{"title":"ANALISIS TEGANGAN DAN DEFORMASI PADA PLAT SANDWICH STRUKTUR KAPAL YANG MENGALAMI KERUSAKAN RETAK PADA CORE MATERIAL","authors":"Heni Siswanti, Muhammad Musta’in","doi":"10.29122/jurnalwave.v16i1.5411","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v16i1.5411","url":null,"abstract":"Penggunaan plat sandwich pada struktur kapal semakin meluas. Steel based hybrid sandwich banyak digunakan sebagai alternatif pengganti plat baja berpenegar. Plat sandwich ini terdiri dari faceplate berupa baja dan core material berupa matriks polyurethane elastomer. Perbedaan karakteristik pada dua material penyusun plat sandwich tersebut menyebabkan beberapa permasalahan. Salah satu permasalahan yang mungkin terjadi adalah kerusakan retak pada core material, yang menyebabkan lepasnya faceplate dari core-nya. Hal ini terjadi karena core material yang berupa matriks polyurethane relatif getas (brittle), sehingga rentan mengalami kerusakan ketika terkena pembebanan lebih atau berulang. Pada penelitian ini dilakukan analisis stress dan deformasi yang terjadi pada plat sandwich struktur geladak kapal, yang memiliki kerusakan retak pada core yang menyebabkan lepasnya lapisan faceplate dari core materialnya. Kerusakan core ini diasumsikan merepresentasikan retak mode I pada mekanika kepecahan. Analisis dilakukan dengan metode elemen hingga dengan bantuan software komputer. Beberapa model dengan variasi panjang keretakan dianalisis, untuk melihat pengaruh panjang keretakan terhadap stress, deformasi dan faktor intensitas stress pada model tersebut. Serta dievaluasi nilai panjang retak minimal saat mulai terjadinya perambatan retak. Hasil analisis menunjukkan bahwa tegangan maksimum (von misses) mengalami kenaikan secara linear dan signifikan terhadap kenaikan panjang keretakan. Tegangan maksimum pada kondisi utuh terjadi pada ujung-ujung kondisi batas jepit (fixed), sementara pada model dengan kerusakan berada pada sisi yang tidak mengalami keretakan. Deformasi juga mengalami kenaikan yang linear dan signifikan seiring dengan kenaikan panjang keretakan. Posisi deformasi maksimum berada pada ujung retakan. Nilai critical stress intensity factor (KIC) pada model adalah 6,90 dan panjang retak gagal (af) adalah 12,2 mm. Artinya perambatan retak akan terjadi ketika panjang retak mencapai 12,2 mm.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128785900","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sapto Wiratno Satoto, Naufal Abdurrahman Prasetyo, Nurul Ulfah, Muhammad Nurmansyah, D. Pangestu, Muhammad Fauzan Nurja Hafizhsyach, Muslim Syaifullah Rifai, Danang Ariyanto, Eko Wahyu Haryanto, Lutfi Maulana
{"title":"DESAIN RENCANA UMUM KLINIK APUNG GENERASI II SEBAGAI SARANA PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT LINTAS HINTERLAND BATAM","authors":"Sapto Wiratno Satoto, Naufal Abdurrahman Prasetyo, Nurul Ulfah, Muhammad Nurmansyah, D. Pangestu, Muhammad Fauzan Nurja Hafizhsyach, Muslim Syaifullah Rifai, Danang Ariyanto, Eko Wahyu Haryanto, Lutfi Maulana","doi":"10.29122/jurnalwave.v16i1.5375","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v16i1.5375","url":null,"abstract":"Kapal ambulan generasi kedua merupakan kapal yang dikembangkan dari desan model kapal generasi pertama. Pengembangan kapal ini bertujuan utuk memaksimalkan fungsi dan pelayan dari kapal ambulan generasi pertama. Area pelayanan kapal ambulan meliputi perairan Sekupang dan belakang Padang di Kota Batam. Dengan adanya pengembangan desain dan area pelayaran ini diharapkan akan meningkatnya taraf kesehatan masyarakat. Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah membuat suatu desain baru kapal ambulan yang dituangakan dalam bentuk rencana umum kapal. Rencana umum kapal merupakan sebuah gambar yang menunjukkan gambaran kapal 2 dimensi yang meliputi pengaturan ruangan, penggambaran tangka-tangki dan peletakan perlengkapan kapal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah denga menggunakan metode kapal pembanding dan melakukan percobaan dengan menggunakan perangkat lunak. Dari penelitain yang dilakukan didapatkan sebuah rencana umum kapal dengan tipe lambung kapal dengan jumlah dua (katamaran) Beberapa pengembangan yang dilakukan terkait dengan penambahan jumlah pasien dan penunggu pasien, penambahan luas ruangan kapal dan kapasitas kapal serta perubahan lambung kapal","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"59 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126271368","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Amalia Ika Wulandari, S. Suardi, Dimas Putra Wahid Rusparyansyah
{"title":"ANALISIS KEKUATAN MEMANJANG PADA GELADAK KAPAL KONTAINER DENGAN METODE ELEMEN HINGGA","authors":"Amalia Ika Wulandari, S. Suardi, Dimas Putra Wahid Rusparyansyah","doi":"10.29122/jurnalwave.v16i1.5287","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v16i1.5287","url":null,"abstract":"Berdasarkan data yang diterbitkan oleh United Nations Conference on Trade And Development, tercatat jumlah kapal kontainer aktif yang berlayar di seluruh dunia pada tahun 2016 sebanyak 6.086 kapal. Menurut data European Maritime Safety Agency, terdapat 1.101 kasus kecelakaan kapal kontainer di seluruh dunia pada rentang tahun 2011 hingga 2015. Salah satu faktor penyebab kecelakaan tersebut adalah kegagalan struktur pada geladak yang tidak mampu menahan beban yang ada selama kapal beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan memanjang pada geladak Kapal Kontainer 409 TEU berbahan baja KI-A36 dengan metode non-linear finite element method. Beban yang diberikan pada penelitian ini adalah beban dinamis berupa gelombang hogging dan sagging serta jenis pelat pada kapal yang digunakan yaitu AH-36. Hasil penelitian diperoleh tegangan maksimum paling tinggi adalah 288,954 N/mm2 dengan safety factor 1,229 yaitu pada kondisi ketebalan pelat 75% saat sagging, dan tegangan maksimum terkecil adalah 225,216 N/mm2 dengan safety factor 1,576 yaitu pada kondisi ketebalan pelat 100% saat hogging. Momen lentur vertikal yang diperoleh adalah 4,46 x 1011 N.mm pada kondisi hogging dan -4,66 x 1011 N.mm pada kondisi sagging. Kemudian pada kondisi hogging, momen ultimate terbesar adalah 1,196 x 1012 N.mm dengan safety factor 2,68 pada ketebalan pelat 100% dan momen ultimate terkecil adalah 8,687 x 1011 N.mm dengan safety factor 1,95 pada ketebalan pelat 75%. Pada kondisi sagging, momen ultimate terbesar adalah -9,882 x 1011 N.mm dengan safety factor 2,12 pada ketebalan pelat 100% dan momen ultimate terkecil adalah -6,271 x 1011 N.mm dengan safety factor 1,34 pada ketebalan pelat 75%.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"124 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121964212","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Andri Yulianto, Misra Jaya, Jusva Agus Muslim, Tommy Martin Syauta
{"title":"ANALISIS KOMPARASI LAJU KOROSIFITAS PROPELLER PERAHU NELAYAN TRADISIONAL","authors":"Andri Yulianto, Misra Jaya, Jusva Agus Muslim, Tommy Martin Syauta","doi":"10.29122/jurnalwave.v16i1.5319","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v16i1.5319","url":null,"abstract":"Propeler merupakan salah satu komponen penting perahu yang berfungsi sebagai penggerak. Sehingga kerusakan propeler menjadi masalah utama para nelayan dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan laju korosifitas, daya mesin dan diameter propeler perahu nelayan tradisional. Metode yang digunakan adalah studi eksperimental dengan melakukan observasi lapangan, pengujian komponen material, serta uji laju korosi dengan metode kehilangan berat. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Permesinan Kapal Politeknik Pelayaran Banten dari bulan Agustus sampai dengan Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamanya perendaman berpengaruh terhadap nilai kehilangan berat dan laju korosi. Selain itu, propeler dengan diameter 35 cm mengalami laju korosi 26,0771 MPY (mils per year) lebih cepat daripada propeler berdiameter 30 cm dengan laju korosi 20,0957 MPY. Pemilihan penggunaan diameter propeler juga harus disesuaikan dengan daya mesin, daya mesin 16 PK lebih tepat menggunakan propeler berdiameter 30 cm, sedangkan propeler berdiameter 35 cm digunakan pada mesin kapal daya 24 PK. Sehingga dapat disimpulkan bahwa cepat atau lambatnya laju korosifitas propeler perahu nelayan tradisional dipengaruhi oleh daya mesin dan diameter propeler yang digunakan, serta perendaman propeler setelah pemakaian.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"53 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126196824","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Erifive Pranatal, R. P. Ganjar Widityo, F. Lungari
{"title":"STUDI INTERAKSI KAPAL - PROPELER PADA PLANING HULL AKIBAT PERBEDAAN SUDUT DEADRISE","authors":"Erifive Pranatal, R. P. Ganjar Widityo, F. Lungari","doi":"10.29122/jurnalwave.v16i1.5041","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v16i1.5041","url":null,"abstract":"Pemilihan sudut deadrise pada planing hull dan pengaruh pada kurva beban propeler dilakukan untuk memberikan gambaran yang jelas terhadap pemilihan mesin utama dan kecepatan kapal. Sehingga, tujuan penelitian ini adalah bagaimana pengaruh sudut deadrise terhadap kurva beban propeler. Sudut deadrise yang dipilih antara lain 7°, 10°, 13°, dan 18°. Metode yang digunakan adalah pendekatan teoretis dengan bantuan data series seperti data Propeller Wagenigen B-Series. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tahanan karena perbedaan sudut deadrise mempengaruhi kurva beban propeler dengan nilai persentase perbedaan yang hampir sama. Perbedaan persentase nilai tahanan masing-masing sudut deadrise adalah 0,057% (rata-rata selisih tahanan yaitu 33 N) dan perbedaan daya propeler hanya berkisar 0,05%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa perbedaan sudut deadrise pada penelitian ini memberikan pengaruh yang hampir sama dengan perbedaan nilai tahanan kapalnya. ","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"54 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128811940","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
E. Ardhi, T. W. Pribadi, Riza Alfian Arief Wardana
{"title":"ANALISIS PENERAPAN UKURAN LANE METER PADA KAPAL RO-RO DI INDONESIA","authors":"E. Ardhi, T. W. Pribadi, Riza Alfian Arief Wardana","doi":"10.29122/jurnalwave.v15i2.4840","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v15i2.4840","url":null,"abstract":"Kapal Ro-Ro penyeberangan di Indonesia menjadikan ukuran GT sebagai patokan untuk menentukan kapasitas kendaraan yang dapat diangkut oleh kapal. Namun, ukuran GT yang digunakan belum bisa merepresentasikan kapasitas angkut sebuah kapal Ro-Ro penyeberangan, karena nilai jual kapal penyebrangan berupa luasan main deck/car deck dan berat muatan. Ukuran lane meter digunakan untuk menentukan kapasitas kendaraan yang dapat diangkut oleh kapal Ro-Ro penyeberangan. Lane meter merupakan suatu metode untuk mengukur kapasitas ruangan kapal Ro-Ro, di mana setiap unit ruang diwakili oleh panjang dan lebar dek yang secara umum memiliki ukuran 1 x 2 meter. Analisis korelasi antara ukuran utama kapal dilakukan, karena lane meter belum pernah diterapkan di Indonesia. Ukuran lane meter yang digunakan berdasarkan penerapan yang ada di Eropa dan ukuran kendaraan yang diangkut berdasarkan aturan pemerintah Indonesia. Lane meter yang digunakan dalam perbandingan adalah lane meter dengan ukuran lebar 3 meter. Perbandingan antara jumlah kapasitas kendaraan berdasarkan kapasitas lane meter dengan kapasitas saat ini menghasilkan rata-rata selisih sebesar 33, sehingga kapasitas angkut kendaraan setelah diterapkannya lane meter menjadi 67%. Load factor rata-rata seluruh kapal yang beroperasi adalah 41%, yang bernilai lebih rendah dari kapasitas rata-rata lane meter yang diestimasikan, sehingga penerapan ukuran lane meter tidak mempengaruhi tarif yang berlaku.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"95 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134493025","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Madi Madi, Risfihan Rafi, Muhammad Mukti Asyidiqi, Hasbiyalloh Hasbiyalloh, Arif Ronaldo
{"title":"STUDI EKSPERIMEN MODEL WATER FLOW DEFLECTOR UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA TURBIN ARUS LAUT TIPE VERTIKAL PADA KECEPATAN ARUS RENDAH","authors":"Madi Madi, Risfihan Rafi, Muhammad Mukti Asyidiqi, Hasbiyalloh Hasbiyalloh, Arif Ronaldo","doi":"10.29122/jurnalwave.v15i2.4954","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v15i2.4954","url":null,"abstract":"Indonesia mempunyai potensi energi arus laut sebesar 17.989 MW, yang telah diratifikasi oleh Asosiasi Energi Laut Indonesisa (ASELI) pada tahun 2014. Hasil survei tersebut menunjukan bahwa kecepatan arus laut di Indonesia tergolong rendah, namun potensinya sangat besar. Potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk menutupi kekurangan rasio elektrifikasi di Indonesia. Adapun dalam memanfaatkannya dibutuhkan teknologi turbin untuk mengkonversi menjadi energi listrik. Turbin yang dapat bekerja pada kecepatan arus rendah adalah tipe vertikal sudu lurus, namun efisiensi yang dihasilkan masih cukup rendah. Sehinngga, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan performa turbin arus laut tipe vertikal dengan menambahkan water flow deflector. Prinsip kerja deflector berdasarkan Hukum Kontinuitas, yang mana dengan memperkecil luas permukaan input maka arus laut yang mengenai turbin akan meningkat sehingga menghasikan putaran dan torsi yang lebih besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah, eksperimen karena lebih mendekati dengan kondisi aktual. Hasil akhir penelitian ini telah menunjukkan bahwa, water flow deflector telah meningkatkan performa turbin sebesar ....%. Sehingga, water flow deflector sangat direkomendasikan untuk diterapkan di wilayah perairan Indonesia yang cenderung berkecepatan arus rendah.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"76 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132539855","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PEMODELAN TINGGI GELOMBANG UNTUK KAJIAN ENERGI GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN BARAT PROVINSI LAMPUNG","authors":"Ismail Ali, H. Armono, Shade Rahmawati, Asfarur Ridlwan, Rizki Mendung Ariefianto","doi":"10.29122/jurnalwave.v15i2.4958","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v15i2.4958","url":null,"abstract":"Perairan barat Provinsi Lampung merupakan salah satu lokasi yang diperkirakan memiliki potensi energi gelombang yang cukup besar. Namun, minimnya informasi tentang titik potensial energi gelombang laut yang lebih rinci membuat kawasan ini belum dapat dieksplorasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tinggi gelombang signifikan (Hs) yang merupakan salah satu variabel utama dalam menentukan energi gelombang laut di perairan barat Provinsi Lampung. Studi ini dilakukan melalui pemodelan numerik menggunakan model SWAN pada software Delft3D-WAVE dengan input model gelombang yang bersumber dari data ECMWF-Era 5 di laut lepas. Hasil pemodelan numerik menunjukkan gelombang signifikan terbesar terjadi pada musim barat dengan nilai 1,25-2,975 m. Sedangkan tinggi gelombang signifikan terkecil terjadi pada musim timur dengan nilai 0,941-2,079 m. Verifikasi hasil tersebut terhadap data AVISO menghasilkan nilai MAPE sebesar 16,355%, koefisien korelasi sebesar 0,8691, RMSE berkisar 0,277 m yang menunjukkan validasi yang baik dan memuaskan.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116848291","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH KONFIGURASI SUDUT SEBAR DAN PANJANG TALI TERHADAP KINERJA SISTEM TAMBAT KAPAL ISAP PRODUKSI TIMAH","authors":"Arief Syarifuddin, Erdina Arianti, Rosi Dwi Yulfani, Fariz Maulana Noor, Anauta Lungiding Angga Risdianto, M. Mustain","doi":"10.29122/jurnalwave.v15i2.5090","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v15i2.5090","url":null,"abstract":"Kinerja sistem tambat Kapal Isap Produksi (KIP) timah sangat dipengaruhi oleh tension dari tali tambat dan offset yang dialami oleh struktur. Analisis pada sistem tambat untuk penelitian ini dilakukan dengan variasi sudut sebar tali tambat (30°, 45°, dan 60°) dan variasi panjang tali yaitu dengan diperpendek 0.2 m dan diperpanjang 0.2 m. Hasil yang diperoleh dari analisis yang dilakukan adalah respon gerak dari KIP timah dalam gerakan vertikal dan horizontal sudah cukup bagus. Variasi sudut sebar tali 30° menghasilkan tension maksimum paling baik, dengan tension maksimum sebesar 451.35 kN akibat arah pembebanan 90° di fairlead. Pada variasi panjang tali, adanya penambahan panjang 0.2 m, sudut sebar 30°, arah pembebanan 90° di fairlead merupakan yang terbaik dengan tension maksimum sebesar 449.30 kN. Tension maksimum yang dihasilkan masih dalam batas yang diijinkan API RP 2SK. Offset maksimum yang dihasilkan juga masih dalam batas aman yang diijinkan oleh API RP 16Q, dengan offset sumbu-x terbesar 0.228 m akibat arah pembebanan 135° dan sumbu-y sebesar 0.566 m akibat arah pembebanan 90°.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"223 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121735376","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ahmad Yasim, Robertus Sidartawan, Puranggo Ganjar Widityo, Ramli Firdaus Kusnadi
{"title":"PENGGUNAAN FISH FINDER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN TRADISIONAL DI DESA PUGER WETAN KABUPATEN JEMBER","authors":"Ahmad Yasim, Robertus Sidartawan, Puranggo Ganjar Widityo, Ramli Firdaus Kusnadi","doi":"10.29122/jurnalwave.v15i02.4749","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v15i02.4749","url":null,"abstract":"Masyarakat nelayan merupakan salah satu bagian masyarakat Indonesia yang hidup dengan mengelola potensi sumberdaya perikanan. Salah satu pemukiman masyarakat nelayan dengan populasi tinggi berada di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Berdasarkan hasil survey lapangan pada 24 Juli 2020 diketahui bahwa penghasilan nelayan tradisional di Desa Puger Wetan rata-rata hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian dan bahkan cenderung sulit saat menghadapi masa paceklik ikan atau cuaca buruk. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata dalam meningkatkan hasil tangkapan nelayan kecil dengan memanfaatkan teknologi modern seperti fish finder. Fish finder adalah alat pendeteksi sehingga memudahkan nelayan mengetahui lokasi kerumunan ikan. Metode pengabdian yang dilakukan antara lain, survey lapangan kemudian sosialisasi dan pelatihan penggunaan fish finder. Setelah itu, tim melakukan monitoring penggunaan fish finder selama 3 bulan yang dimuali dari Desember 2020 hingga Februari 2021. Sayangnya pengambilan data kurang maksimal dikarenakan nelayan tidak rutin melaut akibat cuaca buruk. Hasil tangkapan nelayan menggunakan fish finder mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hasil tangkapan tahun sebelumnya. Presentase peningkatan hasil tangkapan pada periode bulan I (Desember 2020) adalah 24%, periode bulan II (Januari 2021) adalah 27% dan periode bulan III (Februari 2021) adalah 32%. Peningkatan hasil tangkapan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan nelayan yang mana pada periode I terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp. 552.000, periode II sebesar Rp. 496.000 dan periode III sebesar Rp. 876.000.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"249 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116445710","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}