{"title":"Study on Historical Sites: Pemanfaatan Situs Sejarah Masa Kolonial di Kota Batu sebagai sumber pembelajaran berbasis outdoor Learning","authors":"W. Sulistyo","doi":"10.29300/IJSSE.V1I2.1910","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/IJSSE.V1I2.1910","url":null,"abstract":"Abstrak : Pembelajaran sejarah adalah pembelajaran yang objek kajianya adalah materi mengenai peristiwa masa lampau dengan segala aktivitasnya. Temporal kajianya yang masa lalu seakan menjadi permasalahn dalam praktik pembelajaranya. Terlebih lagi jika pembelajaranya berlangsung di dalam kelas dengan partisipasi siswa pasif. Oleh karena itu dalam artikel ini ditawarkan salah satu solusi alternatif dengan pemanfaatan situs-situs sejarah lokal sebagai sumber belajar dan sumber kegiatan pembelajaran. Artikel ini mengupas dan menjadikan contoh bagaimana pemanfaatan situs-situs sejarah peninggalan masa kolonial yang ada di Kota Batu Malang. Mengingat banyaknya peninggalan situs sejarah di kota tersebut yang dapat dijadikan sumber belajar dengan kegiatan lapangan atau outdoor learning. Skema pembelajaran pemanfaatan situs dan penejalasanya serta manfaatnya diuraikan dalam artikel ini. ","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122281102","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Peran Dan Motivasi Warga Pendatang Dalam Kegiatan Sosial di Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang","authors":"Dwi Lestari, Sukamto Sukamto, Agus Purnomo","doi":"10.29300/IJSSE.V1I2.2099","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/IJSSE.V1I2.2099","url":null,"abstract":"Tujuan artikel ini adalah menganalisis peran dan Motivasi warga pedatang dalam kegiatan sosial di Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam ada tiga, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulannya adalah motivasi warga pendatang mengikuti kegiatan sosial yaitu sebagai penyaluran hobi, keinginan memajukan desa dan lebih membaur dengan warga Tasikmadu. Tujuan warga pendatang terlibat dalam kegiatan sosial di Tasikmadu adalah untuk syiar dan membuat warga Tasikmadu lebih memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi. Interaksi soaial antar warga pendatnag tercermin dalam kerja sama antar warga pendatang dalam kegiatan sosial. Interaksi yang berlangsung secara terus menerus di lingkup para pendatang, menimbulkan terbentuknya suatu kegiatan sosial keagaaman. Kegiatan sosial keagamaan untuk mempererat tali silaturahmi dengan warga serta sebagai tempat syiar untuk agama islam.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"25 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115701366","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Peran Lembaga Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) Dalam Mewujudkan Anak Jalanan Yang Berkarakter Di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang","authors":"Ovin Bella Safura, Agus Purnomo","doi":"10.29300/IJSSE.V1I2.2097","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/IJSSE.V1I2.2097","url":null,"abstract":"Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis peran Lembaga Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) dalam mewujudkan anak jalanan yang berkarakter di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan proses pembentukan karakter anak jalanan. Teknik pengumpulan data ada tiga, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa Lembaga ini memiliki fokus terhadap permasalahan anak jalanan. Fenomena ini menjadi salah satu problematika di Kota Malang. Adapun nilai-nilai karakter yang ditanamkan JKJT diantaranya nilai religius, nilai jujur, nilai kreatif, nilai cinta tanah air, nilai peduli sosial, dan nilai tanggung jawab. Nilai-nilai karakter merupakan tindakan anak jalanan untuk menjadi berkarakter dengan mengimplementasikan program yang diberikan Lembaga JKJT. Tindakan anak jalanan ini memperhitungkan tujuan dan kesesuaian cara yang digunakan dengan tujuan yang akan dicapai.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115819018","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"The Primary Of Social Worker: Eksistensi Pekerja Sosial Sebagai Suatu Profesi","authors":"Adi Bustamar, R. Lestari","doi":"10.29300/IJSSE.V1I2.1953","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/IJSSE.V1I2.1953","url":null,"abstract":"Abstract: Social Work Existence as a Profession. The fundamental essence of the packaging development of social welfare through a variety of welfare services is equitable distribution of all components with human rights standards. With a base rights, quality of service has become a claim. Social services as demand human rights are very important, and a good quality of service becomes a necessity that can not be denied. Therefore, social services should be planned systematically, and meet the quality standards of service in accordance with the philosophy of the nation, and the demands of professionalism. In the circumstances of the development of social problems and public demand for policy orientation and development programs of social welfare, which is based on fairness for all and protect human rights in the future, it takes a professional staff of social work. Thus, the purpose of writing this article is to change the mindset of society, to improve the existence of social workers as a profession to the public not just a charity activity but as a profession that has the knowledge, skills, and values in practice. Abstrak: Eksistensi Pekerja Sosial sebagai Suatu Profesi. Esensi mendasar dari kemasan pembangunan kesejahteraan sosial melalui berbagai pelayanan adalah pemerataan kesejahteraan hidup seluruh komponen bangsa dengan standar hak asasi manusia. Dengan basis hak asasi, kualitas pelayanan sudah menjadi tuntutan. Pelayanan sosial sebagai tuntutan hak asasi manusia sangat penting, dan kualitas pelayanan yang baik menjadi keharusan yang tidak dapat dipungkiri. Karenanya, pelayanan sosial harus terencana secara sistematis, serta memenuhi standar kualitas pelayanan yang sesuai dengan filosofi bangsa, dan tuntutan profesionalisme. Dalam situasi dan kondisi perkembangan permasalahan sosial dan tuntutan publik terhadap orientasi kebijakan dan program pembangunan kesejahteraan sosial yang bertumpu pada keadilan untuk semua dan melindungi hak asasi manusia pada masa yang akan datang, dibutuhkan tenaga-tenaga profesional pekerjaan sosial. Maka, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengubah mindset masyarakat, meningkatkan eksistensi pekerja sosial sebagai suatu profesi kepada khalayak bukan hanya sekedar kegiatan charity melainkan sebagai suatu profesi yang memiliki knowledge, skill, dan values dalam praktiknya.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123819672","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Desa Ngebalrejo Akibat Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi","authors":"Maryanto Maryanto, Lilis Noor Azizah","doi":"10.29300/IJSSE.V1I2.2247","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/IJSSE.V1I2.2247","url":null,"abstract":"ABSTRACT:Socio-Cultural Changes in the Community of Ngembalrejo Village Due to the Advancement of Science and Technology. Socio-cultural change is a symptom of changing social and cultural conditions in a society. Socio-cultural changes are symptoms that always occur in every society. This study aims to: 1) describe the environmental conditions of the Ngembalrejo village. 2) describe the social activities of the community due to the advancement of science and technology. 3) describe the causes of socio-cultural changes in the context of the progress of science and technology. 4) describe the impact of socio-cultural changes for the people of Ngembalrejo village. Data was collected by interview techniques, as well as literature review, from books and journals related to socio-cultural changes due to the advancement of science and technology. The results of this study are: 1) local wisdom in the village of Ngembalrejo is a tradition of the community that contains values, and has been done for a long time from generation to generation, and has undergone changes. With the advancement of science and technology in the form of ideas and activities and about the relationship between humans and God, humans and humans, and their relationship with the environment. 2) the community views the importance of good social relations, in maintaining harmony. 3) there are causal factors and the impact of the changes in socio-cultural conditions of the village community which have resulted in differences in socio-cultural conditions in the previous year.ABSTRAK:Perubahan sosial budaya adalah gejala berubahnya kondisi sosial dan kebudayaan dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala yang selalu terjadi pada setiap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan kondisi lingkungan desa Ngembalrejo. 2) mendeskripsikan aktivitas sosial masyarakat akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3) mendeskripsikan penyebab perubahan sosial budaya masyarakat dalam kontek kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 4) mendeskripsikan dampak perubahan sosial budaya bagi masyarakat desa Ngembalrejo. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, serta kajian kepustakaan, dari buku serta jurnal terkait perubahan sosial budaya akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil dari penelitian ini adalah : 1) kearifan lokal yang ada dalam desa ngembalrejo adalah tradisi masyarakat yang mengandung nilai-nilai, dan telah dilakukan sejak lama secara turun temurun, dan mengalami perubahan. Dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk ide dan aktivitas serta tentang hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia, serta hubungannya dengan lingkungan. 2) masyarakat memandang penting nya hubungan sosial yang baik, dalam menjaga keharmonisan. 3) terdapat faktor penyebab serta dampak dari adanya perubahan sosial budaya masyarakat desa yang mengakibatkan perbedaan kondisi sosial budaya pada tahun sebelumnya. ","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"172 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116302545","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Peran Guru Sejarah dalam Pembentukan Pendidikan Karakter Anak Era Globalisasi","authors":"A. Susilo, I. Isbandiyah","doi":"10.29300/ijsse.v1i2.2246","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v1i2.2246","url":null,"abstract":"ABSTRACT: Teachers are an important element in education that is very important.In this era of globalization there are many challenges faced by a teacher in teaching his students.The entry of Western cultures disturbs the values of local wisdom for the younger generation.The facilities of science and technology spend a lot of time for young people in their activities and thinking.Science and Technology (IPTEK), many offer a variety of virtual world facilities that greatly spoil the younger generation.Not infrequently the facilities of science and technology are enjoyed by many young people and they forget the time for creativity.This is a serious problem for the current era of globalization.Even so, technological developments have benefited many human lives, especially for the world of education.This is a challenge for a teacher in modifying learning to be more innovative and interesting without leaving the values of the Indonesian cultural character.An ordinary history teacher with a discussion of the past, present, and future, continues to develop his creativity by modifying learning media by utilizing the impact of technology.Historical subjects can be combined with innovative learning media and contained character values.Basically globalization does not have to damage the educational order, but must be a bridge to achieve success in the future. Students in the globalization era must be smarter and more innovative.History teachers have a very important role in their students in shaping the character of children through innovative learning and fostering a high creativity of children.ABSTRAK: Guru merupakan elemen penting dalam pendidikan yang sangat penting. Di era globalisasi ini banyak tantangan yang di hadapi oleh seorang guru dalam mengajar anak didiknya. Masuknya budaya-budaya Barat banyak mengganggu nilai-nilai kearifan lokal bagi generasi muda. Fasilitas dari IPTEK banyak menghabiskan waktu generasi muda dalam beraktivitas dan berfikir. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), banyak menawarkan berbagai fasilitas dunia maya yang sangat memanjakan generasi muda. Tidak jarang fasilitas dari IPTEK tersebut banyak dinikmati generasi muda dan mereka lupa akan waktu untuk berkreativitas. Hal tersebut merupakan suatu masalah yang serius bagi era globalisasi saat ini. Meskipun demikian, perkembangan teknologi banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, terutama bagi dunia pendidikan. Ini menjadi tantangan bagi seorang guru dalam memodifikasi pembelajaran menjadi lebih inovatif dan menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter budaya bangsa Indonesia. Seorang guru sejarah yang biasa dengan pembahasan masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang, terus berupaya mengembangkan kreativitasnya dengan memodifikasi media pembelajaran dengan memanfaatkan dampak teknologi. Mata pelajaran sejarah dapat dipadukan dengan media pembelajaran yang inovatif dan terkandung nilai-nilai karakter. Pada dasarnya globalisasi bukan harus merusak tatanan pend","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126460371","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengembangan Bahan Ajar Penulisan Sejarah Berbasis Model Project-Based Learning","authors":"Nia Ulfia Krismawati","doi":"10.29300/IJSSE.V1I2.1905","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/IJSSE.V1I2.1905","url":null,"abstract":"Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar penulisan sejarah yang didesain berdasarkan sintak project-based learning meliputi: penentuan proyek, perancangan langkah penyelesaian proyek, penyusunan jadwal, penyelesaian proyek, penyusunan laporan, dan evaluasi hasil proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research & Development (R&D) dengan berpedoman pada desain 4D dari Tiagarajan & Semmel yang terdiri dari: define, design, develop, dan disseminate. Prototipe dari bahan ajar telah divalidasi oleh para ahli dan di uji cobakan di sekolah menengah atas (SMA). Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas X di SMAN 2 Ponorogo dengan jumlah 114 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar penulisan sejarah berbasis project-based learning adalah valid dan dinyatakan layak untuk digunakan. Bahan ajar ini mampu membantu peserta didik dalam memahami dan mengaplikasikan konsep yang terlihat pada proses dan hasil belajar yang didapatkan. Adapun pengukungan peningkatan prestasi belajar sejarah diukur melalui pretest dan posttest.Kata Kunci: Bahan ajar penulisan sejarah, project-based learning, prestasi sejarah","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130212882","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Desain Skenario Pembelajaran Aktif Dengan Metode “Mikir” Pada Mata Kuliah Pendidikan IPS","authors":"Piki Setri Pernantah","doi":"10.29300/IJSSE.V1I2.1929","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/IJSSE.V1I2.1929","url":null,"abstract":"Dalam rumpun ilmu sosial dan ilmu pendidikan di perguruan tinggi, mata kuliah Pendidikan IPS adalah salah satu mata kuliah wajib yang penting diajarkan. Pentingnya Pendidikan IPS diharapkan dapat berkontribusi untuk membangun kesadaran kebangsaan mahasiswa, memiliki wawasan sosial dan kepekaan sosial sehingga terciptanya interaksi sosial yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. Idealnya, mata kuliah Pendidikan IPS tidak hanya memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tetapi juga mampu mengajarkan nilai-nilai yang berangkat dari realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Untuk itu, proses pembelajaran mata kuliah Pendidikan IPS harus mengedepankan pembelajaran aktif (student-center) sehingga mahasiswa mampu lebih berpikir kritis, komunikatif, dan reflektif. Artikel ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan pentingnya mata kuliah Pendidikan IPS yang active learning; 2) mendesain sebuah contoh skenario pembelajaran dengan metode “MIKIR” pada mata kuliah Pendidikan IPS. Pembelajaran aktif dengan metode “MIKIR” diadopsi dari pengembangan model pembelajaran Abad 21 yang dikembangkan oleh Tanoto Foundation. Singkatan dari metode “MIKIR” adalah Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi. Metode ini berusaha menjawab tantangan pendidikan Abad ke-21 dan relevan dengan pembelajaran yang konstruktivistik.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"279 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133461479","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Local Wisdom for Character Education: A Study of Character Values in Tabot Tradition in Bengkulu","authors":"Een Syaputra","doi":"10.29300/IJSSE.V1I2.2245","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/IJSSE.V1I2.2245","url":null,"abstract":"ABSTRACT: TABOT ceremony is an annual event, which is done by the people of Bengkulu, particularly by the Sippai tribe, to memorize the death of Husein bin Ali bin Abi Talib, the grandson of Prophet Muhammad, in Karbala war in 61 Hijri or 681 AD. In this article, the discussion will focus on the activities of the Tabot Ritual Ceremony, especially regarding the values of character education contained in. This research used a descriptive qualitative method. The data collection is done by doing a literature study, then analyzed it using qualitative data analysis. Based on research that has been done, the result showed that Tabot Ritual Ceremony in Bengkulu is full of character values; symbolized from the equipment used, the philosophical foundation in each activity, and values that are reflected in the activities undertaken. From what has been found, the character values contained in Tabot Ritual Ceremonies are religious values, the spirit of struggle, love peace, brotherhood, hard work, self, love of the homeland, caring culture, and responsibility, which fits the character education proposed by the curriculum centre of Indonesia.ABSTRAK:Tradisi TABOT merupakan acara rutin yang diselenggarakan oleh masyarakat Bengkulu, khsusnya suku Sipai, untuk mengenang kematian Husein bin Ali bin Ali Thalib, cucu Nabi Muhammad dalam perang Karbala pada tahun 681 H. Dalam artikel ini, pembahasan akan berfokus pada srangkaian aktivitas dalam ritual Tabot, khususnya mengenai muatan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literature dan dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil studi, ditemukan bahwa Tabot adalah tradisi yang syarat akan nilai-nilai karakter, yakni sebagaimana tercermin dari peralatan yang digunakan, tujuan dasar dari aktivitas yang dilakukan dan nilai-nilai yang tercermin dari aktivitas yang dilakukan. Adapun nilai-nilai pendidikan karakter yang trekandung dalam tradisi Tabot adalah nilai religious, semangat perjuangan, cinta damai, persaudaraan, kerja keras, mendiri, cinta tanah air, dan tanggung jawab.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123542616","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Keterkaitan Motivasi Dan Apersepsi Terhadap Hasil Belajar IPS","authors":"I. Satria, Raden Gamal Tamrin Kusumah","doi":"10.29300/ijsse.v1i1.2587","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v1i1.2587","url":null,"abstract":"Hasil belajar IPS yang didapatkan oleh siswa usia sekolah dasar bervariasi mulai dari ketegori rendah, sedang dan tinggi. Nuansa tersebut berasal dari berbagai faktor. Faktor yang diteliti adalah variabel apersepsi dan motivasi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar, kuesioner, dan wawancara untuk memperkuat analisis keterkaitannya. Uji t digunakan untuk mengetahui hubungan dari tiga variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara apersepsi terhadap hasil belajar IPS dimana Fhitung < Ftabel dengan α = 0,05 dengan (1,21 < 1,86 ). Korelasi positif juga didapatkan motivasi dengan hasil belajar IPS dimana dimana Fhitung < Ftabel dengan α = 0,05 dengan (1,03<1,86).","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124909584","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}