Nature National Academic Journal of Architecture最新文献

筛选
英文 中文
EVALUASI ELEMEN TEKNIS RUANG BERSAMA RUSUNAWA MAHASISWA SEBAGAI HUNIAN SEHAT DI MASA PANDEMI COVID-19 在COVID-19大流行期间,与RUSUNAWA的学生一起评估空间技术元素
Nature National Academic Journal of Architecture Pub Date : 2021-12-13 DOI: 10.24252/nature.v8i2a3
Citra Amalia Amal, Andi Annisa Amalia, Siti Fuadillah A. Amin, Rifaldi Rifaldi
{"title":"EVALUASI ELEMEN TEKNIS RUANG BERSAMA RUSUNAWA MAHASISWA SEBAGAI HUNIAN SEHAT DI MASA PANDEMI COVID-19","authors":"Citra Amalia Amal, Andi Annisa Amalia, Siti Fuadillah A. Amin, Rifaldi Rifaldi","doi":"10.24252/nature.v8i2a3","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v8i2a3","url":null,"abstract":"The typology of the student flats building as a vertical residence with three or four floors seems to be more at risk of becoming a place of transmission of COVID-19 compared to a residential area. It is necessary to evaluate the technical elements (health, security, and safety aspects) in the shared spaces in the Student Flats against the fulfillment of the Healthy Home Principles issued by the Ministry of Public Works and Public Housing (2016). And see how far the implementation of the Health Protocol in Makassar City Student Flats refers to the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number HK.01.07/MENKES/382/2020. The research location is in two student flats in Makassar City, namely Rusunawa Hasanuddin University, and Rusunawa Muslim University of Indonesia. The data analysis technique was carried out through descriptive quantitative methods by scoring the achievement of indicators of the Healthy Home Principles in the form of dry (not damp) floors and walls, a minimum window opening area of 1/9 of the floor space, openings that can be penetrated by sunlight, the availability of natural lighting and artificial lighting in the dining room area, efforts to overcome the danger of fire in the kitchen area, waterproof walls, vents, and good lighting in the bathroom. Also scoring is the achievement of indicators for the Implementation of Health Protocols in the form of installing 3M information media, providing hand sanitizers, optimizing air circulation and sunlight, availability of disinfectant equipment, availability of Handwashing with soap and running water (CTPS) facilities, and setting a minimum distance between chairs of 1 meter and not facing each other. The results of the study found that the two samples of student flats generally had met the Healthy Home Principles. Meanwhile, the implementation of Health Protocol facilities in student flats in Makassar City is still lacking.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45420192","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
STUDI COWORKING SPACE BAGI MILENIAL 研究千禧一代的联合办公空间
Nature National Academic Journal of Architecture Pub Date : 2021-09-15 DOI: 10.24252/NATURE.V8I2A2
Annisa Nisrina, A. Handoyo
{"title":"STUDI COWORKING SPACE BAGI MILENIAL","authors":"Annisa Nisrina, A. Handoyo","doi":"10.24252/NATURE.V8I2A2","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V8I2A2","url":null,"abstract":"Abstrak. Perubahan arah sektor ekonomi dari ekonomi industri ke ekonomi kreatif tentunya juga membawa perubahan pada sistem bekerja di dalamnya. Pemanfaatan teknologi yang semakin canggih membuat cara bekerja pada hampir semua jenis pekerjaan menjadi lebih mudah. Kaum milenial pun perlahan mulai meninggalkan gaya bekerja tradisional dan mulai beralih ke gaya bekerja yang fleksibel dan santai. Dengan coworking space , milenial dapat dengan mudah memilih dimana, kapan, dan bagaimana mereka akan bekerja. Selain itu, adanya manfaat dari berbagai sisi seperti ekonomi, sosial, sustainability , dan psikologis, juga menjadi alasan coworking space banyak diminati saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang diperlukan milenial pada coworking space untuk memberikan kenyamanan. Menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif, didapatkan hasil bahwa selain fasilitas yang memadai, banyak hal lain yang perlu diperhatikan untuk membangun coworking space . Penelitian ini dilakukan di kota Bandung, sebelum terjadinya pandemi dan belum diterapkannya pola kebiasaan baru. Kedepannya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam mendesain coworking space yang lebih baik dan menerapkan pola kebiasaan baru.  Kata kunci : Coworking Space ; Kebutuhan; Milenial. Abstract . Changes in the direction of the economic sector from the industrial economy to the creative economy also bring changes to the working system in it. The use of increasingly sophisticated technology makes it easier to work on almost all types of work. Millennials are slowly starting to leave the traditional work style and begin to shift to a flexible work style. Coworking space is a place for this style of work. With coworking space, millennials can easily choose where, when and how they will work. In addition, the benefits from various sides such as economic, social, sustainability, and psychological, also the reason coworking space is in great demand today. This study aims to determine what millennials need in coworking space to provide comfort. Using a descriptive analytic method with a qualitative approach, the results show that in addition to adequate facilities, many other things need to be considered to build an ideal coworking space. This research was conducted in Bandung, before the occurrence of pandemic and new normal was not implemented. In the future, this research is expected to be one of the references in designing better coworking spaces and applying new normal rules. Keywords: Coworking Space; Needs; Millennials.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42762288","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
TAMAN KANAK KANAK BAGI PENYANDANG AUTISME DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU 我所在机构如何返还授权书
Nature National Academic Journal of Architecture Pub Date : 2021-08-23 DOI: 10.24252/NATURE.V8I2A1
Yusnia Hanna Yulistya, Josephine Roosandriantini
{"title":"TAMAN KANAK KANAK BAGI PENYANDANG AUTISME DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU","authors":"Yusnia Hanna Yulistya, Josephine Roosandriantini","doi":"10.24252/NATURE.V8I2A1","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V8I2A1","url":null,"abstract":"Abstrak_ Pendidikan dasar bagi seorang anak merupakan hal fundamental yang akan mempengaruhi dan membentuk anak memiliki karakter yang tangguh, termasuk juga bagi anak berkebutuhan khusus, dalam hal ini berpusat pada anak autis. Anak-anak penyandang autisme memiliki karakteristik yang berbeda, yaitu anak autis tidak dapat berinteraksi secara normal dengan individu yang lainnya. Pendidikan untuk anak autisme lebih ditekankan dimulai saat mereka masih taman kanak-kanak, sehingga dibutuhkan fasilitas pendidikan yang diperuntukkan bagi penyandang autisme. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik sekolah taman kanak-kanak bagi penyandang autisme, agar dapat menjadi stimulus bagi tumbuh kembang anak autis. Kebutuhan akan ruang untuk sosialisasi sangat berguna bagi anak-anak penyandang autisme dikarenakan mereka memilik masalah pada interaksi sosialnya. Penelitian ini lebih kepada menunjukkan kriteria yang diperlukan dalam menciptakan ruang interaksi sosial yang dapat berguna membantu dalam proses merancang bangunan bagi anak autis. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif yaitu dengan menggunakan studi literatur yang berkaitan dengan kriteria desain yang dapat berguna dalam menciptakan sebuah sekolah taman kanak-kanak penyandang autisme. Hasil dari penelitian ini yaitu kriteria desain untuk sekolah taman kanak-kanak tersebut dapat mempertimbangkan segi pendekatan arsitektur perilaku dalam mendesain, sehingga mengenali karakteristik pengguna agar dapat tercipta kenyamanan dan keamanan bagi si pengguna ( user ). Kata kunci: Arsitektur Perilaku; Penyandang Autisme; Taman Kanak – Kanak. Abstract _ Basic education for a child is a fundamental thing that will influence and shape the child to have a strong character, including for children with special needs, in this case centering on children with autism. Children with autism have different characteristics, namely, autistic children cannot interact normally with other individuals. Education for children with autism is more emphasized starting when they are still in kindergarten so that educational facilities are needed for people with autism. The purpose of this study is to describe the characteristics of kindergarten schools for people with autism. The need for space for socialization is very useful for children with autism because they have problems in their social interactions. This research is more to show the criteria needed in creating a space for social interaction that can be useful in helping in the process of designing buildings for children with autism. The research method used in this research is the descriptive qualitative method, namely by using literature studies related to design criteria that can be useful in creating a kindergarten school with autism. So, by paying attention to these design criteria the school can have comfort and safety for children with autism. Also, the resulting design criteria can be considered in term","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45461315","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
KARAKTERISTIK STRUKTUR DAN KONSTRUKSI BANUA TAMBEN 巴努阿淡本的特色结构与施工
Nature National Academic Journal of Architecture Pub Date : 2021-06-30 DOI: 10.24252/nature.v8i1a7
A. E. Oktawati, Hardiansyah Hardiansyah
{"title":"KARAKTERISTIK STRUKTUR DAN KONSTRUKSI BANUA TAMBEN","authors":"A. E. Oktawati, Hardiansyah Hardiansyah","doi":"10.24252/nature.v8i1a7","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v8i1a7","url":null,"abstract":"Abstrak_ Banua Tamben merupakan rumah tongkonan generasi ketiga, konstruksi arsitektur banua tamben memiliki keunikan dibanding dengan rumah tongkonan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakteristik sistem struktur dan  konstruksi arsitektur banua tamben yang mempresentasikan sistem konstruksi sebagai struktur, dengan fokus pada kajian terhadap proses penyusunan dan penggabungan bagian banua tamben sehingga membentuk sebuah banua tamben yang utuh. Metode penelitian dilakukan dengan penelitian kualitatif, dimana dalam penelitian ini digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil temuan memperlihatkan bahwa struktur dan konstruksi banua tamben yang tersusun dari beberapa bagian yaitu bagian bawah dan bagian atas. Secara keseluruhan banua tamben memiliki ciri khas konstruksi yang bisa disebut istilah “ tamben” , (bahasa Toraja = berselang-seling), yaitu  menumpukkan balok melintang  secara tumpang tindih dan berselang-seling sehingga membentuk struktur ruang pada kolom rumah. Kata kunci : Banua; Tamben ; Struktur; Konstruksi Abstract _ Banua Tamben is a third generation tongkonan house, the architectural construction of Banua Tamben is unique compared to the current tongkonan house. This study aims to find characteristics of the Banua Tamben architectural construction that presents the construction system as a structure, with a focus on the study of the process of compiling and joining parts of the Banua Tamben to form a complete Banua Tamben. The research method used is qualitative research, wherein this research qualitative descriptive analysis techniques are used as a technique in the analysis. The findings show that the structure and construction of the Banua Tamben are composed of several parts, namely the bottom and the top. Overall banua tamben has a characteristic construction which can be called the term tamben, (Toraja language = criss-cross ), which is stacking transverse beams overlapping and crossing to form a spatial structure in the column of the house. Keywords: Banua; Tamben; Structure; Construction","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49439455","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR MODULAR PADA RUMAH SUSUN ITB JATINANGOR ITB JATINANGOR SUSUSUN住宅模块化建筑消耗测试
Nature National Academic Journal of Architecture Pub Date : 2021-06-30 DOI: 10.24252/nature.v8i1a9
Shely Pratiwi Sanjaya Putri, Ari Widyati Purwantiasning
{"title":"KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR MODULAR PADA RUMAH SUSUN ITB JATINANGOR","authors":"Shely Pratiwi Sanjaya Putri, Ari Widyati Purwantiasning","doi":"10.24252/nature.v8i1a9","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v8i1a9","url":null,"abstract":"Abstrak_ Di kota besar dan metro pengembangan hunian vertikal sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, permasalahan berupa ketersediaan lahan merupakan salah satu faktor pendorong pemangku kepentingan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Kontruksi yang digunakan pun bermacam-macam dan terus berkembang setiap tahunnya. Pada masa setelah perang dunia kedua konsep hunian dengan modular mulai popular, dan konsep tersebut memiliki banyak keunggulan sehingga pada masa sekarang sudah mulai digunakan dan dikembangkan. Secara general konsep Arsitektur Modular dapat didefinisikan berupa objek rancangan berdasarkan modul tertentu, dengan bentuk yang sama dan diulang secara berulang-ulang. Le Corbusier juga berpendapat pada “Teori Modular” bahwa melihat Modular bukan hanya sebagai angka yang mengadopsi harmoni, namun juga sebagai alat pengukur yang dapat menghitung jarak, permukaan, dan volume. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami Penerapan Konsep Arsitektur Modular pada Rumah Susun ITB Jatinangor. Kesimpulan yang didapat ialah Rumah Susun ini telah menerapkan dan sesuai  dengan prinsip serta syarat modular dari Teori Modular Le Corbusier dan Teori Ryan E. Meskipun pada sistem struktur, bangunan ini secara keseluruhan belum menggunakan komponen prefabrikasi, namun secara garis besar 95% bangunan ini telah menggunakan modul prefabrikasi antara lain komponen kolom, balok, plat, dinding, tangga dan tiang pancang. Sehingga bangunan ini dapat dikatakan sebagai bangunan modular. Serta komponen bangunan yang tidak dalam komponen modular ialah komponen pada struktur bawah yaitu pada pilecap dan pada dinding pada area tangga, yang menggunakan metode konvensional pada saat pembangunan terjadi. Kata kunci : Hunian Vertikal; Modular; Prefabrikasi. Abstract _ In large cities and metro vertical residential development has become a very urgent need. The problem of land availability is one of the driving factors for stakeholders to solve the problem immediately. The construction used is various and continues to grow every year. In the post-world war second world, the concept of modular housing began to be popular, and the concept has many advantages, so it has started to be used and developed in the present. In general, the concept of Modular Architecture can be defined as a design object based on a specific module, with the same shape and repeated repeatedly. Le Corbusier also argues in the \"Modular Theory\" that it sees Modular not only as a number that adopts harmony but also as a gauge that can calculate distance, surface, and volume. This research uses a qualitative descriptive method to know and understand the Application of Modular Architecture concepts in ITB Jatinangor Flats. The conclusion obtained is that this flat has been applied and by the modular principles and requirements of The Le Corbusier Modular Theory and Ryan E Theory. Although in the structure system, the building as a w","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49200006","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
POLA SEBARAN PERMUKIMAN KUMUH (STUDI KASUS : KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG) 贫民窟疏散模式(案例研究:三宝垄北郊)
Nature National Academic Journal of Architecture Pub Date : 2021-06-30 DOI: 10.24252/nature.v8i1a4
A. Aspin, N. Nafsi
{"title":"POLA SEBARAN PERMUKIMAN KUMUH (STUDI KASUS : KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG)","authors":"A. Aspin, N. Nafsi","doi":"10.24252/nature.v8i1a4","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v8i1a4","url":null,"abstract":"Abstrak_ Kecamatan Semarang Utara merupakan Kecamatan dengan potensi sosial ekonomi yang tinggi karena didalamnya terdapat pelabuhan, stasiun kereta api dan kawasan-kawasan komersial, potensi sosial ekonomi yang tinggi menyebabkan tingginya aktivitas di lokasi tersebut. Akibatnya wilayah tersebut menarik untuk dijadikan sebagai tempat bermukim, seiring berjalannya waktu banyak pendatang yang ingin tinggal dan menetap di wilayah tersebut, yang kemudian berimbas pada meningkatnya kebutuhan lahan, dan akhirnya mendirikan bangunan di lahan-lahan yang terbatas dan berpotensi untuk menimbulkan kawasan-kawasan kumuh.Penelitian ini bertujan untuk mengetahui Pola Sebaran Permukiman Kumuh di Kecamatan Semarang Utara.Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisis pola sebaran permukiman kumuh yang meliputi sebaran permukiman kumuh dan bentuk-bentuk permukiman kumuh.Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan rasionalistik. Terdapat 10 titik sebaran permukiman kumuh di Kecamatan Semarang Utara, 6 titik sebaran kawasan kumuh diantaranya membentuk pola permukiman terpusat atau mengelompok, dan 4 titik sebaran kawasan kumuh lainnya membentuk pola permukiman linier mengikuti jalan, mengikuti sungai dan rel kereta api. Kawasan kumuh tersebut cenderung tumbuh mendekati sekitar kawasan industri, kawasan sempadan sungai, kawasan pasar, kawasan pelabuhan, stasiun dan rel kereta api. Kata Kunci : Permukiman Kumuh; Sebaran Permukiman; Pola Permukiman. Abstract_ North Semarang Sub-district is a sub-district with high socio-economic potential. There are ports, railway stations, and commercial areas; high socio-economic potential causes high location. As a result, the site is interesting to be used as a place to live; as the passage of time, many migrants want to stay and settle in the area, which then impacts on the increasing demand for land, and eventually builds buildings on limited grounds and potentially to cause slum areas. This research aims to find out the pattern of the distribution of slum settlements in the North Semarang District. To achieve these objectives, several analyses are analyzed for slum settlement patterns covering the distribution of slums and slum forms—this research using the qualitative descriptive method with a rationalistic approach. There are 10 points of distribution of slum settlements in the North Semarang Sub-district, 6 spots of slum areas among them form a centralized or clustered settlement pattern, and four other spots of slum areas form a linear settlement pattern following the road, following the rivers and railways. The slum areas tend to grow close to industrial areas, riverbanks, market areas, port areas, stations, and railways. Keywords :  Slum Settlement; Distribution Of Settlements; Settlement Patterns.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42308060","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN ALUN-ALUN SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK 广场利用公共空间的有效性
Nature National Academic Journal of Architecture Pub Date : 2021-06-30 DOI: 10.24252/nature.v8i1a5
Muhammad Uliah Shafar, Suzanna Ratih Sari
{"title":"EFEKTIVITAS PEMANFAATAN ALUN-ALUN SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK","authors":"Muhammad Uliah Shafar, Suzanna Ratih Sari","doi":"10.24252/nature.v8i1a5","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v8i1a5","url":null,"abstract":"Abstrak_ Ruang terbuka publik memiliki efek yang sangat besar terhadap kesejahteraan masyarakat perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan rekomendasi desain untuk membangun kembali fasilitas alun-alun menjadi lebih baik, dalam hal memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan. Karena meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik, alun-alun Andi Makkasau yang berada di kota Parepare mengalami perubahan yang signifikan dalam mengakomodasi aktivitas penggunanya. Beberapa fasilitas ditambahkan seperti alat kebugaran, tempat duduk komunal, panggung utama, panggung musik dan toilet. Membuat alun-alun ini menyediakan pemanfaatan yang beragam. Namun, ketersediaan pemanfaatan tersebut tidak mengungkap efektivitas yang ada pada ruang tersebut. Renovasi alun-alun Andi Makkasau diharapkan memperhatikan dampak dari perubahan pengaturan fasilitas-fasilitas yang tersedia. Dengan menggunakan metode behavioral mapping , penelitian ini dapat menjelaskan hubungan antara pengguna dan fasilitas sebuah ruang publik. Melalui hasil sketsa dan simbol dari hasil observasi yang dilakukan pada pagi hari dan sore hari dengan menggunakan metode placecenter map , diketahui respon dari perilaku pengguna terhadap fasilitas yang digunakan di alun-alun Andi Makkasau. Adapun metode yang digunakan untuk menganalisisperforma fasilitas, penelitian ini menggunakan evaluasi purnahuni (EPH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa renovasi alun-alun ini tidak mendukung atribut sebagian besar penggunanya, sehingga rekomendasi terhadap rancangan kedepannya sangat diperlukan. Kata kunci : Behavioral Mapping ; Ruang Terbuka Publik; Place Centre Map; Fasilitas Publik. Abstract _ Public open space has a significant effect on the welfare of urban communities. The objective of this study was to produce design recommendations for rebuilding the square facilities for the better, in terms of having a positive impact on welfare. Due to the increasing public need for public space, the Andi Makkasau square in the city of Parepare has undergone significant changes in accommodating the activities of its users. Some facilities were added, such as fitness equipment, communal seating, main stage, music stage, and toilet. As a result, this square provided multiple uses. However, the availability of these uses did not reveal the effectiveness of that space. The renovation of Andi Makkasau square was expected to pay attention to changes in the arrangement of available facilities. By using the behavioral mapping method, this study could explain the relationship between users and facilities of open space. Through the sketches and symbols from the observations made in the morning and evening using the place center map method, user behavior was known to the facilities used in the Andi Makkasau square. The method used to analyze the facility's performance; this study used the post-occupancy evaluation (POE). The results showed that the renovation of this plaza did not support the attributes","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42554301","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
TRANSFORMASI FUNGSI SIRING PADA RUMAH TRADISIONAL BUGIS DI BULUKUMBA 布卢昆巴SIRING功能向传统商务住宅的转变
Nature National Academic Journal of Architecture Pub Date : 2021-06-30 DOI: 10.24252/nature.v8i1a2
Zulkarnain As, A. Rahmani, R. As
{"title":"TRANSFORMASI FUNGSI SIRING PADA RUMAH TRADISIONAL BUGIS DI BULUKUMBA","authors":"Zulkarnain As, A. Rahmani, R. As","doi":"10.24252/nature.v8i1a2","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v8i1a2","url":null,"abstract":"Abstrak_ Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi perubahan fungsi maupun bentuk pada kolong rumah ( siring ) tradisional Bugis yang berprofesi sebagai nelayan, pembuat kapal dan petani di Bulukumba, serta memverifikasi mengenai perubahan bentuk dan wujud fisik siring yang terjadi seperti sekarang ini.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana penelitian ini menggunakan sampel, wawancara, pengukuran dan data literatur sebagai pengumpulan data untuk penelitian ini.untuk mengetahui perubahan-perubahan bentuk dan fungsi apa saja yang terjadi pada siring khususnya pada rumah tradisional Bugis yang berprofesi sebagai nelayan, pembuat kapal dan petani. Dilakukan wawancara terhadap seorang narasumber yang berprofesi sebagai nelayan, seorang narasumber yang berprofesi sebagai pembuat kapal dan seorang narasumber yang berprofesi sebagai petani sebagai pemilik rumah tradisional Bugis.Untuk mengetahui perubahan yang terjadi dilakukan observasi dan penjelasan dari narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi ditinjau dari wujud fisik dan pola aktivitas yang terjadi antara lain yaitu terjadi perubahan wujud fisik, bentuk, fungsi dan pola aktivitas ruang siring pada rumah tradisional Bugis di Bulukumba terhadap bentuk aslinya. Kata kunci : Bentuk; Fungsi; Pola Aktivitas ; Siring; Rumah Tradisional. Abstract _ This research is intended to identify changes in the function or form of traditional Bugis under the house (siring) who work as fishermen, boat builders, and farmers in Bulukumba, as well as to verify the changes in the shape and physical form of siring that are happening today. This study uses a qualitative descriptive method where this study uses samples, interviews, measurements, and literature data as data for this study. to see what changes in form and function occur in the siring, especially in traditional houses, Bugis who work as fishermen, boat builders, and farmers in Bulukumba, as well as verifying regarding changes in the form and siring physical manifestation is happening today. This type of research qualitative, to determine changes in the shape and function of what is happening in the siring, especially in the traditional house Bugis living as fishermen, shipbuilders and farmers, conducted interviews with a resource person who work as fishermen, a resource person who worked as shipbuilders and a resource person who work as farmers as owners of traditional homes Bugis. To determine the changes made observations and explanations of sources. The results showed that the changes in terms of the physical form and activity patterns that occur include: a). siring form b). siring function c) .pola activity. There were changes in physical form, shape, function, and activity patterns siring space in traditional houses Bugis in Bulukumba to its original form. Keywords: Form; Function; Activity Pattern; Siring; Traditional House.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46035704","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
ANALISIS PERFORMA MODEL ECO-COOLER SEBAGAI ALTERNATIF BUKAAN ALAMI 生态冷却器作为替代开放式阿拉米的模型形式分析
Nature National Academic Journal of Architecture Pub Date : 2021-06-28 DOI: 10.24252/nature.v8i1a1
N. Pratiwi, Sri Sutarni Arifin
{"title":"ANALISIS PERFORMA MODEL ECO-COOLER SEBAGAI ALTERNATIF BUKAAN ALAMI","authors":"N. Pratiwi, Sri Sutarni Arifin","doi":"10.24252/nature.v8i1a1","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v8i1a1","url":null,"abstract":"Abstrak_ Konsumsi nergi listrik nasional terus mengalami peningkatan. Pada 2015 konsumsi listrik sebesar 910 kilowat jam (kWh) per kapita, kemudian meningkat menjadi 1.084 kWh/kapita pada 2019. Di Indonesia, Hermanto,dkk (2005) menyebut sekitar 60% konsumsi listrik hotel di Jakarta digunakan untuk memasok energi mesin AC. Oleh karena itu, usaha penghematan energi yang berkaitan dengan pendinginan ruangan akan berdampak signifikan terhadap usaha penghematan energi di dunia. Salah satu contohnya  yakni penggunaan Eco-Cooler.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa performa dari model Eco-Coolersebagai alternative bukaan alami. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen dengan tahapan pengukuran kemudian disimulasikan dengan menggunakan aplikasi Ansysdan dianalisis secara analisis statistik deskriptif. Hasilpengukuran menujukkan bahwa semakin besar perbandingan inletterhadapoutlet maka distribusi kecepatan aliran angin lebih baik. Sementara untuk simulasi bisa ditarik kesimpulan bahwa model C, merupakan model yang lebih baik dibanding model A dan B. Model C mampu membuat jangkauan angin terpanjang yaitu sekitar 2,77 meter dan memiliki kecepatan angin minimum paling besar  berkisar 0,499 m/s dan posisi Eco-Cooler denganketinggian 100 cm memilikijangkauanangin yang lebih baik daripada yang lainnya.Berdasarkan hasil tersebut dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membandingkan antara model tersebut dengan jendela yang dipakai pada umumnya. Kedepannya, Eco-Cooler diharapkan mampu menjadi alternative bukaan alami. Kata kunci: Eco-Cooler; Ansys;  Angin, Energi Terbarukan. Abstract _ National electricity consumption continues to increase. In 2015, electricity consumption was 910-kilowatt hours (kWh) per capita, then has risen to 1,084 kWh / capita in 2019. In Indonesia, Hermanto et al. (2005) stated that around 60% of hotel electricity consumption in Jakarta had been used to supply AC engine energy. Therefore, energy-saving efforts related to room cooling will significantly impact energy-saving measures in the world. One example is the use of the Eco-Cooler. This research aims to analyze the performance of the Eco-Cooler model as an alternative to natural openings. This research is a quantitative research using experimental methods with measurement stages then simulated using the Ansys application and analyzed by descriptive statistical analysis. The measurement results show that the greater the inlet to outlet ratio, the better the wind speed distribution. As for the simulation, it can be concluded that model C is a better model than models A and B. Model C can make the most extended wind range, which is about 2.77 meters and has the greatest minimum wind speed of 0.499 m / s, and the Eco- position. Coolers with a height of 100 cm have better wind coverage than others. Based on these results, further research can be conducted to compare the model with the windows used in general. In the future, t","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49091645","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
KAJIAN DESAIN LANSKAP KORIDOR JALAN DAGO BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG CITY BRANDING KOTA BANDUNG 技术语言走廊的设计与评价城市品牌班东的认知研究
Nature National Academic Journal of Architecture Pub Date : 2021-04-30 DOI: 10.24252/nature.v8i1a8
Kusriantari Fenny Aprillia, Estuti Rochimah
{"title":"KAJIAN DESAIN LANSKAP KORIDOR JALAN DAGO BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG CITY BRANDING KOTA BANDUNG","authors":"Kusriantari Fenny Aprillia, Estuti Rochimah","doi":"10.24252/nature.v8i1a8","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v8i1a8","url":null,"abstract":"Abstrak_ Kota Bandung sedari dulu dikenal dengan julukan Paris Van Java , memberikan citra tersendiri bagi masyarakat. Paris Van Java lahir dari suasana ruas Jalan Braga dan Jalan Asia Afrika pada zaman Kolonial Belanda. Hingga saat ini pun kedua ruas tersebut merupakan citra kota yang paling kuat dalam slogan Paris Van Java . Kota Bandung sama halnya dengan kota lain di Indonesia, ikut membangun city branding . Pembangunan city branding di Kota Bandung dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah pembangunan fisik. Pembangunan fisik dilakukan Pemerintah Kota Bandung salah satunya dengan merevitalisasi ruas-ruas jalan. Koridor Jalan Dago adalah salah satu jalan yang ikut direvitalisasi, yaitu dengan konsep trotoar lebar dan penggunaan prinsip panca trotoar bergaya vintage seperti di Jalan Braga dan Jalan Asia Afrika. Adanya revitalisasi Jalan Dago memberikan citra baru pada koridor jalan ini. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan untuk mengungkap sejauh mana desain lansekap koridor Jalan Dago setelah revitalisasi dapat mendukung City Branding Kota Bandung, yaitu Paris Van Java. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, serta teknik pengambilan data menggunakan cara survey lapangan dan kuesioner. Hasil yang  didapatkan adalah, revitalisasi koridor Jalan Dago memberikan image positif bagi citra kota dan dapat merepresentasikan Paris Van Java . Kata kunci : City Branding ; Koridor jalan; Paris Van Java. Abstract _ The City of Bandung known as the so-called Paris Van Java gives its own image to the local community. Paris Van Java was born of the atmosphere of Braga and Asia Afrika roads in the days of Dutch colonialism. Until today, those roads are the most powerful city image of the Paris Van Java slogan. Bandung city as well as other cities in Indonesia builds city branding. Building city branding in Bandung City is done in many ways, one of them by physical development. Physical development by local government executed by the revitalization of road corridors. Dago corridor is one of the corridors that revitalized, namely by wider sidewalk concept and using the principle of panca protostar (five sidewalks) which is vintage as in Braga and Asia Afrika road. Dago corridor revitalization gives a new image to this corridor. Therefore this research has the purpose to uncover the extent of the landscape corridor design of Dago after revitalization can support city branding of Bandung City, which is Paris Van Java. The methodology used is descriptive quantitative, then data collection by site observation and questionnaire. The result is, the revitalization gives a positive image to the city and presents Paris Van Java. Keywords: City Branding; Road Corridor; Paris Van Java.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47918266","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书