{"title":"Pembagian Hak Waris Anak Beda Agama Menurut Hukum Islam dan Hukum Perdata Untuk Mmeberikan Kepastian Hukum ( Studi Putusan Pengadilan Agama Curup Nomor 6/P.dt.P/2022/PA,Crp )","authors":"Fania Valentine, Dr.Husni Syawali, S.H., M.H.","doi":"10.29313/bcsls.v3i2.7270","DOIUrl":"https://doi.org/10.29313/bcsls.v3i2.7270","url":null,"abstract":"Abstract. Marriage is a form of descent to continue the family. In addition to the event of marriage, there is also what is called an event of death, in which the rights and obligations of the deceased party will be passed on to their offspring. However, in reality there are several cases where in one family there are religious differences which make different views on the distribution of rights and obligations of people who have died. This makes it unclear whether the legal basis for the position of heirs is based on the provisions of the Civil Code or Islamic Law Complications in terminating a judge's consideration in a case. The purpose of this study was to determine the position of heirs of different religions based on Islamic law and civil law as well as legal certainty on the considerations of judges at the Curup Religious Court Number: 6/Pdt.P/2022?PA.Crp. The method used in this study is normative juridical which is based on legal materials, theories, concepts, principles and legislation. The approach used in this research is a literature study which includes Primary Legal Materials, Secondary Legal Materials, and Tertiary Legal Materials. Data analysis uses qualitative methods, namely research that refers to legal norms. The results of this study are that the position of heirs for children of different religions in Islamic law can be carried out by granting a mandatory will based on the decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 368.K/AG/1995, the decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 51.K/AG/1999 and the decision RI Supreme Court Number 16.K/AG/2010. Legal certainty regarding the judges' considerations at the Curup Religious Court Number. 6/Pdt.P/2022/PA.Crp seen from the point of view of Islamic law and civil law is by granting a mandatory will to children of different religions. \u0000Keywords: Inheritance rights of children of different religions, Islamic law, civil law and legal certaint \u0000 \u0000Abstrak. Perkawinan merupakan bentuk keturunan untuk meneruskan keluarga. Selain peristiwa perkawinan adapula yang disebut peristiwa kematian yang kemudian hak serta kewajiban pihak yang meninggal dunia akan diturunkan kepada keturunannya. Namun dalam kenyataanya ada beberapa kasus dimana dalam satu keluarga terdapat perbedaan agama yang membuat perbedaan pandangan terhadap pembagian hak dan kewajiban orang yang telah meninggal. Hal tersebut membuat kedudukan ahli waris menjadi tidak jelas dasar hukumnya apakah berdasar ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau Komplikasi Hukum Islam dalam pemutusan pertimbangan hakim dalam suatu perkara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedudukan ahli waris beda agama berdasarkan hukum islam dan hukum perdata serta kepastian hukum terhadap pertimbangan hakim Pengadilan Agama Curup Nomor : 6/Pdt.P/2022?PA.Crp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normative yang berdasar bahan hukum teori-teori, konsep, asas serta perundang-und","PeriodicalId":289709,"journal":{"name":"Bandung Conference Series: Law Studies","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128646498","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penegakan Hukum Oleh Satuan Polisi Pamong Praja Terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) Dihubungkan Dengan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Ketertiban Umum Ketenteraman Dan Perlindungan Masyarakat","authors":"Muhammad Kevin, Dr. Rusli K. Iskandar, S.H., M.H","doi":"10.29313/bcsls.v3i2.7249","DOIUrl":"https://doi.org/10.29313/bcsls.v3i2.7249","url":null,"abstract":"ABSTRACT-Street vendors or PKL for short is a term for street vendors who carry out commercial activities above pedestrian crossings. Street vendors are one of the engines driving the city's economy. The problem that street vendors are currently facing is related to the location where street vendors sometimes disturb the community when the waste they produce or their merchandise floods the shoulders of the road. One of the problems with the location of street vendors in the city of Bandung in Taman Alun-Alun is that they do not sell according to the zones that have been regulated in the PERDA. Therefore, with this research to look at the enforcement of Bandung City regional regulations in controlling street vendors by the Bandung City Civil Service Police unit, and the Bandung city government's policy in conducting guidance on street vendors. The research method in this research is normative juridical which examines only library data or secondary data, which includes primary, secondary, and tertiary book materials. Based on the results of research and discussion, the law enforcement of the Bandung City Satpol PP against street vendors in the Alun-Alun Park is not effective according to Bandung City Regional Regulation Number 9 of 2019 and the Guidance Policy for Street Vendors according to Bandung City Regional Regulation Number 9 of 2019 in the form of outreach, guidance and counseling for the community and apparatus, skills education for the community, technical guidance for Regional Apparatuses, and other forms as needed. \u0000ABSTRAK-Pedagang kaki lima atau di singkat PKL adalah sebutan bagi PKL yang melakukan kegiatan komersial di atas penyebrangan pejalan kaki. PKL merupakan salah satu mesin penggerak roda perekonomian kota. Permasalahan PKL yang dihadapi sekarang berkaitan dengan lokasi tempat PKL terkadang meresahkan masyarakat ketika sampah-sampah yang dihasilkan atau barang dagangannya membanjiri bahu-bahu jalan. Salah satu permasalahan lokasi PKL di Kota Bandung di Taman Alun-Alun berjualan tidak sesuai dengan zona-zona yang sudah diatur di dalam PERDA. Oleh karenanya dengan adanya penelitian ini untuk melihat penegakan peraturan daerah Kota Bandung dalam penertiban PKL oleh satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung, dan kebijakan pemerintah kota Bandung dalam melakukan pembinaaan terhadap PKL. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yang diteliti hanya data kepustakaan atau data sekunder, yang mencakup bahan buku primer, sekunder, dan tersier. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, Penegakan hukum Satpol PP Kota Bandung terhadap PKL di Taman Alun-Alun tidak efektif menurut Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 9 Tahun 2019 dan Kebijakan pembinaan terhadap PKL menurut Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 9 Tahun 2019 dalam bentuk sosialisasi, bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat dan aparat, pendidikan keterampilan bagi masyarakat, bimbingan teknis bagi Perangkat Daerah, dan bentuk lainnya sesuai kebutuhan.","PeriodicalId":289709,"journal":{"name":"Bandung Conference Series: Law Studies","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122782849","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL MELALUI NON LITIGASI PADA PT. B KARAWANG DIHUBUNGKAN DENGAN UU NO 2 TAHUN 2004 PPHI JO UU NO 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN","authors":"Zakwan Ramadhia, Dr.Hj.Rini Irianti sundary.,S.H.,M.H.","doi":"10.29313/bcsls.v3i2.7274","DOIUrl":"https://doi.org/10.29313/bcsls.v3i2.7274","url":null,"abstract":"ABSRACT-Layoffs within a company can cause unrest and have a negative impact on workers both economically and mentally. Layoffs can be caused by economic factors such as decreased production output, economic instability, the company's inability to pay salaries, and rationalization policies. Employees' personal factors can also cause Termination of employment, such as lack of ability to work, bad behavior, lack of physical strength, and absence of employer's heirs. The 2004 PPHI Law regulates the process of settling industrial relations disputes between employers and workers through bipartite negotiations, mediation, conciliation, and arbitration. Industrial relations disputes can affect the psychological condition of workers. Legal protection for workers who have been laid off is provided by Law no. 13 of 2003 concerning Manpower. There are categories of industrial relations disputes, such as non-normative demands, normative demands, involvement of outsiders, and pressure from fellow workers. PP No. 35 of 2021 allows for dismissal for 14 specific reasons, but layoffs outside of these provisions is against the law. Employment agreements can end for several reasons such as worker death, expiration of the term of the work agreement, completion of certain jobs, court decisions, or certain events included in work agreements or company regulations. Settlement of industrial relations disputes is carried out through bipartite negotiations, mediation , conciliation, or arbitration, in accordance with the 2004 PPHI Law. Legal protection for laid-off workers is provided by Law no. 13 of 2003 concerning Manpower. Termination of Employment can only be carried out in accordance with the provisions stipulated in laws and regulations. \u0000Keywords: Dispute Resolution, Industrial Relations, Employment \u0000 \u0000 \u0000PHK di dalam perusahaan dapat menimbulkan keresahan dan berdampak buruk bagi para pekerja baik secara ekonomi maupun mental.PHK dapat disebabkan oleh faktor ekonomis seperti penurunan hasil produksi, ketidakstabilan ekonomi, ketidakmampuan perusahaan membayar gaji, dan kebijakan rasionalisasi.Faktor-faktor pribadi pekerja juga dapat menyebabkan PHK, seperti kurangnya kemampuan kerja, perilaku buruk, kurangnya kekuatan jasmani, dan tidak adanya ahli waris pengusaha.UU PPHI tahun 2004 mengatur proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial antara pengusaha dan pekerja melalui perundingan bipartit, mediasi, konsiliasi, dan arbitrase.Perselisihan hubungan industrial dapat mempengaruhi kondisi psikis pekerja.Perlindungan hukum bagi pekerja yang kena PHK diberikan oleh UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.Terdapat kategori-kategori perselisihan hubungan industrial, seperti tuntutan non-normatif, tuntutan normatif, keterlibatan pihak luar, dan tekanan dari sesama pekerja.PP Nomor 35 Tahun 2021 memperbolehkan PHK dengan 14 alasan tertentu, namun PHK diluar ketentuan tersebut adalah melawan hukum.Perjanjian kerja dapat berakhir karena beberapa alasan sepert","PeriodicalId":289709,"journal":{"name":"Bandung Conference Series: Law Studies","volume":"106 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123834911","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pertanggungjawaban negara terhadap penyanderan wartawan yang dilakukan oleh Islamic State Of Iraq adn Syria Ditinjau dari aspek Hukum Humaniter Internasional","authors":"Marwa Aditya Rahmad, Mohammad Husni Syam","doi":"10.29313/bcsls.v3i2.7289","DOIUrl":"https://doi.org/10.29313/bcsls.v3i2.7289","url":null,"abstract":"The Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) is of concern to the international community because its existence poses a threat to world peace and security. The crackdown on journalists in the United States by a non-state group called ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) also known as the Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) is a transnational movement fighting to establish the Caliphate. Attacks on journalists or medical workers are considered a violation of international law. The protection of journalists referred to in international humanitarian law is in the IV Geneva Convention of 1949. Based on these problems, this study aims to find out how the responsibility of the Islamic state of Iraq and Syria (ISIS) as a hostage perpetrator based on international humanitarian law and to find out whether the concept of state responsibility can apply to the Islamic state of Iraq and Syria (ISIS) as a non-state entity. So it was obtained that the actions carried out by ISIS against civilians include non-state conflicts because they involve the act of taking civilians hostage, especially domestic and foreign communitie. However, the Iraqi and Levant states can make efforts to prevent the occurrence of international armed conflict both in the form of conpensation of victims of abuse and also appeal to civilians who go to the scene to carry out \"travel warnings” \u0000Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS) menjadi perhatian masyarakat internasional karena eksistensinya menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan dunia. Tindakan terhadap wartawan terjadi di Negara Suriah yang dilakukan oleh suatu kelompok non-negara yang disebut ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) juga dikenal sebagai Islamic State of Iraq and the Levant/ISIL adalah suatu gerakan transnational yang berjuang menegakkan Khilafah. Serangan terhadap wartawan atau pekerja medis dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum internasiona. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui bagaimana tanggungjawab Islamic state of Iraq and Syria (ISIS) sebagai pelaku penyanderan berdasarkan hukum humaniter internasional dan Untuk mengetahui apakah konsep tanggungjawab negara dapat berlaku terhadap Islamic state Iraq and Syria (ISIS) selaku entitas non-negara. Maka diperoleh hasil bahwa tindakan yang dilakukan oleh ISIS terhadap warga sipil termasuk konflik bersenjta non negara karena menyangkut tindakan penyanderan warga sipil khususnya masyarakat domestik dan asing dan segala entitas yang bukan merupakan bagian dari pemerintahan negara. Dan negara tidak bisa dimintai pertanggungjawaban karena dasar dari ISIS tersebut bukan merupakan suatu entitas non-negara dan bukan suatu arahan atas nama negara. Akan tetapi negara Iraq dan Syam bisa melakukan upaya pencegahan atas terjadinya konflik bersenjata intersaional baik berupa konpensiasi terhadap korban atas penyaderaan dan juga melakukan himbauan kepada warga sipil yang ke temaptnya untuk melakukan “travel warning”.","PeriodicalId":289709,"journal":{"name":"Bandung Conference Series: Law Studies","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130736515","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Perlindungan Hukum Bagi Pengguna Produk Body Lotion Bermerkuri Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen","authors":"Tessa Mustika, Liya Sukma Muliya, S.H.,M.Hum","doi":"10.29313/bcsls.v3i2.7276","DOIUrl":"https://doi.org/10.29313/bcsls.v3i2.7276","url":null,"abstract":"ABSTRACT- Body lotion is a product that is believed to have many benefits in facial skin care, in this case body lotion is considered to be able to help facial skin become healthier and look perfect. harmful to consumers. Researchers identified problems including 1) legal protection for consumers for losses resulting from the sale of body lotion products with mercury based on Law no. 8 1999, and 2) the responsibility of sellers of mercury body lotion products if they harm consumers based on Law no. 8 1999. This research has theoretical uses and is expected to provide input for writers and the development of legal science in general, especially regarding protection for consumers related to mercury body lotion, and practically it is expected to be of benefit to society in general and to be used as input especially for parties, including legal practitioners in consumer legal protection. This research method is a normative juridical approach with descriptive analytical research specifications, then the data collection technique is library research, then uses a qualitative analysis method. Article 4C Law no. 8 1999 (UUPK) states that consumers have the right to correct, clear and honest information regarding the condition of goods and/or services. In this case related to body lotion, consumers are entitled to detailed information and descriptions including the benefits and dangers of using body lotion with mercury. Then article 19 UUPK business actors are responsible for providing compensation if consumers feel disadvantaged over the use of the body lotion which is carried out within a period of 7 (seven) days after the transaction date, as, article 20 business actors are also responsible for production advertisements, as well as article 1365 The Criminal Code explains about compensation related to losses incurred for his actions. \u0000 \u0000ABSTRAK- Body lotion merupakan suatu produk yang dipercaya memiliki banyak manfaat dalam perawatan kulit wajah, dalam hal ini body lotion dinilai dapat membantu kulit wajah menjadi lebih sehat dan tampak sempurna Maka dari itu banyak pengusaha body lotion yang melakukan inovasi baru salah satunya ialah membuat body lotion dengan bahan berbahaya yang merugikan para konsumen. Peneliti mengidentifikasi permasalahan diantaranya 1) perlindungan hukum bagi konsumen atas kerugian akibat dari penjualan produk body lotion bermerkuri berdasarkan UU No. 8 1999, dan 2) tanggung jawab penjual produk body lotion bermerkuri bila merugikan konsumen berdasarkan UU No. 8 1999. Penelitian ini memiliki kegunaan secara teoritis diharapkan memberikan masukan bagi penulis dan pembangunan ilmu hukum pada umumnya, terutama mengenai perlindungan bagi konsumen terkait body lotion bermerkuri, dan secara praktis diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya serta dijadikan masukan khususnya bagi para pihak, termasuk praktisi hukum dalam perlindungan hukum pada konsumen. Metode penelitian ini ialah pendekatan yuridis normative dengan spesi","PeriodicalId":289709,"journal":{"name":"Bandung Conference Series: Law Studies","volume":"2001 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125748044","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Perlindungan Hukum Terhadap Penyalahgunaan Data Pribadi Pada Aplikasi Pinjaman Online Ilegal Menurut Undang-Undang No 27 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Data Pribadi","authors":"Shohiban Azkaa Muzakkie, Eka Juarsa","doi":"10.29313/bcsls.v3i2.7284","DOIUrl":"https://doi.org/10.29313/bcsls.v3i2.7284","url":null,"abstract":"ABSTRACT-Advances in technology currently have a very large role in supporting various activities of human life, including in the financial industry, namely the presence of online-based lending and borrowing. The convenience provided by online lending and borrowing services as well as urgent financial needs make people's interest in online loans high. Therefore, currently many irresponsible parties take advantage of this situation by making fintech businesses illegal for personal gain. The purpose of this research is to examine how the implementation of legal protection for personal data and forms of criminal liability against perpetrators who abuse personal data in the fintech business of illegal online loans. The formulation of the problem raised in this study are; first, how is legal protection against misuse of personal data by illegal online lenders based on Law No. 27 of 2022 concerning personal data protection; second, how law enforcement against perpetrators of personal data abuse is linked to illegal online lending. The research method used is normative juridical by using a statutory approach, a conceptual approach, and a case approach. The results study show that the problems carried out by illegal online loan providers who trap victims to have bills even though the victims did not apply for a loan at all, then when making collections are carried out improperly, namely by making threats, contacting parties that have nothing to do with the borrower, accessing consumer personal data and disseminating it to others and defaming the borrower. Protection and criminal liability for losses for these actions so far can use the PDP law instrument as a legal umbrella in resolving problems related to personal data. \u0000Keywords : Criminal Liability, Abuse, Personal Data, Ilegal Online Lending \u0000 \u0000ABSTRAK-kemajuan teknologi saat ini mempunyai peran yang sangat besar dalam menunjang berbagai aktivitas kehidupan manusia, termasuk pada industri keuangan yaitu dengan hadirnya pinjam meminjam berbasis online. Kemudahan yang diberikan oleh layanan pinjam meminjam online serta kebutuhan financial yang mendesak menjadikan minat masyarakat terhadap pinjaman online menjadi tinggi. Oleh karena itu, saat ini banyak pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan situasi tersebut dengan membuat bisnis fintech ilegal untuk memperoleh keuntungan pribadi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana implementasi perlindungan hukum terhadap data pribadi serta bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku yang melakukan penyalahgunaan data pribadi dalam bisnis fintech pinjaman online ilegal. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah; pertama, bagaimana perlindungan hukum terhadap penyalahgunaan data pribadi yang dilakukan oleh oknum pinjaman online ilegal berdasarkan Undang-Undang No 27 Tahun 2022 tentang perlindungan data pribadi; kedua, bagaimana penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan data pribadi dihubungkan dengan ","PeriodicalId":289709,"journal":{"name":"Bandung Conference Series: Law Studies","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117335938","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Sanksi Pidana Dalam Perkara Tindak Pidana Kehutanan Dihubungkan Dengan Kepastian Hukum (Studi Kasus Putusan Nomor 171/Pid.B/Lh/2020/Pn.Snt)","authors":"Nur Azizah, Dey Ravena","doi":"10.29313/bcsls.v3i2.7258","DOIUrl":"https://doi.org/10.29313/bcsls.v3i2.7258","url":null,"abstract":"Prevention and eradication of forest destruction are efforts made to eliminate opportunities for forest destruction and take legal action against direct and indirect perpetrators of forest destruction. It turns out that in terms of legal action, there are still court decisions made based on erroneous considerations. This study aims to determine the evidentiary process in the case of Decision Number 171/PID.B/LH/2020/PN.SNT and the basis for the judge's consideration in imposing criminal sanctions in the forestry crime case of Decision Number 171/PID.B/LH/2020/PN.SNT. The method used in this research is normative juridical, using data collection techniques through literature studies by collecting secondary data. The results of this study indicate that the evidentiary process in the case of Decision Number 171/PID.B/LH/2020/PN.SNT has been in accordance with the provisions contained in the criminal procedure law, but related to the judge's decision in this case, the Panel of Judges did not base their decision on juridically relevant facts that were correct and appropriate and the facts revealed in court as in the evidentiary process where the Defendants should have fulfilled all the elements of the forestry crime as charged in the first alternative charge. \u0000 \u0000Pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan merupakan upaya yang dilakukan untuk menghilangkan kesempatan terjadinya perusakan hutan dan menindak secara hukum pelaku perusakan hutan baik langsung maupun tidak langsung. Ternyata dalam hal penindakan secara hukum, masih terdapat putusan pengadilan yang dibuat berdasarkan pertimbangan yang keliru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuktian dalam perkara Putusan Nomor 171/PID.B/LH/2020/PN.SNT dan dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana dalam perkara tindak pidana kehutanan Putusan Nomor 171/PID.B/LH/2020/PN.SNT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, menggunakan teknik pengumpulan data melalui Studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembuktian dalam perkara Putusan Nomor 171/PID.B/LH/2020/PN.SNT telah sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam hukum acara pidana akan tetapi terkait dengan putusan hakim dalam perkara ini, Majelis Hakim justru tidak mendasarkan putusannya pada fakta yang relevan secara yuridis yang benar dan sesuai serta fakta yang terungkap dipersidangan sebagaimana yang ada dalam proses pembuktian dimana Para Terdakwa seharusnya telah memenuhi semua unsur yang ada dalam tindak pidana kehutanan sebagaimana pasal yang didakwakan pada dakwaan alternatif pertama.","PeriodicalId":289709,"journal":{"name":"Bandung Conference Series: Law Studies","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124097764","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Fazdlan Abshar Fazdlan, Dian Alan Setiawan, S.H., M.H.
{"title":"Analisis Yuridis Peristiwa Penembakan Gas Air Mata Oleh Aparat Kepolisian Di Stadion Kanjuruhan Dihubungkan Dengan Prinsip Dan Standar Ham.","authors":"Fazdlan Abshar Fazdlan, Dian Alan Setiawan, S.H., M.H.","doi":"10.29313/bcsls.v3i2.7254","DOIUrl":"https://doi.org/10.29313/bcsls.v3i2.7254","url":null,"abstract":"Kepolisian dalam hal ini merupakan aparat penegak hukum yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Kewenangan yang dimiliki aparat Kepolisian ini menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Republik Indonesia dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan oleh Kepolisian diantaranya adalah tembak di tempat. Untuk menghindari tindakan sewenang-wenang dari kepolisian dibentuk Peraturan Kepala Kepolisian (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian Aparat kepolisian dan Peraturan Kepala Kepolisian (Perkap) Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia No. 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pada tanggal 1 Oktober 2022 telah terjadi peristiwa penembakan gas air mata di stadion Kanjuruhan oleh 12 personel Brimob. Peristiwa penembakan gas air mata yang dilakukan oleh pihak kepolisian di stadion Kanjuruhan tersebut menimbulkan banyak korban jiwa. Fenomena tersebut dipicu oleh kericuhan antar suporer pada pertansingan Arema vs Persebaya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui standar pengamanan kepolisian dalam mengatasi situasi kerumunan dan melihat tindakan kepolisian tersebut melalui HAM dan kode etik Polri. Metode dalam penelitian ini adalah hukum normatif yaitu pendekatan yang dilakukan berdasarkan bahan hukum utama dengan cara menelaah teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan penelitian ini. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan yang meliputi Bahan Hukum Primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Untuk mendukung bahan sekunder, maka data-data dari TGIPF (Tim Gabungan Independen Pencara Fakta). Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil dari Penelitian ini menunjukan bahwa pada peristiwa penembakan gas air mata yang dilakukan oleh pihak kepolisian di stadion Kanjuruhan, bahwa aparat Kepolisian telah melakukan pelanggaran pidana yaitu melanggar pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, 340 mengenai pembunuhan brencana serta melakukan pelanggaran HAM yaitu pelanggaran atas hak untuk hidup. Dalam hal tersebut berpengaruh kepada kode etik kepolisian yang dalam hal ini adalah etika kenegaraan, etika lembaga, etika kemasyarakatan, dan etika kepribadian .","PeriodicalId":289709,"journal":{"name":"Bandung Conference Series: Law Studies","volume":"72 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126631116","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pemecatan Angoota TNI Dalam Perkara LGBT Ditinjau Dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer Dan Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST/1648/2020","authors":"Yoga Pryananda, Dini Dewi Heniarti","doi":"10.29313/bcsls.v3i2.7282","DOIUrl":"https://doi.org/10.29313/bcsls.v3i2.7282","url":null,"abstract":"ABSTACT- Within the TNI environment, TNI members who practice Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) can be punished on the basis of the TNI Commander's Telegram Letter No ST/1648.2020 and article 103 of the KUHPM. - Matters contained in the article and in Indonesia have not yet been regulated in positive law. The purpose of the first research is to find out the position of the military court decision number 231-K/PM II-08/AU/XII/2020 regarding LGBT. Second, knowing the efforts to deal with LGBT in the TNI. This research uses a normative juridical method through literature study by collecting secondary data. the crime against the defendant, taking into account the aggravating and mitigating circumstances, by using Article 103 of the Criminal Code it was proven that the defendant deliberately did not obey the official order regarding the prohibition of TNI soldiers from practicing homosexuality. Therefore, for the actions of the defendant, he was sentenced to a principal sentence of 8 (eight) months in prison and an additional penalty, namely dismissal from service. Second, efforts to deal with LGBT deviations within the military environment, in addition to applying Article 103 of the Criminal Procedure Code, can also be carried out pre-emptively and preventively by being selective in accepting TNI candidates from the officer level to the enlisted level, besides that there is also a need for evaluation at the military level. Basic education, \u0000 \u0000ABSTRAK- Dalam lingkungan TNI, bagi anggota TNI yang melakukan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) dapat dipidana dengan dasar Surat Telegram Panglima TNI No ST/1648.2020 dan pasal 103 KUHPM, Dalam konteks isi dari penerapan pasalnya, masih menjadi sumber perdebatan terkait dengan hal-hal yang terkandung dalam pasal tersebut dan di Indonesia sampai saat ini belum diatur dalam hukum positif. Tujuan dari penelitian Pertama, mengetahui kasus posisi putusan pengadilan militer nomor 231-K/PM II-08/AU/XII/2020 tentang LGBT. Kedua, mengetahui upaya penanggulangan LGBT di TNI. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif melalui studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan data sekunder Berdasarkan hasil penelitian, Kasus posisi perkara LGBT di pengadilan militer Nomor 231-K/PM II-08/AU/XII/2020, Majelis Hakim memliki pertimbangan dan pernilaian sendiri dalam menjatuhkan pidana tehadap terdakwa, dengan mempertimbangakan hal-hal yang memberatkan dan meringankan, dengan mengunakan pasal 103 KUHPM terbukti Terdakwa dengan sengaja tidak mematuhi perintah dinas terhadap larangan bagi prajurit TNI untuk melakukan Homoseksual. Maka atas perbuatan terdakwa itu di jatuhi hukuman pidana pokok 8 (delapan) bulan penjara dan pidana tambahan yaitu dipecat dari kedinasan. Kedua, Upaya penanggulangan penyimpangan LGBT dilingkungan militer, selain menerapkan Pasal 103 KUHPM Selain hal itu juga dapat dilakukan pre-emtif dan preventif yang dilakukan dari selektif dalam penerimaan calon TNI dari mulai tingkat perwira ","PeriodicalId":289709,"journal":{"name":"Bandung Conference Series: Law Studies","volume":"72 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127351996","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengamanan Tanah Sebagai Aset Daerah Dalam Upaya Menertibkan Barang Milik Daerah Dan Untuk Kepastian Hukum","authors":"M. Fauzan, Frency Siska","doi":"10.29313/bcsls.v3i2.7278","DOIUrl":"https://doi.org/10.29313/bcsls.v3i2.7278","url":null,"abstract":"Most of the land assets owned by the West Bandung Regency Government do not yet have certificates. The main reason is because the majority of these assets are the result of the expansion that was originally from Bandung Regency. The purpose of this research is to understand the mechanism of the West Bandung Regency Government to secure their land assets to provide legal certainty to the holders of land rights. In addition, this study also aims to identify obstacles that occur in an effort to improve the security of land assets, and analyze the actions that have been taken to overcome the problems that occur. The research method used is a descriptive qualitative method with a normative juridical approach. The source of data used is data that has been collected, then analyzed to make generally accepted conclusions. Data analysis techniques used include data collection, and conclusions. In data collection, methods such as documentation, observation and interviews are used. Based on the results of the study, the security of land assets owned by the West Bandung Regency Government is still not optimal. This is due to obstacles in physical, administrative, and legal security related to land assets. Therefore, the author provides several suggestions, including: Efforts are increased to strengthen physical security, administrative security, and legal security for land assets, including steps taken to immediately complete the missing land asset documents, and the West Bandung Regency Government must recomplete the administrative completeness of the land that is an asset of the West Bandung Regency Government so that land registration can be carried out. \u0000Sebagian besar aset tanah yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat belum memiliki sertifikat. Penyebab utama dikarenakan mayoritas aset tersebut merupakan hasil pemekaran yang semula dari Kabupaten Bandung. Tujuan dari ienelitian ini untuk memahami mekanisame Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melaksanakan pengamanan terhadap aset tanah mereka guna memberikan kepastian hukum kepada pemegang hak atas tanah tersebut. Selain itu, Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang terjadi dalam upaya meningkatkan pengamanan aset tanah, dan menganalisis tindakan-tindakan yang telah dilakukan untuk menanggulang permasalahan yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan yuridis normatif. Sumber data yang digunakan adalah data yang telah dikumpulkan, kemudian dilakukan analisis untuk membuat kesimpulan yang berlaku secara umum. Teknik analisis data yang dipergunakan mencakup pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan. Dalam pengumpulan data, digunakan metode seperti dokumentasi, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, pengamanan aset tanah milik Pemerintah Kabupaten Bandung Barat masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh adanya hambatan dalam pengamanan fisik, administrasi, dan hukum terkait aset tanah. ","PeriodicalId":289709,"journal":{"name":"Bandung Conference Series: Law Studies","volume":"34 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116987699","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}