{"title":"Karakteristik mutu abon ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) dari Perairan Danau Tempe, Sulawesi Selatan","authors":"Kasmiati Kasmiati, Andi Athifa Putri, Ophirtus Sumule, Nursakinah Latuconsina, Rahmatul Khasanah, Husnul Khotimah, Nurfaidah Nurfaidah, Suriana Laga, Kejora Handarini, Rahmatang Rahmatang, Metusalach Metusalach","doi":"10.17844/jphpi.v26i2.43873","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v26i2.43873","url":null,"abstract":"Populasi ikan sapu-sapu di Danau Tempe sangat melimpah karena jarang dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis ikan sapu-sapu adalah menjadikannya produk olahan abon ikan. Penelitian ini bertujuan menentukan kualitas abon ikan sapu-sapu yang terbuat dari tiga kelompok ikan dengan ukuran yang berbeda melalui parameter sensori, komposisi kimia, logam berat, dan mikrobiologi sesuai dengan SNI-7690:2013. Sampel ikan sapu-sapu yang digunakan pada penelitian ini diambil dengan metode purpose sampling, yang dibagi ke dalam tiga kelompok ukuran, yaitu ukuran besar (>30,1 cm), sedang (20,1-30 cm), dan kecil (≤20 cm). Daging putih dari setiap kelompok ukuran digunakan sebagai sampel pembuatan abon. Analisis data menggunakan uji normalitas untuk menguji tingkat kesukaan dan dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis apabila data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abon ikan sapu-sapu yang terbuat dari ukuran ikan yang berbeda mempunyai tingkat penerimaan konsumen yang baik (kategori suka) dengan nilai 3,86-4,40 dari skor maksimum 5. Uji organoleptik abon ikan sapu-sapu memenuhi persyaratan mutu organoleptik abon ikan sesuai SNI. Abon ikan sapu-sapu mempunyai karakteristik mutu, yaitu kadar air 2,52-3,11%, protein 32,34-32,40%, lemak 22,18-24,55%, dan abu 4,13-5,53%. Kadar air dan protein tersebut memenuhi standar mutu abon ikan berdasarkan SNI. Kadar logam berat (Hg, Pb, dan Cd) serta hasil uji angka lempeng total, Escherichia coli, Salmonella, dan Staphylococcus aureus berada di bawah ambang batas maksimal yang disyaratkan.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135840423","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Siluh Putu Sri Dia Utari, Ika Astiana, Emmya Karina Ginting, Ni Made Regita Pradnyaswari
{"title":"Pengujian mutu organoleptik dan logam berat merkuri, timbal, kadmium ikan tuna bentuk steik di Denpasar","authors":"Siluh Putu Sri Dia Utari, Ika Astiana, Emmya Karina Ginting, Ni Made Regita Pradnyaswari","doi":"10.17844/jphpi.v26i2.44430","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v26i2.44430","url":null,"abstract":"Ikan merupakan komoditas yang termasuk ke dalam kategori bahan pangan yang mudah rusak (high perishable food). Ikan tuna memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga cepat mengalami proses kemunduran mutu jika tidak ditangani dengan baik. Ikan tuna berada pada tingkat trofik paling atas di dalam piramida makanan. Hal ini yang menyebabkan adanya kemungkinan akumulasi logam berat pada daging ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mutu organoleptik serta kandungan logam berat merkuri (Hg), timbel (Pb) dan kadmium (Cd) pada ikan tuna (Thunnus sp.) di Denpasar. Penelitian ini menggunakan 14 buah sampel ikan tuna bentuk steik. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian organoleptik dan pengujian kandungan logam berat Hg, Pb, Cd pada ikan tuna. Pengujian organoleptik mengacu pada metode SNI 8271:2016 dengan penskoran skala angka 1-9. Pengujian kandungan logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) meliputi parameter logam Hg mengacu pada SNI 2354.6.2011, Pb dan Cd mengacu pada SNI 2354.5:2011. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan terhadap nilai organoleptik pada 14 sampel produk tuna, diperoleh hasil keseluruhan sampel telah memenuhi persyaratan mutu organoleptik sesuai anjuran SNI 8271:2016. Rata-rata nilai hasil pengujian logam berat Hg, Pb, dan Cd pada 14 sampel ikan tuna yang diujikan telah memenuhi standar mutu keamanan pangan yang telah ditetapkan. Pengujian logam berat Hg, Pb, dan Cd masing-masing secara berurutan menunjukkan nilai rata-rata 0,064 ppm; 0,07 ppm; dan 0,023 ppm.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":"25 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135064308","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Sifat fungsional choux pastry kering dengan substitusi konsentrat protein ikan gabus","authors":"Yuliana Arsil, Esthy Rahman Asih","doi":"10.17844/jphpi.v26i2.43088","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v26i2.43088","url":null,"abstract":"Choux pastry kering dengan substitusi konsentrat protein ikan (KPI) gabus adalah produk pangan olahan yang mengandung protein yang cukup tinggi. Produk pangan olahan harus memiliki nilai gizi dan sifat fungsional yang baik. Tujuan penelitian ini untuk menentukan sifat fungsional choux pastry kering substitusi KPI gabus melalui parameter kekerasan, komposisi asam amino, dan daya cerna protein secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan analisis laboratorium yang terdiri dari dua kelompok perlakuan yaitu kontrol dan choux pastry kering substitusi KPI gabus 15%. Uji kekerasan diukur dengan LLYOD texture analyzer. Komposisi asam amino diukur dengan metode UPLC, sistina dan metionina secara LC-MS/MS dan triptofan secara HPLC. Uji daya cerna protein secara in vitro dengan teknik enzimatis. Hasil penelitian menunjukkan nilai kekerasan choux pastry kering substitusi 15% KPI gabus lebih tinggi (35,42 N) dari kontrol (24,48 N). Kandungan asam amino choux pastry kering substitusi 15% KPI gabus lebih tinggi dari kontrol, dengan asam amino esensial tertinggi yaitu leusina (1,65%) dan lisina (1,30%), dan asam amino nonesensial tertinggi yaitu asam glutamat (4,23%) dan asam aspartat (1,87%). Nilai skor kimia, skor asam amino, dan indeks asam amino esensial choux pastry kering substitusi 15% KPI gabus lebih tinggi (12,98; 17,58; 16,83) dibandingkan kontrol (9,55; 14,10; 11,93). Daya cerna protein in vitro choux pastry kering substitusi 15% KPI gabus lebih rendah (38,22%) dibandingkan kontrol (47,96%).","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135602538","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis kandungan proksimat Octopus cyanea dari perairan Nusa Tenggara Timur","authors":"Cindy Soewarlan, Lumban Nauli Lumban Toruan, Suprabadevi Ayumasari Saraswati","doi":"10.17844/jphpi.v26i2.44821","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v26i2.44821","url":null,"abstract":"Octopus cyanea tersebar luas di perairan Nusa Tenggara Timur, dijual pada pasar-pasar tradisional dan diekspor ke Eropa. O. cyanea diperdagangkan untuk konsumsi, namun demikian belum terdapat informasi nutrisi yang memadai terkait organisme ini di Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan nutrisi utama dari O. cyanea berupa kadar air, karbohidrat, lemak, protein, abu, dan serat kasar. Sampel gurita diperoleh dari tangkapan nelayan di Teluk Kupang yang berlabuh di Pasir Panjang Kota Kupang dan dari perairan Perumaan-Nangahale Kabupaten Sikka. Preparasi sampel: masing-masing lokasi diambil tiga sampel dari trip penangkapan yang berbeda. Delapan tentakel dari setiap sampel dipotong, dicampur, dan dihaluskan untuk analisis analisis proksimat meliputi: kadar lemak dengan metode Soxhlet, kadar protein menggunakan metode Kjedahl, penentuan kadar air, kadar abu, dan serat kasar mengacu kepada AOAC. Perhitungan terhadap hasil dianalisis menggunakan rata-rata untuk setiap lokasi pengambilan sampel. Hasil penelitian menemukan komponen terbesar O. cyanea adalah air 70,79-74,36%, protein 13,55-18,41%, karbohidrat 5,44-6,37%, abu 2,23-3,43%, lemak 2,20-2,22% dan serat kasar 1,51-2,54%. Informasi ini dapat digunakan konsumen untuk memperkirakan bahaya yang mungkin berisiko pada kondisi kesehatan tertentu. Selain itu untuk kepentingan pembinaan tindakan pencegahan terhadap penurunan kualitas.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135756567","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Aulia Azhar Wahab, B. H. Iskandar, Yopi Novita, V. Kurniawati, Uju Uju
{"title":"Evaluasi palka ikan sebagai upaya pemenuhan standar penanganan ikan yang baik pada kapal bouke ami","authors":"Aulia Azhar Wahab, B. H. Iskandar, Yopi Novita, V. Kurniawati, Uju Uju","doi":"10.17844/jphpi.v26i2.46083","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v26i2.46083","url":null,"abstract":"Kapal bouke ami adalah salah satu kapal yang beroperasi di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman dengan durasi pengoperasian yang lama di laut. Permasalahan yang dihadapi oleh kapal dengan durasi trip panjang adalah ketersediaan palka sebagai fasilitas penanganan ikan di kapal sesuai standar yang sudah ditetapkan untuk menjaga kesegaran ikan di atas kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator sebagai acuan standar palka yang diatur secara legal oleh pemerintah dan mengkaji kesesuaian kondisi palka kapal bouke ami terhadap indikator acuan standar palka yang ditetapkan secara legal di Indonesia, khususnya pada kapal bouke ami yang berbasis di PPSNZ Jakarta. Metode yang digunakan yaitu studi literatur terhadap peraturan mengenai palka sebagai fasilitas penanganan di atas kapal yang diatur oleh pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dan melalui Badan Standardisasi Nasional serta observasi terhadap 30 unit kapal bouke ami. Hasil penelitian menunjukkan indikator yang digunakan dalam penetapan standar fasilitas penanganan di atas kapal adalah material, desain, dan instrumen pelengkap yang diatur melalui Permen KP No. 7 tahun 2019, No. 33 tahun 2021, SNI 01-4872.1-2006, SNI 2729:2013, dan SNI 4110:2014. Terdapat beberapa indikator yang tidak sesuai dengan standar pada palka kapal bouke ami antara lain material masih terbuat dari besi yang dapat menyebabkan korosif, desain palka tidak memungkinkan untuk dilakukan sistem penyimpanan first in first out, serta ketersediaan instrumen pelengkap yaitu pengukur suhu, tempat sampah serta ketersediaan fasilitas higienis untuk ABK masih kurang diperhatikan","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":"75 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139359563","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dina Shofa Istifada, Fronthea Swastawati, Ima Wijayanti
{"title":"Pengaruh penambahan tepung ikan teri hitam (Stolephorus insularis) terhadap karakteristik kimia dan tekstur pizza base","authors":"Dina Shofa Istifada, Fronthea Swastawati, Ima Wijayanti","doi":"10.17844/jphpi.v26i2.44748","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v26i2.44748","url":null,"abstract":"Ikan teri memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi sehingga dapat difortifikasikan pada pizza base. Fortifikasi tepung ikan teri pada pizza base menjadi alternatif peningkatan konsumsi ikan pada masyarakat melalui diversifikasi produk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi terbaik pizza base dengan penambahan tepung ikan teri berdasarkan karakteristik fisik, kimia, dan sensori. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan tepung ikan teri dengan konsentrasi 0, 4, 6, dan 8% pada pizza base. Parameter yang diuji meliputi protein, lemak, karbohidrat, abu, air, kalsium, cohesiveness, dan hedonik. Penelitian ini menggunakan model rancangan acak lengkap dan pengolahan data statistik menggunakan SPSS 25. Data parametrik dianalisis menggunakan uji sidik ragam (ANOVA) dan beda nyata jujur (BNJ), sedangkan data nonparametrik dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian pizza base dengan penambahan tepung ikan teri memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap peningkatan protein, lemak, abu, dan kalsium serta penurunan karbohidrat, air, cohesiveness, dan hedonik. Konsentrasi 8% memiliki nilai nutrisi yang lebih baik, namun pizza base dengan konsentrasi tepung ikan teri 4% paling disukai panelis sehingga menjadi konsentrasi terbaik. Hasil uji hedonik pizza base dengan penambahan tepung ikan teri konsentrasi 4% memiliki nilai rata-rata 8,39±0,54 berdasarkan parameter warna, rasa, tekstur, dan aroma. Kandungan nutrisi pizza base dengan penambahan 4% ikan teri yaitu protein 17,39±0,44%, lemak 5,15±0,03%, karbohidrat 75,73±0,41%, abu 1,73±0,02%, air 7,42±0,69%, cohesiveness 0,71±0,02, dan kalsium 239,87±0,76 mg/100 g. Penambahan tepung ikan teri berpotensi meningkatkan nutrisi pizza base dengan tetap dapat diterima secara sensori.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":"84 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139360154","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Karakteristik yoghurt rumput laut dengan konsentrasi Gracilaria sp. yang berbeda menggunakan kombinasi bakteri Lactobacillus plantarum dan Streptococcus thermophiles","authors":"Eko Nurcahya Dewi, Alifah Fauziah, Lukita Purnamayati","doi":"10.17844/jphpi.v26i2.45249","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v26i2.45249","url":null,"abstract":"Gracilaria sp. merupakan salah satu jenis rumput laut yang diproduksi secara luas dengan hasil melimpah dan kurang termanfaatkan dengan baik. Yoghurt menjadi salah satu produk pangan hasil fermentasi bakteri Lactobacillus plantarum dan Streptococcus thermophilus, namun dewasa ini banyak pengembangan terkait yoghurt dengan kombinasi beberapa bahan selain sumber nabati. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan Gracilaria sp. terhadap karakteristik yoghurt Gracilaria sp. hasil fermentasi bakteri L. plantarum dan S. thermophilus. Metode penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan penambahan Gracilaria sp. 30%, 40%, dan 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi penambahan Gracilaria sp. yang berbeda pada pembuatan yoghurt memengaruhi parameter kadar protein, kadar lemak, total asam, nilai pH, total BAL dan organoleptik. Konsentrasi penambahan Gracilaria sp. terbaik pada yoghurt hasil fermentasi L. plantarum dan S. thermophilus yaitu konsentrasi 30%, karena memiliki nilai total bakteri asam laktat sebesar 6,29 Log (cfu/mL) dan hasil uji organoleptik lebih disukai konsumen selang kepercayaan sebesar 6,50","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":"30 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139360207","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ukhradiya Magharaniq Safira Purwanto, Dara Anggun Vachyra, Dimas Andrianto
{"title":"Keamanan krim anti jerawat berbasis kitosan cangkang kerang bulu","authors":"Ukhradiya Magharaniq Safira Purwanto, Dara Anggun Vachyra, Dimas Andrianto","doi":"10.17844/jphpi.v26i2.44125","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v26i2.44125","url":null,"abstract":"Kitosan merupakan senyawa hasil modifikasi kitin yang memiliki sifat antimikroba. Pembuatan krim berbasis kitosan sebagai sediaan kosmetik terutama untuk mencegah jerawat dinilai memiliki potensi yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keamanan krim anti jerawat dengan penambahan kitosan cangkang kerang bulu (Anadara antiquata Linn.) dari cemaran logam berat dan mikroba. Pengujian cemaran logam berat dilakukan terhadap cangkang kerang bulu dengan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Pengujian cemaran mikroba yang dilakukan terdiri dari angka lempeng total (ALT) dan angka kapang khamir (AKK) dengan metode cawan tuang. Kadar timbel dan merkuri cangkang kerang bulu telah memenuhi standar dengan nilai berturut-turut sebesar 1,78 mg/kg dan <0,004 mg/kg. Nilai ALT untuk basis krim dan krim 5% juga sudah memenuhi standar dengan nilai berturut-turut 8,3x102 cfu/mL dan 7,2x104 cfu/mL, sedangkan nilai AKK belum memenuhi standar dengan nilai berturut-turut 2,2x104 cfu/mL dan 1,4x104 cfu/mL. Krim dengan penambahan kitosan 5% menunjukkan nilai ALT dan AKK yang lebih rendah dibandingkan basis krim (kontrol). Sediaan krim dengan penambahan kitosan belum memenuhi standar keamanan BPOM Indonesia untuk nilai AKK.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":"58 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139360889","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhammad Yaafi’ Al-Hammam, M. P. Putra, Achmad Hanif Mardinsyah, Geta Cahyati, I. D. Puspita
{"title":"The antibacterial activity of Lactobacillus sp. GMP1 and Weisella sp. GMP12 against some foodborne disease causing-bacteria","authors":"Muhammad Yaafi’ Al-Hammam, M. P. Putra, Achmad Hanif Mardinsyah, Geta Cahyati, I. D. Puspita","doi":"10.17844/jphpi.v26i2.44618","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v26i2.44618","url":null,"abstract":"Lactic acid bacteria (LAB) have been reported to have inhibitory activity against foodborne causative bacteria, some of which are generally recognized as safe (GRAS). The aim of this study was to isolate halotolerant lactic acid bacteria (HLAB) from fermented fish products, namely pakasam and wadi, and to determine their potential to inhibit the growth of contaminant bacteria and biogenic amine-producing bacteria. Isolation of HLAB was performed using De Man, Rogosa, and Sharpe agar (MRSA) supplemented with 1% CaCO3 and 7% NaCl. Colonies that grew and showed clear zones continued to undergo halotolerant growth tests in MRS broth with several NaCl concentrations. Two selected isolates were identified as lactic acid bacteria: Lactobacillus sp. GMP1 and Weisella sp. GMP12. The isolation of antibacterial compounds targeting bacteriocin was carried out by fermentation in MRSB media at 37°C for 24 h, followed by separation of the supernatant and isolation of the antibacterial compounds by precipitation with ammonium sulfate and dialysis. Antibacterial activity tests showed that bacteriocins produced by Lactobacillus sp. GMP1 and Weisella sp. GMP12 is able to inhibit Staphylococcus aureus ATCC 6,538 with bacteriocin activity of 5,868.19 AU and 3,693.60 AU, respectively. Bacteriocins can also inhibit Salmonella spp.. 230C with bacteriocin activity respectively is 1,696.39 AU and 2,254.17 AU, respectively, whereas only Weisella sp. GMP12 inhibits Klebsiella sp. CK2 with bacteriocin activity is 3,165.51 AU. These results indicate that Lactobacillus sp. GMP1 and Weisella sp. GMP12 has the potential to be used as a starter culture in fermented products.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":"140 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139363087","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Identifikasi kandungan ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) dan ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys sp) pada otak-otak","authors":"Dedy Suseno, Intan Razari","doi":"10.17844/jphpi.v26i2.45368","DOIUrl":"https://doi.org/10.17844/jphpi.v26i2.45368","url":null,"abstract":"Ikan tenggiri merupakan jenis ikan yang umumnya digunakan dalam pembuatan otak-otak. Autentikasi produk pangan berbahan dasar ikan sulit dilakukan jika dilihat dengan mata telanjang sehingga adanya pemalsuan atau mislabeling pada produk tersebut sangat mungkin terjadi. Daging ikan sapu-sapu juga dapat digunakan sebagai bahan baku produk berbahan dasar ikan karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Namun sumber ikan sapu-sapu yang diambil dari Sungai Ciliwung berpotensi mengandung logam berat di antaranya Pb, Cd, Hg, Sn, dan As. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi kandungan ikan tenggiri dan ikan sapu-sapu pada produk otak-otak, dan identifikasi kandungan logam berat pada sampel otak-otak yang mengandung ikan sapu-sapu. Sampel otak-otak yang dianalisis sebanyak 19 dengan tiga sampel menuliskan keterangan ikan tenggiri pada kemasannya. Analisis DNA ikan sapu-sapu dan tenggiri pada otak-otak menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang menggunakan primer spesifik. Analisis logam berat menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 12 sampel teridentifikasi adanya pita berukuran 423 pb pada gel elektroforesis. Pita tersebut terkonfirmasi spesies ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys sp.). Pita berukuran 238 pb juga ditemukan pada 9 sampel yang sesuai dengan produk PCR menggunakan primer ikan tenggiri (Scomberomorus commerson). Total 12 sampel otak-otak teridentifikasi mengandung ikan sapu-sapu, 11 di antaranya mengandung logam Pb dengan konsentrasi <0,034 mg/kg dan 1 sampel mengandung logam Pb dengan konsentrasi 0,34 mg/kg. Adanya kandungan logam berat pada sampel otak-otak yang konsentrasinya melebihi ambang batas maksimum menjadikan otak-otak tersebut tidak halalan thayyiban untuk dikonsumsi.","PeriodicalId":30671,"journal":{"name":"Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136230562","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}