dalam tingkatan ragam hormat dalam bahasa Jawa adalah Mudha Krama yang terbentuk dari Krama Inggil, Krama Andhap dan Krama. Dalam bahasa Jepang ragam hormat direalisasikan menggunakan leksem serta bentuk sintaktis, sedangkan dalam bahasa Jawa direalisasikan dengan leksem dan afiks. Pada perkembangannya bahasa Jawa semakin jarang digunakan di masyarakat Jawa karena fungsi basa krama telah digantikan oleh bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia, sehingga tidak ada kepentingan bagi generasi muda untuk menguasainya. Hal ini berbeda dengan keigo, yang hingga saat ini masih aktif digunakan dan dipelajari generasi muda Jepang yang ingin sukses dalam berkarir dan berkehidupan sosial. Kata kunci : keigo, mudha krama, ragam hormat, perbandingan ABSTRACTThis research is qualitative research about cultural comparison. The cultures being compared are Javanese and Japanese language honorific forms. The aims of this research are to compare and examine the roles of honorific form in the Javanese and Japanese young generations. The result shows that honorific forms in Javanese and Japanese consist of language levels. Sonkeigo, Kenjoogo, Teineigo are the variety of honorific forms (Keigo) in Japanese, while in Javanese the variety of honorific forms is indicated by Mudha Krama which has 3 variants, Krama Inggil, krama Andhap, and krama. In Japanese, the honorific style is realized using lexemes and syntactic forms, while in Javanese it is defined by lexemes and affixes. In its development, the Javanese language is become rarely used in Javanese society because the basic manner function has been replaced by the national language (Bahasa Indonesia. So there is no urgency for the young generation to master it. This is different from Keigo, which is actively used and studied by the recent Japanese generation who want to be successful in their careers and social life.Keywords: keigo, mudha krama, honorific form, comparation ","PeriodicalId":31809,"journal":{"name":"Jurnal Pariwisata","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42394537","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERILAKU WISATAWAN PANTAI NGURBLOAT DAN NGURSARNADAN ERA NEW NORMAL TERHADAP KEPUTUSAN BERWISATA","authors":"Ida I Dewa Ayu Raka Susanty, M. Renjaan","doi":"10.31294/par.v8i2.10142","DOIUrl":"https://doi.org/10.31294/par.v8i2.10142","url":null,"abstract":"ABSTRAK Wabah COVID-19 di seluruh dunia telah membuat dunia terhenti, dan pariwisata menjadi yang terpuruk dari semua sektor ekonomi utama di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Pulau – pulau kecil di Indonesia timur yang menggantungkan perekonomian dari segi pariwisata bahari juga terkena dampak besar akibat situasi pandemi. Kabupaten Maluku Tenggara adalah salah satunya. Pelonggaran terhadap aktivitas industri pariwisata dimulai sejak diumumkannya masa new normal oleh pemerintah. Dua destinasi unggulan Kabupaten Maluku Tenggara yakni Pantai Ngurbloat dan Ngursarnadan memulai aktivitas pada kawasan wisata dengan jumlah pengunjung yang didominasi oleh wisatawan lokal. Tingginya wisatawan lokal yang berwisata, menunjukan kebutuhan masyarakat terhadap aktivitas berwisata sangat tinggi. Perilaku wisatawan terhadap keputusan berwisata dalam masa new normal dapat dipicu oleh berbagai faktor. Proses pengambilan keputusan wisatawan dalam berwisata ke destinasi wisata pantai Ngurbloat dan Ngursarnadan sangat penting diketahui oleh stakeholder atau pengelola kawasan wisata Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh perilaku wisatawan secara simultan terhadap keputusan berwisata, pengaruh secara parsial perilaku wisatawan terhadap keputusan berwisata serta faktor yang paling menonjol mempengaruhi keputusan wisatawan dalam berwisata pada Pantai Ngurbloat dan Ngursardanan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara dengan analisa regeresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara simultan berpengaruh terhadap keputusan wisatawan berkunjung ke pantai Ngurbloat dan Ngursarnadan. Sedangkan, pengaruh secara parsial hanya pada faktor sosial, pribadi dan psikologis berpengaruh terhadap keputusan wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Ngurbloat dan Ngursarnadan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan berwisata wisatawan adalah faktor psikologis dengan nilai Koefisien sebesar 0.497 Kata Kunci : Perilaku Wisatawan, Keputusan berwisata, Pantai Ngurbloat, Pantai Ngursarnadan ABSTRACT The worldwide outbreak of COVID-19 has brought the world to a standstill, and tourism has been the worst affected of all major economic sectors in the entire world as well as Indonesia. In eastern Indonesia, the economy of small islands depends on the marine tourism sector which has been affected by the pandemic. Southeast Maluku Regency is one of the islands affected by pandemic. The government has suspended the activity of tourist and travel. The tourism industry is gradually starting to recovery and improve. reopened tourist areas in Southeast Maluku Regency have begun in August 2020 with the COVID-19 health protocol. Two leading destinations of Southeast Maluku Regency, Ngurbloat Beach and Ngursarnadan Beach, started activities in tourist areas with the number of visitors dominated by local tourists. The purpose of this study was to kno","PeriodicalId":31809,"journal":{"name":"Jurnal Pariwisata","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41686087","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PEMILIHAN LAYANAN ANGKUTAN JALAN UNTUK PARIWISATA DI KABUPATEN PASURUAN","authors":"Naili Azizah","doi":"10.31294/par.v8i2.9509","DOIUrl":"https://doi.org/10.31294/par.v8i2.9509","url":null,"abstract":"ABSTRAK Pengembangan pariwisata sebagai salah satu pemanfaatan ruang wilayah di Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu sektor prioritas dalam menumbuhkan ekonomi baru. Pariwisata sebagai kegiatan yang sifatnya diskrit telah membentuk pergerakan wisatawan yang dinamis, sehingga adanya permintaan sarana transportasi yang fleksibel dan adanya kepastian dari aspek waktu dan biaya. Berkembangnya layanan angkutan jalan online menjadi salah satu alternatif sarana angkutan jalan bagi wisatawan untuk perjalanannya selain layanan angkutan non daring. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan angkutan jalan untuk kegiatan pariwisata sangat tinggi, sehingga perlunya penelitian guna mengetahui kecenderungan pemilihan layanan angkutan jalan daring dan non daring untuk kegiatan pariwisata di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi wisatawan terhadap layanan angkutan jalan daring dan non daring untuk perjalanan wisata di Kabupaten Pasuruan. Metode penelitian menggunakan pendekatan stated preference dengan pengambilan data secara accidental sampling dan menganalisis data melalui analisis regresi dan perhitungan binomial logit. Hasil analisis dan perhitungan secara logit binomial menunjukkan besar nilai probabilitas pada pemilihan layanan angkutan jalan daring moda minibus terhadap layanan angkutan jalan non daring dengan moda mobil pribadi, angkutan shuttle dan angkutan travel sebesar 0,63 ;0,83 ;dan 0,90. Hal ini menjelaskan bahwa kecenderungan wisatawan memilih layanan angkutan jalan daring sebagai angkutan pariwisata lebih besar daripada layanan angkutan jalan non daring. Hasil penelitian ini sejalan dengan langkah pemerintah daerah setempat yang mulai menyediakan layanan angkutan pariwisata yang berbasis aplikasi. Merujuk dari hasil penelitian ini nantinya dapat mengadopsi dari layanan angkutan pariwsata yang sudah ada dengan melakukan pembaharuan pada aplikasi tersebut. Namun, ketersediaan layanan angkutan pariwisata tersebut perlu untuk disosialisasikan kepada masyarakat sebagai pengguna nantinya, sehingga layanan tersebut dapat bekerja optimal. Kata kunci : Layanan angkutan jalan, pariwisata, daring, non daring, preferensi. ABSTRACT Tourism development as one of the utilization of regional space in Pasuruan Regency is one of the priority sectors in growing a new economy. Tourism as a discrete activity has formed a dynamic tourist movement, resulting in the demand for flexible transportation facilities and certainty in terms of time and cost. the development of online road transportation services is an alternative means of road transportation for tourists to travel in addition to non-online transportation services. This shows that the demand for road transport for tourism activities is very high, so that research is needed to determine the trends in choosing online and non-online road transport services for tourism activities in Pasuruan Regency. This study aims to determine tourist preferences for online and non-online road","PeriodicalId":31809,"journal":{"name":"Jurnal Pariwisata","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46690851","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENILAIAN TAMAN WISATA ALAM SITU GUNUNG SUKABUMI: PENERAPAN TCM","authors":"Tatan Sukwika, Fitra Rahmatulloh","doi":"10.31294/par.v8i2.10427","DOIUrl":"https://doi.org/10.31294/par.v8i2.10427","url":null,"abstract":"ABSTRAK Pengembangan dan pengelolaan kawasan wisata alam diperlukan nilai ekonomi lingkungan yang terdapat pada suatu kawasan pariwisata. Pembangunan wisata baru dapat meningkatkan nilai ekonomi suatu kawasan wisata. Nilai ekonomi lingkungan dapat menjadi acuan dalam pembangunan berkelanjutan. Tujuan penelitian menentukan nilai lingkungan dan faktor intensitas kunjungan wisatawan. Metode yang digunakan untuk penentuan nilai lingkungan adalah metode travel cost. Pengambilan data lapangan digunakan kuesioner dan wawancara responden. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan terdapat pengaruh intensitas pengunjung terhadap faktor waktu tempuh, tingkat pendidikan, umur, dan tingkat pendapatan. Kesimpulannya biaya kunjungan wisata terbesar adalah biaya transportasi, nilai ekonomi kawasan taman wisata alam (TWA) Situ Gunung melampaui Rp200 miliar dan kesediaan membayar (WTP) pengunjung masih menyisakan 62,25% nilai ekonomi yang didapatkan dari total ekonomi. Penelitian lanjutan direkomendasikan fokus pada daya dukung lingkungan untuk melihat kegiatan pariwisata di kawasan TWA Situ Gunung Sukabumi untuk menunjang data TCM. Kata kunci: metode biaya perjalanan, pariwisata, situ gunung Sukabumi, WTP ABSTRACT The development and management of natural tourism areas should contain environmental economic value in it. The new development can increase the economic value of that tourism area. Environmental economic value can be a reference for sustainable development. The purpose of this study was to obtain environmental values and to determine the tourist visit intensity factor. Travel cost method was used in obtaining the environmental value. Retrieval of field data used questionnaires and interview respondents. The results of the research simultaneously showed that there was an effect on visitor intensity on the factors of travel time, education level, age, and income level. In conclusion, the biggest cost of tourist visits is the cost of transportation, the economic value of the Situ Gunung nature park (TWA) area exceeds Rp 200 billion and the willingness to pay (WTP) of visitors still leaves 62.25% of the economic value obtained from the total economy. Further research is recommended to focus on the carrying capacity of the environment to see tourism activities in the TWA Situ Gunung Sukabumi area to support TCM data. Keywords: travel cost method, tourism, situ gunung Sukabumi, WTP","PeriodicalId":31809,"journal":{"name":"Jurnal Pariwisata","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46109703","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}