{"title":"Dialektika Kreatif Penataan Tari Inai dari Panggak Laut, Daik Lingga, Kepulauan Riau Dalam Tari Seri Inai","authors":"Denny Eko Wibowo, Widyanarto Widyanarto","doi":"10.22146/JKSKS.59589","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/JKSKS.59589","url":null,"abstract":"This aims article to present a dialectic of the dance composition, Seri Inai that is based on traditional Inai dance from Sri Kemuning dance group in Panggak Laut, Daik Lingga, Kepulauan Riau. This dance composition is an effort to dance organization with local values and wisdom. The purpose of the dance composition is to enable it to be easily performed by the community, especially the younger generation. Qualitative research method is used through interviews, observation and study of references. Dance sociology approach is explain to scrutinize the dance, and choreography used in the process of the dance composition of Seri Inai. The conclusion in this article is related to dance composition of Seri Inai in textual aspects that is customized by socio-culture values of the Malay community in Panggak Laut, Daik Lingga. Key words: dance composition, Seri Inai, dance organization, Panggak Laut Artikel ini bertujuan untuk menunjukan dialektika pada wujud penataan tari kreasi Seri Inai yang berpijak dari tari Inai tradisional dari Sanggar Sri Kemuning, Panggak Laut, Daik Lingga, Kepulauan Riau. Penataan tari ini merupakan upaya pelembagaan tari yang berkaitan dengan keberlangsungan wadah dan nilai-nilai kearifan lokal pada tari tertentu. Tujuan penataan tari kreasi Seri Inai adalah hasil komposisi tari yang bisa lebih menarik dan dapat diperagakan oleh masyarakat umum terutama generasi muda. Metode penelitian kualitatif dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Pendekatan Sosiologi Tari digunakan untuk mencermati tentang pelembagaan tari dan pendekatan Koreografi digunakan untuk proses menata tari Seri Inai. Hasil pembahasan dalam tulisan ini berkaitan dengan wujud penataan tari Seri Inai secara tekstual yang melibatkan penyesuaian antara sumber penciptaan tarinya dengan komposisi tarinya, yang juga berkaitan dengan aspek nilai-nilai sosial budaya masyarakat Melayu di Panggak Laut, Daik Lingga. Kata kunci : penataan tari, Seri Inai , pelembagaan tari, Panggak Laut","PeriodicalId":31594,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Seni","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44278689","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Margi Ariyanti, Vissia Ita Yulianto, R. B. Koapaha
{"title":"Musik Indisch dalam Perspektif Poskolonial: Studi Kasus Karya Ki Hadjar Dewantara dan Constant van de Wall","authors":"Margi Ariyanti, Vissia Ita Yulianto, R. B. Koapaha","doi":"10.22146/JKSKS.57161","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/JKSKS.57161","url":null,"abstract":"Indisch music is a music that uses a combination of “Eastern” music idioms and “Western” music idioms in composition and popular in Dutch-East Indies era. This article analyses the composition of Indisch music composed by Ki Hadjar Dewantara, a well-known educational figure and composer in Indonesia and Constant van de Wall, a Javanese-Dutch composer in a postcolonial perspective. Using a qualitative method and with a music theory framework and a postcolonial theory framework, this article answers two research questions: the first is how Ki Hadjar Dewantara and Constant van de Wall in making their Indisch music works viewed in terms of their composition and the second is how the contestation of the struggle the power that is built into their piano composition in a postcolonial perspective. The composition of the two composers shows that Dutch colonialism in the Dutch East Indies has produced a mixed culture called Indisch culture which has become an arena of contestation and power struggle for the colonizers and colonized. Starting from this point, the authors hope that this article contributes to the world of piano education in Indonesia. Music teacher and student of music need to understand of postcolonial theory in addition to music theory and music history. Musik Indisch adalah jenis musik yang menggunakan perpaduan idiom musik “Timur” dan idiom musik “Barat” di dalam komposisinya dan populer di zaman Hindia-Belanda. Artikel ini menganalisis komposisi musik Indisch yang digubah oleh Ki Hadjar Dewantara, seorang tokoh pendidikan dan komponis terkenal di Indonesia dan Constant van de Wall, seorang komponis Jawa-Belanda. Dengan menggunakan metode kualitatif dan dengan kerangka teori musik dan kerangka teori poskolonial, artikel ini menjawab dua pertanyaan riset: yang pertama adalah bagaimana Ki Hadjar Dewantara dan Constant van de Wall dalam membuat karya musik Indischnya ditinjau dari bentuk komposisi mereka dan yang kedua adalah bagaimana kontestasi perebutan kuasa yang terbangun dalam komposisi piano mereka dalam perspektif poskolonial. Komposisi kedua komponis tersebut menunjukkan bahwa kolonialisme Belanda di Hindia-Belanda telah menghasilkan kebudayaan campuran yang bernama kebudayaan Indisch yang telah menjadi arena kontestasi dan pertarungan kuasa bagi si penjajah dan yang terjajah. Berangkat dari titik tersebut, penulis berharap artikel ini dapat berkontribusi dalam dunia pendidikan piano di Indonesia. Pemahaman teori poskolonial di samping teori musik dan sejarah musik penting dimiliki oleh guru dan siswa piano Indonesia.","PeriodicalId":31594,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Seni","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42159581","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Akhudiat sebagai Penulis Naskah Drama Indonesia","authors":"Iga Ayu Intan Candra","doi":"10.22146/JKSKS.53727","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/JKSKS.53727","url":null,"abstract":"Abstrak Akhudiat merupakan tokoh penulis naskah drama Indonesia yang benyak memberikan kotribusi terhadap perkembangan teater. Penelitian ini mengungkapkan latar belakang kreativitas Akhudiat, yang terdiri dari kehidupan masa kanak-kanak, proses pendidikan, berkesenian dan dukungan keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif. Cerita naratif dalam penelitian menuturkan pengalaman individual, dikumpulkan melalui beragam bentuk data, disusun secara kronologis, dianalisis, mengandung titik balik dan berlangsung di tempat dan situasi yang spesifik. Data penelitian berfokus pada tokoh Akhudiat, naskah-naskah yang dihasilkan dan motivasi berkarya yang dilakukan. Pengambilan data dilakukan dengan proses observasi dan wawancara terhadap tokoh-tokoh yang terlibat dalam proses kesenian Akhudiat yaitu tokoh di Bengkel Muda Surabaya dan keluarganya. Selain itu proses pengumpulan data juga menggunakan kajian literatur berupa buku dan artikel yang berhubungan dengan Akhudiat dan proses berkaryanya. Kata Kunci : Akhudiat, naskah drama, tokoh, teater","PeriodicalId":31594,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Seni","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41523252","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Galih Prakasiwi, Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, Sal Murgiyanto
{"title":"‘Being Contemporary’: Proses Ari Ersandi Dalam Karya Lalube","authors":"Galih Prakasiwi, Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, Sal Murgiyanto","doi":"10.22146/JKSKS.53834","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/JKSKS.53834","url":null,"abstract":"Artikel ini melihat bagaimana perspektif kekontemporeran seorang koreografer muda, yakni Ari Ersandi, melalui pengalaman serta prosesnya berkarya Lalube . Pelabelan tari kontemporer secara ekplisit maupun implisit pada festival maupun pergelaran karya tari. Produksi karya terus dihasilkan namun tidak seturut dengan produksi wacananya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memperhatikan fenomena yang terjadi melalui proses latihan dan pengalaman koreografer. Pewacanaan rasionalitas, kebebasan, kreativitas, dan kemanusiaan oleh Sal Murgiyanto dipadukan dengan konsep kekontemporeran Giorgio Agamben. Ari Ersandi, koreografer urban yang datang dari Lampung ke Yogyakarta mulai belajar tari di perguruan tinggi. Keterbatasannya menari tarian tradisi dan pengalaman hidupnya membuat Ari terpacu untuk mencari teknik gerak sendiri. Lalube menjadi ungkapan resistensi dan eksistensi Ari Ersandi. Kata Kunci : Kekontemporeran, Koreografer, Muda","PeriodicalId":31594,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Seni","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48468525","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Tata Ruang Perjalanan Matahari di Pondok Pesantren Pabelan Mungkid Magelang Jawa Tengah: Perspektif Arsitektur Islam","authors":"B. Pamungkas, Suastiwi Triatmodjo, Samsul Maarif","doi":"10.22146/JKSKS.48276","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/JKSKS.48276","url":null,"abstract":"Arsitektur Islam dalam dalam tulisan ini diwacanakan dengan perspektif teori dari Nangkula Utaberta tentang Arsitektur Islam ditambah pemahaman tentang seni Islam dari Seyyed Hossein Nasr dan penafsiran Al-Quran dari Buya Hamka. Arsitektur Islam yang terwujud dalam tatanan ruang Perjalanan Matahari terlihat dalam penerapan prinsip-prinsip; pengingatan terhadap Tuhan, ibadah dan perjuangan, kehidupan setelah kematian, toleransi kultural, dan terakhir tentang kehidupan yang berkelanjutan. Tata Ruang Perjalanan Matahari di Pondok Pesantren Pabelan dapat dimaknai sebagai sebuah karya Arsitektur Islam. Pemaknaan tersebut terwujud dari pengintegrasian model tata ruang Perjalanan Matahari sebagai penggambaran kehidupan manusia, yang tidak hanya sebatas perancangan fisik tanpa isi, melainkan model tata ruang tersebut lahir dari pemahaman akan nilai-nilai Islam yang bersumber pada Al-Quran dan Hadist.","PeriodicalId":31594,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Seni","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45294537","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Negosiasi Kelokalan pada Pop Dawan Nusa Tenggara Timur di Era Internet","authors":"Michael H. B. Raditya","doi":"10.22146/JKSKS.60254","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/JKSKS.60254","url":null,"abstract":"Tulisan ini menyoal negosiasi masyarakat suku Dawan akan unsur lokal dan pengaruh global pada musik pop daerah mereka. Alih-alih tunduk pada globalisasi, musisi setempat justru melakukan negosiasi pada musik pop Dawan Tindakan ini dalam kerangka akademis disebut sebagai glokalisasi. Objek material di dalam penelitian ini adalah musisi pop yang mengunggah video musik mereka ke kanal YouTube. Lebih lanjut, kami memberikan fokus lebih pada bahasa, tema, dan musikalitas di dalam proses konstruksi musik pop Dawan. Dari banyaknya musisi Nusa Tenggara Timur yang mendistribusikan karyanya di kanal YouTube, kami memilih Tiga narasumber yang berbeda asal, referensi musikal, usia, dan jenis kelamin. Tiga narasumber ini dipilih berdasarkan popularitas di internet dan saran dari masyarakat setempat. Tulisan ini bertujuan untuk mengartikulasikan dan menelisik perkembangan praktik musik populer daerah di Nusa Tenggara Timur. Bermetodekan etnografi, tulisan ini merujuk konsep glokalisasi dan hibridisasi budaya Roland Robertson dan Richard Giulianotti. Hasil dari penelitian ini menguraikan sejauh mana unsur lokal dinegosiasikan oleh musisi di pulau Timor di dalam musik yang mereka unggah di internet.","PeriodicalId":31594,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Seni","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47759503","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pesona Seni dan Teknologi pada Pertunjukan Fire Dance di Komunitas Flownesia","authors":"Rifa Fitriana, Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, Wiwik Sushartami","doi":"10.22146/JKSKS.54516","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/JKSKS.54516","url":null,"abstract":"Flownesia is one of the Indonesian flow-art communities that use visual performance with fire props. Based on the existing phenomena, researchers see the existence of special tricks that are used when performing and also various forms of property for enchanting the audience, so this research will explore the aesthetic impact that has emerged on visual fire dance performances and the role of technology in the Flownesia community. This research uses a qualitative method, that is done with participant observation. Alfred Gell's (2006) theory of technology of enchantment was chosen to analyze the forms of visual art and technology performances in flow-art performances. The results of this research flow-art performances in the Flownesia community is a manifestation of art and technology, especially when exploring innovations in their performances. The enchantment that displayed is the result of extraordinary techniques also thr concept of modern and tradition, elaborated on the fire dance props. The movement structure, floor pattern, choreography and tool exploration are important aspect to create interesting visual effects in the Flownesia community performance","PeriodicalId":31594,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Seni","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47333827","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Peningkatan Kompetensi Mahasiswa dalam Komposisi Musik melalui Penggunaan Software Sibelius","authors":"D. Saputra","doi":"10.22146/JKSKS.55817","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/JKSKS.55817","url":null,"abstract":"ABSTRACT This study aims to determine the process of using Sibelius software in effort to improve student competence in composing a piece of music. In addition, this research is expected to add insight to music educators and students regarding the use of music software as a literacy of 21st century music education in application of learning in digital age. This research method uses qualitative methods with a research and development approach. Data collection is done by interview, observation, and documentation. Furthermore, this study would like to examine the effectiveness and efficiency of the application of Sibelius software in making music. The results showed that with the use of beam notation writing software (Sibelius), students could maximize their abilities and knowledge. The current technology-based learning model needs to be applied in universities so that it is not left behind by the development of a fast moving era. Keyword: Students Competence , Music Composition , Software Sibelius ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penggunaan software sibelius dalam upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menkomposisikan sebuah karya musik. Selain itu penelitian ini diharapkan menambah wawasan bagi pendidik dan mahasiswa musik mengenai penggunaan software musik sebagai literasi pendidikan musik abad-21 dalam penerapan pembelajaran di era digital. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development). Pengumpulan data di lakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Lebih lanjut penelitian ini hendak mengkaji efektifitas dan efisiensi penerapan software sibelius dalam pembuatan karya musik. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya penggunaan software penulisan notasi balok (Sibelius), maka mahasiswa dapat lebih memaksimalkan kememampuan dan keilmuan yang mereka dapatkan. Model pembelajaran berbasis teknologi saat ini perlu sekali untuk di terapkan di perguruan tinggi agar tidak tertinggal oleh perkembangan jaman yang bergerak sangat cepat. Keyword: Kompetensi Mahasiswa, Komposisi Musik, Software Sibelius.","PeriodicalId":31594,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Seni","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45160199","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kosmologi Sekala-Niskala Refleksi Estetika Lukisan I Nyoman Sukari","authors":"I. G. A. Sucitra, Rr. Siti Murtiningsih","doi":"10.22146/JKSKS.52895","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/JKSKS.52895","url":null,"abstract":"Philosophical reflection provides an understanding of all the activities of various components of the work of human works as a related entity in a network with one another. Language, myth, religion, and art and artists as human creators are not unrelated, but rather integrated into a single bond. I Nyoman Sukari as an artist, has a pluralistic and multicultural variety of artistic achievements bringing all the charm, experience, mystery, stories, mythology of Bali and Java inherent in his body, mind, and soul. The philosophical issues in Sukari's paintings are full of Balinese locality values and their multicultural nature; religiosity, mythology, history, scale, tradition art, cross-culture, and contemporary or globalization issues become more complex and multi-layered in aesthetic and metaphysical terms. In this article, I will investigate and study with a hermeneutic-metaphysical approach; what is the nature of the art for I Nyoman Sukari, how far the basic principles of Hindu aesthetics reflect in his art, how Sukari understands the world of metaphysics and then interprets all inner and worldly issues (Sekala-niskala), how to negate Hindu-Balinese philosophy and the contemporary world to give birth the narratives of spirituality through painting with metaphors and symbolizations. Keywords: Metaphysics, Painting, Hindu-Balinese Philosophy, Aesthetics, Hermeneutics.","PeriodicalId":31594,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Seni","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49165317","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
I. P. D. Pryatna, I. N. G. Sugiartha, Ni Made Arsiniwati
{"title":"Metode Mengajar Kendang Tunggal I Ketut Widianta","authors":"I. P. D. Pryatna, I. N. G. Sugiartha, Ni Made Arsiniwati","doi":"10.22146/JKSKS.51868","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/JKSKS.51868","url":null,"abstract":"I Ketut Widianta adalah seorang seniman karawitan Bali yang menekuni ilmu kendang tunggal dan sekaligus memiliki metode mengajar yang unik. Penelitian ini sangat penting untuk dilakukan, mengingat I Ketut Widianta memiliki metode mengajar yang sangat berbeda dengan guru-guru kendang tunggal lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap bagaimana metode mengajar beliau, dari metode mengajar yang biasa dan yang tidak biasa. Penelitian ini akan di analisis dengan metode deskriptif kualitatif, dalam implementasinya menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah ditemukannya dua teknik mengajar yang dimiliki oleh I Ketut Widianta, yaitu teknik mengajar yang biasa dan tidak biasa. Teknik mengajar yang biasa diterapkan beliau dengan membagi kelas pengajaran menjadi beberapa jurusan, sedangkan teknik mengajar yang tidak biasa diterapkan beliau dengan menyuruh muridnya untuk memukul bantang kendang yang belum jadi.","PeriodicalId":31594,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Seni","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-03-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44461603","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}