KEIGO DAN MUDHA KRAMA : RAGAM HORMAT PADA MASYARAKAT JEPANG DAN JAWA

D. Yogyanti, M. Kharismawati
{"title":"KEIGO DAN MUDHA KRAMA : RAGAM HORMAT PADA MASYARAKAT JEPANG DAN JAWA","authors":"D. Yogyanti, M. Kharismawati","doi":"10.31294/par.v8i2.11504","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian kualitiatif mengenai perbandingan budaya. Dalam hal ini, bentuk budaya yang dibandingkan adalah ragam bahasa hormat dalam Bahasa Jawa dan Jepang. Penelitian bertujuan untuk membandingkan dan mengetahui peranan ragam hormat dalam generasi muda di Jawa dan Jepang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ragam hormat dalam bahasa Jawa dan Jepang terdiri dari beberapa tingkatan bahasa. Tingkatan ragam hormat dalam bahasa Jepang adalah Sonkeigo, Kenjoogo dan Teineigo sedangkan dalam tingkatan ragam hormat dalam bahasa Jawa adalah Mudha Krama yang terbentuk dari Krama Inggil, Krama Andhap dan Krama. Dalam bahasa Jepang ragam hormat direalisasikan menggunakan leksem serta bentuk sintaktis, sedangkan dalam bahasa Jawa direalisasikan dengan leksem dan afiks. Pada perkembangannya bahasa Jawa semakin jarang digunakan di masyarakat Jawa karena fungsi basa krama telah digantikan oleh bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia, sehingga tidak ada kepentingan bagi generasi muda untuk menguasainya. Hal ini berbeda dengan keigo, yang hingga saat ini masih aktif digunakan dan dipelajari generasi muda Jepang yang ingin sukses dalam berkarir dan berkehidupan sosial. Kata kunci :   keigo, mudha krama, ragam hormat, perbandingan  ABSTRACTThis research is qualitative research about cultural comparison. The cultures being compared are Javanese and Japanese language honorific forms. The aims of this research are to compare and examine the roles of honorific form in the Javanese and Japanese young generations. The result shows that honorific forms in Javanese and Japanese consist of language levels. Sonkeigo, Kenjoogo, Teineigo are the variety of honorific forms (Keigo) in Japanese, while in Javanese the variety of honorific forms is indicated by Mudha Krama which has 3 variants, Krama Inggil, krama Andhap, and krama. In Japanese, the honorific style is realized using lexemes and syntactic forms, while in Javanese it is defined by lexemes and affixes. In its development, the Javanese language is become rarely used in Javanese society because the basic manner function has been replaced by the national language (Bahasa Indonesia. So there is no urgency for the young generation to master it. This is different from Keigo, which is actively used and studied by the recent Japanese generation who want to be successful in their careers and social life.Keywords: keigo, mudha krama, honorific form, comparation ","PeriodicalId":31809,"journal":{"name":"Jurnal Pariwisata","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Pariwisata","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31294/par.v8i2.11504","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian kualitiatif mengenai perbandingan budaya. Dalam hal ini, bentuk budaya yang dibandingkan adalah ragam bahasa hormat dalam Bahasa Jawa dan Jepang. Penelitian bertujuan untuk membandingkan dan mengetahui peranan ragam hormat dalam generasi muda di Jawa dan Jepang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ragam hormat dalam bahasa Jawa dan Jepang terdiri dari beberapa tingkatan bahasa. Tingkatan ragam hormat dalam bahasa Jepang adalah Sonkeigo, Kenjoogo dan Teineigo sedangkan dalam tingkatan ragam hormat dalam bahasa Jawa adalah Mudha Krama yang terbentuk dari Krama Inggil, Krama Andhap dan Krama. Dalam bahasa Jepang ragam hormat direalisasikan menggunakan leksem serta bentuk sintaktis, sedangkan dalam bahasa Jawa direalisasikan dengan leksem dan afiks. Pada perkembangannya bahasa Jawa semakin jarang digunakan di masyarakat Jawa karena fungsi basa krama telah digantikan oleh bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia, sehingga tidak ada kepentingan bagi generasi muda untuk menguasainya. Hal ini berbeda dengan keigo, yang hingga saat ini masih aktif digunakan dan dipelajari generasi muda Jepang yang ingin sukses dalam berkarir dan berkehidupan sosial. Kata kunci :   keigo, mudha krama, ragam hormat, perbandingan  ABSTRACTThis research is qualitative research about cultural comparison. The cultures being compared are Javanese and Japanese language honorific forms. The aims of this research are to compare and examine the roles of honorific form in the Javanese and Japanese young generations. The result shows that honorific forms in Javanese and Japanese consist of language levels. Sonkeigo, Kenjoogo, Teineigo are the variety of honorific forms (Keigo) in Japanese, while in Javanese the variety of honorific forms is indicated by Mudha Krama which has 3 variants, Krama Inggil, krama Andhap, and krama. In Japanese, the honorific style is realized using lexemes and syntactic forms, while in Javanese it is defined by lexemes and affixes. In its development, the Javanese language is become rarely used in Javanese society because the basic manner function has been replaced by the national language (Bahasa Indonesia. So there is no urgency for the young generation to master it. This is different from Keigo, which is actively used and studied by the recent Japanese generation who want to be successful in their careers and social life.Keywords: keigo, mudha krama, honorific form, comparation 
圭戈和穆达:尊敬日本和爪哇人民
本研究是比较文化的基准研究。在这种情况下,在爪哇语和日语中,尊敬的语言是一种多样的文化形式。这项研究的目的是比较和了解在爪哇和日本的年轻人中,尊重的角色。研究发现,在爪哇语和日语中,尊重是由多种语言组成的。在日语中,尊敬的等级是Sonkeigo、Kenjoogo和Teineigo,而在爪哇语中,尊敬是一种由Inggil、Andhap和honor构成的礼仪。在日语中,尊敬的语义使用了词典和句法形式,而在java中使用了词典和词缀。随着爪哇语在爪哇社会的发展,由于基本的礼仪功能已经被民族语言(印尼语)所取代,因此对年轻一代来说没有必要使用爪哇语。这与圭戈(keigo)的情况不同,圭戈在追求职业和社会生活成功的年轻日本人一直在积极利用和研究。关键词:keigo, mudha,五种不同的尊重,比较这个研究的文化对等研究。文化是日语和日语的荣誉形式。这项研究的知识是比较和探究日本时代的荣誉准则。建议在Javanese和Japanese水平上展示这些荣誉形式。Sonkeigo, kenjogo, teingo是日语中各种形式的荣誉形式,而在Japanese中,各种形式的荣誉形式是由Mudha影响的在日本,正确的风格是使用lexemes和syntactics来实现的,而在Javanese中,它是由lexemes和affixes定义的。在其发展中,Javanese语言在Javanese社会是很常见的,因为基本的礼仪功能一直被国家语言替代。所以对于年轻一代来说,掌握它没有急事。这和Keigo不同,这是由几代渴望在事业和社会生活中取得成功的日本新一代的精英们活跃和培育的。凯歌,普通形式,抱怨
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
9
审稿时长
24 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书